Dinamika Rekayasa (E-Journal - Engineering Departement Jenderal Soedirman University UNSOED)
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
Cetakan Sampel Silindris : Uji Beta
Gigi berlubang menimbulkan rasa sakit, oleh karena itu gigi berlubang biasanya ditambal untuk mengurangi rasa sakit. Bahan tambal gigi harus diuji (Contoh diametrical tensile test atau surface roughness) sebelum diaplikasikan. Material tambal gigi berupa pasta dicetak menjadi bentuk silindris yang menyerupai sebuah tablet.. Cetakan sampel silindris terdahulu seperti split mold atau cylindrical sample mold memiliki kelemahan dalam waktu pembuatannya yang lama bila memproduksi sampel dalam jumlah banyak. Mesin Cetak Sampel Material Gigi Berbentuk Silindris dirancang untuk mengatasi kelemahan cetakan terdahulu. Mesin Cetak Sampel Material Gigi Berbentuk Silindris (selanjutnya di sebut Cetakan Sampel Silindris) telah didaftarkan untuk mendapat HKI (desain industri) dengan nomor A00201802586 judul Mesin Cetak Sampel Material Gigi Berbentuk Silindris. Tujuan penelitian ini adalah seperti mana tujuan beta dilakukan yaitu pengujian oleh pengguna akhir yang dilaksanakan di lokasi pengguna untuk memvalidasi apakah cetakan sampel silindris user friendly. Â User friendly di bagi menjadi 5 kategori yaitu kestabilan , aman, jumlah kecukupan sampel yang di hasilkan, mudah pemakaian, dan mobilitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cetakan sampel silindris adalah user-friendl
Desain Ulang Modul Paten Dan Cipta Dari Sistem Informasi Hak Kekayaan Intelektual Universitas Jenderal Soedirman
Sentra HKI adalah sistem informasi yang dikembangkan oleh Puslit Hak Kekayaan Intelektual dan Sertifikasi Produk LPPM Universitas Jenderal Soedirman untuk mengarsipkan dokumen HKI secara digital seperti Paten, Indikasi Geografis, Cipta, Merek, PVT (Perlindungan Varietas Tanaman), Rahasia Dagang, DTLST (Desain Tata Letak Sikuit Terpadu), dan Desain Industri. Sentra HKI juga digunakan untuk mengelola pengajuan HKI baru dan memantau status HKI yang saat ini dimiliki oleh LPPM UNSOED. Kondisi saat ini Sentra HKI berjalan tidak sesuai dengan fungsinya, menu selain Paten dan Cipta tidak bisa diakses, selain itu menu paten dan cipta tidak mendukung pengarsipan dokumen berdasarkan riwayatnya karena setiap melakukan pembaharuan dokumen, dokumen lama akan terhapus dengan dokumen baru. Hal ini juga terlihat pada struktur tampilan layar menu paten dan cipta yang juga tidak mendukung pengarsipan dokumen berdasarkan riwayat dan diikuti dengan struktur basis data yang juga tidak mendukung pengarsipan dokumen berbasis riwayat. Dengan melalui pengembangan aplikasi berupa desain ulang baik struktur basis data dan struktur tampilan yang mendukung pengarsipan dokumen berbasis riwayat Sentra HKI kembali mampu mengelola pengajuan HKI baru dan memantau status HKI yang dikelola oleh LPPM UNSOED
Pengaruh Alkalinisasi Serat Terhadap Kekuatan Mekanik Plafon Komposit Serat Rumput Payung (Cyperus Alternifolius) Dengan Matriks Epoxy
Perbaikan karakteristik serat alam sebagai bahan komposit dapat dilakukan salah satunya dengan metode alkalinisasi. Alkalinisasi serat akan mereduksi penyerapan kelembapan serat alam, sehingga akan memperbaiki daya ikat serat dan polymer. Perlakuan kimia terhadap serat alam yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan perlakuan alkali seperti NaOH, karena lebih ekonomis. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan kekuatan mekanik plafon komposit serat rumput payung (cyperus alternifolius) dengan matriks epoxy. Proses alkalinisasi serat, dilakukan untuk memperbaiki daya ikat baik antara serat dan epoxy. Serat akan dialkalinisasi menggunakan larutan NaOH sebesar 5% dengan variasi lama perendaman 0,1,2,dan 3 jam. Serat yang telah teralkalinisasi dikombinasikan bersama epoxy untuk membentuk susunan lamina menjadi plafon yang memiliki ketebalan 5 mm. Kekuatan mekanik yang dianalisis adalah kekuatan tarik dan lentur plafon komposit. Hasil pengujian dibandingkan dan dianalisis dengan hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan tanpa perlakuan alkalinisasi serat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh peningkatan kekuatan mekanik komposit sebesar 85,7% dari penelitian sebelumnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh alkalinisasi serat terhadap peningkatan kekuatan mekanik plafon komposit serat rumput payung (cyperus alternifolius) dengan matriks epoxyÂ
ANALISIS KOORDINASI SISTEM PROTEKSI PENYULANG DIENG-2 (DNG02) TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT GARDU INDUK DIENG PT PLN (PERSERO) UP3 PURWOKERTO
Gangguan yang sering terjadi pada sistem distribusi adalah gangguan arus hubung singkat. Untuk itu sistem proteksi dipasang di penyulang gardu induk. Pada penyulang Dieng-2 periode Januari 2019- September 2019 telah terjadi trip sebanyak tujuh kali. Peralatan sistem proteksi utama pada penyulang terdiri dari Over Current Relay (OCR), Ground Fault Relay (GFR), dan recloser. Untuk mengetahui koordinasi sistem proteksi penyulang yang baik diperlukan perhitungan arus nominal trafo, reaktansi sumber, reaktansi trafo, impedansi, dan arus hubung singkat. Hasil perhitungan arus hubung singkat akan menjadi dasar dalam menentukan waktu kerja dan selisih waktu kerja (Δt) relai antara Pemutus Tenaga (PMT) outgoing dan recloser. Pada setting awal relai, terdapat relai yang bekerja  tidak sesuai koordinasi. Pengaturan ulang nilai tms relai diperlukan untuk menyesuaikan waktu kerja (Tk) 0,7 s dan 0,3 s dengan Δt 0,4 s. Sehingga relai dan recloser bekerja sesuai dengan koordinasi proteksi penyulang yang memenuhi standar PLN dan standar IEC 60255
Analisis Zona Resapan dan Keluaran Air Tanah di Desa Kutayu, Kabupaten Brebes
Ketersediaan air di Desa Kutayu, Kabupaten Brebes saat musim kemarau sangat terbatas. Bahkan, setiap musim kemarau Pemerintah Kabupaten Brebes memberikan bantuan air bersih melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Belum adanya kajian potensi air tanah di daerah tersebut menyebabkan persoalan kekeringan tidak dapat diatasi dalam jangka waktu panjang. Oleh karena itu, kajian pemodelan air tanah sangat diperlukan untuk mengetahui potensi dan sebaran air tanah di Desa Kutayu, Kabupaten Brebes. Tujuan dari kajian ini adalah membuat pemodelan air tanah untuk menentukan zona resapan (recharge) dan keluaran (discharge). Pengambilan data muka air tanah dilakukan pada 42 sumur yang tersebar di Desa Kutayu. Data muka air tanah dianalisis menggunakan metode finite difference atau beda hingga, yaitu menyelesaikan persamaan diferensial dengan membagi bidang menjadi segi empat sama luas. Hasil pengukuran menunjukkan muka air tanah terdalam berada pada kedalaman 6,31 m, sedangkan muka air tanah paling dangkal di kedalaman 1,77 m. Pola ketinggian muka air tanah sesuai dengan kontur topografi. Zona recharge terletak pada bagian utara Desa Kutayu. Zona recharge berada pada daerah perbukitan dengan tingkat kerapatan vegetasi yang tinggi. Sedangkan zona discharge mencakup bagian selatan Desa Kutayu. Zona discharge merupakan area pemukiman warga. Berdasarkan hasil pemodelan air tanah didapatkan besar flux 0.147 m3/detik di zona recharge dan 0.116 m3/detik pada zona discharge
Kontrol Geologi Terhadap Perubahan Kimia Airtanah Pada Sistem Akuifer Vulkanik Di Lereng Timur Gunung Ciremai Jawa Barat
Gunung Ciremai adalah gunung berapi Strato dengan tingkat curah hujan yang tinggi di bagian barat pulau Jawa. Hal ini menjadikan Gunung Ciremai sebagai sumber air tanah di daerah sekitarnya sehingga membutuhkan keseimbangan antara pengisian dan pembuangan untuk keberlanjutan air tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mnentukan kontrol geologis terhadap perubahan kimia dalam air tanah sebagai dasar untuk menentukan langkahlangkah keberlanjutan air tanah. Adapun metode yang dilakukan adalah pemetaan geologi, pangamatan mata air, pengujian laboratorium dan menganalisis dengan diagram pipper, diagram durov dan diagram Gibbs. Hasilnya menunjukan terdapat 4 zona perubahan kimia airtanah yang dikontrol geologi diantaranya Zone 1 memiliki nilai EC dan TDS yang rendah dengan fasies kimia air tanah Ca-HCO3. Zone 2 memiliki nilai EC dan TDS yang rendah dengan fasies kimia air tanah Ca-Na + K - HCO3-Cl. Zona 3 memiliki nilai EC dan TDS yang tinggi dengan sumber ion Ca dan Mg yang seimbang. Zone 4 memiliki nilai EC dan TDS yang sangat tinggi dengan fasies kimia air tanah Na + K Cl.Perubahan kimia air tanah daerah penelitian dipengaruhi mengontrol perubahan kimia air tanah adalah jenis litologi dan morfologi, sedangkan pada daerah tenggara dan selatan proses yang paling dominan mengontrol adalah struktur geologi. Proses lain yang berpengaruh di daerah penelitian adalah aktivitas panas bumi dan interaksi air dengan batuan sedimen tua
Sejarah Geologi Pembentukan Cekungan Banyumas Serta Implikasinya Terhadap Sistem Minyak dan Gas Bumi
Cekungan Banyumas merupakan cekungan sedimen yang terletak di bagian selatan daratan Jawa Tengah, Indonesia. Cekungan Banyumas mempunyai cukup banyak rembesan minyak dan gas bumi, serta telah ada 5(lima) sumur minyak yang dibor namun belum menemukan cadangan yang ekonomis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai sejarah geologi Cekungan Banyumas berdasarkan data-data di lapangan, serta mengetahui bagaimana implikasinya terhadap sistem minyak dan gas buminya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pemetaan geologi permukaan yang dikombinasikan dengan data-data bawah permukaan dari data sekunder publikasi sebelumnya. Hasil penelitiannya adalah Cekungan Banyumas pada awalnya merupakan laut dalam, kemudian mulai membentuk cekungan lentur pada umur Oligosen akhir yaitu pada saat terbentuknya Pegunungan Selatan. Saat umur Miosen juga terbentuk busur vulkanik yang lain di sebelah utara Pegunungan Selatan dan terus bergerak ke utara sampai menjadi gunung saat ini yaitu Gunung Slamet. Kesimpulannya Cekungan Banyumas merupakan Island arc flexure basin atau volcanic arc flexure basin dengan sistem minyak dan gas bumi yang potensia
Evolusi Plagioklas Dan Karakteristik Geokimia Lava Basalt Gunungapi Purba Menganti, Kebumen, Jawa Tengah
Keberadaan jalur subduksi memiliki karakteristik magmatisme dan vulkanisme yang berbeda. Karakteristik ini akan tercermin pada morfologi gunungapi, karakteristik letusan, asosiasi batuan terutama karakteristik mineralogi dan geokimia batuan beku tersebut, sehingga penelitian detil berkaitan dengan karakteristik mineralogi dan geokimia batuan beku sangat dibutuhkan untuk memahami genesa magmatisme dan vulkanisme di daerah tersebut. Lokasi penelitian berada di Pantai Menganti, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis petrografi untuk mengetahui komposisi mineral penyusun lava basalt, lebih jauh lagi untuk mengidentifikasi evolusi mineral plagioklas dan analisis geokimia ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) untuk mengetahui kandungan unsur jejak (trace element) dan unsur tanah jarang (Rare Earth Element/REE). Evolusi plagioklas penyusun lava basalt Pantai Menganti berupa penurunan komposisi nilai An (Anorthite), labradorit (An52-59) menjadi andesine-labradorit (An43-50) karena dikontrol oleh diferensiasi magma normal berupa fraksinasi kristal, dalam hal ini tidak menunjukkan adanya magma mixing. Berdasarkan kajian geokimia didapatkan hasil berupa afinitas magma pembentukan lava basalt di daerah penelitian berada pada tholeitik hingga transisi dengan tatanan tektonik berupa Active Continental Margin (ACM)