Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
1980 research outputs found
Sort by
Potensi Kulit Pisang Kepok sebagai Biodegradable Plastic: Pengaruh Konsentrasi Plasticiser terhadap Yield Ekstrak Kulit Pisang
This study aims to utilise kepok banana peel as a biodegradable bioplastic raw material through the effect of plasticiser concentration variation (glycerol and sorbitol) on pectin extract yield and mechanical properties of the resulting bioplastics, including tensile strength and elongation. Banana peels were extracted to obtain pectin, then formulated into bioplastics with variations in glycerol ratio (0.5:0.25; 0.5:0.5; and 0.5:0.75). The results showed that the glycerol ratio of 0.5:0.75 produced the highest pectin extract yield, indicating optimal plasticiser interaction in increasing the solubility and gel formation of pectin. Meanwhile, the glycerol ratio of 0.5:0.25 gave the highest tensile strength value, reflecting a good balance between flexibility and strength of the polymer matrix. Unbalanced plasticiser concentrations result in bioplastics with less than optimal mechanical properties, such as decreased elongation or mechanical strength. Selection of the right type and concentration of plasticiser is important to obtain bioplastics with the desired properties. This study shows that the utilisation of kepok banana peels as bioplastics not only provides added value to organic waste but also offers a potential solution to reduce dependence on petroleum-based plastics and their negative impact on the environmentPenelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan kulit pisang kepok sebagai bahan baku bioplastik biodegradable melalui pengaruh variasi konsentrasi plasticizer (gliserol dan sorbitol) terhadap yield ekstrak pektin serta sifat mekanik bioplastik yang dihasilkan, termasuk kuat tarik dan elongasi. Kulit pisang yang digunakan diekstraksi untuk memperoleh pektin, kemudian diformulasikan menjadi bioplastik dengan variasi rasio gliserol (0,5:0,25; 0,5:0,5; dan 0,5:0,75). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio gliserol sebesar 0,5:0,75 menghasilkan yield ekstrak pektin tertinggi, menunjukkan interaksi plasticizer yang optimal dalam meningkatkan kelarutan dan pembentukan gel pektin. Sementara itu, rasio gliserol
0,5:0,25 memberikan nilai kuat tarik tertinggi, mencerminkan keseimbangan yang baik antara fleksibilitas dan kekuatan matriks polimer. Konsentrasi plasticizer yang tidak seimbang menghasilkan bioplastik dengan sifat mekanik yang kurang optimal, seperti penurunan elongasi atau kekuatan mekanik. Pemilihan jenis dan konsentrasi plasticizer yang tepat penting untuk memperoleh bioplastik dengan sifat yang diinginkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan kulit pisang kepok sebagai bioplastik tidak hanya memberikan nilai tambah bagi limbah organik tetapi juga menawarkan solusi potensial untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik berbasis petroleum dan dampak negatifnya terhadap lingkunga
PERANCANGAN SISTEM MANAGEMENT E-APPROVAL BERBASIS WEB DI PT. ARWANA CITRAMULIA TBK MENGGUNAKAN REACTJS
The process of creating invoices has been carried out by PT. Arwana Citramulia Tbk is currently causing delays in billing invoices to customers because it requires a long process and takes quite a long time to create invoices. Delays in billing invoices to customers will cause problems in terms of payment and repayment of purchases of products that have been sold, so that the company's receivables report will increase. The need for a Web-Based E-Approval Management System is to simplify the process of approval activities by the relevant departments for the Approval process of product invoices and to apply the paperless concept to these invoices with digital signatures. The methods used to carry out the design are Unified Modeling Language, Extreme Programming and Black-Box Testing. The results obtained show that this system can simplify the approval process for product sales invoices by division heads and managers so that signing product sales invoices can be digital and it will be easier to send invoices to customersProses dalam pembuatan invoice yang selama ini di lakukan oleh PT. Arwana Citramulia Tbk saat ini menimbulkan keterlambatan pada penagihan invoice kepada pelanggan karena memerlukan proses yang panjang dan waktu yang cukup lama dalam membuat invoice. Keterlambatan dalam penagihan invoice kepada pelanggan akan menimbulkan masalah dalam hal pembayaran dan pelunasan dari pembelian produk yang telah di jual, sehingga laporan piutang perusahaan akan bertambah. Diperlukannya Sistem Management E-Approval Berbasis Web yaitu untuk mempermudah proses kegiatan approval oleh bagian terkait terhadap proses Approval dari invoice produk serta menerapkan konsep paperless pada invoice tersebut dengan tanda tangan digital. Metode yang digunakan untuk melakukan perancangan yaitu dengan Unified Modelling Language, Extreme Programming dan Black-Box Testing. Adapun hasil yang didapatkan bahwa sistem ini dapat mempermudah proses kegiatan approval dari invoice penjualan produk oleh kabag dan manager sehingga penandatanganan invoice penjualan produk dapat berbentuk digital serta akan lebih mudah melakukan pengiriman invoice kepada pelangga
Peningkatan Performa Analisis Sentimen Ulasan Pelanggan terhadap Layanan Pengiriman Menggunakan Model Naïve Bayes yang Dioptimalkan dengan PSO
This research is motivated by the rapid growth of the delivery service industry and the importance of customer feedback in competition, especially for ID Express which has a mobile application. The main issue raised is how to analyse the sentiment of customer reviews on the ID Express app on the Google Play Store to improve service quality. User reviews, although rich in information, have not been optimally utilised, making it difficult for companies to understand user perceptions. In this study, we develop a new method to analyse the sentiment of ID Express app user reviews. This method integrates Naïve Bayes algorithm with Particle Swarm Optimisation (PSO)-based feature selection optimisation technique to produce more accurate analysis. The method used includes collecting user review data from the Google Play Store (2020-2023), preprocessing the data, implementing the Naïve Bayes algorithm, and applying PSO for feature selection. Model performance was tested with accuracy and F-measure metrics using 90:10 and 80:20 data sharing ratios. The results showed that the Naïve Bayes algorithm with PSO produced 52% accuracy at 90:10 ratio and 63% at 80:20 ratio, with F-measure values of 43% and 55% respectively. In conclusion, the use of PSO as feature selection improves the accuracy and F-measure of sentiment analysis using Naïve Bayes, especially at a data sharing ratio of 80:20.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan pesat industri jasa pengiriman dan pentingnya feedback pelanggan dalam persaingan, khususnya bagi ID Express yang memiliki aplikasi mobile. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana menganalisis sentimen ulasan pelanggan pada aplikasi ID Express di Google Play Store untuk meningkatkan kualitas layanan. Ulasan pengguna, meskipun kaya informasi, belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga perusahaan kesulitan memahami persepsi pengguna. Dalam studi ini, kami mengembangkan sebuah metode baru untuk menganalisis sentimen ulasan pengguna aplikasi ID Express. Metode ini mengintegrasikan algoritma Naïve Bayes dengan teknik optimasi seleksi fitur berbasis Particle Swarm Optimization (PSO) untuk menghasilkan analisis yang lebih akurat. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data ulasan pengguna dari Google Play Store (2020-2023), preprocessing data, implementasi algoritma Naïve Bayes, serta penerapan PSO untuk seleksi fitur. Kinerja model diuji dengan metrik akurasi dan F-measure menggunakan rasio pembagian data 90:10 dan 80:20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naïve Bayes dengan PSO menghasilkan akurasi 52% pada rasio 90:10 dan 63% pada rasio 80:20, dengan nilai F-measure sebesar 43% dan 55% secara berurutan. Kesimpulannya, penggunaan PSO sebagai seleksi fitur meningkatkan akurasi dan F-measure pada analisis sentimen menggunakan Naïve Bayes, terutama pada rasio pembagian data 80:20
KARAKTERISTIK KOPI ROBUSTA PADA PENGOLAHAN BASAH DI DESA TRIBUDISYUKUR LAMPUNG BARAT
Preferensi konsumen terhadap kopi diawali dari cita rasa dan aroma. Kopi robutsa memiliki citarasa pahit yang lebih tinggi dibandingkan kopi arabika. Citarasa pahit dihasilkan dari senyawa kafein, sehingga menghasilkan after taste yang kuat. Hal tersebut didapatkan dari proses pengolahan basah yang menghasilkan seduhan yang clean atau karakter rasa yang lebih jernih dan memiliki aroma yang lebih kuat, body ringan, after taste, dan acidity lebih tinggi. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi proses pengolahan basah, menganalisis karakteristik fisik dan kimia klon kopi robusta Rope Dale dan Rope Dora yang didapat dari Desa Tribudisyukur. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji lanjut BNT sebesar 5%. Hasil yang didapat berupa proses pengolahan basah yang meliputi panen buah, sortasi buah, perendaman/perambangan buah, pengupasan kulit buah (pulper), fermentasi, pencucian (washing), penjemuran/pengeringan, pengupasan kulit tanduk (hulling), sortasi biji kopi, dan pengelompokkan (grading) mutu biji kopi serta mendapatkan biji kopi (green bean) bermutu 1 dan 2 sebanyak 18 – 20 kg dari bahan baku semula 162 kg buah kopi campuran (merah-kuning-hijau) atau mengalami penyusutan sebesar 87 – 90%. Karakteristik fisik sesuai SNI 01-2907-2008 dan karakteristik kimia sesuai SNI 01- 3542-2004 serta terdapat senyawa volatil dan non volatil berupa kafein
Identifikasi Risiko Distribusi Produk Buah Nanas Kaleng Pada Bagian Ekspor Impor Di PT XYZ Kota Bandar Lampung
PT XYZmerupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi pengalengan nanas terbesar di Indonesia dan ketiga di dunia. PT XYZ perlu memperhatikan beberapa risiko yang mungkin terjadi dalam usahanya untuk meningkatkan pasarnya di pasar internasional serta berusaha untuk memenuhi permintaan yang lebih tinggi. Dalam menjalankan usahanya, perusahaan menghadapi risiko pada aktivitas distribusi pada bagian penyimpanan dan pengiriman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi risiko yang timbul pada distribusi produk buah nanas kaleng di PT XYZKota Bandar Lampung. dan (2) menganalisis tingkat risiko dan peluang terjadinya risiko distribusi produk nanas kaleng di PT XYZ Kota Bandar Lampung. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Deskriptif dan House of Risk (HOR) fase 1. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi kejadian risiko yang terjadi. Dan metode analisis House Of Risk (HOR) fase 1 digunakan untuk mengukur tingkat risiko yang terjadi. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu terdapat 7 kejadian risiko atau atau risk event (Ei) yaitu 1) Jumlah produk dikirim berkurang, 2) Biaya penyimpanan melebihi anggaran, 3) Kualitas produk turun saat disimpan, 4) Produk yang rusak dibuang begitu saja, 5) Produk nanas kaleng kurang fresh, 6) Produk sampai ke Pelabuhan tidak tepat waktu, dan 7) Biaya transportasi melebihi anggaran. Hasil analisis tingkat risiko aktivitas distribusi produk nanas kaleng pada penyimpanan dan pengiriman, pada bagian penyimpanan tingkat risiko tertinggi pertama yaitu A1 Penyimpanan nanas yang tidak memadai dengan nilai 3 dan tingkat risiko tertinggi kedua yaitu A6 Penerimaan pesanan mendadak dari pelanggan dengan nilai 3. Pada bagian pengiriman tingkat risiko tertinggi yaitu A10 Alat transportasi bermasalah karena mogok dengan nilai 4
POTENSI EKSTRAK DAUN BIDARA SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PRODUK DETERJEN CAIR
Zat Sodium Lauryl sulfate atau SLS dapat menyebabkan iritasi kulit dan menggangu kesehatan mata. Saponin adalah senyawa glikosida yang dapat ditemukan pada tanaman. Dengan memanfaatkan saponin dalam daun bidara sebagai surfaktan dapat mengurangi penggunaan SLS. Deterjen dibuat dengan tiga formulasi dengan variasi konsentrasi esktrak daun bidara sebesar 5% (F1), 10% (F2), dan 15% (F3). Formulasi dibuat dengan perbandingan antara esktrak dan surfaktan, dimana semakin tinggi konsentrasi ekstrak yang digunakan maka semakin rendah konsentrasi surfaktan yang digunakan. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 1 faktor (3 jenis variasi konsentrasi ekstrak dan konsentrasi SLS) dengan 6 kali ulangan. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah mengetahui karakteristik dari deterjen ekstrak daun bidara yang dihasilkan. Deterjen ekstrsak daun bidara kemudian di evaluasi meliputi uji Ph, kestabilan busa, viskositas, uji tingkat kesukaan (hedonik) dan daya pembersihan. Hasil yang diperoleh pada uji Ph adalah 5,63 (P1), 3,80 (P2), 3,83 (P3). Viskositas sebesar 19623cps (P1), 5243cps (P2), 707cps (P3). Uji hedonik pada aroma 62% (P1), 58% (P2), 66% (P3), Warna 69% (P1), 57% (P2), 54% (P3). Tekstur 68% (P1), 61% (P2), 60% (P3). Penerimaan keseluruhan 68% (P1), 60% (P2), 58% (P3). Kemudian pada uji daya pembersihan hasil terbersih adalah P
KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA DAN CITA RASA KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) PENGOLAHAN BLACK HONEY PADA KETINGGIAN DAN TINGKATAN (Level) PENYANGRAIAN BERBEDA
Tanaman kopi yang paling banyak ditanam di Indonesia adalah kopi Robusta. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mutu dan citarasa kopi antara lain genetis bahan tanam, lingkungan tempat tumbuh, metode pengolahan dan fermentasi, metode penyangraian dan metode penyeduhan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik fisik dan kimia serta cita rasa biji kopi Robusta dengan pengolahan madu hitam terhadap ketinggian tanam serta tingkat penyangraian yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengembangan Produk Agroindustri dan Laboratorium Analisis, Politeknik Negeri Lampung pada Bulan April sampai Juli 2023. Penelitan ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, Faktor pertama adalah ketinggian bahan baku 900 MDPL, dan ±1.200 MDPL, Faktor kedua adalah tingkatan penyangraian (roasting) yaitu light roast dan medium roast. Hasil analisis data penelitian ini menemukan bahwa kopi dari ketinggian 900 MDPL dan ±1.200 MDPL memiliki cacat mutu, lolos ayakan, kadar abu, kadar air, dan derajat keasaman yang sesuai dengan kriteria SNI. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ketinggian tempat tumbuh berpengaruh terhadap kualitas buah yang dipanen. Semakin tinggi tempat tumbuh maka semakin menurun persentase buah rusak dan semakin tinggi kualitas kopinya. Hasil cupping test menyatakan kualitas kopi dari ketinggian ±1.200 MDPL termasuk fine Robusta dengan skor 83,75. Kopi dari lokasi yang lebih tinggi mempunyai skor keharuman, rasa, dan keasaman yang lebih tinggi
Prediksi Kelulusan Siswa dengan Algoritma Pembelajaran Mesin: Aplikasi Regresi Linear dan Logistik pada Faktor-Faktor Pendidikan
The main challenge in education lies in accurately predicting student graduation and understanding the factors influencing it. This study aims to provide a data-driven solution using machine learning algorithms, specifically linear regression to predict student exam scores and logistic regression to classify student graduation. The study contributes by developing predictive models that serve as tools to support strategic decision-making in educational institutions. This study utilized the Student Performance Factors dataset, comprising 6,607 samples with independent variables such as study hours, attendance, and parental involvement. Data analysis involved cleaning, transformation, and normalization before applying regression models. The findings showed that linear regression achieved a Mean Squared Error (MSE) of 3.256, indicating high accuracy in predicting exam scores. Logistic regression demonstrated an accuracy of 99.85% in classifying student graduation. These models complement each other by offering strategic insights to enhance educational quality.Permasalahan utama dalam pendidikan adalah memprediksi kelulusan siswa secara akurat dan memahami faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi berbasis data menggunakan algoritma pembelajaran mesin, yaitu regresi linear untuk memprediksi nilai ujian siswa dan regresi logistik untuk mengklasifikasikan kelulusan siswa. Kontribusi penelitian ini meliputi pengembangan model prediksi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung pengambilan keputusan strategis di institusi pendidikan. Penelitian ini menggunakan dataset Student Performance Factors yang mencakup 6.607 sampel dengan variabel independen seperti jam belajar, kehadiran, dan keterlibatan orang tua. Data dianalisis melalui tahapan pembersihan, transformasi, dan normalisasi sebelum diterapkan ke model regresi. Hasil analisis menunjukkan regresi linear menghasilkan Mean Squared Error (MSE) sebesar 3.256, yang mencerminkan tingkat akurasi yang baik dalam memprediksi nilai ujian. Sementara itu, regresi logistik memiliki tingkat akurasi 99,85% dalam mengklasifikasikan kelulusan siswa. Kedua model ini saling melengkapi dalam memberikan wawasan strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan
PEMBUATAN SISTEM DETEKSI HARDCODE KREDENSIAL PADA REPOSITORY
Hardcoded Credential is the practice of embedding authentication information, such as usernames and passwords, directly into the source code of software or applications. This means that the credential information is not stored separately or managed securely, but rather integrated into the program code. This practice poses significant security risks, one of which is the difficulty of changing credentials, making modifications to the source code impractical and increasing security risks. This research proposes a web-based Hardcoded Credential Detection System that can detect Hardcoded Credentials in the Repository on Github, by implementing security tools in the form of Trufflehog to the website, the system can see the results of Hardcoded Credential detection after the detection process is complete. By using the Prototyping method which is one approach in software development by following a series of stages that are carried out sequentially and completed one by one before entering the next stage. The technologies used include ReactJs as a library for making Front-end, ExpressJs as a Framework for making Back-end with Javascript as a Programming Language, and MYSQL as a database. The results of this system can help in maintaining the security of Github repositories by providing the use of tools that can identify potential leaks of sensitive credentials. Thus, developers and security teams can take action to remove or secure those accidental credentials.Kredensial yang di-hardcode adalah praktik menyematkan informasi autentikasi, seperti nama pengguna dan kata sandi, secara langsung ke dalam kode sumber perangkat lunak atau aplikasi. Hal ini berarti informasi kredensial tidak disimpan secara terpisah atau dikelola dengan aman, melainkan terintegrasi ke dalam kode program. Praktik ini menimbulkan risiko keamanan yang signifikan, salah satunya adalah kesulitan dalam mengubah kredensial, yang membuat modifikasi kode sumber menjadi tidak praktis dan meningkatkan risiko keamanan. Penelitian ini mengusulkan Sistem Deteksi Kredensial yang di-hardcode berbasis web yang dapat mendeteksi kredensial yang di-hardcode di Repository pada Github. Dengan menerapkan alat keamanan berupa Trufflehog ke dalam situs web, sistem ini dapat menampilkan hasil deteksi kredensial yang di-hardcode setelah proses deteksi selesai.Dengan menggunakan metode Prototyping, yaitu salah satu pendekatan dalam pengembangan perangkat lunak yang mengikuti serangkaian tahapan yang dilakukan secara berurutan dan diselesaikan satu per satu sebelum masuk ke tahap berikutnya. Teknologi yang digunakan meliputi ReactJs sebagai pustaka untuk membuat Front-end, ExpressJs sebagai kerangka kerja untuk membuat Back-end dengan Javascript sebagai bahasa pemrograman, dan MYSQL sebagai basis data. Hasil dari sistem ini dapat membantu menjaga keamanan repository Github dengan menyediakan alat yang dapat mengidentifikasi potensi kebocoran kredensial sensitif. Dengan demikian, pengembang dan tim keamanan dapat mengambil tindakan untuk menghapus atau mengamankan kredensial tersebut secara tepat
Reaktor Portabel Biogas Tipe Batch Dari Limbah Kotoran Sapi
Renewable energy sources need to be continuously developed to reduce the availability of fossil fuels that are increasingly depleted. Biogas is one of the alternative energies that promises a future by utilizing organic waste such as animal waste (cow dung). Processing animal waste as cow dung as a raw material for biogas can use continuous and batch type biodigesters. The method used in the study consisted of a literature study on biogas production using small-scale batch biodigesters with a portable design. The system in the reactor was designed anaerobically using cow dung with the addition of molasses. In this study, cow dung was mixed with air and molasses in a ratio of 2:1, then the fermentation process was carried out in a closed batch reactor. The results showed a significant increase in biogas pressure for 15 days, with the maximum pressure recorded on the 12th day of 101334.81N/m2 and decreased on the 15th day of 101295.57 N/m2. The increase that occurred during the entire fermentation process was stated to be fluctuating, this was influenced by environmental conditions. Based on the research results, it was stated that cow dung has the potential to be used as a renewable energy source that can reduce dependence on fossil fuels and support environmental sustainability.Sumber energi terbarukan perlu terus dikembangkan untuk menekan ketersediaan bahan bakar fosil yang sudah semakin menipis. Biogas merupakan salah satu energi alternatif yang menjanjikan kedepannya dengan memanfaatkan limbah organik seperti kotoran sapi.Pengolahan kotoran sapi sebagai bahan baku biogas dapat menggunakan biodigester tipe kontinyu dan tipe batch. Metode yang digunakan dalam penelitian terdiri dari studi literatur tentang produksi biogas menggunakan biodigester batch skala kecil dengan desain portable. System pada reactor didesain secara anaerobic menggunakan kotoran ternak sapi dengan penambahan molases. Dalam penelitian ini, kotoran sapi dicampur dengan air dan molases dalam perbandingan 1:2, kemudian dilakukan proses fermentasi didalam reaktor batch tertutup. Hasil menunjukkan peningkatan tekanan biogas yang signifikan selama 15 hari, dengan tekanan maksimum tercatat pada hari ke-12 yaitu sebesar 101334,81N/m2 dan mengalami penurunan pada hari ke-15 yaitu 101295,57 N/m2. Kenaikan yang terjadi pada keseluruhan waktu proses fertmentasi dinyatakan fluktuatif, hal ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwasanya potensi kotoran sapi dapat dijadikan sebagai sumber energi terbarukan yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung keberlanjutan lingkungan