Jurnal Universitas Kadiri Kediri
Not a member yet
2692 research outputs found
Sort by
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Agats Kabupaten Asmat Tahun 2024
Stunting adalah permasalahan gizi yang semakin banyak ditemukan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Stunting adalah kondisi tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umunya atau yang seusia. Masalah balita pendek atau stunting menggambarkan adanya masalah gizi kronis yang dipengaruhi oleh ibu ataupun calon ibu, masa janin, dan masa bayi/balita serta masalah lainnya yang secara tidak langsung mempengaruhi kesehatan (Kemenkes, 2016). Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek dan sangat pendek hingga melampaui defisit -2 SD di bawah median panjang atau tinggi badan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah crosssectional, yaitu penelitian observasional cara pengambilan data variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) dilakukan sekali dalam waktu yang bersamaan (Notoatmodjo, 2012). Berdasarkan sumber data yang digunakan penelitian ini menggunakan data primer.
Berdasarkan Spearman Rank didapatkan nilai signifikan (p value) = 0, 000 (< a = 0,05) sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting di Puskesmas Agats Kabupaten Asmat. Nilai Coeffisien Correlation sebesar 0,564 menyatakan bahwa hubungan antara berat badan lahir dan kejadian stunting dalam kategori Kuat dengan arah positif yang artinya semakin banyak balita dengan riwayat berat lahir rendah semakin tinggi kejadian stunting
Evaluasi Governansi Digital pada Layanan Perpanjangan SIM melalui Aplikasi SINAR
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis pelayanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) pada aplikasi SINAR dalam perspektif governansi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Temuan dari penelitian ini mendorong pemanfaatan aplikasi ”Digital Korlantas” sebagai alat yang mudah, cepat, efisien serta ekonomis untuk mengakses layanan perpanjangan SIM namun tidak harus mengunjungi kantor pelayanan. Hasil dalam penelitian ini dapat berkontribusi dalam pengembangan serta peningkatan kemajuan ilmu pengetahuan, dan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam mengembangkan inovasi pada persepektif governansi digital dalam aplikasi mobile
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Kefarmasian Dalam Pengelolaan Sediaan Farmasi Di Apotek Wilayah Kedung Jepara: Evaluation Of The Implementation Of Pharmaceutical Service Standards In The Management Of Pharmacy Preparations In Pharmacies In The Kedung Jepara
Apotek berperan penting dalam menyediakan obat dan alat kesehatan yang bermutu, aman, dan efektif. Apotek wajib menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian sesuai Permenkes RI No. 73 Tahun 2016, yang mencakup seluruh proses pengelolaan sediaan farmasi. Penerapan standar ini bertujuan mencegah pemborosan, menjamin ketersediaan obat, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan pasien. Namun, di lapangan masih ditemukan kendala seperti keterlambatan pengadaan, keterbatasan anggaran, dan risiko kedaluwarsa obat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi standar tersebut di apotek wilayah Kedung, Kabupaten Jepara dengan kriteria apotek aktif beroperasi, memiliki penanggung jawab apoteker, serta bersedia diwawancarai dan memberikan data dokumentasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif dengan pendekatan total sampling terhadap 10 apotek. Instrumen penelitian berupa wawancara terstruktur berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016 dan dokumentasi. Secara kuantitatif, ditemukan bahwa aspek perencanaan (90%), pengadaan (20%), penyimpanan (10%), pemusnahan dan penarikan (10%), serta pencatatan dan pelaporan narkotika–psikotropika (50%) masih belum sepenuhnya sesuai standar. Meskipun demikian, mayoritas apotek menilai penerapan standar cukup efektif (58% sangat efektif, 37% efektif)
Perancangan Ulang Tata Letak Gudang Bahan Baku Menggunakan Metode Class-Based Storage dan Integrasi RFID-WMS di PT. XYZ
Warehouse layout has a crucial role in supporting material flow efficiency and operational cost control in internal logistics activities. The purpose of this research is to redesign the layout of raw material warehouses using the data-based CBS method , as well as integrate it with a WMS system based on RFID technology, in order to improve operational efficiency, stock management accuracy, and support sustainability and productivity in the food industry. The method in this study uses a Class-Based Storage (CBS) approach integrated with a Warehouse Management System (WMS) based on RFID technology. The results showed that the 5th alternative layout provided the best performance with an Adjacency Score of 0.39 and was able to reduce the total daily displacement distance from 1,091.5 meters to 656 meters (a decrease of 39.9%). This efficiency has an impact on reducing daily material handling costs of IDR 2,146,915 (44.16%). The additional area of 1,110 m² is used for strategic zone arrangement such as loading docks, raw materials, and production preparation areas. The integration of the RFID system with the Warehouse Management System (WMS) also increases the accuracy of stock recording from 74.35% to 89.17%. These findings show that the use of spatial data, activity analysis, and integrated technology can improve logistics efficiency and support the smooth operation of warehouses
PEMANFAATAN OLAHAN DENGAN BAHAN DASAR DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN STATUS IMUNITAS IBU HAMIL SEBAGAI BENTUK UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19
Pregnant women are one of the vulnerable groups to the transmission of Covid-19 which can transmit the Covid-19 virus to the fetus they are carrying. Various efforts to increase immunity status are carried out so that pregnant women can survive during the Covid-19 pandemic, starting from exercise, minimizing stress and providing nutritional supplements and food. Moringa leaves are one of the basic food ingredients with high nutritional value that are cheap and easy to obtain. The content of Moringa leaves as antioxidants and increases immunity status. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women in the use of processed products from Moringa leaves as an effort to increase the immunity status of pregnant women. The activity method includes the preparation stage, implementation in the form of counseling, and evaluation of activities. Based on the results of the implementation of this activity, it is hoped that the use of processed moringa leaves as other food ingredients can be developed to increase the immunity status of pregnant women
Operational Risk Management Analysis Using Enterprise Risk Management (ERM) at PT Petrokimia Gresik
This research aims to overcome operational risks that may occur using the Enterprise Risk Management (ERM) approach. The approach used to implement Enterprise Risk Management (ERM) in this study is SNI ISO 31000: 2018. The process of designing risk management goes through the stages of risk identification, risk analysis, risk evaluation, and risk treatment; the method used in thisstudy is qualitative descriptive with quantitative additions. That means descriptive qualitative methods are used for each stage of completion except the risk level assessment stage. This analysis was carried out at PT Petrokimia Gresik, precisely in the Production Department III A part ZA II. The problem in this study is that several risks can hinder the ZA fertilizer production process. The results of the analysis that have been carried out are 10 operational risks, namely Communication mistakes by the employees, Work accidents,Performance / low-productivities by the employees, Mistakes in operating production tools, Unsuitable product quality with the requested specification quality, ZA fertilizer that is not on target, Flawed storage of ZA fertilizer, Low availability of raw materials, Production reports failure and Production tools disturbance. Of the 10 risks identified, there are 8 risks at a low level (low), 2 risks at amedium level (medium) and 1 risk at a high level (high). Efforts to treat risks in the low (low) and medium (medium) level categories are to accept or restrain the risk from increasing and provide additional treatment. Meanwhile, for high-level risks, preventive and mitigation strategies are carried out to reduce the possibility and impact of these risks by doing some area maintenance to renovate the savings storage. Also, clumping fertilizer will be consulted in the quality control section
Formulasi Kebijakan Efisiensi Anggaran Tahun 2025
Efisiensi belanja dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas anggaran dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi pustaka untuk menganalisis proses perumusan kebijakan melalui model proses kebijakan, meliputi identifikasi masalah, penetapan agenda, perumusan, adopsi, dan implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran didorong oleh defisit fiskal, beban utang, serta inefisiensi pengeluaran, dan kemudian ditetapkan sebagai prioritas nasional melalui Instruksi Presiden No. 1 Tahun 2025. Implementasi kebijakan menekankan pembatasan belanja non-prioritas, optimalisasi pendapatan, realokasi anggaran ke sektor produktif, serta digitalisasi tata kelola anggaran. Implikasinya menuntut penguatan transparansi, koordinasi antar-lembaga, dan percepatan administrasi digital. Jika dijalankan konsisten, kebijakan ini diharapkan mampu memperbaiki tata kelola keuangan negara, mengurangi defisit, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
THE IMPACT OF ONLINE GAMES ON SLEEP QUALITY IN SCHOOL AGE CHILDREN
Excessive use of online games can have a negative impact on individual behavio, one of wich is reducing rest time and decreasing sleep quality, especially in school-age children. This research aims to determine the impact of online games on sleep quality in school-age children at SDN 11 Duri Kepa, West Jakarta. This research uses quantitative methods with a cross sectional approach. The total sample of 69 respondents was taken using a non-probability sampling method. Online game use was measured using the Game Addiction Scale for Adolescents and sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep quality Index. Meanwhile, the statistical test used is the chi-square test. Shows that more than half of the respondents use online games moderately, namely 47 respondents (68.1%). More than half of the respondents experienced poor sleep quality, namely 43 respondents (62.3%). The results of statistical tests show that there is a relationship between the use of online games and sleep quality in school-aged children with a p value = 0.001 (<0.05). The conclusion of this research is that there is a relationship between the use of online games and sleep quality in school-age children at SDN 11 Duri Kepa, West Jakarta. This research can be used as a source of information regarding the impact of online games on sleep quality in school-age children
PRINSIP TANGGUNG GUGAT MUTLAK DALAM HUKUM LINGKUNGAN PASCA UNDANG-UNDANG NOMOR. 6 TAHUN 2023 TENTANG CIPTA KERJA
Penelitian ini membahas perubahan prinsip tanggung gugat mutlak (strict liability) dalam hukum lingkungan Indonesia setelah disahkannya Undang-Undang No. 6 Tahun 2023 yang mengubah UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sebelumnya, UU No. 32 Tahun 2009 memungkinkan pihak yang dirugikan akibat pencemaran untuk menuntut ganti rugi tanpa perlu membuktikan kesalahan pelaku. Namun, dengan perubahan ini, pembuktian kesalahan kini menjadi syarat untuk menuntut ganti rugi, yang dianggap memperumit proses hukum dan bisa melemahkan perlindungan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode hukum normative dan menyimpulkan bahwa perubahan ini dapat mengurangi efektivitas penuntutan kasus pencemaran serta lebih menguntungkan perusahaan, dengan dampak terhadap perlindungan lingkungan dan hak-hak masyarakat.
Kata Kunci: strict liability, hukum lingkungan, Undang-Undang Cipta Kerja, pembuktian kesalahan
ANALISIS YURIDIS PENYITAAN YANG TIDAK SAH DAN HAK TERSANGKA MENUNTUT GANTI KERUGIAN MELALUI PRAPERADILAN
Penyitaan merupakan upaya paksa penegak hukum untuk mengamankanbarang bukti terkait tindak pidana. Namun penyitaan harus dilakukan sesuaiprosedur dalam KUHAP agar tidak melanggar hak milik tersangka. Penelitianyuridis normatif ini bertujuan menganalisis konsekuensi hukum penyitaan yangtidak sah dan hak tersangka menuntut ganti kerugian melalui praperadilan. Hasilpenelitian menunjukkan penyitaan tanpa izin ketua pengadilan negeri adalah bataldemi hukum. Tersangka berhak mengajukan tuntutan ganti rugi materiil danimmateriil secara proporsional. Jika dikabulkan, negara wajib membayarkompensasi melalui APBN dengan nilai maksimal Rp 600 juta berdasarkan PPNo. 92 Tahun 2015. Meski demikian, implementasi ganti kerugian praperadilanmasih terkendala minimnya sosialisasi pada tersangka dan belum adanyapedoman bagi hakim dalam menentukan besaran kerugian. Ke depan, peranpraperadilan perlu dioptimalkan sebagai kontrol atas tindakan penyitaan yangsewenang-wenang.