Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
    1980 research outputs found

    Aplikasi Beberapa Jenis Pupuk terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit pad Fase Pre Nursery

    Get PDF
    Fertilisation in the pre-nursery phase of oil palm plants is very important.  Fertilisation can increase the growth of oil palm seedlings, make plants healthy, etc. The purpose of this research is to see the effect of each fertiliser used on several growth parameters of oil palm seedlings.  The purpose of this research is to see the effect of each fertiliser used on several growth parameters of oil palm seedlings. the method used in this research is a group randomised design with 5 treatments and 10 replicates.  The treatments/fertilisers used in this study were urea fertiliser, P fertiliser, NPK fertiliser, and oragnik cari fertiliser made from active mycorrhiza. The parameters observed were plant height, plant diameter, and leaf length of oil palm seedlings. observations were made every week with a frequency of 3 observations. the results of this study are that each fertiliser has a different effect on each observation parameter and frequency of observation.  NPK fertiliser and urea fertiliser were significantly different from other treatments in the first observation of plant height.  While in plant diameter, liquid fertiliser made from active mycorrhiza tends to be significantly different from other treatments.  In leaf length, the results showed an irregular pattern.  However, in the mycorrhizal fertiliser treatment, the number of leaves exceeded 1 of the other treatments.Pemupukan pada fase pre nurseri tanaman kelapa sawit sangat penting.  Pemupukan dapat meningkatkan pertumbuhan bibit kelapa sawit, membuat tanaman menjadi sehat dsb.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh setiap pupuk yang digunakan terhadap beberapa parameter pertumbuhan bibit kelapa sawit.  metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan 5 perlakuan dan 10 ulangan.  Adapun perlakuan/pupuk yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk urea, pupuk P, pupuk NPK, dan pupuk oragnik cari berbahan aktif mikoriza.,  Adapun parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter tanaman, dan Panjang daun bibit kelapa sawit.  pengamatan dilakukan setiap minggu dengan frekuensi pengamatan sebanyak 3 kali pengamatan. hasil dari penelitian ini adalah setiap pupuk memiliki pengaruh yang berbeda pada setiap parameter pengamatan dan frekuensi pengamatan.  Pupuk NPK dan pupuk urean berbeda nyata dengan perlakuan lainnya pada pengamatan pertama tinggi tanaman.  Sedangkan pada diameter tanaman, pupuk cair berbahan aktif mikoriza cendrung berbeda nyata dengan perlakuan lainnya.  Pada Panjang daun, hadil penelitian menunjukan pola yang tidak teratur.  Namun pada perlakuan pupuk mikoriza, jumlah daun melebihi 1 dari perlakuan yang lain.&nbsp

    Hubungan Tingkat Kepatuhan Petani Hortikultura Dataran Rendah dalam Penggunaan Pestisida terhadap Populasi Hama, Penyakit, Musuh Alami, dan Keamanan Produk

    Get PDF
    The improper use of pesticides can lead to significant negative impacts on both the environment and human health. This study evaluates horticultural farmers' compliance with recommended pesticide practices in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, and examines the effects on pests, diseases, natural enemies, and pesticide residues in their products. This research used a direct survey method on horticultural crop cultivation land in Ogan Ilir Regency, South Sumatra, and sent plant samples to be tested for pesticide residue levels. The results showed that low-compliance farmers had high pest populations, high disease incidence, and fewer natural enemies, while high-compliance farmers had low pest populations, low disease incidence, and more natural enemies. Pesticide residue tests indicated that products from low-compliance farmers contained Amitraz residues of 0.02 mg/kg and Chlorantraniliprole residues of 0.14 mg/kg, while medium-compliance farmers had Amitraz residues of 0.02 mg/kg and Chlorantraniliprole residues of 0.18 mg/kg. No pesticide residues were detected in products from high-compliance farmers. The study concludes that adherence to recommended pesticide use significantly influences the balance of agricultural ecosystems and the safety of agricultural products.Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat menyebabkan dampak negatif yang signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Penelitian ini mengevaluasi kepatuhan petani hortikultura terhadap praktik penggunaan pestisida yang direkomendasikan di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dan mengkaji dampaknya terhadap hama, penyakit, musuh alami, dan residu pestisida pada produk mereka. Penelitian ini menggunakan metode survei langsung ke lahan budidaya tanaman hortikultura di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, dan mengirimkan sampel tanaman untuk diuji kadar residu pestisidanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani dengan tingkat kepatuhan rendah memiliki populasi hama yang tinggi, insiden penyakit yang tinggi, dan musuh alami yang lebih sedikit, sedangkan petani dengan tingkat kepatuhan tinggi memiliki populasi hama yang rendah, insiden penyakit yang rendah, dan lebih banyak musuh alami. Uji residu pestisida menunjukkan bahwa produk dari petani dengan tingkat kepatuhan rendah mengandung residu Amitraz sebesar 0,02 mg/kg dan residu Chlorantraniliprole sebesar 0,14 mg/kg, sedangkan petani dengan tingkat kepatuhan sedang memiliki residu Amitraz sebesar 0,02 mg/kg dan residu Chlorantraniliprole sebesar 0,18 mg/kg. Tidak ada residu pestisida yang terdeteksi pada produk dari petani dengan tingkat kepatuhan tinggi. Studi ini menyimpulkan bahwa kepatuhan terhadap penggunaan pestisida yang direkomendasikan secara signifikan mempengaruhi keseimbangan ekosistem pertanian dan keamanan produk pertanian

    Pembesaran Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var) dengan Penambahan Tepung Kulit Pisang pada Pakan

    Get PDF
    Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var) merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang hidup diperairan tenang. Ikan ini merupakan jenis ikan konsumsi yang memiliki prospek menjanjikan dipasaran. Permintaan terhadap ikan  lele sangkuriang yang semakin meningkat, maka dalam kegiatan Proyek Mandiri ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelangsungan hidup ikan serta pertumbuhan  ikan lele sangkuriang dengan penambahan tepung kulit pisang yang diberikan pada lele sangkuriang. Pemeliharaan dilakukan selama tujuh minggu atau lima puluh hari. Pemeliharaan tersebut mendapat hasil akhir bobot rata-rata pada kolam perlakuan sebesar 23,78 gram dan bobot rata-rata akhir pada kolam tanpa perlakuan  sebesar 22,35 gram. Sedangkan untuk hasil akhir panjang rata-rata pada kolam perlakuan sebesar 16,32 cm dan panjang rata rata akhir pada kolam tanpa perlakuan sebesar 15,17 cm. Tingkat kelangsungan hidup (SR) pada kolam perlakuan sebesar 100% dan tingkat kelangsungan hidup (SR) pada kolam tanpa perlakuan sebesar 81,6%. Penambahan tepung kulit pisang pada pakan mampu meminimalisir tingkat  kanibalisme pada ikan lele sangkuriang karena terdapat kandungan asam amino triptofan yang bisa mengurangi dan menekan kanibalisme yang terjadi

    Diseminasi Bioteknologi Pengolahan Limbah Pertanian sebagai Pakan Ternak di Desa Labuhan Ratu IX Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur

    Get PDF
    Kegiatan  pengabdian  kepada  masyarakat merupakan  suatu kegiatan yang  dilaksanakan   sebagai  suatu  wujud   kepedulian  pengusul   terhadap  para peternak di Desa Labuhan Ratu IX, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Lampung. Berdasarkan analisis situasi di Labuhan Ratu, terungkap permasalahan yang dihadapi oleh para petemak yaitu kurangnya hijauan  pakan temak saat musim kemarau,  limbah  pertanian  yang  belum  dimanfaatkan  secara  optimal  dan  daya simpan hijauan yang tidak lama. Pengabdian yang dilaksanakan adalah dengan memberikan transfer ilmu dari pihak Jurusan Peternakan Politeknik Negeri Lampung melalui program teknik pembuatan pakan dengan memanfaatkan limbah pertanian yang ada di Desa Labuhan Ratu IX pada bulan Juni-Juli 2024. Teknik pembuatan silase dipilih dengan memperhatikan kemudahan saat tranfer dan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku yang digunakan. Hasil dari pengabdian ini masyarakat menjadi paham teknik yang bisa digunakan untuk memanfaatkan limbah pertanian yang ada disekitarnya terutama pada ternak ruminansia

    SKRINING KETAHANAN BEBERAPA PLASMA NUTFAH UBI JALAR TERHADAP CEKAMAN ALUMINIUM DAN TANAH MASAM

    Get PDF
    The increase in demand for sweet potatoes was not accompanied by an increase in production caused by a reduction in the area planted with sweet potatoes due to land conversion from wetlands to marginal lands. However, the available land for the expansion of agricultural areas is dominated by acid soils that are poor in nutrients. The main problem of planting in acid soil is the high content of Aluminum (Al). One of the effective approaches to selecting plants that are resistant to Al is using the solution culture method by adding Al and adjusting the pH of the solution. This activity aimed to obtain and develop the most appropriate and efficient screening method for selecting the resistance of some sweet potato germplasm to Al stress. The plant materials used were several collections of sweet potato germplasm, namely: Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2, Kidal, Papua Salosa, Sari, and Sarwentar. The research activities included: (1) Screening of sweet potato shoots in Al solution culture media in the form of AlCl3.6H2O with concentrations of 0, 100, 200, 300, 400, and 500 mg/L with a solution pH of 4.0 and (2) Testing of sweet potato Al tolerant on acid soils, namely yellow red podzolic soil from Bagoang Jasinga Village, Bogor Regency, Indonesia with a pH of 4.4-5.2. The results obtained were two sweet potato varieties that were tolerant of Al and acid soils, namely Kidal and Papua Salosa. Both of these varieties can be used as Al-tolerant and acid-soil-tolerant sweet potato planting material. Meanwhile, Antin was used as a comparison plant material that was intolerant of Al and acid soil.Peningkatan permintaan ubi jalar tidak dibarengi dengan peningkatan produksi yang disebabkan oleh berkurangnya luas pertanaman ubi jalar akibat alih fungsi lahan dari lahan basah menjadi lahan marjinal. Namun lahan yang tersedia untuk perluasan areal pertanian didominasi oleh tanah masam yang miskin unsur hara. Masalah utama penanaman di tanah masam adalah tingginya kandungan Aluminium (Al). Salah satu metode yang efektif untuk memilih tanaman yang tahan terhadap Al adalah metode kultur larutan. Metode dilakukan dengan penambahan Al dan pengaturan pH. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh dan mengembangkan metode skrining yang paling tepat dan efisien untuk menyeleksi ketahanan beberapa plasma nutfah ubi jalar terhadap cekaman Al. Bahan tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah beberapa koleksi plasma nutfah ubi jalar: Antin 1, Antin 3, Beta 1, Beta 2, Kidal, Papua Salosa, Sari, dan Sarwentar. Kegiatan penelitian meliputi: (1) Skrining tunas ubi jalar dalam media kultur larutan Al dalam bentuk AlCl3.6H2O dengan konsentrasi 0, 100, 200, 300, 400, dan 500 mg/L dengan pH larutan 4.0 dan (2) Pengujian ubi jalar yang toleran Al pada tanah masam yaitu tanah podsolik merah kuning dari Desa Bagoang Jasinga, Kabupaten Bogor, Indonesia dengan pH 4.4-5.2. Hasil penelitian diperoleh dua varietas ubi jalar yang toleran Al dan tanah masam, yaitu Kidal dan Papua Salosa. Kedua varietas ini dapat digunakan sebagai bahan tanaman ubi jalar yang toleran Al dan tanah masam. Sedangkan Antin digunakan sebagai bahan tanaman pembanding yang sensitif Al dan tanah masam

    The Impact of Macro Economic Variables on the Exchange Rate of Large Ruminant Livestock Farmers in East Nusa Tenggara: An Analysis of the Time Series 2008-2022

    Get PDF
    This study aims to examine the effects of inflation, loan interest rates, labor, and exchange rates on the exchange rate of large ruminant cattle farmers in East Nusa Tenggara and the development of the exchange rate achievement rate of large ruminant cattle farmers for the period 2008-2022. The data used in this study is time series data for the period 2008-2022 obtained from the Central Statistics Agency. The analysis method used is a multiple regression model with software econometric views 12 and a quantitative descriptive method. The research variables include the exchange rate of large ruminant farmers, inflation, loan interest rates, labor, and exchange rates. The results of the analysis show that inflation, loan interest rates, and exchange rates have a significant effect on the exchange rate of large ruminant farmers. The purchasing power and welfare of East Nusa Tenggara farmers are relatively low nationally but have a higher average growth.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh inflasi, suku bunga pinjaman, tenaga kerja, dan kurs terhadap nilai tukar petani ternak ruminansia besar di Nusa Tenggara Timur dan perkembangan tingkat capaian nilai tukar petani ternak ruminansia besar periode 2008-2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series periode 2008-2022 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi berganda dengan software econometric views 12 dan metode deskriptif kuantitatif. Variabel penelitian meliputi nilai tukar petani ternak ruminansia besar, inflasi, suku bunga pinjaman, tenaga kerja, dan kurs. Hasil analisis menunjukkan bahwa inflasi, suku bunga pinjaman, dan kurs berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar petani ternak ruminansia besar. Daya beli dan kesejahteraan peternak Nusa Tenggara Timur relatif rendah secara nasional tetapi memiliki rata-rata pertumbuhan yang lebih tinggi

    Analisis Keberlanjutan Perkebunan Sawit Rakyat dalam Mendukung Indonesian Sustainable Palm Oil di Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Banyuasin

    Get PDF
    Indonesia's palm oil industry has long faced criticism and denial, accusations that the palm oil industry is unsustainable, and smallholder plantations are seen as contributing to environmental risks. In response to this, the Indonesian government, to ensure the sustainability of the palm oil industry, created a sustainability standard called ISPO, which is mandated to be mandatory for all companies and smallholders through presidential regulation number 44/2020 with a grace period of 5 years to fulfill these obligations. However, these efforts faced various problems, especially for independent smallholders. Based on the problems faced, this study aims to determine the realization of ISPO principles and criteria and identify the achievement of ISPO principles and criteria in smallholder oil palm plantations in Tungkal Ilir District, Banyuasin Regency. The research method used is a quantitative descriptive approach with Guttman scale measurements to analyze the realization of the application of ISPO principles and criteria and identify the achievements of ISPO principles and criteria. From many study results, the realization of the implementation of ISPO principles and criteria in Tungkal Ilir District from the available indicators has yet to be met, and many still need to.  Many require more attention, including the criteria for legality and management of smallholders, criteria for obligations related to environmental permits, technical criteria for applying oil palm cultivation and transportation, and the principle of implementing transparency.Indonesia's palm oil industry has long faced criticism and denial, accusations that the palm oil industry is unsustainable, and smallholder plantations are seen as contributing to environmental risks. In response to this, the Indonesian government, to ensure the sustainability of the palm oil industry, created a sustainability standard called ISPO, which is mandated to be mandatory for all companies and smallholders through presidential regulation number 44/2020 with a grace period of 5 years to fulfill these obligations. However, these efforts faced various problems, especially for independent smallholders. Based on the problems faced, this study aims to determine the realization of ISPO principles and criteria and identify the achievement of ISPO principles and criteria in smallholder oil palm plantations in Tungkal Ilir District, Banyuasin Regency. The research method used is a quantitative descriptive approach with Guttman scale measurements to analyze the realization of the application of ISPO principles and criteria and identify the achievements of ISPO principles and criteria. From many study results, the realization of the implementation of ISPO principles and criteria in Tungkal Ilir District from the available indicators has yet to be met, and many still need to.  Many require more attention, including the criteria for legality and management of smallholders, criteria for obligations related to environmental permits, technical criteria for applying oil palm cultivation and transportation, and the principle of implementing transparency

    STUDY OF SINGLE ROW AND DOUBLE ROW CULTIVATION MODELS ON THE PRODUCTION OF INNERIE VARIETY OF KIDNEY BEANS IN LOW DRYLANDS : STUDY OF SINGLE ROW AND DOUBLE ROW CULTIVATION MODELS ON THE PRODUCTION OF INNERIE VARIETY OF KIDNEY BEANS IN LOW DRYLANDS

    No full text
    The purpose of this study was to examine the best type of cultivaton model in increasing the production of kidney bean seeds of the Inerie variety in low dryland. The research was carried out in April - August 2021 on land owned by farmers in Baumata Village and the Horticulture Laboratory of the State Politani of Kupang. The study used a randomized block design with the factors studied were the cultivation model, namely: M1: Single row (40 x 30 cm), M2: Single row (50 x 30 cm), M3: Single row (60 x 30 cm), M4: Double row (40 cm x 20/30 cm), M5: Double row (50 cm x 20/30 cm), M6: Double row (60 x cm x 20/30 cm), M7: Double row (40 cm x 30/ 30 cm), M: Double row (50 cm x 30/30 cm), M9: Double row (60 cm x 30/30 cm). Each treatment was repeated four times so that there were 36 experimental units. The results showed that the single row and double row cultivation models had a significant effect on the production of Inerie variety of red bean seeds in low drylands. The double row 60 x 20/30 cultivation model gave the best seed production, namely the number of pods, number of seeds and seed weight per plant and plot (3 m2).Tujuan penelitian ini adalah untuk adalah mengkaji jenis model tanam terbaik dalam meningkatkan produksi benih kacang merah Varietas Inerie di dataran rendah lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada April - Agustus 2021 berlokasi di lahan milik petani Desa Baumata dan Laboratorium Hortikultura Politani Negeri Kupang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor yang diteliti model tanam, yaitu : M1 : Single row (40 x 30 cm), M2 : Single row (50 x 30 cm), M3 : Single row (60 x 30 cm), M4 : Double row (40 cm x 20/30 cm), M5 : Double row (50 cm x 20/30 cm), M6 : Double row (60 x cm x 20/30 cm), M7 : Double row (40 cm x 30/30 cm), M8 : Double row (50 cm x 30/30 cm), M9 : Double row (60 cm x 30/30 cm). Setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model tanam single row dan double row berpengaruh nyata terhadap produksi benih kacang merah Varietas Inerie di dataran rendah lahan kering. Model tanam double row 60 x 20/30 memberikan produksi benih terbaik yakni jumlah polong, jumlah benih dan berat benih per tanaman serta per petak (3 m2).   Kata kunci : benih, kacang merah, double row, model tanam, single ro

    Pengaruh Struktur Kepemilikan Perusahaan dan Profitabilitas Terhadap Manajemen Laba

    Get PDF
    The study aimed to examine the effect of ownership structure and profitability on earning management. Ownership structure represented by institutional ownership and managerial ownership in focusing on mining sector companies listed in the Indonesian Stock Exchange 2017-2020 period. Earning management of dependent variable while ownership structure and profitability is independent variables. The sampling method used was purposive sampling with 18 companies during the observation period of 4 years in a row to produce a total of 72 samples and 69 for samples after data transformation. The analysis technique used in this research used SPSS 22 version with multiple linier regresision analysis. The results of this study indicate that ownership structure represented institusional ownership and managerial ownership does not effect of earning management, while profitability variable has an effect on earning management in the mining sector

    PERAKITAN PORTABLE SEED CLEANER PADA BENIH BERUKURAN KECIL

    Get PDF
    Sortasi benih merupakan salah satu kegiatan pascapanen untuk menjaga mutu fisik, fisiologis dan genetik. Pada kegiatan sortasi akan dilakukan pemisahan dan pemilahan benih terhadap benih yang bernas dan benih tidak bernas serta kotoran benih. Sortasi benih makro lebih mudah dilakukan karna memiliki ukuran benih yang besar. Cara sortasi dengan cara konvensional masih bisa dilakukan untuk memilah benih bernas dengan benih tidak bernas dan dapat menggunakan alat seperti blower atau pengipasan untuk memisahkan benih dengan kotoran benih. Sortasi benih mikro memiliki kesulitan lebih tinggi dibandingkan dengan sortasi benih makro. Selain benih memiliki ukuran yang kecil, kotoran benih tersebut memiliki massa yang hampir sama dengan massa benih tersebut. Pada praktikum sering terkendala alat untuk sortasi benih terutama benih mikro/kecil sehingga hanya dilakukan secara konvensional. Cara konvensional ini biasanya dilakukan dengan penampian, pengipasan kertas dan pengambilan menggunakan pinset. Beberapa hal kekurangan pada cara ini adalah 1) memerlukan ketelitian/fokus yang tinggi, 2) menyita waktu yang panjang untuk sortasi benih, 3) banyak benih yang bernas ikut terbuang. Adapun hal kekurangan pada metode konvensional, maka timbul ide untuk membuat Perakitan Portable Seed Cleaner pada Benih Berukuran Kecil. Alat ini akanmenjadi solusi terhadap kekurangan pada motede konvensional. Portable seed cleaner ini memanfaatkan kekuatan vacum yang dapat menghisap ataupun menyemburkan udara untuk proses sortasi benih. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah menciptakan alat yang dapat membersihkan dan memilah benih berukuran kecil yang baik dari kotoran yang tercampur, serta menciptakan alat yang dapat menerapkan prinsip pascapanen yang baik. Manfaat dari penelitian ini adalah meningkatkan dan mengoptimalkan pelayanan laboratorium pada praktikum sortasi benih terutama benih berukuran kecil (mikro), serta sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas benih terutama pada mutu fisik dan genetik benih. Kata kunci : benih, sortasi, portable seed cleane

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇