Jurnal STT Tawangmangu (Sekolah Tinggi Teologi)
Not a member yet
150 research outputs found
Sort by
Puisi Ayub 42:2-6 dan Relevansinya Bagi Pengabdian Hamba Tuhan
Ayub 42:2-6 merupakan sebuah puisi yang menyimpan kebenaran indah. Penelitian terdahulu kebanyakan belum “menyentuh†teks ini dan mengaitkannya dengan pelayanan Hamba Tuhan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggali kebenaran dalam Ayub 42:2-6 dengan analisis puisi dan merefleksikannya bagi pengabdian Hamba Tuhan. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan analisis puisi Jan Fokkelman, penulis menemukan bahwa lewat respons Ayub, Hamba Tuhan belajar untuk mengabdi dengan kesadaran dan pengharapan
Kontekstualisasi Pendidikan Agama Kristen Melalui Falsafah Suku Dayak Kanayatn
Berbagai macam pengaruh buruk yang masuk untuk mempengaruhi generasi muda suku Dayak Kanayatn itu sudah tidak dapat dihentikan lagi oleh siapapun. Karena setiap orang, baik tua maupun muda itu sudah memakai Handphone dan telah menggunakan semua platform media sosial seperti Youtube, Tiktok, Instagram, Facebook dan sebagainya. Jika pengaruh buruk telah mempengaruhi generasi muda suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat, maka nilai-nilai seperti toleransi, cinta budaya, cinta Tuhan dan sebagainya akan hilang dengan sendirinya. Suku Dayak memiliki budaya dan spiritual yang kuat, sehingga tujuan penelitian ini untuk menggambarkan nilai-nilai Kristiani yang tertuang dalam falsafah Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata. Juga, menawarkan suatu bentuk pendidikan Kristen yang dapat menyentuh dimensi kehidupan sosial masyarakat suku Dayak Kanayatn terutama dimensi kehidupan generasi mudanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan ditulis secara deskriptif untuk mengkaji tentang nilai-nilai dalam falsafah suku Dayak, kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan Kristen. Disinilah penulis mulai mengkonstruksikan dan menyandingkan antara nilai-nilai pendidikan Kristen dengan nilai-nilai yang tertuang dalam falsafah suku Dayak Kanayatn. Ditemukan bahwa falsafah suku Dayak Kanayatn dapat dijadikan sebagai instrument kontekstualisasi pendidikan Kristen di Kalimantan Barat
Sejarah Kontestasi Kristologi: Relasi Kuasa Otoritas dengan Kepemilikan Bapa-Bapa Gereja
Formulasi ajaran Kristen penuh dengan sejarah kontestasi bermula dari dalam kekristenan. Kontestasi dimotori para tokoh sentral akhirnya menghasilkan polarisasi wilayah kekristenan pada abad pertama hingga keempat yang mencuatkan Kekristenan Yudaisme, Nikolaisme, Ebionitisme, Nestorianisme, Eutykianisme, Arianisme. Para sarjana sebelumnya sangat fokus meneliti isi ajaran mereka dan label sesat yang dilekatkan oleh Konsili gereja. Masalah akademisnya justru terletak di sana. Tidak banyak yang meneliti bahwa pada saat bersamaan para tokoh utama berselisih dalam posisi sebagai pemimpin gereja misalnya Uskup, Presbiter, Diaken juga pejabat kekaisaran Romawi. Posisi “enak†tersebut tidak mungkin terhindar dari kepentingan lain di luar urusan othodoksi doktrin. Tulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif meneliti sumber literatur kuno dan publikasi terbaru dalam berbagai bentuk. Alih-alih hadir membahas isi Kristologi, pemikiran atau dogmatika Kristen, lewat tulisan ini kami menempatkan Kristologi dalam bidang ekonomi-politik Studi Sistematika dan Biblika dengan pendekatan sejarah. Kami “temukanâ€, benar ada fenomena sejarah kekristenan melibatkan jalinan kuasa otoritas sebagai tokoh utama Kristen, dalam posisi sebagai pejabat negara dan kepemilikan wilayah yang ditugaskan Kaisar sebagai Bapa-Bapa Gereja
Peran Guru Kristen Sebagai Motivator dalam Pembelajaran Daring
Pembelajaran daring di masa pandemi ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian serta memotivasi belajar siswa. Akan tetapi, diperoleh fakta bahwa pembelajaran daring memberikan dampak penurunan motivasi yang signifikan terhadap pendidikan. Siswa merasa bosan, jenuh, dan juga stres saat mengikuti pembelajaran daring. Kondisi belajar siswa yang demikian membutuhkan peran seorang guru sebagai motivator. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengkaji peran guru sebagai motivator peserta didik khususnya dalam pembelajaran daring dengan menggunakan metode kajian literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kajian literatur. Metode kajian literatur merupakan metode yang mengangkat isu yang terjadi, kemudian dikaji berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan peran guru sebagai motivator tidak sekedar meningkatkan motivasi belajar siswa, tetapi juga memberikan apresiasi serta pembelajaran yang faktual dan kreatif kepada siswa sesuai konteks pembelajaran daring. Sehingga peran guru sebagai motivator sangat penting bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran daring. Diperoleh kesimpulan bahwa menjalankan peran sebagai seorang motivator, maka guru perlu merefleksikan diri sebagai makhluk estetika yang memiliki daya kreativitas. Oleh karena itu, guru dapat menciptakan berbagai strategi pembelajaran yang kreatif bagi siswa, sekaligus bertanggung jawab atas kreativitas yang dimiliki
Problematika Lembaga Pendidikan Kristen: Upaya Meningkatkan Motivasi Kerja Guru KB
Problematika lembaga pendidikan nonformal Kristen masa kini salah satunya kesiapan dalam penyediaan dan tatakelola pendanaan operasional. Problematika ini berimplikasi terhadap motivasi kerja guru dalam menjalankan profesinya. Dimana motivasi guru KB Kristen rendah yang disebabkan lembaga pendidikan Kristen tidak memperhatikan indikator motivasi kerja guru yaitu pemenuhan kebutuhan mendasar seseorang sesuai teori motivasi yang dicetuskan oleh Abraham Maslow. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan literatur. Tujuan dari tulisan ini adalah menawarkan penerapan teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow sebagai upaya meningkatkan motivasi kerja guru KB. Hasil penelitian; ketika lembaga pendidikan Kristen mengimplementasikan teori motivasi Abraham Maslow yaitu pemenuhan kebutuhan fisiologis, keamanan, dimiliki dan dicintai, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri maka motivasi kerja guru KB akan meningkat
Persepsi Para Pejabat GBIS Terhadap Penggunaan Media Sosial Sebagai Medium Interaksi di Lingkungan Organisasi dan Gereja Lokal
Media Sosial seakan telah menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Seiring perkembangan Teknologi Informasi mendorong masyarakat masuk dalam Digital Culture yang telah mengubah gaya hidup mereka. Sehubungan dengan berkomunikasi, saat ini masyarakat lebih menyukai menggunakan media sosial dari pada media konvensional. Sebab media sosial dianggap sebagai medium yang dapat menyampaikan informasi dengan cepat. Selain mereka juga meyakini bahwa media sosial juga dapat mendekatkan interaksi antar individu dan juga dalam sebuah kelembagaan Benarkah demikian? Penelitian ini dilatar belakangi dengan masalah penelitian berikut: Bagaimanakah persepsi para Pejabat GBIS terhadap penggunaan media sosial sebagai medium interaksi di lingkungan organisasi dan gereja lokal? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah menjelaskan persepsi para Pejabat GBIS terhadap penggunaan media sosial sebagai medium interaksi di lingkungan organisasi dan gereja lokal. Penelitian ini menggunakan metode Library Research dan Survei. Adapun responden dalam penelitian ini adalah para pejabat Gereja Bethel Injil Sepenuh seluruh Indonesia. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa media sosial relevan sebagai medium interaksi di lingkungan antar pejabat GBIS dan gereja lokal. Signifikansi dari penelitian ini adalah diharapkan menjadi trigger bagi para pejabat GBIS untuk memaksimalkan penggunaan media sosial dalam lingkup organisasi sinode dan di dalam gereja lokalnya masing-masing
Peran PAK dalam Pencegahan Radikalisme Untuk Mendukung Penguatan Komunitas yang Berkarakter
Radikalisme menjadi suatu momok yang menakutkan dan sering terjadi terutama dalam konteks masyarakat majemuk. Radikalisme sering dilakukan oleh kelompok atau komunitas tertentu yang sering mengatasnamakan agama. Radikalisme sering muncul karena pemahaman mereka orang atau komunitas tertentu sudah dibentuk dengan ideologi yang keliru kemudian melahirkan paham radikal, sehingga juga melahirkan pribadi juga komunitas yang tidak berkarakter. Seringnya aksi radikal dikaitkan dengan agama, sehingga peran agama terlebih pendidikan Agama termasuk di dalamnya PAK menjadi upaya penting dalam pencegahan radikalisme. Bertolak dari hal tersebut tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk memahami peran PAK dalam pencegahan radikalisme untuk mendukung penguatan komunitas yang berkarakter dan untuk mengetahui model Pembelajaran yang cocok diterapkan sebagai bentuk pencegahan radikalisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan studi kepustakaan, maka diperoleh hasil bahwa pendidikan Agama Kristen lewat PAK formal yang dilaksanakan di sekolah dan non-formal yang dilakukan di gereja dan keluarga serta dengan menerapkan model Pembelajaran PAK Multikultural dapat menjadi upaya dalam mencegah radikalisme untuk mendukung penguatan komunitas yang berkarakter
Peran Guru Sekolah Minggu terhadap Pendidikan Seks bagi Anak Sekolah Minggu Usia Dini
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena kekerasan seksual terhadap anak di daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustakaan dengan menggambarkan peran guru Sekolah Minggu terhadap pendidikan seks sejak usia dini bagi naradidik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi dengan menggunakan analisis teori pendidikan kaum tertindas. Adapun hasilnya bahwa anak Sekolah Minggu mampu mengenal, memahami tentang masalah seksual, Sekolah Minggu mampu mengenal identitas dirinya sendiri sejak usia dini dengan meningkatkan spiritualitas terhadap Allah dan sesama, Sekolah Minggu mampu menjadi generasi pemutus rantai kekerasan seksual sejak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mencegah adanya kekerasan seksual bagi anak dan mencegah agar anak sejak usia dini tidak menjadi korban kekerasan seksual. Sehingga peran penting dari guru Sekolah Minggu sangat berperan dalam melindungi, mendidik dan membina anak dalam membentuk identitas karakter Kristus dalam dirinya yang memiliki cinta kasih terhadap Allah dan sesama
Evaluasi Pelaksanaan Home Based Learning
ÂDalam artikel ini, peneliti memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan pembelajaran dari rumah dengan memfokuskan penelitian di lingkungan SMP Bintang Mulia Bandung yang menyebutnya dengan istilah home based learning (HBL). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif deskriptif  dengan menggunakan teknik survei terhadap 211 responden (siswa kelas VII sampai kelas IX) dengan menggunakan google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran home based learning mengalami keberhasilan dengan indikator sebagai berikut: proses belajar-mengajar berjalan dengan baik, tersedianya perangkat pendukung kegiatan HBL yang dimiliki sekolah, kesiapan guru-guru yang melaksanakan HBL, serta positifnya respon para responden terhadap proses HBL
Mengantisipasi Bahaya Radikalisme melalui Pendidikan Multikultural dalam Keluarga
Bahaya radikalisme agama mengancam kehidupan komunitas beragama bahkan berbangsa dan bernegara. Tujuan tulisan ini menawarkan solusi melalui peranan keluarga dalam mendidik anak untuk mampu hidup bersama dalam konteks multikultural. Tujuan ini akan dicapai dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasil yang dicapai adalah penerapan pendidikan multikultural oleh orang tua bagi anak dalam keluarga kristen. Pendidikan multikultural berbasis iman Kristen penting sebab keluarga merupakan unit terkecil dalam sebuah bangsa yang memiliki kekuatan besar dalam meminimalisir bahkan mencegah terjadinya teror yang dapat menghancurkan kehidupan beragama dan berbangsa