Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Not a member yet
    2187 research outputs found

    Determination of HPLC Chromatogram Profile of Katuk (Breynia androgyna (L.) Chakrab. & N.P.Balakr) Plants from Ristoja's Results using Chemometric Analysis

    Full text link
    The katuk plant was known as Sauropus androgynous (L.) Merr, but the name is changed to Breynia androgyna (L.) Chakrab. & N.P. Balakr since the publication of Chakrab's & N.P. Balakr in the 2012 Journal of Plant Taxonomists. The content of chemical compounds and secondary metabolites of katuk leaf are strongly influenced by different habitat or location. Therefore, the Center for Research and Development of Medicinal Plants and Traditional Medicines, National Institute of Health Research and Development (NIHRD) has conducted Research on medicinal plants and herbs (RISTOJA) results on 58 samples of katuk plants originating from 7 provinces and used by 13 ethnic groups in Indonesia. This study aims to obtain plant quality based on the description of the High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) chromatogram profile, in order to obtain the suitability of the efficacy of medicinal plants with their benefits for the community in an area. Test using HPLC with a gradient mobile phase, mixture of acetonitrile and methanol for 60 minutes. The results of the chromatogram were analyzed chemometrically by using Principal Component Analysis (PCA) data interpretation. PCA results showed that from HPLC chromatograms at 254 nm and 366 nm, each gave 3 different clusters, namely Clusters A, B and C where each cluster has the same chromatogram profile of katuk plants. Cluster A which was identified at a wavelength of 254 nm was the most used cluster by 7 ethnic groups with a total of 28 Katuk samples. Similarly, the chromatogram at a wavelength of 366 nm with the largest cluster is cluster A which is used by 11 ethnic groups with a total of 45 samples of katuk plants. where each cluster had the same chromatogram profile of katuk Plants

    FRONT MATTER BALABA VOL 18 NO 1 JUNI 2022

    No full text

    Distribusi spasial Covid-19 di DKI Jakarta, Indonesia (Januari 2021 - Oktober 2021)

    Full text link
    Pandemi COVID-19 telah menjadi ancaman dunia. Tingkat nasional kasus Covid-19 hingga 15 Oktober 2021 mencapai 4,2 juta kasus kumulatif dengan jumlah orang yang meninggal 142.889 jiwa. Provinsi DKI Jakarta adalah provinsi tertinggi yang memiliki kasus Covid-19 di Indonesia dan termasuk kota yang padat penduduk.  Tujuan dari penelitian ini ingin melihat hubungan antara populasi terhadap kasus konfirmasi COVID-19 secara spasial.  Data penelitian ini mencakup 5 area administratif dan 42 kecamatan di DKI Jakarta. Data yang digunakan ialah data surveilans COVID-19 Dinas Kesehatan DKI Jakarta mulai tanggal 1 Januari 2021-Oktober 2021. Analisis data menggunakan analisis deskriptif spasial, Global Moran I, dan LISA.  Hasil analisis menemukan bahwa hubungan spasial antara populasi dengan kasus konfirmasi COVID-19 di DKI Jakarta pada Januari 2021-Oktober 2021 dengan pola penyebaran mengelompok. Kecamatan yang menjadi hotspot (high-high) adalah Kecamatan Kalideres. Pemerintah sebaiknya fokus kepada daerah kecamatan dengan populasi tinggi dan mengatur pembatasan mobilitas secara ketat agar dapat mengendalikan kasus COVID-19 di DKI Jakarta

    The Health Promotion Effectiveness On Mother Knowledge Of Stunting Prevention In Toddlers: Literature Review

    No full text
    Background: The goal of public health promotion is to increase people's capacity for action through direct instruction from and for the general public, in order to enable them to take responsibility for their own well-being. It also aims to develop programs based on getting people involved in social activities that support healthy living. Stunting begins to occur when a child is two years old and occurs when the embryo is still inside the womb. Stunting is a condition when someone's normal level of badness is higher than the normal level of badness for someone else. Aim examine the effect of health promotion on mothers' knowledge about stunting prevention in toddlers. Method: Literature review is done by searching on direct science sites, Pubmed, and google scholar. They used the critical word The effect of health promotion on mothers' knowledge of stunting prevention in toddlers. References were selected based on the criteria of 1) journals related to stunting prevention, health promotion, and maternal knowledge, 2) 2017-2021 published years, and 3) fully accessible journals. Results: A total of 8362 journals were analyzed, but none of them fit the bill or had anything to do with how health education affects mothers' awareness of how to prevent stunting. The impact of health promotion on mothers' awareness of stunting prevention is then demonstrated from the 25 references found. In order to prevent stunting, health promotion involves a learning process that transforms bad behavior patterns into good ones. Conclusion: Health promotion is a learning process carried out to change unhealthy behavior patterns into healthy behavior so that stunting can occur. Keywords: Health promotion, knowledge, mothers, toddlers, stunting   Abstrak Latar Belakang: Promosi kesehatan masyarakat adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat untuk bertindak melalui instruksi langsung dari dan untuk masyarakat umum, agar memungkinkan mereka bertanggung jawab atas kesejahteraan mereka sendiri. Selain itu juga bertujuan untuk mengembangkan program yang berbasis pada keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial yang mendukung hidup sehat. Stunting mulai terjadi saat anak berusia dua tahun dan terjadi saat embrio masih berada di dalam kandungan. Stunting adalah kondisi ketika tingkat keburukan normal seseorang lebih tinggi dari tingkat keburukan normal orang lain. Tujuan mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting pada balita. Metode: Kajian pustaka dilakukan dengan mencari di situs ilmu langsung, Pubmed, dan google scholar. Menggunakan kata kunci Pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting pada balita. Referensi dipilih berdasarkan kriteria: 1) jurnal terkait pencegahan stunting, promosi kesehatan, dan pengetahuan ibu; 2) tahun terbit 2017-2021;  3) jurnal yang dapat diakses sepenuhnya. Hasil: Sebanyak 8362 jurnal dianalisis, namun tidak ada satupun yang sesuai atau berkaitan dengan bagaimana pendidikan kesehatan mempengaruhi kesadaran ibu tentang cara mencegah stunting. Dampak promosi kesehatan terhadap kesadaran ibu tentang pencegahan stunting kemudian ditunjukkan dari 25 referensi yang ditemukan. Kesimpulan: Untuk mencegah stunting, promosi kesehatan melibatkan proses pembelajaran yang mengubah pola perilaku buruk menjadi baik. Kata kunci: Promosi kesehatan, pengetahuan, ibu, balita, stuntin

    Body Mass Index and Working Period Associated with Low Back Pain in Pedicab Drivers

    No full text
    Background: Low back pain (LBP), commonly referred to radiating low back pain or sciatica, is the discomfort between the ribcage and the gluteal folds. A risk factor for LBP is being overweight because weak abdominal muscles lead the center of gravity to shift forward, increasing lumbar lordosis and promoting exhaustion in the paravertebral muscles. A working period is an accumulation of one's work activities over a long period. If the activity is carried out continuously over the years can cause health problems. Methods: This study was an observational analytic study using a cross-sectional study—a research population of pedicab drivers in Kemuning District, Palembang City. Classification data include age, gender, and body mass index Results: Fifty-seven pedicab drivers met the requirements for participation. Bivariate analysis using the Chi-Square Test yielded a p-value of 0.038, indicating a significant association between BMI and low back pain, and a p-value of 0.025, indicating a significant association between length of employment and lower back pain. Conclusion: BMI and working period had a significant relationship with lower back pain. Keywords: low back pain, working period, body mass index Abstrak  Latar Belakang :Nyeri Punggung Bawah (NPB) adalah nyeri di daerah punggung di antara tulang rusuk dan lipatan gluteal, termasuk juga nyeri ekstremitas yang menjalar karena gangguan punggung. Berat badan yang berlebih menyebabkan tonus otot abdomen lemah, sehingga pusat gravitasi seseorang akan terdorong ke depan dan menyebabkan lordosis lumbalis akan bertambah yang kemudian menimbulkan kelelahan pada otot paravertebra, hal ini merupakan risiko terjadinya LBP. Lama kerja merupakan akumulasi aktivitas kerja seseorang yang dilakukan dalam jangka waktu panjang yang apabila aktivitas tersebut dilakukan terus-menerus dalam jangka waktu bertahun-tahun dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Metode : Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan potong lintang (cross-sectional study). Populasi penelitian pengayuh becak di Kec.Kemuning, Kota Palembang. Data klasifikasi meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh. Ditemukan 57 pengayuh becak yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil : Hasil analisis bivariat yang diperolehi dengan Uji Chi Square diperoleh nilai p sebesar 0.038, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan nyeri punggung bawah dan nilai p sebesar 0.025 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan nyeri punggung bawah. Kesimpulan : IMT dan lama kerja mempunyai hubungan yang signifikan dengan nyeri punggung bawah.  Kata kunci: nyeri punggung bawah, usia, IM

    PENGARUH PEMBERIAN DOSIS TINGGI POTASSIUM IODIDE (KI) TERHADAP FUNGSI TIROID, THYROID PEROXIDASE ANTIBODY (TPOAb), DAN BERAT BADAN PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR HIPOTIROID

    Full text link
    Latar Belakang. Pengaruh kelebihan iodium jangka panjang dari potassium iodide (KI) terhadap kadar thyroid stimulating hormone (TSH), hormon tiroid, dan thyroid peroxidase antibody (TPOAb) masih belum jelas. Tujuan. Mengetahui pengaruh pemberian dosis tinggi KI secara oral selama 12 minggu terhadap fungsi tiroid, TPOAb, dan berat badan (BB) pada tikus jantan galur Wistar hipotiroid. Metode. Tiga puluh tikus jantan galur Wistar dengan berat rata-rata 200–250 g dibagi menjadi lima kelompok. Empat kelompok diberikan PTU 54 mg/kg BB/hari secara oral selama 14 hari untuk menginduksi hipotiroid dan satu kelompok kontrol diberikan akuades. Pada empat kelompok tikus hipotiroid, satu kelompok diberikan akuades 2 ml/hari, dan tiga kelompok diberikan KI dosis: 19,8 µg I/hari, 39,6 µg I/hari, dan 79,2 µg I/hari secara oral selama 12 minggu. Kadar TSH, fT4, TPOAb, dan BB diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil. Rerata kadar TSH sesudah pemberian KI dosis 39,6 µg I/hari secara oral selama 12 minggu lebih tinggi dibandingkan kontrol (p<0,05). Sedangkan rerata kadar TSH sesudah pemberian KI dosis 79,2 µg I/hari lebih rendah dibandingkan kontrol (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata kadar TPOAb antara kelompok perlakuan dengan kontrol (p>0,05). Kesimpulan. Pemberian KI dosis 19,8 µg I/hari secara oral selama 12 minggu menyebabkan eutiroid, pemberian KI dosis 39,6 µg I/hari menyebabkan hipotiroid subklinis, dan pemberian KI dosis 79,2 µg I/hari menyebabkan hipertiroid subklinis pada tikus jantan Wistar hipotiroid

    Pengetahuan dan Perspektif Masyarakat Lokal Terhadap Schistosomiasis di Indonesia

    Full text link
    ABSTRACT Schistosomiasis, also known as snail fever, is caused by a parasitic worm. These parasites emerge from snails (conch) to contaminate fresh water and then infect humans or mammals such as cows, buffalo, and pigs whose skin is in contact with water. Various efforts continue to be encouraged so that cases of schistosomiasis decrease. Methods to prevent disease include increasing access to clean water, reducing snail populations, improving waterways, and the role of local community leaders. This study aimed to explore people's local knowledge and perspectives in endemic schistosomiasis areas. This study uses a cross-sectional design for quantitative and qualitative by collecting data through FGD. With as many FGD participants in each group, as many as ten people. The number of respondents was selected by simple random sampling. The results showed that local people's knowledge was still low, especially about the causes and modes of transmission of schistosomiasis. The community's perspective on controlling schistosomiasis carried out by cross-sectoral and health services and their staff is quite good. Local people expect stockpiling/drying of snail-focused areas, giving PPE boots for free. Local perspectives on the involvement of community leaders are still lacking, especially in community social groups such as PKK and dasawisma. In addition, cross-sectoral collaboration, the health office, and community leaders still need to be improved. The need for strengthening the eradication of schistosomiasis by involving informal, formal leaders in endemic schistosomiasis areas ABSTRAK Schistosomiasis atau disebut juga demam keong, disebabkan oleh parasit cacing. Parasit ini muncul dari siput (keong) untuk mencemari air tawar dan kemudian menginfeksi manusia ataupun hewan mamali. Metode untuk mencegah penyakit ini adalah meningkatkan akses terhadap air bersih, mengurangi populasi keong, perbaikan saluran air, dan peran dari tokoh masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini mengeksplorasi pengetahuan dan perspektif lokal masyarakat di daerah endemis schistosomiasis. Peneltian ini menggunakan desain cross-sectional melalui pendekatan kuantitatif dan Kualitatif dengan cara pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FGD). Jumlah peserta FGD masing-masing kelompok sebanyak 10 orang. Jumlah responden 1692 yang dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, pengetahuan masyarakat lokalmasih rendah khususnya tentang penyebab dan cara penularan schistosomiasis. Persepektif masyarakat tentang pengendalian schistosomiasis yang dilakukan oleh lintas sector dan dinas kesehatan bersama jajarannya sudah cukub baik. Masyarakat lokal mengharapkan penimbunan/ pengeringan areal fokus keong,pemberian Alat Pelindung Diri (APD) sepatu bot secara gratis. Perspektif lokal tentang keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat masih kurang terutama kelompok sosial masyarakat seperti Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan dasawisma. Selain itu kerjasama lintas sektor, dinas kesehatan dan tokoh-tokoh masyarakat masih perlu ditingkatkan. Perlunya penguatan dalam pemberantasan schistosomiasis dengan melibatkan tokoh formal nonformal di daerah endemis schistosomiasis

    Fasciolosis dan Cryptosporidiosis pada Ternak Sapi di Desa Maranatha, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah

    Full text link
    ABSTRACT Fasciolosis and Cryptosporidiosis are zoonotic parasitic diseases. Fasciolosis in Indonesia is caused by the trematode worm Fasciola gigantica species and generally attacks ruminants, while cryptosporidiosis is caused by the protozoan species Cryptosporidium parvum as a source of diarrheal disease infection. The purpose of the study was to identify fasciolosis and cryptosporidiosis infections in cattle in Maranatha Village, Sigi District, Central Sulawesi which was carried out for four months. The research design was cross-sectional with the determination of the sample using a purposive sampling method. The research sample was feces from cattle aged 6 months–2 years. The collected samples were prepared using the formalin ether sedimentation method. The results of 62 stool samples identified fasciolosis and cryptosporidiosis infections in cattle in Maranatha village, namely 38.7% and 14.52%, respectively. Conclusions: More than one-third of the cows examined were infected with fasciolosis and about a quarter of the cows examined were infected with C. parvum. Suggestions should be regular supervision or monitoring of the provision of deworming drugs to livestock, as well as counseling supervision and provision of clean water sources for the local community. ABSTRAK Fasciolosis dan cryptosporidiosis merupakan penyakit parasiter bersifat zoonosis. Fasciolosis di Indonesia disebabkan oleh cacing trematoda spesies Fasciola gigantica dan umumnya menyerang ternak ruminansia, sedangkan cryptosporidiosis disebabkan oleh protozoa spesies Criptosporodium parvumsebagai sumber infeksi penyakit diare. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi infeksi fasciolosis dan cryptosporidiosis pada sapi di Desa Maranatha, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang dilaksanakan selama empat bulan. Disain penelitian adalah cross sectional dengan penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel penelitian adalah tinja dari ternak sapi yang berumur 6 bulan–2 tahun. Sampel yang terkumpul dipreparasi menggunakan metode sedimentasi formalin eter. Hasil dari 62 sampel tinja teridentifikasi infeksi fasciolosis dan cryptosporidiosis pada sapi di Desa Maranatha yaitu sebesar 38,7% dan 14,52%. Kesimpulan lebih dari sepertiga jumlah sapi yang diperiksa terinfeksi fasciolosis dan sekitar seperempat dari sapi yang diperiksa ternfeksi C. parvum. Saran sebaiknya ada pengawasan atau pemantauan secara berkala pada pemberian obat cacing pada ternak, serta penyuluhan, pengawasan dan pengadaan sumber air bersih untuk masyarakat setempat

    Front Matter Media Litbangkes Vol 31 No 4

    No full text

    MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN LIMBAH TERNAK DI KAWASAN PETERNAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM KABUPATEN BANDUNG

    Full text link
    ABSTRACT Domestic solid waste and livestock waste management are part of 2019-2025 Citarum Watershed Pollution and Degradation Control Action Plan. Domestic and livestock activities in the livestock area in Bandung regency have the potential to cause Citarum river pollution. This analysis aim to know the method of domestic solid waste and livestock waste management in the livestock area of Tarumajaya Village, Kertasari District, Bandung Regency. This research was conducted in 2019, with a quantitative and qualitative approach. The result is some people still manage domestic solid waste by burning or throwing it into the river, and managing livestock waste by throwing it into the river. Alternatives for eco- friendly domestic solid waste management through ‘waste banks’ and livestock waste management with biogas technology, have been known and practiced by some people. The current challenge is to maintain the continuity of the program. It is recommended to the local government, especially the Health Office and Health Center, as well as the Agriculture Office to periodically provide socialization, technical and management training, consultation and monitoring of the environment friendly programs. Keywords: Citarum river, waste bank, biogas   ABSTRAK Permasalahan sampah rumah tangga dan limbah peternakan merupakan bagian dari Rencana Aksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum 2019-2025. Aktivitas domestik dan peternakan di kawasan peternakan Kabupaten Bandung ditengarai memiliki potensi penyebab pencemaran Sungai Citarum. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui pola pengelolaan sampah rumah tangga dan limbah ternak di kawasan peternakan Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilaksanakan tahun 2019, dengan pendekatan kuantitatif dan didukung pendekatan kualitatif. Hasil analisis menunjukkan sebagian masyarakat masih mengelola sampah rumah tangga dengan cara dibakar atau dibuang ke sungai, dan mengelola limbah ternak dengan cara membuang ke sungai. Alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang ramah lingkungan melalui bank sampah dan pengelolaan limbah ternak dengan teknologi biogas, telah dikenal dan dipraktekkan sebagian masyarakat. Tantangan saat ini adalah menjaga kontinuitas program tersebut. Disarankan kepada pemerintah daerah khususnya Dinas Kesehatan dan jajarannya, serta Dinas Pertanian secara periodik memberikan sosialisasi, pelatihan teknis dan manajemen, konsultasi dan monitoring program ramah lingkungan tersebut. Kata kunci: Sungai Citarum, bank sampah, bioga

    1,563

    full texts

    2,187

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇