Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
PERTANGGUNGJAWABAN ORANG YANG MELAKUKAN PENJUALAN SERTIPIKAT TANAH YANG MASIH DIBEBANI HAK TANGGUNGAN
Tanah adalah salah satu jenis aset yang sangat berharga dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sering digunakan sebagai jaminan utang dalam bentuk hak tanggungan. Dalam praktiknya, peralihan hak atas tanah terjadi secara rutin, baik melalui jual beli maupun metode lain, meskipun tanah tersebut masih terikat dengan hak tanggungan. Situasi ini menimbulkan masalah hukum, terutama mengenai keabsahan transaksi dan tanggung jawab pihak yang menjual tanah. Secara hukum, Pasal 1 angka 1 dari Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah dan Benda yang Terkait dengan Tanah (UUHT) menyatakan bahwa hak tanggungan memberikan status sebagai kreditur preferen kepada pemegangnya. Ini berarti, selama hak tanggungan belum dicabut, tanah yang dijadikan jaminan tidak seharusnya dialihkan tanpa izin dari pemegang hak tanggungan. Namun, dalam kenyataannya, seringkali terjadi penjualan tanah yang masih terikat dengan hak tanggungan tanpa diketahui atau disetujui oleh kreditur. Fenomena ini menimbulkan berbagai implikasi hukum, baik untuk penjual, pembeli, maupun pemegang hak tanggungan. Dalam konteks ini, sangat penting untuk mengidentifikasi siapa yang harus bertanggung jawab jika terjadi konflik, kerugian, atau pelanggaran hukum akibat penjualan tersebut. Selain itu, penting juga untuk meneliti bentuk perlindungan hukum bagi pihak-pihak yang terkena dampak, serta bagaimana penerapan tanggung jawab secara pidana, perdata, dan administratif terhadap pelaku yang menjual tanah dengan status hukum yang belum bersih dari beban hak tanggungan. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi krusial untuk mengeksplorasi secara mendalam tanggung jawab hukum bagi mereka yang menjual sertifikat tanah yang masih terikat hak tanggungan, serta memberikan wawasan tentang perlindungan hukum yang ada untuk pihak-pihak yang dirugikan dalam transaksi semacam ini.
Kata Kunci: Tanah, Sertifikat Tanah, Hak Tanggungan, Pertanggungjawaba
PENEGAKAN HUKUM PASAL 8 AYAT (1) HURUF G UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DI UPT PERLINDUNGAN KONSUMEN KEDIRI
Studi ini untuk mendriskipsikan dan menganalisis penegakan hukum terhadap pelanggaran Pasal 8 Ayat (1) Huruf G Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di UPT Perlindungan Konsumen Kediri. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis lebih mendalam terkait pelaksanaan penegakan hukum dan mekanisme penanganan pengaduan konsumen terkait pelanggaran Pasal 8 ayat (1) huruf g Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen di UPT Perlindungan Konsumen Kediri. Metode penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa yang dapat melaksanakan penegakan hukum di UPT Perlindungan Konsumen Kediri ada di seksi pengawasan barang beredar, jasa dan tertib niaga di UPT perlindungan konsumen Kediri dan BPSK Kediri. Akan tetapi UPT perlindungan konsumen Kediri belum bisa melakukan penegakan hukum dalam hal penyidikan dan penyelidikan karena belum memenuhi syarat minimal 2 PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) karena di UPT perlindungan konsumen Kediri masih ada 1 PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil). Mekanisme penanganan pengaduan konsumen ada beberapa hambatan terutama ada bukti-bukti kurang, misalkan: perjanjiannya kurang jelas dan pelaku usahanya kurang jelas domislinya serta luasnya lingkup kerja UPT Perlindungan Konsumen yang menjadi penghambat dalam mekanisme penangan pengaduan.
Kata Kunci: kadaluawarsa, konsumen, penegakan hukum, perlindungan konsumen
 
Pengaruh Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terhadap Kepatuhan Minum Obat di RSUD Jaraga Sasameh: The Impact of Characteristic Patient of Diabetes Mellitus Type 2 With Compliance Medication at RSUD Jaraga Sasameh
Indonesia ranks fifth globally with 19.5 million diabetes cases [1]. The prevalence of diabetes mellitus (DM) in South Barito Regency reaches 1.05%, and 1.46% among individuals aged ≥15 years [2]. This study aims to identify patient characteristics that most influence adherence to type 2 DM treatment. Data were collected through validated questionnaires and analyzed using univariate, bivariate (chi-square test), and multivariate (multiple logistic regression) methods. The majority of respondents were aged 30–59 years, had low education levels, worked in the private sector, and 94.4% had comorbidities. Most were taking only one diabetes medication but received ≥4 other medications. The chi-square test results showed a significant relationship between the number and type of diabetes medications with adherence (p<0,05). Multivariate analysis revealed the number of medications received as the most influential factor (exp(B) = 2.519)
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita melalui Skrining DDST di Posyandu Kelurahan Sukorame
Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini merupakan fondasi penting bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan. Sayangnya, banyak kasus keterlambatan perkembangan tidak terdeteksi sejak dini karena keterbatasan pengetahuan orang tua dan belum optimalnya penggunaan alat skrining di tingkat pelayanan dasar seperti Posyandu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi dini tumbuh kembang balita menggunakan instrumen Denver Developmental Screening Test (DDST) dan meningkatkan kapasitas kader serta kesadaran orang tua di Kelurahan Sukorame. Program dilaksanakan pada bulan April 2025 di lima Posyandu, dengan total peserta sebanyak 50 balita. Metode kegiatan meliputi edukasi, pelatihan kader, dan skrining langsung menggunakan DDST oleh tim pengabdian bersama kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar balita berada dalam kategori perkembangan normal, meskipun ditemukan sejumlah balita yang berada pada kategori meragukan dan tertunda. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman kader dan orang tua mengenai pentingnya pemantauan perkembangan secara berkala. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pelaksanaan skrining tumbuh kembang berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk deteksi dini gangguan perkembangan anak. Hasil kegiatan ini penting sebagai dasar pengembangan program pemantauan tumbuh kembang secara berkelanjutan di wilayah kerja Posyandu
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA
Penyalahgunaan narkotika di kalangan anak merupakan permasalahan serius yang mengancam masa depan generasi penerus bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perlindungan hukum terhadap anak yang terlibat dalam tindak pidana narkotika di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang komprehensif untuk melindungi anak dari ancaman narkotika, mulai dari UU Narkotika, UU Perlindungan Anak, hingga UU Sistem Peradilan Pidana Anak. Namun, penerapan aturan ini dalam praktik masih menemui banyak kendala, seperti terlihat dalam beberapa kasus yang dianalisis. Pendekatan berbasis pemulihan dan keadilan restoratif perlu diperkuat untuk memberikan perlindungan yang optimal bagi anak yang menjadi korban maupun pelaku penyalahgunaan narkotika. Di samping penegakan hukum, upaya preventif melalui edukasi, pemberdayaan keluarga, serta penguatan kerja sama multipihak juga sangat diperlukan.
Kata Kunci : Anak, Hukum, Pidana, Narkotika
ANALISIS HUKUM JASA NETFLIX DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF GATS DAN SOC INDONESIA
Jurnal ini membahas mengenai jasa Netflix di Indonesia dalam lingkup General Agreement on Trade in Services. Netflix merupakan Perusahaan yang berasal dari amerika serikat yang bergerak di bidang penyewaan film dan serial Televisi dengan sistem subscribe yang didistiribusikan secara digital. Saat ini rezim internasional yang mencakup jasa adalah General Agreement on Trade in Services (GATS). Secara garis besar GATS mengatur jasa-jasa yang telah melintasi batas wilayah Negara anggota World Trade Organization (WTO) berdasarkan prinsip-prinsip GATS. Penelitian ini menggunakan kajian hukum normatif dengan tipologi penelitian presktiptif dan pendekatan Konseptual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Jasa Netflix termasuk dalam mode Cross Border Supply dan diklasifikasi pada sektor Komunikasi sub sektor Audiovisual Services berdasarkan Klasifikasi MTN.GNS/W/120. kehadiran Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informasi No 3 Tahun 2016 tentang Penyediaan Layanan Aplikasi Dan/Atau Konten Melalui Internet (Over The Top) dapat mempengaruhi jasa Netflix di Indonesia, walapun sesuai dengan Indonesia Schedule of Specifix Commitment yang menyatakan Unbound. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Kementrian Komunikasi dan Informasi dapat membuat peraturan menteri dengan muatan pasal seperti pengenaan pajak tanpa harus mendirikan BUT yang seyogyanya selaras dengan ketentuan GATS.
Kata kunci: Perjanjian Umum tentang Perdagangan Jasa (GATS); Netflix; Jadwal Komitmen Khusus (SoC); Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)
 
Era Otomatisasi: Dampak Terhadap Nilai Kemanusiaan, Etika, dan Risiko Dehumanisasi
Automation technology has become a part of human life in this modern era. The wise development of automation technology needs to include consideration of human values, ethical values and mitigation of dehumanization risks. This study aims to identify the impact of automation technology on human values, ethical values and the risk of dehumanization using a systematic literature review method. Relevant journal articles published within the last 5 years were collected from Scopus, Web of Science and Google Scholar databases to be reviewed and analyzed. The results of the sistematic review show that automation technology has an impact on the erosion of empathy, freedom, transparency, dignity and justice. Automation technology also raises ethical issues such as violation of privacy and personal data, discrimination, safety risks and public trust. Finally, automation technology has the potential to cause dehumanization such as reduced interaction and replacement of human roles, depersonalization of services and objectification of humans.Teknologi otomatisasi telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia di era modern ini. Pengembangan teknologi otomatisasi yang bijak perlu menyertakan pertimbangan nilai-nilai kemanusiaan, nilai etika dan mitigasi resiko dehumanisasi. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak teknologi otomatisasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan, nilai etika dan resiko dehumanisasi dengan metode systematic literature review. Artikel jurnal relevan yang terpublikasi dalam rentang 5 tahun terakhir dikumpulkan dari database Scopus, Web of Science dan Google Scholar untuk kemudian direview dan dianalisis. Hasil review sistematis menunjukkan bahwa teknologi otomatisasi berdampak pada lunturnya nilai empati, kebebasan, transparansi, martabat dan keadilan. Teknologi otomatisasi juga menimbulkan masalah etika seperti pelanggaran privasi dan data pribadi, diskriminasi, resiko keselamatan dan kepercayaan publik. Terakhir, teknologi otomatisasi berpotensi menyebabkan dehumanisasi seperti berkurangnya interaksi dan penggantian peran manusia, depersonalisasi layanan dan objektifikasi manusia
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Fast Food Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Universitas Kadiri
Salah satu faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi adalah pola makan yang tidak sehat, kebiasaan sering mengkonsumsi fast food merupakan pola makan yang tidak sehat karena makanan cepat saji tergolong makanan yang tinggi lemak, tinggi natrium, tinggi gula dan kandungan serat dan vitaminnya sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kebiasaan konsumsi fast food dengan siklus mesntruasi pada mahasiswi Universitas Kadiri. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian cross sectional dengan jenis penelitian analitik korelasional.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 54 responden. Variabel pada penelitian ini adalah konsumsi fast food sebagai variabel independen dan siklus menstruasi sebagai variabel dependen. Berdasarkan uji korelasi spearman, p-value yang diperoleh sebesar 0,000 sehingga P-value<a, dengan koefisien korelasi sebesar 0,664 maka H0 ditolak dan H1 diterima berarti ada hubungan antara konsumsi fast food dengan siklus menstruasi pada mahasiswi di Universitas Kadiri yang berarti bahwa semakin sering konsumsi fast food maka semakin tidak teratur juga siklus menstruasi pada mahasiswi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan untuk mengurangi kebiasaan konsumsi fast food dan dapat mencegah siklus menstruasi yang tidak teratur
HUBUNGAN KEPATUHAN REMAJA PUTRI DALAM KONSUMSI TABLET FE DENGAN KEJADIAN ANEMIA
Abstrak
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada remaja putri, terutama akibat kekurangan zat besi. Salah satu upaya pencegahan adalah pemberian tablet Fe (zat besi) secara rutin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe dengan status kesehatan, khususnya kejadian anemia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden terdiri dari 100 siswi SMP di SMP Negeri 3 Kediri yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% responden tidak patuh mengonsumsi tablet Fe, dan 45% dari mereka mengalami anemia ringan. Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,016). Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan konsumsi tablet Fe berpengaruh terhadap status kesehatan remaja putri. Intervensi promosi kesehatan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe sebagai upaya pencegahan anemia.
Kata kunci: Kepatuhan, Remaja Putri, Tablet Fe, Anemia, Kesehatan Reproduks
Formulasi dan Evaluasi Lotion Gel Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Sebagai Tabir Surya: Evaluation of Ethanol Extract Gel Lotion of Tapak Dara Leaves (Catharanthus roseus L.) as a Sunscreen
Ultraviolet (UV) radiation exposure can lead to various skin disorders, ranging from irritation to cancer. One preventive measure is the use of natural-based sunscreens, which are considered safer. Tapak dara leaves (Catharanthus roseus L.) contain flavonoids, saponins, and alkaloids with potential UV-protective properties. This study aimed to formulate an ethanol extract gel lotion of tapak dara leaves and evaluate its Sun Protection Factor (SPF). The extract was obtained via maceration and formulated into three concentrations (2%, 3%, and 4%). The formulations were assessed through organoleptic testing, homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness, and SPF value using UV-Vis spectrophotometry. All formulations met acceptable physical standards, with SPF values ranging from 9.865 to 12.012. The highest SPF was observed in formula F3 (4%). These results suggest that the tapak dara leaf extract gel lotion has strong potential as an effective herbal sunscreen with maximum protection