Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Pijat Oksitosin sebagai Intervensi Non-Farmakologis dalam Meningkatkan Keberhasilan Dalam Produksi ASI
Produksi ASI yang sedikit dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin yang kurang bekerja, Pijat oksitosin merupakan solusi untuk meningkatkan produksi ASI dilakukan dengan memijat area sepanjang tulang belakang hingga tulang rusuk kelima dan keenam. Penelitian Pijat Oksitosin bertujuan sebagai terapi non farmakologis untuk meingkatkan produksi ASI. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada satu subjek, NY. E usia 28 tahun. Intervensi dilakukan dengan melakukan Pijat Oksitosin selama seminggu dilakukan sebanyak 1 kali sehari pada sore hari sebelum mandi. Hasil menunjukkan peningkatan volume ASI dari hari pertama meningkat 11 ml, hari kedua 4 ml, hari ketiga 25 ml, hari keempat 40 ml, hari kelima 65 ml, hari keenam 80 ml dan hari ketujuh 100 ml. Pemberian Pijat Oksitosin efektif dalam meningkatkan produksi ASI. Intervensi ini dapat dijadikan terapi komplementer dalam penanganan kurangnya Produksi ASI.
Breast milk production is influenced by the performance of the hormones prolactin and oxytocin. Oxytocin massage is a non-pharmacological solution aimed at increasing breast milk production by stimulating the area along the spine down to the fifth and sixth ribs. This study aimed to examine oxytocin massage as a non-pharmacological therapy to enhance breast milk production. A qualitative case study method was used involving one subject, Mrs. E, aged 28 years. The intervention consisted of administering oxytocin massage once daily in the afternoon before bathing, over a period of one week. The results showed a gradual increase in breast milk volume: 11 ml on the first day, 4 ml on the second day, 25 ml on the third day, 40 ml on the fourth day, 65 ml on the fifth day, 80 ml on the sixth day, and 100 ml on the seventh day. Oxytocin massage proved effective in enhancing breast milk production. This intervention may serve as a complementary therapy in addressing insufficient breast milk production.
Efektivitas Pijat Nifas terhadap Kualitas Tidur Malam Hari pada Ibu Postpartum
Masa nifas merupakan periode penting untuk pemulihan fisik dan psikologis ibu setelah melahirkan. Salah satu keluhan umum yang dialami adalah gangguan tidur malam, yang dapat berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat nifas dalam memperbaiki kualitas tidur malam pada ibu postpartum. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif pada satu subjek, Ny. M, ibu usia 28 tahun yang mengalami gangguan tidur selama masa nifas. Intervensi berupa pijat nifas dilakukan selama tiga hari berturut-turut, sekali setiap sore sebelum mandi, dengan durasi 15–30 menit. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta didukung oleh literatur terkait. Hasil menunjukkan peningkatan kualitas tidur, dengan durasi tidur malam bertambah 0,5 jam pada hari pertama, 1,5 jam pada hari kedua, dan 2 jam pada hari ketiga. Tidur menjadi lebih nyenyak dan keluhan sulit tidur berkurang. Pijat nifas terbukti efektif dan aman sebagai terapi komplementer untuk meningkatkan kualitas tidur pada ibu masa nifas
EFEKTIVITAS METODE STIMULASI PIJAT ENDORPHIN, OKSITOSIN DAN SUGESTIF (SPEOS) TERHADAP KELANCARAN ASI PADA IBU POST PARTUM
Abstrak
Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi utama yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Namun, tidak semua ibu setelah melahirkan mampu memberikan ASI secara optimal. Beberapa faktor yang memengaruhi kelancaran produksi ASI meliputi stres, kelelahan, serta kurangnya stimulasi hormon oksitosin. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan metode Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin, dan Sugestif (SPEOS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode SPEOS dalam meningkatkan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di Puskesmas Wire, Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi penelitian terdiri dari 30 ibu post partum, dan sampel sebanyak 16 orang dipilih melalui teknik simple random sampling dengan rumus Federer. Penelitian ini dilakukan menggunakan dengan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kelancaran ASI yang kurang optimal. Setelah diberikan intervensi, mayoritas responden menunjukkan peningkatan dalam kelancaran ASI. Hasil Analisis Bivariat menggunakan uji wilcoxon menunjukan Nilai p-value 0,001 < 0,05, yang menandakan adanya efektivitas signifikan dari metode SPEOS. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode SPEOS efektif dalam meningkatkan kelancaran ASI pada ibu nifas.
Kata kunci : Metode SPEOS, Kelancaran ASI, Ibu Nifa
PENGARUH PEMBERIAN MUSIK KLASIK TERHADAP KECEMASANIBU HAMIL TRIMESTER 1 YANG MENGALAMI EMESIS GRAVIDARUM
Abstrak
Kecemasan sering dialami ibu hamil trimester pertama yang disertai emesis gravidarum. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun janin bila tidak ditangani. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi musik klasik, yang mampu menimbulkan efek relaksasi dan menurunkan kecemasan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest dan teknik sampling Simple Random Sampling serta analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Jumlah populasi adalah 23 ibu hamil trimester 1 dan sampel yang digunakan adalah 16 ibu hamil trimester 1 mengalami kecemasan saat menghadapi emesis gravidarum. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan ibu hamil trimester 1 dengan emesis gravidarum. Hasil penelitian menunjukkan sebelum intervensi mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (93,75%). Setelah diberikan terapi musik klasik, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (93,75%). Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Dari hasil ulasan diatas menjelaskan bahwa terapi musik klasik merupakan metode nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan kecemasan ibu hamil trimester 1 dengan emesis gravidarum. Oleh karena itu, intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan kebidanan untuk mengelola kecemasan selama kehamilan.
Kata Kunci: Musik Klasik, Kecemasan, Ibu Hamil, Trimester 1, Emesis Gravidarum
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID REMAJA PUTRI
Abstrak
Menstruasi merupakan proses alami yang menunjukkan kematangan organ reproduksi wanita, namun sering kali disertai dengan keluhan nyeri haid atau dismenore yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologis yang paling umum dialami remaja putri. Menurut WHO, sekitar 70–90% remaja putri di dunia mengalami dismenore dengan tingkat nyeri yang bervariasi dari ringan hingga berat. Tujuan dalam penelitian mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada intensitas nyeri haid Remaja Putri. Rancangan Penelitian Analitik Korelasi pendekatan Cross Sectional, dengan populasi adalah semua Remaja Putri di SMPN 7 Kota Kediri Tahun 2025. Besar sampel yaitu 32 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan memberikan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum diberikan aromaterapi lavender bahwa sebagian besar responden (56.2%) 18 responden mengalami nyeri ringan, setelah diberikan aromaterapi lavender bahwa sebagian besar responden (62.5%) 20 responden tidak mengalami nyeri dan hasil bahwa sebagian besar responden (31,25%) 10 responden mengalami nyeri ringan dan Positive rank sebanyak 30 responden yang artinya dari 32 responden setelah diberi perlakuan aromaterapi lavender terdapat 30 responden mengalami penurunan itensitas nyerinya dan ties menunjukkan 2 responden tidak mengalami penurunan tingkat nyeri haid setelah pemberian aromaterapi lavender. Hasil p-value = 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga bisa dikatakan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada intensitas nyeri haid Remaja Putri. Diharapkan dapat mengembangkan edukasi dan praktik asuhan kebidanan komplementer dengan menggunakan aromaterapi lavender sebagai salah satu metode penanganan dismenore.
Kata Kunci: Aromaterapi Lavender, Disminorea, Remaja Putr
Islamic Financial Literacy and Financial Management Behavior: The Mediating Effect of Fintech Payments by Female Entrepreneurs at Universities in Madura
The primary objective of this study is to examine the influence of Islamic financial literacy on the financial management behavior of female entrepreneurs in the Madura region, as well as to evaluate the mediating role of Sharia-based financial payment technology (fintech payment) in this relationship. This research is grounded in the strategic contribution of MSMEs to regional economic development and the persistent challenges encountered by female entrepreneurs in sustaining and growing their businesses, Specifically, this pertains to the limited level of Islamic financial literacy and restricted access to digital financial services that adhere to sharia principlesThis research employs a quantitative approach, utilizing an online questionnaire as the primary survey method for data collection. Respondents were selected purposively, namely Muslim women from academic circles in Madura who have entrepreneurial experience and use sharia fintech payments. The sample size was calculated using the Lemeshow formula, yielding a total of 97 respondents for this study. This was then multiplied by a certain number to become 120 respondents. The data collection process was carried out through a combination of literature review and structured questionnaire distribution, while data analysis was conducted using the SEM-PLS method with SmartPLS 4.0 software. This research is anticipated to contribute meaningfully to the advancement of a digital sharia financial ecosystem that is inclusive, sustainable, and responsive to the specific needs of female entrepreneurs in the Madura regio
PEMBERIAN PENYULUHAN TENTANG HIV AIDS PADA REMAJA DI SMAN 6 KEDIRI
HIV AIDS is very important, especially for teenagers because a lack of knowledge about HIV AIDS can lead to cases. Preliminary studies at SMAN 6 Kediri had never provided audio-visual counseling to teenagers. The aim of this community service is to determine the level of understanding of teenagers about HIV AIDS at SMAN 6 Kediri. The methods used include health education about HIV AIDS to teenagers at SMAN 6 Kediri. The results of the activity showed that there was an increase in teenagers\u27 knowledge about HIV AIDS after being given counseling. The conclusion of this activity shows that providing HIV AIDS education to teenagers at SMAN 6 Kediri has a big influence on understanding about the problem of HIV AIDS in teenagers. Therefore, this community service activity has great benefits, especially for teenagers at SMAN 6 Kedir
Sosialisasi dan Edukasi Pemanfaatan Daun Salam (Syzygium polyanthum Wight.) untuk Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat di Kelurahan Bangsal
Bay leaves (Syzygium polyanthum Wight.) are an herbal plant widely used as a cooking spice and have potential health benefits. However, their utilization by the community is still limited due to a lack of knowledge about their benefits and processing methods. The results of this activity showed that 18 community members (60%) had poor knowledge regarding the use of bay leaves, while 53.33% had good knowledge. The main problem faced by the community partner is the limited understanding of optimal utilization of bay leaves. Therefore, this community service activity aims to increase public knowledge about the benefits and potential uses of bay leaves. The method used was identifying the level of community knowledge through an educational approach. This activity is expected to contribute to the development and application of science and technology from higher education institutions to the community, while raising awareness about the use of local herbal plants to support health and well-being
Pupuk Organik Berkemasan untuk Program Rumah Pupuk Desa Solusi Efektif untuk Pertanian Lokal
The community service in Purwokerto Village, Kediri Regency, aims to optimize cow dung waste from the largest livestock cooperative into high-quality organic fertilizer to support local agriculture. The program involves collecting cow dung and formulating various organic fertilizers, such as cocopeat, husk-based, liquid, and decomposers. Members of the Sumber Mulyo Kerto Tani Makmur Gapoktan actively participate in the production process. The organic fertilizers are then commercialized. The project has been positively received, particularly for its solid husk and cocopeat fertilizers, which meet standards with a ppm level above 2000, improving soil properties. This initiative provides an alternative fertilizer source for farmers, contributing to their welfare and advancing agriculture in Purwokerto Villag
Analisis Kelayakan Usaha Alpukat dalam Pot di Desa Wisata Jambu Kabupaten Kediri
Avocado Kelud cultivation in Jambu Tourism Village, Kediri Regency, using the Tabulampot technique (fruit plants in pots), shows great potential as an agribusiness. This training aims to analyze the financial feasibility of the farming business by highlighting the main problems, such as the limitations of optimal application of the Tabulampot technique and the lack of research on its financial feasibility. Data were obtained from farmers\u27 financial records during 2024 through a purposive sampling method. The analysis was carried out to calculate production costs, income, and financial feasibility indicators, such as Break-Even Point (BEP), Revenue-Cost Ratio (R-C Ratio), and Benefit-Cost Ratio (B-C Ratio). The results showed a total production cost of IDR 18,705,815, resulting in a total income of IDR 51,041,250 with a net profit of IDR 32,335,435. BEP was recorded at IDR 19,108 per kilogram, far below the selling price of IDR 45,000 per kilogram. The R-C Ratio value of 2.97 and B-C Ratio of 1.72 indicate that this business is efficient and profitable. This study emphasizes the importance of innovative marketing strategies, production cost management, and optimization of Tabulampot techniques to maintain product competitiveness in the premium market. This study provides practical recommendations for farmers and stakeholders to increase the productivity and sustainability of Tabulampot-based agribusiness, which can become a model for sustainable farming.
Budidaya Alpukat Kelud di Desa Wisata Jambu, Kabupaten Kediri, menggunakan teknik Tabulampot (tanaman buah dalam pot) menunjukkan potensi besar sebagai usaha agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha tani tersebut dengan menyoroti permasalahan utama, seperti keterbatasan penerapan teknik Tabulampot secara optimal dan minimnya penelitian mengenai kelayakan finansialnya. Data diperoleh melalui metode purposive sampling dari catatan keuangan petani selama tahun 2024. Analisis dilakukan untuk menghitung biaya produksi, pendapatan, serta indikator kelayakan finansial, seperti Break-Even Point (BEP), Revenue-Cost Ratio (R-C Ratio), dan Benefit-Cost Ratio (B-C Ratio). Hasil menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp18.705.815 menghasilkan total pendapatan Rp51.041.250 dengan keuntungan bersih Rp32.335.435. BEP tercatat sebesar Rp19.108 per kilogram, jauh di bawah harga jual Rp45.000 per kilogram. Nilai R-C Ratio sebesar 2,97 dan B-C Ratio sebesar 1,72 mengindikasikan bahwa usaha ini sangat efisien dan menguntungkan. Studi ini menekankan pentingnya strategi pemasaran inovatif, pengelolaan biaya produksi, dan optimalisasi teknik Tabulampot untuk mempertahankan daya saing produk di pasar premium. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi petani dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan agribisnis berbasis Tabulampot, yang berpotensi menjadi model usaha tani berkelanjutan.