Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    KANTOR GRID NETWORK KOMPAS GRAMEDIA JAKARTA PUSAT UPAYA NEXT NORMAL WORKLIFE STRATEGY

    Get PDF
    The ongoing Covid-19 pandemic has changed many things, working from home has also changed employees' point of views on safety in the workplace should they have to return to work from the office, similar to the Grid Network company which is a subsidiary of Kompas Gramedia for publications that produce and distribute the news, entertainment and lifestyle. Because the output from this media is digital and print, work from the office is still very necessary and cannot be completely replaced by an online system. This is realized by using spatial perception method with Biophillic concept, which is a form of sustainable building design that has great potential to contribute to human health and well-being, especially in the midst of a pandemic. This method not only contributes to the aesthetics and functionality of the space, but also helps in the process of creating a workspace that minimizes employees' exposure to the risk of Covid-19 transmission.Berlangsungnya pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. bekerja dari rumah turut mengubah pandangan karyawan mengenai keselamatan di tempat kerja seandainya mereka harus kembali bekerja di kantor, serupa dengan perusahaan Grid Network yang merupakan anak perusahaan Kompas Gramedia untuk penerbitan yang memproduksi dan mendistribusikan berita, hiburan dan gaya hidup. Karena hasil keluaran media ini adalah digital dan cetak, pekerjaan di kantor masih sangat diperlukan dan tidak bisa diganti sepenuhnya dengan sistem daring. Perusahaan perlu meyakinkan karyawan mereka bahwa kantor adalah lingkungan yang aman. Hal tersebut diwujudkan dengan menggunakan metode persepsi spasial dengan konsep Biofilik yang mana salah satu bentuk desain bangunan berkelanjutan yang berpotensi besar untuk berkontribusi bagi kesehatan dan kesejahteraan manusia terutama di tengah pandemi. Pendekatan ini tidak hanya memperhatikan estetika dan fungsional ruang namun juga membantu proses penciptaan ruang kerja yang meminimalisir karyawan terpapar resiko penularan Covid-19

    PUSAT INFORMASI GEOPARK MERATUS DI BANJARBARU

    Get PDF
    The Meratus Geopark is a government program to preserve the Meratus Mountains. These mountains stretch from the southeast to the northwest of South Kalimantan Province. These mountains have biodiversity and non-biological diversity which in recent years has been massively exploited to the point of environmental degradation. To reduce and anticipate environmental damage, the local government cooperates with various parties to initiate the Meratus Geopark program. In 2019, Geopark Meratus succeeded in becoming part of Geopark Indonesia, but until now there is no Meratus Geopark Information Center available. The Meratus Geopark Information Center is planned to be built in Pumpung Cempaka Village which is known as one of the largest diamond mining villages in South Kalimantan. The architectural problem to be solved is "How is the design of the Meratus Geopark tourism information and research center that is able to become a center for geological studies as well as being able to educate the public to participate in preserving the natural environment of the Meratus Mountains?". To solve this problem, the Mawaris Meratus concept was initiated as an effort to raise awareness and educate the public to protect Meratus' wealth. This concept is realized by using the active learning method. This design resulted in the Meratus Geopark Information Center which educates the public to take a role in preserving and inheriting the natural environment of the Meratus Mountains.Geopark Meratus merupakan program pemerintah dalam rangka melestarikan Pegunungan Meratus. Pegunungan ini membentang dari tenggara hingga ke barat laut Provinsi Kalimantan Selatan. Pegunungan ini memiliki keanekaragaman hayati dan non hayati yang beberapa tahun terakhir dieksploitasi besar-besaran hingga terjadi degradasi lingkungan. Untuk mengurangi dan mengantisipasi kerusakan lingkungan, maka pemerintah daerah bekerjasama dengan berbagai pihak menggagas program Geopark Meratus. Pada tahun 2019, Geopark Meratus berhasil menjadi bagian dari Geopark Indonesia, namun hingga saat ini belum tersedia  Pusat Informasi Geopark Meratus. Pusat Informasi Geopark Meratus direncanakan akan dibangun di Desa Pumpung Cempaka yang dikenal sebagai salah satu desa penambang intan terbesar di Kalimantan Selatan. Adapun permasalahan arsitektur yang akan dipecahkan adalah “Bagaimana rancangan pusat informasi pariwisata dan penelitian Geopark Meratus yang mampu menjadi pusat kajian geologi sekaligus mampu mengedukasi masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan alam Pegunungan Meratus?”. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut digagas konsep Mawaris Meratus sebagai upaya memberi kesadaran dan mengedukasi masyarakat untuk menjaga kekayaan Meratus. Konsep ini diwujudkan dengan menggunakan metode active learning. Perancangan ini menghasilkan Pusat Informasi Geopark Meratus yang mengedukasi masyarakat untuk mengambil peran dalam melestarikan dan mewariskan lingkungan alam Pegunungan Meratus

    KAWASAN WISATA KAMPUNG KETUPAT DI KOTA BANJARMASIN

    Get PDF
    Sungai Baru is a settlement of the home industry for ketupat, lontong, and nipah handicrafts which is traversed by the Martapura River, one of the biggest rivers in Banjarmasin City. However, the existence of this home industry has decreased which impacts the economic conditions of the residents. Therefore, Sungai Baru area has the potential to be used as a tourist area that can increase the existence of home industries of ketupat, lontong, and nipah handcrafts to maintain the Banjar culture. The main of the architectural problem for this study is the protrusion of the identity of the ketupat village which can increase the potential of the area. Through the concept of the Eco-Regionalism program with contextual architectural methods, it is hoped that the tourist area can highlight the characteristics of the Sungai Baru area as a ketupat village by paying attention to environmental and community aspects.Kawasan Sungai Baru merupakan permukiman dengan mayoritas warga bermata pencaharian sebagai pengembang produksi industri rumah tangga ketupat, lontong, dan kerajinan nipah. Permukiman ini dilalui oleh Sungai Martapura yang merupakan salah satu sungai utama di Kota Banjarmasin. Namun sangat disayangkan saat sekarang keberadaan industri rumah tangga tersebut mengalami penurunan yang berdampak pada penggerak industri tersebut. Maka dari itu Kawasan Sungai Baru sangat berpotensi dijadikan sebagai Kawasan Wisata yang dapat meningkatkan kembali keberadaan industri rumah tangga ketupat, lontong, dan anyaman nipah sehingga dapat menjaga salah satu khazanah budaya banjar. Sehingga permasalahan yang diangkat pada perancangan adalah penonjolan identitas kampung ketupat yang dapat meningkatkan potensi kawasan. Melalui konsep program Eko-Regionalisme dengan metode arsitektur kontekstual diharapkan kawasan wisata dapat menonjolkan karakteristik Kawasan Sungai Baru sebagai kampung ketupat dengan memperhatikan aspek lingkungan dan masyarakat

    PRARANCANGAN PABRIK ETILEN DIASETAT DARI ETILEN GLIKOL DAN ASAM ASETAT DENGAN PROSES ESTERIFIKASI KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Prarancangan pabrik etilen diasetat dari etilen glikol dan asam asetat dengani proses esterifikasi kapasitas 40.000 ton/tahun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan etilen diasetat di Indonesia pada 2026 mendatang. Etilen diasetat berfungsi sebagai bahan yang digunakan dalam pembuatan karet dan cat, re-flow solven pada pelapisan termoplastik aklirik, solven dalam pengecoran, kosmetik, perekat, farmasi dan sebagai parfum. Proses yang digunakan dalam pembuatan etilen diasetat adalah dengan proses esterifikasi yang berlangsung dalam Reaktor Batch Tangki Berpengaduk dengan konversi 95,13% pada kondisi operasi temperatur 90°C dan tekanan 1 atm selama 6 jam dengan reaksi bersifat endotermis. Produk keluaran dari reaktor dialirkan ke rotary drum vacuum filter untuk memisahkan produk dari katalis. Kemudian keluaran dari RDFV masuk ke tangki berpengaduk untuk pencampuran dengan pelarut benzene dan chloroform. Produk selanjutnya dimasukkan ke dalam dekanter untuk dipisahkan berdasarkan fase berat dan ringan. Fase ringan berupa asam asetat dan etilen glikol dialirkan menuju waste water treatment (WWTP) dan fae berat dialirkan menuju menara distilasi. Keluaran dari menara distilasi selanjutnya dimasukkan ke tangki penyimpanan produk. Pabrik berlokasi di Kawasan industri Karang Pilang, Surabaya, Jawa Timur. Pabrik ini direncanakan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff denganrjumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 112 orang. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa Percent Return On Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 46,38%. Pay Out Timeo (POT) sesudah pajak adalah 1,77 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 43,17% kapasitas dan Shut Down Point (SDP) sebesar 32,75% kapasitas. Berdasarkan data-data analisa di atas dapat disimpulkan bahwa Pabrik Etilen Diasetat dari Asam Asetat dan Etilen Glikol dengan kapasitas 40.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.  Kata Kunci: Etilen diasetat, Proses esterifikasi, RTB, Menara distilasi

    PRARANCANGAN PABRIK SODIUM LINEAR ALKYLBENZENE SULFONATE DARI LINEAR ALKYLBENZENE DAN CAUSTIC SODA DENGAN PROSES SULFONASI OLEUM 20% KAPASITAS 40.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Sodium Linear Alkylbenzene Sulfonate atau (NaLAS) merupakan salah satu bahan surfaktan anionik. NaLAS dalam bidang industri banyak digunakan sebagai bahan aktif pembuatan detergen sintetis, selain itu juga banyak digunakan sebagai bahan baku sabun, pembersih lantai, peralatan rumah tangga, kosmetik dan keperluan industri lainnya. NaLAS merupakan surfaktan yang paling banyak digunakan untuk pembuatan deterjen saat ini, karena merupakan surfaktan yang bersifat biodegredable atau mudah terurai sehingga lebih aman digunakan serta ramah terhadap lingkungan. Pabrik ini direncanakan akan didirikan pada tahun 2026 dengan kapasitas 40.000 ton/tahun. NaLAS dengan rumus C12H25C6H4-SO3Na merupakan senyawa hasil reaksi antara Linear Alkylbenzene (C12H25C6H5) dengan oleum 20% (H2SO4.SO3) di dalam suatu reaktor tangki berpengaduk (RTB). Proses pembuatan NaLAS melalui tiga tahap, yaitu tahap sulfonasi, tahap pemisahan dan tahap netralisasi. Reaksi sulfonasi mencapai tingkat konversi sebesar 99% dimana rasio LAB dengan oleum 20% yaitu 1:1,25 serta beroperasi pada suhu 46°C. Reaksi sulfonasi menghasilkan LAS yang belum dinetralisasi. Hasil samping dari LAS berupa asam sulfat yang kemudian dipisahkan menggunakan dekanter. Asam sulfonat yang masih ada di dalam LAS dinetralkan dengan larutan caustic soda (NaOH 20%) sehingga membentuk produk NaLAS. Reaksi netralisasi yang bersifat eksotermis menggunakan pendingin untuk menjaga suhu reaksi pada 55°C dan tekanan konstan 1 atm. Produk dari netralizer dimasukkan ke dalam evaporator untuk mengurai kandungan air dalam produk. Pabrik NaLAS berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan sistemnorganisasi line and staff. Tenaga kerjaayang dibutuhkan sebanyak 160 orang. Berdasarkan analisa ekonomi diperoleh Return of Investment (ROI) sebelum pajak  yaitu sebesar 40,85 % dan Return of Investment (ROI) setelah pajak sebesar 26,55 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,97 tahun dan Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 2,7 tahun. Sehingga didapatkan nilai Break Event Point (BEP) yaitu sebesar 50,00% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 24,83%. Berdasarkan pertimbangan hasil analisa ekonomi tersebut, maka pabrik NaLAS dengan kapasitas 40.000 ton/tahun memungkinkan untuk dilanjutkan ke tahap perancangan. Kata Kunci: NaLAS, LAB, oleum, sulfonasi, netralisas

    Efektivitas Asap Cair Tandan Kosong Kelapa Sawit dalam Menekan Pertumbuhan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)

    Get PDF
    Shallots (Allium ascalonicum L.) are agricultural commodities that are goodly demanded by the community. Fusarium wilt caused by the fungus Fusarium oxysporum is a dominant problem in the cultivation of this plant. The way to control this disease is to use liquid smoke from empty oil palm fruit bunches. Conduct research in February-September 2021 at the Laboratory of the Plant Protection Study Program and Experimental Land, Faculty of Agriculture, University of Lambung Mangkurat Banjarbaru. Two-stage experiments (in vitro and in vivo) were carried out in this study, using a completely randomized design with five treatments (without treatment and liquid smoke with concentrations of 1, 2, 3%, and 4%). Fusarium oxysporum was injected in all treatments. The results of in vitro studies showed that giving as soon as possible with a concentration of 3% allows for inhibiting the growth of the fungus Fusarium oxysporum. in vivo showed that the application of 2 times a week is better than all treatmentsBawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu produk komoditi yang sangat diminati masyarakat. Layu Fusarium pada bawang merah disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporummerupakan salah satu penyakit utama. Salah satu pengendalian penyakit layu Fusarium dengan menggunakan asap cair dari tandan kosong kelapa sawit. Penelitian ini berlangsung pada bulan Februari September 2021 di Laboratorium Fitopatologi Program Studi Proteksi Tanaman dan Lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Penelitian dilakukan dua tahap percobaan yaitu in vitro dan in vivo. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Untuk penelitian secara in vitro maupun in vivo, memiliki 5 perlakuan yaitu kontrol, Pemberian asap cair dengan konsentrasi (%) 1, 2, 3, 4. Semua perlakuan diinokulasi dengan Fusarium oxysporum. Hasil penelitian secara in vitro menunjukkan pemberian asap cair dengan konsentrasi 3% mampu menghambat pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum. Sementara untuk penelitian secara in vivo menunjukkan pada perlakuan asap cair dengan aplikasi 2 kali dalam seminggu lebih baik dari semua perlakuan

    Pengaruh Ekstrak Umbi Gadung (Discorea hispida Dennst) Tarhadap Hama Daun Sawi

    Get PDF
    Pests that often attack mustard plants are armyworm (Spodoptera litura F.), tritip caterpillar (Plutella xylostella L.), leaf caterpillar (Crocidolomia binotalis Z.), a common pest that also often attacks mustard plants is the cabbage caterpillar (Hellula undalis F. ), green steamed grasshopper (Atractomorpha crenulata), and snail (Helix pomatia). One of the efforts in controlling Plant Pest Organisms (OPT), this study aims to determine the effect of gadung tuber extract (Discorea hispida Dennst) in controlling the level of damage caused by mustard leaf pests. This vegetable pesticide comes from plants that contain toxins but the residue left does not interfere with the surrounding environment. The treatment of gadung tuber extract given in this study were water control, chemical control and four treatments of botanical pesticide concentration. This research lasted for 35 days from seeding to harvest. The results showed that each treatment had a different attack intensity level. The treatment of gadung tuber extract has the effect of being used as a botanical pesticide against mustard leaf pests because the K4 treatment (10 ml) with an attack intensity percentage of 7.97 showed the best results in controlling the level of damage to mustard leaf pests.Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat grayak (Spodoptera litura F.), ulat tritip (Plutella xylostella L.), ulat daun (Crocidolomia binotalis Z.), hama umum yang juga sering menyerang tanaman sawi yaitu ulat kubis (Hellula undalis F.), belalang kukus hijau (Atractomorpha crenulata), dan siput (Helix pomatia). Salah satu upaya dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak umbi gadung (Discorea hispida Dennst) dalam mengendalikan tingkat kerusakan akibat hama daun sawi. Pestisida nabati ini berasal dari tanaman yang mengandung racun namun residu yang disisakan tidak mengganggu lingkungan sekitar. Perlakuaan ekstrak umbi gadung yang diberikan pada penelitian ini yaitu kontrol air, kontrol kimia dan empat perlakuan konsentrasi pestisida nabati. Penelitian ini berlangsung selama 35 hari dari awal  penyemaian sampai dengan panen. Hasil menunjukkan bahwa dalam setiap perlakuan memiliki tingkat intensitas serangan yang berbeda-beda. Perlakuan ekstrak umbi gadung mempunyai pengaruh untuk dijadikan sebagai pestisida nabati terhadap serangan hama daun sawi karena pada perlakuan K4 (10 ml) dengan persentase intensitas serangan 7,97, menunjukkan hasil yang paling bagus dalam mengendalikan tingkat kerusakan hama daun sawi

    MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN VIRTUAL LABORATORY PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang meningkatkan self efficacy dan keterampilan berpikir kritis dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan virtual laboratory pada materi larutan penyangga pada siswa kelas XI IPA 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) aktivitas guru; (2) aktivitas siswa; (3) self efficacy; (4) keterampilan berpikir kritis; (5) hasil belajar; (6) respon siswa dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan virtual laboratory. Metode yang digunakan ialah rancangan PTK yang terdiri dari 2 siklus. Peneliti menggunakan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPA 1 SMA PGRI 4 Banjarmasin dengan jumlah 36 orang. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Hasil  dari penelitian menyatakan bahwa (1) aktivitas guru sebesar 42,67 kategori baik di siklus I menjadi 50,27 dalam kategori sangat baik di siklus II, (2) aktivitas siswa sebesar 39 kategori aktif di siklus I menjadi 48,33 dalam kategori sangat sangat aktif di siklusII, (3) peningkatan terjadi pada self efficacy siswa berdasarkan hasil observasi sebesar 125,12 kategori cukup baik di siklus I menjadi 133,08 kategori baik di siklus II, (4) peningkatan terjadi pada keterampilan berpikir kritis berdasarkan hasil evaluasi secara klasikal dari 60,43% dengan kategori cukup kritis di siklus I menjadi 83,61% dengan kategori sangat kritis pada siklus II, (5) peningkatan terjadi pada ketuntasan hasil belajar kognitif secara klasikal dari 30,56% di siklus I menjadi 86,11% pada siklus II, hasil belajar afektif meningkat berdasarkan hasil observasi sebesar 122,67 dari kategori cukup baik di siklus I menjadi 141, 32 dengan kategori baik di siklus II, (6) respon positif terhadap pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing berbantuan virtual laboratory

    Students' Strategies In Translating English Idioms Into Bahasa Indonesia

    Get PDF
    The Students' Strategies in Translating English Idioms into Bahasa Indonesia of English Language Education Students batch 2017 Lambung Mangkurat University. Sarjana's Thesis. English Department, Faculty of Teachers Training and Education. Lambung Mangkurat University, Banjarmasin. Advisors: (1) Dr. Rina Listia, M.Pd., (2) Elvina Arapah, M.Pd. Translating idioms are tricky since people might find it hard to find the equivalent meaning in the target language. This might be caused by their culture and different terms. The aim of this study is to describe the strategies that students use of English Language Education batch 2017 in translating the English idioms into Bahasa Indonesia at Lambung Mangkurat University. The researcher used descriptive qualitative research and the subjects of this research were 50 students batch 2017 in translation class. The instruments to collect the data were tests and questionnaires. The data analysis applied is a descriptive analysis that involves organizing it, divide into manageable units, and summarizing. The finding of these study students used four strategies to translate the idioms. First, using the idioms of similar meaning and form strategies, students used this strategy because they thought easily to find the meaning by translating directly. Second, students translate using the idioms of similar meaning, but dissimilar form strategies, for students idioms cannot be translated directly because the idiom has indirect meaning. Students who don't know the same idioms from the SL use the third strategy, translation by paraphrase to see the entire context and paraphrase to find the meaning, change the idiom to non-idiom is easier to understand the meaning. The last strategy is the translation by omission, if paraphrasing idioms is difficult then students will be omitted the entire idioms or sentences. It is hoped this study will inform the students of the better ways to translate or analyze idioms from SL to TL. For teachers, the result can be used to reflect the students' strategies in translation

    PENGEMBANGAN MODUL BERBENTUK BUKLET BERBASIS ETNOMATEMATIKA KERAJINAN SASIRANGAN MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL

    Get PDF
    Etnomatematika, selain dapat meningkatkan rasa cinta budaya peserta didik, juga dapat membantu mereka dalam memahami penerapan konsep matematika di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya pada bidang kebudayaan. Sayangnya, etnomatematika masih jarang diterapkan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dalam rangka menghasilkan modul dalam bentuk buklet berbasis etnomatematika produk kerajinan sasirangan pada materi sistem persamaan linear tiga variabel untuk tingkat sekolah menengah atas yang valid. Penelitian ini menerapkan model pengembangan yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel yaitu model 4D, yang telah dimodifikasi. Penelitian ini diawali dengan tahap define (pendefinisian), kemudian tahap design (perancangan), hingga terakhir ialah tahap development (pengembangan). Pada tahap pengembangan dilakukan validasi yang dilakukan oleh 3 orang validator melalui lembar validasi. Kemudian, dilakukan analisis kuantitatif terhadap skor yang diperoleh dari lembar validasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki skor 3,34 yang mana skor tersebut memenuhi kriteria valid namun masih memerlukan perbaikan. Adapun perbaikan dilakukan dengan mengacu pada saran-saran yang diberikan oleh validator

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇