OBGYNIA - Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
Not a member yet
    371 research outputs found

    Effect of Curcumin towards Metabolic Disturbance Parameters in Patient with PCOS: A Systematic Review and Meta-Analysis of Clinical and Preclinical Randomized Controlled Trials

    Get PDF
    Objective: Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) is a gynecologic and endocrine disorder with metabolic disturbances and infertility as the most common long-term consequences. Curcumin comes up as one of the alternative herbal remedies in PCOS treatment options. This study aimed to investigate the therapeutic effect of curcumin on metabolic disturbance parameters in PCOS patients and PCOS-modeled rats. Method: A systematic search of eligible studies was done using PubMed, Google Scholar, EBSCO-Host, and ProQuest according to the PRISMA 2009 guideline. We further assessed for risk of bias using SYRCLE’s risk of bias tool for preclinical studies and The Cochrane risk of bias assessment tool for the clinical studies. We used Review Manager (version 5.4) with random effect model to obtain a pooled mean difference with 95% CIs. Results: Five preclinical studies and three clinical studies were selected and pooled. The significant decrease in the level of Fasting Plasma Glucose (FPG), Fasting Insulin (FI), lipid profile, and Homeostatic Model of Insulin Resistance (HOMA-IR) value, and a significant increase in Quantitative Insulin-Sensitivity Check Index (QUICKI) value found in preclinical studies. The  result for clinical studies showed  a significantly decreased HOMA-IR values (SMD=-0.36, p=0.001), FPG level (SMD=-3.32, p=0.0001), Serum Insulin level (SMD=-1.47, p=0.002), and increased QUICKI value (SMD=0.01, p=0.006). Conclusion: Curcumin offers a substantial effect on metabolic disturbance parameters in PCOS patients and could be an alternative promising treatment for PCOS patients in the future.Pengaruh Kurkuma terhadap Parameter Gangguan Metabolik pada Pasien SOPK: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis Uji Acak Preklinis dan  Klinis TerkontrolAbstrakTujuan: Sindrom Ovarian Polikistik (PCOS) merupakan suatu kelainan ginekologi dan endokrin dengan gangguan metabolisme dan infertilitas sebagai konsekuensi jangka panjang yang paling umum ditemukan. Kurkumin muncul sebagai salah satu pengobatan herbal alternatif dalam pilihan terapi PCOS. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efek terapeutik kurkumin terhadap parameter gangguan metabolik pada pasien PCOS dan model tikus yang mengalami PCOS.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan mencari studi penelitian yang memenuhi syarat menggunakan PubMed, Google Scholar, EBSCO-Host, dan ProQuest mengikuti  PRISMA 2009. Penilaian risiko bias studi menggunakan SYRCLE’s Risk of Bias Tool untuk penelitian preklinis dan The Cochrane Risk of Bias Assessment Tool untuk penelitian klinis. Sintesis kuantitatifmenggunakan Review Manager (versi 5.4) dengan random effect model untuk mendapatkan pooled mean difference dengan interval kepercayaan 95%.Hasil: Sebanyak lima studi penelitian preklinis dan tiga studi penelitian klinis memenuhi kriteria. Terdapat penurunan signifikan kadar gula darah puasa, insulin puasa, profil lipid, dan nilai HOMA-IR, serta peningkatan nilai QUICKI pada studi preklinis. Pada studi klinis menunjukkan  penurunan nilai HOMA-IR (SMD=-0,36, p=0,001), gula darah puasa (SMD=-3,32, p=0,0001), insulin serum (SMD=-1,47, p=0,002),  dan peningkatan nilai QUICKI (SMD=0,01, p=0,006).Kesimpulan: Curcumin dapat memberikan efek terapeutik terhadap parameter gangguan metabolik pasien PCOS dan menjadi salah satu tatalaksana alternatif pasien PCOS di masa depan.Kata kunci: kurkuma; gula darah puasa; sindrom ovarium polikistik

    Effect of Pregnancy towards Prognosisof Women and Babies with COVID-19

    Get PDF
    Objective: Analyzing the relationship of pregnancy with COVID-19 towards the prognostic profiles in mothers and babies.Method: Observational analytics with cross sectional study approach. Data collection through medical records of pregnant women infected with COVID-19 who were treated at Kebayoran Lama Hospital from October 2020 to September 2021.Results: Chi-square statistical test between among women with COVID-19 on prognostic profiles obtained probability value p-value = 0.001 (p-value < 0.05) and Chi-square statistical test among pregnant women with COVID-19 on prognostic profiles in infants obtained a probability value of 0.0001 (p-value < 0.05).Conclusion: Aspects of severity and duration of treatment in cases of pregnancy with COVID-19 are positively related to the prognostic profiles in pregnant women at Kebayoran Lama Hospital. Aspects of COVID-19 exposure in infants, length of treatment, and complication status in cases of pregnancy with COVID-19 are positively related to the prognostic profiles in infants at Kebayoran Lama Hospital.Pengaruh Kehamilan terhadap PrognosisWanita dan Bayi dengan Covid-19AbstrakTujuan: Menganalisis hubungan kehamilan dengan COVID-19 terhadap profil prognosis pada ibu dan bayi.Metode: Analitik observasional dengan pendekatan studi potong lintang. Pengambilan data melalui rekam medis ibu hamil yang terinfeksi COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Kebayoran Lama sejak Oktober 2020 sampai dengan September 2021.Hasil: Uji statistik Chi-square antara ibu hamil dengan COVID-19 terhadap profil prognosis mendapatkan nilai probabilitas p-value = 0,001 (nilai p < 0,05) dan uji statistik Chi-square antara ibu hamil dengan COVID-19 terhadap profil prognosis pada bayi didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,0001 (p value < 0,05).Kesimpulan: Aspek derajat keparahan dan lama perawatan dalam kasus kehamilan dengan COVID-19 berhubungan positif terhadap profil prognosis pada ibu hamil di Rumah Sakit Kebayoran Lama. Aspek paparan COVID-19 pada bayi, lama perawatan, dan status komplikasi pada kasus kehamilan dengan COVID-19 berhubungan positif terhadap profil prognosis pada bayi di Rumah Sakit Kebayoran Lama.Kata kunci: kehamilan, COVID-19, prognosis, ibu, bay

    Deteksi Dini Kanker Payudara dan Lesi Prakanker Serviks pada Tenaga Kesehatan

    Get PDF
    Tujuan: Kegiatan ini untuk menganalisis pengetahuan kanker payudara dan serviks tenaga kesehatan di faskes pertama kabupaten Bogor.Metode: Pelatihan deteksi dini kanker serviks dan payudara tenaga kesehatan di faskes pertama kabupaten Bogor dilakukan 6 hari melalui kuliah, dry lab, dan praktik lapangan. Dilakukan pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan tenaga kesehatan faskes pertama kabupaten Bogor.Hasil: Dari 75 responden perwakilan dari Puskesmas di kabupaten Bogor, 6,67% melakukan pelayanan deteksi dini kanker payudara dan 4,00% melakukan pelayanan deteksi dini kanker serviks. Pengetahuan responden setelah diklat, 100% responden menjawab benar tanda klinis IVA test negatif, pembacaan hasil IVA test setelah 1 menit, anjuran setelah krioterapi, tidak berhubungan selama 4 minggu setelah krioterapi, langkah pemeriksaan payudara, hal yang dilakukan bila menemukan kelainan pada payudara dan setelah digunakan, spekulum didekontaminasi 10 menit direndam dalam larutan klorin 0,5%. Pengetahuan meningkat signifikan mengenai perubahan leher rahim yang abnormal hampir selalu terjadi pada sambungan skuamo-kolumnar, yaitu naik 42,67% (56,00%pada menjadi 98,67% pada post-test).Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan setelah pelatihan kanker payudara dan serviks, terutama deteksi dini lesi prakanker serviks dan payudara, sehingga dapat disimpulkan upaya pelatihan penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan deteksi dini kanker payudara dan serviks.Knowledge of Healthcare Providers on Early Detection of Breast Cancer and Precancerous Cervical LesionsAbstractObjective: This community service program aims to analyze the level of knowledge of breast cancer and cervical cancer by providing solutions through training for healthcare providers at primary health facilities in Bogor Regency.Method: Training on early detection of cervical cancer and breast cancer for doctors and midwives at primary health facilities at the Bogor Regency health office. The training was carried out for 6 days and was divided into lecture delivery, dry lab, and fieldwork practice at Padasuka Health Center and Puter Health Center. Pre-tests and post-tests were carried out to assess the level of knowledge of healthcare providers at primary health facilities in Bogor Regency.Results: Out of 75 representative respondents from each health center in Bogor Regency, 6.67% provided early detection of breast cancer, and 4.00% provided early detection of cervical cancer. As for respondents’ knowledge after being given training, as many as 100% of respondents answered correctly about the clinical signs of a negative VIA test reading the VIA test results after 1 minute, recommendations after cryotherapy, not to have sexual intercourse for 4 weeks after cryotherapy, steps for breast examination, what to do if they find abnormalities in the breast and after use, and the speculum that should be decontaminated for 10 minutes by immersion in 0.5% chlorine solution. Respondents’ knowledge significantly increased regarding abnormal cervical changes-dysplasia almost always occurred in the squamous columnar junction, which went up 42.67% (from 56.00% on the pre-test to 98.67% on the post-test).Conclusion: There was an increase in knowledge and skills after being given training on breast cancer and cervical cancer, especially knowledge about early detection of precancerous cervical lesions and breast cancer, so it can be concluded that training efforts are very important to increase knowledge and skills for early detection of breast cancer and cervical cancer.Key words: cervical cancer, breast cancer, VIA tes

    Apakah Persalinan di Usia Remaja dapat Meningkatkan Insidens Persalinan Prematur

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persalinan usia remaja dan insidens persalinan prematur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang, sampel yang didapatkan berjumlah 87 partisipan yang dianalisis secara univariat dan bivariat (fisher exact) dengan bantuan perangkat lunak SPSS.Hasil: Penelitian ini menemukan sebanyak 16,3% ibu bersalin yang berusia di bawah 20 tahun mengalami persalinan prematur dan adanya hubungan antara persalinan di usia remaja terhadap insidens persalinan prematur (ρ-value = 0,030; PR = 7,163; IK 95% = 0,982 – 71,176). Kesimpulan: Terdapat peningkatan insidens persalinan prematur pada ibu yang bersalin di usia remaja.Does Adolescent Labor Increases the Incidence of Preterm Labor?Abstract Objective: This study aimed to determine the relationship between teenage childbirth and the incidence of premature delivery.Method: This study was an analytical observational research with a cross-sectional design. The sample consisted of 87 participants who were analyzed using univariate and bivariate analysis (fisher exact) with the assistance of SPSS software.Results: this study found that 16.3% of the patients who gave birth under the age of 20 experienced premature delivery and had significant relationship between teenage childbirth and the incidence of premature delivery (ρ-value = 0.030; PR = 7,163; 95% CI = 0.982 - 71.176).Conclusion: There was an increased incidence of premature delivery among patients who gave birth during their teenage years.Key words: pregnancy; pregnancy complications; premature delivery; teenagers

    Preeklamsi dari Masa ke Masa

    Get PDF
    Preeklamsi merupakan kumpulan gejala atau  sindrom meliputi  hipertensi  disertai dengan gangguan  organ multisistem, yang terjadi hanya pada kehamilan dengan etiologi pasti sampai saat ini masih belum diketahui. Keadaan patologi  tersebut sampai saat ini masih merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dalam obstetri. Pada pergantian abad ke-19 ke abad ke-20, teori preeklamsi yang populer merupakan kontaminasi racun atau toksin selama kehamilan dan dianut oleh para ilmuwan secara luas sehingga muncul istilah toxemia gravidarum. Pada saat ini teori yang diterima secara luas adalah preeklamsi berhubungan dengan implantasi abnormal trofoblas, yang diyakini menyebabkan iskemik pada plasenta dan berdampak sistemik. Meskipun tatalaksana telah dikembangkan sesuai dengan kedokteran berbasis bukti, tetapi masih terdapat keterbatasan dalam terapi, yaitu menangani gejala dan persalinan merupakan obat terbaik untuk preeklamsi. Hipotesis dan kontribusi ilmiah sebelumnya telah memengaruhi pemahaman patofisiologi preeklamsi saat ini dan telah menyimpulkan suatu strategi untuk tatalaksana dan kriteria klasifikasinya. Memahami teori masa lalu dan mengenal etiologi serta patofisiologi preeklamsi akan berkontribusi pada tatalaksana yang lebih baik di masa depan yang lebih mengedepankan promotif dan preventif

    Pengaruh Spektrum Plasenta Akreta terhadap Luaran Maternal di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

    Get PDF
    Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh spektrum plasenta akreta terhadap volume perdarahan, infeksi daerah operasi, dan lama hari rawat.Metode: Metode yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain kohor retrospektif. Data diambil dengan meninjau rekam medis. Pengambilan sampel untuk kedua kelompok diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling melalui penetapan kriteria inklusi dan ekslusi. Kelompok pertama subjek dengan spektrum plasenta akreta yang tercatat di dalam rekam medik dalam kurun waktu dari tahun 2016 – 2021, dan kelompok kedua subjek dengan non spektrum plasenta akreta diambil dengan perbandingan 1:2 terhadap kelompok pertama. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact dan Regresi Logistik Ganda dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna secara statistik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan (p<α) terhadap volume perdarahan (p=0,025), infeksi daerah operasi (p=0,025), dan lama hari rawat (p<0,001). Peluang spektrum plasenta akreta terhadap terjadinya volume perdarahan sebesar 3,58 kali, infeksi daerah operasi 4,03 kali, dan lama hari rawat 50,09 kali. Meskipun pengaruh spektrum plasenta akreta secara multivariat tidak dominan terhadap volume perdarahan dan infeksi daerah operasi namun berpengaruh secara bermakna terhadap lama hari rawat.Kesimpulan: Terdapat pengaruh spektrum plasenta akreta terhadap volume perdarahan, infeksi daerah operasi, dan lama hari rawat.The Effect of Placenta Accreta Spectrum on Maternal Outcomes at Hasan Sadikin Bandung General HospitalAbstractObjective: The aim of this study was to analyze the effect of placenta accreta spectrum on bleeding volume, surgical site infection, and length of stay.Methods: This was an observational analytic study with a retrospective cohort design. Data were taken by reviewing medical records with samples divided into two groups. Sampling for both groups was taken using a purposive sampling technique, the samples were selected by establishing inclusion and exclusion criteria. The first group of subjects with the placenta accreta spectrum recorded in the medical record in the period from 2016 – 2021, and the second group of subjects with non-spectrum placenta accreta was taken in a ratio of 1:2 to the first group. Data were analyzed using the Fisher Exact test and Multiple Logistic Regression with a value of p <0.05 which was considered statistically significant.Result: The results showed there was a significant effect (p<α) on bleeding volume (p=0.025), surgical site infection (p=0.025), and length of stay (p<0.001). The probability of placenta accreta spectrum for the occurrence of bleeding volume is 3.58 times, 4.03 times for surgical site infection, and 50.09 times for length of stay. Even though the placenta accreta spectrum multivariate test did not show a significant effect on bleeding volume and surgical site infection, but has a significant effect on length of stay.Conclusion: There was an effect of placenta accreta spectrum on bleeding volume, surgical site infection, and length of stay.Key words: bleeding, length of stay, maternal outcome, surgical site infection, placenta accreta spectrum

    Association Hypoxia Inducible Factors-1 Alpha (HIF-1 α) Levels and Epithelial Ovarian Cancer (EOC)

    Get PDF
    Objective: This study was conduct to investigate the association of the HIF-1α with stage,hystological type of ephitelial ovarian cancer (EOC).Methods: This study is an observational study with a cross-sectional design on 72 women diagnosed with epithelial ovarian carcinoma who underwent surgical staging in a period of 2017 to 2019 in Wahidin Sudirohusodo Hospital. Measurement of HIF1a concentration was performed and further categorized into weak, moderate and strong and then analyzed with age, parity, history of abortion, ascites, type of histopathology, cancer stage and CA-125 serum level.Result: There’s a significant relationship between HIF-1a expression and stage (p<0.05), where moderate expression of HIF1a was the most dominant with a total of 32 (44.4%) people. Moderate-to-strong expression of HIF1a was found more in patients with epithelial ovarian carcinoma than weak-to-negative HIF1a expression. More patients with stage III-IV ovarian carcinoma were found with moderate-to-strong HIF1a expression (51 people). Conclusion: HIF1a expression was found to be increased along with the progression of epithelial ovarian cancer stage where positive HIF1a expression was found more in patients with stage III/IV compared to stage I/II.Hubungan Antara Kadar Hypoxia Inducible Factors-1 Alpha (HIF-1 α) dengan  Karsinoma Ovarium Tipe EpitelialAbstrakTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HIF-1 alpha dan karsinoma ovarium tipe epithelialMetode: Penelitian ini menggunakan desain case-control pada 72 perempuan dengan karsinoma ovarium tipe epitelial yang telah menjalani surgical staging selama tahun 2017 hingga 2019 di RS Wahidin Sudirohusodo. Peneliti mengukur kadar HIF1a dan mengkategorikan dalam negatif, lemah, sedang, dan kuat serta menilai hubungannya dengan usia, paritas, riwayat abortus, ascites, jenis histologi, stadium kanker ovarium, dan kadar CA-125.Hasil: Terdapat hubungan antara stadium dan ekspresi HIF1a (p<0.05). HIF1a dengan ekspresi-sedang didapatkan paling banyak yaitu 32 (44.4%) orang. Lebih banyak ditemukan ekspresi HIF1a sedang-kuat pada pasien karsinoma ovarium tipe epithelial dibandingkan ekspresi HIF1a negatif-lemah. Pasien karsinoma ovarium stadium 3-4 lebih banyak ditemukan dengan ekspresi HIF1a sedang-kuat (51 orang). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi HIF1a dan stadium kanker ovarium tipe epitelial yaitu ekspresi positif HIF1a lebih banyak ditemukan pada pasien dengan stadium III/IV dibandingkan stadium I/II.Kata kunci: Karsinoma ovarium tipe epitelial, Hypoxia Inducible Factor 1 alpha (HIF1a), stadium kanke

    The Correlation Between CYP19 Levels, VAS of Dysmenorrhea, and the Grading Score ASRM of Endometriosis

    Get PDF
    Objective: We aim to assess the correlation between the CYP19 level, the visual analogue scale (VAS) pain and endometriosis American Society for Reproductive Medicine (ASRM)  grading scale.Method: An observational analytic study with a cross–sectional design was conducted at the Obstetrics/Gynecology Department, RSUP Dr. Moh Hoesin Palembang, Laboratory of Biomedical and Biomolecular of the Faculty of Medicine, Universitas Sriwijaya from July–December 2022. Subjects who were diagnosed with endometriosis and met the inclusion and exclusion criteria underwent a histopathological examination to measure the degree of disease according to ASRM. Using the same sample, the CYP19 levels were assessed by enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Univariate and bivariate statistical analyses were performed to see the correlation.Results: This study involved 37 subjects aged 20–48 (Mean: 32 years). We found there was a significant correlation between the degree of VAS score and ASRM grading (p<0.001). In addition, although CYP19 expression was found in ectopic endometrial tissue, there was no significant correlation between the level of CYP19 expression in the tissue and the VAS score dysmenorrhea (p= 0,618) and ASRM grading (p=0.604).Conclusion: There is no significant correlation between CYP19 levels and the degree of pain in VAS or ASRM grading in patients.Hubungan Kadar CYP19, Visual Analogue Score (VAS) Dismenorea, dan Grading Score American Society for Reproductive Medicine (ASRM) Endometriosis Abstrak    Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan kadar CYP19, skala nyeri visual analogue scale (VAS) dan grading berdasarkan American Society for Reproductive Medicine (ASRM) pada pasien endometriosis.Metode: Sebuah studi analitik observasional dengan rancangan cross–sectional dilakukan di Bagian/KSM Obstetri Ginekologi, RSUP Dr. Moh Hoesin Palembang dan Laboratorium Biomedis dan Biomolekuler Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, pada periode Juli–Desember 2022. Subjek penelitian yang terdiagnosis endometriosis dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dilanjutkan pemeriksaan histopatologis untuk mengukur derajat penyakit sesuai rASRM. Dengan menggunakan sampel yang sama dilakukan penilaian kadar CYP19 melalui pemeriksaan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Analisis statistik univariat dan bivariat dilakukan untuk melihat hubungan tersebut. Hasil: Penelitian ini melibatkan 37 subjek dengan rentang usia 20–48 (Median: 32 tahun). Pada penelitian, terdapat hubungan yang bermakna antara derajat nyeri VAS endometriosis terhadap derajat endometriosis (p<0,001). Selain itu, walaupun ditemukan adanya ekspresi CYP19 pada jaringan endometrium ektopik, namun tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kadar CYP19 pada jaringan dengan derajat VAS score dismenorea (p=0,618) dan derajat ASRM endometriosis (p=0,604).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar CYP19 dengan derajat nyeri VAS maupun derajat ASRM endometriosis pada pasien.Kata kunci: ASRM, Kadar CYP19, Endometriosi

    Achondroplasia Berulang pada Orangtua dengan Perawakan Normal: Laporan Kasus

    Get PDF
    Achondroplasia adalah penyebab paling umum dari perawakan pendek yang tidak proporsional. Individu yang terkena memiliki pemendekan rhizomelia pada anggota badan, makrosefali, dan fitur wajah yang khas. Diagnosis achondroplasia dapat ditegakkan dengan temuan klinis dan radiografi yang khas pada sebagian besar individu yang terkena. Identifikasi varian patogen heterozigot pada FGFR3 dapat membantu menegakkan diagnosis. Kejadian rekurensi achondroplasia pada orangtua dengan perawakan normal sangat jarang terjadi. Pada presentasi kasus ini, kami melaporkan achondroplasia berulang pada orangtua dengan perawakan normal, dengan ditemukan mutasi pada gen FGFR3.Recurrent Achondroplasia in Average Stature Parents : A Case ReportAbstractAchondroplasia is the most common cause of disproportionate short stature. Affected individuals have rhizomelic shortening of the limbs, macrocephaly, and characteristic facial features. Achondroplasia can be diagnosed by characteristic clinical and radiographic findings in most affected individuals. Identification of a heterozygous pathogenic variant in FGFR3 can establish the diagnosis. Recurrent achondroplasia in average stature parents is a very rare case. In this case presentation, we report recurrent achondroplasia in average stature parents with proven mutation of FGFR3 gene mutation.Keyword: recurrent achondroplasia, FGFR3 mutatio

    The Relation Between Prenatal Maternal Stress and Sleep Quality of Pregnant Women in Palembang

    Get PDF
    Objective: The aim of this research is to know incidence and relationship between prenatal maternal stress and sleep quality in pregnant women in Palembang City. This study also aims to determine the factors that influence prenatal maternal stress.Method: Observational analytic study by collecting questionnaires on October 18 - November 19, 2022 in 6 puskesmas in Palembang City. This study used Pregnancy Stress Rating Scale (PSRS) and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), followed by calculating the Prevalence Risk.Results: In this study, the results obtained were that of 56 pregnant women in Palembang City, 57.1% experienced stress (mild stress (51.8%) and moderate stress (5.3%)). There were 39.3% of pregnant women with good sleep quality and 60.7% with poor sleep quality. It was found that there was a significant relationship between prenatal maternal stress and sleep quality of pregnant women (PR=4.350; 95% CI; (1.979 – 9.564; p= 0.000). There was a significant relationship between the age of pregnant women and prenatal maternal stress (PR= 0.323; 95) % CI: (0.168 – 0.612); p=0.000) and a significant relationship between maternal work and prenatal maternal stress (PR= 0.425; 95% CI: (0.198 – 0.913); p = 0.013)Conclusion: 57.1% of pregnant women in Palembang experienced stress and 60.7% have poor sleep quality. There was significant relationship between prenatal maternal stress and sleep quality in pregnant women in Palembang City. Factors that influence prenatal maternal stress, namely age and mother's occupation.Hubungan antara Prenatal Maternal Stress dan Kualitas Tidur Ibu Hamil di Kota PalembangAbstractTujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui insidensi dan hubungan antara prenatal maternal stress dan kualitas tidur pada ibu hamil di Kota Palembang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi prenatal maternal stress.Metode: Penelitian analitik observasional dengan mengumpulkan kuisioner pada tanggal 18 Oktober - 19 November 2022 di 6 puskesmas di Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan Pregnancy Stress Rating Scale (PSRS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang kemudian dilanjutkan penghitungan Prevalence Risk .Hasil: Pada penelitian ini diperoleh hasil, dari 56 ibu hamil di Kota Palembang sebanyak 57,1% mengalami stres (stres ringan (51,8%) dan stres sedang (5,3%)). Terdapat 39,3% ibu hamil dengan kualitas tidur baik dan 60,7% dengan kualitas tidur buruk. Ditemukan bahwa ada hubungan signifikan antara prenatal maternal stress dan kualitas tidur ibu hamil (PR=4.350; 95% CI; (1.979 – 9.564; p= 0,000). Terdapat hubungan signifikan antara usia ibu hamil dengan prenatal maternal stress (PR= 0,323; 95% CI: (0.168 – 0.612); p=0,000) dan hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu dengan prenatal maternal stress (PR= 0.425; 95% CI: (0.198 – 0.913); p = 0,013)Kesimpulan: Sebanyak 57,1% ibu hamil di kota Palembang mengalami stres dan 60,7% memiliki kualitas tidur buruk. Terdapat hubungan signifikan antara prenatal maternal stress dan kualitas tidur pada ibu hamil di Kota Palembang. Faktor yang mempengaruhi  prenatal maternal stress, yaitu usia dan pekerjaan ibu. Kata kunci: Ibu hamil, Prenatal Maternal Stress, Kualitas Tidu

    329

    full texts

    371

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OBGYNIA - Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇