Dinamika Rekayasa (E-Journal - Engineering Departement Jenderal Soedirman University UNSOED)
Not a member yet
192 research outputs found
Sort by
Analisis Jaringan WLAN Menggunakan Metode IP Cloud Pada Mikrotik (Studi Kasus: SD Negeri 2 Karangreja)
SD Negeri 2 Karangreja ditemukan beberapa kendala salah satunya pemakaian jaringan WiFi secara bersama-sama yang menyebabkan antar user mendapatkan bandwidth internet tidak merata, akibatnya user tidak dapat menggunakan internet dengan stabil. Metode penelitian yang digunakan pengelolaan bandwidth dengan melakukan konfigurasi pada mikrotik menggunakan Queue Tree tipe PCQ dan HTB. Fleksibilitas jaringan diperlukan suatu metode IP Cloud agar router mikrotik dapat diakases dari internet. IP Cloud adalah layanan yang ada pada mikrotik, dengan fitur router sebelumnya diakses dengan IP Public, yang diganti dengan DNS. Monitoring selama 6 hari penggunaan bandwidth dengan lama pengamatan 3 jam, dari pukul 08.00 WIB sampai 11.00 WIB, didapatkan hasil pemakaian CPU sebesar 3%, MEMORY 38,4%, DISK 82,1% dan kecepatan pemakaian Bandwidth sebesar 1,28 Mb untuk download dan upload 125,21 Mb. Sedangkan untuk performasi QoS manajemen bandwidth pada jaringan SD Negeri 2 Karangreja lebih baik menggunakan metode Queue Tree tipe PCQ, karena PCQ bekerja dengan sebuah algoritma yang akan membagi bandwidth secara merata kesejumlah client yang aktif dengan hasil throughput 2.614 Kbps, packet loss 0,2%, delay 3,054148 ms, dan jitter3,066065 msÂ
Implementasi dan Analisis Jaringan Fiber to The Tower dengan Menggunakan Teknologi GPON
Pada jaringan BTS Kemawi menggunakan jaringan fiber optik yang disebut FTTT. Pada jaringan tersebut terdapat titik putus jaringan fiber optik yang menggunakan kabel tanah, sementara dialihkan catuannya melalui ODP menggunakan kabel udara yang menggunakan splitter 1:8 dan splitter 1:2. Tentu akan berpengaruh terhadap layanannya dan bandwidth yang diberikan menjadi tidak maksimal. Diperlukan jaringan FTTT yang catuannya langsung ke OLT outdoor tanpa menggunakan splitter sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi kasus tersebut. Jarak total dari OLT ke BTS Kemawi ± 2.830 m. Redaman power link budget dari OLT ke BTS dihitung secara matematis adalah 20,34 dB dengan margin daya 8,66 dB untuk downlink dan 6,66 dB untuk uplink. Nilai BER yang ditemukan pada hasil simulasi adalah 1,07089x10-146 untuk uplink dan 4,42913x10-52 untuk downlink. Sedangkan nilai downlink dan uplink Q factor yang diperoleh masing-masing adalah 25,7657 dan 15,1936. Dapat dikatakan bahwa nilai yang diperoleh dari hasil simulasi layak dan memenuhi Bit Error Rate (BER) yang ideal yaitu 10-9, dan syarat nilai Q factor minimal 6. Nilai keseluruhan redaman ONT pada jaringan FTTT Kemawi hasil implementasi adalah -15,27 dBm. Dari hasil tersebut dikatakan layak karena tidak lebih kecil dari sensitivitas -28 dBm yang ditetapkan oleh PT Telkom
Rancang Bangun Sistem Rak Penetas Telur Otomatis Menggunakan Real Time Clock Berbasis Mikrokontroler Arduinio Mega 2560
Penetasan telur adalah upaya hewan ovipar (termasuk didalamnya adalah ayam) dalam mempertahankan populasinya, yaitu dengan cara bertelur. Pada prosesnya penetasan bisa dilakukan dengan cara alami ataupun buatan dengan bantuan mesin penetasan telur. Prinsip kerja mesin penetas telur adalah tiruan dari keadaan alami proses pengeraman indukan terhadap telurnya. Maka dari itu alat penetas telur menyediakan berbadai kondisi layaknya pengeraman alami. Kondisi yang perlu diperhatikan salah satunya adalah pemutaran telur (Egg Turning) yang bertujuan agar embrio dalam telur dapat berkembang dengan semestinya hingga telur dapat menetas. Pemutaran telur dilakukan secara berkala pada frekuensi waktu tertentu. Untuk memudahkan pengoprasian mesin penetas diperlukan rancangan rak penetas otomatis. Tipe rak ayun digunakan karena metode ini yang umum digunakan pada mesin penetas skala industri. Untuk pergerakan rak ayun ini menggunakan aktuator linier elektrik yang dalam kerjanya memerlukan driver motor agar gerakan bisa bolak-balik. Pemicu driver motor menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 dengan input perwaktuan RTC 3231. Untuk memudahkan pengoperasian mesin penetas diperlukan rancangan rak penetas otomatis. Dalam peracangan tipe rak ayun menjadi pilihan karena metode ini umum digunakan pada mesin penetas skala industri. Untuk pergerakan rak ayun ini menggunakan aktuator linier elektrik yang dalam kerjanya memerlukan driver motor agar terdapat gerakan bolak-balik. Pemicu driver motor menggunakan mikrokontroler arduino mega 2560 dengan input perwaktuan RTC 3231.Terdapat 3 fitur otomatis yaitu diantaranya jeda sebagai interval waktu pergerakan rak, DayOn sebagai hari mulainya pemutaran telur, dan DayOff sebagai hari terakhir pemutaran telur
Simulasi Antrian dalam Optimalisasi Layanan di Supermarket Rita Pasaraya
Penerapan dan pengembangan manajemen operasi saat ini menjadi salah satu kunci dalam kesuksesan proses bisnis perusahaan. Pendekatan manajemen oprasi dapat memberikan support dan pemecahan berbagai masalah dalam proses binis perusahaan, salah satunya permasalahan teori antrian. Â Permasalahan antrian dapat terjadi diberbagai macam model bisnis. Pada perusahaan penyedia jasa dan retail sering terjadi permasalahan antrian dimana interaksi antara pelanggan dan penyedia layanan intensitasnya cukup tinggi. Supermarket Rita Pasaraya merupakan perusahaan penyedia jasa berupa retail segala jenis barang dan menjadi salah satu yang terbesar di kota Purwokerto. Hasil observasi awal menunjukan tingkat antrian pada Supermarket Rita Pasaraya memiliki tingkat sibuk yang tinggi pada waktu-waktu tertentu dan tingkat kesibukan server yang tidak seimbang. Tujuan analisis dan simulasi antrian untuk mendapatkan sistem antrian yang ideal dan menemukan faktor yang paling bepengaruh. Model antrian yang diterapkan adalah multi channel single phase. Teori antrian ini banyak dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya yaitu pola kedatangan, pola kepergian, dan rancangan sistem pelayanan yang dilakukan. Â Analisa didapatkan bahwa pelayanan pelanggan yang tertinggi terjadi pada pukul 15.30-16.00 WIB dengan jumlah rata-rata kedatangan sebanyak 9 orang dan pelayanan 9 orang. Penggunaan kasir server 4 dinilai tidak efektif dan dapat dihilangkan karena tingkat kedatangan pelanggan yang rendah, pelayanan yang jarang, dan kesibukan kasir rendah. Faktor rancangan sistem pelayanan dapat dilakukan perubahan dengan mengurangi 1 server menjadi 3 server, hal ini dapat mengurangi tingkat idle time dan meningkatkan efektivitas kinerja server 1, 2 dan
Implementasi Moving Average Filter untuk Sensor Tegangan pada Sistem Kontrol dan Monitoring Lampu Jalan
Perkembangan teknologi saat ini mampu memanfaatkan infrastruktur yang ada sebagai jalur komunikasi. Power line Carrier (PLC) adalah teknologi komunikasi data yang dilakukan melalui kabel listrik. Penerangan jalan yang baik memegang peranan penting terutama pada kondisi malam hari. Penerangan jalan ini berguna untuk menciptakan kondisi jalan yang terang. Untuk memudahkan pengguna mengontrol lampu jalan dan memonitoring lampu dari jarak jauh maka dibuat peralatan untuk mengontrol dan memonitoring lampu melalui PLC. Tujuan dari penelitian ini adalah pengujian sensor tegangan dengan menggunakan Moving Average Filter(MAF) dengan menggunakan PLC pada sistem kontrol dan monitoring lampu jalan dan mengukur kinerja sensor tegangan ZMPT101B menggunakan Moving Average Filter. Sistem yang dirancang memiliki 2 perangkat utama yaitu perangkat kontrol dan sensor lampu kemudian terdapat juga perangkat yang digunakan untuk melakukan monitoring dengan menggunakan display LCD 16x2. Nilai rata-rata persentase error dari keseluruhan nilai tegangan yaitu ketika pembacaan tanpa menggunakan MAF memiliki niliai rata-rata error sebesar 0.38%, kemudian ketika menggunakan MAF 5 persentase error turun menjadi 0.18% dan MAF 10 menghasilkan nilai yang terbaik dengan rata-rata error sebesar 0.14%. Penggunaan filter MAF 10 menghasilkan grafik yang lebih stabil dibandingkan dengan tidak menggunakan filter MAF
Sistem Monitoring Kualitas Udara Berbasis Komunikasi LoRa di IT Telkom Purwokerto
Institut Teknologi Telkom Purwokerto merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi berbasis Information and Communication Technology (ICT) yang ada di kota Purwokerto. Sebagai salah satu perguruan tinggi yang sedang berkembang pesat, pertumbuhan jumlah mahasiswa maupun pembangunan fasilitas Gedung perkuliahan meningkat setiap tahunnya. Polusi udara akibat asap kendaraan bermotor maupun aktifitas pembangunan Gedung di sekitar kampus Institut Teknologi Teknologi Telkom Purwokerto menyebabkan kualitas udara di sekitar kampus menjadi kurang sehat. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah sistem monitoring kualitas udara yang dapat dipantau secara jarak jauh menggunakan komunikasi LoRa. Pada sistem ini digunakan tiga sensor untuk mengukur kualitas udara yaitu MQ-7 untuk mengukur gas CO, MQ-135 untuk mengukur gas CO2 dan GP2Y1010AU0F untuk mengukur partikulat debu. Protokol komunikasi dari gateway ke ThingSpeak menggunakan protokol HTTP. Hasil pengujian kalibrasi sensor dapat dikatakan baik dengan nilai akurasi sensor MQ-7 sebesar 98% dan MQ-135 sebesar 95%. Pengujian parameter QoS pada komunikasi LoRa mendapatkan hasil nilai throughput tertinggi 4122,4 bps pada paket 64 byte jarak 10 m, nilai packet loss tertinggi sebesar 52% pada ukuran 251 byte jarak 300 m dan nilai RSSI terkecil yaitu -120,5 dBm pada ukuran paket 1 byte jarak 300 m. Pengujian kandungan gas CO mendapatkan nilai tertinggi gas CO yang terukur sebesar 17,58 PPM (standar < 20 PPM) dan berada dalam kategori baik, sedangkan pengukuran gas CO2 mendapatkan nilai tertinggi sebesar 643,25 PPM (Standar < 318 PPM) dan masuk kategori tidak baik. Hasil pengujian kandungan debu cenderung meningkat dari nilai 78,03 ug/m3 ke nilai tertinggi sebesar 89,69 ug/m