OBGYNIA - Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Not a member yet
    371 research outputs found

    Hubungan antara Kategori Kardiotokografi dan Jenis Persalinan dan Asfiksia Neonatus

    Get PDF
    Tujuan: Melihat hubungan antara pola kardiotokografi dan hasil luaran (cara persalinan dan status asfiksia neonatus).Metode: Penelitian ini observasional analitik retrospektif dengan desain case-control. Penelitian melibatkan pasien-pasien yang melahirkan di RS Hasan Sadikin Bandung antara 2019-2020. Kriteria inklusi adalah pasien dengan kehamilan normal dan/atau dengan kehamilan patologis, pasien dengan usia gestasi 37-40 minggu, kehamilan dengan janin tunggal dan pasien dengan induksi persalinan. Kriteria eksklusi mencakup data pemeriksaan tidak lengkap  anamnesa, pemeriksaan fisik terkait kehamilan dan persalinan, rekaman kardiotokografi, dan skor APGAR menit ke-5; hambatan pertumbuhan janin intrauterine (IUGR); kelainan kongenital (cacat bawaan) dan infeksi/demam pada ibu. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis. Metode perekrutan sampel menggunakan consecutive admission sampling. Analisis data secara deskriptif dan analitik dilakukan. Hasil: Rerata usia pasien adalah 26,83±7 tahun. Pasien paling banyak memiliki latar belakang pendidikan tamat SMA (51,7%). 48,3% pasien belum pernah bersalin. 53,3% pasien sedang hamil 39-40 minggu saat bergabung dengan penelitian ini. Rata-rata berat bayi lahir sebesar 2923,33±385,229 gr. Untuk APGAR Score 5’ memiliki rata-rata sebesar 7,68±2,347. Ditemukan bahwa kategori kardiotokografi patologis secara signifikan meningkatkan terjadinya asfiksia (p=0,024). Kemudian, temuan kardiotokografi patologis juga secara signifikan meningkatkan pemilihan seksio sesarea sebagai metode persalinan (p<0,001).  Kesimpulan: Pola kardiotokografi patologis secara signifikan meningkatkan risiko munculnya asfiksia pada neonatus. Association between Cardiotocographic traces, and mode of delivery and asphyxiaAbstractObjective: the aim of this study is to evaluate the association between cardiotocographic traces and maternal and neonatal outcomes (mode of delivery and neonatal asphyxia status).   Method: This is a retrospective observational analytical case-control study involving patients delivering at Hasan Sadikin General Hospital between 2019-2020. The inclusion criteria were patients with normal pregnancies and/or pathologic pregnancies at 37-40 weeks of gestation, singleton pregnancies and patients with induced labor. The exclusion criteria were the following: incomplete case notes (patient history, physical examination, CTG record and 5-minute APGAR score), intrauterine growth restriction (IUGR); fetal with congenital anomalies dan maternal infection and/or fever. This study utilized secondary data from patient case notes. This study employed consecutive admission sampling. Descriptive and analytical statistics were performed. Results: Mean patient age was 26,83 ±7 years. 51,7% patients were high-school graduates. 48,3% were nulliparous. 53,3% were at 39-40 weeks of gestation. Mean neonatal birth weight was 2923,33±385 gr. Mean 5-minute APGAR score was 7,68±2. Pathologic CTG traces significantly increased perinatal asphyxia (p=0,024). Pathologic CTG traces also significantly increased the use of caesarean section as method of delivery (p<0,001). Conclusion: Pathologic CTG traces significantly increased the likelihood of neonatal asphyxia. Key words: Cardiotocography, Asphyxia, Delivery, APGA

    Luaran Kehamilan pada Pasien dengan Infertilitas Berkaitan dengan Endometriosis, Infertilitas karena Faktor Tuba, dan Unexplained Infertility, setelah Menjalani Prosedur IVF / ICSI di Klinik Aster RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan luaran kehamilan dari setiap penyebab infertilitas pada pasien yang dilakukan teknologi reproduksi berbantu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analisis komparatif yang dilakukan secara longitudinal retrospektif. Data didapatkan dari rekam medik pasien dengan infertilitas terkait endometriosis, faktor tuba, dan unexplained infertility, setelah menjalani prosedur in vitro fertilization dan intra cytoplasmic sperm injection pada  Januari 2013− Desember 2018. Luaran yang dinilai pada penelitian ini adalah kehamilan, abortus, dan kehamilan ektopik. Hasil: Sebanyak 94 pasien menjadi subjek penelitian ini. Infertilitas karena faktor tuba menjadi penyebab infertilitas terbanyak (74,5%) dan unexplained infertility menjadi penyebab terjarang (8,5%).  Intra cytoplasmic sperm injection merupakan metode reproduksi berbantu yang paling sering dilakukan (78,7%). Luaran kehamilan dengan persalinan terjadi pada 65 subjek (69,1%) sementara sisanya abortus. Tidak terdapat kejadian kehamilan ektopik. Tidak terdapat perbedaan bermakna dalam luaran kehamilan berdasarkan penyebab infertilitasnya (p=0,21).Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan luaran kehamilan baik partus ataupun abortus pada pasien yang dilakukan teknologi reproduksi berbantu berdasarkan penyebab infertilitasnya.Pregnancy Outcomes in Patients with Infertility Related to Endometriosis, Infertility due to Tubal Factors, and Unexplained Infertility, After Undergoing IVF/ICSI Procedures in Aster Clinic General Hospital Dr. Hasan Sadikin BandungAbstractObjective: This study was aimed to describe and compare the pregnancy outcomes in each cause of infertility on patients who get assisted-reproduction technology procedure.Method: This was an analytic comparative study, that conducted longitudinal-retrospectively. The data were obtained from medical records of patients with endometriosis associated infertility, tubal factors associated infertility, and unexplained infertility after got either in vitro fertilization or intra cytoplasmic sperm injection procedure from January 2013–December 2018. The pregnancy outcomes consisted of delivery, abortion, or ectopic pregnancy. Result: A total of 94 patients were enrolled in this study. Tubal factors was the commonest cause of infertility (74.5%) and unexplained infertility was the most rarely cause of infertility (8.5%). Intra cytoplasmic sperm injection was the most frequent procedures (78.7%). Labor were  occurred in 65 subjects (69.1%) and the remains aborted.  Ectopic pregnancy was not occurred. There was no significant difference in pregnancy outcomes according the causes of infertility. (p=0,21).Conclusion: Pregnancy outcomes, both labor and abortion, were not different based on the cause of infertility among patients who get assisted-reproduction technology procedure.Key words: assisted-reproduction technology, in vitro fertilization, infertility, intra cytoplasmic sper

    Evaluasi Rasionalisme Penggunaan Antibiotik dengan Metode Gyssens pada Pasien Seksio Sesarea di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode Januari – Desember 2018

    Get PDF
    Tujuan: Mengevaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens pada pasien seksio sesarea di RSUP Hasan Sadikin Bandung pada periode Januari–Desember 2018. Mengevaluasi ketepatan waktu penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien seksio sesarea di RSUP Hasan Sadikin Bandung pada periode Januari–Desember 2018. Mengetahui keuntungan penghematan yang diperoleh jika metode Gyssens digunakan pada periode Januari– Desember 2018.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif retrospektif yang dilaksanakan di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung pada pasien yang dilakukan seksio sesarea. Data diambil dari rekam medis bulan Januari–Desember 2018Hasil: Pasien yang sesuai dengan metode Gyssens sebanyak 451 atau sebesar 59,5%. Untuk pasien yang menggunakan antibiotik profilaksis pre-op sebanyak 722 atau sebesar 95,3%. Sedangkan ketepatan antibiotik profilaksis yang diberikan 30 menit sebelum operasi seksio sesarea 618 pasien atau 81,5%. Penghematan yang dapat diperoleh selama tahun 2018 jika menerapkan metode Gyssens sebesar Rp 73.144.200. Kesimpulan: Penggunaan antibiotik ditemukan masih banyak yang tidak rasional, sehingga kualitas penggunaan antibiotik pada bagian obstetri Rumah Sakit dr. Hasan Sadikin Bandung masih perlu ditingkatkan.Rationalism Evaluation of the Use of Antibiotics with the Gyssens Method in Caesarean Section Patients at Hasan Sadikin General Hospital BandungPeriod January - December 2018AbstractObjective: To evaluate the use of antibiotics by the Gyssens method in cesarean section patients at Hasan Sadikin General Hospital Bandung in the January-December 2018 period. Evaluate the timeliness of prophylactic antibiotic use in cesarean section patients at Hasan Sadikin General Hospital Bandung in the January-December 2018 period. which is obtained if the Gyssens method is used in the period January - December 2018.Method: This research was a retrospective explorative descriptive study carried out at the RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung in patients who performed cesarean section. Data is taken from medical records from January to December 2018.Result: 451 patients or 59.5% according to Gyssens V method. For patients using prophylaxis antibiotic were 722 or 95.3%. While the accuracy of prophylactic antibiotics given 30 minutes before cesarean section was 618 patients or 81.5%. The savings that can be obtained during 2018 if applying the gyssens method is Rp. 73,144,200.Conclusion: The use of antibiotics was found to still be a lot of irrational, so that the quality of antibiotic use in the obstetrics department of Dr. Hasan Sadikin Bandung still needs to be improved.Key words: Antibiotics, quality of antibiotic use, Gysse

    Validasi Ultrasonografi Transabdominal pada Luaran Kelainan Kongenital Janin di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2018

    Get PDF
    Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validasi ultrasonografi transabdominal dalam mendeteksi luaran kelainan kongenital janin di RSHS Bandung.Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan cross-sectional retrospective. Sampel diperoleh dari seluruh pemeriksaan ultrasonografi transabdominal dengan luaran bayi yang lahir di RSHS bulan 1 Januari−31 Desember 2018. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling, didapatkan minimal sampel 196 kasus. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan analisis uji Chi-kuadrat.Hasil: Hasil yang didapatkan adalah kelainan kongenital Central Nervous System 18,9%, Abdominal wall defect 9,8%, Facial & Neck anomalies 7,6%, Skeletal system 6,8%, Hidrop Fetalis 5,3%, Genito-urinary, Congenital heart disease dan Gastrointestinal system masing-masing sebanyak 2,3%, Thorax anomalies sebanyak 0.8%. Kesimpulan: Secara keseluruhan dapat disimpulkan seluruh ukuran pada analisis diagnostik menunjukkan kategori di atas cukup kuat, didapatkan validasi yang baik ultrasonografi transabdominal pada luaran kelainan kongenital janin.Validation of Transabdominal Ultrasound for Fetal Congenital Abnormalities at Dr. Hasan Sadikin Bandung Hospital in 2018AbstractObjective: The purpose of this study was to determine transabdominal ultrasound validation in detecting fetal congenital abnormalities in RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung. Methods: This was an observational analytic study with cross-sectional retrospective method. Samples obtained from all transabdominal ultrasonographic examinations with outcome of newborn in RSHS from January 1st-December 31st 2018. Sampling technique was consecutive sampling with minimum sample of 196 cases obtained. Data processing using SPSS with Chi-square analysis transabdominal ultrasonographic.Result: The results obtained are congenital abnormalities of Central Nervous System type 18.9%, Abdominal wall defect 9.8%, Facial & Neck anomalies 7.6%, Skeletal system 6.8%, Fetal Hydrops 5.3%, Genito-urinary, Congenital heart disease and Gastrointestinal system respectively 2.3%, Thorax anomalies 0.8%. Conclusion: All measures in the diagnostic analysis show all categories are quite strong, therefore good ultrasound validation is obtained in the outcome of fetal congenital abnormalities.Key words: Transabdominal ultrasonography, validation, congenital abnormalitie

    Karakteristik Klinis dan Laboratorium pada Pasien Preeklamsia Berat Awitan Dini dan Awitan Lanjut di RSUP Fatmawati Jakarta Tahun 2016-2017

    No full text
    Tujuan: Preeklamsia adalah sebuah gangguan dan meliputi banyak organ, yang sampai saat ini masih menjadi penyebab kematian ibu tertinggi kedua di dunia dan di Indonesia. Peningkatan kadar asam urat sering ditemukan pada pasien preeklamsia. Diketahui penyebabnya adalah akibat penurunan fungsi ginjal, penurunan kerusakan jaringan, dan peningkatan kerja enzim xantin oksidase.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional dari data rekam medis pasien preeklamsi berat di RSUP Fatmawati Jakarta. Hasil: Pasien preeklamsia berat di RSUP Fatmawati 60% diantaranya pada kelompok usia 20–35 tahun, dengan IMT ³ 30 sebanyak 42,4%, dan 68,5% pada pasien primi dan multi para. Analisis penelitian penggunakan uji hipotesis chi square, menunjukan terdapat hubungan antara kadar asam urat darah dengan perburukan preeklampsia berat (p=0,000<0,005).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar asam urat darah dengan awitan perburukan preeklamsia berat.Clinical and Laboratory Characteristics of Early and Late Onset Severe Preeclampsia Patients in Fatmawati General Hospital Jakarta 2016-2017AbstractObjective: Preeclampsia is disorder that affects many organs, which until now is still the highest cause of maternal death in the world and in Indonesia. Increased uric acid levels are often found in preeclamsy patients. The causes are known to decrease kidney function, decrease tissue damage, and increase the work of the xanthine oxidase enzyme.Methods: This research was conducted by cross-sectional method by taking medical records of severe preeclampsia patients at Fatmawati General Hospital, Jakarta. Result: Patients with severe preeclampsia  in the Fatmawati General Hospital were 60% approved in the age group 20-35 years, with BMI ³ 30 as many as 42.4% , and 68,5% of them were primiparous and multiparous women. The analysis of the study used the chi square hypothesis test, showed that blood uric acid levels has a relationship on the onset of worsening severe preeclampsia  (p=0,000<0,005).Conclusion: This analysis showed that there was a relationship between blood uric acid levels and the onset of worsening severe preeclampsia .Key words: Severe preeclampsia , uric acid, early onset, late onset

    Gambaran Klinis dan Histopatologi Kasus-kasus Perdarahan Uterus Abnormal di Rumah Sakit Sumber Waras Jakarta

    Get PDF
    Latar Belakang: Kasus perdarahan uterus abnormal (PUA) sering ditemui pada praktek sehari-hari. Prevalensi pada usia reproduktif adalah sekitar 10-30% dan merupakan sebab sekitar 25% dari semua tindakan bedah di bidang ginekologi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran klinis serta gambaran hasil histopatologi apa saja yang sering ditemukan pada pasien dengan diagnosis PUA.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif cross sectional dengan data rekam medis. Data berasal dari pasien yang didiagnosis menderita PUA dan dilakukan tatalaksana operatif selama periode Januari sampai Desember 2018 dari RS Sumber Waras.Hasil:  Diperoleh 87 pasien dengan PUA yang menjalani tindakan operatif dan dilakukan pemeriksaan histopatologi selama periode penelitian. Perdarahan menstruasi yang tidak teratur dan dengan volume banyak menjadi keluhan paling sering ditemukan  (37,8% dan 34,5%). Sedangkan, berdasar hasil gambaran histopatologi yang didapat, ditemukan pada mayoritas pasien ditemukan gambaran patologi struktural (PALM) yaitu 86,2%.Kesimpulan: Berdasarkan klasifikasi PALM COEIN, kelainan struktural ditemukan sebagai penyebab utama PUA berdasar gambaran histopatologis. Clinical and Histopathologic Profile of  Patients with Abnormal Uterine Bleeding in Sumber Waras Hospital JakartaAbstractBackground: Abnormal uterine bleeding is a frequent presenting symptom in everyday practice. It has a prevalence of 10-30% in the reproductive age group and contributes to about 25% of all gynecologic surgical interventions. This study aims to ascertain the etiologies of patients diagnosed with abnormal uterine bleeding based on their clinical and histopathologic profile.Method: This is a descriptive cross-sectional study based on medical records. Data was obtained from patients diagnosed with AUB with an operative intervention between January and December 2018 in Sumber Waras Hospital.Result: There were 87 patients diagnosed with AUB who had undergone operative intervention and histopathologic testing during the study period. Irregular menstrual bleeding and heavy menstrual bleeding is the most common presenting symptom (37.8% and 34.5% respectively). Based on the histopathology results, structural causes of AUB (PALM) was found in most patients (86.2%). Conclusion: Based on the PALM COEIN classification, structural causes were found to be the main etiology of AUB based on histopathologic diagnosis. Key words: Abnormal uterine bleeding, PALM COEIN, leiomyoma, adenomyosi

    Faktor Risiko Kejadian Tumor Trofoblas Gestasional Pasca Evakuasi Molahidatidosa di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode Agustus 2013 – Agustus 2018

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui faktor risiko kejadian TTG pasca evakuasi, untuk memprediksi penderita molahidatidosa yang berkembang menjadi TTG atau kembali normal.Metode: Menggunakan studi case control retrospektif dalam waktu 1 Agustus 2013 - 1 Agustus 2018. Populasi penelitian, penderita molahidatidosa yang datang dan dirawat pada Obstetri dan Ginekologi RSUP Hasan Sadikin.Hasil: Terdapat 59 pasien high risk, dan 67 pasien low risk. Probabilitas <0,05 terdapat hubungan signifikan antara usia dengan kejadian TTG. Probabilitas 0,031, terdapat hubungan signifikan antara paritas dengan kejadian TTG. Dengan uji Fisher Exact terdapat hubungan bermakna antara kadar βHCG praevakuasi dengan kejadian TTG (p value =<0,001), dan hubungan bermakna antara gambaran PA dengan kejadian TTG (p value =<0,001). Dengan uji Spearman Correlation terdapat hubungan yang bermakna antara kadar βHCG Praevakuasi dengan gambaran PA (p value <0, 001).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara usia, paritas, BHCG, Patologi Anatomi, dengan kejadian TTG pasca evakuasi molahidatidosa. Dari analisis multivariat dengan uji regresi logistic didapatkan bahwa BHCG dan PA yang merupakan faktor risiko TTG.Risk Factors Trofoblas Tumor of Post Evacuation Of Hydatidiform Mole in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung Period August 2013−August 2018 PeriodAbstractObjective: This study aims to determine the risk factors for GTT events after HM evacuation, used to predict patients who will develop into GTT or return to normal.Methods: Case control study (retrospective) was conducted from August 1st 2013 −August 1st 2018. Population of this study was all patients with HM who came and treated at the RSHS Obstetrics and Gynecology Department. Result: There are 59 high risk, 67 low risk patients. The probability value is 0.015, (<0.05) there is a significant relation between age and the incidence of GTT. The probability value of 0.031, there is a significant relationship between parity and the incidence of GTT. Fisher Exact test, significant relation between pre-evacuated βHCG levels and GTT events (p value = <0,001), and significant relation between Pathology Anatomy result and GTT events (p value =<0,001) was found. Spearman Correlation test, there was significant relation between levels of βHCG pre-evacuation with Pathology Anatomy result (p value <0, 001). Conclusion: There is a significant relation between age, parity, BHCG, Pathology Anatomic result, and the incidence of GTT after evacuation of HM. From multivariate analysis with logistic regression test, it was found that BHCG and pathology anatomic were risk factors for GTT.Key words: Molahidatidosa, Gestational Trophoblast Tumor

    Gambaran Kematian Maternal di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019

    No full text
    Tujuan: Penelitian ini adalah untuk untuk memberikan gambaran mengenai kematian maternal yang terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin tahun 2019Metode: Subjek penelitian ini adalah seluruh kematian maternal selama bulan 2019 di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian deskriptif dan dengan rancangan penelitian cross sectional yaitu cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data dimana pengumpulan data tersebut dilakukan pada saat yang bersamaanHasil: Karakteristik kematian maternal terbanyak adalah usia reproduksi (88,8%), paritas terbanyak adalah multipara (58,3%), berpendidikan cukup tinggi (94,5%), seluruh pasien kematian maternal memiliki kontak antenatal dengan tenaga kesehatan (100%) namun sebagian besar hanya melakukan kontak antenatal <8 kali (74,4%), dan penyebab terbanyak dari kematian adalah hipertensi dalam kehamilan (63,9%)Kesimpulan: Kematian maternal berkaitan dengan kontak antenatal yang kurang adekuat. Kontak antenatal yang tidak adekuat menyebabkan penanganan pasien dengan risiko tinggi menjadi kurang baik, terutama pasien dengan faktor risiko preeklampsiaDescription of Maternal Death in  Dr. Hasan Sadikin General Hospital in 2019AbstractObjective: The purpose of this study was to provide an overview of maternal deaths that occurred at Hasan Sadikin Hospital in 2019Method: The subjects of this study were all maternal deaths during 2019 at Hasan Sadikin Hospital. This research was conducted with descriptive survey, cross sectional research design that is a way of approaching, observing or collecting data where the data collection was carried out at the same timeResult: The characteristics of the most maternal deaths are reproductive age (88.8%), most parity is multiparaous (58.3%), highly educated (94.5%), all maternal death patients have antenatal care with health workers (100%) but most only had antenatal care <8 times (74.4%), and the most common cause of death was hypertension in pregnancy (63.9%)Conclusion: Maternal deaths are associated with inadequate antenatal care. Inadequate antenatal care causes poor management of patients with high risk, especially patients with risk factors for preeclampsiaKey words: Maternal death, antenatal car

    Antley-Bixler Syndrome: A Case Report and Literature Review

    Get PDF
    Sindroma Antley-Bixler pertama kali dikemukakan oleh Ray Antley dan David Bixler tahun 1975. Sindroma ini jarang dan berhubungan dengan kelainan perkembangan tulang dan kartilago sehingga sering disebut multisynostotic osteodysgenesis syndrome. Craniosynostosis dan synostosis radiohumeral merupakan temuan yang paling konsisten. Penyebab sindroma ini belum jelas, diduga karena adanya mutasi genetik.Laporan kasus:Seorang ibu 22 tahun G2P1A0 dirujuk ke poliklinik obstetri dan ginekologi RSUP dr.Sardjito pada usia kehamilan 32-33 minggu untuk pemeriksaan antenatal dengan kecurigaan fetal craniosynostosis dan ventriculomegaly. Pada usia kehamilan 38 minggu, bayi lahir dengan craniosynostosis, ocular hypertelorism, disertai syndactily digiti II-IV pedis dextra et sinistra dengan diagnosis sementara sindroma Apert. Pemeriksaan penunjang yakni MSCT scan kranial dan foto rontgen regio artikulatio cubiti anteroposterior dan lateral menunjukan adanya craniosynostosis dan synostosis radioulna dan radiohumeral bilateral mengarahkan diagnosis sindroma Antley-Bixler. Bayi dipulangkan setelah 24 hari perawatan. Saat ini bayi masih menjalani perawatan berkala di instalasi rawat jalan ilmu kesehatan mata dan bedah saraf RSUP Dr. Sardjito  Kesimpulan: Laporan kasus ini bertujuan untuk membahas penegakan diagnosis, tatalaksana yang telah dilakukan dan rencana tatalaksana yang akan datang.  Kata kunci : Sindroma Antley-Bixler, craniosynostosis, synostosis radiohumeralAntley-Bixler Syndrome: A Case Report and Literature Review AbstractAntley-Bixler syndrome (ABS) was first described by Ray Antley and David Bixler in 1975. The syndrome is rare and characterized by abnormalities of bone and cartilage development (“syndrome of multisynostotic osteogenesis”). Craniosynostosis and radiohumeral synostosis are the most consistent findings. The cause of this syndrome is unclear, but genetic mutations are suspected.Case report: A 22-year-old female G2P1A0 was referred to the obstetrics and gynecology outpatient clinic at RSUP Dr. Sardjito at 32-33 weeks of gestation for antenatal care and further evaluation due to suspected fetal craniosynostosis and ventriculomegaly. At 38 weeks’ gestation, the baby was born with craniosynostosis, ocular hypertelorism, and syndactily digiti II-IV pedis dextra and sinistra, suspected Apert syndrome. Further investigation by using radiologic examination (cranial MSCT scan and X-ray at anteroposterior and lateral articulation cubital) revealed craniosynostosis, bilateral radioulna and radiohumeral synostosis, directed the diagnosis to Antley-Bixler syndrome. The baby was discharged after 24 days of hospitalization. Currently, the baby is still undergoing regular evaluation and treatment at the Ophthalmology and Neurosurgery outpatient departments at RSUP Dr. SardjitoConclusion: The aim of this case report is to discuss how to diagnose this syndrome and the management that had been done and further plans

    Maternal Obesity Increases Risk for Adverse Maternal Outcome at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

    Get PDF
    Objective: To find the relationship between level of obesity and adverse maternal outcomes in pregnant women Method: An observational analytic study with a cross sectional design with secondary data from medical record. Subjects were pregnant women who gave birth at RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang in January 2015-December 2017. Samples were taken by purposive sampling technique. BMIs  were divided into 5 categories based on WHO criteria, normoweight, overweight, obese level I, II, and III. Underweight was excluded from the study.Result: Of 252 research subjects, 94 (37.3%) were subjects with normal BMI, 102 (40.5%) were overweight, 44 (17.5%) were obese level I, 6 (2.4%) were level II, and 6 (2.4%) were level III. The maternal outcome consisted of 135 cases (53.6%) of preeclampsia, 6 cases of gestational diabetes mellitus (2.4%), 41 cases of uterine inertia (16.3%), 56 cases of preterm labor (22.2%), assisted delivery 111 cases (44%), and healthcare associated infections (HAIs) 6 cases (2.4%). Further analysis showed that increased level of maternal obesity is related significantly with preeclampsia, gestational diabetes mellitus, uterine inertia, and assisted delivery.Conclusion: There are statistically significant association between obesity level and the incidence of preeclamsia, gestational diabetes, uterine inertia and assisted delivery.Obesitas Pada Wanita Hamil Meningkatkan Morbiditas Maternal Di RSUP Dr. Mohammad Hoesin PalembangAbstrakTujuan: Untuk menemukan hubungan antara tingkat obesitas dengan luaran maternal pada wanita hamil. Metode: Studi analitik observasional dengan desain potong lintang menggunakan data sekunder rekam medis. Subjek adalah wanita hamil yang melahirkan di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang pada Januari 2015 - Desember 2017. Sampel diambil secara purposive sampling. Indeks massa tubuh (IMT) dibagi menjadi 5 sesuai kriteria WHO, yaitu normal, berat badan lebih, obesitas level I, II, dan III. Berat badan kurang diekslusi dari penelitian. Hasil: Subjek penelitian dari 252 orang, 94 (37.3%) subjek dengan IMT normal, 102 (40.5%) subjek berat badan berlebih,  44 (17.5%) obesitas level I,  6 (2.4%) obesitas level II, dan 6 (2.4%) obesitas level III. Luaran  maternal terdiri dari 135 kasus (53.6%) of preeklampsia, 6 kasus diabetes mellitus gestasional,  41 kasus inertia uteri  (16.3%), 56 kasus persalinan preterm (22.2%), 111 kasus (44%) persalinan pervaginam berbantu, dan infeksi luka 6 kasus (2.4%).  Analisis menunjukkan adanya tingkatan obesitas maternal berkaitan secara signifikan dengan kejadian preeklampsia, diabetes mellitus gestasional, inertia uteri, dan persalinan pervaginam berbantu. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat obesitas pada ibu hamil dengan preeklampsia, diabetes mellitus gestasional, dan persalinan pervaginam berbantu. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Obesitas, Luaran Maternal, Morbiditas

    329

    full texts

    371

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OBGYNIA - Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇