Jurnal Online Politeknik Negeri Lampung
Not a member yet
1980 research outputs found
Sort by
PENGARUH WAKTU DAN KECEPATAN SENTRIFUGASI TERHADAP MUTU LATEKS PEKAT
Lateks pekat adalah suatu produk olahan karet yang telah dipekatkan menjadi KKK 60% - 64%. Pembuatan lateks pekat menggunakan metode sentrifugasi hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh waktu sentrifugasi terhadap mutu lateks pekat, mendapatkan pengaruh kecepatan sentrifugasi terhadap mutu lateks pekat, mendapatkan pengaruh interaksi waktu dan kecepatan sentrifugasi terhadap mutu lateks pekat, serta mendapatkan waktu dan kecepatan sentrifugasi terbaik yang menghasilkan mutu lateks pekat sesuai standar ISO 2004. Penelitian ini menggunakan RAK dengan 2 faktor yaitu waktu dan kecepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu dan kecepatan sentrifugasi pada pembuatan lateks pekat memberikan pengaruh terhadap mutu lateks pekat kecuali pH dan terdapat interaksi antara waktu dan kecepatan sentrifugasi terhadap mutu lateks pekat kecuali KKK, pH, dan KJP. Mutu lateks pekat yang telah memenuhi standar ISO 2004 yaitu pH (10,8 - 11,8) dan WKM (573.00 - 628.17 detik) dan KKK (54.34% - 57.59%), KJP (52.38% - 55.19%) namun belum memenuhi standar ISO 2004.
 
Efektivitas Pemberian Pupuk Organik, Anorganik, dan Hayati terhadap Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa L.)
The lack of nutrient availability can lead to a decline in rice plant (Oryza sativa L.) productivity. One effort to increase plant productivity is fertilization. The aim of this journal review is to analyze the effectiveness of inorganic, organic, and biofertilizers on rice productivity. The method used is a literature review by analyzing published journals (2010-2024) on the effectiveness of inorganic, organic, and biofertilizers in rice plants. The review results show that inorganic fertilizers provide nutrients quickly; however, their long-term use is detrimental to environmental conditions and sustainable agriculture. Organic fertilizers can enhance soil microorganisms and improve soil structure, although their nutrient content is low. Meanwhile, biofertilizers enhance nutrient availability through nitrogen-fixing microorganisms. The combination of inorganic, organic, and biofertilizers is proven to be more effective in increasing rice productivity without harming the environment.
Keywords: Inorganic, Biofertilizer, Organic, Rice, FertilizerKurangnya ketersediaan unsur hara dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman padi (Oryza sativa L.). Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman adalah pemupukan. Tujuan review jurnal ini adalah untuk menganalisis efektivitas pupuk anorganik, organik, dan hayati terhadap produktivitas tanaman padi. Metode yang digunakan adalah literatur review dengan menganalisis jurnal publikasi (2010-2024) tentang efektivitas pupuk organik, anorganik, dan hayati pada tanaman padi. Hasil review menunjukkan bahwa pupuk anorganik memberikan unsur hara secara cepat, namun penggunaannya dalam jangka panjang tidak baik bagi kondisi lingkungan dan pertanian berkelanjutan. Pupuk organik dapat meningkatkan mikroorganisme dalam tanah dan memperbaiki struktur tanah, meskipun kandungan haranya rendah. Sementara itu, pupuk hayati mampu meningkatkan ketersediaan hara melalui mikroorganisme penambat nitrogen. Kombinasi pupuk anorganik, organik, dan hayati terbukti lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi tanpa merusak lingkungan.
Kata kunci: Anorganik, Hayati, Organik, Padi, Pupu
Bauran Pemasaran Produk (Marketing Mix 7p) Terhadap Minat Beli Konsumen Emping Melinjo Karya Bunda
Bauran pemasaran, yang terdiri dari tujuh variabel utama yaitu Produk, Harga, Tempat, Promosi, Orang, Bukti Fisik, dan Proses (7P), berperan penting dalam merangsang minat beli dan memuaskan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh bauran pemasaran terhadap minat beli konsumen produk Emping Melinjo Karya Bunda. Penelitian dilakukan di Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, yang dikenal sebagai sentra produksi emping melinjo, dengan melibatkan 35 responden yang merupakan konsumen akhir yang membeli langsung di Toko Emping Melinjo Karya Bunda. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan bauran pemasaran yang diterapkan oleh usaha tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk Emping Melinjo Karya Bunda menarik dengan kemasan dan variasi rasa yang beragam, harga bersaing, serta lokasi strategis di pusat produksi. Promosi efektif, pelayanan dan efisiensi karyawan baik, dan fasilitas parkir memadai mendukung pengalaman belanja yang positif
Tataniaga Telur Ayam Ras Pada CV Gunung Harta Farm, Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur
Penelitian ini berjudul "Tataniaga Telur Ayam Ras pada CV Gunung Harta Farm Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur". Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran dan lembaga tataniaga telur ayam ras, menganalisis fungsi-fungsi tataniaga yang dijalankan, serta mengevaluasi efisiensi berdasarkan margin tataniaga, farmer's share, rasio keuntungan, dan biaya. Lokasi penelitian dipilih di Kabupaten Lampung Timur, yang merupakan penghasil telur terbesar kedua di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan melibatkan analisis terhadap tiga saluran tataniaga saluran langsung ke konsumen, melalui pedagang pengecer, dan melalui pedagang besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Gunung Harta Farm menggunakan tiga saluran tataniaga dengan fungsi yang berbeda-beda. Saluran tataniaga II terbukti paling efisien, dengan margin tataniaga terendah sebesar Rp 1.500/kg dan farmer's share tertinggi mencapai 94,73%. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai struktur dan efisiensi tataniaga telur ayam ras yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan usaha peternakan di Indonesia
Bimtek Teknologi Minapadi Pada Lahan Sawah Kelompok Tani Jaya Makmur Desa Sumber Agung, Lampung Selatan
Kelompok Tani Maju Makmur terletak di Dusun Margomulyo Desa Sumber Agung Kecamatan Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan. Jarak lokasi desa PKM ini adalah kurang lebih 41 km dari kampus Politeknik Negeri lampung. Mayoritas penduduk desa Sumber Agung dari suku Jawa dengan mata pencaharian sebagai sebagai petani. Pertanian sawah menjadi kegiatan yang utama di desa ini. Kecamatan Way Sulan memiliki jumlah penduduk 98.611 jiwa dengan mata pencharian petani.Secara geografis merupakan wilayah yang kaya akan sumber air yang melimpah dengan di kelilingi aliran tiga sungai daerah, sehingga menjadi salah satu kecamatan penghasil padi yang cukup Kurangnya pengetahuan untuk mekasimalkan potensi sumberdaya air, kelompok tani mengajukan kepada ketua kelompok untuk memnita akademisi menndapingi didalam bimtek mina padi di lahan sawah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan, meningkatkan hasil produki sawah dengan teknologi minapadi. Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah pembuatan demplot sawah sistem mina padi dengan menggunakan bibit padi strain ciherang dan ikan lele sangkuriang. Peserta terdiri dari kelompok tani jaya Makmur yang merespon positif kegiatan ini. Kegiatan ini telah meningkatkan hasil panen dengan dua komditas yaitu padi dan ikan
Pendampingan Kegiatan Pendederan Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) pada Media Bak Terpal di Desa Notoharjo Kabupaten Lampung Tengah
Program pendampingan budidaya ikan gurame (Osphronemus gouramy) di Desa Notoharjo, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah, dilakukan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas budidaya gurame melalui teknologi bak terpal yang inovatif. Desa ini memiliki potensi besar sebagai pusat budidaya perikanan dan agrowisata, namun saat ini masih menghadapi kendala teknik budidaya yang belum efisien. Kegiatan pendampingan yang dilaksanakan meliputi pemilihan benih berkualitas, pembuatan kolam bak terpal, pelatihan manajemen pakan, dan pengelolaan kesehatan ikan. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan, demonstrasi, konsultasi, dan evaluasi berkala untuk memastikan ketercapaian tujuan. Dengan penerapan kolam terpal, pembudidaya diharapkan dapat mengatasi kendala sumber daya air terutama saat musim kemarau, karena kolam terpal dapat menjaga keberlanjutan suplai air. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan pembudidaya dalam menerapkan teknologi bak terpal yang ekonomis dan praktis, serta peningkatan produksi benih ikan gurame. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan produksi budidaya gurame, memenuhi permintaan pasar sekitar, dan memperkokoh Desa Notoharjo sebagai pusat produksi gurame di Kabupaten Lampung Tengah
Teknologi Budidaya Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Berbasis Pemupukan Organik Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Di Wilayah Perbatasan RI-RDTL
Increased plant productivity can be achieved through the development of organic fertilization technology that utilizes local organic matter that is easily accessible to farmers. An example is the use of manure from cow and goat manure, as well as forage such as kirinyuh and gamal. This approach offers a solution to the low productivity of rice in drylands. The use of organic fertilizers in various doses is expected to improve soil nutrient status while increasing rice productivity in dry land. This research was carried out on farmers' land in Ponu Village, Biboki Anleu District, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara, which is located in the RI-RDTL border area, precisely the Oekusi section. The experiment in this study was designed in a Group Randomized Design consisting of 10 treatments. The treatment is No Fertilization (P0D0), 10 tons of cow manure fertilizer (PsD1), 20 tons of cow manure fertilizer (PsD2), 30 tons of cow manure (PsD3), 10 tons of goat manure (PkD1), 20 tons of goat manure (PkD2), 30 tons of goat manure (PkD3), 10 tons of forage (PhD1), 20 tons of forage (PhD2), and Forage fertilizer with a dose of 30 tons (PhD3). Each treatment was repeated 4 times so that there were 40 experimental plots. The results showed that the combination of goat manure treatment with a dose of 30 tons/ha (PkD3) had a better effect than other treatment combinations. This combination of treatments was able to provide the best observation value on several parameters, namely plant height growth, the number of saplings and the number of panicles per clump as well as the production of dry grain weight harvested per plot.
Upaya peningkatan produktivitas tanaman dapat dilakukan dengan perancangan teknologi pemupukan organik berbasis bahan organik lokal yang mudah diakses oleh petani seperti pemanfaatan pupuk kandang kotoran sapi, kambing dan hijauan seperti kirinyuh dan gamal, sebagai alternatif pemecahan masalah rendahnya produktivitas padi di lahan kering. Aplikasi pupuk organik dengan berbagai dosis pemupukan diharapkan mampu memperbaiki status hara dalam tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman padi di lahan kering. Pelaksanaan percobaan dilakukan di lahan petani di Ponu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Wilayah ini berada diperbatasan RI-RDTL bagian Oekusi. Percobaan dalam penelitian ini dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua perlakuan yaitu jenis pupuk organik dan dosis pupuk organik. Perlakuan tersebut dapat dirinci sebagai berikut: tanpa Pemupukan (P0), Pupuk kotoran sapi (Ps), Pupuk kotoran kambing (Pk) dan pupuk hijauan (Ph) dengan dosis 10 ton/Ha (D1), 20 ton/Ha (D2) dan 30 ton/Ha (D3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan pupuk kandang kotoran kambing dengan dosis 30 ton/ha (PkD3) memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding kombinasi perlakuan lainnya. Kombinasi perlakuan ini mampu memberikan nilai pengamatan yang terbaik pada beberapa parameter yakni pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah malai per rumpun serta produksi bobot gabah kering panen per petak.
Kata kunci : padi, pupuk organik, produksi padi, lahan kering
Characteristics of Farming Families on Nutrition Choices and Stunting Incidents in Ogan Ilir Regency
Government Ogan Ilir Regency is committed to alleviating the stunting problem, especially for most farming families suffering from stunting. The research was conducted on mothers' toddler nutrition not aged 13 to 59 months in the Farming families in nine Posyandu (Integrated Healthcare Posts) in three different sub-districts, based on the Decree of the Regent of Ogan Ilir 2023, Number 188/KEP/DPPPAPPKB/2023 concerning Lokus Village Acceleration Reducing Stunting. The sample used a purposive sampling technique with 17 questions grouped into three parts. Data was analyzed using descriptive quantitative and partial least squares (PLS) analysis. The research results show that factor education is the highest for mothers influenced by the lack of knowledge about source nutrition for toddlers. The income factor is the highest family influenced by the nutrition choices menu when there is money—the priority of using cash in the house and the assumption that work no means wealthy. The schedule influences the highest consumption factor. All variables have convergent validity and are related to mutual relationships. The condition results in a social economy and farming families. The incidence of stunting in Ogan Ilir Regency was 59.8 %, significantly influenced by education and income factors. The effect of the moderation factor education is confirmed to be a significant strengthening factor of income and a factor that affects the consumption of farming families and stunts incidents in Ogan Ilir Regency. Additionally, the effects of moderation factor income were confirmed to be very significant, strengthening factor consumption farming families to stunting incidents in Ogan Ilir Regency
PENERAPAN BAURAN PEMASARAN 7P DALAM MENGUKUR KEPUASAN KONSUMEN KERIPIK BUAH DARSA DI BANDAR LAMPUNG
This study aims to determine the level of customer satisfaction and the relationship between the importance and performance attributes of Darsa Fruit Chips consumers. This research was conducted in 5 gift shops that partnered with Darsa fruit chips in Bandar Lampung. The selection of this location was carried out purposively, with the consideration that the five souvenir shops had become partners of fruit chips for more than 1 year. The number of respondents taken was 50 people with 10 respondents each in each shop. The research time will be carried out from April to September 2023. The analysis used for customer satisfaction is using the Customer Satisfaction Index (CSI) or customer satisfaction index. To analyse how the relationship of an attribute's importance and its performance level (performance) is used Important Performance Analysis (IPA) method. The results obtained are the level of consumer satisfaction with Darsa Fruit chips classified into the category of very satisfied with the average level of conformity for all attributes on Importance Performance Analysis (IPA) is 98.12%. Some attributes are included in quadrant I, namely the Product, Place and Physical Evidence attributes, making these attributes require special attention for Darsa Fruit chips producers to increase the level of consumer satisfaction of Darsa Fruit chipsPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen serta hubungan atribut kepentingan dan kinerja konsumen keripik Buah Darsa. Penelitian ini dilakukan di 5 Toko Oleh-Oleh yang bermitra dengan keripik buah Darsa yang ada di Bandar Lampung. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan ke lima Toko oleh-oleh tersebut telah menjadi mitra keripik buah selama lebih dari 1 tahun. Jumlah responden yang diambil adalah 50 orang dengan masing-masing 10 orang responden pada masing-masing toko. Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan April sampai September 2022. Analisis yang digunakan untuk kepuasan konsumen yaitu menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) atau index kepuasan konsumen. Untuk menganalisis bagaimana hubungan dari sebuah kepentingan atribut (importance) dan tingkat kinerjanya (performance) digunakan metode Important Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian yang didapatkan adalah Tingkat kepuasan konsumen terhadap keripik Buah Darsa tergolong ke dalam kategori sangat puas dengan rata-rata tingkat kesesuaian untuk semua atribut pada Importance Performance Analysis (IPA) adalah 98,12%. Beberapa atribut termasuk ke dalam kuadran I yaitu Atribut Product (Produk), Place (Tempat) dan Physical Evidence (Pendukung Fisik) sehingga menjadikan atribut tersebut memerlukan perhatian khusus bagi produsen keripik Buah Darsa untuk meningkatkan tingkat kepuasan konsumen keripik Buah Darsa.
Kata kunci : CSI, Importance Performance Analysis (IPA), keripik Buah Darsa dan tingkat kepuasa
Analysis of the Combination of Planting Distance and Dosage of Environmentally Friendly Liquid Organic Fertilizer on Shallot Growth
This study aims to analyze the effect of planting distance and liquid fertilizer dosage on the growth and production of shallots (Allium ascalonicum L). This study examines the effect of a combination of planting distance and dosage of liquid organic fertilizer based on animal waste on the growth and production of shallots (Allium spp.). The study was conducted using a factorial Randomized Block Design (RAK) with two main factors, namely planting distance (D1: 20 × 20 cm, D2: 15 × 20 cm, D3: 10 × 20 cm) and dosage of liquid organic fertilizer (J0: control, J1: 250 ml/liter of water, J2: 500 ml/liter of water, J3: 750 ml/liter of water). The variables observed included plant height, number of leaves, bulb weight per plant, and bulb weight per plot. The results showed that increasing fertilizer dosage and wider planting distance significantly increased plant growth and production. ANOVA showed that planting distance and fertilizer dose had a significant effect on plant height, number of leaves, tuber weight per plant, and tuber weight per plot, but the interaction between the two factors was not significant. Application of high dose fertilizer (750 ml/liter) and wider planting distance (20 × 20 cm) resulted in optimal growth in all variables.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat umbi per tanaman, dan berat umbi per plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis pupuk dan jarak tanam yang lebih luas secara signifikan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. ANOVA menunjukkan bahwa jarak tanam dan dosis pupuk memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat umbi per tanaman, dan berat umbi per plot, namun interaksi antara kedua faktor tersebut tidak signifikan. Pemberian pupuk dosis tinggi (750 ml/liter) dan jarak tanam yang lebih lebar (20 × 20 cm) menghasilkan pertumbuhan optimal pada semua variabel