IKADO E-Journal (Institut Informatika Indonesia)
Not a member yet
470 research outputs found
Sort by
Analisis Kualitas Website Perguruan Tinggi Sebagai Second-Order Construct Menggunakan Pendekatan PLS-SEM
Website perguruan tinggi mengalami penurunan pemeringkatan Webometric, QS World University Ranking dan klasterisasi di tingkat nasional. Peneliti melakukan riset terkait dengan adanya gap pada performa website perguruan tinggi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang membentuk dimensi kualitas website (WebQual) dan pengaruhnya pada kepuasan pengguna dan niat mengunjungi kembali website perguruan tinggi. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan data primer yang hasilnya diperoleh dari jawaban responden atas isian kuesioner. Penentuan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan total 379 responden. Teknik analisis menggunakan Explanatory Factor Analysis (EFA) untuk menentukan faktor pembentuk WebQual dan Partial Least Square dengan Structural Equation Model (PSL-SEM) untuk menguji model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EFA mampu mengelompokkan dari sepuluh variabel menjadi tiga variabel baru pembentuk dimensi WebQual sebagai second-order construct yaitu kualitas informasi, kualitas interaksi layanan, dan kemanfaatan website. Hasil PLS-SEM menunjukkan bahwa dimensi WebQual memiliki pengaruh positif terhadap kepuasan pengguna, dan kepuasan pengguna berpengaruh positif terhadap niat mengunjungi kembali website perguruan tinggi. Implikasi dari penelitian ini bahwa semakin bagus kualitas website perguruan tinggi dapat meningkatkan kepuasan penggunanya. Hal ini memberi dampak pada keinginan pengguna untuk melakukan kunjungan kembali ke website perguruan tinggi di masa yang akan datang
Aplikasi Penentuan Kebutuhan Pelatihan Berbasis Kompetensi Untuk Peningkatan Kinerja Staf Analis Laboratorium
Di antara tahun 2010 hingga tahun 2015, Laboratorium Parahita sedikitnya menerima laporan kesalahan pemeriksaan < 5 kasus yang dikarenakan kelalaian petugas laboratorium. Belum tersedianya program pengadaan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi analis laboratorium menjadi penyebab kelalaian tersebut, karena sebagian besar program pelatihan yang diadakan sama dengan karyawan divisi lainnya. Divisi Sumber Daya Manusia masih kesulitan dalam menentukan apa kebutuhan pelatihan yang tepat bagi analis laboratorium, terlebih lagi proses administrasi pengadaan pelatihan masih belum terotomasi membuat data Divisi Sumber Daya Manusia dan Divisi Laboratorium belum sinkron. Tujuan penelitian ini adalah pembuatan aplikasi berbasis website yang digunakan untuk menganalisis kebutuhan pelatihan bagi analis laboratorium. Data-data yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi didapatkan dari hasil pengamatan tidak terstruktur terkait proses pengadaan pelatihan saat ini serta hasil wawancara kepada pihak-pihak terkait. Teknik wawancara semiterstruktur diterapkan untuk menggali permasalahan lebih terbuka. Sebanyak 4 jenis data berhasil didapatkan dan divalidasi oleh Laboratorium Parahita, yakni data level kompetensi, data jenis kompetensi dan toleransi gap, data standar penilaian, serta data materi uji kompetensi. Keempat data ini dianalisis dengan teori gap analysis untuk menunjukkan seberapa besar kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki dengan kompetensi yang dibutuhkan Laboratorium, termasuk pada sisi level dan jenis kompetensi yang dibutuhkan. Pada pengembangannya, aplikasi ini menggunakan model SDLC Waterfall. Hasilnya, aplikasi memberikan 4 fitur penting yang dapat mendukung proses pengadaan pelatihan, yakni fitur penilaian uji kompetensi, rekapitulasi uji kompetensi, analisis kebutuhan pelatihan dengan gap analysis, dan fitur pengajuan rencana pengadaan pelatihan yang juga didalamnya dapat mencatat nama trainer dan anggaran yang dibutuhkan sehingga riwayat pengadaan pelatihan dapat terekam otomatis. Seluruh fitur pada aplikasi telah diuji coba menggunakan metode blackbox yang hasilnya semua fungsional aplikasi berjalan dengan baik
Software Defect Prediction Based on Optimized Machine Learning Models: A Comparative Study
Software defect prediction is crucial used for detecting possible defects in software before they manifest. While machine learning models have become more prevalent in software defect prediction, their effectiveness may vary based on the dataset and hyperparameters of the model. Difficulties arise in determining the most suitable hyperparameters for the model, as well as identifying the prominent features that serve as input to the classifier. This research aims to evaluate various traditional machine learning models that are optimized for software defect prediction on NASA MDP (Metrics Data Program) datasets. The datasets were classified using k-nearest neighbors (k-NN), decision trees, logistic regression, linear discriminant analysis (LDA), single hidden layer multilayer perceptron (SHL-MLP), and Support Vector Machine (SVM). The hyperparameters of the models were fine-tuned using random search, and the feature dimensionality was decreased by utilizing principal component analysis (PCA). The synthetic minority oversampling technique (SMOTE) was implemented to oversample the minority class in order to correct the class imbalance. k-NN was found to be the most suitable for software defect prediction on several datasets, while SHL-MLP and SVM were also effective on certain datasets. It is noteworthy that logistic regression and LDA did not perform as well as the other models. Moreover, the optimized models outperform the baseline models in terms of classification accuracy. The choice of model for software defect prediction should be based on the specific characteristics of the dataset. Furthermore, hyperparameter tuning can improve the accuracy of machine learning models in predicting software defects
Perancangan Microblog Pada Instagram Tentang Jalan Kaki Untuk Hidup Sehat
Kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya. Namun, banyak masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat, salah satunya dari pekerja kantoran yang rutinitas sehari-harinya seperti itu tanpa disadari ternyata banyak pemicu gangguan kesehatan, baik itu psikis maupun fisik. Aktivitas berjalan kaki memiliki dampak kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Perancangan Microblog ini bertujuan untuk mengajak dan memberikan motivasi agar masyarakat dapat melakukan aktivitas jalan kaki di setiap sela-sela aktivitas dalam berkerja di kantor maupun diluar ruangan. Penelitian ini menggunakan metode library reserch atau penelitian kepustakaan dan data-data primer dan sekunder dari hasil wawancara dengan guru olahraga Madrasah Ibtidaiyah Kenongomulyo. Data dianalisa dengan metode kualitatif. Landasan teori yang digunakan adalah tentang kesehatan, aktivitas gerak, dan sosial media. Proses perancangan menggunakan media utama foto jalan kaki dengan visual hitam putih. Hasil dari perancangan microblog berupa akun microblog instagram @gerakawal. Microblog pada Instagram memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menemukan solusi dan informasi penting tentang aktivitas gerak jalan kaki bagi kesehatan tubuh. Diharapakan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya jalan kaki untuk kesehatan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Repurchase Intention Pada E-Marketplace Dengan Menggunakan Extended Expectation Confirmation Model (ECM)
E-marketplace saat ini telah berkembang sangat pesat. Pemerataan wilayah coverage dan kecepatan koneksi sudah jauh semakin berkembang, maka perubahan aktivitas dari tradisional menjadi digital pun semakin tinggi. UMKM di Indonesia mulai bermigrasi dari yang sebelumnya menjual produk secara konvensional di toko dan pasar, sekarang beralih secara online lewat media sosial maupun e-marketplace. Repurchase intention sangat penting dan sangat diinginkan karena untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan baru dibutuhkan biaya yang besar. Proses mendapatkan pelanggan baru dan mengubahnya menjadi transaksi pembelian, lima kali lebih mahal daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat repurchase intention dalam e-marketplace dan untuk mengetahui hubungan antar faktor-faktor tersebut. Tahap awal penelitian ini adalah pengembangan model teoritis dan kuesioner, kemudian prosedur sampling & analisis data, dan interpretasi hasil & kesimpulan. Langkah pemrosesan data dimulai dengan factor analysis, reliability test, dan mencari nilai cronbach alpha. Selanjutnya dilakukan penggambaran model teoritis dengan AMOS dan dilakukan analisis SEM dari model construct ECM yang diberikan sehingga output yang didapatkan adalah hasil nilai standardized effect dan nilai magnitude. Kesesuaian penelitian ini dengan model penelitian yang diajukan dalam tabel Fit Statistic Model. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam faktor diterima yang mempengaruhi repurchase intention yaitu trust, confirmation, satisfaction, brand awareness, ease of use, dan electronic word of mouth, dan tiga hipotesis yang ditolak yaitu security terhadap repurchase intention & trust dan brand awareness terhadap repurchase intention
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Konsumen Indonesia Membeli Produk Pakaian Pada Aplikasi E-commerce Indonesia Menggunakan Model UTAUT-2
Penjualan produk fesyen pada e-commerce di Indonesia mengalami perkembangan pesat saat ini. Salah satu model yang banyak digunakan untuk penerimaan masyarakat adalah model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi masyarakat Indonesia ketika membeli produk fesyen pada e-commerce dengan menggunakan analisis model UTAUT-2. Penelitian ini mampu untuk membantu penjual produk fesyen untuk lebih memahami konsumen e-commerce di Indonesia. Penelitian kuantitatif yang menyebarkan kuesioner melalui daring dan mendapatkan 302 responden. Structural Equation Model-Partial Least Square digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan hasil hipotesis. Uji yang dilakukan menggunakan 2 tahap yaitu measurement model dan structural model. Hasil penelitian menunjukan bahwa harapan kinerja, pengaruh sosial, harga, dan kebiasaan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian seseorang. Sedangkan harapan usaha, kondisi fasilitas, dan motivasi hedon tidak memiki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian produk fesyen pada aplikasi e-commerce. Kebiasaan menjadi bagian yang paling penting dalam memengaruhi konsumen Indonesia untuk membeli produk fesyen pada aplikasi e-commerce di Indonesia. Pengaruh sosial merupakan faktor kedua yang memengaruhi keputusan pembelian diikuti dengan harga dan harapan kinerja
Implementasi User Centered Design Untuk Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Monitoring Akreditasi Program Studi
Kegiatan monitoring pada proses persiapan akreditasi program studi sebagai bentuk penilaian kelayakan kompetensi adalah kegiatan yang sangat penting. Sementara itu, data status akreditasi program studi di PENS beserta dokumen pengajuan akreditasi masih belum terintegrasi dengan baik sehingga dapat menghambat proses monitoring akreditasi dan menimbulkan kekurangsiapan dalam menindaklanjuti hasil monitoring akreditasi. Pada penelitian ini telah dikembangkan sebuah Aplikasi Sistem Informasi Monitoring Akreditasi Program Studi untuk PENS berbasis website. Aplikasi ini dikembangkan dengan mengimplementasikan User Centered Design guna mengakomodasi kebutuhan pengguna dengan maksimal. Pengguna yang diakomodasi pada aplikasi ini diantaranya adalah tim SPM dan Tim Akreditasi dengan fitur aksi CRUD (Create, Read, Update, Delete) dan manajemen file untuk keperluan pengajuan akreditasi program studi. Uji coba dilakukan pada setiap role di aplikasi, pada perangkat yang berbeda, dan dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan System Usability Scale (SUS). Hasil uji coba menunjukkan aplikasi dapat berjalan sesuai dengan rancangan sistem pada masing-masing role, dapat berjalan di perangkat yang berbeda, serta memperoleh skor kuesioner terhadap pengguna menggunakan System Usability Scale sebanyak 85,875 dari skor maksimal 100 atau 85,875%
Perancangan Motion Graphic Tentang Pengaruh Media Sosial Bagi Pelajar Sekolah Menengah Pertama
Perkembangan teknologi semakin berkembang dari tahun ke tahun. Mulai dari orang dewasa hingga anak kecil terbiasa menggunakan smartphone. Penggunaan secara berlebihan terjadi ketika mengakses media sosial sehingga dapat memberikan dampak negatif. Perancangan ini bertujuan sebagai sarana edukasi dan informasi mengenai dampak yang ditimbulkan oleh pengaruh sosial media terhadap perilaku dan mental anak. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif yaitu wawancara kepada guru di Sekolah Menengah Pertama Kalam Kudus dan Dharma Mulia Surabaya. Selain itu berupa kuesioner identifikasi masalah kepada pelajar sekolah menengah pertama. Metode perancangan yang dilakukan yaitu mulai penyusunan ide dan konsep, perancangan alur konten serta storyboard yang akan disusun dalam bentuk video motion graphic. Hasil penelitian ini berupa perancangan video motion graphic SMART G Cerdas Dalam Bermedia Sosial yang diupload pada kanal Youtube. Media pendukung yang dirancang beruapa Merchandise terdiri dari baju, gantungan kunci, tumbler, alat-alat tulis (ballpoint, penggaris, penghapus, pensil). Perancangan ini diharapkan memberikan pemahaman kepada pelajar Sekolah Menengah Pertama mengenai pengaruh media sosial dan beberapacara untuk mengurangi dampak-dampak negatif media sosial
Penetration Testing Web XYZ Berdasarkan OWASP Risk Rating
Website ”XYZ” merupakan aplikasi yang mempunyai fungsi dalam layanan pembuatan dokumen kependudukan, layanan pendaftaran akses masuk, dan fitur login. Penilaian kerawanan secara berkala diperlukan untuk menjamin kehandalan dari aplikasi. Penilaian kerawanan dengan menggunakan tool uji saja sekarang tidak dirasa cukup sehingga memerlukan validasi. Salah satu validasi tersebut adalah menggunakan penetration testing. Uji penetrasi pada Website XYZ Kabupaten XYZ dilaksanakan dengan mengacu kepada Open Web Application Security Project (OWASP) Top 10-2021. Penetration testing dilaksanakan dengan metode black box untuk mendapatkan hasil pengukuran tingkat kerentanan pada aplikasi. Keseluruhan penilaian kerentanan dilakukan dalam empat tahap yaitu planning, information gathering, vulnerability scanning menggunakan 2 tools otomatis yaitu Vega dan OWASP ZAP sebagai upaya untuk mendapatkan cakupan yang lebih luas terkait kerentanan yang ditemukan dikuti dengan validasi dilanjutkan tahap analysis and reporting. Hasil tahap vulnerability scanning menghasilkan 9 jenis kerentanan dengan sebaran 2 high, 1 medium, dan 6 low. Pengujian penetrasi untuk validasi mengacu pada dokumen panduan Web Security Testing Guide (WSTG) versi 4.2. Hasil proses akhir berupa rekomendasi dapat digunakan sebagai referensi pengembang aplikasi web untuk menangani kerentanan khususnya hilangnya ketersediaan layanan dan kebocoran data
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Microsoft Office Pada Staf Desa Serampingan Kabupaten Tabanan - Bali
Pelatihan aplikasi Microsoft Office dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberi pemahaman serta meningkatkan keterampilan staf Kantor Desa Serampingan didalam memanfaatkan teknologi informasi khususnya pada sistem pelayanan administrasi terhadap masyarakat berbasis komputer. Permasalahan yang dijumpai di Kantor Desa Serampingan yaitu staf pegawai belum sepenuhnya memahami serta belum mahir dalam menggunakan aplikasi yang tergolong umum didalam memberikan pelayanan administrasi seperti aplikasi Microsoft Office Word, Microsoft Office Excel serta Microsoft Office Power Point. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan kegiatan berupa pendampingan serta pelatihan pada staf Desa Serampingan. Materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut berupa kegiatan umum dalam bidang pelayanan administratif seperti persuratan, membuat laporan kegiatan maupun keuangan serta pembuatan slide presentasi. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan selama 6 minggu pada tanggal 10 Januari sampai 14 Februari 2023. Luaran dari pelatihan Microsoft Office ini yaitu staf Desa Serampingan mampu mengoperasikan aplikasi Microsoft Office Word dalam pengolahan kata-kata seperti surat menyurat, Microsoft Office Excel dalam pembuatan laporan kegiatan maupun keuangan serta Microsoft Office Power Point dalam pembuatan presentasi. Melalui kegiatan pelatihan tersebut diharapkan mampu memberi pengetahuan baru, informasi serta mampu mendukung staf Kantor Desa Serampingan didalam memaksimalkan pelayanan yang diberikan pada masyarakat