OBGYNIA - Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Not a member yet
371 research outputs found
Sort by
Genotip Virus Human Pappiloma Tipe Risiko Rendah pada Wanita Pekerja Seks Komersial di Kota Makassar
Tujuan: Mengetahui genotip HPV risiko rendah melalui pemeriksaan DNA HPV dan mencari hubungan faktor risiko terhadap angka kejadian infeksi HPV pada PSK diMakassar Metode: Jenis penelitian ini adalah potong lintang dan terlaksana pada bulan Agustus 2019. Populasi penelitian adalah wanita PSK usia reproduktif dengan total 80 sampel.Hasil: Pemeriksaan genotip HPV menunjukkan tipe HPV risiko rendah didominasi oleh tipe 43 dan 44 serta riwayat coitarche berpengaruh terhadap angka kejadian Infeksi HPV di Makassar (p=0,002)Kesimpulan: Coitarche pada usia <15tahun merupakan faktor predisposisi terhadap infeksi HPV dan genotip terbanyak HPV risiko rendah adalah tipe 43 dan 44 pada PSK di MakassarGenotype of Low Risk Type Human Papilloma Virus in Female Commercial Sex Workers in MakassarAbstractObjective: To investigate low-risk HPV genotype through HPV DNA examination and to determine the correlation between risk factors and incidence of HPV infection in Commercial Sex Workers (CSWs) in Makassar.Method: Cross-sectional study was used and conducted in August 2019. The study population was productive CSWs with a total of 80 samples.Result: HPV genotype examination showed low-risk HPV types were dominated by types 43 and 44.Conclusion: Coitarche before 15 years old is a predisposing factor for HPV infection and the highest low-risk HPV genotype is type 43 and 44 in CSWs in Makassar.Key words : HPV Infection in Makassar, Low risk HP
Tata Laksana Disfungsi Dasar Panggul Pascasalin
Tujuan: melakukan telaah literatur mengenai identifikasi dan tata laksana dini disfungsi dasar panggul pada onset baru atau lama. Gejala dan perubahan anatomis terkait disfungsi otot dasar panggul dapat berhubungan dengan hipertonisitas, hipotonisitas, atau gangguan koordinasi otot dasar panggul. Diagnosis disfungsi dasar panggul pascasalin sering terlewat karena ketiadaan alat skrining disfungsi dasar panggul khusus kehamilan. Evaluasi klinis dan diagnosis paling utama didasari pada gejala yang dilaporkan pasien. Evaluasi klinis mencakup empat domain penilaian yaitu terkait fungsi seksual, fungsi penyokong dasar panggul, fungsi urinasi, dan fungsi defekasi. Metode: merangkum berbagai referensi termutakhir yang dapat menjadi pedoman dan tata laksana disfungsi dasar panggul. Hasil: awal disfungsi dasar panggul pascasalin ditegakkan berdasarkan domain evaluasi klinis yang dikeluhkan oleh pasien. Tata laksana meliputi pertimbangan onset gejala, tidak menganggap normal suatu gejala yang mengganggu, tata laksana konservatif, pemantauan berkala, dan lanjutan. Latihan otot dasar panggul (Kegel) terbukti dapat mengidentifikasi dan menguatkan otot yang berkaitan dengan fungsi miksi, defekasi, dan seksual. Kesimpulan: Latihan Kegel dapat berperan sebagai tata laksana rutin mandiri pasien dengan disfungsi dasar panggul dengan gejala semua domain. Latihan ini dapat dikombinasikan dengan terapi biofeedback atau modalitas rehabilitasi yang lain.Management of Pelvic Floor DysfunctionAbstract Objective: to perform a literature review the identification and early management of new-onset or pre-existing pelvic floor dysfunction. Symptoms and anatomical changes related to pelvic floor muscle dysfunction may be related to hypertonicity, hypotonicity, or discoordination of the pelvic floor muscles. Diagnosis of pelvic floor dysfunction after delivery is difficult because there are no pregnancy-specific pelvic floor dysfunction screening tools. Clinical evaluation and diagnosis are primarily based on the patient's reported symptoms, which include four assessment domains related to sexual function, pelvic floor support function, urinary, and defecation. Methods: summarizes the latest references that provide guidance and treatment for pelvic floor dysfunction. Results: Management of pelvic floor dysfunction after the initial diagnosis was based on the evaluation domain from patient’s symptoms. Management includes considering the symptoms onset, awareness of disturbing symptoms, conservative management, monitoring, and advanced management. Pelvic floor exercises (Kegel) are clinically proven to identify and strengthen the muscles associated with micturition, defecation, or sexual function.Conclusion: Kegel exercises can act as routine independent management of pelvic floor dysfunction patients with symptoms in all domains. The exercise can be combined with biofeedback therapy or other rehabilitation modalities.Key words: clinical evaluation, hypertonicity, hypotonicity, kegel exercise, pelvic floor, rehabilitatio
Plasenta Previa Totalis dengan Komplikasi Perdarahan Post Partum pada Multipara di Usia Kehamilan 39 Minggu
Penyebab Angka Kematian Ibu (AKI) yang utama ialah perdarahan. Di Indonesia, menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia masih tinggi sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup. Berdasarkan data tahun 2010-2013 penyebab kematian terbesar kematian ibu ialah perdarahan. Plasenta previa merupakan salah satu penyebab perdarahan yang tersering terjadi pada ibu hamil. Tujuan dari penulisan laporan kasus ini adalah memahami komplikasi dari plasenta previa yaitu perdarahan pasca salin dan bagaimana tatalaksana kasus tersebut. Kami melaporkan kasus mengenai seorang wanita 31 tahun dengan plasenta previa totalis pada usia kehamilan 39 minggu. Pasien memiliki riwayat dua kali seksio sesaria sebelumnya. Didapatkan perdarahan pasca salin saat dilakukan seksio sesaria disertai syok hipovolemik. Komplikasi yang disebabkan oleh letak plasenta yang rendah adalah perdarahan pasca salin yang terjadi selama pembedahan. Perkiraan jumlah kehilangan darah sebanyak 2500 cc, dan didapatkan hemoglobin 1,8 g%. Kondisi hemodinamik tidak stabil dengan tekanan darah 80/50 mmHg, dan kesadaran pasien mulai menurun. Kondisi pasien membaik 3 hari pasca operasi dengan monitoring ketat di Unit Perawatan Intensif (ICU). Total Placenta Previa with Complication of Post Partum Haemorrhage at 39 Weeks Gestation on Multiparous AbstractThe main cause of maternal mortality (MMR) is bleeding. In Indonesia, according to the 2012 Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS), the maternal mortality rate in Indonesia is still high at 359 per 100,000 live births. Based on data in 2010-2013 the biggest cause of maternal death is bleeding. Placenta previa is one of the most common causes of bleeding in pregnant women. The purpose of writing this case report is to understand the complication of placenta previa, post partum hemorrhage, and how to manage this case. We report the case of a 31-year-old woman with total placenta previa at 39 weeks' gestation with a history of previous cesarean section two times presenting with postpartum haemorrhage during cesarean section. The patient was found with hypovolemic shock. The estimated blood loss of the patient was 2500 cc and the patient's hemoglobin was 1.8 g%. The patient's blood pressure dropped to 80/50 mmHg, and the patient's consciousness was disturbed. The patient's condition improved 3 days after surgery and close monitoring in the Intensive Care Unit (ICU).Key word : Total Placenta Previa, Post Partum Haemorrhage
Pengaruh Metode Ceramah dan Video pada Pengetahuan dan Sikap Kader PKK Tentang Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Melalui Tes IVA di Kecamatan Baso Tahun 2022
Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengukur dan menganalisis pengaruh penerapan metode CerVio pada pengetahuan dan sikap kader PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) tentang deteksi dini kanker leher rahim melalui tes IVA.Metode: Penelitian eksperimen semu dengan rancangan Pretest and Posttest Control Group yang dilakukan di Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Jumlah subjek penelitian 121 kader PKK (Total Sampling) dengan kriteria tertentu yang dibagi dalam kelompok intervensi (60 orang) dan kelompok kontrol (61 orang). Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner sikap.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (nilai p<0,005). Metode CerVio berperan dalam meningkatkan pengetahuan Kader PKK 2,76 kali (Risiko Relatif=2,76) dan meningkatkan sikap Kader PKK 5,21 kali (Risiko Relatif =5,21) lebih positif daripada Kader PKK yang tidak mendapat intervensi. Penelitian ini membuktikan adanya peningkatan yang lebih tinggi pada pengetahuan dan sikap Kader PKK yang mendapat metode CerVio dibandingkan dengan yang tidak.Kesimpulan: Ada pengaruh metode CerVio pada pengetahuan dan sikap Kader PKK tentang deteksi dini kanker leher rahim melalui tes IVA.Effect of Lecture and Video Method on the Knowledge and Attitudes of PKK Cadres about Early Detection of Cervical Cancer by the IVA Test in Baso District 2022Abstract Objective: This study aimed to assess and analyze the effect of CerVio method on the knowledge and attitudes of PKK Cadres about early detection of cervical cancer by IVA Test.Methods: This was a quasi-experimental study with a Pretest and Posttest Control Group design in Baso District, Agam Regency, West Sumatera Province. This study involved 121 (total sampling) PKK Cadres who were selected with certain criteria. The subjects were assigned into the intervention group (60 people) and the control (61 people). Primary data collection used a knowledge questionnaire and an attitude questionnaire.Result: The results showed that there was a significant difference between the intervention group and the control group with p<0.005. CerVio method played an important role in increasing the knowledge of PKK Cadres by 2.76 times (RR=2.76) and improving the attitudes of PKK Cadres by 5.21 times (RR=5.21), that was better than PKK Cadres who did not receive intervention. This study proved that there was a higher increase in the knowledge and attitudes of PKK Cadres who receive the CerVio method compared to those who did not.Conclusion: There is an effect of CerVio method on the knowledge and attitudes of PKK Cadres about early detection of cervical cancer by IVA Test.Key words: Health education, knowledge, attitudes, PKK cadre, cervical cance
Infeksi Luka Operasi pada Kanker Ginekologi
Infeksi luka operasi (ILO) merupakan infeksi pada area operasi yang terjadi dalam waktu 30 hari setelah intervensi bedah. Menurut World Health Organization (WHO), ILO merupakan jenis infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan insidensi 11,8 episode per 100 prosedur bedah.1 Infeksi luka operasi dilaporkan terjadi pada 2.6-4.3% pasien yang menjalani operasi.2 Insidensi ILO setelah histerektomi bervariasi mulai dari 1.7-11% tergantung pendekatan operasi, indikasi operasi, dan penggunaan antibiotik profilaksi
Gambaran Klinis dan Histopatologi Kanker Ovarium di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019-2020
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis dan histopatologi pasien kanker ovarium di RSHS tahun 2019-2020. Metode: Penelitian deskriptif ini dilaksanakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan menggunakan data rekam medis pasien kanker ovarium yang didiagnosis secara histopatologi tahun 2019-2020. Sampel dipilih menggunakan metode total sampling. Hasil: Penelitian ini menunjukan dari 140 pasien, mayoritas berusia 46-55 tahun (31,4%), multipara (60,7%), dan IMT normal (57,1%). Pasien mayoritas mengeluhkan adanya benjolan pada abdomen (100%) dengan karakteristik kistik sebagian padat (51,4%), berbenjol (57,1%), unilateral (87,4%), dan immobile (35,0%). Kebanyakan pasien memiliki nilai haemoglobin (75,3%) dan albumin (20,7%) rendah. Tumor marker yang paling sering ditemukan adalah CA 125 (37,9%). Mayoritas pasien didiagnosis pada stadium III (47,1%), tipe histopatologi mucinous carcinoma (20,0%) dan dilakukan operasi complete surgical staging (46,8%).Kesimpulan: Pasien kanker ovarium tahun 2019-2020 terbanyak adalah pada usia 46-55, multipara, IMT normal, mengeluhkan massa pada abdomen dengan karakteristik kistik sebagian padat, berbenjol, unilateral. Umumnya pasien mengalami penurunan nilai haemoglobin dan albumin serta berada pada stadium III dengan tipe histopatologi mucinous carcinoma dan dilakukan operasi complete surgical staging.Clinical Features and Histopathology of Ovarian Cancer at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2019-2020AbstractObjective: This study aimed to determine the clinical and histopathological features of ovarian cancer patients at Hasan Sadikin General Hospital Bandung 2019-2020.Method: This descriptive research was conducted at Hasan Sadikin General Hospital Bandung using medical record data for ovarian cancer patients diagnosed histopathologically in 2019-2020. The sample was selected using the total sampling method. Results: This study showed that from 140 patients, the majority were aged 46-55 years (31.4%), multiparous (60.7%), and normal BMI (57.1%). The majority of patients complained of a lump in the abdomen (100%) with the characteristics of a cyst with partially solid (51.4%), uneven surface (57.1%), unilateral (87.4%), and immobile (35.0%). Most patients had low hemoglobin (75.3%) and albumin (20.7%) values. The most common tumor marker found was CA 125 (37.9%). The majority of patients were in stage III (47.1%), the histopathological type of mucinous carcinoma (20.0%), and underwent complete surgical staging (46.8%).Conclusion: Most ovarian cancer patients in 2019-2020 were aged 46-55, multiparous, normal BMI, complained of a mass in the abdomen with the characteristics of a cyst with partially solid,uneven surface, unilateral. Generally, patients have decreased hemoglobin and albumin values were diagnosed as stage III, the histopathological type of mucinous carcinoma and underwent complete surgical staging.Key words: ovarian cancer, clinical features, histopatholog
Fetal Programming pada Gangguan Mental Emosional: Tantangan Generasi Emas 2045
Pada hari-hari terakhir ini media sosial kita dibanjiri oleh banyak berita tentang pelbagai tindakan kekerasan baik verbal maupun fisik yang membuat kegaduhan dan kecemasan, baik di ruang publik antar anggota masyarakat, diruang privat instansi swasta atau pemerintah, maupun antar elit masyarakat. Fenomena ini menjurus pada pembenaran hipotesis tentang ‘masyarakat kita sedang sakit’. Hal ini sejalan dengan data Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2020 yang di sampaikan oleh Kementrian Kesehatan RI 2021, yaitu tentang ‘Gangguan Mental Emosional’. Kelainan ini adalah suatu kondisi yang mengindikasikan seseorang mengalami perubahan psikologis yang mungkin merupakan sebuah kondisi normal, tetapi dapat juga merupakan kondisi patologis.Berdasarkan laporan hasil Riskesdas 2018 diketahui prevalensi gangguan mental emosional pada penduduk Indonesia sebesar 9,8%. Hal tersebut menunjukkan masih tingginya masalah gangguan mental emosional di Indonesia
Ekspresi Enzim 1 Alfa-Hidroksilase Plasenta yang Rendah sebagai Faktor Risiko Terjadinya Preeklamsia Berat
Abstrak Tujuan: Untuk mengetahui ekspresi enzim 1-alfa-hidroksilase (CYP27B1) pada plasenta yang rendah sebagai faktor risiko terjadinya preeklamsia (PE) berat.Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol yang tak berpasangan, dengan total sampel 44 kasus dan kontrol. Sampel berupa plasenta yang diproses secara imunohistokimia, untuk melihat ekspresi enzim berdasarkan histoscore kumulatif (H-score) sebagai ekspresi rendah (H-score 200). Regresi logistik ganda digunakan untuk memperkirakan rasio odds yang disesuaikan (OR) dengan interval kepercayaan 95% (95% CI).Hasil: Ekspresi enzim 1alfa-hidroksilase plasenta yang rendah merupakan faktor risiko terjadinya PE berat sebesar sembilan kali lebih tinggi dibandingkan dengan ekspresi enzim 1-alfa-hidroksilase yang tinggi pada plasenta (OR 9,148; IK05% 2,072-40,386, p=0,002).Kesimpulan: Ekspresi rendah 1alfa-hidroksilase plasenta meningkatkan risiko terjadinya PE berat.Low Expression of 1 Alpha-Hydroxylase Enzyme in The Placenta as Arisk Factor for Preeclampsia with Severe FeaturesAbstractObjective: This study aims to determine the low expression of the 1-alpha-hydroxylase (CYP27B1) enzyme in the placenta as a risk factor for severe preeclampsia (PE).Methods: This study is an unpaired case-control study, with a total sample of 44 cases and controls. Samples were placentas that were immunohistochemically processed, to see enzyme expression based on the cumulative histoscore (H-score) as low expression (H-score 200). Multiple logistic regression was used to estimate the adjusted odds ratio (OR) and 95% confidence interval (95% CI).Results: Low placental 1-alpha-hydroxylase expression was a risk factor for severe PE which was nine times higher than placental 1-alpha-hydroxylase expression (OR 9,148; 05% CI 2.072-40,386, p=0.002).Conclusions: Low placental 1alpha-hydroxylase expression increases the risk of severe PE.Key words: 1aplha-hydroxylase, expression, placenta, risk factor, severe preeclampsi
Cara Vaksin Covid-19 Melindungi Ibu Hamil, Termasuk Pelaksanaan Etikanya
Tujuan: Membicarakan bagaimana cara vaksin COVID-19 bisa mencegah ibu hamil dari penularan Corona Virus, serta pelaksanaan Etikanya.Metoda: Studi Literatur.Hasil: Dengan adanya pandemi COVID-19, maka jumlah ibu hamil yang tertulari corona virus, makin banyak. Hal ini, menimbulkan permasalahan, bagaimana menanganinya, termasuk pelaksanaan Etiknya. Sampai sekarang, belum ada kesepakatan antara para pakar, bagaimana bentuk penangannya. Untuk itu PT POGI, mengajukan rekomendasi, tindakan MATERNAL apa yang harus dilakukan pada ibu hamil dengan COVID-19.Kesimpulan:Ibu hamil dengan COVID-19, merupakan masalah besar bagi negara kita, karena jumlahnya yang banyak, penyebarannya merata dan prognosisnya, dubia ad malam.Dalam melayani ibu hamil dengan COVID-19, Petugas Medis, termasuk Dokter, telah berlaku ETIS kepada pasien. Hal ini terbukti dari :Melakukan Protokol Kesehatan.Didahului dengan pemberian Informed Consent.Selama bertugas, menggunakan Alat Pelindung Diri.Dalam pelaksanaannya, Petugas Medis, menunjukkan sikap yang empati, sabar, jujur dan ikhlas
Sirenomelia (Mermaid Syndrome)
Objective: To report a rare fetal abnormalities caseMethod: Case reportCase: Reported case of a 37-year-old patient came to the emergency room at RSIA Siti Hawa Padang with complaints of inpartu signs in the last 8 hours before entering the hospital. After the examination, the diagnosis was G3P2A0L3 35-36 weeks of preterm parturient active phase of first stage + twice previous CS + breech presentation. Then, the patient was planned for an emergency CS at 07.50 am. Born babies with genitalia form was not identified, BW: 2030 grams, BH: 30 cm, Scoring Apgar: 3/5, there are congenital abnormalities in the lower extremity of the baby like mermaid form. After observing the baby’s room, the baby was declared dead at 09.50 am.Conclusion: Sirenomelia is a rare congenital defect that has a fatal impact, characterized by varying degrees of fusion in the lower limbs, thoracolumbar spinal anomalies, sacrococcygeal agenesis, genitourinary and anorectal atresia. Because of the poor prognosis, management of sirenomelia will be very difficult with unexpected results.Sirenomelia (Sindroma Mermaid)AbstrakTujuan: Melaporkan sebuah kasus jarang tentang kelainan janinMetode: Laporan kasusKasus: Pasien 37 tahun datang sendiri ke IGD RSIA Siti Hawa Padang dengan keluhan nyeri pinggang menjalar ke ari-ari semakin lama semakin kuat dan sering sejak 8 jam sebelum masuk rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan ditegakkan diagnosis G3P2A0H3 parturien preterm 35-36 minggu kala I fase aktif + bekas SC 2x + letak sungsang. Kemudian, pasien direncanakan untuk dilakukan SC emergensi pukul 07.50 WIB. Dilahirkan bayi dengan JK : tidak teridentifikasi, BB : 2030 gram, PB : 30 cm, A/S : 3/5, terdapat kelainan kongenital pada ekstermitas bawah bayi. Setelah dilakukan observasi di ruang bayi, kemudian bayi dinyatakan meninggal pukul 09.50 WIB.Kesimpulan: Sirenomelia adalah cacat bawaan yang jarang dan menimbulkan dampak yang fatal, ditandai dengan berbagai tingkat fusi pada tungkai bawah, anomali tulang belakang thoracolumbar, agenesis sacrococcygeal, genitourinari dan atresia anorektal. Karena memiliki prognosis yang buruk, pengelolaan sirenomelia akan menjadi sangat sulit dengan hasil yang tidak terduga.Kata kunci : Kelainan janin, Sirenomelia, Mermaid syndrome