UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
    8277 research outputs found

    STRATEGI PENGELOLAAN KELAS DALAM PEMBELAJARAN: KONSEP, TEKNIK, DAN IMPLEMENTASI DI KELAS

    Get PDF
    Pengelolaan kelas merupakan elemen penting dalam proses pembelajaran yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan efektif. Artikel ini menganalisis konsep, teknik, dan implementasi pengelolaan kelas dalam pembelajaran berdasarkan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan, meninjau, dan menganalisis referensi dari jurnal ilmiah, buku, dan artikel terkait. Konsep pengelolaan kelas mencakup pengaturan lingkungan fisik, sosial, dan emosional untuk mendukung keterlibatan dan prestasi siswa. Teknik pengelolaan kelas dibagi menjadi preventif, korektif, dan supportif, yang bertujuan untuk mencegah gangguan, mengatasi masalah perilaku, dan mendukung perkembangan siswa. Implementasi pengelolaan kelas menekankan pada pentingnya adaptasi terhadap kebutuhan siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran inklusif dan berbasis teknologi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas yang efektif dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, dan hasil akademik. Artikel ini memberikan wawasan teoritis dan praktis yang dapat diaplikasikan oleh pendidik dalam menciptakan pengalaman belajar yang optimal. Strategi Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran: Konsep, Teknik, dan Implementasi di Kela

    OPTIMALISASI BRANDING UMKM DENGAN PENDEKATAN BEHAVIOR UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK KONSUMEN

    Get PDF
    Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, dalam menghadapi era digitalisasi dan persaingan yang semakin ketat, banyak UMKM yang kesulitan dalam membangun branding yang efektif untuk meningkatkan daya tarik konsumen. Pendekatan behavior menjadi salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan ini. Artikel ini mengkaji bagaimana penerapan prinsip-prinsip behavior, khususnya melalui pengkondisian klasik (classical conditioning) dan operant conditioning, dapat digunakan untuk mengoptimalkan branding UMKM. Melalui pengulangan elemen-elemen branding yang konsisten, seperti logo, warna, dan slogan, UMKM dapat membentuk asosiasi positif dalam benak konsumen, yang pada akhirnya meningkatkan daya tarik produk mereka. Penelitian juga menunjukkan bahwa kualitas layanan dan pengalaman konsumen yang menyenangkan sangat berpengaruh terhadap loyalitas konsumen. Oleh karena itu, UMKM perlu menciptakan pengalaman konsumen yang memuaskan agar dapat mempertahankan pelanggan dan mendorong pembelian ulang. Dengan memanfaatkan data dan wawasan tentang perilaku konsumen, UMKM dapat merancang strategi branding yang lebih relevan dan menarik, serta memperkuat hubungan emosional dengan konsumen

    EFEKTIFITAS PEMBINAAN PENYANDANG TUNAGRAHITA DI PANTI SOSIAL BINA GRAHITA HARAPAN IBU KALUMBUK PADANG

    No full text
    Pembinaan terhadap tungrahita penting diberikan guna mewujudkan kualitas hidup mereka. Namun keterbatasan intelektual mempengaruhi kemampuan mereka dalam menginternalisasi bimbingan yang diberikan.Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pembinaan penyandang tunagrahita terhadap kemampuan bina diri, adaptasi sosial, dan keterampilan yang diberikan oleh pembimbinga asrama di panti sosial bina grahita kalumbuk Padang, sehingga dapat menjadi acuan dalam bagi pembimbing dalam penerimaan calon siswa asuh di panti dan menjadi acuan orang tua ketika akan mendaftarkan anak ke pati tunagrahita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini ada 3 orang pembimbing asrama di Panti Sosial Ibu Binagrahita Harapan Ibu Padang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembinaan terhadap penyandang tunagrahita di panti sosial, efektif terhadap peningkatan kemampuan bina diri, adaptasi sosial, dan keterampilan penyandang tuna grahita ringan  dan sedang. Sementara bagi tuna grahita berat pemberian pembinaan hanya efektif dalam peningkatan kemampuan adaptasi sosial

    IMPLEMENTATION OF A HUMAN FIREWALL TO PREVENT SOCIAL ENGINEERING THREATS IN REALIZING CYBER SECURITY

    Get PDF
    The rapid development of information and communication technology has provided many conveniences in various aspects of life. However, on the other hand, this also brings increasing cyber security threats, one of which is the threat of social engineering. Therefore, this research aims to analyze the implementation of a human firewall to prevent social engineering threats in realizing cyber security. The research method used is a qualitative research method with in-depth interviews with several key informants including cyber security managers, employees involved in training programs, and cyber security experts in PT. Mekar Armada Jaya Magelang. From the results of the research that has been carried out, it can be concluded that the implementation of a human firewall is effective in preventing social engineering threats and improving cyber security. The integration of enabling technology with human training strengthens the company's defenses, while clear security policies and top management support help overcome the challenges of participation and organizational culture change. However, challenges such as low employee participation and resistance to cultural change remain. For greater success, the training approach should be relevant to the employee's role, use technology to increase engagement, and involve employees in the development of training materials. The success and failure case studies found show that this strategy can be adapted and improved continuously

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII di SMP Swasta Imelda Medan dalam memecahkan masalah matematika; (2) memaparkan dengan jelas tahapan penyelesaian soal yang dilakukan oleh siswa dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan keterampilan dalam memecahkan masalah matematika melalui implementasi kegiatan belajar kooperatif jigsaw. Responden pada penelitian yang dilakukan terdiri dari 28 siswa kelas VIII di SMP Swasta Imelda Medan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 proses, yang mana pada akhir setiap proses dilakukan tes keterampilan pemecahan masalah matematis untuk mengukur tingkat keterampilan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematis siswa mengalami peningkatan setelah penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw, dengan rata-rata nilai tes kemampuan pemecahan masalah matematis meningkat dari 68,13 pada proses I menjadi 83,52 pada proses II. Ketuntasan klasikal pada proses I juga meningkat, dari 15 siswa (53,57%) menjadi 24 siswa (85,71%) pada proses II; (2) tahapan dalam penyelesaian jawaban siswa pada tes kemampuan dalam memecahkan masalah matematika tergolong baik, terbukti dari pemenuhan indikator kemampuan dalam memecahkan masalah matematika. Dari hasil yang dihasilkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi kooperatif jigsaw efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika

    PERBEDAAN KEMAMPUAN PENYELESAIAN MASALAH MATEMATIS SISWA YANG DIAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT DAN NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTUAN VIDEOSCRIBE

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dan Teams-Games-Tournaments (TGT) di SMP Negeri 3 Percut Sei Tuan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan sampel siswa kelas VIII-5 dan VIII-6 sebanyak 72 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes Pengetahuan Awal Matematika (PAM) dan tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Hasil analisis menunjukkan rata rata nilai tes Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis siswa yang diajar dengan model Numbered Heads Together adalah 80,91 dengan simpangan baku 5,31, sementara siswa yang diajar dengan model Teams-Games-Tournaments memiliki nilai rata-rata 77,3 dengan simpangan baku 6,9. Uji hipotesis menggunakan uji t 3 104 34 61 menghasilkan ℎ = 2,48 yang lebih besar dari = 1,66 sehingga 0 ditolak. Ini berarti siswa yang diajarkan dengan model Numbered Heads Together memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik dibandingkan dengan model Teams-Games-Tournaments. Penelitian ini menyarankan agar guru menggunakan model Numbered Heads Together untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan memberikan perhatian lebih dalam proses belajar kooperatif. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengeksplorasi efektivitas model ini di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT ATTAINMENT TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM DALAM PERUBAHAN LINGKUNGAN

    Get PDF
    Latar belakang masalah penelitian yaitu di kelas X pada materi ekosistem dalam perubahan lingkungan di SMKN 1 Torgamba diperoleh fakta tentang pembelajaran yang masih cenderung berpusat pada guru. Sementara itu selama proses pembelajaran para siswa hanya berperan sebagai penerima informasi tanpa di rangsang untuk dapat berpartisipasi secara aktif dalam menggali lebih banyak informasi secara mandiri,  sehingga keterampilan berpikir kritis siswa masih renda peneliti mengangkat permasalahan tersebut yaitu keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model concept attainment terhadap keterampilan berpikir kritis pada Materi Ekosistem dalam perubahan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dan teknik  pengambilan sampel menggunakan simple random Sampling. Sampel dalam penelitian ini, siswa kelas X sebagai kelas eksperimen dan kelas X sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa masing-masing 27 siswa. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan model concept attainment dan kelas kontrol diberi perlakuan tanpa penerapan model concept attaiment. Instrumen penelitian tes  essay yang berjumlah 8 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen termasuk kategori baik dengan nilai sebesar 88,48% dan kelas kontrol dalam kategori cukup dengan nilai sebesar 57,81%. Berdasarkan perhitungan uji hipotesis hasil posttest menggunakan uji independent sample t-test dengan bantuan software IBM SPSS versi 26 diperoleh signifikan sebesar (0,001) < α (0,05), sehingga memenuhi kriteria H0 ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima,  dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dengan diterapkannya model pembelajaran concept attainment terhadap keterampilan berpikir kritis siswa pada materi Ekosistem dalam perubahan lingkungan). Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Model Concept Attaiment, Ekosiste

    SENIOR ENGLISH TEACHERS’ IMPLEMENTATION OF DIGITAL LEARNING IN ENGLISH CLASSES: PRACTICES AND CHALLENGES

    Get PDF
    This study aimed to examine teachers’ practices and challenges in implementing digital learning in English classrooms, including the types of digital learning platforms they use, the challenges they face, and the strategies they use to address them. This study used a qualitative method. The researcher used semi-structured interviews with open-ended questions and observations to collect the data. This study was conducted at MAN 1 Purbalingga with four English teachers as the participants. This study used thematic analysis to analyze the data from interviews and observation, the steps were: familiarization with the data,  generating initial codes, searching for themes, reviewing the themes, defining and naming themes, and producing the report. This study showed that teachers use various digital learning platforms, including Kahoot!, Canva, Google Classroom, and Google Docs. Teachers face several challenges in implementing digital learning, those are technical issues and connectivity problems, limited access to technology, equitable access to technology, and resistance to change. Teachers have implemented several strategies to address these challenges, including collaboration with colleagues and the IT department, attending professional development, alternative offline activities, and troubleshooting. In addition, digital learning offers advantages such as enhanced student engagement, personalized instruction, and interactive learning opportunities. Teachers believe that digital learning has made learning more competitive and enjoyable, allowing students to take control of their learning.  The study highlights the importance of ongoing professional development and technical support for teachers to effectively integrate digital learning into their teaching practices

    ANALISIS PRINSIP HUKUM LINGKUNGAN DALAM KONFLIK HUTAN ADAT PAPUA: STUDI KASUS PT INDO ASIANA LESTARI

    No full text
    Hutan adat memiliki peran penting bagi masyarakat adat, bukan hanya sebagai sumber daya alam, tetapi juga sebagai ruang hidup yang terkait erat dengan budaya mereka. Konflik antara ekspansi perkebunan sawit dan pelestarian hutan menjadi isu utama di Papua, dimana hutan adat terancam konversi menjadi lahan perkebunan. Kasus PT Indo Asiana Lestari (PT IAL) menunjukkan bagaimana Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang tidak dilakukan secara transparan dapat merugikan masyarakat adat Awyu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip hukum lingkungan dalam konflik tersebut, prosedur penyusunan AMDAL yang dilakukan PT IAL, serta implikasi hukum Putusan Mahkamah Agung Nomor 458 K/TUN/LH/2024 terhadap keberlanjutan hutan adat. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip partisipasi publik dalam penyusunan AMDAL diabaikan, yang mengarah pada ketidakadilan bagi masyarakat adat. AMDAL yang disusun PT IAL juga tidak mempertimbangkan dampak terhadap hutan adat dan tidak mengikuti prosedur hukum yang berlaku, seperti perpanjangan AMDAL yang tidak dilakukan sesuai ketentuan. Implikasi hukum dari putusan Mahkamah Agung ini menyoroti ketidakselarasan antara perlindungan lingkungan dan hak masyarakat adat, serta perlunya reformasi dalam mekanisme penyusunan AMDAL untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial bagi masyarakat ada

    PENINGKATAN PROGRAM BIMBINGAN KEPRIBADIAN TERHADAP KLIEN PELAKU KEJAHATAN JALANAN DI BAPAS KELAS I YOGYAKARTA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program bimbingan kepribadian yang diterapkan di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta bagi klien pelaku kejahatan jalanan, dikenal sebagai "klitih". Program ini dirancang untuk mengembangkan kepribadian yang positif dan kemandirian klien. Melalui pendekatan teori tindakan sosial Max Weber, penelitian ini meninjau penyebab terjadinya kejahatan dan mengidentifikasi langkah-langkah bimbingan yang tepat. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan program bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial dan psikologis klien memberikan dampak positif, meskipun terdapat kendala dalam pelaksanaannya

    7,585

    full texts

    8,277

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇