Jurnal STT Tawangmangu (Sekolah Tinggi Teologi)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
Negara Sekuler atau Negara Agama: Tinjauan Hubungan Agama-Negara dari Perspektif Teologi Calvinis
Ketika berbicara mengenai hubungan antara negara dan agama, seringkali menjadi perdebaatan yang kontroversial. Kebanyakan orang beranggapan bahwa Indonesia adalah negara yang religius dan ada juga yang menganggap bahwa Indonesia adalah negara sekuler. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh agama di ruang publik yang kemudian dapat mempengaruhi juga sistem bernegara di Indonesia. Negara juga hanya digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi kepentingan unsur-unsur agama dalam masyarakat. Di sisi lain negara pun juga seringkali membatasi agama untuk tidak mencampuri urusan negara. itulah yang menjadi perdebatan hingga sekarang ini sebab Indonesia mau dibilang negara agama melainkan negara membatasi hubungan agama di dalamnya namun jika dibilang negara sekuler agama pun turut memainkan peran di dalam negara. Berangkat dari persoalan tersebut maka tulisan ini bertujuan untuk mengkaji hubungan agama-negara di Indonesia (apakah negara sekuler atau negara agama) dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan komparatif. Berdasarkan kajian tersebut ditemukan bahwa negara Indonesia adalah negara pancasilais atau negara berketuhanan yang maha esa. Namun dalam memahami maknanya banyak yang masih memperdebatkan bahwa sebaiknya negara Indonesia dijadikan negara agama atau sebaliknya. Oleh sebab itu dilakukan kajian teologis dengan pendekatan Calvinis dalam melihat hubungan agama-negara di Indonesia agar setiap orang dapat memahami maknanya tersendiri
Gereja Inklusif: Membangun Komunitas Ramah Yang Mampu Menangkal Stigma Terhadap Kaum Difable
Gereja sebagai institusi sosial memainkan peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap berbagai kelompok dan individu. Salah satu kelompok yang sering mengalami diskriminasi dan stigmatisme adalah kaum difabel. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana gereja dapat menjadi agen perubahan dalam membentuk komunitas yang inklusif dan ramah terhadap kaum difabel serta mengurangi stigma terhadap mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka guna menggali bentuk gereja yang inklusif. Melalui penerapan nilai-nilai kasih, keadilan, dan keterbukaan, gereja menciptakan lingkungan yang mendukung dan menghargai keragaman manusia, termasuk orang difabel. Pendekatan ini mencakup edukasi, kesadaran sosial, dan dukungan praktis, yang bersama-sama membantu mengembangkan kesetaraan, memperjuangkan hak-hak, dan mendorong partisipasi aktif orang difabel dalam kehidupan gereja dan masyarakat secara keseluruhan. Dengan tekad untuk menghapus stigma, gereja yang inklusif bukan hanya merangkul perbedaan, tetapi juga menjadi agen perubahan sosial yang positif, membentuk dunia di mana setiap individu diterima dan dihargai, tanpa memandang kondisi fisik atau mentalnya
Menggagas Kasih Allah Sebagai Dasar Penginjilan Gereja Masa Kini Menurut Roma 5:8-11
Penelitian ini mempunyai tujuan memberikan gagasan mengenai kasih Allah yang menyelamatkan orang berdosa menurut Roma 5:8-11 sebagai faktor atau alasan utama yang mendorong gereja masa kini melakukan penginjilan yang merupakan tugas Amanat Agung Yesus Kristus. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dalam pelaksanaan penelitian ini dengan memaparkan faktor-faktor pendorong penginjilan yang ada, kemudian melakukan analisis mengenai kasih Allah yang menyelamatkan orang berdosa dalam Roma 5:8-11, kemudian memaparkan alasan-alasan utama yang membuat kasih Allah menjadi faktor utama gereja masa kini melakukan penginjilan. Hasilnya, alasan utama yang menjadikan kasih Allah sebagai motivasi penginjilan gereja masa kini karena penginjilan dimulai dari hati Allah sendiri, kasih Allah merupakan kasih yang menyelamatkan semua manusia, kasih Allah merupakan dasar pemulihan hubungan manusia dengan Allah, dan kasih Allah dapat menumbuhkan kasih dalam diri manusia. Dengan demikian penginjilan harus dimulai dari keyakinan kuat orang Kristen akan kasih Allah yang menyelamatkan manusia, disertai alasan-alasannya akan mendorong orang Kristen dan gereja masa kini terlibat aktif dalam pemberitaan kabar baik
Penurunan Kemampuan Kognitif dan Mental Jemaat Lansia: Mengimplementasikan Pelayanan Pastoral
Penurunan kemampuan kognitif dapat terjadi pada individu usia lanjut. Dampak penurunan kemampuan kognitif ini berdampak langsung pada mental (emosional). Keadaan ini membuat para lansia ini membutuhkan komponen selain penanganan medis dan bimbingan mental yang dapat menolong lansia mengatasi gejolak jiwa akibat penurunan kognitif sehingga lansia tidak sepenuhnya menjadi terpuruk dalam kondisi di masa tuanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alternatif penanganan dan pelayanan langsung bagi jemaat usia lanjut yang mengalami penurunan mental (emosional) yang disebabkan kualitas kognitif menurun. Hasil penelitian, Pelayanan pastoral menjadi salah satu solusi bagi para jemaat lansia, melalui bimbingan dan pemberian nilai-nilai Firman Tuhan yang dapat menolong para lansia mengatasi penurunan mental yang juga merupakan dampak penurunan kualitas kognitif. Karena setiap individu pada hakikatnya tidak hanya dibentuk oleh kekuatan intelektual (kognitif) saja namun ada kekuatan spiritual juga yang dapat menopang keutuhan mentalnya (emosional)
Perwujudan Eklesiologi Ekaristik dalam Komunitas Basis Gerejawi: Antara Harapan dan Kenyataan
Ekaristi bukan hanya upacara sakral yang berakhir di gedung gereja tetapi erat kaitannya dengan komunitas gerejawi. Selanjutnya ekaristi berdampak pada pembangunan komunitas gerejawi sebagai tubuh Kristus, yaitu persekutuan dengan sesama. Hal ini dimulai dari setiap anggota umat yang telah mengalami pembaruan hidup supaya sesuai dengan ajaran Kristus. Ekaristi juga berdampak pada transformasi sosial, dimulai dari pembaruan komunitas basis gerejawi. Konsep teologis ini dikenal sebagai Eklesiologi Ekaristik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana Eklesiologi Ekaristik dihidupi secara nyata di Paroki St. Yoseph Penfui, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Metode yang digunakan selain studi pustaka adalah studi kualitatif-deskriptif dengan mewawancarai sejumlah umat paroki dan mengamati beberapa perayaan ekaristi pada hari Minggu dan hari biasa. Hasil penelitian menunjukkan penghayatan umat paroki Penfui terhadap ekaristi yang meliputi pemahaman tentang hakikat ekaristi dan pengaruh nyata ekaristi terhadap kehidupan mereka
Kristus Sang Undangan - Redefinisi Allah sebagai Sahabat yang Persuasif dan Bukan Memaksa
Dalam imajinasi Teisme Klasik, Allah digambarkan sebagai Sahabat yang memaksakan kehendaknya dan tidak terpengaruh pada penderitaan umat-Nya. Pemaksaan ini terjadi karena sifat maha kuasa Allah yang mengimplikasikan bahwa Allah telah menentukan siapa yang menjadi sahabat-Nya lalu memaksa manusia masuk ke dalam relasi persahabatan dengan-Nya. Menggunakan lensa teologi proses dan teologi persahabatan Jürgen Moltmann, penelitian ini bertujuan meredefinisikan sifat absolut dan kemahakuasaan Allah dalam konteks persahabatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, Hasilnya didapati bahwa Allah ikut berproses dan dipengaruhi oleh ciptaan-Nya, dan kemahakuasaan Allah bersifat persuasif di dalam landasan kasih. Allah menjadi sahabat yang ikut menderita bersama umat-Nya, dan mengundang manusia untuk masuk ke dalam relasi persahabatan. Kedua sifat ini diwujudkan di dalam diri Yesus yang menderita. Karenanya, Kristus menjadi undangan persuasif paling sempurna agar manusia dapat masuk ke dalam relasi persahabatan bersama Allah
Towards A Christian-Communist Friendship: Membawa Persahabatan Kristiani-Komunisme dalam Ketabuan Komunisme di Indonesia
Ketabuan Komunisme akibat peristiwa kelam yang pernah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia membuat nilai-nilai Komunisme dilarang beredar di Indonesia. Padahal, ideologi ini memuat nilai-nilai penting yang dapat diintegrasikan dengan nilai kasih karena kesetaraan manusia yang terkandung di dalamnya dan bermuara pada tindakan yang setara pada setiap manusia. Maka dengan penelitian terhadap nilai-nilai kesetaraan Komunisme dan nilai-nilai kasih dalam Kekristenan, penulis memadukan kedua nilai tersebut ke dalam ikatan persahabatan, khususnya dengan teori mirror view yang dikembangkan Dean Cocking dan Jeanette Kennett. Kemudian penulis berusaha memadukan nilai-nilai kesetaraan dan kasih Kekristenan, secara khusus dalam peristiwa inkarnasi sebagai wujud penyetaraan Diri dan persahabatan Allah dengan manusia, demi terjalinnya persahabatan di tengah dunia yang penuh stratifikasi sosial sehingga tercapailah kesetaraan dan kasih antar-sesama, khususnya di Indonesia, sebuah negara dimana Komunisme tabu untuk beredar. Oleh karena itu, di tengah perpaduan nilai-nilai Komunisme dan Kekristenan, penelitian ini bertujuan untuk memadukan nilai-nilai kesetaraan dalam ideologi Komunisme dengan nilai kasih dalam Kekristenan demi terwujudnya suatu ikatan persahabatan sebagai alternatif menuju kesetaraan dan penyaluran kasih antar-sesama. Di akhir tulisan, penulis menawarkan dasar baru dalam mendorong terciptanya ikatan persahabatan sebagai bentuk penyetaraan diri dan penyaluran kasih antar-manusia di tengah stratifikasi sosial yang ada
Liturgi Kontemporer dalam Ibadah dan Implikasinya Pada Kerohanian Jemaat di Sinode Gereja Bethel Indonesia
Gereja menghadapi tantangan baru di era postmodern, dengan perdebatan yang terus berlanjut antara mengadaptasi liturgi agar sesuai dengan era baru atau melestarikan liturgi klasik. Ketegangan antara tradisi dan modernisasi ini muncul di setiap era baru. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari liturgi kontemporer dalam ibadah dan implikasinya terhadap kerohanian jemaat di Sinode Gereja Bethel Indonesia. Dengan menggunakan metodologi penelitian kepustakaan, penelitian ini berfokus pada pemahaman bagaimana praktik liturgi kontemporer diterapkan dalam konteks gereja-gereja yang bernaung dalam Sinode Gereja Bethel Indonesia dan dampaknya terhadap kehidupan kerohanian jemaatnya. Data penelitian dikumpulkan melalui kajian literatur, analisis buku referensi, karya ilmiah, dan situs resmi terkait tema liturgi kontemporer dalam ibadah dan kerohanian jemaat di Sinode Gereja Bethel Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa jemaat yang tergabung dalam Sinode Gereja Bethel Indonesia ketika melakukan kebaktian dengan liturgi kontemporer menunjukkan dalam kesehariannya memiliki gaya hidup berdoa, memuji dan menyembah, sekaligus menjadi saksi Kristus dan terlibat dalam multiplikasi murid Kristus. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah dengan liturgi kontemporer terbukti efektif mendukung visi dan misi gereja untuk menyebarkan pesan Injil dan multiplikasi jiwa-jiwa baru bagi gereja
Teologi dan Psikoneuroimunologi Sebagai Alternatif dari Transhumanisme Mengatasi Korban Perang
Artikel ini membahas tentang apa yang menjadi dampak daripada perang dalam kehidupan manusia dari sisi fisik dan psikis. Setiap orang yang pernah berada dalam situasi perang dan selamat seringkali mengalami luka permanen baik fisik maupun psikis. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, pendekatan studi Pustaka dan analisis data, tulisan ini menemukan bahwa Transhumanisme hadir dengan menawarkan penyembuhan dengan menggunakan kemajuan teknologi seperti modifikasi tubuh dan bahkan modifikasi otak dengan alasan untuk memberikan pembentukan identitas atau jati diri yang lebih dari yang sebelumnya bagi korban perang yang mengalami luka. Di sisi lain, hubungan antara Agama dan psikoneuorimunologi hadir dengan tawaran penyembuhan yang diawali dengan adanya pendampingan religius yang membantu orang-orang terlebih lagi bagi mereka yang menjadi korban perang untuk mentransformasi diri mereka menjadi pribadi yang lebih mengenal makna dan tujuan hidup mereka berdasarkan gambaran Sang Pencipta
Peran Alkitab dan Aktualisasi Perdamaian Antar Umat di Indonesia dalam Paradigma Dialog Esoteris
Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menawarkan esensi dekoratif yang terkandung dalam Alkitab sebagai wacana aktualisasi perdamaian antar umat beragama di Indonesia. Dengan dasar bahwa kitab keagamaan khususnya Alkitab merupakan kumpulan tulisan yang diterima, diakui dan digunakan dalam suatu masyarakat beragama sebagai sesuatu yang suci sekaligus berwibawa. Muatan yang terkandung di dalamnya menginisiasi setiap pembaca untuk melakukan berbagai corak tindakan dimulai pada tataran konstruktif hingga destruktif. Kedua hal tersebut penulis sadari mengarah pada nilai-nilai afirmatif dalam kehidupan sosial. Tesis dalam tulisan ini ialah penggunaan kitab keagamaan pada aras individu maupun tubuh sosial tidak dipahami sebagai wacana justifikasi ketegangan atau terselenggaranya konflik. Namun, sebaliknya untuk mengubah realitas ke arah positif atau mewujudkan berbagai tindakan yang sifatnya prososial. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan. Data akan diperoleh melalui berbagai hasil penelitian, jurnal, dokumen, buku dan informasi lain yang layak digunakan. Melalui kesadaran betapa pentingnya perdamaian dalam kehidupan sosial yang termuat pada setiap kitab keagamaan kiranya memvalidasi setiap tokoh agama maupun umat beragama untuk mempengaruhi struktur sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa esensi afirmatif dan prososial yang ada dalam Alkitab harus diwujudkan dan menjadi common values untuk mengejawantahkan konformitas di tengah pluralitas