Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
    1980 research outputs found

    Penerapan Good Farming Practice (GFP) Di Peternakan Ayam Petelur PT LG Lampung Timur

    Full text link
    PT LG merupakan perusahaan yang bergerak di bidang peternakan khususnya peternakan ayam petelur. Pemeliharaan ayam petelur membutuhkan penanganan yang baik agar dapat menghasilkan ayam dengan kualitas telur yang optimal. Oleh sebab itu, dilakukan penerapan Good Farming Practice (GFP) pada perusahaan sebagai pedoman budi daya ternak ayam petelur yang baik. Sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan baik dapat menekan angka kematian pada ternak menjadi lebih rendah, sehingga jumlah telur yang diproduksi dapat meningkat. Tujuan karya ilmiah ini adalah (1) Mengidentifikasi kegiatan proses produksi telur dan (2) Menjelakan penerapan Good Farming Practice (GFP) di PT LG. Metode analisis yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini adalah metode kualitatif, pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Kegiatan proses produksi di peternakan ayam petelur pada PT LG terdiri dari pemilihan jenis bibit ayam, pemberian pakan, pemberian air minum, pengaturan suhu kandang, dan pengendalian penyakit, sehingga perlu membangun kandang isolasi dan sistem biosecurity farm yang mendukung. Penerapan Good Farming Practice (GFP) menjadi pedoman budidaya ternak ayam petelur yang baik berdasarkan Permentan Nomor: 31/Permentan/OT.140/2/2014 bagi peternakan pada PT LG agar tingkat mortalitasnya berada dalam batas toleransi (0,01-0,3%)

    Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Hortikultura Secara Terpadu Di Pekon Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus

    Full text link
    Pekon Sidokaton terletak dilereng Gunung Tanggamus tepatnya di kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus. Sebagian besar masyarakat pekon Sidokaton bekerja sebagai petani. Permasalahan yang sering dihadapi petani Sidokaton adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Selama ini pengendalian yang dilakukan adalah pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan pestisida. Dalam penerapan di bidang pertanian, ternyata tidak semua pestisida mengenai sasaran. Kurang lebih hanya 20 persen pestisida mengenai sasaran sedangkan 80 persen lainnya jatuh ke tanah. Akumulasi residu pestisida tersebut mengakibatkan pencemaran lahan pertanian, reistensi hama dan penyakit, terakumulasi pada hasil panen, dan bersifat racun bagi penggunanya. Dalam pengendalian OPT haruslah memperhatikan konsep ekologi pertanian yang dikenal dengan konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Konsep ini dilaksanakan dengan cara memadukan beberapa teknik pengendalian OPT yang dilakukan sejak dari awal persiapan lahan hingga panen, dengan menerapkan konsep PHT diyakini dapat mengatasi serangan OPT yang terjadi. Adanya  kegiatan penyuluhan PHT ini diharapkan petani Sidokaton mampu secara mandiri menerapkan konsep PHT dalam pengendalian OPT. Hasil pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa petani Sidokaton mulai sadar akan pentingnya menjaga kelestarian keberlanjutan pertanian dengan menjaga ekosistem pertanian melalui pengendalian OPT secara terpadu

    Efektivitas Ekstrak Cacabean (Ludwigia hyssopifolia G. Don Exell) pada Perkecambahan Biji dan Pertumbuhan Gulma Bobontengan (Leptochloa chinensis L. Nees)

    Full text link
    The presence of bobontengan weed (Leptochloa chinensis) in rice fields is considered to be detrimental and need to be controlled. Compounds secondary metabolites plant can be used as herbicides for weed control. Cacabean (Ludwigia hyssopifolia) is one of the plants that contain secondary metabolites compounds. This study aimed to determine the potency of the extract of each part of cacabean plant and the level of concentration in germination and growth of bobontengan. The research was carried out from February to March 2023, in the Integrated Field Greenhouse, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The research design used a Randomized Block Experiment Design (RAK). The treatment consisted of two factors with four groups. The first factor was the source of cacabean extract: leaves, stems and roots, while the second factor was the concentration of cacabean extract which consisted of 4 levels: 0, 5, 10 and 15%. The homogeneity of variance was tested by Bartlett's test and the additiveness of the data was tested by Tukey's test. If the assumptions are met, the data is analyzed by analysis of variance and differences in treatment mean values followed by the Least Significant Difference (LSD) test at the 5% level. The results showed that extracts of leaves, stems and roots of cacabean at concentrations of 5, 10 and 15% effectively suppressed seed germination and bobontengan weed growth. L.hyssopifolia leaf extract was most effective in suppressing germination, shoot height growth, and dry weight of bobontengan weed. Cacabean leaves and stem extracts were most effective in suppressing the percentage of germination, shoot height growth, and the total dry weight of bobontengan. Concentration of 15% of Cacabean extract was most effective in suppressing the growth of shoot height of 2 MSA, root length, and dry weight of bobontengan, while the concentration of 10-15% was most effective in suppressing the percentage of germination and shoot height of 4 MSA. Sources of cacabean leaves, stem and root extracts were influenced by the level of extract concentration in suppressing seed germination and crown height.Keberadaan bobontengan (Leptochloa chinensis) di areal persawahan dinilai dapat merugikan sehingga perlu dikendalikan. Senyawa metabolit sekunder tumbuhan dapat dimanfaatkan sebagai herbisida nabati untuk pengendalian gulma. Cacabean (Ludwigia hyssopifolia) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak tiap bagian tumbuhan cacabean dan tingkat konsentrasi pada perkecambahan dan pertumbuhan bobontengan. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Terpadu pada bulan Februari hingga Maret 2023. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari dua faktor dengan empat kelompok. Faktor pertama adalah sumber ekstrak cacabean yaitu daun, batang, dan akar, sedangkan faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak cacabean yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 5, 10, dan 15%. Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan aditifitas data diuji dengan uji Tukey. Apabila asumsi terpenuhi maka data dianlisis dengan analisis ragam dan perbedaan nilai tengah perlakuan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun, batang, dan akar cacabean pada konsentrasi 5, 10, dan 15% efektif menekan perkecambahan biji dan pertumbuhan bobontengan. Ekstrak daun dan batang cacabean paling efektif menekan persentase perkecambahan, pertumbuhan tinggi tajuk, dan bobot kering total bobontengan. Konsentrasi ekstrak cacabean 15% paling efektif menekan pertumbuhan tinggi tajuk 2 MSA, panjang akar, dan bobot kering total bobontengan, sedangkan konsentrasi 10-15% paling efektif menekan persentase perkecambahan dan tinggi tajuk bobontengan 4 MSA. Sumber ekstrak daun, batang, dan akar cacabean dipengaruhi tingkat konsentrasi ekstrak dalam menekan perkecambahan biji dan tinggi tajuk bobontengan

    PENDAMPINGAN KEGIATAN BUDIDAYA IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) PADA MEDIA BAK TERPAL DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN

    Full text link
    Desa sungai Langka merupakan desa yang terletak diwilayah Kecamatan Gedong Tataan. Kedua desa tersebut memliliki posisi strategis dan berpotensi dalam pengembangan Budidaya perikanan serta objek wisatanya (Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran, 2019). Kedepanya hal ini akan menjadi daya Tarik kuat bagi wisatawan sehingga dapat mendukung pengembangan agrowisata perikanan sekaligus melakukan peningkatan produksi panen ikan lele di Kabupaten Pesawaran.  Namun masih terkendala beberapa masalah teknik budidaya ikan lele yang belum baik dan efisien sehingga perlunya ada penanggulangan dalam perbaikan produksi penen ikan lele. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Sungai Langka yaitu pendampingan tentang berbagai metode Budidaya ikan lele diantaranya pemilihan bibit yang berkualitas, dan metode budidaya di media bak terpal

    PEMBUATAN MODEL CETAKAN PENGECORAN ALUMUNIUM SEBAGAI ALAT PENUNJANG PRAKTIKUM MAHASISWA

    Full text link
    Pengecoran logam merupakan metode yang banyak digunakan untuk memproduksi peralatan atau benda teknik serta benda untuk kehidupan sehari-hari. Pada proses pengecoran  diperlukan  cetakan  yang  sesuai  dengan  kebutuhan.  Bahan  cetakan bermacam-macam ada dari pasir, tanah liat, gipsum dan juga dari logam. Berbagai macam variasi cetakan digunakan dalam proses pengecoran, salah satunya pasir ini umum digunakan dalam dunia industri. Kemudian ada logam  yang memebrikan hasil  lebih  halus.  Keterampilan  dengan  praktek  langsung  ini  mahasiswa  siap berkompetisi di dunia kerja atau berwirausaha. Guna mencapai maksud tersebut, Politeknik   memberikan   pengalaman   belajar  dan  praktek   untuk  membentuk kemampuan  profesional  di  bidang  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi.  Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat model cetakan pengecoran alumunium untuk praktikum mahasiswa. Hasil pengujian didapatkan bahwa cetakan model C yang mempunyai demensi yang terbaik. Waktu dan suhu pendinginan yang terbaik pada cetakan model A. Model cetakan A, B dan C dapat digunakan untuk penunjang praktikum mahasiswa. &nbsp

    Infeksi Parasit Trematoda Pada Saluran Gastrointestinal Sapi Potong Di Peternakan Rakyat Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan

    Full text link
    Candipuro District is an agricultural and plantation area, apart from that the people also raise beef cattle. Beef cattle are used as a source of meat and as a source of fertilizer for agriculture in the area. There are still some farmers in Candipuro District who raise beef cattle using the traditional method, where the cattle are still kept behind the farmer's house and are given forage in the form of grass. Providing forage in the form of grass can have an impact on livestock health, especially on exposure to gastrointestinal parasites. Gastrointestinal parasite infections are a common problem in cases of gastroenteritis in livestock throughout the world. This can have quite a broad impact, especially on the health of the veterinary community and the health of the livestock itself throughout the world, especially in developing countries. This research was carried out using sample testing using the sedimentation method and also McMaster. Data obtained from the results of testing 193 fecal samples in 14 villages in Candipuro District using the floating and EPG methods, the results obtained are as in table 1. The incidence rate of Trematode parasite infection in Candipuro District is 46.56%. Of the 14 villages, there was a 0% incidence rate of trematode worm cases in Banyumas Village. And then the highest prevalence was in Karya Mulya Sari village at 13.97%. The conclusion of this research is the incidence of Trematode parasite infection in Candipuro District. Of the 193 samples examined, 76 samples were positively infected with Trematode parasites with the species Fasciola sp. and Paramphistomum sp.Candipuro District is an agricultural and plantation area, apart from that the people also raise beef cattle. Beef cattle are used as a source of meat and as a source of fertilizer for agriculture in the area. There are still some farmers in Candipuro District who raise beef cattle using the traditional method, where the cattle are still kept behind the farmer's house and are given forage in the form of grass. Providing forage in the form of grass can have an impact on livestock health, especially on exposure to gastrointestinal parasites. Gastrointestinal parasite infections are a common problem in cases of gastroenteritis in livestock throughout the world. This can have quite a broad impact, especially on the health of the veterinary community and the health of the livestock itself throughout the world, especially in developing countries. This research was carried out using sample testing using the sedimentation method and also McMaster. Data obtained from the results of testing 193 fecal samples in 14 villages in Candipuro District using the floating and EPG methods, the results obtained are as in table 1. The incidence rate of Trematode parasite infection in Candipuro District is 46.56%. Of the 14 villages, there was a 0% incidence rate of trematode worm cases in Banyumas Village. And then the highest prevalence was in Karya Mulya Sari village at 13.97%. The conclusion of this research is the incidence of Trematode parasite infection in Candipuro District. Of the 193 samples examined, 76 samples were positively infected with Trematode parasites with the species Fasciola sp. and Paramphistomum sp

    Autentikasi User Dengan Metode Single Sign-On Berbasis Windows Active Directory Pada PT. XYZ

    Full text link
    To connect to the company network, a WPA2-PSK-based security system is in place, requiring users to input the company Wi-Fi password. One of the issues that arises is the difficulty in identifying the status of users attempting to access the network. Apart from security concerns regarding the network, the use of this security key allows non-employees to connect to the network using personal devices. As a solution to enhance the existing authentication system, security systems like RADIUS can be utilized. This system operates to mitigate threats to the network security. The process undertaken through the implementation of this NDLC method commences with identifying and designing network security authentication, progressing through the implementation phase until the design can be regularly utilized. With the introduction of a user authentication system employing a single sign-on method based on Windows Active Directory at XYZ Inc., users will find it easier to connect to the wireless network. With WPA2-Enterprise, access to the network will be restricted.Untuk terhubung ke dalam jaringan perusahaan terdapat sistem keamanan berbasis WPA2-PSK sehingga user diwajibkan memasukan password wifi perusahaan. Salah satu isu yang muncul adalah kesulitan dalam mengidentifikasi status user yang berupaya mengakses jaringan. Selain permasalahan dari segi keamanan jaringan, dengan pengunaan key security tersebut user selain karyawan dapat terhubung ke jaringan menggunakan perangkat pribadi. Sebagai salah satu solusi untuk memperbaiki sistem autentikasi yang ada pada saat ini, terdapat sistem keamanan yang dapat dimanfaatkan seperti RADIUS. Sistem dijalankan untuk menghindari ancaman pada sistem keamanan jaringan. Proses yang dilakukan dengan menerapkan metode NDLC ini dimulai dengan mengidentifikasi dan melakukan perancangan autentikasi keamanan pada jaringan sampai ke tahap implementasi rancangan tersebut hingga dapat digunakan secara rutin. Dengan adanya sistem autentikasi user dengan metode single sign-on berbasis Windows active directory pada PT. XYZ user akan lebih mudah untuk terhubung ke dalam jaringan wireless. Dengan WPA2 - Enterprise akses untuk masuk ke dalam jaringan akan terbatas

    Pengaruh Variasi Suhu dan Durasi Pengepresan pada Kualitas Lemak Kakao

    Full text link
    This research aims to explore the impact of temperature and duration of cocoa pressing on the properties of the cocoa butter produced, as well as the organoleptic preferences of the panelists. The pressing process uses a hydraulic press method for cocoa paste. This research design was carried out using two factors, namely pressing temperature with three levels: 50°C, 70°C, and 90°C, and pressing duration with three levels: 30, 40, and 50 minutes. The cocoa butter produced was analyzed for yield, free fatty acid content, water content, saponification value, iodine value, peroxide value, and antioxidant activity. The results showed that pressing temperature significantly influenced yield, water content, free fatty acid content, saponification value, iodine value, peroxide value, and antioxidant activity. Meanwhile, the duration of pressing only affects the yield, water content, saponification value, iodine value, and peroxide value. The cocoa butter produced can meet SNI standards. It has high antioxidant activity, which is obtained under operating conditions at a temperature of 50°C for 30 minutes, even though it produces the lowest yield. This research shows that lower pressing temperatures and duration can produce good quality cocoa butter, which panelists accept without changing the aroma, appearance, and original composition, even though the resulting yield is lower.This research aims to explore the impact of temperature and duration of cocoa pressing on the properties of the cocoa butter produced, as well as the organoleptic preferences of the panelists. The pressing process uses a hydraulic press method for cocoa paste. This research design was carried out using two factors, namely pressing temperature with three levels: 50°C, 70°C, and 90°C, and pressing duration with three levels: 30, 40, and 50 minutes. The cocoa butter produced was analyzed for yield, free fatty acid content, water content, saponification value, iodine value, peroxide value, and antioxidant activity. The results showed that pressing temperature significantly influenced yield, water content, free fatty acid content, saponification value, iodine value, peroxide value, and antioxidant activity. Meanwhile, the duration of pressing only affects the yield, water content, saponification value, iodine value, and peroxide value. The cocoa butter produced can meet SNI standards. It has high antioxidant activity, which is obtained under operating conditions at a temperature of 50°C for 30 minutes, even though it produces the lowest yield. This research shows that lower pressing temperatures and duration can produce good quality cocoa butter, which panelists accept without changing the aroma, appearance, and original composition, even though the resulting yield is lower

    BIMTEK PROCESSING LEFT RICE INTO SEMPOL NUGETS FOR PKK WOMEN'S GROUP IN SUKA BANDUNG VILLAGE NEGARA RATU VILLAGE, NATAR LAMPUNG SELATAN.

    Full text link
    Kebutuhan Rumah Tangga dari hari ke hari semakin bertambah, apalagi dimasa pasca pendemi Covid 19 menjadi kehawatiran tersendiri bagi para Ibu Rumah Tangga untuk lebih pandai dalam mengatur ekonomi keluarga, dan mencari alternatif untuk penyediaan konsumsi Rumah Tangga nya. Dalam Rangka menangkap peluang dan memenuhi kebutuhan Rumah Tangga Tim Pengabdian mengajak kelompok Ibu PKK Dusun Suka Bandung membuat kegitan Tambahan Rumah Produksi kreatif yang dipilih produknya adalah Nuget/Sempol yang terbuat dari sisa Nasi, kenapa memilih produk ini dikarenakan kebiasaan yang ada di Dusun tersebut apabila ada sisa Nasi hanya digunakan untuk makanan ternak, bagi yang tidak memiliki ternak hanya dibuang begitu saja, atau dimanfaatkan menjadi karak. Inovasi yang diusulkan oleh Tim Pengabdian di terima dengan atunsias karena selain dapat menjadi peluang usaha juga bisa menjadi lauk bagi masing-masing Rumah tangga nya atau bekal sekolah anak. Kegitan ini dilaksanakan dengan tujuan: Meningkatkan pengetahuan Kelompok PKK Dusun Suka Bandung, memunculkan Jiuwa Wirausaha, dan Meningkatkan pendaopatan Rumah Tangga. Pelatihan ini menggunakan metode yaitu: bimbingan Teknis membuat sempol/nuget dari nasi sisa, pelatihan strategi memasarkan produknya, dan pembuatan pembukuan sederhana. Hasil kegiatan ini meningkjatkan kemandirian Ibu Rumah Tangga di Dusun tersebut dan meningkatnya pengetahuan Ibu PKK bagaiaman mengatur keuangan Rumah Tangga dengan pembukuan sederhana.ABSTRAK Kebutuhan Rumah Tangga dari hari ke hari semakin bertambah, apalagi dimasa pasca pendemi Covid 19 menjadi kehawatiran tersendiri bagi para Ibu Rumah Tangga untuk lebih pandai dalam mengatur ekonomi keluarga, dan mencari alternatif untuk penyediaan konsumsi Rumah Tangga nya. Dalam Rangka menangkap peluang dan memenuhi kebutuhan Rumah Tangga Tim Pengabdian mengajak kelompok Ibu PKK Dusun Suka Bandung membuat kegitan Tambahan Rumah Produksi kreatif yang di pilih produknya adalah Nuget/Sempol yang terbuat dari sisa Nasi, kenapa memilih produk ini dikarenakan kebiasaan yang ada di Dusun tersebut apabila ada sisa Nasi hanya digunakan untuk makanan ternak, bagi yang tidak memiliki ternak hanya dibuang begitu saja, atau dimanfaatkan menjadi karak. Inovasi yang diusulkan oleh Tim Pengabdian di terima dengan atunsias karena selain dapat menjadi peluang usaha juga bisa menjadi lauk bagi masing-masing Rumah tangga nya atau bekal sekolah anak. Kegitan ini dilaksanakan dengan tujuan : Meningkatkan pengetahuan Kelompok PKK Dusun Suka Bandung, memunculkan Jiuwa Wirausaha, dan Meningkatkan pendaopatan Rumah Tangga. Pelatihan ini menggunakan metode yaitu : bimbingan Teknis membuat sempol/nuget dari nasi sisa, pelatihan strategi memasarkan produknya, dan pembuatan pembukuan sederhana. Hasil kegiatan ini meningkjatkan kemandirian Ibu Rumah Tangga di Dusun tersebut dan meningkatnya pengetahuan Ibu PKK bagaiaman mengatur keuangan Rumah Tangga dengan pembukuan sederhana

    Bimbingan Teknis Monitoring Bawah Air Untuk Fish Apartment Bagi Kader Konservasi Di Perairan Limau, Kab. Tanggamus

    Full text link
    Kepedulian pemerintah dalam pemulihan sumberdaya ikan di Perairan Limau dengan memberikan hibah fish apartment semestinya diimbangi dengan komitmen pengelola dalam memonitor perkembangan habitat buatan tersebut. Koperasi Inti Rakyat sebagai penerima hibah fish apartment berupaya dapat memaksimalkan fungsi konstruksinya agar dapat memberikan impact yang baik bagi ekosistem laut dan masyarakat Pekon Tegineneng, kecamatan Limau. Inisiasi aktivitas bimbingan teknis monitoring fish apartment ditujukan untuk mendukung keberlanjutan program pemerintah dalam pemantauan kelayakan fish apartment di perairan Indonesia. Kegiatan ini penting dilakukan mengingat kader konservasi belum memiliki kemampuan secara teori dan teknis dalam memonitor stabilitas konstruksi rumah ikan dan juga belum memiliki kemampuan dalam pemantauan pemulihan sumberdaya ikan di sekitar fish apartment. Tahapan kegiatan PKM terdiri dari sosialisasi pentingnya program fish apartement, pengadaan alat bantu penyelaman dasar, bimbingan teknis monitoring bawah air dan inventarisasi data pemantauan serta evaluasi kegiatan. Kader konservasi dapat mengikuti rangkaian kegiatan bimbingan teknis monitoring rumah ikan dengan baik dan mampu melakukan assessment terhadap kondisi kontruksi dan pemulihan habitat sekitar rumah ikan

    1,813

    full texts

    1,980

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇