Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Satisfaction and Determinants of the Decision to Switch from Private Vehicles to Commuter Trains in Merak–Rangkasbitung
Urban population growth has had an impact on traffic congestion. Although public infrastructure is available, public preference for private vehicles remains high. This occurs on the Merak-Rangkasbitung route which is served by the train. The gap between service availability and user preferences indicates the need to study mode selection behavior and the factors that influence it. This study aims to analyze motorcycle and car users\u27 tendency to shift their transportation modes from private vehicles to the train service on the Merak- rangkasbitung route. A quantitative approach was carried out using a questionnaire survey method on 300 respondents using a dual-stratum sampling technique. The analysis used the Importance Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI), and Chi-Square test. The IPA results showed a service suitability value of 86.57%, while CSI showed a satisfaction level of 72.86% (satisfied category). The Chi-Square test results identified that the factors influencing the transportation mode choice differed between segments. For motorcycle users, it was influenced by age, car ownership, and reason for travel, while car users were influenced by occupation, travel costs, reasons and purposes of travel. These findings emphasize the importance of a policy approach based on user segmentation and strengthening integration between modes to improve the effectiveness of train services. With an adaptive service strategy and targeted incentive policies, the transformation towards sustainable urban mobility can be realized
Response of Peking Shallot (Allium ascalonicum L.) to Dolomite and Granular Guano Application on Recovered Lowland Ultisol by Goat Manure
Shallots are essential for Indonesia\u27s economy and food security. In West Sumatra, cultivating shallots in the highlands is more challenging than in the lowlands. Lowland areas have poor Ultisol soil, but its chemical properties can improve with cultivation. Using organic materials, such as goat manure and granular guano with dolomite, is one solution to this problem. Unfortunately, shallot farmers often apply excessive amounts of dolomite. The ideal dosage of guano and dolomite as calcium, phosphorus, potassium, and magnesium sources must be determined for optimal shallot growth. Using goat manure may reduce the need for other inputs like dolomite. Guano and dolomite combination treatments have never been used on Peking shallot varieties grown on Ultisol soil. This study evaluated the growth and yield responses of Peking variety shallots to dolomite and guano applications on Ultisol soil improved with goat manure as a base fertilizer. The experimental design was two-factorial, completely randomized, with three replications. The first factor was the dolomite dose, with three levels: 0, 2, and 4 tons/ha. The second factor was the dose of granulated guano, with four levels: 0, 100, 200, and 300 kg/ha. All experimental units received goat manure-based fertilizer at a dose of 10 tons/ha. Data were analyzed with ANOVA at 5% confidence, then with Duncan\u27s Multiple Range Test if the treatment had a significant effect. The results showed that applying dolomite and granulated guano did not significantly affect the growth parameters or yield of Peking variety shallots
The Role of Job Satisfaction in Mediating Digital Competence and Innovation Culture on Employee Performance in MSMEs in Sidoarjo Regency
This study aims to analyze the role of job satisfaction in mediating digital competence and innovation culture on employee performance in MSMEs in Sidoarjo Regency using a quantitative approach. The total sample in this study consisted of 389 respondents. Data were collected through questionnaires and processed using SmartPLS software to analyze the relationships between variables. The research findings indicate that digital competence influences job satisfaction. Innovation culture affects job satisfaction. Digital competence impacts employee performance. Innovation culture influences employee performance. Job satisfaction affects employee performance. Job satisfaction mediates the effect of digital competence on employee performance. Job satisfaction also mediates the effect of innovation culture on employee performance. The implications of this study suggest that MSMEs need to enhance digital competence and foster a strong innovation culture to drive job satisfaction, ultimately improving employee performance. These findings provide valuable insights for human resource managers in designing effective training programs and organizational development strategies. Additionally, the results can serve as a foundation for optimizing human resource management strategies to be more adaptive to changes in the business environment and technological advancements
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA APARATUR DI PEMERITAHAN KECAMATAN PITU RIAWA KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG
Budaya organisasi adalah sistem nilai, norma, dan perilaku membentuk identitas suatu organisasi dan menjadi pedoman kerja anggotanya. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja aparatur di Pemerintahan Kecamatan Pitu Riawa, serta mengidentifikasi faktor berpengaruh pada budaya organisasi tersebut. Metode deskriptif kuantitatif mencakup populasi dan sampel 38 orang melalui teknik sampling jenuh digunakan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan studi pustaka. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, dan regresi linier sederhana melalui SPSS versi 26. Hasil membuktikan budaya organisasi (X) dengan nilai 78%, kinerja aparatur (Y) mencapai 80%, dan faktor memengaruhi budaya organisasi 75%, semuanya berkategori "baik." Berdasarkan regresi linier sederhana, hipotesis alternatif (Ha) diterima, sementara hipotesis nol (Ho) ditolak dengan hasil yang signifikan. Maka, Pengaruh Budaya Organisasi sigifikan terhadap Kinerja Aparatur Pemerintahan Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang dengan nilai t hitung 2.491 ≥ 1.687 dengan persentase pengaruhnya 81.4%.
THE EFFECT OF FIRST AID EDUCATION FOR CHOKING INCIDENTS IN TOODLERS USING AUDIO-VISUAL MEDIA ON MATERNAL KNOWLEDGE IN THE VILAGE OF BANJARSARI
Chocking is an emergency cinfition where there is a blockage of the respiratory airway caused by a foreign object, either partially or completely. The use of video media for the learning process is rapid and easily remembered by respondents because it involves not only hearing but also direct visual engagement through videos. Objective To determine the influence of first aid education on maternal knowledge in handling chocking incidents in toddlers. The study was conducted in Juni 2023 with 75 respondents. Method This study is quantitative research with a pre experimental design using a one group pre test post test approach. The sample consisted of 75 respondents selected through non probability sampling techniques . The research instrument utilized a questionnaire sheet and employed the Wilcoxon test for data analysis. Research results The results of the study showed that the average knowledge score obtained by 75 respondents before receiving audio visual (video) education was 11.64 and after receiving audio visual (video) education, it increased to 18.52. The bivariate analysis using the Wilcoxon test tielded a p-value of 0.001. Conclusion There is an of providing education using audio visual (video) media on maternal knowledge in handling chocking incidents in toddlers in Banjarsari
ANALISIS HUKUM PUTUSAN NOMOR 1050/Pdt.G/2018/PA.SELONG TENTANG PEMBATALAN HIBAH
ABSTRAK
Surat Pernyataan hibah ditulis dibawah tangan dianggap belum memenuhi unsur pembuktian dari perbuatan hukum hibah kepada penerima hibah. Peraturan Perundang-undangan No. 24 Tahun 1997 tentang pendaftaran tanah berlaku, tiap pemberian hibah tanah dan bangunan harus dilakukan dengan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Banyak permasalahan hukum yang muncul di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kepemilikan tanah, khususnya dalam konteks hibah Tanah. Hubungan hukum antara pihak yang memberikan hibah dan pihak yang menerima hibah didasarkan pada perjanjian, di mana pemberi hibah bertindak sebagai debitor dan penerima hibah sebagai kreditor. Hibah merupakan bentuk hubungan hukum yang bersifat sepihak. Ini berarti bahwa pemberian hibah dilakukan secara sukarela oleh pemberi hibah kepada penerima tanpa menuntut adanya balasan atau imbalan apapun dari pihak penerima hibah.Penelitian ini membahas analisis putusan dari surat pernyataan hibah kepada penerima hibah dan implikasinya terhadap pihak urutan ketiga serta ahli waris yang diatur dalam undang undang. Hibah, sebagai perjanjian sepihak, diatur dalam KUH Perdata Pasal 1666-1693, yang menyatakan bahwa hibah merupakan sebuah pemberian yang tidak dapat ditarik Kembali seperti semula. Namun, pelanggaran terhadap ketentuan legitieme portie bagian minimal yang harus diterima oleh ahli waris—dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang signifikan.Penelitian ini menjelaskan jenis penelitian yuridis normatif, yang dikaji melalui pendekatan perundang-undangan. Data yang digunakan berasal dari studi putusan dan dokumen. Ketentuan pemberian hibah telah diatur bahwa hibah harus dilakukan di hadapan pejabat yang berwenang dengan akta autentik. Dalam kasus putusan perkara Nomor 1050/Pdt.G/2018/Pengadilan Agama Selong,surat hibah dibuat secara sepihak dan tanpa akta notaris bertentangan dengan Pasal 1682 KUH Perdata..
Kata Kunci: Surat pernyataan hibah,Akta otentik,Tanah
SISTEM HUKUM CAMPURAN: PENGARUH CIVIL LAW DAN COMMON LAW DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA
Indonesia memiliki sistem hukum yang lebih cenderung mengarah pada sistem hukum civil law. Akan tetapi, pada waktu tertentu Indonesia juga menggunakan sistem hukum common law. Misalnya, dalam membahas hal-hal yang berkaitan dengan tindak pidana maupun hubungan internasional Indonesia dengan negara lain. Dengan adanya kondisi ini, akhirnya Indonesia memiliki sistem hukum campuran. Penelitian ini dilakukan dengan stuudi pustaka memfokuskan pada pembahasan mengenai pengaruh civil law dan common law dalam sistem hukum Indonesia. Pengaruh dari kedua sistem hukum tersebut tidak bisa dipungkiri untuk terjadi karena Indonesia adalah negara yang majemuk masyarakatnya, sehingga sistem hukum yang berlaku juga dapat beragam sesuai dengan permasalahan hukum yang dihadapi. Sistem hukum campuran di Indonesia penting untuk mendukung reformasi hukum yang relevan dengan kebutuhan lokal dan global.
Kata Kunci : Pengaruh, Civil Law, Common Law, Sistem Hukum Indonesi
ANALISIS PELRTIMBANGAN HAKIM DALAM MELMELRIKSA DAN MELMULTULS PADA PELRKARA TINDAK PIDANA LALULLINTAS DI PELNGADILAN NELGELRI MOJOKELRTO ( PULTULSAN NOMOR : 273/PID.SULS/2017/PN.MJK)
Timbullnya masalah lalul lintas suldah melrulpakan salah satul masalah yang belrkelmbang selirama delngan pelrkelmbangan dan pelmbangulnan masyarakat. Antara lain adalah masalah pellanggaran lalul lintas yang celndelrulng melngakibatkan timbullnya keltidaktelrtiban dan kelcellakaan dalam masyarakat. Pellanggaran lalul lintas melrulpakan sulatul keladaan dimana telrjadi keltidakselsulaian antara atulran dan pellaksanaan. Ulndang-Ulndang Nomor 22 Tahuln 2009 telntang Lalul Lintas dan Angkultan Jalan (UlUl LLAJ) melnelrangkan, bahwa keltelrtiban lalul lintas dan angkultan jalan adalah sulatul keladaan belrlalul lintas yang belrlangsulng selcara telratulr delngan hak dan kelwajiban seltiap pelnggulna jalan.. Meltodel pelnellitian yang dipelrgulnakan ulntulk melnjawab pelrmasalahan yang ada dalam skripsi ini adalah meltodel pelndelkatan Yulridis Normatif ataul meltodel hulkulm pelnellitian Hulkulm Normatif ( pelnellitian hulkulm kelpulstakaan ) yang dilakulkan delngan cara telrlelbih dahullul melnelliti bahan-bahan kelpulstakaan yang rellelvan delngan pelrmasalahan yang ditelliti dan melngacul kelpada ilmul hulkulm yang telrdapat dalam pelratulran pelrulndang-ulndangan, asas-asas hulkulm dan pelndapat ahli hulkulm maulpuln praktisi hulkulm.
Kata Kunci : Tindak Pidana, Lalu Lintas, Pengadilan Mojokert
EKSISTENSI KEWENANGAN PEMERINTAH DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PEREDARAN ROKOK NON CUKAI
Industri Rokok salah satu bagian pendapatan terbesar negara dari Pajak, sehinggaPajak tersebut sering dinamakan Cukai, Cukai bagian dari Pajak yang dipungutoleh Negara, yang difungsikan untuk pendapatan negara, baik pusat dan daerah,adapun seringkali konsumen rokok, membeli rokok tanpa melihat rokok dari segitercantumnya cukai rokok pada kemasan, sehingga tidak hanya konsumen,pemerintah pun memiliki program memberantas dan mencegah peredaran rokoktanpa cukai, rokok tanpa cukai sendiri sangat merugikan negara dalam halpendapatan negara, bahkan beresiko pula dengan Kesehatan. Adapun dalampenelitian ini menggunakan jenis penelitian Normatif, dengan Pendekatan TeoriHukum yang relevan dan membantu menganalisis pada Penelitian ini 
ANALISIS HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI: SUAP DAN GRATIFIKASI DALAM SISTEM PERADILAN DI INDONESIA
Perumusan peraturan mengenai tindak pidana korupsi merupakan proses panjang yang telah berjalan sejak keluarnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana pada 26 Februari 1946 yang menjadikan dasar hukum perubahan Wetboek van Strafrecht voor Netherlands Indie menjadi Wetboek van Strafrecht (WvS), yang kemudian dikenal dengan nama Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Hingga saat ini peraturan mengenai tindak pidana korupsi masih mengalami perubahan dengan perubahan terakhir melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan United Nations Convention Against Corruption, 2003 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Anti Korupsi, 2003). Dari panjangnya perjalanan perumusan peraturan mengenai tindak pidana korupsi, ternyata masih ditemukan celah hukum khususnya dalam pengaturan mengenai tindak pidana korupsi suap menyuap dan gratifikasi.
Kata kunci : korupsi, gratifikasi, suap menyuap, kewenangan, pejabat publik