Dinamika Rekayasa (E-Journal - Engineering Departement Jenderal Soedirman University UNSOED)
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
Pemetaan Zona Kerentanan Bahaya Kebakaran Sebagai Upaya Mitigasi Awal Kebakaran Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta merupakan kota padat penduduk dengan sejumlah aktivitas manusia yang sangat padat, serta konstruksi bangunan dengan potensi bahaya kebakaran yang tinggi, oleh karena itu perlu adanya upaya pemetaan sebagai langkah awal dari upaya mitigasi bahaya kebakaran (pencegahan dan pengurangan resiko bahaya kebakaran). Beberapa faktor yang dapat memicu bahaya kebakaran yaitu jenis aktivitas penduduk, material konstruksi bangunan, kerapatan antar bangunan, aksesibilitas jalan, jumlah mobil pemadam kebakaran, dan sumber air sebagai pemadaman. Faktor-faktor utama di atas menjadi latar belakang utama dalam penelitian ini, yaitu memetakan bahaya kebakaran di Kota Yogyakarta secara spasial tahun 2017 sebagai upaya mitigasi bahaya kebakaran. Metode yang digunakan dalam penentuan zonasi dan penanggulangan dini berupa metode kuatitatif dengan teknik scoring serta analisis spasial berbasis ArcGIS yang dilakukan dengan teknik overlay dengan beberapa variabel. Hasil penelitian membagi Kota Yogyakarta menjadi 3 (tiga) zona bahaya, yaitu kawasan rawan kebakaran kelas tinggi, sedang, dan rendah. Kawasan kerentanan tingkat tinggi diperoleh sebesar 53,08%, kawasan kerentanan tingkat sedang sebesar 15,65%, dan kawasan kerentanan tingkat rendah (aman) sebesar 31,26%. Kerentanan kebakaran tingkat tinggi membutuhkan upaya mitigasi yang ketat dan kompleks, sedangkan kerentanan kebakaran tingkat sedang membutuhkan upaya mitigasi yang sedang, namun untuk kerentanan tingkat rendah berarti zona tersebut sudah aman dan tetap upaya mitigasi tidak boleh diabaikan, sehingga bahaya kebakaran di Kota Yogyakarta dapat ditekan sebaik mungki
Evaluasi Kinerja Pemasok Bahan Baku Menggunakan Metode Fuzzy Promethee
Peran Industri Kecil Menengah (IKM) sangat penting untuk memasarkan produk atau layanan lokal ke pasar internasional serta bersaing dengan perusahaan pesaing multinasional di pasar lokal. Go Work Handy Craft adalah sebuah IKM yang memproduksi beberapa jenis sapu di Purbalingga. Permasalahan yang dihadapi Go Work Handy Craft adalah adanya keterlambatan pasokan bahan baku bambu dari pemasok. Apabila terjadi keterlambatan pasokan bahan baku bambu, maka proses produksi dihentikan sementara sehingga mengakibatkan produktivitas berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja pemasok secara keseluruhan dengan menggunakan kriteria kinerja. Metode yang digunakan adalah Fuzzy Promethee untuk mengevaluasi kinerja pemasok bahan baku pada IKM. Dari wawancara dan pengolahan data diperoleh bahwa Go Work Handy Craft memiliki 4 (empat) pemasok bahan baku bambu. Kriteria penilaian kinerja yang diperoleh melalui wawancara oleh pemilik IKM adalah harga yang kompetitif, ketersediaan barang, kualitas barang, lama waktu pengiriman dan kapasitas pengiriman. Dari pengolahan data diperoleh bahwa kinerja pemasok 2 yang paling baik dari pemasok lainnya dengan nilai Promethee II terbesar yaitu 0,0203
Lingkungan Purba Batubara Sorong (Provinsi Papua Barat) Berdasarkan Analisis Petrografi
Batubara Sorong yang berada pada Cekungan Salawati memiliki potensi untuk dikembangkan. Penelitian detail mengenai batubara Sorong sangat dibutuhkan terutama penelitian mengenai lingkungan purba pada saat batubara diendapkan. Penelitian ini menjadi menarik karena posisi batubara Sorong yang secara stratigrafi regional masuk pada endapan aluvial dan litoral yang berumur kuarter. Untuk itu tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui jenis maseral penyusun batubara dan menentukan lingkungan purba pengendapan batubara. Upaya dalam mencapai kedua tujuan tersebut maka digunakan dua metode penelitian yakni survei lapangan (pemboran cutting) dan analisis petrografi. Hasil analisis petrografi didominasi jenis grup maseral vitrinite (huminite) berkisar antara 76,5-87,8%. Lingkungan pengendapan batubara berdasarkan dua klasifikasi diinterprestasikan lingkungan limnic (terendapkan di rawa danau). Sedangkan untuk interprestasi lingkungan persediaan bahan makanan berdasarkan analisis menunjukkan rawa rheotrophic
Penentuan Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas dengan Pendekatan Fasilitas Perlengkapan Jalan di Kabupaten Purbalingga
Kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu masalah serius yang dihadapi oleh Pemerintah Indonesia. Berdasarkan data kecelakaan Satlantas Polres Purbalingga tahun 2016 sampai dengan 2017, terjadi 1130 kasus. Fasilitas perlengkapan jalan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya nilai resiko kecelakaan. Salah satu upaya untuk mengurangi angka kecelakaan yaitu dengan melakukan penentuan dan penanganan lokasi rawan kecelakaan. Tujuan kajian ini adalah untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan dengan pendekatan fasilitas perlengkapan jalan. Sehingga, lokasi rawan kecelakaan dapat diprediksi sebelum insiden kecelakaan terjadi melalui pembobotan parameter fasilitas perlengkapan jalan. Penelitian dilakukan pada sepuluh ruas jalan di Kabupaten Purbalingga. Lima fasilitas perlengkapan jalan yang digunakan dalam pembobotan yaitu rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat penerangan jalan, dan alat pengendali dan pengaman pengguna jalan. Interval pembobotan untuk marka jalan, rambu lalu lintas dan alat pemberi isyarat lalu lintas adalah 1-9 dengan interval 1. Alat penerangan jalan dan alat pengendali dan pengaman pengguna jalan memiliki interval 1-9 dengan interval 2. Berdasarkan hasil pembobotan fasilitas perlengkapan jalan, urutan sepuluh lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Purbalingga adalah Jln. raya turut Desa Serang, Jln. raya turut Desa Selanegara, Jln. raya turut Desa Gembong, Jln. raya turut Desa Mangunegara, Jln. raya turut Desa Karanganyar, Jln. raya Mayjend Sungkono Desa Kalimanah Wetan, Jln. raya turut Desa Bajong, Jln. raya turut Desa Bojongsari, Jln. raya AW. Sumarmo Desa Kembaran Kulon, dan Jln. raya turut Desa Tlahab Lo
Evaluasi Kinerja Gedung Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Purbalingga Dengan Analisis Pushover
Dalam rangka meningkatkan pelayanan bidang kependudukan, kabupaten Purbalingga membangun gedung baru Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Dengan fungsi sebagai perkantoran, gedung dua lantai ini termasuk bangunan dengan kategori resiko II yang menurut peraturan harus memiliki level kinerja minimal LS (Life Safety) untuk kala ulang gempa 500 tahun. Kajian ini bertujuan untuk menentukan kinerja gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Purbalingga. Kajian dilakukan menggunakan analisis pushover yang merupakan teknik yang populer oleh karena kemudahaanya, yang banyak digunakan untuk mengevaluasi baik bangunan baru maupun lama. Hasil kajian menunjukkan pada saat tercapai titik kinerja, diperoleh gaya geser dasar sebesar 609510,9 kg dan 687598,1 kg masing-masing pada sumbu X dan sumbu Y. Rasio simpangan yang terjadi masing-masing adalah 0,71% pada sumbu X dan 0,85% pada sumbu Y. Nilai keduanya kurang dari 1% yang menandakan bahwa kinerja struktur gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Purbalingga ini berada pada level IO (Immediate Occupancy) dimana tidak terdapat kerusakan yang berarti pada struktur, kekuatan dan kekakuannya kira-kira hampir sama dengan kondisi sebelum gempa. Komponen nonstruktur masih berada ditempatnya dan sebagian besar masih berfungsi jika utilitasnya tersedia. Gedung dapat tetap berfungsi dan tidak terganggu dengan masalah perbaikan. Dapat disimpulkan bahwa perancangan gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kabupaten Purbalingga telah memenuhi kaidah kegempaa
Pengembangan Aplikasi Penjadwalan Rapat Menggunakan Metode Phased Development
Penggunaan teknologi informasi di sebuah institusi menjadi hal yang penting dalam mendukung kegiatan rutin sehari-hari, salah satunya adalah agenda rapat. Terjadinya bentrokan jadwal maupun ruangan menjadi urgensi penelitian ini. Disamping itu, pencatatan rapat masih dilakukan dalam buku atau memo juga meningkatkan risiko kehilangan dokumen baik karena keteledoran atau bencana alam. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan alternatif solusi permasalahan tersebut dengan membangun aplikasi penjadwalan rapat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL. Analisis dilakukan menggunakan analisis berorientasi objek menggunakan beberapa diagram seperti diagram use case, diagram aktivitas dan diagram kelas. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode phased development. Metode ini terdiri dari beberapa tahapan yakni perencanaan, analisis, perancangan, implementasi lalu menghasilkan versi aplikasi. Berdasarkan hasil pengujian black box dari enam fitur utama menunjukkan bahwa aplikasi yang dibangun sudah  memenuhi standar fungsionalitas yang diharapkan. Hasil user acceptance test kinerja sistem dapat dikatakan 100% sudah memenuhi harapan karena berdasarkan hasil evaluasi pengguna mereka sangat setuju dan setuju terhadap semua parameter yang di evaluasi. Keunggulan dari aplikasi yakni kepuasan pengguna didapatkan 100% pengguna puas menggunakan aplikasi, antarmuka sistem menarik dan akan merekomendasikan aplikasi tersebut. Hanya saja untuk fungsionalitas sistem terdapat 7 responden yang menginginkan penambahan fitur baru
Optimasi Setup Proses Engraving CNC Laser Cutting Material Akrilik Menggunakan Simplex Centroid Design dan Optimasi Respon
Artikel ini membahas penelitian terkait optimasi komposisi level setup proses engraving mesin CNC laser cutting tipe G-Weike LC6090 terhadap material akrilik. Penelitian ini dibutuhkan karena tidak adanya acuan tabulasi level setup proses engraving pada mesin tersebut, sehingga setup proses hanya berdasarkan perkiraan. Hal ini memunculkan masalah terkait kualitas hasil proses, efisiensi permesinan, dan masa pakai tabung CO2 penghasil laser. Artikel ini memperlihatkan hasil optimasi komposisi level setup optimal proses engraving menggunakan Design of Experiment (DoE) dengan metode Simplex Centroid Design (SCD) dan optimasi multi respon. Faktor komposisi setup dalam penelitian ini adalah kecepatan proses, kekuatan, dan interval pemakanan laser. Sedangkan parameter multi respon yang diukur adalah waktu proses, depth, dan roughness. Model formulasi matematis akan dihasilkan dari setiap parameter responnya, kemudian dilakukan optimasi respon tersebut berdasarkan depth yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat trade off dari parameter multi responnya, serta diperoleh komposisi level setup optimal untuk batas depth (p) 0,3 mm ≥ p ≤ 1,34 mm