Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
    2692 research outputs found

    Consistency of Compressive Strength in Concrete with 10% Rice Husk Ash Substitution

    Get PDF
    Using rice husk ash (RHA) in concrete technology represents a significant innovation in promoting sustainability. The pozzolanic properties of RHA enhance concrete quality through microstructural refinement while mitigating environmental impacts. However, replacing 10% of cement with RHA has inconsistent effects on compressive strength. Such variability may limit the broader application of RHA in structural concrete due to uncertainties in performance prediction, quality assurance, and design safety. While some studies report strength improvements, others note reductions often attributed to limited samples size, material inconsistencies, and variations in mixing or curing processes. This study aims to statistically validate the consistency of compressive strength in concrete with 10% RHA substitution by increasing the sample size and controlling key variables. Nine specimens per test condition were evaluated using a water-cement ratio of 0.53, submersion curing and ASTM C39 testing standards. Compressive strength assessment was conducted at 7 days. The result show a 7.54% increase in compressive strength, from 22.71 MPa to 24.42 MPa, with a coefficient of variation (CV) of 2.26%, well below the 10% threshold. In contrast, earlier studies with smaller sample sizes reported CVs as high as 42.65%, indicating greater statistical variability. This improvement is attributed to the increased sample size, material quality control, and uniform mixing, which ensured homogeneous RHA distribution and optimized pozzolanic reactions. By applying a controlled-variable approach and increasing the sample size, this study addresses prior inconsistencies and reinforces the validity of RHA as a viable cement substitute in concrete

    REVITALISASI TRADISI TUDANG SIPULUNG DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS MUSYAWARAH RKP DESA

    Get PDF
    Dalam menyusun perencanaan pembangunan di tingkat desa, pemerintah desa wajib menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuhi efektivitas musyawarah Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) dalam menyusun prioritas usulan pembangunan di Kabupaten Wajo serta strategi yang dilakukan dalam meningkatkan efektivitas musyawarah RKP Desa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa musyawarah RKP Desa sudah cukup efektif dalam menyusun prioritas usulan pembangunan di Kabupaten Wajo, meskipun masih terdapat kendala terkait partipasi masyarakat yang masih perlu ditingkatkan. Strategi yang efektif untuk meningkatkan efektivitas musyawarah RKP Desa adalah melakukan pertemuan di tingkat bawah dengan kelompok masyarakat melalui kearifan lokal tudang sipulung

    DINAMIKA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SOSIAL DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU (DBHCHT): STUDI LITERATUR DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA (D.I) YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis dinamika implementasi kebijakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di lima kabupaten/kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yaitu Kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta. Sebagai sumber pendapatan daerah yang penting, DBHCHT diharapkan dapat mendukung sektor kesehatan, pengembangan industri tembakau, serta peningkatan kesejahteraan petani tembakau. Namun, muncul berbagai kendala seperti lemahnya pengawasan, alokasi anggaran yang tidak transparan, hingga bantuan sosial tidak tepat sasaran kepada petani tembakau. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan data primer didapatkan di Kabupaten Sleman sebagai kabupaten dengan penerimaan dana DBHCHT terbesar di Provinsi DIY. Sedangkan metode studi literatur dan analisis kebijakan untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan DBHCHT di lima kabupaten/kota di Provinsi DIY. Temuan penelitian ini menunjukkan ketidaksinkronan antara regulasi pusat dan daerah memperburuk efektivitas penggunaan dana tersebut. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa Implementasi DBHCHT belum Meningkatkan kesejahteraan petani tembakau. Hal tersebut dikarenakan sinkronisasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan DBHCHT justru menjadi hambatan bagi petani tembakau. Perlu reformasi kebijakan yang mencakup peningkatan transparansi, penguatan pengawasan, dan penyesuaian kebijakan yang lebih tepat sasaran. Sehinga penelitian ini dapat memberikan pengetahuan bagi pemerintah daerah di wilayah Provinsi DIY dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan DBHCHT, terutama dampak positifnya terhadap petani tembakau

    STRATEGI KEPEMIMPINAN KOLABORATIF KELOMPOK SADAR WISATA DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATA DESA

    Get PDF
    Peran pemuda dalam pengembangan wisata desa memiliki potensi strategis melalui inovasi, kolaborasi lintas aktor, dan pemanfaatan media digital. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi kepemimpinan kolaboratif pemuda di Desa Lebih, Gianyar, dalam meningkatkan daya tarik wisata, mengidentifikasi tantangan-peluang, serta merumuskan rekomendasi kebijakan dan pedoman komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan lewat wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi visual dengan informan pemuda penggerak, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta pelaku wisata. Hasil menunjukkan kepemimpinan kolaboratif berbasis jejaring mendorong inovasi produk wisata (Festival Seafood, Sunrise Tour), memperkuat branding digital melalui Instagram dan TikTok, serta memperkuat legitimasi sosial pemuda. Tantangan termasuk dana terbatas, pelatihan minim, dan kesenjangan digital; peluang tercipta dari dukungan pemerintah dan antusiasme pemuda. Artikel ini menyajikan model strategi kolaboratif yang layak direplikasi serta rekomendasi kebijakan dan pedoman operasional bagi desa wisata berbasis komunitas

    THE CORRELATION OF SMARTPHONE OVERUSE, PSYCHOLOGICAL PROBLEMS, AND SLEEP STATUS IN NURSING STUDENTS

    Get PDF
    Nursing students tend to overuse smartphones, and when this is combined with psychological issues, it often disrupts their sleep patterns. This study aimed to investigate the correlation of smartphone overuse, psychological problems, sleep quality, and daytime sleepiness among professional nursing students. Descriptive correlational and cross sectional design were employed. The samples were recruited using convenience sampling technique involving 110 students. The questionnaires were Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV), Depression, Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and Epworth Sleepiness Scale (ESS).  Pearson correlation was utilized to examine the correlation between study variables. Majority of students were addicted to smartphone (65.5%), poor sleepers (78.2%), and had excessive daytime sleepiness (EDS) (54.5%). Sleep quality was negatively correlated to depression (r=-0.335, p<0.001), anxiety (r=-0.333, p<0.001), and stress (r=0.331, p<0.001). EDS had correlation with smartphone overuse (r=0.315, p=0.001), depression (r=0.252, p=0.008), anxiety (r=0.288, p=0.002), dan stress (r=0.216, p=0.024). Participants with poorer psychological problrmes were trying to manage their sleep quality to be better, even though still experienced EDS. Future studies could investigate the factors contributing to excessive smartphone use, psychological influences, and other elements impacting sleep, while also incorporating more objective methods to improve data precision

    IMPLEMENTATION OF EARLY WARNING SYSTEM SCORE (EWSS) IN HOSPITALIZED PATIENT: A LITERATURE REVIEW

    Get PDF
    The Early Warning System Score (EWSS) is increasingly recognized as an essential tool for identifying clinical deterioration in hospitalized patients. This literature review synthesizes the outcomes and practical aspects of EWSS implementation over the past decade, with a focus on studies conducted in teaching, community, and specialized care hospitals. Articles indexed in English databases PubMed, MEDLINE, Embase, and the Cochrane Library. The research steps were performed according to PRISMA writing standard and the quality assessment was done using CASP critical appraisal tools due to the heterogeneity of the study designs according to the inclusion criteria. Drawing from over 26 scholarly sources—80% of which have been published within the last five years the review examines key implementation metrics such as patient safety  indicators, staff response times, and cost-effectiveness while detailing the assessment tools and measurements used to evaluate EWSS outcomes. Quantitative data were analyzed to assess success rates and pinpoint failure points across multiple hospital departments including emergency, intensive care, and in-patient wards. Implementation challenges related to staff training, resource allocation, and integration with existing patient monitoring systems are discussed, along with recommendations to enhance system performance and clinical decision-making. The findings suggest that while EWSS can significantly improve early detection of clinical deterioration, its success is contingent upon tailored implementation strategies that consider the unique constraints of varied hospital types. This review contributes to a better understanding of how global standards and local practices interact in the effective utilization of EWSS, ultimately aiming to improve patient outcomes and hospital safety

    MENTAL EMOTIONAL CHANGES WITH EATING DISORDERS IN ADOLESCENTS AGED 13-17 YEARS

    Get PDF
    Eating disorders are eating disorders that are often experienced by adolescents. Most adolescents consume unhealthy foods causing disturbed eating patterns. Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, the transition includes many aspects, one of which is emotional mentality, which triggers deviant eating behavior known as eating disorders. This study aims to analyze the relationship between emotional mental changes and eating disorders in adolescents aged 13-17 years in Tegalsari Village, Tulungrejo, Pare-Kediri. This type of research is quantitative with a cross-sectional approach design. The population of adolescents with emotional mentality and eating disorders was taken by simple random sampling, a sample of 45 respondents was obtained. The independent variable in this study is emotional mentality which is measured using a questionnaire and the dependent variable in this study is eating disorders which are measured using a questionnaire with data processing using the Spearman rank test analysis. The results showed that of the 45 respondents, most of them experienced bad emotional mentality. and most of them had eating disorders with bad categories. based on the Spearman rank test, the p value = 0.012 was obtained, so H1 was accepted. The conclusion is that there is a close relationship between emotional mental changes and eating disorders in adolescents aged 13-17 years. Suggestion It is hoped that teenagers can maintain good mental health and eating patterns so that they can grow and develop according to their age

    ANALISIS DASAR PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMUTUS PERKARA NOMOR 744/PDT.G/2023/PA.MLG JO. NOMOR 426/PDT.G/2023/PTA.SBY JO. NOMOR 291 K/AG/2024: PEMENUHAN ASAS KEADILAN, KEPASTIAN HUKUM, DAN KEMANFAATAN

    Get PDF
    Peradilan di Indonesia didasarkan pada prinsip-prinsip yang dijamin oleh undang-undang, dan hakim diharapkan bertindak independen dan tidak memihak serta mematuhi prinsip-prinsip keadilan. Keputusan Nomor 744/Pdt.G/2023/PA.Mlg jo.Nomor 426/Pdt.G/2023/PTA.Sby jo. Nomor 291 K/Ag/2024 menarik perhatian karena rumitnya aspek hukum yang perlu diperhatikan oleh hakim pengadilan di semua tingkatan dan mencakup dinamika terkait asas-asas hukum asas keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan yang harus ditaati oleh seluruh pejabat peradilan dalam memutus perkara. Penelitian ini bertujuan memperjelas dasar hukum pertimbangan hakim dalam memutus suatu perkara dan hal tersebut merupakan pendekatan penting dalam kajian hukum. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana prinsip hukum diterapkan dalam perkara Nomor 744/Pdt.G/2023/PA.Mlg pada Pengadilan Agama Malang yang diputus melalui Putusan MA Nomor 291 K/Ag/2024. Penelitian ini termasuk dalam penelitian normatif, jenis penelitian yang fokus pada kajian hukum sebagai suatu norma atau aturan yang berlaku. Dengan menyebut penelitian ini sebagai penelitian normatif, maka karakteristik utamanya adalah analisis terhadap bahan hukum secara konseptual dan sistematis. Adapun bahan hukum yang digunakan pada penelitian karena bahan hukum merupakan elemen penting dalam penelitian hukum, terutama karena menjadi dasar analisis dan argumentasi, bahan hukum meliputi bahan hukum primer yaitu sumber hukum yang memiliki kekuatan hukum mengikat, bahan hukum sekunder yaitu bahan yang memberikan penjelasan atau analisis terhadap bahan hukum primer atau peninjauan salinan putusan perkara nomor 744/Pdt. G/2023/PA.Mlg jo. Nomor. 426/Pdt.G/2023/PTA.Sby jo.  No. 291 K/Ag/2024 dan tersier. Didapati hasil dari penelitian ini bahwa orang tua masih bertanggung jawab atas hak asuh anak jika masih di bawah umur, sebab anak di bawah umur memiliki kondisi psikologis yang masih labil dan hak asuh juga mempengaruhi kondisi anak tersebut. Dalam memutus perkara, hakim dalam praktiknya harus mengikuti prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kenyamanan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, perlu dipastikan tidak terjadi kesalahpahaman di antara para pihak dalam memutus perkara, dan tidak terjadi kesalahpahaman terhadap keputusan kedua belah pihak. Baik tergugat maupun penggugat dapat menerima apapun keputusan hakim. Kata Kunci : Pertimbangan Hakim, Asas Peradilan, Putusa

    KAJIAN YURIDIS PELAKSANAAN PENDAFTARAN PERCEPATAN SERTIPIKAT TANAH WAKAF DI KECAMATAN JOGOROGO KABUPATEN NGAWI

    Get PDF
    Wakaf merupakan satu ibadah yang amalannya tidak akan terputus bahkan setelah seseorang tersebut meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelaksaan program percepatan sertifikasi wakaf di Kecamatan Jogorogo dengan ditelaah melalui metode penelitian yuridis empiris menggunakan pendekatan sosiologis yakni melakukan beberapa cara teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, untuk mendapatkan kekuatan hukum atas tanah yang diwakafkan maka harus dibuatkan suatu akta oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), apabila tanah wakaf telah memiliki sertipikat maka tanah tersebut tidak dapat diubah peruntukkannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat pemahaman dan pengetahuan masyarakat masih rendah terkait pembiayaan serta alur sertifikasi tanah wakaf, sehingga program percepatan sertifikasi tanah wakaf di Kecamatan Jogorogo masih belum dapat dilakukan secara optimal. Untuk itu menjadi penting untuk dilaksanakan sosialisasi program percepatan sertifikasi tanah wakaf oleh Kantor Badan Pertanahan Kabupaten Ngawi berkordinasi dengan lembaga lain seperti Pemerintah, Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat dan merangsang sistem kepedulian sehingga masyarakat pun ikut memberikan perhatian lebih pada pentingnya sertifikasi tanah wakaf. &nbsp

    PEMBERIAN KOMPRES DAUN SIRIH MERAH UNTUK MENGURANGI BENDUNGAN ASI IBU MENYUSUI

    Get PDF
    Abstrak Masalah menyusui yang tidak jarang terjadi adalah pembengkakan payudara atau bendungan ASI. Gejala yang muncul pada ibu menyusui dengan bendungan ASI antara lain adalah payudara bengkak, payudara terasa panas dan keras, dan terjadi peningkatan suhu tubuh ibu. Bendungan ASI terjadi karena adanya penyempitan pada duktus laktiferus maupun karena kelainan pada puting susu misalnya puting susu datar, terbenam, dan cekung. Bendungan ASI disebabkan karena air susu yang terkumpul tidak segera dikeluarkan sehingga menyebabkan sumbatan. Sumbatan tersebut dapat menimbulkan dampak yang serius jika tidak segera diatasi antara lain adalah mastitis dan abses payudara .Tujuan mengetahui pengaruh kompres daun sirih merah terhadap bendungan ASI pada ibu menyusui. Jenis studi quasy experimental one group pretest posttest design dengan 28 sampel. Uji statistik menggunakan dependen t-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan mayoritas ibu mengalami payudara yang terasa keras / tegas dan terasa sakit yaitu sebanyak 12 responden (42,8%), diikuti dengan payudara terasa keras / tegas dan terasa nyeri 9 responden (32,1%), dan payudara terasa keras / tegas dan terasa sangat sakit 8 responden (28,5%), sedangkan setelah perlakuan mayoritas ibu tidak mengalami gejala bendungan payudara yaitu 13 orang (46,4%), diikuti dengan payudara yang terasa keras / tegas dan tidak sakit yaitu sebanyak 8 responden (28,5%), payudara terasa keras / tegas dan terasa nyeri pada payudara 4 responden (14,3%), dan terdapat perubahan pada payudara 3 responden (10,7%). Uji statistik dependen t-tes menunjukkan nilai p-value<α (0,05) yang artinya ada pengaruh kompres daun sirih merah terhadap bendungan ASI pada ibu menyusui. Kesimpulan ada pengaruh kompres daun sirih merah terhadap bendungan ASI ibu menyusui. Kata kunci : bendungan ASI, kompres daun sirih merah, ibu nifa

    2,486

    full texts

    2,692

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Universitas Kadiri Kediri
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇