Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS ETNOMATEMATIKA BUDAYA BANJAR PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS KELAS VIII SMP/MTS

    Get PDF
    Budaya Banjar merupakan salah satu budaya yang mendominasi di Kalimantan Selatan yang perlu diperkenalkan untuk menumbuhkan sikap menghargai dan menjunjung tinggi arti kebudayaan kepada peserta didik. Pengembangan LKPD berbasis kebudayaan Banjar merupakan salah satu sarana untuk membantu dan mempermudah peserta didik dalam kegiatan pembelajaran sekaligus dapat memperkenalkan serta menumbuhkan sikap menghargai dan menjunjung tinggi arti budaya Banjar itu sendiri. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD berbasis etnomatematika budaya Banjar pada materi teorema Pythagoras kelas VIII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (research and development) model Plomp. Model Plomp yang digunakan terdiri dari empat fase yaitu diantaranya fase investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi/konstruksi, fase tes, evaluasi, dan revisi. Pada fase tes, evaluasi, dan revisi dilakukan uji validitas oleh tiga validator ahli dan uji kepraktisan oleh peserta didik. Hasil uji validitas terhadap perangkat pembelajaran berupa LKPD yang dikembangkan menunjukkan LKPD mencapai kriteria sangat valid dan hasil uji kepraktisan menunjukkan LKPD mencapai kriteria praktis. Sehingga, dihasilkan perangkat pembelajaran berupa LKPD berbasis etnomatematika budaya Banjar materi teorema Pythagoras SMP/MTs kelas VIII yang valid dan praktis

    PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS POWERPOINT BERMUATAN LAHAN BASAH PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS

    No full text
    Teorema Pythagoras adalah materi pembelajaran matematika di kelas VIII yang bersifat abstrak. Konsep yang abstrak menjadikan peserta didik kesulitan dalam memahaminya. Mengembangkan sebuah multimedia interaktif berbasis powerpoint yang dikaitkan dengan lingkungan lahan basah dapat menjadi bentuk usaha dalam meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan multimedia interaktif berbasis powerpoint bermuatan lahan basah Kalimantan Selatan yang valid dan praktis. Model yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah model Plomp yang dibatasi sampai empat fase berupa fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi/konstruksi, serta fase tes, evaluasi dan revisi. Fase kelima yaitu fase implementasi tidak disertakan karena keterbatasan peneliti. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar validasi dan angket respon. Validasi produk diserahkan kepada tiga orang ahli. Uji kepraktisan dilakukan dengan satu orang guru dan sebelas peserta didik. Hasil validasi terhadap media pembelajaran yang dikembangkan masuk ke dalam kriteria valid dengan skor 4,28. Hasil uji kepraktisan menunjukkan nilai praktikalitas sebesar 90,88%, yang artinya media pembelajaran masuk ke dalam kriteria sangat praktis. Berdasarkan kriteria kevalidan dan kepraktisan media ini dapat dikatakan valid dan praktis

    PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA SETELAH MENETAS PADA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy, Lac): EFFECT OF DIFFERENT STOCK DENSITIES ON GROWTH AND LARVA SURVIVAL AFTER HATCHING IN GIANT GOURAMY (Osphronemus gouramy, Lac)

    No full text
    Ikan gurami (Ospronemus gouramy, Lac) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dipilih untuk dipelihara. Keunggulan ikan gurami adalah dapat berkembangbiak secara alami dan dapat hidup di air tergenang, kekurangan ikan gurami adalah pertumbuhannya lambat dengan rata-rata panen  6-12 bulan sekali. Kuning telur larva ikan gurami akan habis pada hari ke 6 hingga hari ke 14 sejak menetas. Larva ikan gurami berwarna kuning bening saat masih terdapat kuning telur dan berwarna abu-abu saat kuning telur sudah habis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelangsungan hidup larva ikan gurami dengan padat tebar yang berbeda dan menganalisis pertumbuhan larva ikan gurami dengan padat tebar yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan 3 pengulangan yaitu perlakuan  A padat 2 tebar ekor/liter (1 akuarium : 40 ekor), perlakuan B padat 4 tebar ekor/liter (1 akuarium : 80 ekor) dan perlakuan C padat 6 tebar ekor/liter (1 akuarium : 120 ekor). Hasil penelitian Perlakuan A 2 ekor/liter merupakan yang terbaik terhadap pertumbuhan Panjang Mutlak, Panjang Relatif, Bobot Mutlak, Bobot Relatif, dan Kelangsungan Hidup dengan nilai sebesar (94,2%). Hasil analisa kualitas air masih berada dikisaran yang optimal untuk pemeliharaan larva ikan gurame:  26,9oC-29,4oC, DO 3,86-4,32 mg/L, dan pH 6,5 – 6,9. Giant gouramy (Ospronemus gouramy, Lac) is one of the most popular freshwater fish species to breed. The advantage of Giant Gourami is that it breeds naturally and can live in stagnant water. The disadvantages of Giant Gourami are its slow growth and average yield of 612 months. The yolks of Giant Gourami larvae disappear 6 to 14 days after hatching. Giant Gouramy larvae turn pale yellow when the yolk is still present and gray when the yolk is gone. The purpose of this study is to analyze the survival of Giant Gourami larvae of different breeding densities and the growth of Giant Gourami larvae of different breeding densities. In this study, we used a fully randomized design (CRD) and performed 3 operations in 3 iterations. Fixed 6 stock tails / liter (1 aquarium: 120 tails). The results of the study that Treatment A 2 tails/liter was the best for the growth of Total Length, Absolute Length, Absolute Weight, Relative Weight, and Survival with a value of (94.2%). The results of the analysis of water quality were still in the optimal range for the rearing of carp larvae: 26.9oC-29.4oC, DO 3.86-4.32 mg/L, and pH 6.5-6.9

    VARIASI PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIPELIHARA DENGAN SISTEM RESIRKULASI: VARIATION OF DENSITY ON THE GROWTH OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) SEEDS IN THE AQUACULTURE WITH RECIRCULATION SYSTEM

    Get PDF
    Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan budidaya sistem resirkulasi atau RAS (Recirculating Aquaculture System). Sistem Akuakultur resirkulasi adalah sistem yang menggunakan kembali (reuse) air untuk budidaya ikan. Tujuan penelitian adalah menganalisa variasi padat tebar optimal terhadap pertumbuhan panjang, berat dan kelangsungan hidup benih ikan nila. Metode penelitian  adalah eksperimental, dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 3 perlakuan dan 2 kali ulangan, yaitu perlakuan A (kepadatan 75 ekor/m3), B (100 ekor/m3), dan C (125 ekor/m3). Parameter penelitian meliputi pertumbuhan panjang mutlak, berat mutlak, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan variasi padat tebar berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang mutlak. Pertumbuhan panjang pada perlakuan A adalah 3,69 cm, perlakuan B 4,04 cm dan perlakuan C 4,24 cm tetapi memberikan pengaruh tidak nyata pada tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila. Variasi padat tebar juga berpengaruh nyata pada pertumbuhan berat mutlak, di mana pada perlakuan A 4,85 g, B 5,58 g dan C 5,15 g.   Hal ini dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan panjang tertinggi terdapat pada perlakuan C dan terendah pada perlakuan A, sedangkan pertumbuhan berat  tertinggi  terdapat pada perlakuan C dan terendah pada perlakuan A. Increased productivity can be done by cultivating a recirculation system or RAS (Recirculating Aquaculture System). A recirculating aquaculture system is a system that reuses water for fish farming. The study aimed to analyze the variation of optimal stocking density on the growth of length, weight, and survival of tilapia fry. The research method was experimental, with a completely randomized design (RAL), consisting of 3 treatments and 2 replications, namely treatment A (density 75 fish/m3), B (100 fish/m3), and C (125 fish/m3). . Research parameters include absolute length growth, absolute weight, survival and water quality. The results showed that different stocking density variations significantly affected absolute length growth. The length growth of treatment A was 3.69 cm, treatment B was 4.04 cm and treatment C was 4.24 cm but had no significant effect on the survival rate of tilapia fry. The variation in stocking density also significantly affected the growth of absolute weight, in which treatments A 4.85 g, B 5.58 g, and C 5.15 g. It can be concluded that the highest growth in length was found in treatment C and the lowest in treatment A, while the highest weight growth was also found in treatment C and the lowest in treatment A

    STATUS MUTU DAN KELAYAKAN PERAIRAN DI AREA KARAMBA JARING APUNG KAWASAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MARTAPURA DESA BATU KAMBING KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: STATUS OF QUALITY AND FEASIBILITY OF WATERS IN THE FLOATING NET CAGES AREA IN MARTAPURA RIVER BASIN SUBAREA, BATU KAMBING VILLAGE, KARANG INTAN DISTRICT, BANJAR REGENCY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE

    Get PDF
    Sub DAS martapura adalah anak sungai dari Sungai Barito, yang muara sungainya terletak di Kota Banjarmasin dan hulunya terletak di Kabupaten Banjar, dan memiliki panjang kurang lebih mencapi 80 KM. Sub DAS Martapura adalah jenis Sub DAS yang berbentuk paralel yang tersusundari percabangan dua Sub Das maupun sungai yang cukup besar di bagian hulu, tetapi menyatu di bagian hilir. Daerah hulu adalah daerah yang memiliki potensial budidaya perikanan dengan media keramba jaring apung (KJA). Menjaga kualitas air khususnya di area keramba jaring apung (KJA) untuk mencapai kualitas air (pH, Suhu, DO dan Kecerahan) yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sesuai dengan tingkat mutu air yang diinginkan, perlu adanya upaya pelestarian dan pengendalian. Pelestarian kualitas air diperlukan upaya untuk memelihara fungsi air agar kualitas perairan tetap pada kondisi alamiah. The Martapura sub-watershed is a tributary of the Barito River, whose mouth is located in Banjarmasin City, and its upstream is located in Banjar Regency and has a length of approximately 80 KM. The Martapura sub-watershed is a type of sub-watershed in a parallel form composed of the branches of two sub-watersheds as well as rivers that are quite large upstream but merge downstream. Upstream areas are areas that have aquaculture using floating net cages (KJA). Maintaining water quality, especially in floating net cages (KJA) areas to achieve water quality (pH, temperature, DO, and brightness) that can be used sustainably according to the desired water quality level, conservation and control efforts are needed. Preservation of water quality requires efforts to maintain the function of water so that water quality remains in natural conditions

    Pengaruh Pemberian Zeolit Alam Teraktivasi terhadap Sifat Kimia Tanah Podsolik

    Get PDF
    Podsolic soil in South Kalimantan has a low fertility rate including pH, organic matter, cation exchange capacity (CEC), solubility P, and has a high solubility of aluminum (Al) and iron (Fe). It causes fixation P by Al and Fe in the form of Al-P and Fe-P, which makes P difficult to dissolve in the soil. Zeolite is an ameliorant that is capable of improving soil chemical properties based on its ability to carry out ion exchange, adsorption, absorb molecules, increase fertilizer efficiency, increase soil CEC, and the availability of Ca, K, and P ions, which can reduce aluminum content. The purpose of this study was to identify the pattern of relationships caused by application of activated natural zeolite on Podsolic soil against pH, CEC, available P, soluble Fe, and exchangeable Al. This study was a pot experiment weighing 0.5 kg of soil, carried out in a greenhouse and arranged using CRD a single factor . The incubation period was carried out for eight weeks with three replications. The results showed that there was a relationship between the zeolite dose activated against the available P (the linear regression equation Y = 0.6 + 0.032 X, R2 = 0.4969, and r = 0.7006*), while the doses of zeolite had no significant effect on pH, CEC, soluble Fe, and exchangeable Al.Podsolic soil in South Kalimantan has a low fertility rate including pH, organic matter, cation exchange capacity (CEC), solubility P, and has a high solubility of aluminum (Al) and iron (Fe). It causes fixation P by Al and Fe in the form of Al-P and Fe-P, which makes P difficult to dissolve in the soil. Zeolite is an ameliorant that is capable of improving soil chemical properties based on its ability to carry out ion exchange, adsorption, absorb molecules, increase fertilizer efficiency, increase soil CEC, and the availability of Ca, K, and P ions, which can reduce aluminum content. The purpose of this study was to identify the pattern of relationships caused by application of activated natural zeolite on Podsolic soil against pH, CEC, available P, soluble Fe, and exchangeable Al. This study was a pot experiment weighing 0.5 kg of soil, carried out in a greenhouse and arranged using CRD a single factor . The incubation period was carried out for eight weeks with three replications. The results showed that there was a relationship between the zeolite dose activated against the available P (the linear regression equation Y = 0.6 + 0.032 X, R2 = 0.4969, and r = 0.7006*), while the doses of zeolite had no significant effect on pH, CEC, soluble Fe, and exchangeable Al

    EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI BEKANTAN

    Get PDF
    Proboscis monkey is mascot animal of South Borneo that is going through population decrease and considered as endangered animal. There is required effort with aim to preserving these animals. One of the conservation programs that can be implemented is nature based-tourism development with proboscis monkey as  the object. In order to support this program, a proboscis monkey conservation based-ecotourism is designed with aim to educate about importance of proboscis monkey preservation. The designed object spread on two points, that is Muara Kanoco Village and Curiak Island that had been appointed by SBI as ecotourism area. This ecotourism emphasize on educative concept with human-nature symbiosis method. Educative concept is making the nature as learning space, while human-nature symbiosis is making human and nature have a good reciprocal relationship..Bekantan adalah satwa maskot Kalimantan Selatan yang sedang mengalami penurunan populasi dan termasuk satwa langka. Diperlukan upaya dengan tujuan melestarikan satwa tersebut. Salah satu program pelestarian yang dapat dilaksanakan adalah pengembangan wisata alam dengan objek bekantan. Guna mendukung program tersebut, maka di rancanglah kawasan Ekowisata Berbasis Konservasi Bekantan dengan tujuan memberikan edukasi akan pentingnya pelestarian bekantan.  Lokasi objek perancangan tersebar di dua titik, yaitu Desa Muara Kanoco dan Pulau Curiak yang telah ditetapkan SBI sebagai kawasan ekowisata. Ekowisata ini menekankan konsep edukatif dengan metode simbiosis alam-manusia. Konsep edukatif adalah menjadikan alam sebagai ruang pembelajaran, sedangkan metode simbiosis alam-manusia menjadikan manusia dan alam memiliki hubungan timbal balik yang baik.&nbsp

    KAWASAN EKOWISATA PULAU PINUS DI KABUPATEN BANJAR

    Get PDF
    The new normal disruption causes changes that change the behavior of the tourism landscape. These changes in tourism have made the trend of 'back to nature' travel safer and not cause additional additions. Therefore, tourism needs to consider the aspect of destruction. Therefore, the government and tourism-related institutions encourage sustainable tourism programs that involve three main aspects, namely environmental, social, and economic. Nature tourism has the potential to be developed into sustainable tourism by raising the concept of ecotourism. South Kalimantan has tourism with abundant natural resources that can be used as ecotourism such as the Pulau Pinus area. In the design of the Ecotourism of Pulau Pinus Area in Banjar Regency, a sustainable approach is used to support the Butterfly Effect design concept by making Pulau Pinus a sustainable tourism through sustainable development by applying materiality and zero waste to create efficiency and sustainable value.Terjadinya disrupsi new normal menjadikan adanya perubahan secara mendadak yang mengubah perilaku hingga lanskap kepariwisataan. Perubahan pada kepariwisataan tersebut menjadikan tren berwisata ‘back to nature’ yang bersifat lebih aman dan tidak menimbulkan kerumunan berlebih. Pada dasarnya dalam berwisata perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Oleh sebab itu, pemerintah dan lembaga terkait kepariwisataan mendorong program sustainable tourism yang melibatkan tiga aspek utama yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Wisata alam memiliki potensi dalam dikembangkan menjadi wisata berkelanjutan dengan mengangkat konsep ekowisata. Kalimantan Selatan memiliki wisata dengan kekayaan alam yang melimpah yang dapat dijadikan ekowisata seperti kawasan Pulau Pinus. Pada perancangan Kawasan Ekowisata Pulau Pinus di Kabupaten Banjar ini digunakan pendekatan arsitektur berkelanjutan untuk mendukung konsep perancangan Butterfly Effect dengan menjadikan Pulau Pinus sebagai sustainable tourism melalui pembangunan secara berkelanjutan dengan penerapan materiality dan zero waste untuk menciptakan efisiensi dan nilai keberlanjutan

    COTTAGE DI KAWASAN WISATA PANTAI TELUK ARU KABUPATEN KOTABARU

    Get PDF
    Teluk Aru beach is a tourist attraction that is famous for its natural beauty, culture, and local wisdom of the Mandar tribe. This is the potential and attractiveness of the Teluk Aru coast. The absence of lodging facilities and the long distance from the district center make tourists reluctant to visit. So it is necessary to have accommodation facilities in the form of lodging in accordance with the cultural characteristics of the community, traditional architecture and the natural environment. The result of the design is a cottage which is the result of exploration of the transformation of elements of traditional Mandar (Boyang) house into a modern form and appearance. So that this cottage will become an accommodation facility that can provide the embodiment of community culture, traditional architecture and natural potential.  Keywords: Boyang House, Cottage, Mallasuang Manu Culture, Mandar Triblr, Teluk Aru Beach.Pantai Teluk Aru merupakan objek wisata yang terkenal dengan keindahan alam, budaya dan kearifan lokal suku Mandar. Hal tersebut menjadi potensi dan daya tarik pantai Teluk Aru. Tidak adanya fasilitas penginapan serta jauhnya jarak dengan pusat kabupaten menjadikan wisatawan enggan berkunjung. Sehingga perlu adanya sarana akomodasi berupa penginapan yang sesuai dengan karakteristik budaya masyarakat, arsitektur tradisional, serta lingkungan alam. Hasil perancangan berupa cottage yang merupakan hasil eksplorasi dari transformasi elemen rumah tradisional suku Mandar (Boyang) ke bentuk dan rupa yang mengkini. Sehingga cottage ini akan menjadi sebuah fasilitas akomodasi yang dapat memberikan perwujudan budaya masyarakat, arsitektur tradisional serta potensi alam.  Kata kunci: Budaya Mallasuang Manu, Cottage, Pantai Teluk Aru, Rumah Boyang, Suku Manda

    REDESAIN ISTANA ANAK YATIM DARUL AZHAR DI TANAH BUMBU

    Get PDF
    Orphans receive special attention in the Al-Quran. The Al-Qurancommands Muslims to protect and nurture orphans. The effort of Muslims to fulfill this obligation is to provide a place to accommodate orphans so that they have the opportunity to live properly, obtain an education, and achieve their goals. In Tanah Bumbu Regency stands the Palace of Orphans under the auspices of the Darul Azhar Foundation. Judging from the National Standards of Parenting, the Palace of Orphans both in quantity and quality has not met the standard of facilities for a child social welfare institution. this condition has not been able to fulfill the vision and mission of the foundation to develop their potential and talents in the fields of art, sports, leadership, and religion. For this reason, a plan to redesign the Orphan Palace was initiated. This redesign was carried out using the infill design method. By initiating the concept of 'mutualism space' which means an old space or space with a new space or space that is mutually beneficial to one another, taking into account the interrelationship of functions and the interrelationship of needs between spaces. The new spaces that are present are analogous to facilities, functions, aesthetics, and other physical designs that are filled into an area that focuses on developing the potential of orphans. This concept and method are expected to be a solution to the problem of redesigning the Orphan Palace.  Anak yatim mendapat perhatian khusus dalam Al-Quran. Al-Quran memerintahkan umat Islam untuk melindungi dan mengayomi anak yatim. Upaya umat muslim untuk memenuhi kewajiban ini adalah dengan menyediakan tempat untuk menampung anak yatim, agar memiliki kesempatan untuk hidup layak, memperoleh pendidikan, dan meraih cita-cita. Di Kabupaten Tanah Bumbu berdiri Istana Anak Yatim dibawah naungan Yayasan Darul Azhar. Ditinjau dari Standar Nasional Pengasuhan, Istana Anak Yatim baik secara kuantitas dan kualitas, belum memenuhi standar fasilitas untuk sebuah lembaga kesejahteraan sosial anak.  kondisi ini belum mampu memenuhi visi dan misi yayasan untuk mengembangkan potensi dan bakat mereka dalam bidang seni, olahraga, kepemimpinan dan keagamaan. Untuk itu, digagas rencana redesain Istana Anak Yatim. Redesain ini dilakukan dengan metode infill desain. Dengan menggagas konsep ‘mutualism space’ yang bermakna ruang atau space lama dengan ruang atau space baru yang saling memiliki ketermanfaatan satu sama lain, dengan memperhatikan keterkaitan fungsi dan keterkaitan kebutuhan antar ruang. Ruang-ruang baru yang hadir dianalogikan sebagai fasilitas, fungsi, estetika, dan desain fisik lainnya yang di infill kedalam kawasan yang berfokus pada pengembangan potensi anak yatim. Konsep dan metode ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk permasalahan redesain Istana Anak Yatim

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇