Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA DENGAN KONTEKS ANYAMAN PURUN PADA MATERI POLA BILANGAN UNTUK SISWA KELAS VIII

    Get PDF
    Matematika sering kali dianggap pelajaran yang sulit dan menakutkan serta sering kali dihindari oleh peserta didik. Hal inilah yang dapat menimbulkan kesulitan belajar. Kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari kegiatan yang dilakukan tidak lepas dari matematika salah satu contohnya materi pola bilangan. Pola bilangan merupakan materi dalam pelajaran matematika untuk siswa kelas VIII yang aplikatif dengan kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut solusi yang dapat dilakukan yaitu dengan mengembangkan E-LKPD berbasis etnomatematika dengan konteks kebudayaan dari Kalimantan Selatan yakni anyaman purun. E-LKPD ini menggunakan website liveworksheets sebagai tempat mengupload E-LKPD. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menghasilkan E-LKPD berbasis etnomatematika dengan konteks anyaman purun pada materi pola bilangan untuk siswa kelas VIII yang valid. Metode penelitian pengembangan yang digunakan yaitu model penelitian 4-D (four D Model) yang dikemukakan oleh Thiagarajan dkk. (1974). Tahap yang dilakukan pada penelitian ini yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), dan develop (pengembangan). Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi. Teknik analisis data dilakukan untuk memperoleh penilaian dari empat aspek yaitu: 1) kelayakan isi; 2) kelayakan penyajian; 3) kelayakan bahasa; dan 4) kebudayaan. Validasi dilakukan dengan tiga orang ahli dan diperoleh skor rata-rata dari total semua aspek sebesar 3,48

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Materi Aritmetika Sosial

    Get PDF
    Pelajaran matematika harus diberikan kepada siswa sejak usia dini dalam membekali mereka untuk berpikir tingkat tinggi. Pemberian soal matematika yang berhubungan dengan kemampuan berpikir tingkatan tinggi dianggap sebagai salah satu upaya untuk memutus ketergantungan siswa menggunakan rumus untuk penyelesaian soal matematika. Siswa akan terlatih untuk mengembangkan logika berpikir dan kreativitas mereka, dengan pembiasaan dalam memberikan masalah yang berorientasi terhadap proses berpikir tingkat tinggi untuk menemukan solusi terhadap permasalahan yang disajikan. LKPD adalah salah satu perangkat pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan kualitas pembelajaran dan menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan melibatkan kegiatan olah tangan seperti penyidikan serta kegiata berpikir seperti penganalisisan data hasil penyidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis kemampun berpikir tingkat tinggi pada materi aritmetika sosial yang valid. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall dengan langkah penelitian pengembangannya disederhanakan menjadi empat langkah yaitu langkah pengumpulan data, langkah perencanaan, langkah pengembangan produk, serta langkah validasi dan revisi. Teknik pengumpulan data berupa angket. Teknik analisis data pada penelitian ini menerapkan teknik analisis data kualitatif yaitu kritik dan saran, teknik analisis data kuantitatif diperoleh dari data pengumpulan angket. Hasil uji validitas pada LKPD menunjukan kriteria valid. Dengan demikian, dihasilkan LKPD berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi pada aritmetika sosial yang valid

    INVENTARISASI DATA EKOLOGIS BERDASARKAN FAKTOR STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON, STATUS MUTU AIR DAN DEBIT ALIRAN DI SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI RANCAH, SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI TIUNG, DAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI SURIAN BESAR: ECOLOGICAL DATA INVENTORY BASED ON PLANKTON COMMUNITY STRUCTURE FACTORS, WATER QUALITY STATUS AND FLOW DISCHARGE IN THE RANCAH SUB-BASIN, TIUNG SUB-WATERSHED, AND LARGE SURIAN SUB-WATERSHED

    Get PDF
    Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Rancah, sub DAS Tiung, dan sub DAS Surian Besar adalah sub DAS - sub DAS yang memiliki sumbangsih terhadap kejadian banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Bencana banjir dapat mengakibatkan kenaikan kecepatan arus sungai serta naiknya partikel yang ada di dasar perairan ke permukaan sehingga mempengaruhi aspek ekologis sungai yakni debit air, status mutu air, serta plankton. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan data ekologis sungai berdasarkan aspek debit velocity, status mutu air dengan metode STORET, struktur komunitas plankton di sub DAS Rancah, sub DAS Tiung dan sub DAS Surian Besar serta mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara debit velocity dengan debit rasional dan debit metode hidrograf satuan sintetik nakayasu. Berdasarkan hasil perhitungan plankton, rata-rata sub DAS – sub DAS yang diteliti memiliki kelimpahan yang tergolong rendah dengan keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi dan tidak ada dominansi. Status mutu air yang paling bagus terdapat di sub DAS Rancah dengan kriteria baik sekali, memenuhi baku mutu. Adapun hasil perhitungan debit  velocity tertinggi terdapat pada sub DAS Surian Besar yakni 105,28 m3/s. The Rancah Watershed (DAS), Tiung sub-watershed, and Surian Besar sub-watershed are sub-watersheds that have contributed to flood events in Banjar Regency, South Kalimantan. Flood disasters can cause an increase in the speed of river currents and the rise of particles on the bottom of the water to the surface so that it affects the ecological aspects of the river, namely water discharge, water quality status, and plankton. The purpose of this study is to obtain river ecological data based on aspects of velocity discharge, water quality status with the STORET method, plankton community structure in the Rancah sub-watershed, Tiung sub-watershed and Surian Besar sub-watershed and find out whether there is a significant difference between velocity discharge and rational discharge and hydrograph method discharge of nakayasu synthetic units. Based on the results of plankton calculations, the average sub-watershed studied has a relatively low abundance with moderate diversity, high uniformity and no dominance. The best water quality status is found in the Rancah sub-watershed with very good criteria, meeting quality standards. The highest velocity discharge calculation results are found in the Surian Besar sub-watershed, which is 105.28 m3/s

    KESUBURAN PERAIRAN KOLAM BENIH DAN INDUK KOLAM IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) BERDASARKAN KANDUNGAN NITRAT, FOSFAT, SERTA KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA UPTD-PBAL KARANG INTAN, DESA JINGAH HABANG, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN S: WATERS FERTILITY OF SEED PONDS AND PARENT PONDS CARP (CYPRINUS CARPIO) BASED ON THE CONTENT OF NITRATE, PHOSPHATE,AND THE ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON IN UPTD-PBAL KARANG INTAN, JINGAH HABANG VILLAGE, KARANG INTAN DISTRICT, BANJAR REGENCY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Unit pelaksanaan teknis daerah perikanan budidaya air payau dan laut karang intan adalah salah satu instansi yang berkegiatan pada ranah budidaya perikanan, mulai dari pemijahan hingga pembesaran. Kegiatan budidaya tak lepas kaitannya dengan kesuburan perairan serta pakan alami yang terkandung didalamnya. Fitoplankton sebagai organisme autotrof yang dapat memproduksi makanan melalui proses fotosintesis, sehingga menjadikannya sebagai produsen perairan atau pakan alami bagi organisme air lainnya. Fitoplankton dapat ditumbuhkan melalaui proses pemupukan pada kolam budidaya. Pupuk mengandung unsur nitrogen, fosfor dan kalium yang dibutuhkan oleh fitoplankton.  Perairan dapat dikatakan subur apabila dapat memproduktivitas pakan alami serta terdapat kandungan unsur hara berupa nitrat dan fosfat. Kandungan kadar nitrat fosfat serta kelimpahan pakan alami yaitu fitoplankton dapat menjadi indikator kesuburan pada perairan. The technical implementation unit for brackish water and coral diamond marine aquaculture is one of the agencies that engages in aquaculture activities, from spawning to rearing. Cultivation activities cannot be separated from the fertility of the waters and the natural food contained therein. Phytoplankton as autotrophic organisms that can produce food through the process of photosynthesis, thus making it a producer of waters or natural food for other aquatic organisms. Phytoplankton can be grown through the fertilization process in aquaculture ponds. Fertilizer contains nitrogen and phosphorus elements needed by phytoplankton. Waters can be said to be fertile if they can produce natural feed and contain nutrients in the form of nitrates and phosphates. The content of nitrate phosphate levels and the abundance of natural feed, namely phytoplankton, can be an indicator of fertility in the waters

    FLUKTUASI SUHU DAN DERAJAT KEASAMAN PADA BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN DIDESA BANYU IRANG KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT: TEMPERATURE FLUCTUATION AND ACIDITY DEGREE AT EX-DIGING INTAN MINING IN BANYU IRANG VILLAGE BATI-BATI DISTRICT TANAH LAUT DISTRICT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi suhu dan derajat keasaman (pH) perairan bekas galian tambang intan di Desa Banyu Irang Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut, dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan informasi dalam perencanaan dan pengelolaan sumberdaya perairan, data yang diperoleh dari hasil pengukuran selama pengamatan diolah dengan menggunakan metode tabel dan grafik, sedangkan analisa deskriptif dilakukan terhadap tabel dan grafik untuk melihat perubahan selama pengamatan dari parameter-parameter tersebut sehingga terlihat jelas adanya perubahan pada setiap pengukuran, adapun hasil pengamatan pada bekas galian tambang intan tersebut selama 72 jam dengan waktu interval satu jam berdasarkan parameter yang diamati dengan nilai rerata suhu selama satu hari yaitu 28.8 °C dan dihari kedua dengan nilai rerata 29.1 °C dan dihari ketiga dengan nilai rerata 28.8°C, sedangkan untuk nilai dari derajat keasaman dengan pengukuran selama 72 jam dengan waktu interval satu jam pada hari pertam mendapatkan nilai rerata 5.6 pada hari kedua didapatkan nilai rerata 5.5 dan pada hari ketiga didapatkan nilai rerata 5.2 jadi kesimpulan untuk fluktuasi nilai rerata suhu dan derajat keasaman (pH) perhari mengalami perubahan namun tidak terlalu signifikan. This study aims to determine the conditions of temperature and acidity (pH) of ex-diamond mine excavated waters in Banyu Irang Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency, The results of this study are expected to be used as information material in the planning and management of aquatic resources, the data obtained from the measurement results during the observations were processed using the table and graph method, while descriptive analysis is carried out on tables and graphs to see changes during the observation of these parameters so that it is clear that there are changes in each measurement, As for the results of the observations on the former diamond mine excavation for 72 hours with an interval of one hour based on the parameters observed, the average temperature value for one day is 28.8 °C and on the second day with an average value of 29.1 °C and on the third day with an average value of 28.8°C , while for the value of the degree of acidity with measurements for 72 hours with an interval of one hour on the first day getting an average value of 5.6 on the second day the average value is 5.5 and on the third day an average value of 5.2 is obtained, so the conclusion for fluctuations in the average value of temperature and degree of acidity ( pH) per day changes but not to significant

    KUALITAS PERAIRAN PANTAI TELUK TAMIANG YANG DI MANFAATKAN SEBAGAI AKTIVITAS PARIWISATA, DI KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: QUALITY OF TAMIANG BEACH WATERS USED AS TOURISM ACTIVITIES, IN KOTABARU REGENCY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Teluk Tamiang mempunyai luas perairan laut lebih kurang 2.289,8 Ha dengan panjang garis pantai kurang lebih satu kilometer dan di dalamnya terdapat sumberdaya hayati perikanan dan kelautan. Panjang garis pantai ± 1 km yang khas dengan pasir putihnya, latar belakang gunung serta bebatuan pantai menambah kesan keeksotikan pantai itu. Ditambah lagi kelandaian pesisir di sepanjang bibir pantai, menambah kesan keeksotisan pantai ketika air laut surut. Membuat kesan lebih nyaman bagi para wisatawan yang datang berlibur. Pantai Teluk Tamiang sudah lama dikenal masyarakat lokal, hingga luar kabupaten kotabaru, Kalimatan Selatan umumnya. Selain sepanjang bibir pantai yang khas dengan pasir putih dan bersih, air lautnya juga yang jernih tak jarang menjadi tempat wisata bersnorkling dan diving.Pantai Teluk Tamiang merupakan salah satu destinasi wisata alam pantai di Kabupaten Kotabaru yang sudah sedemikian populer,. Pantai Teluk Tamiang berada didesa Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Tanjung Selayar yang menyimpan keindahan alam, tidak salah jika Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kotabaru menjadi Pantai Teluk Tamiang, salah satu dari lima destinasi unggulan daerah. Kualitas air yang menurun akan menyebabkan terkumpulnya bahan organik, senyawa toksik atau racun, dan zat berbahaya lainnya. Kondisi kualitas perairan pantai di teluk tamiang belum diketahui oleh sebab itu dilakukan penelitian tentang kualitas air di pantai teluk tamiang. Tamiang Bay has an area of sea waters of approximately 2,289.8 hectares with a coastline of approximately one kilometer and in it there are fisheries and marine biological resources. The length of the coastline is ± 1 km which is distinctive with its white sand, mountain background and beach rocks that add to the impression of the exoticism of the beach. Plus the slope of the coast along the shoreline, adding to the impression of the exoticism of the beach when the sea water recedes. Make a more comfortable impression for tourists who come on vacation. Tamiang Bay Beach has long been known to the local community, even outside the Kotabaru district, South Kalimantan in general. In addition to the typical coastline with white and clean sand, the clear sea water is also often a tourist spot for snorkeling and diving. Tamiang Bay Beach is one of the most popular natural beach tourism destinations in Kotabaru Regency. Teluk Tamiang Beach is located in Teluk Tamiang village, Tanjung Selayar Island District which has natural beauty, it is not wrong if the Kotabaru Regency Government through the Kotabaru Youth Sports and Tourism Office becomes Tamiang Bay Beach, one of the five leading regional destinations. Decreased water quality will cause the accumulation of organic matter, toxic or toxic compounds, and other harmful substances. The condition of the quality of the coastal waters in Tamiang Bay is not yet known. Therefore, a study was conducted on the water quality of Tamiang Bay Beach

    Nitrogen Availability in Upland Soil Treated with Swallow Dropping

    Get PDF
    One of the problems in upland soils is poor in nutrient N.  One effort to increase the availability of N in the soil is by providing swallow’s droppings which has a high N content.  Thus, the purpose of this research was to determine the availability of N on upland soil was by applying swallow manure.  This research employed Completely Randomized Design (CRD) with single factors (several levels of swallow’s manure:  0.0; 2.5; 5.0; 7.5; and 10.0 t ha–1).  The availability of N in the soil was observed through the experimental column leaching, where 20 g of Ultisols was mixed with 20 g of quartz sand and swallow’s manure on a leaching column of 1-inch diameter and 20 cm height.  Mineralized amounts of NH4+ and NO3– from the soil were determined by the percolation method (leaching) in every five days for 25 days.  The results showed that the application of swallow’s manure increased the availability of total-N in the soil in the form of NH4+ and NO3–, and produced the release pattern of NH4+ and NO3– which was still relatively high until the end of the testing period.  The results of this study demonstrate that application of swallow’s manure may be used as a slow-release fertilizer.One of the problems in upland soils is poor in nutrient N.  One effort to increase the availability of N in the soil is by providing swallow’s droppings which has a high N content.  Thus, the purpose of this research was to determine the availability of N on upland soil was by applying swallow manure.  This research employed Completely Randomized Design (CRD) with single factors (several levels of swallow’s manure:  0.0; 2.5; 5.0; 7.5; and 10.0 t ha–1).  The availability of N in the soil was observed through the experimental column leaching, where 20 g of Ultisols was mixed with 20 g of quartz sand and swallow’s manure on a leaching column of 1-inch diameter and 20 cm height.  Mineralized amounts of NH4+ and NO3– from the soil were determined by the percolation method (leaching) in every five days for 25 days.  The results showed that the application of swallow’s manure increased the availability of total-N in the soil in the form of NH4+ and NO3–, and produced the release pattern of NH4+ and NO3– which was still relatively high until the end of the testing period.  The results of this study demonstrate that application of swallow’s manure may be used as a slow-release fertilizer

    Karakteristik Tanah Gambut Transisi dan Gambut Pedalaman Kalimantan Selatan pada Tingkat Perombakan Hemik

    Get PDF
    Peat soil has various characteristics due to differences in peat-forming materials, formation processes, and environmental conditions. In South Kalimantan, the environment of peat formation is more dominant in the form of transition peat and inland peat. This study aims to determine the characteristics of transition peat soil and inland peat, including soil pH, total acidity, carboxylic functional groups (-COOH) and OH-phenolic functional groups, in South Kalimantan at the level of hemic reshuffle. This study used a purposive sampling method with regard to the decompotion degree of peat, i.e., hemic (half baked). The soil used comes from transitional peat (Sub-district of North Ulin/LUU and West Ulin Platform/LUB) and inland peat (Banjang District, Hulu Sungai Utara/HSU) and Kandangan Subdistrict, Hulu Sungai Selatan/HSS). The results showed that soil acidity in transitional peat (LUU and LUB) was higher than inland peat (HSU and HSS) as indicated by the pH value of transitional peat soil with a range of 4.25 and a total acidity concentration of 234.16 cmol kg-1 for transitional peat, while the carboxylic groups (-COOH) concentration in transition peat (LUU and LUB) and inland peat (HSU and HSS) showed almost the same concentration of 94.91 cmol kg-1 in transitional peat (LUU and LUB) and 92.83 cmol kg-1 in inland peat (HSU and HSS). The concentration of OH-phenolic groups in transitional peat (LUU and LUB) is higher than inland peat (HSU and HSS), which is indicated by the transitional peat OH-phenolic (LUU and LUB) groups concentration  of 139.25 cmol kg-1.Peat soil has various characteristics due to differences in peat-forming materials, formation processes, and environmental conditions. In South Kalimantan, the environment of peat formation is more dominant in the form of transition peat and inland peat. This study aims to determine the characteristics of transition peat soil and inland peat, including soil pH, total acidity, carboxylic functional groups (-COOH) and OH-phenolic functional groups, in South Kalimantan at the level of hemic reshuffle. This study used a purposive sampling method with regard to the decompotion degree of peat, i.e., hemic (half baked). The soil used comes from transitional peat (Sub-district of North Ulin/LUU and West Ulin Platform/LUB) and inland peat (Banjang District, Hulu Sungai Utara/HSU) and Kandangan Subdistrict, Hulu Sungai Selatan/HSS). The results showed that soil acidity in transitional peat (LUU and LUB) was higher than inland peat (HSU and HSS) as indicated by the pH value of transitional peat soil with a range of 4.25 and a total acidity concentration of 234.16 cmol kg-1 for transitional peat, while the carboxylic groups (-COOH) concentration in transition peat (LUU and LUB) and inland peat (HSU and HSS) showed almost the same concentration of 94.91 cmol kg-1 in transitional peat (LUU and LUB) and 92.83 cmol kg-1 in inland peat (HSU and HSS). The concentration of OH-phenolic groups in transitional peat (LUU and LUB) is higher than inland peat (HSU and HSS), which is indicated by the transitional peat OH-phenolic (LUU and LUB) groups concentration  of 139.25 cmol kg-1

    DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PJOK DI SMPN 2 BANJARBARU

    Get PDF
    Pandemi covid-19 membuat kehidupan  berubah 180 derajat, karena sebelum adanya pandemi aktivitas diluar rumah ataupun disekolah tidak  ada batasan, Namun dengan kedatangan covid-19 yang umumnya melanda dunia terkhusus di Indonesia. Sektor pendidikan sangat merasakan dampak yang luarbiasa karena merubah pembelajaran yang awalnya tatap muka langsung turun ke sekolah kini berubah menjadi jarak jauh dengan menggunakan bantuan alat elektronik berupa handphone atau semacamnya.  Mengingat betapa pentingnya hasil belajar  siswa  pada mata  pelajaran pjok di masa pandemi covid-19 sekarang ini dengan  data berupa nilai raport dan wawancara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini bisa diperoleh kesimpulan bahwa dampak pandemi Covid-19 terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran PJOK di SMPN 2 Banjarbaru  melalui kajian nilai raport dan pendapat guru, menunjukkan adanya perbandingan ketuntasan hasil belajar siswa pada nilai kognitif (pengetahuan) yang lebih besar dibandingkan nilai psikomotorik (keterampilan). Ketuntasan individual siswa yang mencapai nilai pengetahuan (kognitif)  ≥76 sebanyak 192 siswa dari 196 jumlah siswa secara keseluruhan, dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 98%. Sedangkan ketuntasan individual siswa yang mencapai nilai keterampilan (psikomotorik)  ≥76 hanya sebanyak 185 siswa dari 196 jumlah siswa secara keseluruhan, dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 94%

    PERAN PJOK TERHADAP PESERTA AKTIVITAS FISIK PESERTA DIDIK SMP NEGERI 3 MARTAPURA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran PJOK terhadap aktivitas fisik siswa di SMP 3 Negeri Martapura. Penelitian ini dilakukan pada sampel 70 siswa terhadap 70 siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Negeri Martapura. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Metode yang digunakan adalah kuesioner yang terdiri dari pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian tentang peran PJOK terhadap aktifitas fisik siswa di SMP Negeri 3 Martapura menunjukkan bahwa 1 siswa atau 1,4% memiliki aktivitas fisik rendah, 14 siswa atau 20% rata-rata aktifitas fisik sedang dan 55 siswa atau 78,6%. Itu menunjukkan memiliki aktifitas fisik sedang dan tinggi menjadi rata-rata kegiatan fisik peserta didik setiap harinya

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇