Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
KONSERVASI KAWASAN HERITAGE MELALUI URBAN TOURISM: TANTANGAN DAN PELUANG KEBERLANJUTAN
Kawasan heritage memiliki keunikan dan karakter yang dapat membentuk identitas kota. Bagian dari ruang publik yang bernilai sejarah ini, perlu dilestarikan keberadaannya. Pembangunan perkotaan harus memperhitungkan keberadaan kawasan heritage, supaya tidak merusak dan mengurangi nilai sejarah dan budayanya. Pembangunan urban tourism, dapat menjadi strategi untuk menyinergikan kawasan heritage ke dalam arah pembangunan perkotaan. Peluang ekonomi baru dapat tercipta melalui aktivitas wisata yang berpusat di kawasan heritage. Namun, resiko seperti komodifikasi, perubahan nilai dan identitas kawasan heritage perlu diperhitungkan dalam pembangunan urban tourism. Penelitian ini mengkaji dinamika peluang dan tantangan konservasi kawasan heritage melalui urban tourism. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada Komunitas Historia Van Madioen sebagai komunitas pecinta sejarah Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peluang dari sisi dukungan kebijakan dan keberadaan komunitas masyarakat yang mendukung konservasi kawasan heritage. Namun, tantangan berupa potensi komersialisasi kawasan heritage yang berlebih dapat merusak prinsip konservasi. Keberhasilan konservasi kawasan heritage di berbagai kota di dunia dapat menjadi contoh bagaimana pengelolaan yang bijaksana dapat menjaga sekaligus memanfaatkan kawasan heritage
URGENSI HAK MEMILIH BAGI MILITER: SEBUAH IKHTIAR MENUJU DEMOKRASI INDONESIA YANG TERBUKA
Negara Indonesia termasuk sebagai negara hukum yang menjadikan konstitusi sebagai hirarki tertinggi, yang artinya setiap individu yang berada di wilayah Indonesia terikat pada hukum begitupun dengan penguasa atau pemerintahannya. Jika kita lihat prinsip demokrasi tersebut maka pembatasan kekebasan politik Militer akan membuat Prinsip persamaan politik menjadi sebuah masalah yang timbul dalam demokrasi Indonesia. Dimana, setiap rakyat atau warga negara berhak atas kesempatan dalam partisipasi proses pemilihan politik. seharusnya jika reformasi benar menjadikan indonesia sebagai negara demokrasi maka sebaiknya tidak terjadi tebang pilih ataupun tindakan tidak fair terhadap militer hanya karena truma masa lalu yang dialami para reformis mengingat inti dari demokrasi ialah hak asasi manusia. Sewajarnya demokrasi di indonesia harus didewasakan dan terbuka untuk semua kalangan. Secara normatif hak memilih bagi militer di dijamindalam konstitusi namun, dalam kenyataannya negara justru melakukan hal yang bertentangan dengan perundang-undangan. Selayaknya ilmu pengetahuan yang senantiasa bersifat netral maka demokrasi pun harusnya demikian. Penelitian ini memakai metode penelitian normatif atau pendekatan hukum normatif. Perkembangan pengaturan hak pilih Militer dalam pelaksannan pemilu, dibagi menjadi 3 masa perkembangan, yakni masa Orde Lama, Orde Baru dan Masa Reformasi. Dari sudut pandang pemerintah, pengaturan hak memilih dan dipilih dalam pemilihan umum pada dasarnya ialah usaha untuk mendapatkan kepastian hukum. Pengaturan hak politik dan hak pilih Militer dari kacamata Hak Asasi Manusia merujuk pada aturan hukum tentang hak politik Militer, yang nampaknya membatasi ataupun melarang hak pilih dan hak mencalonkan diri pada pemilihan umum Perlu diatur kembali hak-hak Militer dengan tujuan mengatasi kemerosotan/kemunduran hak-hak dan nilai-nilai demokrasi, hak kemanusiaan dan bentuk penghormatan kepada konstitusi warga Negara sebagaimana yang dikelola pendiri bangsa melalui Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kata kunci: Kebebasan Politik, Militer, Hak Asasi Manusi
Analisis Pemilihan Supplier dengan Metode AHP dan Model QCDFR di PT. Novalindo Sukses Mandiri
The selection of raw material suppliers affects production efficiency. PT. Novalindo only considers price, neglecting quality, delivery, flexibility, and responsiveness. This study uses AHP based on QCDFR for a systematic solution. The study begins with assessing stainless steel and iron plate suppliers based on QCDFR criteria, followed by the application of AHP to determine the best supplier, calculate criterion weights, and perform consistency testing. The study shows that PT. Yunsung is the best supplier for both iron and stainless steel plates with a weight of 0.504. PT. Bansoek and CV. Mulya rank second and third with weights of 0.290 and 0.170, respectively. PT. Yunsung excels in the quality, cost, and flexibility criteria, while CV. Mulya excels in delivery, and PT. Bansoek excels in responsiveness. The consistency of criterion weightings for both types of plates shows acceptable consistency values of 0.015 and 0.013. This study provides a systematic, data-driven solution for selecting the best supplier for manufacturing companies in the iron and stainless steel plate sector, offering a strategy for evaluating and selecting suppliers across multiple dimensions, including quality, cost, delivery, flexibility, and responsiveness. The study has been able to improve operational efficiency and reduce the risk of supply chain disruptions
Case Report Pada Multigravida Trimester III Dengan Anemia Ringan Di Puskesmas Jaddih Kabupaten Bangkalan
Kehamilan multigravida merujuk pada keadaan di mana seorang wanita telah mengalami lebih dari satu kali kehamilan, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko anemia akibat hemodilusi, di mana volume plasma bertambah lebih besar dibandingkan dengan jumlah sel darah merah.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengkajian data subjektif, objektif, analisa, penatalaksanaan dan evaluasi pada ibu hamil multigravida G3P2A0 usia kehamilan 29-30 minggu dengan anemia ringan. Metode ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan 3 kali melalui wawancara yang terstruktur, pemeriksaan fisik dan laboratorium. Kunjungan pertama terdapat keluhan pusing saat bangun tidur dan tidak rutin mengkonsumsi tablet Fe dan MMS, hasil laboratorium menunjukkan kadar Hb 10,2 g/dl (anemia ringan). Asuhan yang diberikan edukasi anemia, pola makan bergizi, menjaga kebersihan vagina, dan edukasi tanda bahaya kehamilan. Kunjungan kedua, keluhan pusing sudah teratasi, terdapat keluhan nyeri pinggang dan sering berkemih. Asuhan yang diberikan menjelaskan penyebab dan cara mengatasi keluhan tersebut. Pada kunjungan ketiga sudah tidak ada keluhan, hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 12,8 g/dl. Ibu diharapkan dapat menjaga pola makan dan melanjutkan konsumsi MMS untuk mencegah anemia berulang. Setelah dilakukan tiga kali kunjungan anemia pada ibu sudah teratasi, kepatuhan konsumsi tablet Fe meningkat, serta pentingnya pemantauan rutin untuk menjaga kondisi kesehatan
Ethics of Care about Social Change and Its Application in the Foundations of Public Policy in Indonesia
Social change in Indonesia presents complex humanitarian challenges, ranging from natural disasters and migration to structural poverty. This situation demands public policies that not only emphasize administrative effectiveness but also take ethical dimensions into account. This article aims to analyze social change from the perspective of the ethics of care and examine how this ethical framework can be applied as a foundation for public policy formulation. The research method employed is qualitative-analytical with a literature study approach, through a critical review of policy documents, government reports, and relevant academic literature. The analysis shows that Indonesian public policies often remain technocratic and procedural, as seen in delayed disaster relief, misdirected COVID-19 cash assistance, and the digital gap in the Pre-Employment Card Program. Integrating care principles empathy, relational responsibility, and attentiveness to vulnerability can enhance legitimacy and effectiveness in public policy. This article recommends adopting the ethics of care as an alternative paradigm in public administration so that social change can be managed in a more humane, just, and sustainable manner
Pertanggungjawaban Pelaku Usaha Terhadap Barang Cacat Produksi
ABSTRAK
Kasus barang cacat produksi sering kali menimbulkan kerugian bagi konsumen dan menjadi perhatian penting dalam hukum perlindungan konsumen. Pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa produk yang dipasarkan aman dan sesuai dengan standar kualitas. Namun, kenyataan menunjukkan adanya pelanggaran yang sering kali merugikan konsumen, baik secara material maupun non-material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pelaku usaha terhadap barang cacat produksi berdasarkan perspektif hukum perlindungan konsumen di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan yuridis normatif yang mendalam terhadap peraturan perundang-undangan, seperti Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta kajian literatur dari berbagai jurnal hukum dan kasus terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pelaku usaha terhadap barang cacat produksi mencakup tanggung jawab mutlak (strict liability) tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan. Hal ini memberikan perlindungan yang lebih besar bagi konsumen, namun pelaksanaannya sering kali menghadapi kendala, seperti kurangnya kesadaran konsumen tentang hak-hak mereka dan lemahnya penegakan hukum. Pembahasan juga menggarisbawahi pentingnya pelaku usaha menerapkan kontrol kualitas yang ketat dan transparansi dalam produksi untuk mengurangi risiko barang cacat. Kesimpulannya, sistem hukum perlindungan konsumen di Indonesia memerlukan penguatan melalui edukasi konsumen dan penegakan hukum yang lebih efektif untuk menjamin tanggung jawab pelaku usaha terhadap barang cacat produksi.
Kata kunci: barang cacat produksi, perlindungan konsumen, tanggung jawab pelaku usaha.
 
Level of Household Food Composition Variety: A Case Study in East Java with Shannon Index
Food diversification is one of the efforts to ensure and maintain a balanced availability of food for each staircase. High dependence on rice causes the level of food diversification in East Java to be low. This study aims to take into account the level of household food diversification in East Java. How food diversification is assessed using the Shannon-Wiener Index, with secondary data from BPS East Java in 2022 covering 14 food groups such as rice, tubers, fish, vegetables, and fruits. The results of the study show that the level of food diversification in East Java is in the medium category, with a diversification index of 2.3. Food groups such as fishery products (21%) and processed foods/beverages (19%) dominate public consumption, while oil and coconut (2%) and other consumption (2%) are still relatively low. Geographical, cultural, and urbanization factors influence the dynamics of consumption patterns. However, uneven distribution is one of the obstacles to increasing food diversification, especially for local agricultural products such as vegetables and fruits. The main solutions proposed to increase food diversification include the socialization of diverse food consumption and the empowerment of local food-based MSMEs. These measures are expected to increase food variety and strengthen food security in East Java. In addition, other solutions that can be considered include the development of local flour-based food products, public education about the benefits of local food, the development of agricultural technology, infrastructure improvement, and the use of home yards to grow various types of food crops
Multidimensional Poverty Among Rice Farming Workers’ Households in Bengkulu City
Poverty among rice farming workers is a multidimensional issue that extends beyond income levels, encompassing education, health, and living standards. Traditional poverty assessments based solely on income fail to capture these broader deprivations. To provide a more comprehensive analysis, this study employs the Multidimensional Poverty Index (MPI), which considers multiple well-being indicators. The study aims to analyze the multidimensional poverty status of rice farming worker households in Bengkulu City and identify the key factors influencing their poverty status. A sample of 100 rice farming workers was selected using the Mo formula to ensure representativeness. The findings reveal that 19% of rice farming worker households fall within the multidimensional poverty category, while 81% are non-poor. Among the examined factors, work experience significantly influences poverty levels, with more excellent experience contributing to a lower likelihood of poverty. The use of MPI provides a more holistic understanding of poverty, highlighting the need for policies that address not only income disparities but also access to education, healthcare, and improved living conditions. Enhancing skill development and creating stable employment opportunities are crucial for alleviating multidimensional poverty among rice farming workers in Bengkulu City
SOSIALISASI PEMBERDAYAAN DAN PERAN PENTINGNYA DIGITALISASI GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM
This activity is an UMKM empowerment program and the importance of digitalisation to increase the productivity of UMKM in Balikpapan city. This activity is a form of concern for economic development from the UMKM sector. The socialisation was conducted in Manggar Baru urban village, Balikpapan city. From this socialisation, it can be seen that the knowledge of the community of UMKM business actors is still lacking in understanding the use of technology to brand the products produced. With the socialisation programme, it is very helpful for the community to improve their business products including introducing them to consumers. Therefore, the socialisation on the importance of digitalisation for UMKM in Balikpapan City has succeeded in increasing the interest and understanding of business actors on the use of digital technology. The digitalisation of UMKM gives a positive impact to increase productivity and improve people\u27s welfare. Utilisation of digital technology in the form of social media provides efficiency in terms of time, energy, and cost, increased market reach, and improved service quality
BUDIDAYA CACING AFRICAN NIGHT CRAWLER (EUDRILUS EUGENIAE) SEBAGAI PELUANG USAHA DI DESA TANJUNG, TULUNGAGUNG
Tanjung Village, Tulungagung, has great potential in cultivating African Night Crawler earthworms (Eudrilus eugeniae), which are useful as animal feed and organic waste processors. However, the lack of community knowledge is the main obstacle in its development. This community service activity aims to provide education and training in earthworm cultivation through socialization, demonstrations, and direct practice, including media preparation, maintenance, and harvesting. Evaluations are carried out to measure the increase in participants\u27 understanding and skills. The results of the activity showed a significant increase in cultivation skills, with several participants starting to apply the techniques they learned independently. In addition, community interest in this business has increased, opening up new economic opportunities. In conclusion, this training has succeeded in increasing community capacity in cultivating Eudrilus eugeniae and is expected to contribute to economic independence and sustainable use of local resources