Dinamika Rekayasa (E-Journal - Engineering Departement Jenderal Soedirman University UNSOED)
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Turbin Cross-Flow Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Skala Laboratorium
Kabupaten Banyumas mempunyai banyak sungai yang potensial untuk dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Salah satu tujuan pengembangan PLTMH adalah untuk mensubstitusi energi BBM. Konsep listrik berbasis mikrohidro dengan memanfaatkan sumber air yang berada di sekitar pemukiman untuk pengembangan ekonomi produktif di pedesaan. Tujuan dari penelitian adalah: membuat peta potensi sungai di wilayah Kabupaten Banyumas untuk dikembangkan PLTMH skala 100-500 kW, membuat rancangan dan prototipe PLTMH skala laboratorium, dan uji performansi. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pembuatan profil potensi PLTMH di sungai di Kabupaten Banyumas; pembuatan prototipe turbin; dan uji performansi PLTMH skala laboratorium. Pelaksanaan penelitian meliputi: pengumpulan data iklim, pengukuran debit sungai dan ketinggian terjunan (head) di sungai yang potensial di wilayah Kabupaten Banyumas; Pembuatan prototipe turbin tipe cross-flow; serta uji performansi protipe PLTMH dilakukan di Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Berdasar data penelitian diperoleh hasil rancangan turbin cross-flow belum menunjukkan performansi optimum, tetapi peralatan transmisi dapat bekerja dengan baik, sistem penyaluran energi bekerja cukup baik memutar turbin pada kondisi tanpa beban maupun dengan beban. Hasil pengujian dengan menggunakan kekuatan motor pompa penuh didapatkan hasil 1.114,7 rpm generator; voltase 77,7 V; dan arus 0,5 A pada saat tanpa beban, serta 1.018,6 rpm generator; voltase 70,2 V, dan arus 0,5 A pada saat diberi beban lampu LED 5 W.Kata kunci — Mikrohidro, PLTMH, turbin, cross-flow, transmis
Pengaruh Penggunaan Limbah Steel Slag Sebagai Pengganti Agregat Kasar Ukuran ½†dan 3/8†pada Campuran HRS_WC
Hot Rolled Sheet (HRS) merupakan campuran aspal yang menggunakan gradasi senjang dengan kandungan agregat kasar, agregat halus dan memiliki kandungan aspal yang tinggi sehingga dibutuhkan mutu campuran beraspal yang baik untuk menghasilkan perkerasan jalan yang baik. Pada penelitian ini digunakan limbah industri yaitu steel slag sebagai pengganti agregat kasar No. ½†dan 3/8†pada campuran HRS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan kadar steel slag dalam campuran HRS terhadap karakteristik Marshall. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari beberapa tahap yaitu, persiapan alat dan bahan, pengujian bahan perencanaan campuran, pembuatan benda uji, pengujian marshall, analisis perhitungan dan terakhir pembahasan dan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan kadar aspal optimum sebesar 7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kadar steel slag dengan prosentase sebesar 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari berat agregat No. 3/8†memberikan hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan penambahan kadar steel slag dengan ukuran ½†ditinjau dari karakteristik Marshall yang meliputi nilai stabilitas, flow, VIM, VMA, VFA, dan MQ
Analisa Dan Simulasi Stabilitas Transien Dengan Pelepasan Beban Pada Sistem Pembangkit Tenaga Listrik PT. Indo Bharat Rayon
Pada sistem tenaga listrik, frekuensi merupakan indikator dari keseimbangan antara daya yang dibangkitkan dengan total beban sistem. Makalah ini membahas analisis kestabilan transien akibat adanya pelepasan beban pada sistem tenaga listrik PT. Indo Bharat Rayon yang memiliki pembangkit listrik tenaga uap. Pelepasan beban dilakukan sebagai usaha memperbaiki kestabilan sistem yang terganggu akibat beban lebih. Pelepasan beban diharapkan dapat memulihkan frekuensi dengan cepat. Terdapat tahapan-tahapan yang dapat ditentukan dalam pelepasan beban. Untuk membuktikan kefektifan dari skema pelepasan beban, dibuatlah simulasi generator lepas yang menghasilkan ketidakseimbangan daya aktif antara daya yang dibangkitkan dengan daya yang dibutuhkan beban. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa frekuensi sistem dapat pulih hingga 2.86 detik setelah terjadi gangguan tegantung pada besar kelebihan beban pada sistem tenaga listrik
THE WORKLOAD ANALYSIS OF EMPLOYEE BY USING NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION-TASK LOAD INDEX METHOD (NASA-TLX)
Development of manufacturing and service institutions can not be separated from the role of human resources. Human resources have an important role in fulfilling vision and mission. University of A is one of the private educational institutions in East Java to achieve the goal must be managed properly that can be utilized optimally, this can be done by analyzing workload and performance or optimizing the number of employees. The purpose this research is measure workload and effect the employee’s performance. Measurement of workload is using National Aeronautics and Space Administration-Task Load Index (NASA-TLX) method, NASA-TLX method is rating multidimentional subjective mental workload that divides the workload based on the average load of 6 dimensions, and the measurement of performance is using questionnaire with 5 scales by likert scale. The results showed that employees who have Medium workload is 8%, High workload is 84% and Very high workload is 8%. The result of the questionnaire showed the category of employee’s performance, simply performance is 24% and satisfactory performance is 76%. From the statistical test by using Chi Square method, it is known that the value = 5,9915 and = 2,2225, the result shows  < , then  is accepted and  is rejected. Thus, there is influence between the workload of employees and the employees’s performance
Penentuan Rute Patroli Sekuriti Optimal Dengan Menggunakan Metode Nearest Neighbour Dan Insertion (Studi Kasus : South Processing Unit PT. X)
South Processing Unit (SPU) merupakan salah satu lapangan migas di PT. X dengan estimasi harian produksi gas sekitar 450 gas (MMscf/d) dan 5000 kondensat (BOPD). Gas dan kondesat yang terpisah dari masing-masing sumur produksi akan dikumpulkan ke dalam satu stasiun pengumpul yang disebut Gathering and Testing Satellite (GTS). Karena statusnya sebagai objek vital nasional, melakukan patroli sekuriti di laut antara GTS yang satu dengan GTS lainnya wajib dilakukan. Proses patroli sekuriti dengan seatruck pada kawasan SPU PT. X masih menggunakan intuisi dari supir seatruck dimana rute yang dipilih adalah rute yang dirasa lebih dekat, lebih nyaman dilalui, dan lebih familiar dengan pengetahuan supir sendiri sehingga menghasilkan total jarak tempuh yang lebih jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan metode intuitif yang dilakukan oleh supir seatruck dengan metode nearest neighbour dan metode insertion dalam permasalahan penentuan rute patroli sekuriti yang optimal di PT. X pada lokasi SPU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jarak tempuh dengan menggunakan metode intuitif yang telah diterapkan oleh supir seatruck adalah 72,76 km. Sedangkan, total jarak tempuh yang didapatkan dari menggunakan metode nearest neighbour yaitu 67,67 km dengan persentase penghematan jarak sebesar 6,9%. Dengan metode insertion, didapatkan total jarak tempuh sebesar 61,40 km, dengan persentase penghematan jarak sebesar 15,6% dibandingkan dengan metode intuitif supir seatruck
Estimasi Biaya Konseptual Pada Jembatan Beton Bertulang Dengan Metode Indek Biaya
Cost estimation is the art of estimating the amount of cost required for an activity based on available information. The conceptual cost estimate is an early stage in planning a construction project. This estimate provides the cost that must be budgeted for a construction project. Cost conceptual estimates have low accuracy because the time of calculation and available information is limited. This study aims to obtain a conceptual model of the conceptual cost of short-spaced bridges. The method used is the cost index. The cost index is a figure indicating the cost per m2 of bridges at a given time. The required data are contract documents and drawings design that are built in 2012 - 2015 in Banyumas residency area. Span of bridge 4 - 38.8 meters and width of bridge 2 - 7 meters with caisson foundation. The data were obtained from Dinas Bina Marga and Public Works Agency. The results showed that the conceptual cost model of reinforced concrete bridge with caisson foundation was BJiL = (100.540.56t2-404.528.636,58t + 406.914.286.088,58) x P x W, with t = year, P = span bridge, and W = bridge width. The error value of validation of this model is 2.31%
Sistem Panasbumi Daerah Wanayasa, Banjarnegara
Terdapat keberadaan beberapa manifestasi panasbumi berupa kolam air panas di lokasi penelitian Daerah Wanayasa, Banjarnegara. Berdasarkan informasi awal tersebut, dilakukan penelitian di dua kolam air panas di lokasi penelitian, yaitu kolam air panas Kaliputih dan Tempuran, yang bertujuan mengetahui karakteristik sistem panasbumi di lokasi penelitian dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan metode geokimia untuk mengetahui beberapa parameter karakteristik fluida panasbumi yang membentuk Sistem Panasbumi Wanayasa. Sampel air panasbumi dari dua lokasi manifestasi Kaliputih dan Tempuran dianalisis di laboratorium untuk mengetahui tipe air, geoindikator, dan geotermometer panasbumi untuk mendapatkan informasi model sistem panasbumi Daerah Wanayasa. Manifestasi kolam air panas Kaliputih dan Tempuran termasuk tipe air panasbumi bikarbonat dan sulfat-klorida. Tipe air panasbumi tersebut diperkirakan terbentuk di daerah outflow dan upflow sistem panasbumi. Analisis geoindikator menunjukkan kedua air kolam air panas Kaliputih dan Tempuran berasal dari satu reservoir yang sama, yaitu Reservoir Tempuran. Analisis geotermometer menunjukkan Reservoir Tempuran memiliki temperatur 168oC. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui temperatur reservoir yang lebih akurat, asal dan recharge area air panasbumi di kedua lokasi tersebut untuk konservasi dan kelestarian sumberdaya alam in
Rancang Bangun Alat Penurun Suhu Tubuh Berbasis Pada Sistem Refrigerasi Kompresi Uap
Kompres merupakan salah satu media untuk meringankan rasa sakit pada tubuh manusia. Kompres dingin adalah media yang dapat memberikan rasa dingin untuk memenuhi kebutuhan rasa nyaman, mengurangi atau membebaskan nyeri, mengurangi atau mencegah spasme otot dan memberikan rasa dingin pada daerah tertentu. Kompres yang digunakan menggunakan bahan gelatine (jelly) yang di kemas dengan plastik, didalam kompres tersebut dipasang selang yang dialiri air dari kabin evaporator dan kondensor sehingga kompres tersebut dapat dingin dan juga panas. Model pendinginan yang digunakan dalam penelitian ini adalah system siklus kompresi uap (vapour compression cycle), Dimana Sistem pendingin yang dirancang untuk kompres ini menggunakan sistem refrigerasi kompresi uap dengan kabin transparan berinsulasi. Dari penelitian didapatkan bahwa temperatur untuk kompres panas yaitu 43°C dan untuk kompres dingin yaitu 18°C. Total beban pendinginan dari rancangan ini sebesar 125,86 Watt. Nilai Coefficient Of Performance (COP) dari alat ini yaitu 6,2 untuk COP carnot dan 4,7 untuk COP aktual kemudian nilai efisiensinya sebesar 76%. Kapasitas pendinginan alat ini sebesar 844 watt dengan daya yang dibutuhkan 144 watt
Pemodelan Konsep dan Rancangan Mekanik sebuah Purwarupa Unmanned Ground Vehicle untuk Pergerakan Omnidirectional
Penggunaan UGV sebagai bagian dari otomasi disektor industri pertanian dilakukan secara intensif sebagai solusi dari masalah tenaga kerja dan produksi. Saat ini UGV yang dikembangkan pada sektor industri pertanian masih terbatas pada kemampuan bermanuvernya. UGV dengan kemampuan bermanuver yang tinggi dibutuhkan untuk melakukan beberapa pekertajaan pertanian dalam rangka untuk meningkatkan fisiensi produksi pertanian. Sehingga pada paper ini diusulkan sebuah ide baru berupa rancangan mekanik UGV untuk memperbaiki kemampuan bermanuver UGV. Paper ini menawarkan sebuah konsep perancangan mekanik untuk mendukung pergerakan omnidirectional sebagai kelebihan pergerakan UGV yang dirancang pada permukaan lahan pertanian. Suatu sistem steering independen dirancang pada UGV ini untuk mendukung mekanisme pergerakan omnidirectional. Sebelum proses pembuatan, konsep, rancangan, dan struktur UGV pertanian yang diusulkan dievaluasi menggunakan simulasi untuk memahami mengenai struktur rangka dan mekanisme geraknya. Pada penelitian ini, analisis struktur dan gerak dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak computer aided design. Hasilnya menunjukan bahwa sistem steering yang dirancang dapat digunakan sebagai mekanisme kemudi untuk mendukung pergerakan omnidirectional
PERANCANGAN CAMPURAN FLOW MORTAR UNTUK PEMBUATAN SELF COMPACTING CONCRETE DENGAN FAS 0.5
Self-Compacting Concrete adalah jenis beton mempunyai kemampuan mengalir dan mengisi ruang tanpa penggetaran. Menurut penelitian, SCC disarankan menggunakan nilai FAS rendah, sehingga perlu dilakukan penelitian terhadap SCC menggunakan FAS yang tergolong tinggi. Banyak cara merancang mix design untuk SCC, pada penelitian ini perancangan mix design SCC dilakukan dengan melakukan trial terhadap variasi mortar dan variasi rasio volume mortar terhadap volume rongga agregat kasar. Penelitian ini mempunyai dua tahap perancangan, tahap pertama dengan merancang campuran mortar dengan trial pada dosis super plasticizer, tahap kedua dilakukan dengan trial terhadap rasio volume absolut mortar terhadap volume rongga agregat kasar. Hasil penelitian menunjukkan kadar optimum super plasticizer pada mortar adalah 0,3% dari berat semen, yang menghasilkan flow 27 cm dan kuat tekan 28 hari sebesar 55,34 MPa. Rasio 1,6 kali volume absolut mortar terhadap volume rongga agregat kasar menghasilkan kuat tekan beton sebesar 40.43 Mpa, sedangkan rasio 1.8 menghasilkan kuat tekan 53,16 MP