Petra Christian University, Surabaya, Indonesia: Peer-Reviewed Scientific e-Journal
Not a member yet
3815 research outputs found
Sort by
ALAT PEMBERSIH GAGANG PINTU OTOMATIS MENGGUNAKAN SINAR UVC
Gagang pintu berpotensi terdapat bakteri E. coli, S. aureus, dan Salmonella sp, bakteri ini tentunya dapat mengganggu kesehatan pengguna. penelitian ini memiliki tujuan untuk membuat alat yang diharapkan dapat mengurangi bakteri tersebut menggunakan sinar ultraviolet secara otomatis. Sistem otomatis ini menggunakan Arduino uno sebagai kontroler utama, powerbank sebagai power supply. Untuk mendeteksi keberadaan orang, digunakan sensor jarak HC-SR04. 2 limit switch digunakan sebagai sensor posisi penutup gagang pintu yang digerakan dengan menggunakan motor DC. Mini h-bridge MX1508m digunakan untuk mengatur arah putaran motor DC. Proses sterilisasi menggunakan LED UVC selama 25 detik dengan dosis 8mj/cm2. Berdasarkan hasil pengujian, sistem alat keseluruhan berjalan dengan baik, mekanisme alat berjalan dengan baik, sensor HC-SR dapat membaca jarak dengan akurat, alat terbukti tidak membahayakan kesehatan pengguna, lama waktu membuka penutup gagang pintu 1.607 detik dan waktu lama menutup penutup gagang pintu 0.662 detik dan alat dapat mengurangi bakteri E. coli, S. aureus, dan Salmonella sp
KONTROL LAMPU PJU YANG DISUPLAI SOLAR CELL DENGAN ARDUINO
Solar cell berfungsi untuk menangkap cahaya matahari yang akan diubah menjadi energi listrik melalui proses photovoltaic. Listrik yang dihasikan oleh solar cell langsung disimpan di dalam baterai. Saat solar cell bekerja (mengecas), tegangan solar cell dinaikkan maka kondisi relay dalam keadaan tertutup dan baterai dalam proses diisi. Jika proses pengisian energi dari solar cell ke baterai sudah penuh maka kondisi relay dalam keadaan terbuka secara otomatis. Sistem charging/discharging dan on / off lampu PJU menggunakan 2 relai yang dikendalikan oleh microcontroller yaitu Arduino Mega yang menerima, mengelola, dan mengirim data dari pembacaan sensor. Hasil dari pembacaan akan ditampilkan pada LCD yang telah terpasang. Pengujian dilakukan dengan melakukan beberapa percobaan yaitu dengan mengambil data pengisian menggunakan solar cell untuk sistem charge/discharge. Secara keseluruhan alat yang dibuat dapat bekerja dan berfungsi sebagaimana yang diharapkan tetapi kekurangan alat ini adalah menggunakan solar cell dimana daya pengisiannya kecil saat musim hujan. Berdasarkan perhitungan analisa kecukupan dibutuhkan minimal panel surya 135 Wp untuk dapat memenuhi kebutuhan energi lampu PJU dan membuat baterai tidak terkuras habis yang dapat merusak komponen baterai
CYBERSECURITY IN SMART HEALTHCARE: A MACHINE LEARNING APPROACH
The adoption of Internet of Things (IoT) technologies in medical devices has greatly enhanced healthcare capabilities. This enables continuous patient monitoring, real-time diagnostics, and remote care. However, this connectivity also introduces significant cybersecurity threats that can compromise patient safety and system integrity. This paper presents a machine learning-based framework for detecting threats in IoT-enabled medical devices. This study utilizing the WUSTL-EHMS-2020 dataset that taking a collection of network traffic from real-world healthcare IoT systems. A comparative evaluation of multiple classifiers was conducted to assess detection effectiveness and computational efficiency. In terms of accuracy value, the Decision Tree (DT) achieves highest value of 0.97. The Random Forest (RF) model demonstrated more optimum performance across metrics with accuracy at 0.94, precision of 0.95, recall of 0.56, and F1-score of 0.70. Meanwhile, XGBoost (XGB) achieved the highest Area Under the Curve (AUC) score at 0.95, indicating strong overall classification performance. Conversely, Gaussian Naive Bayes (GNB) exhibited the weakest results, with an accuracy of 0.86, F1-score of 0.46, and the lowest AUC score of 0.73. Notably, K-Nearest Neighbors (KNN) achieved the fastest training time of just 0.001 seconds, offering a preferable option for deployment in time-sensitive environments. These results highlight the trade-offs between accuracy, speed, and robustness in machine learning-based intrusion detection systems. This study underscores the potential of intelligent threat detection models in strengthening the security of modern medical IoT infrastructures, all while balancing computational constraints
Bioethanol Characteristics of Musa Paradisiaca Artocarpus Peel
The objectives of this research are to analyze the chemical and physical properties of bioethanol as well as production costs. Data were collected using experimental methods. The raw material, musa paradisiaca artocarpus Peel, was processed through saccharification, fermentation, and distillation. The experiment used 500 grams of peel, 25 grams of yeast, and 20 grams of urea, with fermentation lasting four days and five-stage distillation conducted at 78°C, utilizing pumice stone adsorbent with a 70-mesh size. Chemical properties of the bioethanol were tested using ASTM standards: ethanol content (D5501), methanol content (D5501), water content (D1744), copper (D1688), acidity (D1613), chloride (D512), sulfur (D2622), and gum content (D381). Physical properties were tested using ASTM standards: density (D1298), kinematic viscosity (D445), flash point (D93), heating value (D240), boil point (D2892), pH (D6423), and octane number (D976). The results of the chemical property analysis showed that the bioethanol contained 99.65%-v ethanol, 0.02% methanol, 0.01% water, 0.02 mg/kg copper, 19 mg/l acidity, 16.75 mg/l chloride, 0.01 mg/l sulfur, and 1.02 mg/100 ml gum. The physical property analysis results revealed a density of 0.787 g/cm³, kinematic viscosity of 1.28 cSt, flash point of 18°C, boiling point of 78°C, heating value of 6985 kcal/kg, pH of 6.9, and an octane number of 107. Production costs for producing 1 litre bioethanol from musa paradisiaca artocarpus Peel with 99.65%-v ethanol content costs Rp.47,782,. Overall, this bioethanol offers excellent performance and environmental benefits, making it a viable alternative to as a substitute or a mixture of gasoline fuels
The Influence of Organizational Slack on Firm Performance Moderated by Managerial Ability
This study examines the influence of organizational slacks on firm performance with managerial ability as a moderating variable. We divide organizational slack into three categories: available slack (current ratio), recoverable slack (sales, general, and administrative expenses ratio), and potential slack (debt-to-equity ratio). Data envelopment analysis (DEA) measures managerial ability and firm efficiency. We collected secondary data from 678 companies in ASEAN 5, excluding the financial sector, on S&P Capital IQ for the period of 2019-2023. We used a fixed-effect panel data model with purposive sampling. The results show that available slack has a positive effect on Tobin's Q and a negative impact on ROA. Recoverable slack, potential slack, and managerial ability have a negative effect on firm performance. Managerial ability can moderate the relationship between organizational slack and Tobin's Q. Additionally, managerial ability can moderate the relationship between recoverable slack and ROA. In contrast, managerial ability cannot moderate the relationship between available slack and potential slack with ROA
PENGARUH SOCIAL PRESENCE DAN SCARCITY TERHADAP IMPULSE BUYING MELALUI EMOTION PADA LIVE STREAMING E-COMMERCE SHOPEE LIVE
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari Social Presence dan Scarcity terhadap Impulse Buying melalui Emotion dalam konteks live streaming e-commerce Shopee Live. Jumlah responden yang berhasil diperoleh dan diolah datanya sebesar 137 responden. Responden penelitian adalah berusia 17 tahun ke atas, domisili di Surabaya, pengguna Shopee Live dalam 3 bulan terakhir, dan pernah membeli produk fashion atau aksesoris. Alat yang dipakai untuk proses pengolahan data adalah pendekatan model struktural dengan teknik Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Emotion memediasi hubungan antara Social Presence dan Impulse Buying. Selain itu, Emotion juga memediasi hubungan antara Scarcity dan Impulse Buying
Representasi Gangguan Mental dalam Permainan “A Space For The Unbound”
Kesehatan mental merupakan hal yang penting untuk disadari dalam diri masyarakat untuk mencegah adanya gangguan mental terutama untuk generasi muda. Berbagai media mulai mengambil tema ini untuk menyuarakan keberadaan dan pentingnya hal ini, salah satunya adalah video game. “A Space For The Unbound” merupakan permainan yang menyuarakan tentang kepentingan kesehatan mental, dengan membawakan situasi dan kondisi aktual mengenai stigma, kebiasaan masyarakat Indonesia yang dapat memberikan dampak seperti gangguan mental terhadap anak-anak muda dalam jalan ceritanya. Penelitian ini akan menganalisis mengenai representasi gangguan mental yang ada di beberapa spacedive yang dilakukan oleh tokoh utama permainan dengan menggunakan analisis semiotika milik C.S. Peirce yang kemudian ditulis dan dijelaskan secara deskriptif
Analisis Ketidakpastian pada Wisatawan Mancanegara dalam Pengembangan Pariwisata di Biak Numfor Papua
Biak Numfor merupakan Kabupaten yang menempati posisi 10 dari bawah di provinsi Papua sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Suatu kondisi yang ironis, karena Biak Numfor memiliki potensi wisata yang tinggi baik dari sumber daya alam maupun dari sisi budaya. Hanya saja, dalam beberapa waktu terakhir ini sektor pariwisata di Biak Numfor terjadi penurunan jumlah wisatawan asing. Salah satu penyebabnya adalah terjadinya ketidakpastian pada saat berkomunikasi antara wisatawan asing dengan penduduk asli. Berdasarkan dari latar belakang diatas yang menjadi pertanyaan adalah ketidakpastian apa saja yang dihadapi wisatawan asing di kabupaten Biak Numfor berdasarkan teori ketidakpastian Gudykunst dan bagaimana solusinya? Tujuan dari tulisan ini adalah mengindentifikasi dan mendiskripsikan ketidakpastian yang terjadi antara wisatawan dengan penduduk asli dan solusi dalam mengatasi ketidakpastian tersebut. Analisa pada tulisan ini didasarkan pada teori ketidakpastian Gudykunst, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kasus pariwisata di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, wisatawan asing di Biak Numfor mengalami ketidakpastian informasi, ketidakpastian budaya dan bahasa. Ketidak pastian informasi terkait dengan informasi situasi kegiatan, informasi atraksi wisata, informasi fasilitas pendukung, informasi akomodasi serta akesibilitas. Kedua, solusi dalam mengatasi ketidakpastian bagi wisatawan asing di Biak Numfor adalah dengan membuat pusat informasi terpadu berbentuk website maupun blog yang terintegrasi dengan pihak terkait dan didukung optimalisasi mesin pencari
Digital Amnesia in Indonesia Generation Z on Instagram Advertisement Information Absorption
Digital Amnesia is the experience of forgetting information that you trust a digital device to store and remember for you. The researcher uses four indicators of digital amnesia: remember without looking up, emotional impact of losing data or access to data, behavior related to internet searches, and install IT securities on devices. This research will find out the level of digital amnesia in Indonesia Generation Z on Instagram advertisement information absorption. The research is using quantitative descriptive approach and online survey method. The questionnaire was distributed to 100 respondents using purposive sampling method. The theories used by the researcher include the S-O-R (Stimulus-Organism-Response) theory, Marketing Public Relations theory, Digital Amnesia theory and Consumer Behavior theory. The research shows that Generation Z experiences digital amnesia the most when they see Story Ads, and the least when they see Reels Ads. This is supported by the data showing that Generation Z is categorized as having high levels in all four indicators (remember without looking up, emotional impact of losing data, behavior related to internet searches, and install IT security on devices)
Konstruksi Prahara Sambo: Jurnalisme Viral dalam Bingkai Media Online
Penelitian ini berangkat dari pengamatan bahwa logika media massa dan logika berbagi di media sosial, telah mengaburkan perbedaan antara profesional dan amatir. Tujuan penelitian ini adalah mengurai keterkaitan antara framing media dan berita berstandar viral dalam peristiwa kasus Ferdy Sambo di media online dengan engagement media sosial tertinggi. Penelitian ini menggunakan content tools Buzzsumo untuk menarik data dengan pencarian words trends “Ferdy Sambo” dan “Putri Candrawathi” dengan metode analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukan dua bingkai utama. Pertama, pembunuhan Brigadir J sebagai bentuk menjaga kehormatan keluarga oleh Ferdy Sambo. Kedua, Putri Candrawathi meskipun berstatus sebagai tersangka, cenderung ditampilkan media sebagai tokoh protagonis yang menjadi korban kekerasan seksual. Sementara itu, berdasarkan identifikasi elemen berita viral, ditemukan elemen elite people, negative, conflict/violence dan shocking mendominasi kedua words trens. Adapun elemen sexuality mendominasi dalam words trends ‘Putri Candrawathi’. Hasil penelitian juga menunjukan unsur sensasi untuk menciptakan rasa emosional pembaca, dominan dalam bingkai teks media. Kesimpulannya, obsesi media terhadap viralitas membuat penggunaan diksi atau frasa cenderung digunakan untuk memanipulasi emosi pembaca. Akibatnya, narasi media cenderung abai untuk menyampaikan informasi yang utuh dan komperhensif