Journals of Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Not a member yet
2187 research outputs found
Sort by
Performa Tryptone Bile X-Glucuronide (TBX) yang disuplementasikan dengan Cefotaxime sebagai Medium Selektif Untuk Skrining ESBL-E.coli dari Sampel Lingkungan
Identification of ESBL-E.coli from environment without selective medium will be challenging to do considering that E.coli mixes with various other microorganisms in the environment. This study aimed to determine the performance of TBX Agar supplemented with Cefotaxime as a selective medium for ESBL-E. coli screening from 138 water samples of environmental sampling obtained from rivers, open sewers in the market, poultry slaughterhouses and hospital waste water inlets and outlets around Jakarta. Laboratory examinations were carried out through the filtration stage, inoculation on the TBX Agar supplemented with Cefotaxime medium as well as species confirmation and ESBL with the indol test and double-disk test. The results showed that 87.08% (40-100%) of suspect colonies growing on TBX Agar supplemented with Cefotaxime medium were confirmed as E.coli and 82.51% (12-100%) were confirmed as ESBL-E.coli. However, there was no correlation between TBX Agar supplemented with Cefotaxime performance and sampling locations. Based on the results of the study, it can be concluded that the TBX supplemented with Cefotaxime medium can be used for ESBL-E.coli screening in the environment, but further confirmation is needed using the indole and double-disk tests.
Keywords: Escherichia coli, ESBL, TBX Agar suplemented with Cefotaxime
Abstrak Identifikasi ESBL-E.coli tanpa medium selektif akan sangat sulit dilakukan pada sampel lingkungan mengingat ESBL-E.coli bercampur dengan berbagai mikroorganisme lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui performa TBX Agar yang disuplementasi Cefotaxime sebagai medium selektif untuk skrining ESBL-E.coli. Sampel penelitian sebanyak 138 sampel air lingkungan yang diambil dari sungai, saluran pembuangan terbuka di pasar, rumah pemotongan hewan unggas (RPHU) serta inlet dan outlet limbah rumah sakit di sekitar Jakarta. Pemeriksaan laboratorium melalui tahapan filtrasi, inokulasi pada medium TBX Agar dengan suplementasi Cefotaxime serta konfirmasi spesies dan ESBL dengan uji indol dan double-disk test. Hasil menunjukkan bahwa koloni tersangka yang tumbuh pada medium TBX Agar dengan suplementasi Cefotaxime sebanyak 87,08% (40-100%) terkonfirmasi sebagai E.coli dan 82,51% (12-100%) terkonfirmasi sebagai ESBL-E.coli. Namun, tidak ada hubungan antara performa TBX Agar dengan suplementasi Cefotaxime dengan lokasi pengambilan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa medium TBX Agar dengan suplementasi Cefotaxime cocok digunakan untuk skrining ESBL-E.coli di lingkungan namun tetap diperlukan konfirmasi lanjut menggunakan uji indol dan double disk test.
Kata kunci: Escherichia coli, ESBL, TBX Agar suplemented with Cefotaxim
Factors that Influence Mother’s Behavior in Fulfilling Toddler Nutrition at the Age of 12-36 Months
Abstract
Improper feeding practices are the initial cause of the occurrence of nutritional problems in infants and toddlers, if this condition occurs over time, long enough, and continuously it will have an impact on the child’s growth. This study aims to the factors that influence the mother's behavior in fulfilling toddler nutrition. The design of this research is a cross-sectional approach. The sample number in this study was 238 mothers of respondents who have children aged 1-3 years. The research location is in the work area of the Tajinan Health Center. Malang Regency, East Java. The independent variables in this study were perceived susceptibility, perceived severity, perceived usefulness, perceived barrier, cues to action, and self-efficacy. The dependent variable of the study is the behavior of mothers in providing nutrition. Samples were taken using random cluster sampling. Data was collected using a questionnaire. The data were analyzed by using the chi-square test with a significance level of <0.05. The results showed that perceived vulnerability (p = 0.297), perceived seriousness (p = 0.201), perceived benefits (p = 0.197), cues to act (p = 0.068) and self-efficacy (p = 0.205) there was no relationship between behavior mother. Only perceived barriers (p=0.028) had a relationship with the mother’s behavior. Health workers at the public health center can provide audio-visual interventions to improve the behavior of mothers in providing the nutritional needs of their children.
Keywords: mother’s behavior, nutritional toddlers, theory of health belief model
Abstrak
Praktik pemberian makan yang tidak benar merupakan penyebab awal terjadinya masalah nutrisi pada bayi dan baduta yang apabila kondisi ini terjadi dalam waktu yang cukup lama dan terus menerus maka akan berdampak pada pertumbuhan anak. Tujuan penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi Ibu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak usia balita. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 238 ibu responden yang memiliki anak usia 1-3 tahun. Lokasi penelitian di wilayah kerja Puskesmas Tajinan. Kabupaten Malang, Jawa Timur. Variabel independen dalam penelitian ini kerentanan yang dirasakan, keparahan yang dirasakan, manfaat yang dirasakan, persepsi penghalang, isyarat untuk bertindak dan efikasi diri. Variabel dependen penelitian adalah perilaku ibu dalam memberikan nutrisi. Sampel diambil dengan cara Cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner terstruktur dengan kuesioner. Analisa data dengan uji chi square, level signifikan P value < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa variabel-variabel : kerentanan yang dirasakan (p=0,297), keparahan yang dirasakan (p=0,201), manfaat yang dirasakan (p=0,197), isyarat untuk bertindak (p=0,068) dan efikasi diri (p=0,205) tidak ada hubungan antara perilaku ibu. Hanya hambatan yang dirasakan (p=0,028) berhubungan dengan perilaku ibu. Petugas kesehatan di Puskesmas harus memberikan intervensi secara audio visual untuk meningkatkan perilaku Ibu dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi anaknya.
Kata kunci: perilaku ibu, nutrisi balita, teori health belief mode
KEPATUHAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP KAMPANYE NASIONAL PENGGUNAAN MASKER DI TAHUN 2020
ABSTRACT
The infection with COVID-19 has become a very influential public health problem worldwide and is categorized as a pandemic. This paper contains quantitative results on the use of masks in the community which is part of the Research on Knowledge, Attitudes and Behavior of the Community Related to the National Campaign for COVID-19 Prevention in Indonesia in 2020 with an internet-based questionnaire. Using the cross sectional method, the population is people aged 15 years and above in 34 provinces of Indonesia. Determination of samples using the formula for the estimated proportion of sample size with a total of 2,331. Quantitative data analysis was univariate and bivariate through the Pearson Chi-Square Test with P-value <0.05. In the results, it is known that the most age characteristics range from 25-34 years and 35-44 years with the most female sex. The most widely used media for resubmitting the appeal for the use of masks is social media, with the main topics are being how to wear, appeals and mistakes in wearing masks, most have the perception that wearing masks correctly can prevent transmission. Most PSAs (Public Service Announcement) sources are through social media. Community compliance to have healthy behavior during a pandemic requires continuous exposure. PSA on social media is one way to raise awareness of the importance of wearing masks to prevent this pandemic. Health promotion with the use of social media can be further utilized in disseminating correct information about health.
Keywords: COVID-19, mask, PSA
ABSTRAK
Infeksi penyakit COVID-19 telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sangat berpengaruh di seluruh dunia dan dikategorikan sebagai pandemi. Tulisan ini mengangkat hasil kuantitatif tentang penggunaan masker pada masyarakat yang merupakan bagian dari Riset Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Terkait Kampanye Nasional Pencegahan COVID-19 di Indonesia pada tahun 2020 dengan kuesioner berbasis internet. Menggunakan metode cross sectional, populasi adalah masyarakat berusia 15 tahun ke atas di 34 Provinsi Indonesia. Jumlah sampel menggunakan rumus besar sampel estimasi proporsi dengan jumlah 2.331. Analisis data kuantitatif secara univariat dan bivariat melalui Uji Pearson Chi-Square dengan P-value<0,05. Pada hasil diketahui karakteristik umur terbanyak kisaran 25-34 tahun dan 35-44 tahun dengan jenis kelamin perempuan terbanyak. Media yang paling banyak digunakan untuk penyampaian kembali himbauan pemakaian masker adalah media sosial, dengan topik utama cara memakai, himbauan dan kesalahan memakai masker, sebagian besar memiliki persepsi memakai masker dengan benar dapat mencegah penularan. Kepatuhan masyarakat untuk memiliki perilaku sehat dalam masa pandemi membutuhkan paparan yang kontinyu. Kampanye Nasional Pencegahan COVID-19 dengan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dan dilakukan di media sosial merupakan cara menumbuhkan kesadaran pentingnya pemakaian masker. Promosi kesehatan dengan penggunaan media sosial dapat lebih dimanfaatkan dalam penyebaran informasi yang benar tentang kesehatan.
Kata kunci: COVID-19, masker, IL
AKTIVITAS PENURUNAN TEKANAN INTRAOKULAR KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BUAH DELIMA DAN LIDAH BUAYA
ABSTRACT
Glaucoma is the second leading cause of blindness in the world. One of many strategies for controlling intraocular pressure to prevent blindness due to glaucoma is by inhibiting the production and/or increasing drainage of fluid in the eyeball. One of the potential natural remedies for such control is pomegranate (Punica granatum L.) and aloe vera (Aloe vera L.). This study aimed to evaluate the activity of lowering intraocular pressure of pomegranate and Aloe vera combination ethanol extracts in rats with ocular hypertension. Pomegranate and aloe vera were extracted by maceration method using 70% ethanol. Thirty rats were randomly divided into six groups, namely normal control group, rats with ocular hypertension control, drug control (acetazolamide 25 mg/kg BW p.o), pomegranate extract 500 mg/kg BW p.o, Aloe vera extract 500 mg/kg BW p.o, and extract combination p.o (each extract 500 mg/kg BW). Induction of ocular hypertension was performed by administering twelvedrops of 1% prednisolone acetate to the right eye. Intraocular pressure was measured using the schiotz tonometer before induction, after induction, and one hour after treatment. The combination of pomegranate and aloe vera extract given to rats with ocular hypertension showed a better potential to reduce intraocular pressure than a single administration of each extract, the percentage of reduction in intraocular pressure was 33.6±9.1%, 28.2±13.8%, and 29.9±8.1%, respectively. However, the combination of the two extracts did not show additive or synergistic effects and the potential of reducing intraocular pressure was lower than the acetazolamide drug.
Keywords: Intraocular pressure, pomegranate, Aloe vera
ABSTRAK
Glaukoma merupakan penyebab kebutaan terbanyak ke dua di dunia. Strategi pengendalian tekanan intraokular untuk mencegah kebutaan akibat glaukoma dapat dilakukan dengan cara menghambat produksi dan atau melancarkan drainase cairan dalam bola mata. Salah satu sumber bahan baku alami yang potensial untuk pengendalian tersebut adalah buah delima (Punica granatum L.) dan lidah buaya (Aloe vera L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi efek penurunan tekanan intraokular kombinasi buah delima dan lidah buaya pada tikus yang mengalami hipertensi okular. Buah delima dan lidah buaya diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Secara acak, 30 ekor tikus dibagi kedalam 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol tikus yang mengalami hipertensi okular, kontrol obat (asetazolamid 25 mg/kgBB p.o), ekstrak buah delima 500 mg/kgBB p.o, ekstrak lidah buaya 500 mg/kgBB p.o., kombinasi ekstrak p.o (masing – masing ekstrak 500 mg/kgBB). Induksi hipertensi okular dilakukan dengan pemberian 12 tetes prednisolon asetat 1% pada mata kanan. Tekanan intraokular diukur menggunakan tonomoter schiotz sebelum induksi, setelah induksi dan satu jam setelah pemberian perlakuan. Kombinasi ekstrak buah delima dan lidah buaya yang diberikan pada tikus yang mengalami hipertensi okular menunjukkan potensi yang lebih baik dalam menurunkan tekanan intraokular dibandingkan pemberian tunggal masing–masing ekstrak, persentase penurunan tekanan intra okular berturut-turut 33,6±9,1%, 28,2±13,8% dan 29,9±8,1%. Namun, pemberian kombinasi kedua ekstrak tersebut tidak menunjukkan efek aditif ataupun sinergis serta potensi dalam menurunkan tekanan intraokular masih dibawah obat asetazolamid.
Kata kunci: Tekanan intraokular, buah delima, lidah buay
The association between anthropometric profiles and somatotype with 100 meter sprint amongst Indonesian sprint athletes
Background: One hundred meter sprint was influenced by various internal and external factors. Somatotype and anthropometry profiles are possibly to be one of the factors that predicts performance. The aims of this study were to assess the anthropometry and somatotype profiles obtained from an example of Indonesian team university male sprinters and to elucidated potential correlations between anthropometry profile and somatotype with the 100m sprint.
Methods: It was recorded that 20 selected sprint athletes participated as representatives from Indonesia in the XVIII ASEAN University Games with an averaged age (20.0 ± 0.92 year old). Anthropometric assessment includes height, weight, skinfold (triceps, supra-spinale, subscapula, suprailiaca, abdomen, calf, front thigh and chest)), two bicondylar widths (humerus and femur) and two circumferences (biceps and femur). The somatotype assessment was based on the Health & Carter method. Body fat percentage was assessed using the equation determined by Berzerk et al. (1963). Body Mass Index is calculated from body mass divided by height squared (kg/m2). Multicorrelation matrix and simple linear regression were used to assess the potential correlation between somatotype profile and anthropometry with the 100m sprint.
Results: The average value of ectomorph-mesomorph-endomorph was 3.40-4.08-0.84 BMI at 20.6 0.6, while the fat percentage was 9.2 ± 0.8. There were no significant correlation and regression slope found between somatotype profile and anthropometry with the 100m sprint.
Conclusion: Most of the athletes representing Indonesia at the ASEAN University Games were mesomorphs and ectomorphs. They had low endomorph score fat percentage. Body shape requirements was not related to the 100m sprint. Further investigation is recommended to amplify the findings.
Keywords: body composition, somatotype, sprinter
Abstrak
Latar belakang: Lari seratus meter dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Profil somatotipe dan antropometri diperkirakan merupakan salah satu diantara faktor yang dapat memprediksi kinerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai antropometri dan somatotipe yang diperoleh dari sampel pelari putra perguruan tinggi Indonesia dan menjelaskan potensi korelasi antara antropometri dan somatotype dengan lari 100 meter.
Metode: Tercatat 20 atlet sprinter terpilih sebagai perwakilan dari Indonesia di ASEAN University Games XVIII dengan rata-rata umur (20.0±0.92 tahun). Penilaian antropometri meliputi tinggi, berat badan, lipatan kulit (trisep, supra-spinale, subskapula, suprailiaka, abdomen, betis, paha depan dan dada), dua lebar bicondylar (humerus dan femur) dan dua lingkar (bisep dan femur). Penliaian somatotipe didasarkan dari metode Heath & Carter. Presentasi lemak tubuh dinilai sebagai persamaan yang ditentukan oleh Berzerk et al. (1963). Indeks Masa Tubuh dihitung dari masa tubuh yang dibagi dengan tinggi badan kuadrat (kg / m2). Matrix multikorelasi dan regresi linear sederhana digunakan untuk menilai potensi korelasi antara profil somatotipe dan antropometri dengan lari cepat 100 m.
Hasil: Rata-rata nilai ectomorph-mesomorph-endomorph adalah 3.40-4.08-0.84. BMI di angka 20.6 ± 0.6, sedangkan presentasi lemak di angka 9.2± 0.8. Tidak ada korelasi yang signifikan dan kemiringan regresi ditemukan antara somatotipe dan antropometri dengan lari 100 m.
Kesimpulan: Atlet yang mewakili Indonesia di ASEAN University Games sebagian besar mesomorph and ectomorph. Mereka memiliki presentasi lemak skor endomorph rendah. Syarat-syarat bentuk tubuh tidak berkaitan dengan lari 100 m. Investigasi lebih lanjut direkomendasikan untuk memperkuat temuan.
Kata kunci: antropometri, somatotipe, pelari
 
Helmet use behavior and its relation to head injury of road traffic accident in Indonesia (Basic Health Research, 2018)
Background: Nationally, the prevalence of injuries tends to increase from 7.5% in 2007, 8.2% in 2013, and 9.2% in 2018. The main cause of injuries is motorcycle accidents (40.6%), which most occur on the highway (42.8%). This is a further analysis of Indonesia Basic Health Research (Riskesdas) 2018 data, to assess the role of sociodemography on helmet use behavior and head injuries due to traffic accident.
Methods: The 2018 Basic Health Research was a cross-sectional research, based on data from individuals aged 5 years old and above, who analyzed with helmet use behavior and the incidence of head injuries due to traffic accident as dependent variables. The independent variables consist of sociodemographic characteristics, the role of individual in accident, and the impact of the accident. The data were analyzed by bivariate and multivariate, and taking into account the complex sample in 5% confidence level.
Results: The results showed that 44.4% from 19122 individuals aged five years old and above had good behavior in using helmets. The determinants of helmet use behavior were age, gender, education, occupation, economic status, location and area of residence (adjusted OR 1.15—4.5; p≤0.02). The result from14.1% of respondents who had a head injuries caused by traffic accidents. The risk of head injuries due to traffic accidents was 1.17 times (95% CI 1.02—1.35; p 0.03) in the unhelmeted group compared to the helmeted group.
Conclusion: Helmet use behavior is connected with the reduction of head injuries due to traffic accidents. Counseling and monitoring of helmet use is need to be improved, especially for the youth category.
Keywords: head injury, traffic accident, helmet use
Abstrak
Latar belakang: Secara nasional, prevalensi cedera cenderung meningkat dari 7,5 % pada tahun 2007, 8,2 % pada 2013, dan 9,2 % pada 2018. Penyebab utama dari cedera adalah kecelakaan bermotor (40,6 %), dan kebanyakan terjadi di jalan raya (42,8 %). Ini merupakan analisis lanjut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 untuk menilai peran sosiodemografi terhadap perilaku penggunaan helm dan hubungan perilaku penggunaan helm dengan cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas.
Metode: Riskesdas 2018 adalah riset potong lintang. Data individu umur 5 tahun ke atas dianalisis dengan perilaku penggunaan helm dan kejadian cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas sebagai variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari karakteristik sosiodemografi, peran individu dalam kecelakaan, dan dampak kecelakaan. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat dengan memperhitungkan complex sample dan 5 % tingkat kepercayaan.
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 44,4% dari 19.122 individu umur 5 tahun ke atas mempunyai perilaku yang baik dalam menggunakan helm. Determinan perilaku penggunaan helm adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, lokasi dan area tempat tinggal (adjusted OR 1,15—4,5; p≤0,02). Sejumlah 14,1% individu mengalami cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas. Risiko cedera kepala pada individu yang tidak menggunakan helm sebesar 1,17 kali (95% CI 1,02—1,35; p 0,03) dibandingkan dengan individu yang menggunakan helm.
Kesimpulan: Perilaku penggunaan helm berhubungan dengan penurunan cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas. Penyuluhan dan pemantauan penggunaan helm perlu ditingkatkan terutama pada kelompok remaja.
Kata kunci: cedera kepala, kecelakaan lalu lintas, penggunaan hel
Kepemilikan Asuransi Kesehatan Dan Hubungannya Dengan Persalinan Pada Dukun Bayi
Delivery by traditional birth attendants (TBAs) has become a culture in several regions in Indonesia. The absence of health insurance ownership and lack of knowledge have supported the decision to choose TBA by the expectant mothers. This study aimed to determine the relationship between health insurance ownership with delivery by TBA. This research was a cross-sectional study with 120 samples of women aged 15-49 years who had ever given birth in the last five years and lived in Sangiangtanjung Village, Lebak, Banten. Multivariate logistic regression analysis was used in this study consist of health insurance ownership with delivery by TBAs controlled by age, education, socioeconomic, knowledge, antenatal care provider, frequency of antenatal care, and danger of pregnancy. The results showed that women who did not have health insurance were 3.20 times higher (95%CI= 1.10-9.30) for choosing delivery by TBAs compared to women who had health insurance after being controlled by knowledge. This study concluded that there was a significant relationship between health insurance ownership with delivery by TBAs. This study suggests that it is needed to conduct maternity care about health insurance ownership and positive health-seeking behavior, and the system of integrating TBAs with skilled birth attendants especially midwives in which TBAs as birth companions.
Abstrak
Persalinan oleh dukun bayi sudah menjadi budaya di beberapa daerah di Indonesia. Tidak adanya jaminan kesehatan dan pengetahuan menjadi pendorong dalam pemilihan dukun sebagai penolong persalinan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara kepemilikan asuransi kesehatan dengan persalinan oleh dukun bayi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain potong lintang dengan 120 sampel. Sampel merupakan wanita berusia 15-49 tahun yang melahirkan dalam lima tahun terakhir dan tinggal di Desa Sangiangtanjung, Lebak, Banten. Analisis multivariat regresi logistik digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kepemilikan asuransi kesehatan dengan persalinan oleh dukun bayi dan dikontrol oleh usia ibu, pendidikan ibu, sosial ekonomi, pengetahuan, tenaga pemeriksa kehamilan, frekuensi pemeriksaan kehamilan, dan bahaya kehamilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang tidak memiliki asuransi kesehatan 3,20 kali lebih tinggi (95% CI = 1,10-9,30) untuk melakukan persalinan oleh dukun bayi dibandingkan dengan ibu yang memiliki asuransi kesehatan setelah dikontrol oleh pengetahuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdappat hubungan antara kepemilikan asuransi kesehatan dengan persalinan oleh dukun bayi. Diperlukan asuhan maternitas tentang kepemilikan asuransi dan perilaku pencarian kesehatan yang positif, serta pengintegrasian dukun bayi dengan tenaga kesehatan terutama bidan di mana dukun bayi perlu ditetapkan kembali perannya sebagai pendamping kelahiran
Nocturnal Activity of Aedes spp. in the Filariasis Endemic Area in Central Java
Program eliminasi filariasis belum menunjukkan hasil maksimal di Provinsi Jawa Tengah. Perubahan perilaku vektor nyamuk terutama waktu aktif menghisap darah sangat mempengaruhi penularan penyakit filariasis. Salah satu perubahan perilaku vektor tersebut adalah aktivitas nyamuk Aedes spp. yang aktif di pagi hari menjadi aktif di malam hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas nokturnal nyamuk Aedes spp. di daerah endemis filariasis di Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di dua desa endemis filariasis yaitu Desa Tegal Dowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan dan Desa Ujung-Ujung, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Penangkapan nyamuk dilakukan selama 2 malam di rumah penderita filariasis atau rumah di sekitar rumah kasus (Jarak ± 200 meter) dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penangkapan nyamuk berlangsung pada pukul 18.00 - 24.00 WIB dengan jumlah penangkap nyamuk 3 orang di dalam dan 3 orang di luar rumah. Pengumpulan nyamuk dilakukan dengan metode Human Landing Collection (HLC) dan resting collection. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas nokturnal Aedes aegypti dan Aedes albopictus di daerah endemis filariasis di Jawa Tengah. Total nyamuk Aedes spp. yang ditemukan yaitu sebanyak 124 nyamuk, dengan 121 Ae. aegypti ditemukan di dalam rumah dan 2 nyamuk diluar rumah. Di dua wilayah penelitian ditemukan waktu aktif Ae. aegypti berada pada pukul 18.00-19.00 WIB. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya aktivitas nokturnal dari Aedes spp. di wilayah endemis Filariasis di Provinsi Jawa Tenga
PERBEDAAN ANTARA KUALITAS HIDUP IBU PADA PERIODE KEHAMILAN AKHIR DAN NIFAS AWAL DI KOTA YOGYAKARTA
Abstract
Background: The success in providing care to the mother during pregnancy and postpartum period is determined by the ability to provide comprehensive care. The pregnancy and postpartum comprehensive care’s needs can be seen through the measurement of quality of life.
Objective: To find out the differences quality of life of between mother in late pregnancy and early puerperium, in terms of analysis of maternal characteristics and mean scores from each domain of quality of life.
Method: This study uses a cross-sectional design to the 120 pregnant women and 102 postpartum mothers. The data was collected in September until November 2019, at three Puskesmas Rawat Inap in Kota Yogyakarta. The data collection tool used the Indonesian version of the WHOQOL BREF questionnaire, and analyzed with the One Way Anova test and the Manova test.
Results: The results showed that the characteristics associated with quality of life were the level of education of pregnant women (to all domains of quality of life) and parity of pregnant women (to the domain of physical). The quality of life scores of postpartum mothers compared with pregnant women in all domains, consistently showed that had lower mean scores, but the difference was not statistically significant.
Conclusion: The quality of life between mother in late pregnancy and early puerperium was relatively equal, with lower tendency in early puerperium mother.
Keywords: quality of life, pregnancy, childbirth
Abstrak
Latar belakang: Keberhasilan dalam memberikan asuhan kepada ibu pada periode kehamilan dan nifas ditentukan dari kemampuan memberikan asuhan pasien/klien secara komprehensif. Penilaian kebutuhan ibu hamil dan nifas terhadap asuhan yang komprehensif dapat dilihat melalui hasil pengukuran kualitas hidup.
Tujuan: Mengetahui perbedaan kualitas hidup ibu hamil dan nifas, ditinjau dari analisis karakteristik ibu dan rerata skor dari masing-masing domain kualitas hidup.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Sampel pada penelitian ini adalah 120 ibu hamil dan 102 ibu nifas. Pengambilan data dilakukan pada bulan September hingga November 2019, pada tiga Puskesmas Rawat Inap di Kota Yogyakarta. Alat pengumpulan data menggunakan kuisioner WHOQOL BREF versi Indonesia. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan uji one way Anova dan uji Manova.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik yang berhubungan dengan kualitas hidup adalah tingkat pendidikan ibu hamil (terhadap seluruh domain kualitas hidup) dan paritas ibu hamil (terhadap domain kesehatan fisik). Rerata skor kualitas hidup pada ibu nifas dibandingkan dengan kualitas hidup ibu hamil secara konsisten pada seluruh domain menunjukkan nilai yang lebih rendah, namun perbedaan tersebut tidak bermakna secara statistik.
Kesimpulan: Kualitas hidup ibu hamil dan ibu nifas relatif sama dengan kecenderungan lebih rendah pada kualitas hidup ibu nifas
Kata kunci: kualitas hidup, hamil, nifa