Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
TANGGUNGJAWAB HUKUM TERHADAP PELAKU USAHA DALAM MEMBUANG SAMPAH YANG MEMBAHAYAKAN PEMAKAI JALAN (Ditinjau dari Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 03 Tahun 2002 tentang Ketertiban Umum)
ABSTRAKHasil penelitian menunjukkan 1. perilaku membuang sampah yang dilakukanpengusaha Yang Membahayakan Pemakai Jalan merupakan suatu tindakan yangmelanggar ketentuan peraturan daerah yang mengganggu ketertiban umum. padatempat-tempat sampah yang telah ditetapkan; dan pasal 9 ayat huruf e menyatakanMembuang sampah, bangkai atau barang-barang lainnya yang dapat membahayakanpara pemakai jalan atau mengganggu ketertiban umum. 2. Ketentuan Pidana tentangpelanggaran membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya diatur diaturberdasarkan Pasal 205 ayat (1) KUHAP tindak pidan ringan yaitu Perkara yangdiancam dengan pidana penjara atau kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan ataudenda sebanyak-banyaknya Rp. 7500 (tujuh ribu lima ratus rupiah);.Key word : Jurisdictional responsibility, Waste and Effort Agen
PENTINGNYA PEMAHAMAN HUKUM DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN DI INDONESIA
AbstraksiPemahaman yang mendalam terhadap hukum dalam konteks transaksi perdagangan sangat penting di Indonesia, mengingat kompleksitas regulasi dan dinamika pasar yang terus berkembang. Karya ilmiah ini menggali urgensi memahami aspek hukum yang terlibat dalam setiap tahapan transaksi perdagangan, dari negosiasi kontrak hingga penyelesaian sengketa. Dengan menyoroti peran hukum sebagai landasan yang kokoh bagi kepastian dan perlindungan dalam perdagangan, studi ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi para pelaku bisnis, pengusaha, dan praktisi hukum dalam menavigasi lingkungan hukumperdagangan yang kompleks di Indonesia.
Kata Kunci : Pemahaman Hukum, Predagangan, Transaksi Perdaganga
PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN, SIKAP KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN DAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP PERSONAL FINANCE UMKM DI MADURA
This study aims to identify the impact of financial knowledge, financial attitudes, financial inclusion, and Financial Technology on Personal Finance in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in the Madura region. The subject of this study is MSME actors in Madura. As many as 100 MSME actors in Madura became respondents in this study through the distribution of questionnaires. The method used in this research is purposive sampling. The results of the study indicate that there is a positive impact of financial attitudes on the personal finance of MSMEs in Madura. However, financial knowledge, financial inclusion, and financial technology did not have a significant impact on MSME personal finance in Madura.
Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak pengetahuan keuangan, sikap keuangan, inklusi keuangan, serta financial technology terhadap personal finance pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Madura. Subjek dari studi ini adalah para pelaku UMKM di Madura. Sebanyak 100 orang pelaku UMKM di Madura menjadi responden dalam penelitian ini melalui distribusi kuesioner. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah purposive sampling. Hasil penelitian mengindikasikan adanya dampak positif dari sikap keuangan terhadap personal finance UMKM di Madura. Namun, pengetahuan keuangan, inklusi keuangan, dan Financial Technology ternyata tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap Personal Finance UMKM di Madura
EFEKTIVITAS KINERJA DOSEN TERHADAP INOVASI AKSELERASI MAHASISWA GENERASI Z
This research explores approaches to educating generation Z (Gen Z) students with a focus on three basic algorithm components, namely lecturer acceleration, characteristic disruption, and generation Z students. Involving ages 19-23 years, generation Z students grow and develop in a dynamic technological environment, thus distinguishing them from previous generations with critical, creative and open thinking. Lecturers as learning facilitators are faced with significant challenges, including students\u27 dependence on technology and difficulties in maintaining attention. In overcoming these obstacles, lecturers are expected to integrate technology effectively, design active and collaborative learning, and provide practical context for learning material. Learning methods that prioritize dialogue and collaboration are key, recognizing the important role of lecturer acceleration and the use of technology in achieving learning goals. This research uses a qualitative triangulation method involving in-depth interviews, document analysis, observation, and student surveys to produce six hypotheses that highlight the relationships between variables in the learning context of Generation Z students. Thus, this research contributes to understanding the complexity of the interactions between these factors. and its implications for the learning achievements of generation Z
Analisis Ketergantungan Petani Padi Terhadap Tengkulak Dalam Sistem Pemasaran di Sentra Produksi Padi Kecamatan Pace
In the current era, farmers in Indonesia, as an agricultural country, face significant challenges in post-harvest and marketing activities, often relying heavily on middlemen. This dependence is influenced by limited capital, transportation assistance, and kinship relationships. Farmers usually sell their crops to middlemen at lower prices, which affects their income and sustainability. This research aims to analyze the factors that cause the dependence of rice farmers in Pace District on middlemen in the marketing system. This research used a purposive sampling method in three villages in Pace District, involving 40 rice farmers and five key informants (middlemen). Data were analyzed using logistic regression and Spearman correlation to determine the influence of various factors on dependency and satisfaction levels. Logistic regression results show that limited capital and kinship relationships significantly influence farmers\u27 dependence on middlemen. Spearman\u27s correlation showed a weak and insignificant relationship between reasons for dependence and level of satisfaction. Policy interventions should focus on providing alternative capital and improving transportation and market access to reduce reliance on middlemen. Creating agricultural cooperatives and rural financial institutions can empower farmers, ensuring more equitable and sustainable relationships.
Di era sekarang, petani di Indonesia, sebagai negara agraris, menghadapi tantangan signifikan dalam kegiatan pascapanen dan pemasaran, sering kali sangat bergantung pada tengkulak. Ketergantungan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keterbatasan modal, bantuan transportasi, dan hubungan kekerabatan. Petani sering menjual hasil panen mereka kepada tengkulak dengan harga yang lebih rendah, yang mempengaruhi pendapatan dan keberlanjutan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan ketergantungan petani padi di Kecamatan Pace terhadap tengkulak dalam sistem pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling di tiga desa di Kecamatan Pace, melibatkan 40 petani padi dan 5 informan kunci (tengkulak). Data dianalisis menggunakan regresi logistik dan korelasi Spearman untuk menentukan pengaruh berbagai faktor terhadap ketergantungan dan tingkat kepuasan. Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa keterbatasan modal dan hubungan kekerabatan secara signifikan mempengaruhi ketergantungan petani pada tengkulak. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara alasan ketergantungan dan tingkat kepuasan. Untuk mengurangi ketergantungan pada tengkulak, intervensi kebijakan harus fokus pada penyediaan modal alternatif dan peningkatan akses transportasi dan pasar. Pembentukan koperasi pertanian dan lembaga keuangan pedesaan juga dapat memberdayakan petani, memastikan hubungan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Hubungan antara Durasi Penyimpanan Umbi dan Kinerja Pertumbuhan serta Hasil Dua Varietas Bawang Merah
Bulb storage is a crucial post-harvest treatment in shallot (Allium ascalonicum L.) farming because suboptimal storage duration can reduce the quality of the bulbs, making them difficult to replant. Identifying the optimal storage duration specifically for shallots can be apractical guide for farmers in increasing shallot productivity. In addition, understanding the effects of storage on the quality and suitability of shallot bulbs can be used to minimize losses due to improper storage. This study aims to evaluate the effect of bulb storage duration on the growth performance and yield of two shallot varieties, namely Bauji and Thailand. The study used a two-factor, completely randomized design (CRD). The first factor was the duration of bulb storage (30, 45, and 60 days), and the second was the shallot variety (Bauji and Thailand). Each treatment was designed as a combination of storage duration and variety, resulting in 6 treatment combinations. The results showed that the Thai variety, with a storage duration of 45 days, produced the best growth and yield compared to other treatments. The Bauji variety showed less than optimal results at all storage durations, especially at 60 days of storage. This study concludes that Thai varieties and 45 days of storage duration are the best combination to obtain optimal shallot harvests.
Penyimpanan umbi merupakan perlakuanpascapanen yang krusial dalam pertanian bawang merah (Allium ascalonicum L.), karena durasi penyimpanan yang tidak optimal dapat menurunkan kualitas umbi sehingga sulit ditanam kembali. Identifikasi durasi penyimpanan optimal yang spesifik untuk bawang merah dapat menjadi panduan praktis bagi petani dalam meningkatkan produktivitas bawang merah. Selain itu, pemahaman mengenai efek penyimpanan terhadap kualitas dan kelayakan tanam umbi bawang merah dapat digunakan untuk meminimalisir kerugian akibat penyimpanan yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh durasi penyimpanan umbi terhadap kinerja pertumbuhan dan hasil panen dua varietas bawang merah, yaitu Bauji dan Thailand. Penelitian dilaksanakan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama berupa durasi penyimpanan umbi (30, 45, dan 60hari) serta faktor kedua adalah varietas bawang merah (Bauji dan Thailand).Setiap perlakuan dirancang dalam bentuk kombinasi dari durasi penyimpanan dan varietas sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Thailand dengan durasi penyimpanan 45 hari menghasilkan pertumbuhan dan hasil panen terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Varietas Bauji menunjukkan hasil yang kurang optimal pada semua durasi penyimpanan, terutama pada penyimpanan 60 hari. Kesimpulan penelitian ini adalah varietas Thailand dan durasi penyimpanan 45 hari merupakan kombinasi terbaik untuk mendapatkan hasil panen bawang merah yang optimal
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian POC Sabut Kelapa
Shallots (Allium ascalonicum L.) are classified as horticultural commodities with a strategic role because the product is very much needed for household, industrial, and culinary consumption. This study aims to optimize and determine the response of shallots due to the provision of coconut fiber-based POC based on different concentrations and time intervals. Data collection for the research experiment was carried out in the experimental garden (greenhouse) of the Faculty of Agriculture, Kadiri University. Meanwhile, the basic media used was soil mixed with manure with a ratio of 2 1. This study used a factorial Completely Randomized Design. The first factor is the concentration of liquid organic fertilizer, while the second factor is the time interval for administering liquid organic fertilizer. Each factor has 3 levels, including: K1 = administration of 50ml L-1 POC; K2 = administration of 100ml L-1 POC; K3 = administration of 150ml L-1 POC. Meanwhile, the levels of the two treatments are I1: once every seven days; I2: once every ten days; I3 = once every 14 days. Based on the findings, the concentration and interval treatments significantly affected each parameter of the age of certain plants. Still, the interaction effect only occurred on the number of leaves parameter at 3 MST.
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) tergolong dalam komoditas hortikultura dengan peran strategis, dikarenakan produk yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi rumah tangga, industri dan kuliner. Tujuan penlitian ini adalah untuk mengoptimasi dan mengetahui respon bawang merah akibat pemberian POC berbahan sabut kelapa berdasarkan beda konsentrasi dan interval waktu. Pengambilan data percobaan penelitian dilaksanakan di kebun percobaan (greenhouse) Fakultas Pertanian Universitas Kadiri. Sementara itu, media dasar yang digunakan adalah tanah yang dicampur dengan pupuk kendang dengan perbandingan 2:1. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi pupuk organic cair, sedangankan faktor kedua adalah interval waktu pemberian pupuk organik cair. Masing-masing faktor masing-masing memiliki 3 taraf yang meliputi: K1 = pemberian POC 50ml L-1; K2 = pemberian POC 100ml L-1; K3 = pemberian POC 150ml L-1. Sementara itu taraf dari perlakuan dua yaitu I1 : 7 hari sekali; I2 : 10 hari sekali; I3 = 14 hari sekali. Berdasarkan hasil temuan, perlakuan konsentrasi dan interval memberikan pengaruh nyata pada setiap parameter umur tanaman tertentu, namun pengaruh interaksi tersebut hanya terjadi pada parameter jumlah daun pada 3 MST
KEBIJAKAN PERATURAN KEPALA BKN NOMOR 6 TAHUN 2016 DALAM RANGKA PENGELOLAAN DAN PENDAYAGUNAAN PENYULUH KELUARGA BERENCANA (KB) DI KABUPATEN KEDIRI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Peraturan Kepala BKN Nomor 6 Tahun 2016 di Kabupaten Kediri dalam menjawab pembagian pengelolaan dan pendayagunaan Penyuluh KB, penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dengan jumlah tujuh informan Penyuluh KB Kabupaten Kediri. Analisis data menggunakan model interaktif empat tahapan yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa Implementasi Peraturan Kepala BKN No 06 Tahun 2016 Tentang Pengalihan Pegawai Negeri Sipil daerah Kabupaten/ Kota di Kabupaten Kediri sudah berjalan cukup baik, meskipun terdapat beberapa faktor penghambat dan pendukung, empat faktor penghambat antara lain pola koordinasi dan komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, tiga faktor pendukung antara lain: pola koordinasi dan komunikasi dimensi transmisi dan kejelasan, sumberdaya yang terdiri dari sumberdaya anggaran dan peralatan, disposisi tupoksi insentifitas. Beberapa hal yang dapat mendorong Implementasi Peraturan Kepala BKN No 06 Tahun 2016 Tentang Pengalihan Pegawai Negeri Sipil daerah Kabupaten/ Kota di Kabupaten Kediri agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan, antara lain : membangun pembiasaan komunikasi efektif antara pemberi dan penerima informasi, memaksimalkan kualitas SDM yang tersisa dengan membekali pengetahuan terkini agar lebih kompeten dibidangnya, menyampaikan kebutuhan pegawai dengan latar belakang sesuai dengan jabatan yang dibutuhka
PUBLIC SERVICE LOGIC: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW AND FUTURE RESEARCH AGENDA
Public Service Logic (PSL) has emerged as a prominent topic in contemporary discussions on the fundamentals of public service delivery, challenging the mainstream principles dominated by New Public Management (NPM). Essentially, PSL is grounded in a service-dominant approach, while NPM follows a product-dominant approach. This distinction implies that public services should focus on co-creating value rather than relying solely on one-sided product delivery. This study aims to systematically analyze the literature on PSL through a systematic literature review method. The review is crucial for understanding the dynamics and trajectory of PSL research, as well as identifying existing research gaps to inform future research agendas
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Swamedikasi Obat Analgesik di Apotek Sumber Urip Jaya: Analysis of Knowledge Level and Self-Medication Behavior of Analgesic Drugs at Sumber Urip Jaya Pharmacy, Kediri
Swamedikasi merupakan tindakan dalam memilih dan menggunakan obat tanpa resep dokter untuk mengatasi masalah kesehatan atau gejala tertentu yang dirasakan. Tujuan penelitian ini untuk analisis tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi obat analgesik di Apotek Sumber Urip Jaya. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 105 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang terdiri dari 10 pertanyaan domain kepercayaan swamedikasi, 3 pertanyaan cara mendapatkan obat, 3 pertanyaan cara menggunakan obat, 3 pertanyaan cara penyimpanan obat, dan kuesioner perilaku swamedikasi sebanyak 10 pertanyaan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei dan dilakukan di Apotek Sumber Urip Jaya. Analisis data menggunakan SPSS versi 16.0 dengan menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar berusia 36-45 tahun, dengan pendidikan terakhir SMA dan berprofesi sebagai wiraswasta, mayoritas responden pada indikator kepercayaan swamedikasi (91,42%), cara mendapatkan obat (85,71%), cara penyimpanan obat (86,67%). Nilai signifikansi 0,000 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi di apotek Sumber Urip Jay