UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
SOSIALISASI OLEH FASILITATOR DALAM OPTIMALISASI PROGRAM PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) DI KELURAHAN SAWAHAN KOTA SURABAYA
Program Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Balai RW di Kelurahan Sawahan, Kota Surabaya, merupakan inisiatif Pemerintah Kota Surabaya untuk mengatasi kompleksitas tantangan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Fokusnya adalah pada penguatan ketahanan keluarga melalui layanan preventif dan promotif. Fasilitator PUSPAGA, sebagai elemen kunci, memainkan peran penting dalam kesuksesan program terutama dalam layanan sosialisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi upaya optimalisasi peran fasilitator. Melalui observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menggambarkan strategi, tantangan, dan dampak positif yang dihasilkan. Fasilitator memainkan peran krusial dalam sosialisa program PUSPAGA dan kelas parenting melalui door-to-door, serta sosialiasi materi edukasi dan parenting. Menggunakan model implementasi Teori Edward III, penelitian ini menyoroti komunikasi efektif, ketersediaan sumber daya, karakter pelaksana kebijakan, dan struktur birokrasi sebagai faktor penentu keberhasilan implementasi. Meskipun menghadapi tantangan seperti kurangnya partisipasi masyarakat dan jadwal yang sulit disesuaikan, fasilitator berhasil mengatasi dengan solusi kreatif. Dukungan masyarakat dan karakteristik positif fasilitator menjadi pendorong keberhasilan program. Kesimpulannya, Program PUSPAGA memberikan dampak positif dalam pemberdayaan keluarga. Rekomendasi termasuk penguatan kepengurusan, peningkatan sosialisasi, optimalisasi media sosial, dan evaluasi yang lebih baik untuk meningkatkan keberlanjutan dan dampak positif program ini di kedepannya.Kata kunci: Fasilitator, Optimalisasi, Puspaga, Sosialisas
AUKUS: LANGKAH AUSTRALIA MEMPERKUAT POSISI GEOPOLITIKNYA DI ASIA PASIFIK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih lanjut dampak dari pakta keamanan AUKUS di Kawasan Asia Pasifik. Penelitian ini dikembangkan menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerjasama trilateral antara Australia, United Kingdom, dan Amerika Serikat (AUKUS) ini menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik yang membuat Tiongkok bersikap waspada dan menaruh perhatian terhadap Australia. Kesimpulan: Secara umum, AUKUS dibentuk untuk mengimbangi dominasi Tiongkok di Kawasan Asia Pasifik. AUKUS memperkuat posisi geopolitik Australia di kawasan Asia Pasifik dengan meningkatkan kapabilitas militernya dan memperkuat aliansi strategisnya. Dengan demikian Australia dapat memainkan peran yang lebih aktif dan meningkatkan kerjasama keamanan dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik yang dapat memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan dan stabilitas regional dan menjadikan Australia sebagai salah satu kekuatan utama di kawasan Asia Pasifik. Namun hal tersebut juga membawa tantangan, termasuk ketegangan dengan Tiongkok dan potensi kekhawatiran di antara negara-negara tetangga
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN KEUANGAN DAERAH DALAM UPAYA MENGATASI MASALAH PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Penelitian ini didasarkan atas pengendalian yang kurang memadai dalam pengelolaan keuangan daerah menyulitkan pemerintah daerah dalam mengimplementasikannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan implementasi kebijakan manajemen keuangan daerah dalam upaya mengatasi masalah pengelolaan keuangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur online. Triangulasi digunakan sebagai metode pengumpulan data, penalaran induktif digunakan dalam analisis data, dan makna daripada generalisasi lebih ditekankan dalam temuan penelitian kualitatif. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif karena berbentuk pengungkapan fakta-fakta yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kebijakan pengelolaan keuangan dalam arti yang seluas-luasnya adalah sebagai bentuk penyelenggaraan aktivitas yang telah ditetapkan berdasarkan undang-undang sinergis yang di gerakan untuk bekerjasama guna menerapkan kebijakan pengelolaan keuangan daerah kearah tertentu yang di kehendaki. Implementasi kebijakan pengelolaan keuangan daerah dalam upaya mengatasi masalah pengelolaan keuangan daerah dapat berupa penerapan komuniasi dengan baik, peningkatan sumber daya, dan stuktur birokrasi yang baik
IMPLEMENTASI PARENTING CLASS PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA (PUSPAGA) DALAM MEWUJUDKAN POLA PENGASUHAN ANAK DI RW 8 KELURAHAN TANDES
Salah satu hak anak yang penting adalah hak pengasuhan. Salah satu hal penting dalam pengasuhan adalah mencegah keterpisahan anak dari lingkungan keluarga. Dengan meningkatnya kasus perceraian yang berpengaruh terhadap kualitas hubungan orang tua dengan anak, perkembangan anak baik. Sehingga program parenting class hadir di balai RW 8 Kelurahan Tandes sebagai unit layanan keluarga untuk memampukan para orang tua agar memiliki pola pengasuhan anak agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kendala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui menganalisis dan mendeskripsikan implementasi parenting class pusat pembelajaran keluarga (PUSPAGA) dalam mewujudkan pola pengasuhan anak di RW 8 Kelurahan Tandes. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian ini adalah 1) Program, menunjukkan bahwa parenting class ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai peran orang tua, manajemen ekonomi keluarga, dan pengawasan positif terhadap penggunaan teknologi informasi dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan anak di lingkungan keluarga sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun masih terdapat orang tua yang belum memiliki kesadaran dan pemahaman dalam mendidik anak. 2) Organisasi pelaksana, menunjukkan bahwa program parenting class dari DP3APPKB dapat meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendidik anak melalui materi yang diberikan narasumber ahli pada bidang terkait pola pengasuhan anak. 3) Sasaran program, menujukkan bahwa program parenting class yang dilakukan oleh aparat pemerintah setempat, dapat berhasil jika terdapat kerjasama yang kuat antara masyarakat dan pihak pelaksana. Namun masih kurangnya peran aktif masyarakat dalam kegiatan parenting class disebabkan
STRATEGI EKONOMI PERTAHANAN MARITIM DENGAN PENERAPAN BLUE ECONOMY
Abstrak ini memberikan tinjauan terhadap strategi ekonomi pertahanan maritim serta implementasi Blue Economy di Indonesia. Melalui metode kualitatif deskriptif, analisis dokumen kebijakan, berita, dan sumber informasi lainnya dilakukan untuk menyoroti penekanan pemerintah Indonesia pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan demi pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional. Konsep Blue Economy menjadi dasar strategi ekonomi pertahanan maritim dengan fokus pada pengelolaan sumber daya laut, teknologi, dan keterlibatan multi-stakeholder. Meskipun dihadapi tantangan geopolitik, keterbatasan sumber daya, dan konflik sumber daya kelautan, kesadaran akan keberlanjutan ekosistem laut semakin meningkat. Sehingga, Indonesia memiliki fondasi yang kokoh untuk menerapkan strategi ekonomi pertahanan maritim berkelanjutan melalui Blue Economy dengan memperkuat kolaborasi antarsektor, penerapan teknologi, dan kesadaran lingkungan
ANALISIS PENGARUH KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kurikulum berbasis kompetensi terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Krikulum berbasis kompetensi diangap sebagai salah satu pendekatan yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penerapan metode pembelajaran aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis kompetensi memiliki pengaruh positif terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar setelah implementasi kurikulum brtbasis kompetensi. Peningkatan ini terlihat dalam kemampuan siswa dalam menganalisis informasi, membuat inferensi, mengevaluasi argumen, dan memecahkan masalah dengan berpikir kritis. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa meliputi penggunaan metode pembelajaran aktif. Pendekatan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti; Pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa, penggunaan metode pembelajarab yang aktif dan kreatif, dan penilaian yang berfokus pada proses dan hasil belajar
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN STUDENT ENGAGEMENT PADA SISWA SMP DI KOTA BUKITTINGGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara Stres Akademik dengan Student Engagement pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bukittinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP di Kota Bukittinggi. Sampel penelitian didapatkan berjumlah 365 siswa SMP dengan teknik pengumpulan data cluster sampling. Skala Educational of Stress Scale for Adolescents (ESSA) yang telah diterjemahkan digunakan untuk mengukur stres akademik. Selanjutnya, alat ukur Student Engagement scale (SES) versi Bahasa Indonesia dari Pratama & Guspa (2022). Analisis yang digunakan adalah korelasi product moment pearson. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai koefisien korelasi (r) = - 0,873 dan p = 0,00 (P<0,05). Maka dapat diketahui terdapat hubungan antara Stres Akademik dengan Student Engagement, secara signifikan sebesar 87,3%
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGOPTIMALKAN AKHLAKUL KARIMAH PESERTA DIDIK MIS AL-WASHLIYAH MEDAN SUNGGAl
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) strategi guru pendidikan agama Islam dalam mengoptimalkan akhlakul karimah peserta didik Madrasah Ibtidaiyyah Swasta (MIS) Al-Jam`iyatul Washliyah Medan Sunggal, 2) faktor pendukung dan penghambat guru pendidikan agama Islam dalam mengoptimalkan akhlakul karimah peserta didik Madrasah Ibtidaiyyah Swasta (MIS) Al-Jam`iyatul Washliyah Medan Sunggal. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyyah Swasta (MIS) Al-Jam`iyatul Washliyah Medan Sunggal dengan waktu penelitian dimulai dari bulan Juni 2023 sampai Desember 2023. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan termasuk jenis penelitian kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan. Sumber data penelitian yaitu data primer dan sekunder serta teknik pengumpulan data dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru-guru di MIS Al-Washliyah mengimplementasikan strategi pembelajaran yang variatif dan interaktif, melibatkan peserta didik dalam pembelajaran berbasis proyek, memanfaatkan aktivitas ekstrakurikuler, dan mengaktifkan peran serta orang tua serta masyarakat dalam proses pendidikan. Penelitian ini menemukan bahwa pendekatan holistik dan integratif dalam pendidikan akhlakul karimah, yang tidak hanya terfokus pada transfer pengetahuan tetapi juga pada praktik nyata nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, menjadi kunci dalam mengoptimalkan pembentukan karakter peserta didik. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan bagi praktisi pendidikan, khususnya dalam konteks pendidikan agama, tentang pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang komprehensif dan partisipatif dalam membentuk akhlakul karimah yang merupakan aspek penting dari pendidikan karakte
PENYULUHAN SUPLEMEN MADU DAN MAKANAN SEHAT BERGIZI SERTA ANALISIS STATUS GIZI SISWA SLB BC MANUNGGAL BAKTI DEPOK
Anak usia sekolah dasar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya perbaikan gizi masyarakat karena pada tahap ini, fungsi organ otak mulai berkembang dengan baik, sehingga proses perkembangan kecerdasan berlangsung dengan cepat. Dalam hal ini, orang tua memiliki peran penting pada tumbuh kembang anak yang dapat ditinjau dari makanan yang dikonsumsi. Madu merupakan salah satu suplemen makanan untuk meningkatkan kesehatan pada semua usia, melengkapi makanan sehat bergizi. Madu memiliki manfaat untuk menyehatkan tubuh dengan kandungan vitamin, asam amino, mineral dan enzim yang berguna bagi tubuh manusia. Tujuan kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan madu sebagai suplemen kesehatan dan penyuluhan nutrisi seimbang untuk mencegah masalah gizi. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di SLB BC Manunggal Bakti Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Depok, Jawa Barat. Peserta kegiatan adalah orang tua siswa. Pengukuran status gizi dilakukan kepada para siswa. Metode kegiatan berupa penyuluhan, pemberian leaflet mengenai isi piringku, dan tanya jawab. Bingkisan makanan sehat berupa madu, telur, roti dan susu diberikan kepada siswa. Hasil dari penyuluhan adalah orang tua menjadi lebih paham mengenai manfaat madu dan mengenai nutrisi makanan sehat yang dibutuhkan oleh anak-anaknya. Orang tua memiliki perhatian mengenai materi, ditinjau dari pertanyaan yang diajukan. Hasil pengukuran status gizi menunjukkan 51% siswa memiliki status gizi baik. Adapun lainnya adalah status gizi kurang dan lebih. Diharapkan melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat dapat meningkatkan motivasi dan kemauan para orangtua untuk memberikan madu sebagai suplemen kesehatan dan makanan sehat bergizi sesuai isi piringku yang menjadi program nasional kesehatan.
PKM PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN MODUL DI MI TERPADU MUTIARA KOTA PADANGSIDIMPUAN
PKM pembuatan modul bertujuan untuk mengembangkan kemampuan guru dalam menerapkan media pembelajaran guna untuk mempersiapkan perencanaan pembelajaran menjadi lebih baik dan bermanfaat. Sehingga dengan adanya pelatihan ini pengetahuan guru tentang penerapan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, model pembelajaran, dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan. Peserta pelatihan sebanyak 15 orang yang diambil secara proporsional untuk setiap pengampu mata pelajaran. Rencana kegiatan (1) Memberikan penjelasan terkait pelatihan, (2) Menjelaskan perencanaan pembelajaran inovatif yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan pembelajaran siswa, (3) Menjelaskan langkah-langkah pembuatan modul, (4) Melakukan pelatihan dan pendampingan bagi guru, (5) Diskusi membahas kesulitan dalam membuat modul serta memberikan solusinya, (6) Melakukan pendampingan kepada guru untuk membuat sendiri modul sesuai kebutuhan, dan (7) Hasil uji coba selanjutnya diprsentasikan sebagai bahan diskusi dan sebagai tindak lanjut pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan penelitian sebelumnya terkait pengembangan modul matematika warisan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Biibadillah Desa Tahalak, terkait dengan pembuatan modul pembelajaran masih banyak guru yang belum memahami cara membuat dan mengembangkan modul yang baik dan benar. Oleh karena itu saya dan tim tergerak melanjutkan melaksanakan pengabdian masyarakat melalui PKM pembuatan modul mata pelajaran. Hasil dari PKM yang telah dilaksanakan, peserta sangat antusias dalam mengikuti proses pelatihan dan pendampingan pembuatan Modul dari awal hingga akhir pelatihan berlangsung. Dan dari hasil PKM disimpulkan dari 15 Orang peserta Guru Pendidik terdapat 80% guru sudah mampu membuat Modul sesuai dengan kemampuan mata pelajaran yang diampuh. Luaran PKM ini Publikasi Ilmiah Jurnal Nasional ber- ISSN Jurnal Martabe UM-Tapsel.