Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
THE RELATIONSHIP BETWEEN SUBJECTIVE SLEEP QUALITY AND BLOOD PRESSURE AMONG UNIVERSITY STUDENTS
Poor sleep quality among university students is often associated with academic stress, lifestyle habits, and irregular routines, which may influence blood pressure (BP). This study aimed to examine the relationship between sleep quality and BP in Indonesian university students. A descriptive correlational study with a cross-sectional design was conducted among 207 students at a private university in North Sulawesi Province of Indonesia. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and BP was measured with an aneroid sphygmomanometer. Data analysis included descriptive statistics and Spearman correlation. The mean sleep quality score was 8.50 (SD=3.51) and 84.1% of participants were classified as having poor sleep quality. The mean systolic and diastolic BP were 107.76 mmHg (SD=13.61) and 75.91 mmHg (SD=11.91), respectively. A significant but weak negative correlation was observed between sleep quality and systolic BP (r=-0.191, p=0.006). While these findings differ from much of the global evidence linking poor sleep to higher BP, they highlight the complexity of sleep-BP interactions in young and healthy populations. These findings emphasize the importance of promoting better sleep hygiene, healthier lifestyle behaviors, and cardiovascular health strategies within university settings
THE EFFECT OF BED HEAD ELEVATION IN PREVENTING VENTILATOR-ASSOCIATED PNEMONIA (VAP) IN PATIENTS ON VENTILATION
Ventilator Associated Pneumonia (VAP) is a common nosocomial infection in patients using ventilators. One recommended prevention method is head elevation of bed (HoB) at a 30-45 degree angle. The purpose of this study was to analyze the effect of head elevation on VAP prevention in patients on ventilators in the ICU of Dr. Iskak Tulungagung Regional Hospital. This study used a pre-experimental design. The sample consisted of 20 patients selected by consecutive sampling. Data were collected through Clinical Pulmonary Infection (CPIS) observations before and after the intervention for three days. The results showed that of the 20 patients who received the HoB intervention, 75% did not experience VAP, while 25% continued to experience VAP. The CPIS value increased significantly on the second and third days, indicating that this period is a critical phase for VAP development. Elevating the HoB position has an effect on reducing the risk of VAP, but does not completely prevent infection. Effective VAP prevention requires a comprehensive approach that combines HoB with other measures such as oral hygiene, endotracheal cuff pressure monitoring, and optimal ventilation management.
Keywords: Head elevation of bed (HoB), Pneumonia, Ventilator
URGENSI REFORMASI HUKUM PERKAWINAN BEDA AGAMA DI INDONESIA: PASCA SEMA NO. 2 TAHUN 2023
ABSTRAKPerkawinan beda agama merupakan isu hukum yang terus menimbulkankontroversi di Indonesia karena belum adanya pengaturan yang tegas dalam sistemhukum nasional. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan danperubahannya melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tidak secaraeksplisit mengatur perkawinan beda agama, sementara Pasal 35 huruf a UndangUndang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan justrumembuka celah pengakuan administratif terhadapnya. Dualisme norma inimenimbulkan ketidakpastian hukum, terutama ketika praktik perkawinan bedaagama tetap berlangsung baik melalui jalur peradilan maupun pencatatan sipil.Terbitnya SEMA No. 2 Tahun 2023 menunjukkan sikap Mahkamah Agung yangmemperkuat ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan, yakni bahwa perkawinanhanya sah jika sesuai dengan hukum agama masing-masing. Namun, sifat SEMAyang hanya berupa pedoman internal bagi hakim tidak dapat menggantikankebutuhan akan norma yang jelas dalam undang-undang. Oleh karena itu, urgensipembentukan aturan baru mengenai perkawinan beda agama menjadi tidakterelakkan untuk menciptakan kepastian hukum, mengharmonisasi peraturanperundang-undangan, serta menjamin perlindungan hak-hak warga negara dalamkerangka negara hukum Pancasila.Kata Kunci : Perkawinan beda agama, SEMA No. 2 Tahun 2023, reformasihukum, kepastian huku
GAMBARAN PERAN KADER KESEHATAN TERHADAP KEBERHASILAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD)
Abstrak
Penelitian ini mengkaji peran kader kesehatan terhadap keberhasilan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Desa Cikunir, wilayah kerja Puskesmas Singaparna, tahun 2025. IMD merupakan langkah penting dalam pemberian ASI eksklusif yang direkomendasikan WHO dan Kemenkes RI untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi, menurunkan risiko kematian neonatal, dan memperkuat ikatan ibu–bayi. Dengan desain deskriptif kuantitatif, penelitian melibatkan 20 ibu yang memiliki bayi usia <24 bulan, menggunakan kuesioner dan wawancara. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas kader berperan baik dalam edukasi, pemberian informasi yang mudah dipahami, kerja sama dengan tenaga kesehatan, dan pemberian motivasi. Sebanyak 90% kader aktif memberikan edukasi, 95% mampu memberikan informasi yang jelas, dan 90% bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Namun, 65% kader tidak mendampingi ibu saat persalinan, dan hanya 60% yang melakukan kunjungan rumah. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan kader, peningkatan pendampingan persalinan, dan optimalisasi kunjungan rumah untuk mencapai target cakupan IMD sesuai standar WHO. Penelitian merekomendasikan penguatan sinergi kader dan tenaga kesehatan serta peningkatan dukungan emosional kepada ibu agar pelaksanaan IMD lebih optimal.
Kata Kunci : Peran Kader, IMD, Keberhasila
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SUAMI DENGAN BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU POST PARTUM
Abstrak
Bounding attachment merupakan ikatan emosional antara ibu dan bayi baru lahir yang sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Hambatan dalam proses bounding attachment dapat berdampak negatif pada perkembangan perilaku, sosial, motorik, kognitif, dan verbal anak. Dukungan suami sebagai pendamping utama ibu selama masa post partum diduga memiliki peran penting dalam memperkuat bounding attachment tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan suami dengan bounding attachment pada ibu post partum di Wilayah Puskesmas Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 41 ibu post partum dan menyusui yang dipilih dengan metode simple random sampling, pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan suami dan bounding attachment didapatkan sampel 37 ibu post partum dan menyusui. Variabel independent adalah dukungan suami variabel dependen adalah bounding attachment yang diukur menggunakan uji kolerasi sprearman rho. Hasil penelitian yang dilakukan pada ibu post partum di puskesmas klotok setelah dianalisis dengan menggunakan SPSS 23 di ketahui nilai p=0,01 (0,001-0,05) yang berarti H1 diterima yaitu ada hubungan antara dukungan suami dengan bounding attachment pada ibu post partum di Wilayah Puskesmas Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Dari uraian diatas dapat disimpulkan terdapat hubungan antara hubungan antara dukungan suami dengan bounding attachment pada ibu post partum di Wilayah Puskesmas Klotok Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Saran bagi tenaga kesehatan dan responden ibu post partum untuk meningkatkan dukungan suami seperti dukungan emosional, instrument, penghargaan, dan informasi untuk memperkuat bounding attachment yang baik antara ibu dan bayi.
Kata kunci : Dukungan Suami, Bounding Attachment, Ibu Post Partum
Identifikasi Fitokimia Hasil Fraksinasi Ekstrak Etanol Daun Tapak Dara Catharanthus roseus Menggunakan Kromatografi Lapis Tipis: Phytochemical Identification of Ethanol Extract Fractionation Results of Tapak Dara Leaves (Catharanthus Roseus L.) Using Thin Layer Chromatography Method
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang berpotensi sebagai sumber bahan baku obat herbal, salah satunya adalah tapak dara yang mengandung berbagai metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa fitokimia hasil fraksinasi ekstrak etanol tapak dara menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Proses ekstraksi dilakukan secara sonikasi terhadap 500 g serbuk daun dengan 1.000 mL etanol 96%, menghasilkan rendemen sebesar 7,28%. Fraksinasi dilakukan bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol, menghasilkan randemen masing-masing sebesar 21,4%, 10,2%, dan 18,9%. Hasil KLT menunjukkan bahwa fraksi n-heksana mengandung alkaloid (Rf 0,28; 0,33; 0,39) dan flavonoid (Rf 0,28), fraksi etil asetat mengandung alkaloid (Rf 0,80; 0,88), flavonoid (Rf 0,11), serta tanin (Rf 0,11; 0,44), sedangkan fraksi etanol negatif terhadap semua uji
Bibliometric Analysis of Social Media Marketing Research (2015-2025): Key Contributors, Intellectual Structure, and Thematic Evolution
The rapid growth of social media marketing (SMM) research has created a vast and complex academic landscape. This study presents a comprehensive bibliometric analysis to map this landscape, identify its key contributors, delineate its intellectual structure, and trace its thematic evolution from 2015 to 2025. Employing the PRISMA framework, this research analyzes a final sample of 843 articles from Scopus-indexed (Q1/Q2) journals using performance analysis and VOSviewer-based science mapping. Findings reveal that SMM research is a dynamic and highly collaborative field, with influential authors, journals, and countries shaping its development. Its intellectual structure is characterized by five primary thematic clusters, with engagement and influencer advertising emerging as the most central conceptual cornerstones. Furthermore, the evolution analysis highlights a clear trajectory from foundational topics toward emerging research trends, particularly artificial intelligence and sustainability. This study contributes a systematic, data-driven map of the current state of SMM research, serving as a valuable guide for scholars to navigate the literature and identify promising avenues for future inquiry.
EKSPLORASI PENERAPAN E-PURCHASING UNTUK MENCAPAI VALUE FOR MONEY DALAM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI KABUPATEN NGANJUK
Pengadaan barang/jasa pemerintah memiliki peran strategis untuk mendukung pembangunan nasional. Terdapat alokasi anggaran negara yang cukup besar ke sektor pengadaan barang/jasa pemerintah. Penggunaaan dana yang besar harus diimbangi dengan penerapan prinsip value for money (VFM) agar belanja pemerintah dapat benar-benar efisien, efektif, dan bermanfaat semaksimal mungkin dan tidak menimbulkan pemborosan keuangan negara. Pemerintah Kabupaten Nganjuk menerapkan e-purchasing sebagai instrumen pengadaan untuk mencapai value for money. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis secara kritis apakah penerapan e-purchasing sudah berhasil mencapai value for money (efisien, efektif, ekonomis) terhadap barang/jasa yang diperoleh. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan kritis. Penelitian kritis adalah pendekatan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan kesadaran kritis dan tindakan kritis partisipan penelitian dalam menghadapi masalah pada realitas sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-purchasing di Kabupaten Nganjuk belum bisa sepenuhnya mencapai value for money pada proses pengadaan barang/jasa pemerintah. Tiga indikator yaitu ekonomi, efisien, dan efektif untuk mendapatkan barang/jasa dinilai belum diterapkan secara efektif. Relasi kuasa dalam birokrasi pengadaan menjadi faktor yang dapat mengintervensi ketimpangan dan menurunkan kualitas pengadaan. Oleh karena itu, optimalisasi e-purchasing untuk mencapai value for money di Kabupaten Nganjuk memerlukan penguatan kapasitas SDM, reformasi budaya kerja, peningkatan sistem pengawasan, dan peningkatan fitur sistem e-purchasin
ANALISIS EFEKTIVITAS PELATIHAN TERHADAP KEMAMPUAN REMAJA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA LUKA DAN PERDARAHAN: STUDI KUASI EKSPERIMEN
Remaja merupakan kelompok berisiko mengalami luka dan perdarahan akibat tingginya aktivitas dan mobilitas. Kondisi tersebut membutuhkan tindakan pertolongan pertama yang tepat untuk menghindari terjadinya perburukan kondisi sebelum mendapatkan tindakan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan kemampuan pertolongan pertama pada remaja agar mereka mampu memberikan pertolongan pertama pada diri sendiri dan orang disekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pelatihan berbasis edukasi demonstrasi dan praktik terhadap kemampuan remaja dalam melakukan pertolongan pertama luka dan perdarahan sederhana menggunakan prinsip 4T (tutup, tekan, tinggikan dan torniquet), serta penanganan pada luka bakar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperimental study one group pre-post test. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 94 responden berusia 12 sampai 18 tahun yang sedang menempuh pendidikan di sekolah boarding. Pengumpulan data menggunakan kuesioner baru hasil modifikasi, dan telah dilakukan uji validitas expert, serta telah reliabel untuk digunakan dalam penelitian ini. Data penelitian dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada responden setelah mengikuti pelatihan ini dan hasil uji statistic Wilcoxon menunjukkan nilai p-value (0,000). Kesimpulan penelitian terdapat pengaruh pelatihan berbasis edukasi demonstrasi dan praktik terhadap kemampuan melakukan pertolongan pertama pada remaja
ANALISIS RATIO DECIDENDI PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG (NOMOR 28 K/Pdt/2016) TENTANG PEMUTUSAN SECARA SEPIHAK ATAS PERJANJIAN KERJA SAMA
Putusan MA Nomor 28 K/Pdt/2016 merupakan hasil akhir atas perjuangan penggugat dalam melakukan upaya hukum, diawali adanya sebuah gugatan mengenai perbuatan melanggar hukum atas pemutusan perjanjian kerja sama secara sepihak yang diajukan oleh penggugat kepada para tergugat. Mahkamah Agung yang melakukan pemeriksaan serta mengadili suatu perkara gugatan hingga mengabulkan dari gugatan yang diajukan oleh pemohon kasasi yang dahulu sebagai Penggugat/Terbanding untuk sebagian. Pada pertimbangan Mahkamah Agung yang memutus serta menyelesaikan pada perkara ini, penulis memiliki ketertarikan dalam melakukan penelitian. Pada pokok pembahasan, peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan metode yakni metode yuridis normative yakni melakukan konsep melalui pendekatan perundang-undangan, lalu dokumen, serta bahan hukum atau kasus. Pada data dicantumkan pada pembahasan adalah data konkrit serta mempunyai sumber referensi jelas yakni menganalisis ratio decidendi untuk dipergunakan pada gugatan perbuatan melanggar hukum atas pemutusan perjanjian kerja sama secara sepihak. Peneliti menemukan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan pertimbangan mahkamah agung, jika dipertimbangkan melalui prespektif asas kemanfaatan serta asas kepastian pada perkara Nomor 28 K/Pdt/2016, telah sesuai yang termuat definisi serta prinsip pada asas kemanfaatan serta asas kepastian. Selain itu, pada pertimbangan mahkamah agung apabila dilihat melalui presepektif keadilan pada perkara Nomor 28 K/Pdt/2016, sudah tepat dengan cara memperhatikan keadilan pada pihak yang telah dirugikan atas pemutusan perjanjian yang dilakukan secara sepihak oleh para termohon kasasi yang dulunya Tergugat/Pembanding.
Kata kunci: pemutusan secara sepihak, analisis ratio decidendi, perjanjia