Journal Universitas Tridinanti Palembang
Not a member yet
697 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN STRUKTUR MIKRO KAJIAN SEMANTIK DALAM BERITA POLITIK PADA HARIAN SUMATERA EKSPRESS EDISI JANUARI 2019 DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan struktur mikro kajian semantik dalam berita politik pada harian Sumatera Ekspress edisi Januari 2019. Penelitian ini berkaitan dengan penggunaan struktur mikro semantik yang digunakan dalam proses penulisan pada berita politik harian Sumatera Ekspress edisi Januari 2019. Penelitian ini fokus dalam menentukan dan menganalisis berita berdasarkan elemen-elemen yang dikemukakan oleh teori Van Djik. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah dokumentasi, untuk teknik analisis data menggunakan tehnik Content Analysis. Hasil penelitian ini berupa struktur mikro kajian semantik yang terdapat pada harian Sumatera Ekspress edisi Januari 2019, berdasarkan teori Van Dijk struktur mikro semantik dibagi menjadi lima elemen yaitu latar, detil, maksud, praanggapan dan nominalisasi. Hasil analisis peneliti menemukan penggunaan elemen detil dan maksud lebih dominan dibandingkan elemen latar, praanggapan, dan nominalisasi. Penggunaan elemen latar sebanyak 75%, penggunaan elemen detil sebanyak 100%, penggunaan elemen maksud sebanyak 100%, penggunaan elemen praanggapan sebanyak 71,42%, dan penggunaan elemen nominalisasi sebanyak 71,42% pada harian Sumatera Ekspress edisi Januari 2019.Kata Kunci: struktur mikro semantik, Sumatera Ekspres
THE CORRELATION BETWEEN PRONUNCIATION AND LISTENING ACHIEVEMENT OF ENGLISH EDUCATION STUDY PROGRAM STUDENTS OF TRIDINANTI UNIVERSITY
The objective of this study was to find out whether or not there was a significant correlation between pronunciation and listening achievement of English education study program students of Tridinanti University and how much pronunciation contributed to listening achievement of English study program students of Tridinanti University. In this study, the researchers used correlation analysis. The population of this study was all English education study program students of Tridinanti University. The researchers used purposive sampling, and the sample was 53 students taken from the 3rd, 5th, 7th, and 9th semester. Pronunciation and listening achievement tests were used as the instruments. The finding showed that the pearson correlation coefficient was 0,086. It means that p-value (0.539) was higher than 0.85 which indicated that there was very low correlation between pronunciation and listening achievement of English education study program students of Tridinanti University. The regression analysis revealed that the significance value (ρ) was 0.284. It was higher than alpha value (α) 0.05 which indicated that students’ pronunciation gave a positive contribution toward their listening achievement and the value of R Square was 0.022. It could be concluded that students’ pronunciation contributed as much as 2.2 % toward their listening achievement.Keywords: correlation, pronunciation, listening achievement
PENGARUH PROMOSI DAN HARGA JUAL MOBIL TOYOTA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA PT AUTO 2000 TANJUNG API-API PALEMBANG
The background of this research is the satisfaction of consumers who are the priority in the Toyota automobile sales business as well as encouraged by the increasingly stringent level of competition and also given the number of competing companies of similar competitors. Promosion and selling price are some very important aspects because consumers want the maximum sastisfaction given company PT AUTO 2000 Tanjung Api-Api Palembang Based on the test result F, Fcount 21,052 > Ftable 2,40 and F significant 0,000>(α) 0,1 obtained the conclusion H0 rejected and independent simultaneously have a significant effect on the dependent variables. Then t test result on variable promotion, tcount 4,503 > ttable 1,672 and t significant 0,000 < (α) 0,1 obtained conclusions H0 rejected and variable promotion partially significant effect on consumer satisfaction at PT AUTO 2000 Tanjung Api-Api Palembang. Last target of the test result on variable selling price tcount 1,917 > ttable 1,672 and t significant 0,060 < (α) 0,1. then in the conclusion of H0 rejected and the variable selling price in a partial has significant effect on consumer satisfaction at PT AUTO 2000 Tanjung Api-Api Palembang.While the calculation of R value of 65,2 % indicates that the relationship between independent variable promotion and the selling price of dependent variable consumer satisfaction has a relationship that is relatively strong because it is at intervals > 0,25 – 0,75. Based on coefficient of determination indicating that the influence of promotion and selling price consumer satisfaction of 40,5 % and the remaining (100% - 40,5 %) = 59,5 % is influenced by other factors not included in this research. Keywords : Promotion, Selling Price, And Customer Satisfactio
DURABILITAS CAMPURAN ASPAL AC-BC TERHADAP PERUBAHAN SUHU
Abstrak: Penelitian dilakukan di Laboratorium dengan menggunakan pengujian Marshall dengan simulasi waktu variatif suhu , yang ditentukan yaitu pada suhu 25⁰C, 35⁰C, 45⁰C dan 60⁰C dengan perbandingan 7 hari, 15 hari, 30 hari dan 45 hari. Pengujian dilakukan perendaman di dalam Oven. Total benda uji yang dipergunakan pada penelitian ini 48 sampel benda uji. Di tambah 3 Sampel untuk pengujian normal dan 15 Sampel untuk menentukan nilai KAO. Hasil Pengujian menunjukkan bahwa akibat pengaruh suhu dan waktu menyebabkan nilai stabilitas benda uji menurun dari benda normal, stabilitas dengan kadar aspal optium 5.80 % berada di hari ke 7 dengan suhu 25⁰C yaitu sebesar 1879 Kg dan yang terendah berada di hari ke 45 dengan suhu 60⁰C yaitu sebesar 860 Kg. nilai tertinggi kelelehan dengan kadar aspal optium 5.80 % berada di hari ke 45 dengan suhu 60⁰C yaitu sebesar 4.1 .mm dan yang terendah berada di hari ke 7 dengan suhu 25⁰C yaitu sebesar 2.3 .mm. nilai tertinggi MQ (Marshall Quotient) dengan kadar aspal optium 5.80 % berada di hari ke7 dengan suhu 25⁰C yaitu sebesar 805 kg/mm dan yang terendah berada di hari ke 45.dengan suhu 60⁰C yaitu sebesar 210 kg/mm. nilai tertinggi Indeks kekuatan Sisa (IKS) dengan kadar aspal optium 5.80 % berada di hari ke7 dengan suhu 25⁰C yaitu sebesar 83.49 % dan yang terendah berada di hari ke 45.dengan suhu 60⁰C yaitu sebesar 44.34 %.Kata kunci: aspal, campuran, suh
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGERING LADA DENGAN PUTARAN DRUM BERVARIASI
Abstrak: Merica atau Lada memiliki nama latin Piper nigrum dan merupakan famili Piperaceae.. Bagian tanaman lada yang dimanfaatkan adalah buahnya yang terangkai seperti anggur. Proses pengeringan yang dilakukan petani lada sekarang ini masih memanfaatkan sinar matahari dalam arti masih sangat bergantung cuaca dan waktu. Lada yang dihasilkan masih membutuhkan proses kembali salah satunya dengan cara dijemur. Para petani biasanya menjemur lada dibwah terik matahari, tetapi tidak setiap saat di indonesia mengalami cuaca panas, ada kalanya cuaca berhujan atau mendung. Hal ini lah yang memicu permasalahan yang ada pada para petani lada. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian desain dan eksperimen berupa kajian teoritis, mendesain mesin, dan membuat mesin pengering lada. Pembuatan mesin dan uji coba laboratorium dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin FT UTP dan uji coba ditempat yang sama . Pengeringan yang dilaksanakan dengan metode Pengujian pertama dengan rpm 16,9 berat lada awal 1100 gram menjadi 999 gram dengan lama pengeringan 15 menit, pengujian kedua dengan rpm 17,4 barat lada 1100 gram menjadi 1015 dengan lama pengeringan 15 menit dan pengujian ketiga dengan rpm 18,3 berat lada 1100 gram menjadi 1030 gram dengan lama proses yang sama. Dengan harapan pengujian tersebut dapat penjemuran manual, sehingga nantinya alat pengering ini layak untuk digunakan untuk masyarakat khususnya para petani lada.menghasilkan lada yang berkadar air sebelas koma sembilan, biji lada bentuknya utuh tanpa kisut dengan warna yang kurang lebih seragam.Dengan adanya mesin pengering lada diharapkan memberi manfaat pada proses pengawetan hasil panen sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada cuaca untuk melakukan pengeringan, mempercepat proses pengeringan dan meningkatkan kualitas lada kering.Kata kunci: lada, mesin pengering, pemanas ua
PENGARUH JENIS MATERIAL ELEKTRODA LAS KAMPUH K TERHADAP KEKERASAN DAN UJI TARIK PADA BAJA KARBON RENDAH ASTM A36
Abstrak: Telah dilakukan study kekerasan dan kekuatan pada plat baja karbon rendah (ASTM A36) Hasil proses pengelasan yaitu pada 3 (tiga) jenis elektroda E 6013, E7016, 7018 berdiameter 3,2mm. Selanjutnya dilakukan proses pengelasan dengan menggunakan kampuh K dengan tebal plat 12mm, dengan arus 195 ampere tegangan 200 volt. Kemudian dilakukan proses pengujian kekerasan dan kekuatan tarik, dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh kekerasan dan kekuatan tarik dari masing-masing 3 (tiga) jenis elektroda. Pada benda uji pada daerah HAZ dari jenis elektroda E 6013 mempunyai kekerasan sebesar 84,9 (HRB), elektroda E 7016 nilai kekerasannya 87,6 (HRB) dan E 7018 nilai kekerasannya 85,7 (HRB). Sedangkan pada daerah BASE nilai kekerasan rata-ratanya 76,8 (HRB). Pada kekuatan tarik nilai tegangan tarik tertinggi dari 3 (tiga) jenis elektroda dari proses pengelasan yaitu pada jenis E 7016 sebesar 35,84 kg/mm2. Dengan tegangan luluh sebesar 27,84 kg/mm2. Sedangakan nilai tegangan tarik terendah adalah jenis elektroda E 6013 sebesar 25,48 kg/mm2.Kata kunci: pengelasan , ASTM A36 , elektroda, uji kekerasan dan kekuatan tari
PENGARUH PEMAKAIAN SEMEN DAN PASIR YANG BERBEDA TERHADAP KUAT TEKAN BETON
Abstrak: Beton dapat dibuat dengan berbagai macam mutu. Perbedaan mutu beton ini biasanya ditunjukkan oleh perbedaan pada kuat tekannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu beton meliputi perbandingan semen/air, jenis semen yang digunakan, ada atau tidaknya bahan tambah, agregat kasar dan halus yang digunakan, kelembapan dan suhu pengeringan,dan lain-lain. Untuk mengetahui pengaruh pemakaian semen dan pasir, pada penelitian ini campuran adukan beton digunakan variasi semen yang berbeda merek dan pasir sungai yang berbeda, dengan mutu beton yang digunakan fc’ 25 MPa. Dari hasil pengujian kuat tekan beton menunjukan mutu beton paling rendah adalah beton yang memakai semen Holcim, beton yang menggunakan semen Padang mutu betonnya lebih tinggi dari beton yang menggunakan semen Holcim, dan mutu beton yang paling tinggi pada pemakaian semen Batu Raja. Begitu juga dari hasil pengujian kuat tekan beton menggunakan pasir yang berbeda menunjukan mutu beton paling rendah adalah beton yang memakai pasir sungai Lematang, beton yang menggunakan pasir sungai Selabung mutu betonnya lebih tinggi dari beton yang menggunakan pasir sungai Lematang, dan mutu beton yang paling tinggi pada pemakaian pasir sungai Ogan. Dilihat dari variasi pemakaian merk semen dan tempat pengambilan pasir sungai menunjukkan kuat tekan beton yang paling tinggi pada saat pemakaian semen Batu Raja dan pasir sungai Ogan.Kata kunci : kuat tekan beton, merk semen, pasir sunga
THE USE OF GUIDED READING STRATEGIY (GRS) TO INCREASE READING COMPREHENSION AT THE ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SENIOR HIGH SCHOOL ETHIKA OF PALEMBANG
This study was conducted to find out whether or not there was significant difference in reading comprehension between those students who were taught by using guided reading and those students who were not at the eleventh grade students of Ethika Senior High School of Palembang. The sample of the study was 68 students of the eleventh grade students of SMA Ethika Palembang n the academic year of 2015/2016 that were taken by using intact sampling technique. Thirty four students were in the exerimental group and thirty four students were in the control group. Experimental research by using quasi-experimental was used. The used instrument was in the form of 30 items of multiple choice questions. The results of the test were analyzed by using t-test (paired sample t-test and independent t-test). The result of paired sample t-test from experimental group was 7.165, it was more than t-table 2.0322 with df was 34 students. Based on independent sample t-test analysis, it was found that t-obtained was 2.556 at the significant level p<0.05 (5%). The critical value of test was 1.9955 with df was 68 students, so that 2.556 >1.995. It means that the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (Ho) was rejected. It could be concluded that there was significant difference in students’ reading comprehension between those students who were taught by using guided reading and those who were not.Keywords: Improving, Reading Comprehension, and Guided Readin