Jurnal STAHN MPU Kuturan Singaraja
Not a member yet
1996 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Ulartangga untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
The learning process by inviting students to play will give students happiness. If students feel happy, it will be easier to provide cool learning material. The existence of an independent curriculum also provides opportunities for teachers and students to always develop innovation in learning activities. This study aims to find out the application of the Discovery learning model assisted by snakesladders media in order to improve the learning outcomes of class IVB students at Elemntary School Number 1 Penatih. This study consists of two cycles, which is each cycle consisting of four stages, namely planning, action, observation/evaluation, and reflection. The subjects of this study were 32 students of grade IVB Elementary School Number 1 Penatih. The object of this study is the result of the learning in topic 3. The method in collecting the data in this study is the test method of learning outcomes. Based on the results of this study, it can be concluded that the average percentage of learning outcomes in topic 3 reaches 40% and classical completeness reaches 40%. After applying the Discovery learning model assisted by snakesladders media in cycle I, the average percentage of learning outcomes reached 65%, and classical completeness reached 65%. With the improvement in cycle II, the average percentage of students' Topic 2 learning outcomes increased to 90% and classical completeness reached 90%. This research will have implications for increasing activities and learning outcomes in class IVB SD Negeri 1 Penatih. Apart from that, it will also have a positive impact, namely the development of learning innovations, one of which is using snake and ladder media
PELECEHAN SEKSUAL MENURUT HOKUM DI INDONESIA
Pelecehan seksual merupakan kasus paling mengerikan untuk kaum wanita, dikarenakan kita sebagai wanitaa harus berhati-hati dalam melakukan pergaulan dengan orang yang adaa di sekitar kita. Dan bisa saja kitaa sebagai wanita sering kali dijadikan mangsa untuk kejahatan seksual. Terkadang kaum pria mengincar kita sebagai mangsa untuk memenuhi nafsu mereka akan seks, dan kita sebagai wanita tidak boleh lemah dalam menanggapi hal semacam ini, karena kita haarus melawan para kejahatan seksual agar kita bisa hidup dengan bebas tanpa ada rasa ketakutan saat menginjakkan kaki ke dunia luar
Keunggulan Perempuan Menuju Keluarga Sukinah (Kajian Feminisme dalam Kakawin Arjuna Wiwaha)
The story of arjunawiwaha not only to classic story but many moral value in the life of. The role of women are not just for providing the place for gambling with his partner but focuses more on the nature of and the glory of women in take the roles of a main in life especially as a son who suputra sukinah family. The qualitative method with the approach phenomenology by unraveling the fact behind phenomenon that occurs in the story of fair is in arjunawiwaha. The paradigm that use is intrepretif with the theory used in this work is a theory representation and reflective.The findings of this research is in achieving a level a religious life it is not the separation wall between laki-laki with women, but basically every human being has the same rights to achieve spiritual ascent. Women are not only a strong fight for birth families but fighters attempted to family harmony. The menage a mother has two functions as a wife and a mother. Second this task must be implemented with balanced without bias, as a wife he should strive to always visible beautiful, clean, suave and the house households well
Modernisasi dan Pergeseran Nilai dalam Tradisi Merdang Merdem pada Masyarakat Suku Karo
The Merdang Merdem Tradition is one of the traditions in the Karo area and is still implemented today, even though in reality there are still people who migrate to other areas, this tradition is still implemented and maintained. Based on the analysis of the data obtained, the Merdang Merdem tradition has experienced a shift both in meaning and implementation. In terms of meaning, this tradition has changed from its initial purpose of giving thanks for an abundant harvest to becoming a means of entertainment for the Karo people. Traditions that are synonymous with sacred dances can no longer be seen for their sacredness. In its implementation, it is also very different from before, as can be seen from the increasingly modern musical instruments and event concept. The Merdang Merdem Tradition is now only a habit and is considered a cultural performance by the community. Despite changes in meaning and values, the Merdang Merdem tradition still maintains aspects of local wisdom and spirituality that reflect the identity of the Karo tribe. Shifting values are interpreted as a form of adaptation that allows traditions to remain relevant in the context of changing times. The implications of this research can provide insight into cultural dynamics and the importance of understanding changes in values in maintaining the sustainability of Karo traditions
MENYELISIK ISLAM KEJAWEN : AKULTURASI AJARAN AGAMA DENGAN RITUAL BUDAYA
Membahas mengenai Kejawen yang terakulturasikan dengan Agama Islam, yang menghasilkan berbagai hal seperti tradisi, budaya, golongan serta hal lainnya, tanpa menghilangkan kedua hal tersebut yaitu kejawen dan ajaran agama Islam
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING BERORIENTASI KONSEP TRI HITA KARANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil observasi awal, hasil belajar siswa masih rendah. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving berorientasi Tri Hita Karana. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Bebetin pada siswa kelas IV dengan jumlah 26 siswa, yang terdiri dari 9 siswa laki- laki dan 17 siswa perempuan. Berdasarkan hasil penelitian, terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dan persentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I sampai siklus II. Pada siklus I, nilai rata-rata sebesar 72,12. Persentase ketuntasan belajar sebesar 72,12% berada pada kriteria cukup tuntas Nilai rata-rata pada siklus II meningkat menjadi 80,19. Persentase ketuntasan belajar mencapai 80,19% berada pada kriteria tuntas. Hasil pada siklus II sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian yang telah ditetapkan sebesar ≥ 75%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving berorientasi Tri Hita Karana dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 4 Bebetin semester I tahun pelajaran 2022/2023
TELAAH ATAS PEMIKIRAN MARIA MONTESSORI TENTANG PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA
Pendidikan pada dasarnya merupakan upaya untuk memanusiakan manusia. Namun sebuah fakta yang tanpa disadari justru dalam pendidikan terdapat banyak praktik dishumanisasi yang sifatnya membelenggu utamanya yang terjadi pada siswa dan juga guru. Seorang guru terkadang harus terpaksa untuk mengabaikan esensi mendidik hanya karena sistem pendidikan yang demikian tidak memberikan kebebasan pada guru dalam melaksanakan pembelajaran. Demikian juga yang terjadi pada siswa yang semakin terbelenggu oleh sistem pendidikan yang menyebabkan tersembunyinya potensi yang dimiliki oleh anak didik karena kebutuhan pendidikannya belum terpenuhi. Sehingga diperlukan sebuah gagasan yang mampu mendobrak konsep-konsep pendidikan konvensional yang sangat membelenggu. Kajian ini berupaya untuk menelusuri pemikiran dari Maria Montessori tentang pendidikan yang memerdekakan. Dan berangkat dengan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutik filosofis, maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Maria Montessori menggagas konsep pendidikan yang memerdekakan untuk mengembalikan esensi pendidikan yang harus mengabdi pada anak didik. Peran seorang pendidik hanyalah sebagai penuntun anak didik untuk menemukan jati diri dari anak didik, serta mengantarkan anak didik untuk mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Montessori juga menghapus pemberian hukuman dan penghargaan kepada anak didik, karena hal ini justru yang akan melahirkan kelas-kelas anak didik serta melahirkan praktik dishumanisasi yang baru
PENGARUH ONLINE REVIEW YOUTUBE TERHADAP PERILAKU KONSUMEN DALAM BERBELANJA KEBUTUHAN IT: STUDI KASUS MAHASISWA STIKOM BALI
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh online review YouTube terhadap perilaku konsumen dalam berbelanja kebutuhan IT, dengan fokus pada mahasiswa Stikom Bali sebagai studi kasus. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian akan dipilih secara acak sederhana dari populasi mahasiswa Stikom Bali. Data akan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup pertanyaan tentang penggunaan online review YouTube, persepsi terhadap produk IT, keputusan pembelian, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pengaruh online review. Kuesioner akan dikembangkan dengan memperhatikan validitas dan reliabilitas. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan metode statistik seperti analisis regresi dan analisis komparatif. Hasil analisis akan diinterpretasikan dan dibandingkan dengan literatur terkait untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh online review YouTube terhadap perilaku konsumen dalam konteks berbelanja kebutuhan IT. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 61.814 dengan tingkat signifikansi F sebesar 0,000, yang jauh lebih rendah dari tingkat signifikansi yang ditetapkan (0,05). Hal ini menegaskan bahwa variabel review YouTube memiliki dampak yang kuat dan signifikan terhadap perilaku konsumen dalam konteks pembelian kebutuhan IT di kalangan mahasiswa STIKOM Bali. Dari analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa variabel review YouTube (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap prilaku konsumen (Y), sesuai dengan hipotesis yang diajukan.Kata kunci : Prilaku Konsumen, Review Youtube,
ITIHĀSA : SUSASTRA DAN SUMBER AJARAN ETIKA HINDU
The discussion about Vedic literature is never ending. One of the most popular parts of the Vedic literature is Itihāsa. This is because Itihāsa is often packaged in interesting forms such as comics and films so that it makes it easy for everyone to access and understand Itihāsa itself. Apart from its popularity because of its interesting story, as a part of the Vedic literature, of course Itihāsa has a lot of value in it. One of these values is the ethical value of Hinduism. This is interesting to study, so that Itihasa is not only understood as part of literature or just to entertain the public, but also as a means to know and understand Hindu ethical values and their forms of implementation in everyday life. Based on the research results, it can be understood that the first step in studying the Vedas is through the Itihāsa and Purāṇa. This is because both the Itihāsa and the Purāṇa contain the essence of the Vedic teachings themselves, including the teachings of Hindu morality. In the Rāmāyana as a part of Itihāsa, it is explained that Śrī Rāma is described as an ideal human being who must be emulated because of his character and behavior which always prioritizes obligations as a leader, son, husband, brother and friend. Like the Rāmāyana, the Mahābhārata also contains moral teachings that should be used as a guide by all mankind, even by modern humans like today. One of them is contained in the Bhagavadgītā as part of Bhīṣmaparva which shows how humans must be faithful to uphold the truth and not get stuck in arrogance, darkness of mind and other bad behavior and character
AGAMA HINDU WUJUDKAN KEDAMAIAN NEGERI MELALUI CINTA KASIH MODERASI
Agama iHindu iyang ibersumber idari iajaran iVeda imengandung iajaran iyang isangat iluhur isebagai ilautan icinta ikasih iyang imampu imenghantarkan isetiap iumat imenuju isamudera iDharma iatau ikebebasan imelalui iajaran iModerasi. iModerasi isesungguhnya iadalah iajaran isanatana idharma isebab ikedamaian imerupakan itujuan idari isemua iAgama, idan icinta ikasih iadalah ilandasan iutamanya. iHinduisme imengakui ibahwa isemua iajaran iagama iadalah ikebenaran iserta isemua ikepercayaan imemiliki ikedudukan iyang isama. iTidak iada iagama iyang ilebih itinggi iatau iagama iyang ilebih irendah isehingga ibanyak isloka-sloka idan imantra-mantra idalam ipustaka isuci iHindu iyang imembahas imengenai iajaran imoderasi iyang imampu imewujudkan ikedamaian inegeri. iSindhunata ipernah imenyatakan ibahwa ikarena iAgama iseseorang ibisa isaling imencintai idan ikarena iAgama ipula iseseorang ibisa isaling imenghancurkan ibahkan imembunuh, ioleh isebab i iitu imoderasi iberagama isangat ipenting iuntuk ididengungkan idan idiajarkan isehingga imampu imembangun icinta ikasih iantar iumat iberagama. iSecara iumum, isemua iorang imengetahui ibahwa isemua iagama imengajarkan ikebaikan, idan isemua iagama imenghendaki iagar idi idunia itercipta ikehidupan iyang idamai. iTujuan itertinggi idari isemua iagama idalam ihubungannya idengan i i i i ikehidupan idi idunia iini iadalah iterwujudnya ikehidupan ibersama iyang idamai, idan isatu-satunya ijalan iuntuk imencapai ikedamaian iialah idengan imenumbuh ikembangkan isikap imoderat. iSetiap i ipenganut iagama iatau ikepercayaan iapapun iharus imemiliki ikeyakinan ibahwa itidaklah ihina iketika imengakui ikebenaran iagama ilain, isebab ikebenaran itidak iakan ipernah iberubah iseperti ihalnya isanatana idharma. iOleh isebab iitu iajaran iCinta iKasih iHindu iyang isangat iluhur iperlu idipahami idengan ibaik, isehingga imampu imewujudkan ikeharmonisan idan ikerukunan iantar iumat iberagama idalam ipayung ikebhinekaan