Journal Universitas Tridinanti Palembang
Not a member yet
697 research outputs found
Sort by
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KECAMATAN ILIR TIMUR I KOTA PALEMBANG
The objective of this research is to observe the impact of work environment and labor discipline to employe performance of Pegawai Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang. There are three hypotheses on this research; first, working environment has positive impact to employee performance; second, labor discipline has positive impact to employee performance; third, work environment and labor discipline simultanceously impact positively to employee performance of Pegawai Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang. The population of this research is 78 employees of Regional Library Board South Sumatera Propince. From inferential statistic analysis, correlation coefficient between working environment and employee performance variable is 0.339, while 0.762 for correlation coefficient between labor discipline variable and employee performance variable ( Y ). Correlation coefficient between work environment variable ( X1 ) and labor discipline ( X2 ) to employee performance is 0.767, which show that there is a positive and strong relation. 0.588 determination coefficients means 58.8 % of X1 and X2 variable form Y variable, result doubling linier regression: Y = 12.045 + 0.308X1 + 1.070X2 + ESatistic hypothesis analysis found that; first, partially hypothesis using t test form counting t value as 2.219 with signification 0.033< 0.05, @ = 0,0; Ho denied, means there is a positive ( real ) relation between working situation and employee performance. Second hypothesis ( partially ) 7.247 with signification 0.000<0.05, @ = 0,0 ; Ho denied, means there is positive ( real ) relation between working satisfaction and employee performance. Third hypothesis ( simultaneously ) using F test form 26.409 with signification 0.000< 0.05, 2 = 0,0; Ho denied and H1 expectable, means there is a positive relation between working situation and satisfaction to employee performance. On other word, empirically prove that employee performance improvement linier with improvement of work environment and labor discipline, partially or simultaneously. Keyword : work environment, labor discipline, employe performanc
ANALISI PERUBAHAN POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA : DAMPAK PERUBAHAN HARGA BBM (STUDI KASUS KECAMATAN KEMUNING PALEMBANG)
ABSTRACT This study aims to determine how the effect of the reduction in fuel subsidies or subsidized fuel price increase the consumption pattern of low-income households, medium and high in the city of Palembang. Rising fuel prices, led to declining real incomes of households that ultimately every household will adjust their consumption patterns on the type of food and non-food. Changes in consumption patterns of food to non-food indicates a decrease levels of household welfare. The method used to obtain primary data is done by simple random sampling method is sampling with every element in the population has an equal chance of being selected into the sample of primary data in the form of questionnaires were collected by in-depth interviews (depth interview) in the group of households that group of low-income households to obtain more specific information in order to answer the research problem. While secondary data mainly comes from the Central Statistics Agency (BPS) in order to complete the Primary or comparison of data obtained. Processing the data using SPSS version 17 by first testing the validity and reliability of the data used before and after the increase in fuel prices. The results showed that the low-income community was hit hard by rising fuel prices. The result is a substitution effect where there is a change in the pattern of consumption of non-food consumption into food consumption as a result of rising the fuel price Key Word: consumption patterns, consumption of food, consumption of non- foo
KAJI ULANG SISTEM TERMOELEKTRIK UNTUK PEMANAS-PENDINGIN AIR MINUM DENGAN KAPASITAS 500 ML
Abstrak: Water dispenser merupakan salah satu perlengkapan rumah tangga dan perkantoran yang berfungsi untuk menampung air minum, baik air panas maupun air dingin. Air panas yang dihasilkan oleh water dispenser biasanya menggunakan heater. Pemakaian alat pemanas dan pendingin sekarang masih banyak terdapat berbagai kelemahannya.Teknologi Termoelektrik dapat menjawab kebutuhan dari alat pemanas dan pendingin tersebut. Termoelektrik memiliki dua sisi yang berbeda temperatur, sisi satu merupakan sisi panas sedangkan sisi lainnya merupakan sisi dingin. Perbedaan temperatur tersebut terjadi akibat pergerakan elektron dari tembaga-semi konduktor tipe p ke semi konduktor tipe n. Dalam penelitian ini dibuat alat uji berbentuk persergi empat dari bahan plastik piber, dengan menggunakan coolsink pada sisi dingin dan heatsink pada sisi panas. Sedangkan media yang akan dipanaskan dan didinginkan menggunakan media air. Penelitian ini difokuskan pada perhitungan beban pemanas dan pendinginan, pada termoelektrik. Kotak penampung air/ box mempunyai ukuran 10 cm x 10 cm x 15 cm. Beban pemanas air dari sebesar 66860,8 J dan untuk beban pendingin air sebesar 29313,2 J. Untuk Perpindahan kalor yang terjadi pada Heatsink dalam proses pemanasan air sebesar Error! Reference source not found. 1,1878 Watt, dan Error! Reference source not found.Perpindahan kalor yang terjadi pada Coolsink dalam proses pendinginan air dalam box sebesar : 0,5339 Watt. Tegangan yang digunakan pada sistem termoelektrik ini adalah sebesar 12 V DC 10 Amper. Jenis termoelektrik yang digunakan adalah termoelektrik jenis TEC1-12706 dengan ukuran dimensi 40 mm x 40 mm x 3,9 mm. Kata kunci: Termoelektrik, Heatsink, Coolsink. Perpindahan Pana
ANALISIS PERAMALAN PERMINTAAN JUMLAH PRODUK LORI SAWIT TERHADAP KURS DOLLAR AMERIKA (STUDI KASUS DI PT. SWAKARYA ADHI USAHA)
Abstrak: Pada penelitian ini peramalan permintaan akan dilakukan dengan menerapkan beberapametode yaitu regresi linier, moving average, exponential smoothing dan metode kuadrat terkecil.Penggunaan keempat metode peramalan tersebut untuk membandingkan metode peramalan yang yanglebih akurat dan mendekati nilai aktual permintaan. Metode penelitian dimulai dari pengumpulan datahistoris dari tahun 2005 sampai dengan 2015, perhitungan peramalan, pemilihan peramalan, danpengambilan kesimpulan. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan hasil peramalan untuk masingmasingmetode peramalan yaitu metode regresi linier ramalan permintaan sebesar 123 unit lori,metode moving average sebanyak 146 unit lori, metode eksponensial smoothing dengan pembobotanα; 0,1 , α; 0,5 dan α; 0,9 masing-masing sebanyak 102, 145, dan 146 unit lori dan metode kuadratterkecil sebanyak 251 unit lori sawit. Setelah hasil peramalan diketahui maka dilakukan pengujiankesalahan peramalan untuk mengetahui metode mana yang terbaik dengan menggunakan metodestandar kesalahan peramalan (SKP).hasilnya, metode moving average dan kuadrat terkecil memilikiSKP yang lebih kecil yaitu MAD moving average sebesar 29, MSE = 1.439 dan MAPE = 9% danmetode kuadrat terkecil sebesar 60 unit.Kata kunci: peramalan permintaan, regresi linier, moving average, exponential smoothing, kuadratterkecil
ANALISAKOORDINASISETTINGRELEPROTEKSIGANGGUAN TANAHPADAPENYULANGBANTENGDIGARDUINDUKBUKIT SIGUNTANGPALEMBANG
Abstrak: Rele sebagai alat pendeteksi adanya gangguan yang selanjutnya memberi perintah trip kepada Pemutus Tenaga (PMT). Rele digunakan pada daerah pengaman Gardu Induk disisi 20 kV di Penyulang untuk mengatasi adanya gangguan hubung singkat yang terjadi karena adanya gangguan yang bersifat temporer atau permanen. Oleh karena itu pentingnya kinerja settingan koordinasi rele antara Over Current Relay ( OCR ) dan GFR ( Ground Fault Relay ) agar tidak menyebabkan kerusakan pada peralatan akibat gangguan hubung singkat yang terjadi. Arus gangguan hubung singkat yang terjadi di Penyulang Banteng adalah sebesar 3835,086 Ampere pada arus gangguan tiga fasa, sedangkan arus gangguan terkecil terjadi saat arus gangguan satu fasa ke tanah di saluran penyulang sebesar 231,0788 Ampere. Sedangkan set PLN didapat, arus setelan (Iset) sebesar 231,079 A dengan Tms 0,10 sedangkan untuk setelan rele disisi incoming di dapat arus setelan (Iset) sebesar 37 A dengan Tms 0,26 dari data set PLN arus setelan (Iset) disisi penyulang 241,5 A dengan Tms 0,122 dan sisi Incoming arus setelan (Iset ) 573,3 A. berdasarkan hasi diatas dapat disimpulkan bahwa koordianasi antara OCR dan GFR sudah cukup selektifitas dan handal dalam kinerja rele. Dan dari hasil perhitungan terjadi perbedaan selisih waktu kerja rele yang cukup lama dan mempengaruhi kinerja rele untuk mentripkan dalam jeda waktu 1.33 detik. Berdasarkan perhitungan tersebut maka semakin besar arus gangguan yang terjadi akan semakin lama pula waktu rele tersebut bekerja mentripkan ke PMT. Jika dibiarkan arus gangguan tersebut membesar terlalu lama maka arus gangguantersebut dapatmerusakperalatanpadatransformator. KataKunci: Releproteksi,arushubungsingkat,settingreleOverCurrentRelay (OCR)danGraund Fault Relay(GFR)
PERUBAHAN RUANG SOSIAL PENGHUNI RUMAH SUSUN STUDI KASUS RUMAH SUSUN TZU CHI CENGKARENG
Abstrak: Rumah susun Tzu Chi dibangun sebagai satu bentuk partisipasi masyarakat dalammenyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan kota besar Jabodetabek.Perubahan ruang bermukim menjadi rentan terhadap bagaimana penghuni dapat menyesuaikan diridan bertahan di tempat tinggal yang baru. Beberapa faktor mempengaruhi keberhasilan proses sosialpenghuni rusun untuk terus bermukim. Pertama, budaya dan ikatan yang mereka bawa dari tempattinggal awal mereka dan tetap dipertahankan. Dan peran pengelola dalam mendidik dan mengarahkanpenghuni serta partisipasi penghuni dalam upaya meningkatkan kualitas lingkungan fisik dalamkonsep berkelanjutan dan berwawasan lingkungan berpengaruh dalam penciptaan ruang sosial bagipenghuni rumah susun tersebut.Kata Kunci: ruang sosial, rumah susun, penghuni, partisipasi, masyarakat berpenghasilan renda
Studi Pengaruh Penambahan Kapasitor Shunt pada Sistem Kelistrikan 150 KV Lampung utara
Kualitas tegangan dalam sistem tenaga listrik merupakan hal yang penting untukmenjaga kehandalan sistem tenaga listrik pada jaringan 150 kV. Batasan operasi untuktegangan tinggi (150 kV) yaitu -10% dan +5% dari tegangan nominal. Dilakukan 20 simulasidengan kapasitor 5, 10, 15 dan 20 MVAr di Gardu Induk Blambangan Umpu, Gardu IndukBukit Kemuning, Gardu Induk Kotabumi, Gardu Induk Menggala, dan Gardu IndukGumawang. Jatuh tegangan di Gardu Induk Gumawang dari 131,81 kV (-12.13 % daritegangan nominal) menjadi 136,47 kV (-9.02 % dari tegangan nominal) dengan pemasangankapasitor 15 MVAr di Gardu Induk Gumawang.Voltage quality in electric power systems is essential to maintaining the reliability of thepower system 150 kV network. Operating limits for high voltage (150 kV) is -10% and +5%of the nominal voltage. Conducted 20 simulations with capacitor 5, 10, 15 and 20 MVAr atBlambangan Umpu substation, Bukit Kemuning substation, Kotabumi substation, Menggalasubstation, and Gumawang substation. Voltage drop in Gumawang of 131.81 kV (-12.13%of nominal voltage) to 136.47 kV (-9.02% of the nominal voltage) with the installation of 15MVAr capacitors at substation Gumawang
The Comparison of Using Roundtable Activity and Picture for Improving the Second Year Students’ Writing Skill at SMA Negeri 3 Palembang
ABSTRACT: The objective of this study was to find out whether or not there were any significant differences in students’ writing skill achievement between those who used Roundtable Activity and those who used Picture. The population of the study was the second year students at the school in academic year 2003/2004. Stratified random sampling was used in choosing the sample. The total number of the sample was 98 students; 49 were in the experimental group and the rest were in the control group one. The non equivalent control group design was used in conducting this research. The students in the experimental group were taught by using Roundtable Activity as the medium while those in another group were taught by using picture. The instruments used in collecting the data were the English writing tests and questionnaire. The data obtained from the tests were analyzed using Chi-square analysis on the help of SPSS program for windows to find out the relationship between variables of Roundtable Activity and Picture to the students’ writing skill achievement. The students in experimental group tended to have more significant achievement in making paragraph writing than their peers in control group. They tended to be more active in using Roundtable Activity as one of the prewriting techniques in making paragraph writing. Based on the result of the questionnaire, the use of Roundtable Activity was acceptable and also applicable since it helped them to find ideas in the prewriting stage of making paragraph writing.Key words: roundatable activity, picture,writing skill
Memaknai Struktur dan Unsur Berita Kriminal
ABSTRAK: Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana struktur berita kriminal yang digunakan Paltv dan (2) unsur berita apa saja yang digunakan pada berita kriminal Grebek Paltv. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat pada kajian jurnalistik.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik sadap yang kemudian dilanjutkan dengan teknik lanjutan, yaitu teknik simak tidak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan baca markah dan dokumentasi. Kata-kata kunci: struktur berita kriminal Grebek Paltv, unsur berita kriminal Grebek Paltv.ÂÂ
Perencanaan Produksi dalam Usaha Pencapaian Target Produksi dengan Linear Programming (Studi Kasus di Unit Produksi Urea dan Amonia IB. PT. Pusri Palembang).
Perencanaan produksi dibuat untuk menyesuaikan kemampuan produksi dalammenghadapi permintaan pasar yang tidak pasti dengan mengoptimalkan penggunaan tenagakerja dan peralatan produksi yang tersedia dengan biaya produksi yang minimal.Perencanaan produksi yang tidak tepat akan menyebabkan tingginya ongkos produksi danrendahnya kapasitas produksi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan produksi yang tepat untuk 6periode ke depan dalam usaha pencapaian target produksi tersebut. Dalam penelitian ini,metode yang digunakan untuk perencanaan produksi agregrat adalah metode LinierProgramming. Rencana produksi agregrat yang ada disesuaikan dengan keterbatasan yangada pada perusahaan, diantaranya jumlah tenaga kerja, waktu kerja, adanya peraturanatau kebijakan hiring, firing, overtime dan keterbatasan kapasitas gudang yang ada.Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan software LINDO, diketahui bahwaperencanaan jumlah produksi 6 periode kedepan untuk produk urea adalah sebesar50.601,47 ton, 49.517,78 ton, 59.149,72 ton, 59.698,37 ton, 51.772,66 ton, 30.638,37 ton,dan untuk produk amonia adalah 38.727,25 ton, 38.869,93 ton, 44.542,51 ton, 46.089,62ton, 38.370,85 ton, 23.270,92 tons. Jumlah inventori untuk produk urea adalah sebesar7.748,19 ton, 7.998,95 ton, 15.883,56 ton, 25.723,74 ton, 25.768,96 ton, 4.673,82 ton, danuntuk produk amonia adalah 5.685,46 ton, 5.869,45 ton, 11.655,14 ton, 18.890,61 ton,18.908,71 ton, 3.429,55 ton. Sedangkan biaya produksi dalam usaha pencapaian target produksi untuk 6 periode ke depan adalah Rp 92.243.529.820,-; Rp 91.061.697.150,-; Rp107.363.746.900-; Rp 109.417.937.600,-; Rp 93.511.117.620,-; and Rp 55,421,490,920,-.Kata Kunci: Linear Programming, rencana produksi, target produksi