Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING INTEGRASI TUTOR SEBAYA (PEER TEACHING) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA

    Get PDF
    Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan di kelas eksperimen dan kelas kontrol berupa: (1) keterampilan proses sains; (2) hasil belajar dan (3) respon peserta didik. Design penelitian menggunakan eksperimen semu dengan non-equivalent control group design di SMAN 5 Banjarmasin. Sampel penelitian adalah peserta didik kelas XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer teaching, sedangkan peserta didik kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran direct instructions. Variabel bebas adalah model inkuiri terbimbing integrasi peer teaching sedangkan variabel terikat adalah keterampilan proses sains dan hasil belajar peserta didik. Pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan di kelas eksperimen dan kontrol dalam hal: (1) keterampilan proses sains, (2) hasil belajar pengetahuan; serta respon positif peserta didik terhadap model pembelajaran inkuiri terbimbing integrasi peer teaching

    MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR MATERI LARUTAN PENYANGGA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERORIENTASI LKPD LEVEL REPRESENTASI KIMIA

    Get PDF
    Peserta didik tidak terbiasa belajar menggunakan model pembelajaran student center. Oleh sebab itu, guru menggunakan model inkuiri terbimbing sebagai solusinya. Penelitian tentang penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi larutan penyangga untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar dengan objek yaitu 30 orang peserta didik di kelas XI IPA 1 MAN Kotabaru. Penelitian ini menerapkan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Model John Elliot secara bersiklus. Adapun aspek yang diteliti meliputi tindakan guru, aktivitas guru, aktivitas peserta didik, afektif, psikomotorik, keterampilan proses sains, dan hasil belajar kognitif peserta didik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan penerapan model inkuiri terbimbing ditemukan beberapa tindakan yang dapat membuat peserta didik mampu melaksanakan seluruh siklus inkuiri terbimbing, sehingga keberhasilan tindakan disertai dengan peningkatan keterampilan proses sains dan hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang dapat membuat peserta didik mampu merumuskan masalah yaitu memberikan reward kepada peserta didik yang mampu bertanya, kemudian tindakan yang dapat membuat peserta didik mampu merumuskan hipotesis yaitu menyediakan kalimat tak lengkap kemudian meminta peserta didik untuk mengisi bagian yang kosong untuk melengkapi kalimat tersebut, dan tindakan yang dapat membuat peserta didik mampu mengumpulkan data dan menguji hipotesis yaitu dengan memberikan opsi/pilihan jawaban, serta tindakan yang dapat membuat peserta didik mampu menyimpulkan yaitu dengan meminta peserta didik untuk bertukar pikiran dengan teman berbeda kelompok

    PERBEDAAN MOTIVASI DAN PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN LABORATORIUM RIIL DENGAN LABORATORIUM VIRTUAL

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang perbedaan motivasi dan perbedaan hasil belajar pada materi hidrolisis garam antara model Problem Based Learning menggunakan laboratorium riil dengan laboratorium virtual di SMAN 4 Banjarmasin. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui perbedaan motivasi dan perbedaan hasil belajar antara model Problem Based Learning menggunakan laboratorium riil dengan laboratorium virtual. Penelitian menggunakan metode eksperimen semu dengan pre-test post-test control group design. Sampel diambil dari kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen serta XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan teknik tes, observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji-t dan analisis deskriptif. Uji-t digunakan dalam menganalisis perbedaan motivasi dan hasil belajar pengetahuan peserta didik kelas eksperimen dengan kelas kontrol untuk mengetahui adanya pengaruh model Problem Based Learning menggunakan laboratorium virtual. Penelitian menunjukkan hasil (1) motivasi belajar memiliki perbedaan yang signifikan, (2) hasil belajar pengetahuan memiliki perbedaan yang signifikan

    PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBANTUAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN METAKOGNISI PESERTA DIDIK PADA MATERI STOIKIOMETRI

    Get PDF
    Penelitian yang dilakukan mengenai penggunaan model pembelajaran problem solving yang dibantu dengan media peta konsep pada materi stoikiometri kelas X SMA Negeri 9 Banjarmasin. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) kegiatan guru, (2) kegiatan peserta didik, (3) keterampilan metakognisi, (4) hasil belajar aspek kognitif, dan afekti (5) respon peserta didik terhadap pembelajaran menggunakan model Problem Solving berbantuan Peta Konsep. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X MIA 1 dengan jumlah 35 peserta didik. Instrumen penelitian berupa instrumen tes keterampilan metakognisin dan hasil belajar peserta didik, sedangkan instrumen non tes menggunakan lembar observasi dan angket. Analisis data menggunakan teknik deksriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) kegiatan guru meningkat dengan kategori kurang baik menjadi kategori sangat baik; (2) kegiatan peserta didik meningkat dengan kategori aktif menjadi kategori sangat aktif; (3) keterampilan metakognisi peserta didik meningkat dari kategori mulai berkembang menjadi sudah berkembang dengan baik; (4) kognitif peserta didik meningkat dari 68,89% menjadi 86,81%, afektif peserta didik meningkat dari 8,97 menjadi 10,97, (5) respon peserta didik menunjukan respon dengan kategori sangat baik

    ANALISIS BUTIR SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER GASAL MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN TINGKAT KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA KELAS VI SD SE-KOTA BANJARBARU

    Get PDF
    Penilaian dilakukan pada pertengahan semester untuk mengetahui kemampuan seorang peserta didik dalam menguasai suatu mata pembelajaran. Mengingat pentingnya penialian pada pertengahan semester ini, pertanyaan berkualitas diperlukan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana kualitas kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, pendidik harus mampu terampil membuat dan mengembangkan soal-soal PJOK guna melatih kemampuan berpikir kritis siswanya. Diperoleh data empiris dari hasil analisis persentase keseluruhan 35 butir soal bermuatan HOTS pada soal ujian tengah semester PJOK Kelas VI SD Se-Kota Banjarbaru yang didapati peneliti adalah 80% untuk soal LOTS, 9% untuk soal MOTS, 11% untuk soal HOTS. Sehingga dapat diambil kesimpulan kualitas pada soal penilaian tengah semester Kelas VI PJOK SD Se-Kota Banjarbaru Tahun Ajaran 2021/2022 masih rendah

    PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MASASE DI KECAMATAN BANJARBARU UTARA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Persepsi Masyarakat Terhadap Masase di Kecamatan Banjarbaru Utara. Penelitan ini menggunakan  metode survey, untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap masase di Kecamatan Banjarbaru Utara. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat di Kecamatan Banjarbaru Utara yang pernah menggunakan jasa masase dan berusia 18-40 tahun yang berjumlah 52.842 orang. Sebagai sampel penelitian ini berjumlah 270 orang yang dipilih secara  acak (random sampling). Dari hasil analisa penelitian ini diketahui bahwa persepsi masyarakat terhadap masase di Kecamatan Banjarbaru Utara pada kategori “Sedang” atau cukup baik dalam memperoleh hasil perhitungan persentase sebesar 37,8%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa persepsi masyarakat di Kecamatan Banjarbaru Utaradengan kategori sangat rendah ada 9 responden atau 3,3%, dengan kategori rendah ada 76 responden atau 28,1%, dengan kategori sedang ada 102 responden atau 37,8%, dengan kategori tinggi ada 59 responden atau 21,9%, dengan kategori sangat tinggi ada 24 responden atau 8,9%.   &nbsp

    TAMAN OLAHRAGA REKREASI DI BANJARBARU

    Get PDF
    Physical exercise is one of the most important activities to do considering the many benefits that result from exercising, both in terms of the physical and spiritual health aspects of a person. However, due to various factors such as laziness, lack of adequate physical exercise facilities, and the location of each physical exercise facility which is separate from each other, the interest of the Banjarbaru community in physical exercise is low. Banjarbaru Recreational Physical Exercise Park is the answer to this problem. This area is the form of a thematic park that aims to accommodate various types of physical exercise and at the same time as an interactive recreation facility in an integrated area so that people will be able to exercise in a recreational way. In accordance with its objectives, the Banjarbaru Recreational Physical Exercise Park consists of two main functions, namely as a forum that facilitates recreational physical exercise activities and as a recreational facility to attract the interest of the Banjarbaru community to come and exercise. The Superimposition method was chosen as the solution method because it combines and collides two spatial programs in this context in the form of recreational and recreational physical exercise in which each spatial program will be contaminated with each other and form a new pattern so that it will realize the goals to be achieved.Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang sangat penting untuk dilakukan mengingat banyaknya manfaat yang dihasilkan dari berolahraga, baik itu manfaat terhadap aspek kesehatan jasmani maupun rohani seseorang. Namun dikarenakan oleh berbagai faktor seperti malas, kurangnya fasilitas olahraga yang memadai, serta letak tiap fasilitas olahraga yang saling terpisah membuat minat masyarakat Banjarbaru terhadap olahraga menjadi rendah. Taman Olahraga Rekreasi di Banjarbaru merupakan jawaban atas permasalahan ini. Kawasan ini merupakan taman tematik yang bertujuan mewadahi berbagai jenis olahraga dan sekaligus sebagai sarana rekreasi yang interaktif dalam suatu kawasan terpadu sehingga masyarakat akan dapat berolahraga dengan cara yang rekreatif. Sesuai dengan tujuannya, Taman Olahraga Rekreasi di Banjarbaru terdiri dari dua fungsi utama yaitu sebagai wadah yang memfasilitasi kegiatan olahraga rekreasi dan sebagai sarana rekreasi agar menarik minat masyarakat Banjarbaru untuk datang dan berolahraga. Metode Superimposisi dipilih sebagai metode penyelesaian karena menggabungkan dan membenturkan dua program spasial dalam konteks ini berupa olahraga rekreasi dan rekreasi yang mana tiap program spasial tersebut akan saling terkontaminasi dan membentuk pola baru sehingga akan mewujudkan tujuan yang ingin dicapai

    BANJARBARU PERFORMING ART CENTER YANG RESPONSIF DI ERA NEW NORMAL

    Get PDF
    The design of the Performing Art Center in Banjarbaru City was the background of the lack of art container that accommodates and can only facilitate art activists on a small scale. So it can be said that the Banjarbaru City really needs a place that can accommodate art containers creativity, plus the problem in the pandemic era makes the art apparent death. The design of Performing Art Center aim to produce a design concept that can be an art container place responsive to the new normal with new normal concept and the new normal phenomenological approach, as for the appearance of the building applying concept Contemporary Architecture. Concept applied both to the arrangement of mass, circulation, facade, building technology, color and form.Perancangan Pusat Seni Pertunjukan di Kota Banjarbaru dilatarbelakangi oleh minimnya wadah berkesenian yang mewadahi dan hanya dapat memfasilitasi para pegiat seni dalam skala kecil. Sehingga dapat dikatakan bahwa Kota Banjarbaru sangat memerlukan suatu wadah yang dapat menampung kreativitas berkesenian, ditambah lagi permasalahan di era pandemi membuat kesenian menjadi mati suri. Perancangan Pusat Seni Pertunjukan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu konsep desain yang dapat menjadi wadah berkesenian yang responsif terhadap kenormalan baru dengan konsep new normal dan pendekatan fenomenologi new normal, sedangkan untuk tampilan bangunan menerapkan konsep Arsitektur Kontemporer. Konsep diterapkan baik pada tatanan massa, sirkulasi, fasad, teknologi bangunan, warna maupun bentuk

    PUSAT EDUKASI SUNGAI KARANG MUMUS

    Get PDF
    Pusat Edukasi Sungai Karang Mumus Samarinda merupakan tempat pembelajaran rehabilitasi sungai yang dilaksanakan oleh Komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS SKM). Tujuan GMSS adalah mengadakan fasilitas untuk mengedukasi masyarakat agar memulihkan kondisi, fungsi, kemanfaatan Sungai Karang Mumus bagi lingkungan hidup yang baik dan sehat serta kesejahteraan masyarakat, binatang, dan ruang hidup alami. Program yang dilakukan dari sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat yang akan mendorong masyarakat, akademisi, dan pendatang kota peduli pada lingkungan sungai. Melalui pendekatan arsitektur ekologis yang diharapkan agar masyarakat dapat menangkap dari tujuan GMSS dari melihat, memahami, meningkatan kepedulian terhadap lingkungan, dan memiliki tindakan aktif dalam memelihara sungai.Samarinda's Karang Mumus River Education Center is a river rehabilitation learning center conducted by the Komunitas Gerakan Memungut Sehelai Sampah (GMSS SKM). The purpose of GMSS isheld facilities to educate the public so as to restore the condition, function, use of the Karang Mumus River for a good and healthy environment and the welfare of the community, animals and natural living space. The program is carried out from socialization and community empowerment that will encourage the community, academics, and city migrants to care about the river environment. Through an ecological architectural approach that is expected so that the community can capture from the GMSS's objectives of seeing, understanding, increasing awareness for the environment, and having active actions in maintaining the river

    PRARANCANGAN PABRIK ASAM OKSALAT DARI LIMBAH TONGKOL JAGUNG MELALUI PROSES OKSIDASI KARBOHIDRAT KAPASITAS 3000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Asam oksalat adalah senyawa kimia yang berbentuk padatan serbuk putih, yang bisa disebut dengan asam etanadinoat. Berdasarkan import data, asam oksalat Indonesia dari tahun 2015-2019 dapat ditentukan peluang kapasitas pabrik asam oksalat pada tahun 2026 yaitu sebesar 3000 ton/tahun, dengan bahan baku limbah tongkol jagung berlokasi di Tuban, Jawa Timur. Prarancangan pabrik asam oksalat dari limbah tongkol jagung melalui proses oksidasi karbohidrat kapasitas 3000 ton pertahun ini, didirikan untuk memenuhi  kebutuhan  asam oksalat  yang terus meningkat  sampai tahun  2026  mendatang. Pembuatan asam oksalat melalui proses oksidasi karbohidrat ini, bahan dasarnya harus mengandung ±60% larutan glukosa. Glukosa dihasilkan dari hidrolisis tongkol jagung dengan katalis asam sulfat (H2SO4) 1% pada suhu1130 oC. Padatan dan larutan hidrolisis diadsorpsi untuk menyerap by product ( HMF dan furfural). H2SO4 yang terkandung dalam larutan hidrolisis dinetralkan dengan NaOH, lalu dipisahkan endapannya menggunakan rotary drum vacuum filter. Glukosa yang dihasilkan direaksikan dengan asam nitrat pada suhu175 oC selama 2 jam dengan menggunakan vanadium pentoksida sebagai katalisnya. Asam oksalat yang diperoleh dipisahkan, disaring dan dikristalisasi. Kandungan asam oksalat yang dihasilkan adalah 90% dengan kemurnian 99% dan yield 70%. Proses ini dapat dilakukan secara batch ataupun secara kontinyu. Kebutuhan air untuk utilitas diambil dari sungai Bengawan Solo sebanyak 193200,7442 kg/jam. Sedangkan listrik untuk memenuhi kebutuhan operasional sebesar 260,093 kW/jam disuplai dari Pembangkit Listrik Gresik. Untuk mengantisipasi adanya pemadaman, maka dipersiapkan 2 buah generator dengan power 1000 kW.  Bentuk perusahaan yang didirikan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift dengan jumlah karyawan sebanyak 147 orang. Pabrik asam oksalat direncanakan beroperasi 330 hari selama 1 tahun. Nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 19,75 %, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,36 tahun, sedangkan kapasitas Break Event Point (BEP) adalah 49,13%, dan Shut Down Point (SDP) adalah 29,40%. Nilai-nilai tersebut menunjukan bahwa layak untuk dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik.  Kata Kunci: Asam Oksalat, Hidrolisis, Oksidasi, Tongkol Jagun

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇