UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
BENTUK DAN MAKNA TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM “ARGANTARA” KARYA GUNTUR SOEHARJANTO: PENDEKATAN PRAGMATIK
Penggunaan bahasa oleh manusia dapat dikaitkan dengan penutur dan mitra tutur, serta tindakan manusia dalam mengucapkan tuturan disebut tindak tutur. Tindak tutur dalam dialog film memiliki maksud dan tujuan berupa tindakan yang ditujukan kepada mitra tutur. Oleh karena itu, untuk memahami tindak tutur dalam dialog film, perlu dilakukan penelitian yang berfokus pada bentuk dan makna tindak tutur ilokusi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan mendeskripsikan makna tindak tutur ilokusi pada dialog film "Argantara". Data dalam penelitian ini diambil dari dialog film "Argantara". Sumber data dalam penelitian ini ialah Film “Argantara” karya Guntur Soeharjanto. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 17 data jenis tindak tutur ilokusi. Yang meliputi; tiga data asertif berupa memberitahu, mengeluh, dan menyatakan. Tiga data direktif berupa memerintah, memohon, dan meminta. Dua data komisif berupa berjanji. Enam data ekspresif berupa kesal, marah, kecewa, dan khawatir. Serta tiga data deklaratif berupa menghukum dan menegaskan. Selain itu, ditemukan bahwa tindak tutur ilokusi dalam dialog film Argantara memiliki makna yang lebih dalam tentang bagaimana bahasa, intonasi, ekspresi wajah, dan konteks komunikasi memberikan pesan yang lebih mendalam
KETERTARIKAN PESERA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI
Pendidikan pada abad ke-21 adalah pendidikan yang berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan teknologi serta berfokus menghasilkan output peserta didik yang memiliki keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kreatif, dan mampu bekerja sama. Pembelajaran yang ditemukan di lokasi penelitian masih menggunakan metode ceramah, minim penggunaan teknologi dan peserta didik merasa bosan serta sudah merasa lebih terbiasa dengan pembelajaran konvensional, sehingga perlu dilakukan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan agar guru dapat melakukan evaluasi dan melakukan pengembangan dalam pelaksanaan pembelajaran di masa depan. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk melihat ketertarikan peserta didik terhadap pembelajaran berbasis teknologi yang menggunakan media, web games wordwall. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sumber data melalui observasi dan kuesioner kepada peserta didik kelas IX-5 yang berjumlah 29 orang dengan pelaksanaan pra siklus dan dua siklus penelitian. Teknik analisa data dilakukan secara kualitataif. Melalui hasil penelitian, pada siklus pertama ditemukan 3,4% peserta didik merasa biasa saja dengan pembelajaran menggunakan media teknologi. Pada siklus kedua terjadi peningkatan ketertarikan dengan respon tertinggi peserta didik menjawab menginginkan pembelajaran yang menggunakan media belajar berbasis teknologi dengan nilai 44,8%, pembelajaran yang menyenangkan dan seru 31%, dan yang menggunakan gawai sebesar 24,1% dan tidak ada lagi peserta didik yang merasa biasa saja
PENERAPAN METODE REWARD UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP NEGERI 6 KISARAN
Pelajaran bahasa Indonesia lazim dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan membosankan karena memiliki banyak teks yang harus dibaca ditambah lagi metode pembelajaran yang sering dijumpai masih bersifat konvensional dan tidak menarik minat dan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil observasi melalui pengamatan yang dilakukan di kelas VII-2 SMP Negeri 6 Kisaran, peserta didik memiliki motivasi belajar yang minim. Hal tersebut terjadi karena pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di dalam kelas masih monoton dan bersifat konvensional sehingga peserta didik tidak fokus. Penelitian tindakan kelas ini betujuan untuk melihat apakah penerapan metode reward dalam pelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan penelitian ini dilakukan agar guru dapat melakukan evaluasi serta melakukan pengembangan dalam pelaksanaan pembelajaran di masa depan. Penelitian tindakan kelas dilakukan dengan dua siklus. Siklus I menunjukkan motivasi belajar peserta didik sebedar 61,25% dan pada siklus II motivasi belajar peserta didik meningkat hingga mencapai skor 90,5% dengan kategori sangat tinggi. Walaupun masih terdapat kekurangan skor 9,5% untuk mencapai skor sempurna, namun melalui hasil skor sebesar 90,5% telah termasuk ke dalam kategori sangat tinggi yang artinya penerapan metode reward ini efektif digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran bahasa Indonesia
PERTAHANAN NEGARA MELALUI KEBIJAKAN FESYEN: ANALISIS TERHADAP LARANGAN PAKAIAN BEKAS IMPOR DI INDONESIA
Penelitian ini membahas mengenai impor pakaian bekas di Indonesia menyoroti beberapa isu krusial. Fokus utamanya adalah dampak terhadap industri tekstil lokal, termasuk persaingan tidak sehat dan risiko merugikan pertumbuhan sektor dalam negeri. Aspek regulasi dan penegakan hukum terkait impor pakaian bekas juga menjadi perhatian, terutama dalam mengatasi impor ilegal. Implikasi terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi menjadi fokus, dengan penelitian yang mendalam tentang perilaku konsumen terkait pakaian bekas, memahami dinamika pasar dan respon konsumen terhadap tren impor.Dengan menggunakan metode studi literatur dan pendekatan teoretis mencakup kedaulatan ekonomi, mengeksplorasi sejauh mana negara dapat mencapai kedaulatan ekonomi dalam industri tekstil. Ketergantungan pada impor pakaian bekas memunculkan isu krusial tentang kedaulatan ekonomi dan dampak jangka panjangnya. Penelitian ini berpotensi memberikan solusi atau inovasi, baik dalam bentuk saran kebijakan, inisiatif industri, atau perubahan perilaku konsumen untuk mendukung perkembangan positif dalam sektor fesyen. Hasil pada penelitian ini menemukan penguatan pertahanan negara melalui kebijakan fesyen melibatkan aspek identitas dan industri dalam negeri. Langkah-langkah seperti pemilihan seragam militer, peningkatan produksi tekstil lokal, dan penggunaan simbol-simbol nasional dalam desain dapat meningkatkan efektivitas kebijakan ini. Dengan demikian, kebijakan fesyen dapat menjadi alat yang kuat dalam mendukung pertahanan negara, memperkuat kemandirian, dan membangun kesadaran akan peran fesyen dalam konteks pertahanan
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN ATAS KEPUTUSAN PEMBELIAN SAYURAN DI PASAR MODERN HYPERMART KOTA JAKARTA SELATAN
Sayuran yang merupakan tanaman hortikultura, memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. Sebab tanaman sayuran merupakan produk pertanian yang senantiasa dikonsumsi setiap hari. Perilaku konsumen dalam membeli sayuran sangat penting dalam menentukan keberhasilan suatu pasar. Hypermart merupakan jenis pasar modern yang memiliki banyak kebutuhan. Hypermart ini dapat menerapkan one stop one shopping karena lokasinya berada di dalam mall. Tujuan penelitian ini untuk: (1) menganalisis perilaku konsumen sayur di pasar modern Hypermart kota jakarta selatan, (2) menganalisis proses pengambilan keputusan konsumen dalam membeli sayuran di pasar modern Hypermart kota jakarta selatan. Metode yang telah dilakukan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini menjadikan informan dan informan kunci sebagai teknil pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan 2 jenis data. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan data skunder. Sumber data primer merupakan konsumen yang berada dilokasi dan staff Hypermart. sedangkan sumber data skunder merupakan hasil gambaran lokasi yang akan dijadikan sebagai informasi tambahan. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, triangulasi dan observasi. Hasil dari penelitian ini konsumen sangat mementingkan kualitas sayur dan melakukan proses dalam pembelian sayuran di Hypermart
PENGARUH KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU CYBERSEX PADA REMAJA SMK DI KABUPATEN MUKOMUKO
Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku cybersex pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbentuk penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi SMK di kabupaten Mukomuko dengan menggunakan teknik sampel proposional sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 229 siswa/siswi. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala perilaku cybersex dan skala konformitas teman sebaya dengan nilai reliabilitas dari kedua variabel tersebut yaitu 0,892 dan 0,895. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil uji hipotesis diperoleh dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien pengaruh sebesar 0,264 dengan arah posistif. Sehingga dapat disimpulkan secara parsial konformitas teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap perilaku cybersex Ha (Hipotesis diterima)
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI MENGGUNAKAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR
Perubahan iklim dan pemanasan global telah menjadi salah satu tantangan global paling signifikan yang dihadapi dunia saat ini. Fenomena ini telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan oleh jumlah emisi gas rumah kaca. Emisi rumah kaca dan pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan faktor utama yang dapat mendorong peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer, yang menyebabkan pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan emisi rumah kaca dan pertumbuhan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Linier Berganda Ordinary Least Square dan data panel sederhana. Variabel penelitiannya adalah Konsumsi Energi, Tenaga Kerja, Suku Bunga Pinjaman, dan Fuel Eco sport. Kedua variabel tersebut digunakan sebagai variabel independen yang mempengaruhi emisi rumah kaca yang berfungsi sebagai variabel dependen dan pertumbuhan ekonomi yang berfungsi sebagai variabel dependen dengan variabel Bebas Emisi Rumah Kaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) konsumsi energi dan tenaga kerja secara simultan atau parsial berpengaruh signifikan terhadap perubahan jumlah emisi rumah kaca sebesar 89,5% (2) Perubahan total emisi rumah kaca secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap perekonomian negara. pertumbuhan ekonomi (3) temuan penelitian. Variabel berikutnya peningkatan Efmisi Rumah Kaca suatu negara merupakan variabel yang paling dominan dan berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara sebesar 70,74 persen
STRATEGI PENTAHELIX BNPT DALAM MEMBANGUN KAWASAN TERPADU NUSANTARA SEBAGAI SARANA REINTEGRASI SOSIAL BAGI MITRA DERADIKALISASI
Pada tahun 2023, BNPT menyebutkan bahwa 116 Eks Napiter kembali menjadi residivis terorisme. Eks Napiter merupakan subjek yang rentan untuk kembali kepada kelompoknya dikarenakan masih belum selesai dengan faktor ideologis maupun perilakunya. Penggunaan instrumen dan institusi hukum yang tepat sangat penting dalam mencegah terjadinya residivis terorisme. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif dan berfokus pada teori strategi, pentahelix, reintegrasi dan deradikalisasi untuk menganalisis strategi pentahelix BNPT dalam membangun Kawasan Terpadu Nusantara (KTN). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa pendekatan "Pentahelix" yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media, dan dunia usaha merupakan kunci sinergitas yang paling tepat dalam membangun Kawasan Terpadu Nusantara sebagai sarana reintegrasi sosial. Kolaborasi antara semua pihak terkait diharapkan dapat mencapai tujuan bersama dalam program deradikalisasi berbasis kesejahteraan dengan konsep Kawasan Terpadu Nusantara (KTN)
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE DAN OFFLINE PADA DOPAMINE BAKEHOUSE & CAFÉ
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pengguna media sosial terutama TikTok yang me-review coffee shop Dopamine Bakehouse & Café dan banyak mendapat respon positif dari masyarakat mulai dari makanan yang enak hingga tempatnya dianggap memiliki estetika sendiri sehingga menimbulkan strategi word of mouth. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran pada Dopamine Bakehouse & Café. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Model AIDA (attention, interest, desire dan action) menjadi sebagai pisau analisis karena dapat menyampaikan dari kualitas pesan yang baik sehingga diperoleh hasil penelitian yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dopamine Bakehouse & Café melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian seperti menginformasikan produk secara online dan offline, membuat para pelanggan untuk mempunyai ketertarikan dengan komunikasi persuasif melalui narasi intensif, bujukan, dan ajakan. Berbagai upaya dilakukan untuk menjangkau pelanggan yang lebih luas. Hal tersebut membuahkan hasil pada peningkatan jumlah kunjungan pelanggan yang signifikan. Meskipun demikian, masih terdapat kekurangan dalam penerapan strategi komunikasi terutama pada hal penawaran promo dan penguatan brand melalui media sosial yang dinilai masih belum optimal
ANALISIS REPUTASI, FASILITAS DAN PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP PADA HOTEL ANTARES MEDAN.
Penelitai ini bertujuan pembenahan pada sebuah hotel yang berada dikota Medan menjadi yang lebih baik lagi, dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan banyak sampel 35 responden yang berada di Hotel Antares, penelitian ini menggunakan 3 variabel bebas yaitu reputasi, fasilitas dan pelayanan dan untuk variabel terikatnya adalah keputusan menginap di sebuah Hotel Antares yang berada di kota Medan. reputasi (X1) memiliki nilai t-hitung 393 yang mengidentifikasi bahwa reputasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap di Hotel Antare, sedangkan nilai signifikan 0.004 < 0.05 artinya Ho (terima Ha). Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari keputusan menginap. hasil analisis dari hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa variable fasilitas (X2) memiliki nilai regresi 13.866 yang mengidentifikasi bahwa fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menginap sedangkan nilai signifikan 0.000 < 0.05 artinya Ho (terima Ha). Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari keputusan menginap. Kemudian untuk variabel ke 3 yaitu pelayanan (X3) memiliki nilai t-hitung sebesar 0.920 mengidentifikasi bahwa pelayanan mempunyai pengaruh dan signifikan terhadap keputusan menginap sedangkan nilai signifikan 0.002 < 0.05 artinya dapat disimpulkan bahwa pelayanan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mengina