Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PRARANCANGAN PABRIK AMONIUM NITRAT DARI ASAM NITRAT DAN AMONIA DENGAN PROSES UHDE KAPASITAS 170.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Prarancangan pabrik amonium nitrat dari amonia dan asam nitrat dengan proses Uhde kapasitas 170.000 Ton/tahun dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan amonium nitrat yang semakini eningkat pada tahun 2026 mendatang. Amonium nitrat merupakan penunjang utama blasting (peledakan) dalam industri pertambangan. Tingginya indeks import terhadap amonium nitrat sebab semakin berkembangnya industri pertambangan menjadi pertimbangan utama dalam perancangan pabrik ini agar dapat memenuhi kebutuhan nasional. Amonium nitrat terbentuk dari reaksi netralisasi amonia dan asam nitrat dengan proses Uhde. Netralisasi terjadi dalam reaktor bubble, kondisi operasi reaktor pada suhu 175°C dan tekanan 4,4 atm. Keluaran amonium nitrat dialirkan ke dalam evaporator untuk memekatkan produk hingga konsentrasiny 95%. Produk kemudian dialirkan ke dalam mixing tank sebelum dimasukkan ke dalam prilling tower. Amonium nitrat di dalam prilling tower membeku pada suhu 170oC dan keluar dengan suhu 45oC. Prill Amonium nitrat dipindahkan dengan belt conveyor menuju screening untuk didapatkan produk amonium nitrat dengan ukuran 800 mesh. Produk yang telah sesuai ukuran kemudian dimasukkan ke dalam silo dan dikemas dalam packaging unit. Sedangkan produk yang belum sesuai di recycle ke mixing tank untuk diumpankan kembali ke Prillin ptower. Pabrik berlokasi di daerah Cikampek, Jawa\Barat. Direncanakan bentuk perusahaan yang dipilih adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari karyawan shift dan non-shift dengan jumlah karyawan sebanyak 133 orang. Pabrik amonium nitrat direncanakan beroperasi 330 hari selama 1 tahun. Hasil analisa ekonomi terhadap perancangan pabrik amonium nitrat diperoleh besarnya Percent Return of Investment (ROI) sesudah pajak adalah 0,2171. Pay out Time (POT) sesudah pajak sebesar 3,37 tahun. Break Event Point (BEP) sebesark 51,70% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 37,52%. Berdasarkan perhitungan ekonomi, maka dapat disimpulkan pabrik amonium nitrat dengan kapasitas 170.000k ton/tahun layak untuk didirikan.  Kata Kunci: Ammonium Nitrat, Amonia, Asam Nitrat, Prilling Tower, Reaktor Bubbl

    PRARANCANGAN PABRIK MONOBASIK KALIUM FOSFAT DARI ASAM FOSFAT DAN KALIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES NETRALISASI KAPASITAS 3.500 TON/TAHUN

    No full text
    Monobasik kalium fosfat (MKP) merupakan salah satu jenis senyawa yang sering digunakan sebagai pupuk oleh para petani karena kandungan kalium dan fosfat yang tinggi. Pabrik MKP dari asam fosfat dan kalium hidroksida dirancang dengan kapasitas 3.500 ton/tahun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan monobasik kalium fosfat di Indonesia pada 2026 mendatang. Proses reaksi pembentukan MKP terjadi secara eksotermis pada kondisi operasi tekanan 1 atm dan temperatur 80 °C selama 1 jam di dalam Reaktor Alir Tangki Berpengaduk (RATB) dengan konversi 99%. Pembuatan MKP pada proses penyiapan bahan baku melalui proses pencampuran antara kalium hidroksida dan asam fosfat yang mana sebelum masuk ke dalam reaktor bahan baku tersebut diencerkan hingga konsentrasi 37% di dalam mixer. Kemudian keluaran dari reaktor masuk ke dalam homogenizer untuk menyamakan ukuran dan menghomogen produk keluaran. Selanjutnya produk akan diteruskan dengan bantuan pompa menuju evaporator untuk menguapkan air dalam produk. Kemudian akan diteruskan menuju spray dryer dengan temperatur 300 °C untuk menghilangkan kandungan air, hingga kemurnian produk (MKP) yang dihasilkan 99%. Setelah kemurnian produk tercapai, selanjutnya akan masuk ke dalam screen untuk disesuaikan ukurannya sebelum masuk ke dalam gudang penyimpanan produk. Pabrik direncanakan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang akan didirikan di daerah industri Gresik, Jawa Timur. Struktur organisasi line and staff dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 125 orang. Hasil analisa ekonomi menunjukkan bahwa Percent Return On Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 15,17%. Pay Out Time (POT) sesudah pajak adalah 3,97 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 44,79% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 21,53% kapasitas. Berdasarkan data–data di atas dapat disimpulkan, bahwa pabrik monobasik kalium fosfat dengan kapasitas 3.500 ton/tahun ini layak didirikan. Kata Kunci: MKP, RATB, asam fosfat, kalium hidroksida

    PRARANCANGAN PABRIK ASAM ASETAT DARI ETIL ASETAT DENGAN KATALIS AMBERLYST-15 MELALUI PROSES HIDROLISIS KAPASITAS 33.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Asam asetat berperan menjadi bahan baku utama dalam pembuatan produk kimia, seperti pada industri tekstil, industri Purified Terepthalic Acid (PTA), industri asam cuka untuk penambah rasa pada makanan, dan  industri etil asetat (ethyl acetate). Kebutuhan asam asetat di Indonesia selalu mengalami peningkatan yaitu rata-rata 2,87% pertahunnya pada tahun 2017-2020, hal ini mengacu pada data impor asam asetat dari Badan Pusat Statistik Indonesia. Dengan didirikannya pabrik asam asetat yang direncanakan berdiri pada tahun 2026 dengan kapasitas 33.000 ton/tahun, diharapkan angka impor di Indonesia berkurang. Pabrik akan dibangun di Desa Tanara Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Keperluan utilitas diperoleh dari sungai yang berdekatan dengan pabrik yaitu Sungai Ci Ujung, Banten. Proses pembuatan asam asetat menggunakan reaksi hidrolisis antara etil asetat dan air menggunakan katalis amberlyst-15. Proses reaksi terjadi dalam Continuous Stirrer Tank Reactor (CSTR), pada suhu kondisi operasi 70 °C dengan tekanan sebesar 1 atm selama 1 jam. Hasil keluaran dari reaktor berupa campuran asam asetat, etil asetat, etanol dan air selanjutnya dialirkan masuk ke dalam Rotary Drum Vacuum Filter (RDVF) untuk dipisahkan dari katalis. Setelah itu produk dialirkan menggunakan ke evaporator. Produk bawah dari evaporator dialirkan melewati heater  untuk dipanaskan hingga sesuai dengan suhu masukan umpan pada menara distilasi. Hasil produk bawah menara distilasi berupa asam asetat dengan kemurnian mencapai 99,8% dialirkan menuju tangki asam asetat sebagai produk utama yang sebelumnya didinginkan menggunakan cooler. Pemasaran asam asetat diprioritaskan untuk konsumsi dalam negeri. Bentuk hukum perusahaan adalah  perseroan terbatas atau PT sementara bentuk organisasinya adalah garis dan staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan non-shift. Jumlah karyawan yang diperlukan sebesar 130 orang. Return of Investment (ROI) pada pabrik ini sebelum dikenai pajak 43% dan Return of Investment (ROI) sesudah dikenai pajak sebanyak 28%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 2 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak adalah 2,8 tahun. Break Event Point (BEP) yang diperoleh sebesar 42% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 26%. Menurut pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik asam asetat dengan kapasitas 33.000 ton/tahun ini layak untuk dikaji lebih lanjut. Kata Kunci : Etil asetat, asam asetat, etanol, katalis, hidrolisi

    PRARANCANGAN PABRIK HEKSADEKANAMIDA DARI ASAM HEKSADEKANOAT DAN UREA DENGAN PROSES AMIDASI KAPASITAS 7.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Heksadekanamida adalah kristal padat berwarna putih di suhu kamar dan mempunyai rumus molekul (CH3(CH2)14CO(NH2)). Senyawa ini memiliki berat molekul sebesar 255,44 g/gmol. Heksadekanamida sebagian besar digunakan di industri lubricant, emulcifier serta aditif pada industri karet serta detergen. Konsumsi bahan kimia heksadekanamida di dalam negeri diperkirakan akan terus semakin tinggi karena industri karet pada Indonesia kini semakin berkembang sangat pesat dengan meningkatnya konsumsi heksadekanamida di dalam negeri, sangat layak didirikan pabrik industri kimia buat memenuhi kebutuhan pada negeri maupun buat diekspor ke luar negeri. Pabrik heksadekanamida ini direncanakan didirikan pada tahun 2025 denga kapasitas 7.000 ton/tahun. Adapun bahan standar primer yang digunakann buat menghasilkan heksadekanamida ini merupakan asam heksadekanoat dan urea. Pembuatan heksadekanamida dilakukan dengan proses amidasi buat pembentukan amida dari suatu gugus karbonil (C=O) menggunakan suatu atom nitrogen, urea serta asam. Heksadekanoat yang telah berbentuk cair dileburkan, lalu diumpankan ke reaktor menggunakan proses batch dan direaksikan selama 4 jam pada suhu 160˚C serta tekanan 1 atm. Heksadekanamida hasil reaksi dimurnikan dengan pelarut kloroform untuk memurnikan heksadekanamida asal urea yg tersisa. Selanjutnya dilakukan Mixeran dengan pelarut etanol buat memurnikan heksadekanamida dari asam heksadekanoat yang tersisa, kemudian heksadekanamida dikeringkan serta dihaluskan hingga sebagai bubuk, setelah itu produk dibawa ke gudang produk dengan kemurnian produk sebesar 97%. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) menggunakan sistem organisasi Line and staff. Sistem kerja karyawan sesuai pembagian berdasarkan jam kerja yang terdiri berasal shift and non shift menggunakan energy kerja yang dibutuhkan sebesar 137 orang, hasil penjualan diperoleh yaitu sebanyak Rp 895.992.300.000. Selain itu diperoleh pula Retun of Invesment (ROI) sebelum pajak sebesar 53% serta sesudah pajak sebanyak 34%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,6 tahun serta setelah pajak 2,3 tahun, sehingga diperoleh Break event point (BEP) sebanyak 42% dan Shut Down Point (SDP) sebanyak 20%. Berdasarkan pertumbuhan yang akan terjadi pertimbangan dan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik Heksadekanamida dengan kapasitas 7.000 ton/tahun layak untuk didirikan.  Kata kunci: amidasi, asam heksadekanoat, batch, heksadekanamida, urea

    Tingkat Kesukaan Tikus Terhadap Berbagai Umpan Pada Perangkap Semi Otomatis

    Get PDF
    Field rats can be controlled by biological control, technical culture, physical mechanics or chemistry, while the most effective and efficient way is to use traps, in addition to reducing environmental pollution. This method is also safe and economical and can be used repeatedly. This control also uses bait to attract rats, bait used by rice field crabs, salted tuna, roasted coconut, roasted coconut and shrimp paste. This study aims to determine the bait that can attract the attention of field rats in semi-automatic traps and the benefits of being able to provide information for farmers to overcome rice field rat pests by using bait to attract rats into the trap. The research method used was a one-factor Completely Randomized Design (CRD) experiment with 5 treatments. The results showed that the treatment of each bait seen statistically had no significant effect, but the baits that were preferred by rice field rats were roasted coconut and roasted coconut. This bait can trap three species of rats, namely Rattus exulans, Rattus rattus diardii and Rattus argentiventer.Tikus sawah dapat dikendalikan dengan pengendalian biologi, kultur teknis, fisik mekanik ataupun kimia, adapun cara yang paling efektif dan efesien yaitu menggunakan perangkap, selain mengurangi pencemaran lingkungan. Metode ini juga aman dan ekonomis serta dapat digunakan berulang kali. Pengendalian ini juga menggunakan umpan untuk menarik masuknya tikus, umpan yang digunakan kepiting sawah, ikan asin tongkol, kelapa bakar, kelapa sangrai dan terasi.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umpan yang mampu menarik perhatian tikus sawah pada alat perangkap semi otomatis dan manfaat dapat memberikan informasi bagi petani untuk mengatasi hama tikus sawah dengan memanfaatkan umpan untuk menarik masuknya tikus pada perangkap. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 5 perlakuan. Hasil penelitian menunjukan perlakuan setiap umpan dilihat secara statistik tidak berpengaruh nyata akan tetapi umpan yang disukai tikus sawah yaitu umpan kelapa bakar dan kelapa sangrai. Umpan ini dapat memerangkap tiga spesies tikus yaitu Rattus exulans, Rattus rattus diardii dan Rattus argentiventer

    Pengaruh Insektisida Nabati Daun Galam (Melaleuca cajuputi roxb.) Terhadap Serangan Hama Perusak Daun Pada Tanaman Sawi

    Get PDF
    The productivity of mustard (Brassica juncea L.) in Indonesia has increased in 2015-2018, in line with the increasing demand for this vegetable. One of the obstacles in the cultivation of mustard is the attack of leaf destroying pests. An alternative solution to control pests is to use natural ingredients from the galam plant (Melaleuca cajuputi Roxb.). The purpose of this study was to examine the effect of galam leaf insecticide to suppress leaf destroying pests on mustard plants. The study used fresh galam leaf extract as the main ingredient in the manufacture of vegetable insecticides, which were applied in various doses. The research place in a vegetable plantation, Guntung Payung Village, North Loktabat District, Banjarbaru and was carried out for 40 days from seeding to harvesting. This study used an experimental method with a one-factor Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 concentration treatments and 2 controls with 4 replications. The results showed a very significant effect on the intensity of pest attack on the 4th observation. The intensity of the attack of mustard leaf destroying pests from the highest to the lowest was shown by water control (K) treatment of 26.6%, galam leaf extract 10% ( G5) 21.3%, Galam leaf extract 6% (G3) 20.5%, Galam leaf extract 8% (G4) 17.7%, Galam leaf extract 2% (G1) 15.3%, Galam leaf extract 4 % (G2) 14.2% and Chemical control (M) 7.9%.Produktivitas  Sawi  (Brassica  juncea  L.)  di  Indonesia  mengalami  peningkatan  pada  tahun  2015-2018,  sejalan  dengan  peningkatan  kebutuhan  masyarakat  akan  sayuran  ini.  Salah satu hambatan dalam  budidaya  sawi  yaitu  serangan  hama  perusak  daun.  Solusi  altenatif  untuk  mengendalikan  hama yaitu   menggunakan  bahan  alami  dari  tumbuhan  galam  (Melaleuca  cajuputi Roxb.).  Tujuan penelitian ini untuk melihat  pengaruh  insektisida  daun  galam  untuk  menekan  hama  perusak  daun  pada  tanaman  sawi.  Penelitian  menggunakan  ekstrak  daun  galam  segar  sebagai  bahan  utama  pembuatan  insektisida  nabati,  yang  diaplikasikan  dengan  berbagai  dosis.  Penelitian  bertempat  di  pertanaman  sayuran  Kelurahan  Guntung  Payung  Kecamatan  Loktabat  Utara  Banjarbaru  dan  dilaksanakan  selama  40  hari  dari  penyemaian  sampai  panen.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  percobaan  dengan  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL)  satu  faktor  yang  terdiri  dari  5  perlakuan  konsentrasi  dan  2  kontrol  dengan  4  ulangan.  Hasil  penelitian  menunjukan  berpengaruh  sangat  nyata  untuk  intensitas  serangan  hama  pada  pengamatan  ke  4.  Intensitas  serangan  hama  perusak  daun  sawi  dari yang  tertinggi  sampai yang terendah  berturut-turut  ditunjukkan  oleh  perlakuan  Kontrol  air  (K)  sebesar  26,6%,  Ekstrak  daun  galam  10%  (G5)  21,3%,  Ekstrak  daun  galam  6%  (G3)  20,5%,  Ekstrak  daun  galam  8%  (G4)  17,7%,  Ekstrak  daun  galam  2%  (G1)  15,3%,  Ekstrak  daun  galam  4%  (G2)  14,2%  dan  Kontrol  kimia  (M)  7,9%

    Pemberian Mol Bonggol Pisang Diperkaya Dalam Menekan Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) Pada Tanaman Tomat

    Get PDF
    Produktivitas tomat (Lycopesicum esculentum Mill.) perlu ditingkatkan untuk memenuhi permintaan tersebut, baik dari segi kuantitas dan kualitas, hal ini karena serangan penyakit layu bakteri Ralstonia solanacearum. Serangan penyakit layu bakteri R. solanacearum hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas tanaman tomat upaya pengendalian yang ramah lingkungan menjadi pilihan yang bijak salah satunya adalah dengan memanfaatkan MOL (mikroorganisme lokal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian MOL bonggol pisang diperkaya dalam menekan penyakit layu bakteri R. solanacearum pada tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan dan Lahan di Desa Jingah Habang Ilir Kec. Karang Intan Kab. Banjar. Lingkupnya dari bulan Agustus sampai bulan November 2021 yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan, yaitu MOL bonggol pisang (kontrol positif), MOL bonggol pisang + larutan rendaman cangkang telur, MOL bonggol pisang + larutan rendaman jeroan ikan nila, MOL bonggol pisang + larutan rendaman kulit udang, MOL bonggol pisang + larutan rendaman keong mas. Hasil penelitian menunjukan bahwa MOL bonggol pisang yang diperkaya dengan larutan rendaman keong mas menunjukkan perlakuan terbaik karena mampu menekan intensitas serangan layu bakteri (rata-rata intensitas serangan 0%)

    Efektivitas Beauveria bassiana vuill. dengan Berbagai Media Pembiakan Massal untuk Mengendalikan Wereng Coklat (Nilaparvata lugens stal.)

    Get PDF
    Oryza sativa L. can be called an important commodity because it is used as a staple food. Farmers in cultivating rice expect high yields, but there are obstacles that cause yields to decline, namely the attack of the Brown Stem Planthopper (BSP) (Nilaparvata lugens Stal.) which can lead to crop failure. Farmers controlling N. lugens still use insecticides. Control by using insecticides is known to have a negative impact on users and the environment and can cause resistance, resurgence and residue. One of the safe controls is the use of Beauveria bassiana as an entomopathogenic fungus. This study was conducted to determine the effectiveness of B. bassiana cultured on various media in controlling WBC attacks. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 6 treatments, namely control treatment without B. bassiana, control with B. bassiana grown on PDA media, B. bassiana grown on corn media, and B. bassiana growing on media. grown on rice media, given B. bassiana grown on bran media, given B. bassiana grown on husk ash and repeated 4 times. Observations were made after one application by observing mortality (mortality) every 24 hours for 7 days. The results of the observation that the highest mortality percentage was found in the corn media treatment reaching 47.50%, rice media 40%, bran media 18.75% while the lowest was found in the husk media, namely 15%.Oryza sativa L. dapat disebut sebagai komoditas penting sebab digunakan sebagai bahan pokok. Petani dalam membudidayakan padi mengharapkan hasil yang tinggi, namun terdapat kendala yang membuat hasil menurun yaitu adanya serangan Wereng Batang Coklat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) yang dapat  mengakibatkan gagal  panen. Petani  mengendalikan   N. lugens masih menggunakan insektisida. Pengendalian dengan menggunakan insektisida diketahui memiliki dampak negatif bagi pengguna dan lingkungan serta dapat menimbulkan resistensi, resurgensi dan residu. Salah satu pengendalian yang aman adalah penggunaan Beauveria bassiana sebagai cendawan entomopatogen. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas B. bassiana yang dibiakkan pada berbagai media dalam mengendalikan serangan WBC. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan, yaitu perlakuan kontrol tanpa pemberian B. bassiana, kontrol dengan pemberian B. bassiana yang ditumbuhkan pada media PDA, pemberian B. bassiana yang ditumbuhkan pada media jagung, pemberian B. bassiana yang ditumbuhkan pada media beras, pemberian B. bassiana yang ditumbuhkan pada media dedak, pemberian B. bassiana yang ditumbuhkan pada abu sekam dan diulang sebanyak 4 kali. Pengamatan dilakukan setelah satu kali aplikasi dengan mengamati kematian (mortalitas) setiap 24 jam sekali selama 7 hari. Hasil pengamatan persentase mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan media jagung mencapai 47,50 %, media beras 40%, media dedak 18,75% sedangkan terendah terdapat pada media sekam yaitu 15 %

    Daya Rusak Spodoptera frugiperda J. E. Smith pada Tanaman Jagung yang Diberi Perlakuan Pestisida Nabati Daun Pepaya dan Bawang Putih

    Get PDF
    Plant Pest Organisms (PPO) that have recently become a problem in corn cultivation are Fall Armyworm (FAW) or the armyworm Spodoptera frugiperda J. E. Smith. The damage of S. frugiperda on sweet corn and feed is thought to be different and is not yet known. This study aims to determine the level of destruction of S. frugiperda on sweet corn and feed with control treatment of biological pesticides on papaya leaves and garlic, 30 ml/l water, 40 ml/l water, and 50 ml/l water. This study used a completely Randomized Design (CRD) with two factors. Corn varieties and concentrations of vegetable pesticides. The treatments used in this study were water control, chemical control, and three treatments of biological pesticide concentration with four replications. The results of observations 1-3 (age 0-2 weeks after planting/ WAP) have not found an attack, occurred on the study to 4-7 (age 3-6 WAP). Pesticides of papaya leaf and garlic affected the destructive power of S. frugiperda, where the concentration factor on the incidence of attack and attack intensity had a very significant effect, an interval of the variety factor had to make a difference on the incidence of attack but did not significantly affect the potency of the attack. The 50 ml/l concentration treatment on sweet corn and feed varieties was the best in suppressing the percentage of attack (12.50; 23.40%), attack intensity (5.92; 8.00%), and damage to the cob (1.79); 4.79%).Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang baru-baru ini menjadi masalah pada pertanaman jagung yaitu Fall Armyworm (FAW) atau ulat grayak Spodoptera frugiperda J. E. Smith. Kerusakan S. frugiperda pada jagung manis dan pakan diduga berbeda dan belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerusakan S. frugiperda pada jagung manis dan pakan dengan perlakuan pengendalian pestisida nabati daun pepaya dan bawang putih yaitu 30 ml/l air, 40 ml/l air dan 50 ml/l air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu varietas tanaman dan konsentrasi pestisida nabati. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kontrol air, kontrol kimia dan tiga perlakuan konsentrasi pestisida nabati masing-masing dengan empat kali ulangan. Hasil pengamatan 1-3 (umur 0-2 mst) belum ditemukan serangan, serangan terjadi pada pengamatan ke 4-7 (umur 3-6 mst). Pestisida nabati daun pepaya dan bawang putih berpengaruh terhadap daya rusak S. frugiperda, dimana faktor konsentrasi pada kejadian serangan dan intensitas serangan berpengaruh sangat nyata, sedangkan faktor varietas berpengaruh sangat nyata pada kejadian serangan namun tidak berpengaruh nyata pada intensitas serangan. Perlakuan konsentrasi 50 ml/l pada jagung varietas manis dan pakan adalah perlakuan yang paling baik dalam menekan persentase kejadian serangan (12,50; 23,40%), intensitas serangan (5,92; 8.00%) dan kerusakan tongkol (1,79; 4,79%)

    PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA MODEL PISA LEVEL 5 MENGGUNAKAN KONTEKS LAHAN BASAH

    Get PDF
    PISA merupakan suatu studi yang dilaksanakan tiga tahun sekali oleh OECD. PISA bertujuan untuk mengukur literasi matematika peserta didik. Namun, kemampuan literasi matematika peserta didik Indonesia dalam menjawab soal PISA level 5 masih rendah. Agar matematika menjadi lebih dekat dengan lingkungan peserta didik, maka sebagai salah satu peningkatan kemampuan literasi matematika peserta didik dilakukan pengembangan soal matematika model PISA level 5 menggunakan konteks lahan basah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan soal matematika model PISA level 5 menggunakan konteks lahan basah yang valid dan praktis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan model Tessmer tipe formative research yang terdiri dari tahap preliminary dan tahap formative evaluation yang meliputi self evaluation, expert reviews, one-to-one, small group, dan field test tetapi penelitian ini hanya sampai pada small group. Pada penelitian ini data dikumpulkan menggunakan tes dan angket. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan kritik dan saran validator serta siswa, dan secara kuantitatif berupa skor yang diperoleh dari lembar validasi dan lembar angket kepraktisan soal. Hasil rata-rata total seluruh aspek yang didapat pada penelitian ini adalah 3,66 dengan kategori valid dan 4,04 dengan kategori praktis. Dengan demikian, soal matematika model PISA level 5 menggunakan konteks lahan basah memenuhi kriteria valid dan praktis

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇