Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT KELURAHAN PANYURAN, KEC. PALANG, KABUPATEN TUBAN
Hypertension and diabetes are of concern because of their high prevalence and their role as major risk factors for heart and blood vessel disease. The aim of this community service is to increase public knowledge and awareness of the importance of prevention and early detection of Non-Communicable Diseases.Methods used in this community service are through counseling and interactive discussions. The target is the community of Panyuran Village, Palang District, Tuban Regency. The media used is leaflets. The results of this community service are increased public knowledge and awareness of Non-Communicable Diseases, especially diabetes mellitus and hypertension, as well as prevention and early detection. Counseling activities can be carried out continuously in collaboration with local health centers and health cadres. Monitoring of activities that have been carried out needs to be carried out periodically by conducting examinations of people at risk of experiencing Non-Communicable Diseases by local health cadres
EDUKASI MASYARAKAT MOTIVASI USAHA BAGI IBU RUMAH TANGGA DI YAYASAN ALKAHFI DESA SUKOREJO KABUPATEN BOJONEGORO
This community service activity aims to provide assistance to housewives in understanding and developing business potential. This activity is carried out by providing training that includes delivering business motivation materials, interactive discussions, business planning simulations, and evaluations. Participants are given insight into the importance of economic independence, how to manage small capital, and marketing strategies that are relevant to local conditions. The results of the analysis showed an increase in participants\u27 understanding and motivation in starting a business. Most people showed a high interest in implementing the business ideas presented during the training. In this activity, an interactive discussion session was provided to help participants identify business opportunities that are in accordance with their potential and resources. With this program, it is hoped that the community can increase their understanding of entrepreneurship, grow their motivation to become entrepreneurs, apply knowledge in real life, and have a positive economic impact through new businesses that are pioneered, so that they can make a real contribution to family economic independence and active participation of housewives in supporting local economic development
Statistical Validation of 2% Lignosulfonate as a Sustainable Stabilizer for Expansive Clay
Expansive clay soils undergo volumetric changes due to fluctuations in moisture content, which can cause structural damage to foundations, pavements, and embankments. Traditional stabilization methods, such as cement and lime, are effective but have a significant environmental impact, highlighting the need for more environmentally friendly alternatives. Lignosulfonate (LS), an organic stabilizer derived from industrial by-products, offers a more sustainable approach to improving soil strength and stability. This study evaluates the effect of 2% lignosulfonate on the unconfined compressive strength (UCS) of expansive clays. The research method involved mixing LS at 2% of the dry weight of the soil into the expansive clay (CL-ML) and conducting UCS tests on three untreated (control) samples and six treated samples. Statistical analysis was used to assess the significance of the differences between the two groups. Results show that the UCS increased from 236.29 kPa in the control group to 291.49 kPa in the treated group, reflecting a 23.37% improvement. Poisson\u27s ratio decreased from 0.300 to 0.200, indicating reduced lateral deformation and enhanced soil stiffness, which improves the bearing capacity and stability of structures built on it. The UCS values were observed to be consistent supported by low standard deviation. The study highlights the critical role of adequate sample replication and control over operational variables such as moisture content, compaction, and LS dispersion to ensure reliable and reproducible stabilization outcomes. This study strengthens the empirical basis for the application of LS as a sustainable and environmentally friendly stabilizer for expansive clays
ANALISIS PENGELOLAAN ARSIP DINAMIS PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN ALOR PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis di Kantor Pertanahan Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada dokumen pertanahan seperti peta pendaftaran, buku tanah, surat ukur, daftar nama, dan warkah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi di Kantor Pertanahan Kabupaten Alor pada bulan Nopember 2024 sampai dengan Januari 2025. Sedangkan wawancara dilakukan kepada pengelola arsip di Kantor Pertanahan Kabupaten Alor yaitu Kepala Kantor Pertanahan, Kepala Subbagian Tata Usaha dan Pegawai yang ditugaskan untuk mengelola arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip di kantor tersebut masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya tidak adanya sistem klasifikasi yang terstandardisasi, keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih, ruang penyimpanan yang tidak memadai, serta minimnya pemeliharaan arsip secara berkala. Proses penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, penyimpanan, dan penyusutan arsip belum dilakukan secara terpadu dan sistematis. Faktor penghambat dalam efektivitas pelayanan publik dan akuntabilitas administrasi pertanahan. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya penataan ulang manajemen arsip dinamis melalui pelatihan SDM, pengadaan infrastruktur arsip, dan penerapan sistem klasifikasi dan retensi yang sesuai standar.
Analisis Tantangan Dan Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Di Indonesia Timur
Tantangan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Indonesia Timur dan dampaknya terhadap layanan publik masih menjadi masalah signifikan. Meskipun e-government menjadi prioritas nasional, data menunjukkan indeks SPBE di Indonesia Timur lebih rendah (2.14) dibandingkan dengan Indonesia Barat (4.02) dan Tengah (3.53). Dengan pendekatan interpretatif, faktor penghambat seperti kesenjangan digital, keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, dan rendahnya kesadaran publik teridentifikasi sebagai tantangan utama. Akses internet terbatas, biaya tinggi, dan hambatan budaya menjadi kendala di daerah terpencil. Namun, beberapa inisiatif lokal menunjukkan potensi perbaikan dalam tata kelola pemerintahan, meskipun dihadapkan pada masalah komunikasi dan alokasi sumber daya. Rekomendasi mencakup peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan digital yang intensif, pemanfaatan program peningkatan infrastruktur digital, serta melaksanakan evaluasi internal mandiri secara berkala
STUDI KASUS: KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH LANSIA DIABETES MELLITUS TIPE II MELALUI TERAPI REFLEKSI INJAK BATU
Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan penyakit degeneratif yang banyak diderita oleh lansia di Indonesia. Tujuan: mengetahui gambaran asuhan keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien lansia Diabetes Mellitus tipe II melalui pemberian terapi refleksi injak batu. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Jumlah klien yang digunakan adalah sebanyak 3 orang, yaitu pasien yang mengalami diabetes militus di RAAL Griya Asih dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Hasil: Sebelum diberikan tindakan asuhan keperawatan pada ketiga pasien didapatkan bahwa ketiga pasien mengeluh sulit menggerakkan ektremitas, pusing, lemas, dan terkadang merasakan kebas, mulut kering dan mudah lapar selain kelemahan serta peningkatan gula darah sewaktu lebih dari normal yakni diatas >200 mg/dl. Setelah dilakukan terapi 1 x 10-15 menit per hari selama 3 hari berturut-turut terjadi perubahan pada kemampuan menggerakan ekstremitas, peningkatan kekuatan otot, lemah dan pusing yang dirasakan oleh pasien juga berkurang. Pasien dapat melakukan dan mengikuti terapi selama 3 hari, serta mengalami penurunan rata-rata kadar glukosa darah dari 261 mg/dL menjadi 211 mg/dL. Simpulan dan Saran: Terapi refleksi injak batu pada pasien lansia dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah mampu memberikan hasil yang baik. Disarankan untuk melanjutkan terapi refleksi injak kaki secara rutin.
Kewenangan Kurator Dalam Menyelesaikan Persoalan Kepailitan Waralaba Berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan Dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
Penelitian ini berfokus tentang bagaimana kewenangan kurator dalam menyelesaikan persoalan kepailitan waralaba. Dalam konteks hukum indonesia, kepailitan waralaba diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan penundaan kewajiban pembayaran utang khususnya dalam Pasal 36 dan 37. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan analitis untuk mengevaluasi dan memberikan pemahaman mengenai peran kurator dalam kepailitan waralaba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kewenangan kurator telah diatur dalam UU No.37/2004, terdapat kekosongan dalam regulasi teknis terkait penyelesaian kepailitan khusus waralaba. Ketidaklengkapan ini menimbulkan ketidakpastian hukum yang berpotensi merugikan pihak-pihak terkait, seperti pemberi waralaba (franchisor), penerima waralaba (franchisee), dan kreditor.
Kata Kunci : Kurator, Pailit, Waralab
PERAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM DALAM UPAYA PENYELESAIAN SENGKETA PILKADA 2024 (Studi di Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara)
Ada beberapa kejadian yang dapat menimbulkan konflik selama proses Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA). Perselisihan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu yang melibatkan sesame peserta dan yang melibatkan peserta dengan penyelenggara. Berdasarkan data dari Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, terdapat sengketa Di Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Utara akibat keputusan KPU yang dianggap merugikan langsung hak peserta pemilih. Maka terhadap peristiwa tersebut penulis melakukan penelitian mengenai bagaimana peran Bawaslu dalam upaya penyelesaian sengketa serta bagaimana mekanisme penyelesaiannya. Studi lapangan dengan pendekatan kualitatif merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Dalam penyelesaian konflik, baik upaya preventif maupun represif digunakan. Sementara itu, dalam penerapan sistem penyelesaian sengketa, yang digunakan adalah Peraturan Bawaslu Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Kata Kunci: Peran Bawaslu, Penyelesaian Sengketa, Pilkad
KETETAPAN BEA MASUK ANTI DUMPING SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM INDUSTRI DOMESTIK
Bea masuk anti dumping salah satu instrumen perlindungan hukum yang digunakan negara dengan tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap industri domestik dari praktik diskriminasi harga khususnya dumping, yang dapat merugikan persaingan industri dalam negeri. Tujuan dari penelitin ini adala untuk menganalisis Ketentuan hukum yang mengatur mengenai ketetapan bea masuk anti dumping sebagai perlindungan hukum industri domestik. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan yuridis normatif dengan analisis mendalam terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tujuan untuk memahami dan mengkaji secara sistematis norma-norma hukum yang ada dalam konteks peraturan tersebut.yang terkait dengan ketetapan bea masuk anti dumping di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketetapan bea masuk antidumping memiliki peranan yang penting untuk menjaga kestabilan pasar domestik penerapannya perlu diimbangi dengan prosedur yang transparan dan adil untuk mencegah praktik diskriminasi harga yang berlebihan.
Kata Kunci: Bea Masuk Antidumping, Perlindungan Hukum, Industri Domesti
DINAMIKA POLITIK HUKUM DALAM SISTEM PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA
Hukum merupakan petunjuk dan tata aturan terkait dengan konsep hidup bermasyarakat dan akan selalu sesuai dengan keadaan kondisi masyarakat. Hukum adalah tuntutan untuk dapat memberikan keadilan, artinya hukum selalu dihadapkan kepada pertanyaan tentang apakah hukum dapat mewujudkan keadilan. Terkait dengan konseps hukum tersebut, maka politik hukum diartikan sebagai aktivitas yang menentukan pola dan cara membentuk hukum, mengawasi bekerjanya hukum, dan memperbarui hukum untuk tujuan Negara. Oleh sebab itu, hukum merupakan determinan atas politik, dan terkait pula dengan demokrasi dalam arti bahwa kegiatan-kegiatan politik diatur dan harus tunduk pada aturan-aturan hukum. Hukum dipandang dari sudut das sollen (keharusan), memandang bahwa hukum harus berpedoman pada hubungan antar anggota masyarakat. Sedangkan mereka yang memandang dari sudut das sein (kenyataan), para penganut empiris melihat bahwa hukum sangat dipengaruhi oleh politik bukan saja dalam proses pembuatannya, tetapi juga dalam kenyataan-kenyataan empirisnya. Sehingga hukum dipengaruhi oleh politik dan bahkan hingga saat ini seringkali otonomi hukum di Indonesia di intervensi oleh politik, bukan hanya dalam hal pembuatannya, tetapi juga dalam penerapannya baik dalam hal penegakan hukum sekalipun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak berkembangnya politik hukum dalam sistem penegakan hukum di Indonesia dan eksistensi politik hukum dalam system penegakan hukum di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Yuridis normatif.
Kata Kunci: Hukum, Negara, Politik Hukum, Penegakan Huku