Jurnal STT Tawangmangu (Sekolah Tinggi Teologi)
Not a member yet
    150 research outputs found

    Upaya Guru Sekolah Minggu dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Alkitab di Kelas Sekolah Minggu

    Full text link
    Guru Sekolah Minggu seharusnya memberitakan Firman Tuhan dengan banyak variasi sehingga menarik minat anak-anak Sekolah Minggu. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, seringkali kali seorang guru Sekolah Minggu terjebak pada penyampaian dengan cara dan metode yang itu itu saja sehingga anak-anak Sekolah Minggu kurang termotivasi untuk belajar Alkitab. Oleh karena itu kajian tentang upaya seorang guru Sekolah Minggu dalam meningkatkan motivasi anak Sekolah Minggu dalam belajar Alkitab sangat diperlukan. Tujuan dari penulisan ini untuk mendorong guru Sekolah Minggu supaya tidak putus asa mengusahakan adanya cara-cara kreatif supaya motivasi anak Sekoah Minggu meningkat dalam belajar Alkitab. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang menjelaskan dan menggambarkan tentang upaya apa saja yang seharusnnya dilakukan oleh seorang guru Sekolah Minggu dalam meningkatkan motivasi belajar Alkitab berdasarkan sumber yang berkaitan, dihubungkan dengan pengamatan dan pengalaman penulis selama menjadi guru Sekolah Minggu dan mentor guru Sekolah Minggu. Hasil penelitian ialah para guru Sekolah Minggu selalu berusaha untuk meningkatkan motivasi anak Sekolah Minggu dalam belajar Alkitab. Usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh seorang guru Sekolah Minggu antara lain ialah membuat suasana belajar Alkitab yang menyenangkan, memilih metode pembelajaran Alkitab yang tepat, memberikan hadiah atas keberhasilan anak, termasuk memberikan pujian pada waktu yang tepat

    The Early History of God: Yahweh and the Other Deities in Ancient Israel

    Full text link
    Mark S. Smith merupakan satu di antara peneliti Kitab Ibrani; khususnya teks-teks ANET (Ancient Near Eastern Text) bersama dengan beberap ahli bahasa Semit barat seperti Frank Moore Cross, Michael D. Morgan dan Brevard S. Child.  Akan tetapi, Smith lebih dikenal dengan model interpretasi Israel sebagai satu entitas dengan bangsa sekitarnya – dalam hal ini Kanaan. Pendekatan ini menghasilkan metodologi penting untuk melihat Israel dengan cara berbeda – yaitu Israel sebagai bangsa yang identik dengan bangsa-bangsa Kanaan – berlawanan dengan pemahaman yang selama ini melihat kedua bangsa sebagai vis-a-vis berdasarkan informasi Kitab Ibrani. Buku ini berupaya menggambarkan upaya memahami Israel tidak dapat diperoleh melalui sejarah semata.  Berbicara mengenai Israel sebagai umat dengan beberapa mishpat, kemudian berlanjut menjadi sebuah bangsa dalam koridor monarki, sampai mereka masuk dan kembali dari pembuangan; termasuk di dalamnya sistem agama mereka, hanya dapat dilakukan melalui memori.  Memori yang dimaksud Smith dalam hal ini adalah melalui proses convergence dan differentiation. Pada masa awal Israel, bangsa ini tidak berbeda dengan bangsa-bangsa sekitarnya; termasuk di dalamnya sistem keagaman yang mereka anut. El, Baal, Anat dan Asherah menjadi allah utama Israel.  El menjadi sesembahan utama Israel bersamaan dengan Yahweh.  Baal menjadi sesembahan Daud ketika ia berseru Baal Perazim (allah memberikan terobosan) dalam 2 Samuel 5:20 dan 1 Tawarik 14:11 (hal.74-76)

    Personalized Versus Socialized Charismatic Leader: Autobiografi Pelayanan Simson Sebagai Hakim Israel

    Full text link
    Kehidupan Simson adalah sebuah studi kepemimpinan yang menarik untuk dikaji. Selama dua puluh tahun menjadi hakim Israel, Simson tampil dengan kekuatan supernatural Allah yang tak tertandingi. Tetapi, awal yang baik itu tidak berakhir dengan tuntas. Simson memerlihatkan kelemahan karakter, dekadensi moral dan pembangkangan terhadap aturan kenaziran yang seharusnya ditaatinya. Simson jatuh ke dalam pelukan berbagai wanita kafir dan kekuatannya hilang akibat rayuan maut Delila. Simson mengira dirinya masih dipakai Tuhan, tetapi kenyataannya berakhir di penggilingan. Penelitian ini merupakan autobiography research yang berfokus pada kehidupan Simson. Framing yang dipergunakan di dalam analisis adalah pendekatan kepemimpinan (leadership). Temuan memerlihatkan bahwa Simson menekankan tipe kepemimpinan personalized charismatic leader. Pengalaman kepemimpinan Simson memberikan dua basis lingkungan yang seharusnya ada di ruang lingkup seorang pemimpin. Pertama basis sosial. Pemimpin yang berada di dalam basis sosial yang baik akan mendapat dukungan moral, emosi dan strategi dari orang-orang yang ada disekitarnya. Melaluinya pemimpin menjalani kekuasannya tidak otoriter, tidak mutlak dan egaliter. Basis kedua adalah lingkungan rohani. Panggilan pelayanan harus diimbangi dengan kehidupan rohani yang kuat. Hanya dengan cara ini seorang pemimpin tetap berada di dalam panggilannya, mengutamakan panggilan dan menjalaninya dengan takut akan Tuhan. Kepemimpinan memang selalu membawa hal-hal korup. Tetapi jika kedua basis ini secara ketat menempel seorang pemimpin, sebesar apapun kekuasaan yang dimilikinya, tetap tidak dapat diselewengkan tanpa diketahui dan dievaluasi

    Strategi Pelayanan Pastoral Bagi Kaum Awam Menurut Bapa Gereja Gregorius Agung

    Full text link
    Latar belakang dan karakteristik setiap umat sungguh beragam. Dan seorang pastor atau gembala memikul tanggung jawab untuk melayani atau menggembalakan mereka. Seorang pastor harus memiliki mata yang tajam dan strategi yang tepat untuk melayani umat yang sangat beragam. Kecakapan seorang pastor diperlukan dalam pelayanan penggembalaan. Artikel ini akan mengupas atau menguraikan strategi pelayanan pastoral yang diajarkan oleh Bapa Gereja yang bernama Gregorius Agung. Gregorius Agung menekankan setiap pastor harusnya bisa melihat dan melayani kebutuhan spiritual yang berbeda dari setiap umat. Gregorius Agung mengajarkan pentingnya nasihat-nasihat spiritual yang berbeda sesuai dengan karakter dan kondisi umat yang dilayani. Ada 11 kualifikasi dan 40 strategi bagi para pastor menggembalakan umatnya dengan spirit kerendahan hati seperti teladan dari Sang Gembala Agung Yesus Kristus

    Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan

    Full text link
    Etika lingkungan memfokuskan diri pada bagaimana perilaku manusia yang seharusnya terhadap lingkungan. Dalam etika ini makluk non-manusia mendapatkan perhatian. Etika lingkungan sekaligus merupakan kritik atas etika yang selama ini dianut manusia yang membatasi diri pada komunitas sosial. Dalam dimensi ekoteologi melihat bahwa krisis lingkungan yang sekarang ada tidak lepas dari sikap dan perspektif manusia terhadap alam. Manusia modern memandang alam sebagai obyek yang harus dieksploitasi demi tercukupinya kebutan tanpa memikirkan dampaknya. Penelitian ini hendak menggali pandangan kekristenan terhadap alam. Kekristenan percaya bahwa alam merupakan ciptaan Tuhan. Manusia diberi mandat untuk menguasai dan mengusahakan. Pemahaman yang keliru sering kali menimbulkan perilaku salah dalam pemanfaatan alam. Kekristenan perlu memberikan pandangannya sebagai usaha preventif maupun represif, bagaimana seharusnya perilaku manusia terhadap alam

    Gereja Yang Berfokus Pada Gerakan Misioner

    Full text link
    Gereja pada masa kini terus berkembang dan berwujud dalam berbagai format. Pada kenyataannya gereja-gereja cenderung membangun kekuasaannya sendiri dan kerajaannya. Dalam artikel ini, akan diuraikan tentang betapa pentingnya sebagai sebuah gereja untuk tetap berpusat kepada Kristus dan menyadari tanggungjawab utamanya adalah mewartakan Injil sebagai sebuah Missio Dei (misi dari Tuhan). Metode penulisan yang digunakan adalah meninjau melalui pendekatan sejarah gereja sebagaimana ditunjukkan dalam Alkitab, khususnya di dalam Kisah Para Rasul. Tantangan yang dihadapi gereja masa kini adalah bagaimana gereja tetap bekerja di tengah masyarakat post modern melalui misi yang kontekstual. Masyarakat memiliki keyakinannya masing-masing dan apa yang bisa diperbuat adalah menjadi bagian dari dunia dengan paradigma seperti Allah melihat yaitu untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi seperti di surga. Kesimpulannya bahwa gereja seharusnya tidak hanya fokus pada hal-hal di dalam (internal) tapi juga tetap melakukan gerakan missioner ke seluruh dunia seperti yang diamanatkan oleh Tuhan Yesus

    Keseimbangan Pertumbuhan Spiritual Dan Intelektual: Teladan Yesus Dan Paulus Bagi Hamba Tuhan Masa Kini

    Full text link
    Pelayanan Pentakosta-Karismatik memiliki kekuatan karena menekankan spiritualitas sehingga banyak diberkati dengan berbagai-bagai pengalaman supranatural. Namun pelayanan ini juga membutuhkan keseimbangan antara spiritualitas dan intelektualitas. Kebutuhan itu menjadi mendesak ketika muncul fakta tentang dampak buruk akibat ketidakseimbangan yang tidak ditangani. Paper ini membahas kasus ketidakseimbangan yang terjadi dalam pelayanan salah seorang tokoh pentakosta-karismatik bernama William Marion Branham. Tiga permasalahan yang diteliti adalah, pertama, bagaimana karakteristik ketidakseimbangan itu? Kedua, mengapa terjadi ketidakseimbangan? Ketiga, bagaimana solusi untuk menciptakan keseimbangan yang baik? Penelitian ini bersifat studi kasus dengan kasus tunggal holistik. Dari penelitian literatur tentang tokoh tersebut disimpulkan bahwa karakteristik ketidakseimbangan itu mencakup fase persiapan, pelaksanaan, produk, dan dampak pelayanan yang dihasilkan. Faktor-faktor penyebab terjadinya ketidakseimbangan itu adalah kurangnya bekal pendidikan, kurangnya partner pelayanan yang konstruktif, kultus kepemimpinan yang dilakukan oleh umat, obsesi pada popultaritas, dan obsesi untuk menjadi tokoh pengajar Alkitab. Solusi untuk membangun keseimbangan antara spiritualitas dan intelektuaitas itu adalah penguatan bekal pendidikan, penguatan partnership pelayanan, dan penguatan sistem kontrol pelayanan

    One God or One Lord? Deuteronomi and the Meaning of Monotheism

    Full text link
    Buku ini berupaya memahami ide monoteisme dan siknifikansi Yahweh dalam Ulangan, serta hubungan keduanya melalui beberapa teks yang terekam dalam Perjanjian Lama. Substansi dari penelitian ini adalah eksegesis mendalam beberapa pasal dalam Ulangan yang berhubungan dengan kesatuan Yahweh. Dimana ide utama yang dipaparkan sebagai ‘Yahweh adalah satu’ merupakan tema utama yang berkaitan dengan kesatuan Yahweh, keunikan Yahweh, keberadaan allah lain, arti mengasihi Yahweh, pemilihan Israel dan larangan penyembahan berhala melalui analisis literari-sejarah serta disimpulkan bahwa ide monoteisme modern tidak mampu mewakili model agama Israel yang menetapkan Yahweh sebagai allah ‘unik’ di antara allah lain

    Ibadah Jemaat Kristen Kontemporer Abad 21 dan Tinjauan Kritis-Liturgis

    Full text link
    Fenomena liturgi dewasa ini begitu dikuasai oleh berbagai macam bentuk ibadah yang bersifat ‘kekinian’, atau yang dikenal dengan istilah ibadah kontemporer. Jenis ibadah ini sudah merebak dengan sangat jauh dan bahkan menjadi ibadah yang begitu disukai oleh setiap anak muda (tidak menutup kemungkinan orang tua juga), sehingga muncul anggapan bahwa jenis ibadah ini adalah jenis ibadah yang perlu untuk terus dipertahankan dan dikembangkan.Tulisan ini hendak mencoba melihat dengan kritis bentuk ibadah kontemporer dan sekaligus membedahnya dengan pisau analitis-teologis yang cukup tajam untuk menemukan apa saja yang harus dikembangkan dan diupayakan dalam menjalankan ibadah kontemporer ini. Jangan sampai ibadah kontemporer menjadi sebuah ibadah yang hanya mengutamakan kepuasan jasmaniah saja tetapi melupakan pertumbuhan dan perkembangan iman. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini disajikan sebuah ulasan kritis yang hendak membenahi bentuk ibadah kontemporer sehingga dapat menjadi bentuk ibadah yang benar-benar sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dan sekaligus menyenangkan hati Tuhan

    Keterampilan Guru PAK Untuk Meningkatkan Minat Belajar Murid Dalam Proses Pembelajaran Di Kelas

    Full text link
    Salah satu tantangan  dalam  proses belajar mengajar di kelas adalah murid tidak antusias. Setiap guru mengharapkan selama mengajar di kelas semua murid antusias dan penuh minat. Kenyataannya tidak seperti itu, karena tidak semua guru memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah murid yang kurang antusias. Oleh karena itu kajian tentang keterampilan guru dalam meningkatkan minat murid untuk belajar sangat diperlukan. Tujuan dari kajian ini untuk mendorong guru menambah keterampilan dalam melaksanakan tugasnya sehingga murid belajar dengan penuh perhatian. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan istilah-istilah yang digunakan pada judul tulisan berdasarkan sumber yang berkaitan, dihubungkan dengan pengalaman penulis secara subyektif selama mengajar di kelas. Poin penting hasil kajian ini ialah guru harus memiliki ketrampilan  untuk mengelola kelas dengan baik. Guru harus menguasai keterampilan untuk mulai pembukaan sampai pada penutupan kelas.  Guru harus menguasai keterampilan dalam bertanya, menjelaskan, memberi penguatan, dan juga dalam membuat variasi. Keterampilan dalam pengelolaan kelas ini berpengaruh besar terhadap perhatian  murid untuk belajar

    143

    full texts

    150

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal STT Tawangmangu (Sekolah Tinggi Teologi)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇