UM-Tapsel Press : Institusional Publisher
Not a member yet
8277 research outputs found
Sort by
TELAAH FILSAFAT ILMU SEBAGAI LANDASAN DALAM PRAKTIK BIMBINGAN DAN KONSELING
Bimbingan dan konseling merupakan suatu kegiatan profesional yang dilakukan oleh seorang ahli yaitu konselor atau guru BK dalam rangka membantu individu yaitu klien atau konseli agar dapat mengatasi permasalahan yang sedang dihadapinya, sehingga individu tersebut dapat mencapai perkembangan yang optimal dalam hidupnya. Bimbingan dan konseling merupakan suatu disiplin ilmu yang berakar dari filsafat dan berkembang dari disiplin-disiplin ilmu dasar lainnya. Dalam praktik bimbingan dan konseling, pemikiran serta pemahaman filosofis secara umum menjadi dasar yang sangat bermakna. Filsafat menyediakan dasar pijakan bagi bimbingan dan konseling untuk kokoh berdiri. Keberadaan filsafat memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing dan mengarahkan praktik bimbingan dan konseling. Dengan pemikiran serta pemahaman filosofis yang melandasi praktik bimbingan dan konseling, akan menjadikan konselor lebih fasilitatif dan mampu menerapkan upaya pemberian bantuan kepada klien dengan lebih efektif
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL MELALUI PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM MENANGANI KECEMASAN SOSIAL KORBAN BULLYING
Rational emotive behavior theraphy yaitu mencari solusi untuk fokus pada aspek berpikir, penilaian, keputusan arah dari pada berurusan dengan perasaan. Tujuan utama konseling individual menggunakan rebt adalah untuk menolong klien memahami hidup mereka dapat produktif dan logis. Teknik rational emotive behavior theraphy dalam menangani korban bullying kecemasan sosial yaitu untuk menangani pemikiran korban yang tidak logis dan dirubah menjadi logis dan rasional. Salah satu akibat dari perilaku bullying yaitu kecemasan sosial, maka dari itu korban bullying harus segera ditangani. Terapi berlangsung selama lima kali pertemuan denga waktu 45 menit setiap pertemuan. Subjek penelitian merupakan mahasiswi semester dua. Metode dalam studi ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil konseling. Hasil penelitian ini yaitu penggunaan rational emotive behavior therapy dengan tiga teknik dapat menangani kecemasan korban bullying pada mahasiswi. Hal ini terbukti dari perubahan setelah dilaksanakannya layanan konseling mahasiswi dapat berpikir secara logis dan ingin kembali kulia
PERAN FILSAFAT ILMU DALAM PEMBENTUKAN ETIKA PROFESIONAL BIMBINGAN DAN KONSELING: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS
Filsafat ilmu memiliki peran penting dalam pembentukan etika profesional dalam praktik Bimbingan dan Konseling (BK). Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran filsafat ilmu dalam membangun landasan etika profesional yang kokoh bagi konselor. Dengan menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis, penelitian ini menganalisis artikel-artikel terkait hubungan filsafat ilmu dan etika profesional dalam BK. Hasil menunjukkan bahwa filsafat ilmu menyediakan kerangka berpikir kritis dan reflektif yang memungkinkan konselor untuk memahami hakikat profesi mereka secara mendalam, menghadapi dilema etika, serta menjaga integritas profesi. Konsep-konsep filsafat ilmu, seperti keadilan, tanggung jawab, dan akuntabilitas, menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang etis dan profesional. Di era digital dan masyarakat multikultural, filsafat ilmu membantu konselor menavigasi tantangan baru, seperti kerahasiaan informasi dalam konseling daring dan bias budaya. Oleh karena itu, filsafat ilmu tidak hanya berfungsi sebagai landasan teoretis, tetapi juga panduan praktis dalam menjalankan praktik konseling yang berorientasi pada kesejahteraan klien dan masyarakat.
FEAR OF MISSING OUT (FOMO): PENYEBAB, DAMPAK, DAN PENANGANANNYA DI LINGKUNGAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
Penelitian ini mengeksplorasi fenomena Fear of Missing Out (FOMO) di kalangan siswa SMA GKST 1 Tentena, yang sering diakibatkan oleh ketergantungan pada media sosial dan kebutuhan sosial yang kuat untuk tetap relevan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua siswa kelas XI yang dipilih berdasarkan kriteria perilaku FOMO. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) diterapkan untuk mengintervensi perilaku FOMO siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO secara signifikan memengaruhi kesehatan emosional, kualitas tidur, konsentrasi akademik, dan hubungan sosial siswa. Intervensi berbasis REBT berhasil mengidentifikasi keyakinan irasional yang mendasari perilaku FOMO, menggantikannya dengan pola pikir rasional, serta mengurangi kecemasan sosial dan ketergantungan pada media sosial. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang dampak media sosial pada kesejahteraan psikologis remaja dan menegaskan efektivitas intervensi kognitif untuk mengatasi dampak negatif tersebu
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA VIDEO EXPLAINER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA
Siswa dalam konteks Teorema Pythagoras, dengan menggunakan model Discovery Learning berbantuan Video Eksplanatori. Penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas VIII-A SMP Negeri 37 Medan, dengan tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini menggunakan tes dan observasi sebagai alat penilaian dan dilakukan dalam dua siklus penelitian tindakan kelas. Pada akhir setiap siklus, tes diberikan untuk mengukur peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Proses pembelajaran dimulai dengan penyajian masalah untuk merangsang rasa ingin tahu siswa. Siswa kemudian bekerja dalam kelompok untuk membangun pemahaman mereka sendiri tentang konsep matematika dengan memecahkan masalah tersebut. Video Explainer memainkan peran penting dalam memfasilitasi proses penemuan, memungkinkan siswa untuk memvisualisasikan dan memahami Teorema Pythagoras secara lebih konkret, sehingga memudahkan mereka untuk membuat penemuan yang bermakna. Hasil dari siklus pertama menunjukkan bahwa 14 siswa, atau 46,67%, telah mencapai tingkat kemahiran pemecahan masalah yang disyaratkan, sementara 16 siswa, atau 53,33%, belum, dengan skor pemecahanmasalah rata-rata 68%. Setelah melaksanakan siklus kedua, jumlah siswa yang memenuhi tujuan pembelajaran meningkat menjadi 26, atau 86,67%, sementara 4 siswa, atau 13,33%, belum memenuhi tujuan pembelajaran, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 83,73%. Secara khusus, kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat di semua indikator: memahami masalah dari 77,67% pada Siklus I menjadi 90% pada Siklus II, merencanakan penyelesaian dari 62,01% pada Siklus I menjadi 76,4% pada Siklus II, melaksanakan penyelesaian dari 83,33% pada Siklus I menjadi 92,2% pada Siklus II, dan meninjau kembali penyelesaian dari 45% pada Siklus I menjadi 76,33% pada Siklus II. Kesimpulannya, penerapan model Discovery Learning berbantuan Video Eksplanatori dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa secara signifikan.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MURID SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERCERITA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELARAN KOOPERATIF TIPE TTW
Tujuan dari telaah ini adalah untuk menilai kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran menyenangkan tipe TTW. Selain itu, juga untuk mengetahui dampak model pembelajaran menyenangkan tipe TTW terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita. Penelitian untuk kajian ini dilaksanakan di SMP Negeri Letjen Jamin Ginting Berastagi pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi dalam telaah ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Letjen Jamin Ginting Berastagi, kecuali siswa kelas VIII-A yang menjadi subjek uji coba kelas eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas matematika yang diajarkan dengan menggunakan metodologi pembelajaran menyenangkan TTW. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan berpikir kritis numerik siswa termasuk dalam kategori baik; Dari 31 siswa, 2 (6,45%) berada pada kategori cukup baik, 27 (87,09%) berada pada kategori cukup, dan 2 (6,45%) berada pada kategori cukup. Selain itu, kemampuan berpikir kritis numerik siswa dipengaruhi oleh model pembelajaran kooperatif tipe TTW dengan nilai rata-rata 0,05, sig. < 0,001 < 0,05 saat menyelesaikan soal cerita.Kata Kunci: Think Talk Write, Soal Bercerita, Kemampuan Pemecahan Masala
PENERAPAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK
Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui keberhasilan penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan model Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X DKV 2 SMK Negeri 10 Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan hasil asesmen sumatif. Berdasarkan dari hasil asesmen diagnostik yang telah dilakukan menunjukkan hasil sebesar 61,32%. Setelah dilakukan tindakan hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis dilihat dari hasil asesmen sumatif pada siklus I yaitu 73,86%. Kemudian jika dilihat dari hasil asesmen sumatif pada siklus II mendapat hasil sebesar 84,75%.. Oleh karena itu, pembelajaran menggunakan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dengan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada peserta didik kelas X DKV 2 SMK Negeri 10 Medan
PENGARUH FAKTOR ABIOTIK TERHADAP TUMBUHAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) DI KAMPUNG KOLAM, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG.
Cabai rawit, juga dikenal sebagai Capsicum frutescens, adalah salah satu jenis tanaman pertanian yang sangat dihargai di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor abiotik mempengaruhi pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens) di Kampung Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan memfokuskan pada pandangan masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu yang ideal (25–30 °C), intensitas cahaya yang cukup (8–10 jam setiap hari), kelembapan udara 60–80 persen, dan pH tanah 5,5– 7,0 sangat memengaruhi proses fisiologis tanaman seperti fotosintesis, transpirasi, dan penyerapan nutrisi. Suhu yang terlalu tinggi atau rendah, intensitas cahaya yang berlebihan, dan suhu yang terlalu rendah atau renda
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM SARAF MANUSIA
The purpose of this research is to contribute new knowledge, the contribution of this research is expected to increase our understanding of the factors that affect learning difficulties in the context of certain scientific materials, such as the human nervous system. This type of research uses a descriptive qualitative method. This research tool is observation, interview and documentation. The result of this research is a lot of complicated scientific terms, lack of interesting learning media. Students have difficulty in understanding the mechanism of impulse transmission, students have difficulty in understanding the material concept of human nervous system, and have difficulty in applying the knowledge. This learning difficulty is caused by several factors, namely the complexity of the human nervous system material, low student interest and motivation, lack of intelligence possessed by students, inappropriate learning styles, lack of supporting media, student learning habits, minimal allocation given, absence of peer tutors, the busyness of teachers as deputy principals causes teachers to rarely enter the classroom, low student confidence, health that affects student learning outcomes, lack of attention from parents, low economic factors, school background that previously affected student learning activities. Efforts that can be made to overcome students' difficulties in learning human nervous system material are to improve their understanding of basic concepts by using relevant analogies and examples, increase learning motivation by making learning active and fun, improve learning skills by teaching students effective learning techniques, improve cooperation between teachers, parents and students
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP
Dalam rangka meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa, penelitian ini berupaya untuk memastikan keabsahan, keberhasilan, dan kegunaan produk LKPD berbasis PBL yang dibuat untuk proses pembelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2024–2025 di SMP N 35 Medan. Pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Siswa kelas VIII-1 menjadi subjek penelitian, dan LKPD berbasis PBL menjadi topik penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, produk LKPD berbasis PBL dinilai praktis dengan persentase angket respon guru sebesar 93,42% dan persentase angket respon siswa sebesar 82,60%, keduanya termasuk dalam kategori sangat praktis; juga dinilai valid dengan rata-rata 86,80% untuk ahli media dan 84,71% untuk ahli materi, sehingga layak untuk diimplementasikan; dan meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan nilai N-Gain sebesar 0,69 dengan kategori peningkatan sedang. LKPD berbasis PBL yang dihasilkan layak, efektif, dan praktis untuk digunakan dalam proses pembelajaran matematika serta dapat meningkatkan kemampuan berpikir matematis siswa, berdasarkan analisis data menggunakan uji validitas, uji efektivitas, dan uji praktikalitas.