Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
1980 research outputs found
Sort by
PEMBEKALAN KEWIRAUSAHAAN PNS PRA PURNABAKTI MELALUI PENYULUHAN BUDIDAYA HIDROPONIK SKALA RUMAH TANGGA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH METRO
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Local Education Center (LEC) Kartikatama, Metro, yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Metro untuk para pra purnabakti PNS di Lingkungan Pemerintah Kota Metro. Permasalahan utama yang dihadapi oleh cara pensiunan ini adalah hilangnya peran individu yang telah lama menjadi bagian dari dirinya, hal ini akan memicu stress, cemas, dan bahkan depresi jika individu tidak siap untuk menghadapi masa pensiun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan tentang hidroponik skala rumah tangga pada PNS yang akan memasuki masa pensiun, sehingga dapat memunculkan jiwa wirausaha serta dapat berkarya di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan praktik langsung untuk menyemai benih sayuran, meracik nutrisi, dan merakit instalasi hidroponik. Selain itu dilakukan juga evaluasi untuk melihat ketercapaian kegiatan dan rencana tindak lanjut setelah kegiatan selesei. Target utama dari kegiatan ini adalah budidaya sayuran hidroponik skala rumah tangga pada kelompok PNS pra purnabakti di Lingkungan Pemerintah Kota Metro. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai budidaya hidroponik skala rumah tangga, yang tergambar dari terpasangnya instalasi hidroponik sederhana oleh para peserta kegiatan. Instalasi yang telah terpasang diberikan kepada peserta agar peserta dapat terus berlatih dan menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama kegiatan, sehingga tercipta kemandirian pangan (kebutuhan sayur skala rumah tangga terpenuhi) dan pada akhirnya terbentuk jiwa kewirausahaan di bidang sayuran berbasis hidroponik
Pengaruh Konsentrasi Ethepon dan Jenis Kemasan terhadap Kualitas Buah Pisang Janten (Musa eumusa ABB Group)
This study aims to determine the effect of various Ethepon concentrations and the right type of packaging for the quality of Janten bananas, and the interaction of both. The method used, the experimental method, with a completely randomized block design (RBD) arranged in factorial : (1) ethephone concentration(e) There are 3 types; (e0)without ethepon or 0 ml; (e1)2 mL/L or 30mL/15 L water; (e2)4 mL/L or 60mL/15L water. (2) packaging section (k) There are 3 types; (k1)plastic, (k2)cardboard, and (k3)gunny sacks. Observational data were tested with the Least Significant Difference test (LSDT, at the 5%. The results showed that: The administration of Ethepon at various concentrations had an effect on the quality of Janten bananas, as seen in the variable color, aroma, taste, level of hardness, level of sweetness, vitamin C and total dissolved acid except for the weight loss variable. The best Ethepon concentration is 4mL/L or 60mL/L Ethepon. The use of packaging has an influence on the quality of Janten bananas, which can be seen in the variables of color, aroma, taste and level of sweetness. The best packaging is cardboard packaging. There is an interaction between different concentrations of Ethepon and packaging on the quality of Janten bananas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai konsentrasi ethepon dan jenis kemasan yang tepat terhadap kualitas pisang janten, serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), disusun secara faktorial yaitu: (1) Konsentrasi ethepon (e), 3 taraf yaitu: Tanpa ethepon (e0), 2 mL/L atau 30mL/15L (e1), 4 mL/L atau 60mL/15L (e2), (2) Kemasan (k) terdiri atas 3 taraf yaitu: plastik (k1), kardus (k2), karung goni (k3). Data hasil pengamatan diuji dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ethepon memberikan pengaruh terhadap kualitas pisang Janten, terlihat pada variabel warna, aroma, rasa, tingkat kekerasan, tingkat kemanisan, vitamin C dan total asam terlarut. Konsentrasi ethepon terbaik adalah ethepon 4mL/L atau 60mL/L. Penggunaan kemasan memberikan pengaruh terhadap kualitas pisang Janten, yang terlihat pada peubah warna, aroma, rasa dan tingkat kemanisan. Kemasan terbaik adalah kemasan kardus. Terdapat interaksi antara konsentrasi Ethepon dan kemasan yang berbeda terhadap kualitas buah pisang Janten
Daya Hasil Tiga Genotipe Bawang Merah Potensial dengan Pemberian Berbagai Pupuk Organik
Shallots that are cultivated intensively using inorganic fertilizers cause a decrease in land quality which has an impact on decreasing production, so it is necessary to use organic fertilizers to reduce the use of inorganic fertilizers. This research aims to determine the yield of three potential shallot genotypes with different organic fertilizers. This research used a factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) with three replications. The first factor is three potential shallot genotypes consisting of Bima Brebes, Maja Cipanas, and Bauji. The second factor is the provision of organic fertilizer consisting of no application, manure, compost and bokashi. The results showed that Bima Brebes had the highest average growth and production compared to other genotypes. Organic fertilizer can improve all characters, except for the number of leaves, number of tillers, and fresh weight of bulbs. Bokashi gives the best results in increasing shallot growth and yield but is no different from compost.
Keywords: Bima Brebes, Productivity, Genotype Testing.Bawang merah yang dibudidayakan secara intensif menggunakan pupuk anorganik menyebabkan penurunan kualitas lahan yang berdampak terhadap penurunan produksi, sehingga diperlukan penggunaan pupuk organik dalam mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil tiga genotipe bawang merah potensial dengan pemberian berbagai pupuk organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu tiga genotipe bawang merah potensial terdiri dari Bima Brebes, Maja Cipanas, dan Bauji. Faktor kedua yaitu pemberian pupuk organik yang terdiri dari tanpa pemberian, pupuk kandang, kompos, dan bokashi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bima Brebes memiliki rataan pertumbuhan dan produksi tertinggi dibandingkan genotipe lain. Pemberian pupuk organik dapat memberikan peningkatan terhadap semua karakter, kecuali pada jumlah daun, jumlah anakan, dan berat segar umbi. Bokashi memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah tetapi tidak berbeda dengan kompos.
Kata Kunci: Bima Brebes, Produktivitas, Uji Genotipe
Pemanfataan EM4 Pada Kompos dan FMA Terhadap Pertumbuhan Rumput Kumpai (Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Ness.)
The aim of this research is to determine the use of EM4 in compost and AMF (Fungi, Mycorrhiza, Arbuscula) on the growth of kumpai grass on ex-coal mining land. The research phase used CRD which consisted of 4 treatments and 4 replications, where P0 = 40% feces + 35% empty fruit bunches + 20% palm fronds + 4% bran + 1% urea, P1 = P0 + 2% EM4, P2 = P0 + 4% EM4, P3= P0 + 6% EM4. pH parameters, and (C, N, P, K and C/N ratio) of compost. The best of one step is used on two steps. This research was carried out in two stages using CRD with a 3x2x3 factorial pattern, with 2 factors as treatment, namely factor A was A0= 0 compost, A1= 12 g compost, and A2= 24 g compost and factor B was AMF with a dose of B0= 0 g and B1= 20 grams. The treatments analyzed included plant height, number of tillers, root dry weight and forage dry matter yield. The results showed that EM4 treatment had no effect on shrinkage components, pH, P and K (P<0.05). Compost average shrinkage= 21.37%, pH= 7, N= 3.66%, P= 0.48%, C= 29.94%, K= 1.14% and C/N= 12.03 . EM4 treatment had a significant effect on the composition of C, N and C/N. In stage 2 the research results showed that the treatment given AMF 20 g had a significant effect on plant height, number of tillers, and forage dry matter yield. Meanwhile, the interaction between composition and FMA has no significant effect on all variables. The conclusions of this research are (1) the addition of EM4 starter at a level of 6% shows the best value for compost shrinkage, pH and compost nutrient content. (2) Giving 20 g AMF increases forage growth.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan EM4 pada kompos dan FMA terhadap pertumbuhan rumput kumpai (hymenachne amplexicaulis (rudge) nees). Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap pertama yang bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan penambahan EM4 terhadap kualitas kompos, tahap kedua bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos dan FMA serta interaksinya terhadap pertumbuhan rumput kumpai di lahan bekas tambang batubara. Tahap penelitian menggunakan CRD yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, dimana P = 40% feses + 35% tandan kosong + 20% pelepah sawit + 4% dedak + 1% urea, P1 = P0 + 2% EM4, P2 = P0 + 4% EM4, P3= P0 + 6% EM4. Parameter pH, dan (C, N, P, K) kompos. Yang terbaik dari satu langkah digunakan pada dua langkah. Penelitian ini dilakukan dua tahap menggunakan CRD dengan pola faktorial 3x2x3, dengan 2 faktor sebagai perlakuan yaitu faktor A adalah A0= 0 kompos, A1= 12 g kompos, dan A2= 24 g kompos dan faktor B adalah FMA dengan dosis B0= 0 g dan B1= 20 gram. Perlakuan yang dianalisis meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, berat kering akar dan hasil bahan kering hijauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan EM4 tidak berpengaruh terhadap komponen penyusutan, pH, P dan K (P<0,05). Kompos penyusutan rata-rata= 21,37%, pH= 7, N= 3,66%, P= 0,48%, C= 29,94%, K= 1,14% dan C/N= 12,03. Perlakuan EM4 berpengaruh nyata terhadap komposisi C, N dan C/N. Pada tahap 2 hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan FMA 20 g/rpn berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, dan hasil bahan kering hijauan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar. Sedangkan interaksi komposisi dan FMA tidak berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel.
 
Uji Kualitas Art Paper Dari Pelepah Pisang (Musa Paradisiaca) Melalui Proses Delignifikasi
Paper is one of the sheet media that is usually used for writing or packing and is environmentally friendly because it comes from a suspension of fiber and water. In line with the pace of development of the Indonesian economy, paper consumption increases every year. So in this research paper art will be made to minimize the use of paper that comes from tree wood. This art paper can also be used as a medium for utilizing agricultural waste in the form of non-wood fibers such as banana stems. Banana fronds (Musa paradisiaca) are parts of the banana plant that contain more than 80% cellulose so they can be used as raw material for art paper. In the paper making process, a delignification process is carried out which aims to remove lignin in the material which can cause the paper to have a stiff texture and a brownish color. NaOH concentration method during the pulping process. The research method used is an experimental method where the results of observations are processed and presented descriptively. The samples used were samples treated with additional concentrations of NaOH where in treatment PN0 the concentration of NaOH used was 0%, treatment PN1 the concentration of NaOH used was 5%, treatment PN2 the concentration of NaOH used was 10%, treatment PN3 the concentration of NaOH used was 15 % and in the PN4 treatment the NaOH concentration used was 20%. Based on the results of the panelist acceptance research, the PN3 treatment was 10% NaOH concentration, where the color preference level was 4.75, which means bright, the texture 5.3 was very smooth and the fiber appearance 4.6 (very visible) occurred on paper with NaOH variations. 0%.Kertas merupakan salah satu media lembaran yang terbiasa digunakan untuk menulis atau packing bersifat ramah lingkungan karena berasal dari suspensi serat dan air. Sejalan dengan laju perkembangan perekonomian Indonesia, maka konsumsi kertas meningkat setiap tahunnya. Sehingga pada penelitian ini akan di lakukan pembuatan paper art untuk meminimalisir penggunaan kertas yang berasal dari kayu pohon. Kertas seni ini juga dapat digunakan sebagai salah satu media pemanfaatan limbah pertanian berupa serat bukan kayu seperti pelepah pisang. Pelepah pisang (Musa paradisiaca) adalah bagian dari tanaman pisang yang mengandung selulosa diatas 80% sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas seni. Pada proses pembuatan kertas dilakukan proses delignifikasi yang bertujuan untuk menghilangkan lignin pada bahan yang dapat menyebabkan kertas bertekstur kaku dan berwarna kecoklatan. Metode konsentrasi NaOH pada saat proses pulping. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen dimana, hasil pengamatan diolah dan disajikan secara deskriptif. Sampel yang digunakan merupakan sampel yang diberi perlakuan penambahan konsentrasi NaOH dimana perlakuan PN0 konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 0%, perlakuan PN1 konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 5%, perlakuan PN2 konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 10%, perlakuan PN3 konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 15% dan perlakuan PN4 konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 20%. Berdasarkan hasil penelitian penerimaan panelis adalah perlakuan PN3 yaitu konsentrasi NaOH 10%, dimana diperoleh tingkat kesukaan terhadap warna adalah 4,75 yang berarti cerah ,tekstur 5,3 sangat halus dan kenampakan serat 4,6 (sangat nampak) terjadi pada kertas dengan variasi NaOH 0%
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) PADA KELOMPOK BUDIDAYA PERIKANAN AGROPARK MANDIRI SEJAHTERA, DESA SABAH BALAU, KECAMATAN TANJUNG BINTANG, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Ikan menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dicari dan telah menjadi menu makanan sehari-hari masyarakat. Salah satu jenis ikan yang banyak dicari oleh masyarakat adalah ikan gurami. Ikan gurami sangat disukai oleh banyak kalangan karena memiliki daging yang gurih, enak dan padat selain itu duri-durinya yang besar sehingga memudahkan proses makan. Budidaya ikan gurami ini pun bisa dijadikan salah satu bisnis yang menjanjikan karena memiliki nilai jual yang tinggi jika dibandingkan jenis ikan lainnya. Usaha budidaya ikan gurami ini dapat menyesuaikan dengan modal yang dimiliki. Bisnis budidaya ikan gurami dapat dikembangkan baik dengan modal kecil ataupun besar. Sehingga bisnis ikan gurami ini memiliki peluang yang terbuka bagi semua masyarakat.
Target pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat Desa Sabah Balau, khususnya yang tergabung dalam kelompok budidaya di Agro Park Mandiri Sejahtera. Jumlah anggota yang tergabung dalam kelompok pembudidaya sekitar 18 orang, terdiri dari berbagai latar belakang mata pencaharian asal, yaitu petani, pedagang, peternak dan pembudidaya ikan. Dengan perbedaan latar belakang pekerjaan awal, secara otomatis pelaku budidaya ikan masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai teknik pembenihan, pendederan dan pembesaran ikan. Untuk itu, sosialisasi dan penyuluhan mengenai budidaya ikan maupun kesehatan ikan sangat penting dilakukan untuk memperkaya pengetahuan pembudidaya ikan di Agropark Desa Sabah Balau.
Program ini merupakan program yang berkesinambungan karena pendampingan dalam pelaksanaan budidaya sangat diperlukan. Kendala-kendala dalam pembenihan, pendederan dan pembesaran yang akan dialami oleh pembudidaya sebagai bahan kajian untuk dilakukan evaluasi dan penyelesaian
Increasing Flavonoid Compounds Through The Use Of Elicitors In Callus Culture Catharanthus Roseus L.
Catharanthus roseus L., atau tapak dara menarik perhatian luas karena kekayaan senyawa bioaktifnya, terutama flavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan teknik perbanyakan yang cepat dan efektif untuk memperoleh metabolit sekunder pada tanaman ini. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh aplikasi Elicitor Cu2+ terhadap morfologi kalus Catharanthus, dan mengetahui konsentrasi Elicitor Cu2+ terbaik dalam meningkatkan kandungan senyawa flavonoid pada Catharanthus. Penelitian kultur kalus dilaksanakan di Laboratorium Biosains dan Bioteknologi Reproduksi Tanaman, Gedung Teaching Industry, Jurusan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar, dan analisis senyawa flavonoid dilakukan di Laboratorium Farmakognosi-Fitokimia Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia Makassar. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) empat taraf konsentrasi Cu2+ yaitu 0 ppm, 4 ppm, 6 ppm, dan 8 ppm dengan tiga kali pengulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 3 botol kultur. Data dianalisis menggunakan analisis varian dan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan elisitor Cu2+ 4-8 ppm pada media pertumbuhan kalus tidak bersifat toksik pada kalus, sehingga sel-sel kalus masih aktif membelah yang ditunjukkan oleh kalus yang kompak dan berwarna kuning kehijauan. Penambahan elisitor Cu2+ dengan konsentrasi 6 ppm mampu meningkatkan kandungan senyawa flavonoid pada kultur kalus Catharanthus roseus. Penggunaan elisitor Cu2+ berpotensi untuk dikembangkan untuk memproduksi senyawa sekunder pada tanaman obat.Catharanthus roseus L., or periwinkle has attracted widespread attention because of its richness in bioactive compounds, especially flavonoids which are beneficial for health. Therefore, fast and effective propagation techniques are needed to obtain secondary metabolites in this plant. The aim of the research is to study the effect of Elicitor Cu2+ application on the morphology of Catharanthus callus and to determine the best concentration of Elicitor Cu2+ in increasing the content of
flavonoid compounds in Catharanthus. Callus culture research was carried out at the Plant Reproduction Bioscience and Biotechnology Laboratory, Teaching Industry Building, Department of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University, Makassar, and analysis of flavonoid compounds was carried out at the Pharmacognosy-Phytochemistry Laboratory, Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia, Makassar. This research used a completely randomized design (CRD) with four Cu2+ concentration levels, namely 0 ppm, 4 ppm, 6 ppm, and 8 ppm with three repetitions. Each experimental unit consists of 3 culture bottles. Data were analyzed using analysis of variance and the 5% Tukey test. The research results showed that the addition of 4-8 ppm Cu2+ elicitor to the callus growth medium was not toxic to the callus, so the callus cells were still actively dividing as indicated by the callus being compact and greenish-yellow in color. The addition of Cu2+ elicitor with a concentration of 6 ppm was able to increase the content of flavonoid compounds in Catharanthus roseus callus culture. The use of Cu2+ elicitors has the potential to be developed to produce secondary compounds in medicinal plants
PENGARUH KONSENTRASI BIOBOOST DAN MONO KALIUM PHOSPAT TERHADAP PRODUKSI KACANG MERAH VARIETAS INERIE DI DATARAN RENDAH
The research objective to examine the best concentration of BioBoost and MKP, as well as their interaction, in enhancing the production of kidney beans of the Inerie variety in lowlands. The study was designed using a Factorial Randomized Complete Block Design with treatments including BioBoost concentrations (10 ml/l, 15 ml/l, 20 ml/l, 25 ml/l) and MKP concentrations (5 g/l, 10 g/l, 15 g/l). The data were analyzed for variance and tested with Honestly Significant Difference at 5%. The research results indicate that 1) BioBoost at 25 ml/l resulted in the lowest number of empty pods (1.67 pods), the highest number of seeds per plant (44.61 grains), the heaviest seed weight per plant (15.80 g), and the heaviest weight of 100 seeds (36.29 g), 2) MKP at 15 g/l resulted in the highest number of seeds per plant (40.14 grains), the heaviest seed weight per plant (14.30 g), and the heaviest weight of 100 seeds (34.61 g), and 3) the interaction between BioBoost concentration at 25 ml/l and MKP at 5 g/l was the best for the highest number of filled pods (15.89 pods) and the lowest number of wrinkled seeds (0.75 grains).
Tujuan penelitian adalah mengkaji konsentrasi Bioboost dan MKP serta interaksinya yang terbaik dalam meningkatkan produksi kacang merah Varietas Inerie di dataran rendah. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan perlakuan yaitu konsentrasi Bioboost (10 mL.L-1, 15 mL.L-1, 20 mL.L-1, 25 mL.L-1) dan konsentrasi MKP (5 g.L-1, 10 g.L-1, 15 g.L-1). Data dianalis ragam dan uji Beda Nyata Jujur 5%. Hasil penelitian menginformasikan bahwa 1) bioboost 25 mL.L-1 memberikan jumlah polong hampa terendah (1,67 polong), jumlah biji/tanaman terbanyak (44,61 butir), berat biji/tanaman terberat (15,80 g), dan berat 100 butir biji terberat (36,29 g), 2) MKP 15 g.L-1 memberikan jumlah biji/tanaman terbanyak (40,14 butir), berat biji/tanaman terberat (14,30 g), dan berat 100 butir benih terberat (34,61 g), dan 3) interaksi antara konsentrasi bioboost 25 mL.L-1 dan MKP 5 g.L-1 terbaik terhadap jumlah polong berisi terbanyak (15,89 polong), dan jumlah biji keriput terendah (0,75 butir).
Kata kunci : Bioboost, Inerie, kacang merah, MK
Pengembangan Aplikasi Sistem Pakar Deteksi Dini Hama dan Penyakit Tanaman Jagung
Pests and diseases of maize plants have the potential to cause crop failure. Lack of information and knowledge about plant pests and diseases and limited field extension workers lead to errors in diagnosing maize pests and diseases. This results in inappropriate crop management that decreases production. Therefore, farmers need a tool to detect pest and disease attacks through physical symptoms seen on plants in the field. This research aims to produce an Agricultural Information System, namely an android-based expert system to detect pests and diseases in corn plants. The method used is software with prototyping to get an overview of the application to be built through a prototype application design and then evaluated by the user. The research stages include; gathering needs, building prototypes, evaluating protoype, coding the system, testing the system, evaluating the system, and using the system. The result is the symptoms of pest and disease attacks on corn plants in the field, can be detected through the form of symptoms that are matched with images and characteristics of symptoms displayed on the Agricultural Information System software installed on android-based mobile phones or Tablets. Test results from 28 respondents showed that the success rate of detection of pest symptoms on corn plants was 75%, and for disease symptoms was 90%. Hama dan penyakit tanaman jagung berpotensi menimbulkan gagal panen. Kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai serangan hama penyakit tanaman serta terbatasnya penyuluh lapangan menyebabkan kesalahan dalam diagnosa jenis hama dan penyakit tanaman jagung. Hal ini berakibat pada pengelolaan tanaman yang kurang tepat sehingga produksi menurun. Oleh karena itu, petani membutuhkan sebuah alat bantu untuk mendeteksi serangan hama dan penyakit melalui gejala fisik yang terlihat pada tanaman di lapangan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan Sistem Informasi Pertanian (SIP) yaitu sistem pakar berbasis android untuk mendeteksi hama dan penyakit pada tanaman jagung. Metode yang digunakan adalah perangkat lunak dengan prototyping untuk mendapatkan gambaran aplikasi yang akan dibangun melalui rancangan aplikasi prototype kemudian dievaluasi oleh user. Tahapan penelitian meliputi ; pengumpulan kebutuhan, membangun prototype, evaluasi protoype, pengkodean system, menguji system, evaluasi system, dan penggunaan system. Hasilnya adalah gejala serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung di lapangan, dapat terdeteksi melalui bentuk gejala yang ada dicocokkan dengan gambar dan karakteristik gejala yang ditampilkan pada software SIP yang terinstal pada handphone atau Tablet berbasis android. Hasil pengujian dari 28 responden menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan deteksi gejala hama pada tanaman jagung sebesar 75%, dan untuk gejala penyakit sebesar 90%
Peranan Sektor Industri Pengolahan dalam Perekonomian Nusa Tenggara Timur
The alignment of economic growth between the processing industry sector and the agricultural sector in the economy will encourage the transfer of surplus labor from the agricultural sector to the processing industry sector. Furthermore, these conditions will have an impact on marginal increases in labor productivity and income in the agricultural sector as well as demand for processing industry products. This study examines the structure of demand and supply, output, gross value added, and final demand of the processing industry sector in the economy of East Nusa Tenggara. The study was conducted from April to October 2023. The analysis method used is a quantitative analysis of the East Nusa Tenggara Input-Output Table in 2020 which was compiled from the update of the East Nusa Tenggara Input-Output Table in 2017. The results of the analysis show that based on the output and gross value added generated in the economy, the food and beverage industry sector can be categorized as a leading processing industry sector. The processing industry sector uses inputs that mostly come from production within the region and the final demand of the sector is mostly used for household consumption. Policymakers need to prioritize the development of the leading processing industry sector, namely the food and beverage industry sector based on domestic inputs, especially inputs originating from the agricultural sector to increase competitiveness and be able to meet intermediate demand by other economic sectors and export needs. In addition, it is also necessary to increase profitability, productivity, and output growth in the food and beverage industry sector to increase its competitiveness and a more conducive investment climate because future investment opportunities are still quite large.
Keywords: input-output, food and beverage industryKeselarasan pertumbuhan ekonomi antara sektor industri pengolahan dengan sektor pertanian dalam perekonomian akan mendorong transfer tenaga kerja yang surplus di sektor pertanian ke sektor industri pengolahan. Selanjutnya, kondisi tersebut akan berdampak terhadap peningkatan marginal produktivitas tenaga kerja dan pendapatan di sektor pertanian serta permintaan terhadap produk industri pengolahan. Penelitian ini mengkaji struktur permintaan dan penawaran, output, nilai tambah bruto, dan permintaan akhir sektor industri pengolahan dalam perekonomian Nusa Tenggara Timur. Penelitian dilakukan pada April sampai dengan Oktober tahun 2023. Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif pada Tabel Input-Output Nusa Tenggara Timur tahun 2020 yang disusun dari pembaruan Tabel Input-Output Nusa Tenggara Timur tahun 2017. Hasil analisis menunjukkan bahwa berdasarkan output dan nilai tambah bruto yang dihasilkan dalam perekonomian, maka sektor industri makanan dan minuman dapat dikategorikan sebagai sektor industri pengolahan unggulan. Sektor industri pengolahan menggunakan input yang sebagian besar berasal dari produksi dalam wilayah dan permintaan akhir sektor tersebut sebagian besar digunakan untuk konsumsi rumah tangga. Pengambil kebijakan perlu untuk melakukan prioritas pengembangan terhadap sektor industri pengolahan unggulan yaitu sektor industri makanan dan minuman yang berbasis input domestik terutama input yang berasal dari sektor pertanian untuk meningkatkan daya saing dan mampu memenuhi permintaan antara oleh sektor ekonomi lainnya dan kebutuhan ekspor. Disamping itu, perlu juga dilakukan peningkatan profitabilitas, produktivitas, dan pertumbuhan output sektor industri makanan dan minuman untuk meningkatkan daya saingnya dan iklim investasi yang lebih kondusif karena peluang investasi ke depan masih cukup besar.
Kata Kunci: input-output, industri makanan dan minuma