Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Produktivitas Kakao Rakyat melalui Penanganan Bahan Tanam PCC dan Penerapan GAP di Desa Wonorejo
Wonorejo Village, Kencong District, Jember Regency, has great potential for developing smallholder cocoa. In 2020, the village received 3.5 hectares of cocoa seedlings from the Jember Regency Government. Plants have now begun to produce, but farmers face several obstacles, including difficulties in handling Primary Clonal Cocoa (PCC) planting materials and increasing Cocoa Pod Borer (CPB) attacks. Furthermore, most farmers do not fully understand the application of Good Agricultural Practices (GAP), resulting in plantation productivity not reaching its optimal potential. This Community Service Program (PkM) aims to increase farmers\u27 capacity in implementing GAP and PCC management techniques to increase productivity and plant resistance to CPB attacks. Activities were carried out through several stages, including socialization of the prospects for developing smallholder cocoa, training and practice on pruning, fertilization, rorak making, and direct field assistance. The results of the activities show an increase in farmers\u27 knowledge and skills in good cocoa cultivation, marked by improvements in PCC planting material handling techniques and more consistent application of GAP. The survival rate of cocoa seedlings after mentoring exceeded 80%, accompanied by a decrease in the intensity of CPB attacks, as observed in the field. Farmers responded very positively to this program, as the mentoring helped improve cultivation practices and increase yields. Overall, this program contributed to promoting Wonorejo Village as a central village and a pilot project for smallholder cocoa farming in Jember Regency.
Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember memiliki potensi besar dalam pengembangan kakao rakyat. Pada tahun 2020, desa ini menerima bantuan bibit kakao seluas 3,5 ha dari Pemerintah Kabupaten Jember. Saat ini tanaman telah mulai berproduksi, namun petani menghadapi sejumlah kendala seperti kesulitan dalam penanganan bahan tanam Primary Clonal Cocoa (PCC) serta meningkatnya serangan Penggerek Buah Kakao (PBK). Selain itu, sebagian besar petani belum memahami secara utuh penerapan Good Agricultural Practices (GAP), sehingga produktivitas kebun belum mencapai potensi optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan GAP dan teknik pengelolaan PCC guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan tanaman terhadap serangan hama PBK. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi sosialisasi prospek pengembangan kakao rakyat, pelatihan dan praktik pemangkasan, pemupukan, pembuatan rorak, serta pendampingan langsung di lapangan.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya kakao yang baik, ditandai dengan perbaikan teknik penanganan bahan tanam PCC dan penerapan GAP secara lebih konsisten. Persentase hidup bibit kakao setelah pendampingan mencapai lebih dari 80%, disertai penurunan intensitas serangan PBK berdasarkan pengamatan lapangan. Respon petani terhadap kegiatan ini sangat positif karena pendampingan membantu memperbaiki praktik budidaya dan meningkatkan hasil panen. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam mendorong Desa Wonorejo menjadi Desa Sentral dan percontohan kakao rakyat di Kabupaten Jember
Inovasi Olahan Jagung Twistcorn sebagai Pengembangan Agroindustri Lokal di Lamongan
Corn (Zea mays) has various health benefits derived from its carotenoid content, which gives its kernels their yellow color. Approximately 22% of this content is beta-carotene, which functions to prevent blindness due to cataracts, while xanthophyll protects cells from cancer, acts as an antioxidant, and supports the immune system and heart health. This community service activity aims to increase understanding of the optimal use of corn, specifically through the production of nutritious twistcorn snacks. This training involved the community in RT.001 RW.003 Laren Village and began with an initial questionnaire, followed by the delivery of materials on making twist corn snacks, and concluded with a final questionnaire. The material was delivered through lectures and question-and-answer discussions, which were met with enthusiasm by the participants. The results of the activity demonstrated an increase in knowledge among all participating communities following the training.
Jagung (Zea mays) memiliki berbagai manfaat kesehatan yang berasal dari kandungan karotenoidnya, yang memberikan warna kuning pada bijinya. Sekitar 22% dari kandungan tersebut adalah beta karoten, yang berfungsi mencegah kebutaan akibat katarak, sementara xantofil melindungi sel dari kanker, bertindak sebagai antioksidan, dan mendukung sistem kekebalan serta kesehatan jantung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan jagung secara optimal, khususnya melalui pembuatan snack jagung twistcorn yang bergizi. Pelatihan ini melibatkan masyarakat di RT.001 RW.003 Desa Laren dan dimulai dengan kuisioner awal, diikuti dengan penyampaian materi mengenai pembuatan camilan jagung twistcorn, dan diakhiri dengan kuisioner akhir. Materi disampaikan melalui metode ceramah dan diskusi tanya jawab, yang disambut dengan antusiasme peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan seluruh masyarakat peserta setelah pelatihan
Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Pertanian: Menciptakan Produk Keripik Bernilai Ekonomis dari Kulit Pisang Raja Nangka di Kabupaten Jombang
The utilization of agricultural waste presents a crucial challenge in the context of sustainable development, particularly in promoting effective waste management systems and environmental preservation. Raja Nangka banana peel, a common by-product discarded in high volumes by MSMEs in Jombang Regency, is known to possess significant nutritional and fiber content that can be utilized. This community engagement program aims to address this waste problem by transforming banana peels into high-value food chips. The program focused on Micro and Small Enterprise (MSMEs) groups in Jombang Regency, involving 5 main participants. The methodology employed a technology transfer approach through intensive training, direct practice demonstration, and evaluation based on observing the active participation of the MSME partners. The process included optimization of the formula (limewater soaking), efficient production, and subsequent analysis of proximate content and Hayami Value Added. The results demonstrated that the innovative chip product possessed good food quality, featuring high Carbohydrate content (71.54%) and sufficient Protein (6.30%). From an economic standpoint, the Cost of Goods Sold (COGS) proved to be very efficient (IDR3,245 per unit), yielding a total value added of IDR24,225 per kilogram and resulting in a substantial value added Ratio (96.9%). This success confirms that the intervention is feasible for replication, offering a measurable solution to minimize solid waste in the agricultural sector while simultaneously enhancing capacity, proving autonomous technology adoption, and ensuring the economic sustainability of the local community.
Pemanfaatan limbah pertanian saat ini menjadi isu krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan terutama dalam mendorong sistem pengelolaan lingkungan yang lebih efektif. Kulit pisang Raja Nangka sebagai merupakan produk sampingan yang dihasilkan oleh industri UMKM dalam volume tinggi di Kabupaten Jombang. Kulit pisang tersebut diketahui memiliki kandungan nutrisi dan serat yang dapat diolah dan dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi masalah limbah tersebut dengan mentransformasi kulit pisang menjadi keripik bernilai jual tinggi. Dengan fokus peserta adalah kelompok usaha kecil dan mikro (UMKM) di Kabupaten Jombang yang melibatkan 5 orang peserta utama. Metodologi pengabdian ini dilakukan menggunakan pendekatan transfer teknologi melalui pelatihan intensif, demonstrasi praktik langsung, dan evaluasi berbasis observasi partisipasi aktif mitra UMKM. Proses kegiatan mencakup optimasi formulasi dengan perendaman larutan kapur, produksi yang efisien, dan uji analisis proksimat serta analisis nilai tambah Hayami. Hasil pengabdian inovasi produk ini menunjukkan produk keripik memiliki mutu pangan yang baik dengan kandungan karbohidrat 71,54% dan protein 6,30%. Dari segi aspek ekonomi analisis menunjukkan HPP yang sangat efisien (Rp 3.245 per unit) dan perolehan dari analisis nilai tambah sebesar Rp 24.225 per kg, menghasilkan rasio nilai tambah yang substansial (96,9%). Kesuksesan ini menegaskan bahwa intervensi ini layak direplikasi, menawarkan solusi yang terukur untuk meminimalisasi limbah padat di sektor pertanian sambil meningkatkan kapasitas, keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal, dan membuktikan adopsi teknologi yang mandiri
PEMBERIAN EDUKASI TENTANG KEGAWATDARURATAN DASAR PADA SISWA SDN 2 POJOK KEDIRI
Pendahuluan : Kegawatdaruratan dapat terjadi secara tiba-tiba dan berisiko mengancam keselamatan anak usia sekolah dasar yang memiliki tingkat aktivitas dan mobilitas tinggi. Rendahnya pengetahuan anak mengenai penanganan kegawatdaruratan dapat menghambat respons awal yang tepat sebelum bantuan profesional diperoleh. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kegawatdaruratan sejak dini di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa usia 6–7 tahun di SDN Pojok 2 Kediri dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan.
Metode : pengabdian menggunakan pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan tenaga medis melalui kegiatan penyuluhan, simulasi pertolongan pertama, role play, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa, disertai observasi selama simulasi dan kuesioner kepuasan untuk menilai efektivitas kegiatan. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan media visual yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.
Hasil : menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan, ditandai dengan peningkatan rata-rata nilai post-test sekitar 40% dibandingkan pre-test. Siswa juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali situasi kegawatdaruratan dan mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama dasar, serta peningkatan kepercayaan diri dalam bertindak saat simulasi. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan mengharapkan adanya program lanjutan.
Kesimpulan : edukasi kegawatdaruratan berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan anak usia sekolah dasar. Program ini berpotensi membangun budaya keselamatan sejak dini dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan guru dan orang tua agar manfaatnya dapat dipertahankan dan ditingkatkan
PENGEMBANGAN APLIKASI SAKTI REMAJA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI LAYANAN KESEHATAN JIWA UNTUK REMAJA
Abstract: Adolescents are particularly vulnerable to mental health issues due to significant physical, cognitive, emotional, and social changes, which can lead to stress, anxiety, depression, and destructive behavior. In Indonesia, adolescent mental health concerns are rising, with pesantren students showing elevated rates of mental health challenges, exacerbated by bullying and limited access to mental health services. This community service program developed and implemented the SAKTI-Remaja application, featuring self-screening, integrated mental health education, and counseling, tailored to the needs of pesantren students. The app was designed to support early detection and intervention by allowing self-assessment, delivering mental health education, and offering basic counseling resources. Three stages were implemented: app development, socialization of mental health awareness among pesantren administrators and students, and training for school health units (UKS) to maintain and utilize the app effectively. The results indicate that 85% of students found the app useful, while 95% of UKS members could apply the mental health screening feature proficiently. These findings demonstrate the SAKTI-Remaja application’s potential to improve mental health awareness and accessibility in pesantren, with implications for broader community-based mental health innovations
Non-Destructive Test and Numerical Approach for Tailrace Safety Evaluation of Ir. H. Djuanda Dam
Dam Ir. H. Djuanda is one of the important infrastructures in managing water resources in Indonesia, with strategic functions such as flood control, irrigation, hydroelectric power plants (PLTA), and raw water supply. The lower channel (tailrace) plays a crucial role in supporting the efficiency of the dam\u27s hydraulic system. However, previous inspections revealed erosion and exposed aggregate in the tailrace concrete layer which could threaten the stability of the structure. This research aims to evaluate the condition of the tailrace structure of Dam Ir. H. Djuanda. An evaluation was carried out by integrating the NDT method using Schmidt Hammer and numerical simulation via Plaxis 2D software. The Schmidt Hammer test data gives an average concrete quality value of 37.47 MPa, while the Plaxis 2D simulation shows that the Cartesian stress ( , and ) on the structure is still within safe limits. The simulation results also show a safety factor value of 1.795, which meets the structural safety criteria. These findings indicate that the tailrace concrete was designed with a high safety factor, so that it can withstand hydrostatic loads and ground pressure even though it has been in operation for more than five decades. This research shows that the combination of NDT and numerical simulation is an effective method for evaluating structural conditions without damaging the material. This approach can be adopted to inspect and maintain similar infrastructure to ensure long-term operational stability and sustainability
Encouraging Digital Innovation in Financial Recording: Analysis of the SIAPIK Application and the Will of MSME Entrepreneurs in the Shallot Farming Sector
This research aims to analyze the acceptance and willingness of shallot seed entrepreneurs to use the SIAPIK application in recording digital financial reports. The SIAPIK application, developed by Bank Indonesia, aims to help MSMEs manage their finances more efficiently and transparently. This research adopts a willingness to change model, which includes indicators of attitudes, subjective norms, behavioral control, intentions, and behavior. Data was collected through interviews with six shallot seed entrepreneurs who actively run their businesses. The results of the SWOT analysis of the SIAPIK application show strengths in ease of use and the trust given by Bank Indonesia, but there are weaknesses in terms of training needs for users who are less familiar with technology. Interviews with entrepreneurs revealed positive intentions and attitudes towards the use of digital applications, although there were concerns regarding technical capabilities and the need for further training. The results of this research show that the SIAPIK application has the potential to be adopted by shallot seed entrepreneurs if accompanied by adequate education and technical support, as well as taking into account the growing digitalization opportunities among MSMEs
Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Lokal Berbasis Pertanian: Upaya Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur
Gandusari Village, Gandusari District, Trenggalek Regency, East Java Province, has great potential in agriculture, especially in rice crop commodities. This activity aims to improve community welfare by optimizing the use of local agricultural-based resources in Gandusari Village. Thus, better and sustainable village community welfare can be achieved. The method used was to identify the potential obstacles faced by farmers in Gandusari Village and then provide training and assistance according to the needs of the farmers. The activities carried out include training programs, assistance, and focus group discussions (FGD). Each program is implemented by involving the active participation of the Gandusari Village community, especially farmers, to provide practical and theoretical understanding to the community regarding the optimization of local and regional resources. The implementation of the program has gone well and achieved the expected goals. This program has succeeded in increasing rice productivity through more efficient land management and the application of modern agricultural technology. In addition, farmers\u27 knowledge and skills have also increased, especially in product diversification and better irrigation management.
Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, khususnya pada komoditas tanaman padi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan sumberdaya lokal berbasis pertanian di Desa Gandusari. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat desa yang lebih baik dan berkelanjutan dapat tercapai. Metode yang digunakan adalah dengan mengidentifikasi potensi dan hambatan yang dihadapi oleh petani Desa Gandusari, kemudian dilakukan pelatihan serta pendampingan sesuai dengan kebutuhan petani tersebut. Kegiatan yang dilakukan meliputi program pelatihan, pendampingan, serta focus group discussion (FGD). Setiap program diimplementasikan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat Desa Gandusari, khususnya para petani untuk memberikan pemahaman praktis maupun teoritis kepada masyarakat mengenai optimalisasi sumberdaya lokal daerah. Pelaksanaan program telah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan. Program ini berhasil meningkatkan produktivitas padi melalui pengelolaan lahan yang lebih efisien dan penerapan teknologi pertanian modern. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan petani juga meningkat, terutama dalam diversifikasi produk dan manajemen irigasi yang lebih baik
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SELEKSI PERANGKAT DESA (Studi pada Desa Ngantru Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung)
menganalisis implementasi kebijakan seleksi perangkat desa di desa Ngantru beserta dengan faktor pendukung dan penghambatnya. Teori utama yang digunakan adalah teori implementasi kebijakan public yang dikembangkan oleh Van Meter dan Van Horn dimana keberhasilan suatu implementasi kebijakan publik ditinjau dari enam indikator utama, yakni ukuran dan tujuan kebijakan, sumberdaya, komunikasi selama implementasi, karakteristik organisasi pelaksana, sikap para pelaksana, dan kondisi ekonomi, sossial dan politik.
Metode penelitian yang digunakan peneliti merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi serta dokumentasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam konteks implementasi kebijakan seleksi calon perangkat desa di Desa Ngantru Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung berjalan dengan baik dan lancar. Permasalahan terjadi pada kondisi lingkungan sosial masyarakat desan yang mana muncul opini public tentang adanya anggapan kecurangan dalam pelaksanaan seleksi calon perangkat desa di Desa Ngantru dengan indikasi bahwa yang terpilih jadi perangkat desa masih keponakannya Kepala Desa Ngantru
SISTEM PEMASARAN DI ERA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS DAN LABA DI MASA PANDEMI
During the pandemic, SMEs are increasingly innovating not only in products, but also in product marketing. Digital marketing is one of the solutions during the pandemic useful to get stable revenue and even increase profits. Digital sales can introduce the manufactured products not only into the domestic market, but can penetrate the international market share. This service aims to make digital marketing known and owned by SMEsPelaku UKM Di masa pandemic makin berinovasi tidak hanya dalam produk namun berinovasi dalam pemasaran produk. Digital Marketing salah satu solusi selama masa pandemi terjadi bermanfaat dalam perolehan pendapatan yang stabil bahkan laba meningkat. Penjualan secara digital dapat memperkenalkan produk yang dihasilkan bukah hanya pasar domestik namun mampu menembus pangsa pasar internasional. Pengabdian ini bertujuan membuat pelaku UKM mengenal dan memiliki pemasaran secara digital