Jurnal STT Tawangmangu (Sekolah Tinggi Teologi)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
Analisis dalam Mengelola Keuangan Berdasarkan Perspektif 2 Korintus 9:10 bagi Kesejahteraan Keluarga Kristen
Salah satu penyebab mengapa banyak orang mengalami masalah keuangan adalah karena kesalahan dalam hal mengelola keuangan. Kesalahan dalam mengelola keuangan, dapat mempengaruhi kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis cara mengelola keuangan, dengan berdasarkan teks Alkitab dalam 2 Korintus 9:10 sebagai pokok bahasan dalam pengelolaan keuangan bagi kesejahteraan keluarga Kristen. Metode Penelitian dalam penulisan artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan melakukan pendekatan secara deskriptif. Dari hasil yang diperoleh bahwa Alkitab telah mengajarkan bagaimana cara mengelola keuangan yang baik yaitu, pertama, mengelola keuangan harus menyediakan keuangan berdasarkan kebutuhan pokok. Kedua, harus menyisihkan keuangan untuk diinvestasikan untuk kebutuhan dimasa akan datang. Ketiga, menyediakan dana untuk diberikan bagi pekerjaan Tuhan. Jika dapat mengelola keuangan dengan benar maka akan memberikan kesejahteraan bagi keluarga Kristen
Perjamuan Kudus Sebagai Sarana Pastoral Bagi Penderita Penyakit Terminal Illness di HKBP
Terminal illness merupakan penyakit yang menyebabkan penderita mengalami berbagai dinamika kedukaan seperti marah, depresi, menolak bahwa ia seorang penderita dan kematian yang segera terjadi. Karena kematian bagi seorang penderita terminal illness tidak terjadi secara mendadak tetapi proses yang membuat penderita terminal illness semakin lama menjadi sekarat. Dalam proses tersebut, penderita terminal illness membutuhkan pelayanan pastoral. Selain kunjungan pastoral, HKBP juga melayankan perjamuan kudus bagi penderita terminal illnes di HKBP. Tetapi pelayanan ini dilaksanakan atas permintaan keluarga, jika mereka sudah siap untuk melepas keluarga mereka yang sakit. Ada anggapan bahwa perjamuan kudus adalah pelayanan untuk mempersiapkan kematian. Jadi, ada yang menerima dan ada yang menolak. Tulisan ini bertujuan untuk meninjau dan menganalisis makna teologis dan tujuan pelayanan perjamuan kudus bagi orang sakit di HKBP. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan studi pustaka serta analisis data dilakukan dengan analisis mengalir, yaitu mengumpulkan, mengolah, dan menarik kesimpulan. Dari data yang diperoleh bahwa perjamuan kudus kudus mengandung fungsi pastoral seperti menopang, menyembuhkan, dan mendamaikan dan dapat dilayankan sebagai pelayanan tanpa permintaan keluarga atau ijin keluarga. Sebab, perjamuan kudus bukan untuk melegitimasi kematian dari orang yang menerima perjamuan tersebut. Selain itu, perjamuan kudus juga dapat diberdayagunakan sebagai bentuk persekutuan yang mempersatukan keluarga. Melalui persekutuan tersebut atau kehadiran secara fisik, keluarga bisa berdoa dan membuka ruang percakapan pastoral bagi keluarga sehingga keluarga bisa satu hati berdoa bagi PTI
Pendidikan Kristen dalam Keluarga Sebagai Upaya Pembentukan Karakter Remaja
Persoalan remaja Kristen pada masa globalisasi saat ini sangat rentan dengan kemerosotan karakter. Kemerosotan karakter itu seperti menjadi mementingkan diri sendiri dan gampang terpengaruh negatif dari media sosial. Permasalahan ini menjadi tantangan bagi orang tua Kristen dalam mendidik anak remajanya. Penelitian ini mengkaji Pendidikan Kristen Keluarga dengan Pembentukan Karakter Remaja di GBI Cipta Asri Batam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner kepada 30 responden jemaat GBI Cipta Asri Batam. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendidikan Kristen Keluarga terhadap Pembentukan Karakter Remaja. Data menunjukkan bahwa kenakalan remaja berkurang karena pengaruh pelaksanaan Pendidikan Kristen Keluarga, dimana skor yang diperoleh ialah 53,3 % (berada pada kategori cukup). Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan Pendidikan Kristen Keluarga terhadap Pembentukan Karakter Remaja
Pujian dan Penyembahan Sebagai Strategi Pemuridan di Bethany Church Malaysia, Ipoh-Perak
Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Ipoh-Perak, Malaysia sebagian besar memiliki masalah multidimensi dari kampung halaman; umumnya mengalami rendah diri, tidak mempunyai cita-cita, umur relatif muda dan miskin akan pengalaman. Tekanan demi tekanan dari lingkungan pekerjaan, masalah ekonomi, pergaulan buruk dan kekuatiran masa depan di negeri asing justru menambah dampak negatif psikologi. Gereja menjadi bagian penting untuk memberikan pendampingan dan kekuatan iman kepada PMI tersebut, gereja mengelola, mengatur dan melibatkan jemaat dalam pelayanan dan menjaga pengajaran yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui strategi pentingnya peranan pujian dan penyembahan sebagai strategi pemuridan di BCM Ipoh, Malaysia, (2) mengetahui fungsi pujian dan penyembahan sebagai cara yang berkesinambungan dalam pemulihan gambar diri. Tulisan ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka atau literatur. Sebagai hasilnya adalah pujian dan penyembahan dapat menjadi suatu strategi dalam pemuridan yaitu, sebagai pengajaran yang akan menuntun umat kepada pengertian yang benar sehingga menghasilkan respon dan iman kepercayaan (Rom. 10:17). Pujian dan penyembahan memiliki peranan yang penting untuk menyadarkan umat akan posisinya di dalam Kristus dan menyadarkan akan dosa, sehingga bertobat dan berbalik kepada jalan Tuhan, pengalaman pribadi dengan Tuhan, mendatangkan hadirat Tuhan yang membangun iman, harapan dan kasih sehingga menjadi kunci pembuka dalam memulihkan gambar diri PMI di Malaysia
Model Komunikasi Kabar Keselamatan Kepada Aluk To Dolo Di Tana Toraja
Aluk To Dolo merupakan agama leluhur yang memengaruhi pandangan hidup bagi orang Toraja. Kebanyakan penganut Aluk To Dolo telah beralih untuk memeluk agama Kristen namun masih ada yang bertahan. Berdasarkan hal tersebut pewartaan kabar keselamatan memerlukan usaha kreatif agar dapat menjangkau seluruh penganut Aluk To Dolo. Jembatan komunikasi yang tepat diperlukan untuk mengatasi hal tersebut. Aluk To Dolo memiliki ajaran Puang Tomanurun Tamboro Di Langi’ dan Eran Di Langi yang mirip dengan prinsip kabar keselamatan. Oleh karena itu, Puang Tomanurun Tamboro Di Langi’ dan Eran Di Langi dapat digunakan untuk jembatan komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian preskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model komunikasi kabar keselamatan berdasarkan Injil Yohanes 4:1-42 yang menggunakan jembatan komunikasi Puang Tomanurun Tamboro Langi’ dan Eran Di Langi ’bagi penganut Aluk To Dolo di Tana Toraja. Hasil penelitian ini adalah model komunikasi Yesus Tomanurun Tomboro Langi’ untuk mengomunikasikan kabar keselamatan kepada penganut Aluk To Dolo di Tana Toraja
Peran Dosen Mengatasi Permasalahan Pembelajaran Online Pada Masa Pandemi Covid-19
Seluruh dunia tergoncang akibat munculnya pandemi Covid-19. Tidak terkecuali dunia pendidikan. Sekolah dan kampus akhirnya ditutup dan diharuskan belajar dari rumah secara online sebagai salah satu cara memutus rantai penyebaran Covid-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dosen dalam mengatasi permasalahan pembelajaran jarak jauh secara online terhadap mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Blessing Indonesia Makassar pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian, deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Responden sebanyak 8 orang dosen, data wawancara di transkrip secara verbatim kemudian dianalisa dan disimpulkan. Hasil penelitian didapatkan tiga tema, yaitu: Pertama; ditetapkan platform WhatsApp Grup sebagai media utama yang digunakan dalam proses belajar online, karena dianggap lebih sederhana, efisien dan hemat biaya bagi mahasiswa yang mayoritas di daerah yang sulit terjangkau signal internet. Kedua; beberapa dosen siap membantu mahasiswa dengan menyalurkan dana dalam jumlah tertentu untuk memenuhi kebutuhan kuota internet mahasiswa, memberikan pendampingan motivasi belajar dengan terus membangun komunikasi yang bersahabat dengan mahasiswa melalui whatsapp group diluar jam perkuliahan. Ketiga; harapan dari dosen kepada mahasiswa adalah mahasiswa bisa membangun konsep belajar mandiri (Self Regulated Learning) untuk mengembangkan pengetahuan, karakter dan kerohaniannya (aspek kognitif, afektif dan psikomotorik) sekalipun jauh dari kontrol dan pengawasan dosen secara langsung
Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Ujung Tombak dalam Menekan Terjadinya Intolerasi di Antara Siswa di Sekolah
Sikap intoleransi yang ada di Indonesia saat ini telah menciptakan suatu perbedaan didalam masyarakat khususnya di antara siswa di sekolah. Dengan melihat problem tersebut maka diharapkan para guru agama Kristen mampu memberi membimbing kepada setiap siswa. Tujuan penulisan artikel ini adalah melihat sejauhmana keterlibatan para guru pendidikan agama Kristen dalam mendeteksi intoleransi diantara siswa. Metode yang digunakan penelitian adalah kulitatif deskriptif dengan kajian adalah guru Pendidikan Agama Kristen sebagai ujung tombak dalam menekan terjadinya intoleransi di antara siswa di sekolah. Hasil kajian ini adalah guru sebagai pelopor utama dalam mencintai keberagaman, mengajarkan perbedaan sebagai anugerah Tuhan, mengajarkan toleransi sebagai ajaran Tuhan Yesus. Dengan demikian salah satu cara dalam menekan terjadinya intoleransi adalah lewat pengajaran, pendampingan dan pembimbingan oleh guru-guru agama Kristen di sekolah
Spiritualitas Alkitabiah Sebagai Hakikat Kepemimpinan Kristen Masa Kini
Ragam teori kepemimpinan umumnya berorientasi pada pengembangan karakter, skill dan manajemen kepemimpinan dengan penekanan yang kuat pada sisi pragmatis. Berbeda dengan pendekatan teori tersebut, prinsip Alkitab menekankan pada nilai-nilai spiritualitas sebagai pondasi kepemimpinan Kristen. Signifikansi spiritualitas menjadi permasalahan sekaligus unsur fundamental bagi konsep kepemimpinan Kristen masa kini sebagaimana yang dikaji dalam tulisan ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan komparasi. Melalui analisis studi ini, dijumpai bahwa terdapat dua pola dasar kepemimpinan yang berbeda antara konsep Alkitab dan kecenderungan para pemimpin Kristen masa kini. Alkitab menekankan pada pondasi spiritualitas dengan visi Allah sebagai penggerak tujuan akhir, sementara gagasan kepemimpinan Kristen saat ini cenderung menggunakan teori kepemimpinan sekuler dengan penekanan yang kuat pada hal-hal pragmatis yang antroposentris sebagai tujuan akhirnya
Resensi Buku The Gospel of Judas dari Kodeks Tchacos
Di kalangan Kristen dikenal Empat Injil yang biasa disebut dengan Injil menurut Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Keempat Injil tersebut telah disahkan menjadi Kanon melalui proses kanonisasi, bersama dengan surat-surat Perjanjian Baru lainnya, yang memakan waktu yang sangat panjang. Dan dalam catatan sejarah, baru pada abad keempat terbentuklah kumpulan tulisan yang akhirnya dikenal sebagai Perjanjian Baru yang dikenal sekarang (hlm. xi). Dalam Keempat Injil yang dikenal, dicatat dan dikisahkan tentang Yesus Kristus yang mengalami kematian akibat ulah Yudas Iskariot, salah seorang murid Yesus yang mengkhianati-Nya. Kisah tentang hal ini telah berjalan sekian ribu tahun, karena sudah ditetapkan menjadi sebuah Kanon yang dipercaya sebagai Kitab Suci orang Kristen
Spiritualitas dalam Peribadahan Kristen bagi Keharmonisan Umat: Refleksi Efesus 5:18-21
Spiritualitas memiliki definisi yang beragam, dalam lingkup kekristenan spiritualitas dikaitkan dengan roh yang merupakan unsur terdalam dari manusia, yang mana roh manusia ini memiliki relasi dengan Allah yang adalah roh. Pada umumnya spiritualitas merujuk kepada hubungan individu tersebut dengan Tuhan; penelitian ini memaparkan sisi lain yang belum banyak dibahas, yaitu sisi sosial dari spiritualitas. Efesus 5:18-21 membahas spiritualitas dalam ibadah, tetapi beberapa kata yang digunakan dalam nas ini mengandung unsur relasional sehingga muncul pertanyaan bagaimana keterkaitan spiritualitas dalam ibadah dengan hubungan antarwarga jemaat. Hasil penelitian eksegesis menunjukkan bahwa spiritualitas orang Kristen adalah kondisi seorang Kristen yang mampu menguasai diri karena rohnya ada dalam kendali Roh Kudus; spiritualitas dalam peribadahan yang didasari penuh dengan Roh akan membentuk relasi yang baik antarwarga jemaat, dan pada akhirnya menghasilkan keharmonisan umat Allah