Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MENURUT TEORI ANDERSON DAN KRATHWOHL PADA SISWA SMP KELAS IX
Berpikir tingkat tinggi merupakan suatu cara berpikir tentang bagaimana menghubungkan informasi pengetahuan baru dengan informasi pengetahuan dulu yang termemori dalam ingatan, mengembangkan informasi tersebut untuk menemukan suatu penyelesaian dari suatu masalah yang susah dipecahkan. Anderson dan Krathwohl dalam teorinya membagi kemampuan berpikir tingkat tinggi menjadi tiga tahapan, antara lain: menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Tiga kecakapan itu dinilai berdasarkan prosesnya, bukan hanya sekedar hasil saja yang dinilai. Mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi beracuan pada teori Anderson dan Krathwohl pada siswa SMP kelas IX adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif adalah yang digunakan dalam penelitian ini. Seluruh siswa kelas IX SMP Negeri di Banjarmasin Timur sebagai populasinya. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik purposive sampling, sehingga diambil dua sekolah yaitu SMP Negeri 3 Banjarmasin dan SMP Negeri 7 Banjarmasin sebanyak 418 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara tes Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil dari penelitian kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas IX SMP Negeri Se-Kecamatan Banjarmasin Timur pada materi perpangkatan dapat disimpukan bahwa perolehan nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi terletak pada kategori cukup
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMK
Tujuan sekolah mengajarkan matematika antara lain agar siswa mempunyai kemampuan pemahaman terhadap konsep matematika. Salah satu solusi untuk mengembangkan kemampuan tersebut ialah melalui diterapkannya model pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE). Adapun tujuan penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran CORE, (2) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran langsung, dan (3) menganalisis apakah model pembelajaran CORE efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu eksperimen semu, dimana seluruh siswa kelas XI Akuntansi SMKN 1 Banjarmasin sebagai populasinya. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, sehingga diambil dua kelas XI C Akuntansi sebagai kelas eksperimen dan XI A Akuntansi sebagai kelas kontrol. Adapun untuk pengumpulan data menggunakan teknik berupa dokumentasi dan tes. Teknik analisisnya menggunakan statistika deskriptif maupun inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika yang menerapkan model pembelajaran CORE termasuk ke dalam kriteria sangat baik, (2) kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika yang menerapkan model pembelajaran langsung termasuk ke dalam kriteria baik, dan (3) model pembelajaran CORE efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL AIR (AUDITORY, INTELLECTUALLY, REPETITION)
Berdasarkan pengalaman peneliti selama Praktik Pengajaran di Sekolah, siswa sudah terbiasa mengerjakan soal-soal rutin, namun ketika soal tersebut dikonstruksi ke dalam soal tidak rutin, siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan. Diperlukan upaya-upaya perbaikan untuk menangani masalah tersebut. Diantaranya dengan menciptakan suasana belajar yang kondusif agar siswa mengalami pembelajaran yang bermakna, diantaranya yaitu dengan mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan keadaan dalam proses pembelajaraan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung siswa dalam pemecahan masalah adalah model AIR (Auditory, Intellectually, Repetition). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah dibelajarkan dengan model pembelajaran AIR. Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan dengan metode deskriptif sebanyak enam kali pertemuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Banjarmasin yang terdiri dari sembilan kelas, sedangkan sampelnya adalah siswa kelas VIII G. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata kemampuan pemecahan masalh matematis siswa secara keseluruhan di kclas VIII SMP Negeri 1 Banjarmasin adalah sebesar 75,42 berada dalam kategori baik
ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA SEDIMEN DAN AIR DI MUARA SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH –ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: ANALYSIS OF HEAVY METAL CONTENT LEAD (Pb) AND CADMIUM (Cd) IN SEDIMENT AND WATER AT THE ESTUARY OF THE BARITO RIVER, ALUH –ALUH DISTRICT BANJAR DISTRICT, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE
Status baku mutu air suatu perairan sangat penting dalam menunjang pertumbuhan organisme atau biota suatu perairan yang hidup didalamnya. Penentuan dan penilaian status mutu air sangat perlu dilakukan sebagai acuan pengamatan tingkat cemaran kualitas air. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan indeks pencemaran berdasarkan parameter fisika dan kimia yang meliputi diantaranya: pH, DO, Salinitas, Kecerahan, Suhu, Timbal dan Kadmium di perairan Muara Sungai Barito, Kecamatan Aluh-aluh,Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.Pengambilan sampel kualitas air dilakukan sebanyak tiga kali pengulangan pada lima stasiun kemudian dilakuakn analisis data dengan mengunakan Indeks Pencemaran yang telah di tetapkan dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003. Hasil penelitian memperlihatkan indeks pencemaran menunjukan bahwa perairan Muara Sungai Barito tergolong tercemar ringan dengan kisaran nilai rata - rata [Pij] sebesar (2.61-4.25).
The status of the water quality standard in a waters is very important to support the growth of organisms or biota of a water that lives in it. Determination and evaluation of the status of water quality is very necessary as a reference to observe the level of water quality pollution. This study aims to look deeper into the quality status and determine the pollution index based on physical and chemical parameters including: pH, DO, Salinity, Brightness, Temperature, Lead (Pb) and Cadmium (Cd) in the waters of the Barito River, Aluh District -aluh, Banjar Regency, South Kalimantan Province. Water quality sampling was carried out three times with repetition at five stations and then analyzed the data using the Pollution Index that has been specified in Minister of Environment Decree No. 115 of 2003. Through the observation of the pollution index shows that the waters of the Barito River Estuary are in the category of mildly polluted with a range of average values [Pij] of (2.61-4.25)
 
STATUS TROFIK DAN TINGKAT PENCEMARAN PERAIRAN RAWA “DANAU BANGKAU” DITINJAU DARI KANDUNGAN NITRAT (NO3-) FOSFAT (PO4-), KECERAHAN DAN VARIASI TUMBUHAN AIR: STATUS OF THE TROPHIC AND THE LEVEL OF POLLUTION OF THE WATERS OF THE SWAMP “LAKE BANGKAU” IN TERMS OF THE CONTENT OF NITRATES (NO3-) PHOSPHATE (PO4-), BRIGHTNESS AND VARIATIONS IN PLANT WATER
Perairan rawa “Danau Bangkau” terletak di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Masyarakat setempat memanfaatkan Rawa Danau Bangkau sebagai tempat untuk menangkap ikan. Kegiatan tersebut dapat menyumbang kualitas suatu perairan, sehingga peneliti ingin mendapatkan informasi tentang status trofik, pencemaran perairan dan hubungan status trofik dengan tumbuhan air. Hasil pengukuran di lapangan sampai pada tahap intepretasi menyebutkan bahwa tingkat status trofik rawa danau bangkau termasuk golongan eutrofik untuk kandungan nitrat dengan nilai rerata sebesar 0,96 mg/l pada titik tengah dan 1,03 mg/l pada titik outlet, golongan hipereutrofik untuk kandungan fosfat dan kecerahan dengan nilai rerata fosfat sebesar 0,64 mg/l pada titik tengah dan 0,67 mg/l pada titik outlet dan rerata kecerahan sebesar 85 cm pada titik tengah dan 84 cm pada titik outlet. Tingkat pencemaran menunjukkan perairan rawa danau bangkau ke dalam tingkatan cemar ringan. Berdasarkan data dilapangan nilai fosfat yang tinggi diperairan berpengaruh terhadap keberadaan tumbuhan air sehingga variasi tumbuhan air berhubungan dengan status trofik.
The waters of the swamp lake bangkau located in Kecamatan Kandangan, South Hulu Sungai Regency, South Kalimantan Province. Community setemoat utilizing Swamp Lake Bangkau as a place to catch a fish. The work can be accounted for the quality of the waters, so the researchers want to get information about the status of trophic, pollution of the waters and the relationship status of the trophic with water plants. The results of measurements in the field until at the stage of interpretation mention that the level of the status of the trophic swamp lake bangkau include group eutrofik for the content of nitrates with the value of the mean by 0,96 mg/l at the midway point and 1,03 mg/l at outlet, group hipereutrofik for the content of phosphate and brightness with the value of the mean phosphate by 0.64 mg/l at the midway point and 0,67 mg/l at outlet. The average brightness of 85 cm at the midway point and 84 cm at outlet. The level of pollution of the show swamp waters of the lake bangkau into levels impure light. Based on the field data value of the phosphate high waters affect the existence of the plant water so that the variation of plant water associated with the status of trophic.
 
KOMPOSISI JENIS IKAN YANG ADA DI PASAR PATANAK KECAMATAN KAHAYAN HILIR, KABUPATEN PULANG PISAU, KALIMANTAN TENGAH: Composition of fish Species in the Patanak Market, Kahayan Downstream District, Pulang Pisau Regency, Central Kalimantan
Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang kaya dan potensial, baik dari perikanan laut, perairan umum dan perikanan budidaya. Melihat ikan sangat penting untuk kebutuhan manusia maka pengusahaannya pun semakin maksimal pula, guna memenuhi permintaan konsumen. Permintaan ikan di Kabupaten Pulang Pisau hingga saat ini juga semakin meningkat sehingga membuat pedagang ikan semakin meningkat pula dalam penyediaannya. Komposisi merupakan suatu variasi yang terdapat didalamnya berbagai macam komponen yang salah satunya termasuk dalam faktor alami dan biologis. Dalam penelitian ini ada empat karakteristik yang diteliti yaitu: Asal ikan, Asal perairan, Jenis ikan, dan Berat total ikan. Pasar yaitu tempat untuk jual-beli sehingga banyak hal yang dapat ditemui dan juga dipelajari disana hingga kita juga dapat mengetahui informasi tentang asal ikan dan juga mengetahui secara spesifik jenis stok ikan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau.
Indonesia has rich and potential fishery resources, both from marine fisheries, public waters and aquaculture. Seeing that fish is very important for human needs, it will be even more optimal in its exploitation, in order to meet consumer demand. Until now, the demand for fish in Pulang Pisau Regency has also increased, which has made fish traders increase their supply. Composition is a variation that contains various kinds of components, one of which includes natural and biological factors. In this study, four characteristics were examined, namely: fish origin, water origin, fish species, and fish total weight. The market is a place for buying and selling so that there are many things that can be found and studied there so that we can also find out information about the origin of fish and also know specifically the types of fish stocks in Pulang Pisau Regency
IMPLEMENTASI KI DAN KD PADA PEMBELAJARAN PJOK PADA KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH MENENGAH ATASNEGERI 3 KOTA BANJARBARUTAHUN AJARAN 2019/ 2020
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Implementasi KI dan KD pada pembelajaran PJOKpada Kurikulum 2013 di SekolahMenengahAtasNegeri 3 Kota Banjarbaru yang berlokasi di Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Penelitian yang dilakukan dengan subjek sampel pendidik mata pelajaran pendidikan jasmani. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan jenis penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kompetensi inti dan kompentensi dasar pada proses pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Penelitian survei dilakukan untuk mengukur ketercapaianImplementasi KI dan KD pada pembelajaran PJOKpadaKurikulum 2013 Di SekolahMenengahAtasNegeri 3 Kota Banjarbaru. Subjek yang diteliti pada penelitian ini adalah pendidik/ guru SMA Negeri 3 Kota Banjarbaru, dengan pengumpulan data melalui survey pengamatan dan lembar observasi pada kegiatan proses pembelajaran yang di lakukan subjek penelitian. Pada penelitian ini subjek sudah mengimplementasikan KI dan KD pada pembelajaran PJOK di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Banjarbaru sesuai dengan Kurikulum 2013 dan Permendikbud nomor 37 tahun 2018. Kesimpulannya adalah Implementasi kompetensi inti dan kompetensi dasar pada pembelajaran PJOK pada kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Kota Banjarbaru sudah sesuai dengan kurikulum 2013 dan permendikbud 37 tahun 2018 yang telah di implementasikan oleh pendidik PJOK disekolah tersebut
PERSEPSI GURU PJOK SEKOLAH DASAR TERHADAP PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI KECAMATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN TANAH BUMBU
Persepsi merupakan kecakapan untuk melihat, memahami, kemudian menafsirkan suatu stimulus sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan menghasilkan penafsiran dengan ini guru pjok harus mempunyai persepsi yang bertujuan untuk mempermudah memberikan pelajaran pendididikan jasmani olahraga dan kesehatan agar murid memahami materi yang diajarkan. Mengingat betapa pentingnya hasil dari persepsi guru pendidikan jasmansi sekolah dasar terhadap pembelajran daring di masa pandemi covid-19 sekarang ini dengan data berupa dokumen yang bisa menjadi gambaran serta tolak ukur untuk guru, murid, wali murid, dan sekolah. Berdasarkan hasil dari penelitian ini bisa diperoleh kesimpulan bahwa persepsi guru pjok sd di kecamatan simpang empat kabupaten tanah bumbu terhadap pembelajaran daring adalah baik. Hal ini ditunjukan dengan nilai rata-rata sebesar 92,76, nilai rata-rata sebesar 92,76 masuk kedalam interval skor skor 82,5 < x < 97,5 dimana kategori interval tersebut berkategori baik
PEMBELAJARAN MENENTUKAN FAKTA DAN OPINI MENGGUNAKAN SURAT KABAR DIGITAL "KALIMANTAN POST" PESERTA DIDIK KELAS XII SMAN 4 BANJARMASIN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam pembelajaran menentukan fakta dan opini menggunakan surat kabar digital kalimantan post peserta didik kelas XII SMAN 4 Banjarmasin. Penelitian deskriptif kualitatif sebagai jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian mengenai pembelajaran menentukan fakta dan opini menggunakan surat kabar digital kalimantan post peserta didik kelas XII SMAN 4 Banjarmasin diketahui pendidik pada tahap 1) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdapat beberapa komponen yaitu: a) Identitas mata pelajaran, b) Kompetensi inti, c) Kompetensi dasar, dan) Indikator pencapaian, e) Tujuan pembelajaran, f) Pemilihan materi ajar, g) Alokasi waktu, h) Metode pembelajaran, i) Kegiatan pembelajaran, j) Penilaian dan k) Sumber belajar. 2) tahap pelaksanaan terdapat beberapa tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. 3) tahap penilaian yang dilakukan oleh pendidik menggunakan teknik penilaian (a) sikap, (b) pengetahuan, dan (c) keterampilan
KAWASAN TUNGKU NAGA DI SAKKOK, SINGKAWANG DRAGON KILN HERITAGE SITE
Sakkok area in Singkawang is notorious for its traditional Chinese ceramics industry. These ceramics are produced through a wood-firing process in a closed kiln called Dragon Kiln. Dragon Kiln is the product between culture and technology, which was brought by the Southern Chinese immigrants. The only remaining Dragon Kilns, that are still being used and fired now, are in Singapore and Sakkok, Singkawang. Singkawang city is enlisted as Indonesia’s heritage city, therefore, the city is suggested to empower its heritages. This is supported by the people of Singkawang city, in which some of them are the crafters in the Dragon Kiln area. The highlighted architectural problem in this study is “How the architectural design of Dragon Kiln will maximize its Cultural Heritage potential in order to preserve the Dragon Kiln and Traditional Chinese Ceramics Industry?” The applied method for this study is Revitalization Thinking. Revitalization Thinking is a problem solving method based on revitalizing, done in stages, to maximize the design planning. The concept that is implied is an educative, recreational, and sustainable Cultural Heritage Tourism in order to maximize the Cultural Heritage potential of Dragon Kiln through the development of tourism in preserving the Dragon Kiln and Traditional Chinese Ceramics Industry in Singkawang, Indonesia and South-east Asia.Kawasan Sakkok di Singkawang dikenal sebagai penghasil keramik tradisional cina. Keramik-keramik tersebut dihasilkan melalui proses pembakaran pada sebuah tungku pembakaran tertutup yang disebut dengan Tungku Naga. Tungku Naga merupakan hasil teknologi dan budaya yang dibawa para imigran cina daratan, Tungku Naga yang masih aktif digunakan saat ini hanya tersisa di Singapura dan Sakkok Singkawang. Kota Singkawang berstatus sebagai Kota Pusaka Indonesia, sehingga kota ini diwajibkan untuk memberdayakan pusaka-pusakanya. Hal ini didukung oleh warga Kota Singkawang, salah satunya adalah pengrajin-pengrajin di Kawasan Tungku Naga. Sehingga permasalahan arsitektur yang diangkat dalam perancangan ini adalah ”Bagaimana rancangan kawasan Tungku Naga yang memaksimalkan potensi Cultural Heritage (Pusaka Budaya) dalam rangka melestarikan Tungku Naga dan Industri Keramik Tradisional Cina?”. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adapun metode yang akan digunakan adalah Revitalisation Thinking. Revitalisation Thinking merupakan suatu metode penyelesaian masalah berbasis pada revitalisasi yang akan dilakukan secara bertahap, untuk memaksimalkan rancangan desain. Adapun konsep yang digunakan adalah Cultural Heritage Tourism yang edukatif, rekreatif dan berkelanjutan agar kawasan Tungku Naga yang mampu memaksimalkan potensi Cultural Heritage (Pusaka Budaya) melalui pengembangan potensi pariwisata dalam rangka melestarikan Tungku Naga dan Industri Keramik Tradisional Cina di Singkawang, Indonesia dan Asia Tenggara