Journal Universitas Tridinanti Palembang
Not a member yet
697 research outputs found
Sort by
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMUNIKASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. BANK BPR SINDANG BINA HARTA LUBUK LINGGAU
ABSTRACTThis research studies the correlation among Leadership, Communication and Motivation with officer Perfomance at Govermance.Bank BPR Sindang Bina Harta Lubuk Linggau . This Research was done during 4 ( six) months included design, executing and report the result.The research of this case study aims to know the correlation among Leadership Comunication and Motivation with officer Perfomance at Govermance.Bank BPR Sindang Bina Harta Lubuk Linggau either through parsial and also together. The population In this research are the officer at Govermance. Bank BPR Sindang Bina Harta Lubuk Linggau , totally 34 people.Keywords : Communication, Leadership and Motivation Officer Performance.ÂÂ
PENJADWALAN OPERASI PEMBANGKIT PLTG GUNUNG MEGANG BERDASARKAN BIAYA BAHAN BAKAR
Abstrak: Biaya bahan bakar pada umumnya adalah biaya paling besar yaitu kira-kira 60 persen dari biaya operasi keseluruhan. Pengendalian biaya operasi ini merupakan hal yang pokok karena optimalisasi biaya bahan bakar dapat menghemat biaya operasi serta dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.Konfigurasi pembebanan atau penjadwalan pembangkit yang berbeda dapat mengakibatkan biaya operasi pembangkit yang berbeda pula, tergantung dari karakteristik masing-masing unit pembangkit yang dioperasikan. Penjadwalan pembangkit sangat penting bagi pengoperasian suatu pembangkit, terutama pembangkit termal, karena berkaitan langsung dengan biaya bahan bakar.Adapun kombinasi kerja unit pembangkit yang paling ekonomis adalah untuk keluaran daya dengan beban sebesar 40 MW, maka biaya bahan bakar paling ekonomis 801,76 dolar perjam.Untuk keluaran daya dengan beban sebesar 50 MW maka biaya bahan bakar paling ekonomis 1124,38 dolar perjam. Untuk keluaran daya sebesar 60 MW maka biaya bahan bakar paling ekonomis 1314,22 dolar perjam. Untuk keluaran daya sebear 80 MW maka biaya bahan bakar paling ekonomis 1617,5 dolar perjam. Kata kunci: konfigurasi pembebanan, biaya bahan bakar, efisens
ANALISIS KUALITAS CHIP UNTUK BAHAN BAKU PULP (Studi Kasus di PT. Tanjung Enim Lestari Pulp and Paper)
Abstrak: Chip merupakan bahan baku untuk pembuatan pulp, sedangkan Log adalah bahan baku untuk pembuatan chip. Chip adalah kayu yang telah dipotong-potong menjadi kecil dengan ukuran dan ketebalan tertentu. Keseragaman dari chip dan produktivitas dari sebuah pabrik pulp tergantung oleh banyak faktor, tetapi kualitas chip adalah faktor yang terpenting. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas Chip dengan menggunakan metode pengendalian kualitas statistik (Statistical Quality Control). Berdasarkan diagram kontrol individual pada sampel bulan Juni 2015,terjadi penyimpangan proses tak terkendali sehingga diperlukan tindakan analisis serta perbaikan. Sedangkan sampel pada bulan Juli 2015 didapatkan semua data berada dalam batas kendali. Dari hasil analisis data dengan metode Diagram fishbone didapatkan bahwa faktor utama dalam penyebab terjadinya variasi dalam accepted chip adalah faktor bahan baku (Material), tenaga kerja (Man) dan Mesin (Machine).Kata Kunci: Chip, Pulp, Pengendalian Kualitas, Diagram Fishbon
Aplikasi Model M.C.E (Manufacturing Cycle Efficiency) untuk Memperdek Timeto- process Pada Pengolahan C.P.O (Crude Palm Oil)
Konsusmsi CPO (crude palm oil) untuk penyediaan minyak nabati dunia telahmencapai 27,7% pada tahun 2002, diversifikasi produk CPO untuk produk pangan mencapaipangsa pasar 90% terutama untuk bahan baku minyak goreng dan pangsa pasar nonpangansebesar 10%, diperkirakan pada tahun mendatang terus mengalami peningkatan.Bahan baku CPO adalah TBS (tandan buah segar).Kompleksitas produk dan aliran proses operasi menentukan kapabilitas manajemen operasiuntuk memperpendek waktu proses TBS menjadi CPO yang merupakan focus perhatiandalam studi aliran proses yang dipecahkan dengan pendekatan MCE (Manufacture CycleEfficiency) karena itu. model MCE berkemampuan mereduksi pemborosan sumberdayayang digunakan untuk operasi, sehingga aktivitas yang tidak meningkatkan nilai tambahproduk dapat dihilangkan.Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran aliran proses manufaktur pengolahanTBS (tandan buah segar) bahan baku minyak sawit menjadi CPO. Analisis pemecahanmasalah untuk menentukan performansi dengan menggunakan bagan aliran proses, baganproses operasi (Operations Process Chart). Hasil analisis menunjukan bahwa waktu kritisyang terjadi pada aliran proses pengolahan TBS menjadi CPO terletak pada stasiun loadingramp ke stasiun perebusan yang membutuhkan waktu operasi paling lama yaitu sebesar100 menit/ton TBS. Performansi aliran proses yang terdiri dari MLT, Production rate,kapasitas dan utilisasi masing-masing menghasilkan 57,72 jam, 0,069 ton/jam, 16,56 ton/jam dan 55,2%.Kata kunci : MCE, MLT, Aliran proses
PERANAN DAYA REAKTIF PADA SISTEM KELISTRIKAN
Daya reaktif merupakan masalah yang komplek dan penting pada sistem kelistrikan,terutama pada sistem kelistrikan di Industri dimana sebagian besar bebannnya merupakanmotor induksi, sehingga menimbulkan masalah pada daya reaktif.Daya reaktif berperan aktif pada sistem kelistrikan , yaitu peran positif dan peran negatif.Peran positif daya reaktif adalah pada pembangkitan fluksi magnet pada rangkaian gandengelektromagnet, seperti transformator, motor induksi, dan peralatan induksi lainnya, agardaya dari sumber dapat ditransferkan kesisi sekunder dari transformator, atau melaluicelah udara pada motor induksi. Peranan negatif daya reaktif adalah terhadap jatuhtegangan, rugi-rugi daya, dan kapasitas kebutuhan daya. Semakin besar daya reaktif yangdiserap oleh beban dari sumber, maka peran negatif nya akan semakin besar yang dapatdibuktikan dari hasil perhitungtan.Pada penelitian ini dibahas sedikit mengenai peranan positif daya reaktif, tetapi pembahasandititik beratkan pada peranan negatifnya terhadap sistem, yang ditunjang denganperhitungan-perhitungan dalam kondisi berbeban. Tujuan dari pembahasan ini adalahdimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh peranan daya reaktif tersebut terhadap sistemkelistrikan sehingga dapat mengambil langkah-langkah dalam mengatasi bila beban terlalubanyak menyerap daya reaktif dari sumber
Pengaruh Perbedaan Kedalaman Potong Pada Proses Bubut dan Perlakuan Panas Normalizing Terhadap Perubahan Sifat Mekanik Baja Karbon Menengah (HQ 760)
Pada proses bubut, terjadi pergeseran antara benda uji dengan pahat. Akibat daripergeseran tersebut, maka pada permukaan benda uji akan mengalami panas yang cukuptinggi. Dengan demikian sifat kekerasan akan berubah. Dalam penelitian ini, benda ujiadalah baja karbon menengah yang dibubut dengan variabel kedalaman potong 0,5 mm,1,0 mm, 1,5 mm dan kedalaman potong 2 mm. Sedangkan putaran mesin dibuat konstan100 rpm. Kemudian benda uji tersebut dilanjutkan dengan proses perlakuan normalizingpada suhu 850oC yang ditahan selama 15 menit, dan dilanjutkan dengan pendinginan diudara terbuka. Hasil penelitian diperoleh bahwa, nilai kekerasan permukaan benda uji tanpaproses bubut lebih rendah dibandingkan dengan benda uji yang mengalami proses bubut.Dengan mempertebal proses penyayatan maka nilai kekerasan cenderung meningkat.Peningkatan nilai kekerasan dapat ditandai dengan perubahan warna pada geram dari warnaputih menjadi abu-abu. Ini menunjukkan bahwa energi yang diserap benda uji sangat besar.Dengan proses normalizing pada benda uji, maka kekerasannya akan mendekati kekerasanbenda uji asal yang belum diproses bubut
The Effectiveness of Link System in Teaching Speaking at SMA Yadika Baturaja
ABSTRACT: This study was aimed at finding out whether or not link systemsignificantly effective in teaching speaking to the eleventh grade students ofSMA Yadika Baturaja. This study used pre-experimental method by taking oneclass as the sample of the study. The population of this study was the eleventhgrade students of SMA Yadika Baturaja with the total number were 212students in academic year 2014/2015. The sample was 35 students in one classwhich was chosen by using purposive sampling. The data obtained through theoral test and was analyzed by using paired sample t-test of SPSS 16 program.The result of the study showed that the average students’ scores in post-test(62.16) was higher than the average students’ scores in pre-test(55.39). Theresult of the data analyzed through SPSS 16 program was 5.477to tobtained and 2.032 to ttable with the significance level ( = 0,05) and degree α of freedom (df = 35– 1 = 34) which means that it was significantly effective to teach speaking byusing link system to the eleventh grade students of SMA Yadika Baturaja.Key words: effectiveness, mnemonic, link system
Empowering Children’s English Literacy by Listen and Do Song
ABSTRACT: Song is an effective and interesting teaching tool in the classroom of language learning. It is regarded as one of the most enjoyable ways for practicing and developing English literacy of young learners. It is also useful to encourage them to be active in order to improve their skills. The purpose of this article is therefore threefold: first, theoretical discussion that presents about English literacy and young learners. Second, some suggestions of giving the selections of songs are given regarding the activities. Third, some recommended teaching instruction for listen and do song that empowers children’s English literacy. Incorporating song into language learning serves not only as an effective teaching tool but also provides a positive learning experience for young learners. Key words: English literacy, listen and do song, young learners
Keefektifan Media Gambar Berseri dalam Menulis Karangan Eksposisi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kayuara Kuning Kabupaten Banyuasin III
ABSTRAK: Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengukurkeefektifan penggunaan media gambar berseri terhadap hasilbelajar siswa dalam menulis karangan eksposisi siswa kelas VIISMP Kayuara Kuning Kabupaten Banyuasin. Populasi dalampenelitian ini sebanyak 37 siswa, sampel diambil denganmenggunakan teknik cluster sampling dan didapatkan dua kelasyaitu kelas VII.6 sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 37peserta dan kelas VII.4 sebagai kelas control dengan jumlah 37peserta didik. Metode pengumpulan data yaitu teknik tes, observasidan dokumentasi. Hasil analisis data tes diperoleh untuk kelaseksperimen 80,68 dan untuk kelas kontrol 60,16. Untuk analisisdata observasi yaitu terjadi peningkatan hasil belajar siswa padakelas eksperimen dengan rerata 63,28% sedangkan rerata kelascontrol sebesar 52,31%. Dari rerata keaktifan hasil belajar siswasecara keseluruhan pada kelas eksperimen dikategorikan aktifsedangkan pada kelas kontrol dikategorikan cukup. Adapun hasilpenelitian didapatkan ada pengaruh metode gambar berseriterhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesiamateri menulis karangan eksposisi pada siswa kelas VII di SMPKayuara Kuning Kecamatan Banyuasin yang ditunjukan pada hasilp value > 0,05 (p=0,000)> berdasarkan penelitian yang dilakukan,media gambar berseri dapat dijadiakan salah satu alternatif mediapembelajaran.Kata-kata kunci : media gambar berseri, karangan eksposisi
PENGARUH PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH (ZPT) TERHADAP PERTUMBUHAN STUM MATA TIDUR KARET (Hevea brasiliensis Muell Arg.) KLON IRR 112
This study aimed to assess the effect of plant growth regulator on the growth ofthe eye stum IRR rubber bed 112. This research was conducted in the village of SungaiRengit, District Talang Kelapa, Banyuasin Regency, Sumatera Selatan Province. Thestudy was conducted from May 2014 through the month of August 2014. This study useda randomized block design (RBD) with 6 treatments and 4 replications. The treatmentsstudied were: B0 = 0 ml / Control, B1 = 4 ml / l of water, B2 = 8 ml / l of water, B3 = 12ml / l of water, B4 = 16 ml / l of water, and B5 = 20 ml / l of water. Each treatmentconsisted of 10 plants, the sheer number of plants that diteiti much as 240 plants (poybag)for a total of as many as 24 treatments and replications treatment. Each unit (unit)treatment trials, there are 3 (three) plant sample. Parameter observation that the speed ofgrowth of shoots (hst), shoot length (cm), number of petiole (strands), the percentage ofseedlings grown (%), weight of wet berangkasan plant (g), berangkasan dry weight ofplants (g), weight of wet roots departure (g), root dry weight berangkasan (g) and leafarea (cm). Based on the results obtained it can be concluded that, an organizing treatmentconcentration Grow 12 ml / 1 water tends to give the best results on shoot length, rootfresh weight and root dry weight.Keyword : eye stum IRR rubber bed, plant growth regulator, Hevea brasiliensis MuellArg. klon IRR 1