e-Journal UIR (Journal Universitas Islam Riau)
e-Journal UIR (Journal Universitas Islam Riau)Not a member yet
4588 research outputs found
Sort by
Kontribusi Santripreneurship Sebagai Potensi Kemandirian Ekonomi Umat di Yogyakarta
This study aims to determine the role of Islamic boarding schools in promoting entrepreneurship towards the economic independence of the people in the D.I Yogyakarta region. The research method used is literature review by collecting data and information related to Islamic boarding schools with economic independence and santripreneurship through supporting data sourced from national research journals, newspapers, websites, direct interviews with research objects, and social media. The results of the study show that there is support from the government and non-governmental organizations in mobilizing entrepreneurial pesantren, various pesantren have great potential in promoting entrepreneurship with various activities, the role of santri becomes capital in fulfilling the entrepreneurial spirit of pesantren, and pesantren in the DI Yogyakarta region make a positive and empowered contribution for economic independence. people
PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO LIKUIDITAS PADA BANK SYARIAH
Manajemen resiko likuiditas merupakan pengelolaan bank agar terhindar dari resiko likuiditas yang disebabkan oleh ketidak mampuan bank dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Agar bank terhindar dari resiko likuiditas, maka bank harus memastikan dana yang tersedia cukup untuk membayar kewajiban-kewajiban, mencairkan dana nasabah yang akan jatuh tempo, membiayai kegiatan operasional dan cukup dana menghadapi kemungkinan munculnya ekonomi yang memburuk. Kecukupan dana bank sangat tergantung dari instrumen pengelolaan likuiditas. Instrumen likuiditas bisa diperoleh dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), peminjaman di pasar uang syariah, pembelian SBI syariah, mencari investor dari dalam negeri atau investor luar negeri, atau dari sumber-sumber dana lainnya. Hasil penelitian memperlihatkan penerapan manajemen resiko likuiditas pada bank syariah dan UUS dilaksanakan dalam bentuk; a) Direksi, komisaris dan DPS melakukan pengawasan aktif terhadap rumusan dan pelaksanaan manajemen resiko, b) Menyusun kebijakan, prosedur, dan penetapan limit manajemen resiko, c) Melakukan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian resiko serta sistem informasi manajemen resiko, d) Membentuk sistem pengendalian intern yang menyeluruh
THE INFLUENCE OF PROFITABILITY RATIO ON CORPORATE ZAKAT DISPENSES AT SHARIA BANK IN SOUTHEAST ASIA
Profitabilitas merupakan faktor utama dalam pengelolaan zakat untuk meningkatkanya. Zakat perusahaan bagi bank syariah merupakan kewajiban dalam setiap pengelolaan keuangan. Mengingat zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dipenuhi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research dengan perhitungan profitabilitas perusahaan meliputi return on asset (ROA), gross profit margin (GPM), net profit margin (NPM), Biaya operasional pendapatan operasional (BOPO). Hasil pada penelitian ini menyatakan ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran zakat namun GPM dan NPM berpengaruh secara signifikan terhadap pengeluaran zakat, sedangkan BOPO tidak berpengaruh secara signifikan. Namun secara parsial BOPO memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran zakat di seluruh bank syariah di Asia Tenggara
ANALISIS PROFITABILITAS RESIKO USAHA RETURN ON EQUITY BANK NTB PASCA MELAKUKANKONVERSI MENJADI BANK UMUM SYARIAH
BPD NTB resmi melakukan konversi ke sistem syariah pada tahun 2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis FDR, BOPO, NPF dan FBIR sebagai indikator penentu profitabilitas berpengaruh terhadap ROE pada Bank NTB pasca konversi menjadi Bank Umum Syariah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ekplanatif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data laporan publikasi PT Bank NTB Syariah periode tahun 2020 sampai dengan tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa FDR, BOPO dan FBIR berpengaruh secara signifikan terhadap ROE berdasarkan hasil uji secara parsial menggunakan uji t berturut-turut sebesar 2.62; -11.09; -3.03; dengan probability value berturut-turut sebesar 0.01; 0.00; 0.0049, artinya bernilai lebih besar dari taraf nyata 0.05, sehingga H0 dapat ditolak. Sedangkan NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap ROE dengan nilai uji t -1.09. Probability value 0.28. Berdasarkan uji F terhadap ROE sebesar 42.55 probability value sebesar 0.00, maka variabel-variabel independen secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap ROE sebesar 42.55%. Artinya masing-masing sisanya dipengaruhi oleh variabel lain
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (Simp) Dalam Pengambilan Keputusan Di Sma It Soeman Hs Pekanbaru
Kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya didalam kegiatan penyelenggaraan pendidikan terdapat kegiatan yang disebut pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan, agar keputusan menjadi efektif, ada beberapa faktor yang bisa membantu kepala sekolah yaitu dengan adanya sistem informasi manajemen pendidikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan hasil yang diperoleh dilapangan, selain jenis penelitian, penulis melakukan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi analisis yang bertujuan untuk mengetahui Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Kepala Sekolah dalam pengambilan keputusan. Hasilpenelitian yang didapat menunjukkan bahwa, sistem informasi manajemen sudah cukup maksimal dan kepala sekolah dalam pengambulan keputusan dengan menggunakan SIMP sudah bagus dan maksimal. Adapun pasti ada kendala yang dihadapi oleh kepala sekolah, namun kepala sekolah sudah menanggulanginya dengan baik yakni terjun langsung ke objeknya.
Kata Kunci : Sistem Informasi Manajemen, Keputusan,Pendidikan dan Kepala Sekola
Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Bolu Kemojo Gerai Aurel Mandiri Kabupaten Kuantan Singingi
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian (studi kasus Bolu Kemojo Pada Gerai Aurel Mandiri di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi). Indikator penelitian kualitas produk yang digunakan dalam penelitian ini meliputi freshness (kesegaran), presentation (penampilan), taste (rasa), dan innovative food (inovasi makanan). Indikator keputusan pembelian yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternative, pembelian dan konsumsi, serta evaluasi purnabeli. Teknik penarik dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling isidental dengan konsumen sebanyak 116 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, koesioner, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis uji t dapat dijelaskan bahwa kualitas produk secara signifikan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian bolu kemojo di Kelurahan Muara Lembu, dimana variabel kualitas produk memiliki nilai signifikansi sebesar 12,678 > 11,400. Uji R2 sebesar 0,581 (58,1%) ini artinya kualitas produk memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap bolu kemojo pada gerai Aurel Mandiri di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi sebesar 58,1%. Sedangkan sisanya sebanyak 46,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diamati dalam penelitian ini. Dari hasil kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka saya sebagai penulis memberikan saran kepada pihak Gerai Aurel Mandiri diharapkan meningkatkan kualitas produknya agar keputusan pembelian konsumen selalu meningkat setiap tahunnya dengan cara seperti menambahkan pengawat makanan supaya lebih lama, menambah varian rasa, memberi label pada kemasan supaya usaha semakin berkemban
Metode Analytical Hierarchy Process dalam Menentukan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri: Analytical Hierarchy Process Method in Determining the Effectiveness Factors of Using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal
[ID] Keberadaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri belum berfungsi secara efektif yang disebabkan oleh rendahnya pemanfaatan terminal oleh masyarakat. Aktivitas operasional yang terjadi di terminal juga mengakibatkan kondisi fasilitas mengalami kerusakan dan tidak terawat, sehingga menimbulkan kerugian bagi pemerintah daerah mengingat besarnya biaya yang diperuntukkan dalam pembangunan terminal. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas fungsi Terminal Bandar Laksamana Indragiri digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Subjek penelitian adalah expert yang terlibat langsung atau mempunyai kemampuan dan mengerti permasalahan terkait pemanfaatan terminal dan dalam penentuan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri Kota Tembilahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, diperoleh faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri sebagai berikut : Kriteria Aksesibilitas 38,7%, Fasilitas dan Manajemen Terminal 21,1%, Tingkat Pelayanan Jalan 19,2%, Kenyamanan Terminal 12,3%, dan Keamanan Terminal 8,8%.
[EN] The existence of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal has not functioned effectively due to the public's low utilization of the terminal. Operational activities also result in the facility being damaged and not maintained, resulting in losses for the local government, considering the large number of costs earmarked for the terminal's construction. To identify the influence factors of the effectiveness of the Bandar Laksamana Indragiri Terminal function, used Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The research subjects are experts who are directly involved or have the ability and understand problems related to the use of the terminal and in determining the factors that influence the effectiveness of using the Bandar Laksamana Indragiri Terminal, Tembilahan City. Based on the results of the analysis carried out, the factors that influence the effectiveness of the use of Bandar Laksamana Indragiri Terminal obtained as follows: Accessibility Criteria 38.7%, Terminal Facilities and Management 21.1%, Road Service Level 19.2%, Terminal Convenience 12.3 %, and Terminal Security 8.8%
Nyanyian Onduo Dalam Masyarakat Pasir Pengaraian, Dalam Perspektif Fungsi Manifes Dan Laten
This study aims to reveal the function of onduo song in the Malay community at Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Riau Province. The research method used is a qualitative method, with field work steps. While the data collection technique is by conducting in-depth interviews, field observations and document analysis. From the research results, it was found that there are two functions of onduo song in society, namely manifest and latent functions. The manifest function is a function that is done on purpose. This is found when singing is functioned in the context of cultural events, such as the konduo ceremony. The next manifest function is also found in the form of artist creativity, both dance and music, which makes the onduo song the main material of the work. The latent function is found in the meaning that accompanies each stanza of onduo song which is sung, in which the entire lyrics of singing onduo, although with different themes, contain similar messages, namely messages for good. Of course, this message is intended for the child who is being rocked, but it is also for the audience to consume.
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengungkapkan fungsi nyanyian onduo bagi masyarakat Melayu di Pasir Pengaraian, Rokan Hulu, Provinsi Riau. Adapun metode yang digunakan penelitian adalah metode kualitatif, dengan langkah-langkah kerja lapangan. Sedangkan teknik pengumpulan datanya adalah dengan melakukan wawancara mendalam, observasi lapangan dan analisis dokumen. Dari hasil penelitian didapati adanya dua fungsi nyanyian onduo di dalam masyarakatnya, yaitu fungsi manifes dan laten. Fungsi manifes merupakan fungsi yang dilakukan dengan kesengajaan. Hal ini ditemukan manakala nyanyian ini difungsikan dalam konteks peristiwa budaya, seperti upacara mengonduo. Fungsi manifes berikutnya juga ditemukan pada bentuk kreativitas seniman, baik tari maupun musik, yang menjadikan nyanyian onduo sebagai materi utama karya tersebut. Adapun fungsi laten ditemukan pada makna yang menyertai setiap bait nyanyian onduo yang dinyanyikan, di mana keseluruhan lirik nyanyian onduo, meskipun dengan tema yang berbeda, namun mengandung pesan-pesan yang senada, yaitu pesan kepada kebaikan. Pesan tersebut tentunya ditujukan bagi anak yang ditimang, namun juga menjadi konsumsi pendengaran bagi penontonnya.
 
Penerapan Pelayanan Publik Yang Berinovasi dalam mewujudkan Good Governance Pada Sektor Publik
Public service has not worked well as a tool to coordinate the responsibilities of the government and the people. This is indicated by the fact that there are still overlapping policies and the lack of competence of public officials and the tendency to innovate is a phenomenon where many policies have been canceled or changed by the government. Therefore, new policy innovations are needed that can significantly support efforts to address community problems. To achieve good governance, this study aims to describe and analyze how service innovation works from the perspective of a public administration approach. This study is based on literature research and will later collect information on implementing service innovation for service providers, cultivating a culture of innovation in the public sector, and how innovation can improve organizational performance in achieving bureaucratic change. The results of this study are the application of an innovative culture, the urgency of public service innovation in improving organizational performance, and the urgency of implementing innovation for the public sector in achieving transformation
Stimulating fundamental movement skills through field games: An experimental study on elementary school students
Basic movement skills are the skills needed to explore the body’s ability to move as a result of learning to respond to stimuli. However, the learning process is still focused on mastering the skills but does not include the cognitive abilities. The research aims to measure the success of implementing field games in stimulating elementary school students' fundamental movement skills. The experiment adopted the one-group pretest and posttest designs. It was conducted in three consecutive stages: pretest, treatment, and posttest. The study involved a sample of 126 students who were randomly taken from elementary schools in Pontianak. The data on fundamental movement skills were collected through the Test of Gross Motor Development-2 (TGMD-2) instrument, which was analyzed descriptively. The results of the study showed that there had been an increase in the average TGMD-2 score of students on the posttest when compared to the pretest. The t-test between pre- and post-test showed that the scores were significantly different, as suggested by the calculated t-value having a greater value than the t-table. This result indicates that the implementation of field games can stimulate fundamental movement skills. It is concluded that applying field games can improve students' fundamental movement skills and can be used as an alternative for teachers in carrying out motion learning at school