Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
EVALUASI PEMBELAJARAN PJOK PADA SAAT PANDEMI COVID-19 DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR
Penelitian yang penulis lakukan disini adalah menggunakan penelitian kuantitatif dalam metode ex post facto. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Pertama Kecamatan Banjarmasin Timur dan informan dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Penulis menggunakan pembagian kuesioner atau angket dan dokumen autentik dari guru yang digunakan saat penilaian. Di dalam pembahasannya digunakan deskriptif kuantitatif yaitu menemukan pengetahuan yang menggunakan data beruapa angka sebagai alat menganalisis. Dari hasil penelitian yang dilakukan penilaian secara daring pada mata pelajaran PJOK di Sekolah Menengah Pertama Negeri Kecamatan Banjarmasin Timur sudah cukup baik, namun belum sepenuhnya memenuhi kaidah penilaian sesuai buku panduan penilaian revisi 2018
ANALISIS KEBUGARAN JASMANI DARI ASPEK FREKUENSI AKTIVITAS FISIK PESERTA DIDIK SMPN 1 BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kebugaran jasmani aktivitas fisik peserta didik di SMPN 1 Banua lawas. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriftif yang di lakukan dengan tes dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 82 orang peserta didik yang berusia 13-15 tahun SMPN 1 Banua Lawas. Dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran jasmani peserta didik di SMPN 1 Banua lawas tahun ajaran 2021/2022. terdapat 58 peserta didik (71%) dalam klasifikasi “kurang”, 24 peserta didik (29%) dalam klasifikasi “sedang”, 0 peserta didik (0%) dalam klasifikasi “kurang sekali”, 0 peserta didik (0%) dalam klasifikasi “baik”, 0 peserta didik (0%) dalam klasifikasi “baik sekali”. Kemudian dari analisis data di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat kesegaran jasmani peserta didik SMPN 1 Banua lawas tahun ajaran 2021/2022 secara keseluruhan dalam klasifikasi “kurang”
KONDISI FISIK ATLET FUTSAL PUTRI DI KABUPATEN BARITO KUALA
Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui kondisi fisik atlet futsal putri di wilayah Kabupaten Barito Kuala, meliputi: kelincahan, kecepatan, daya tahan dan daya ledak otot tungkai. Metode menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, teknik pengambilan data observasi, tes dan pengukuran. Populasi penelitian adalah Atlet Futsal Putri di Kabupaten Barito Kuala dengan jumlah 45 atlet, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif metode persentase. Hasil penelitian; (1) Kelincahan diperoleh 15 orang atlet atau 100% pada kategori kurang sekali. (2) Kecepatan diperoleh 1 atlet atau 6,67% pada kategori baik, 5 atlet atau 33,33% pada kategori sedang, 6 orang atlet atau 40% pada kategori kurang, dan 3 atlet atau 20% pada ketegori kurang sekali. (3) Daya tahan diperoleh 15 orang atlet atau 100% pada kategori kurang sekali. (4) Daya ledak diperoleh 3 orang atlet atau 20% pada kategori kurang, dan 12 orang atlet atau 80% dalam kategori kurang sekali. Kesimpulan dari penelitian kondisi fisik atlet futsal putri di Kabupaten Barito Kuala sebagian besar berada pada kategori kurang sekali
PUSAT BARANG BEKAS LAYAK PAKAI DI KOTA BANJARBARU
The design of the Used Goods Center in Banjarbaru City was motivated by the increased production of waste in Banjarbaru City after the COVID-19 pandemic and the proliferation of secondhand shops selling illegally imported used goods. The problems faced are in the form of many used goods stores that provide an inadequate shopping experience so that they do not attract visitors. The design method used is the Architectural Program by managing information and then analyzing the design to produce the right design. The design concept uses a One Stop Shopping Experience which provides a complete shopping experience, starting from selling on a consignment system, buying, and trying used goods in one facility. The furniture design uses the concept of upcycling waste as a solution to reduce waste production in Banjarbaru City. The result of the design is an elongated two-story building surrounded by old window and door facades. The building area is 1875m2 facing north with two main functions, namely a used goods service center and a used goods shopping area.Perancangan Pusat Barang Bekas Layak Pakai di Kota Banjarbaru dilatarbelakangi oleh meningkatnya produksi sampah di Kota Banjarbaru pasca pandemi COVID-19 dan maraknya toko barang bekas yang menjual barang bekas impor ilegal. Permasalahan yang dihadapi berupa banyak toko barang bekas yang memberikan pengalaman berbelanja yang kurang memadai sehingga tidak menarik pengunjung. Metode perancangan yang dipakai adalah Program Arsitektur denganpengelolaan informasi lalu menganalisis desain untuk menghasilkan desain yang tepat. Konsep Perancangan memakai One Stop Shopping Experience yang memberikan pengalaman berbelanja lengkap mulai dari menjual dengan sistem konsinyasi, membeli, dan mencoba barang bekas yang ada dalam satu fasilitas. Desain perabot memakai konsep upcycling waste sebagai solusi untuk mengurangi produksi sampah di Kota Banjarbaru. Hasil desain berupa bangunan dua lantai memanjang yang dikelilingi fasad jendela dan pintu bekas. Luas bangunan 1875m2 yang menghadap ke utara dengan dua fungsi utama yaitu pusat layanan barang bekas dan area belanja barang bekas
PUSAT SENI TARI BANJAR DI BANJARBARU
The development of Banjar dance in Banjarbaru is fully supported by dance activists, as proven by the frequent encounters of dance training, dance creation, and performances in several public places. However, inadequate facilities and infrastructure and the lack of regeneration of dancers are threats that can shift the existence of Banjar dance. In an effort to accommodate and preserve Banjar dance in Banjarbaru, it is necessary to design a dance center with the main target of dance activists and the younger generation of Banjarbaru city. Through the concept of manyaru (calling) with a metaphorical architectural approach, the elements, traits, and philosophy of Banjar dance are transformed into architectural aspects, namely circulation, form, to elements in open space so that the Banjar dance center is created which is contemporary and has a distinctive Banjar design image. This is expected to attract the interest and attention of the younger generation and can be a space for activities that are suitable with the characteristics of the millennial generation and Banjarbaru dance activists.Perkembangan seni tari Banjar di kota Banjarbaru sangat didukung penuh oleh para pegiat seni tari, terbukti dengan sering dijumpainya kegiatan latihan, penggarapan, dan pementasan di beberapa tempat publik. Namun, sarana dan prasarana yang kurang memadai serta semakin sedikitnya regenerasi penari menjadi ancaman yang dapat menggeser eksistensi tari Banjar. Dalam upaya mengakomodasi dan melestarikan seni tari Banjar di Banjarbaru, diperlukan perancangan pusat seni tari dengan sasaran utama para pegiat seni tari serta generasi muda kota Banjarbaru. Melalui konsep manyaru (memanggil) dengan pendekatan arsitektur metafora, unsur-unsur, sifat, dan filosofi tarian Banjar ditransformasikan ke dalam aspek arsitektural, yakni sirkulasi, bentuk, hingga elemen-elemen pada open space sehingga tercipta Pusat Seni Tari Banjar yang kekinian dan memiliki citra desain khas Banjar. Hal ini diharapkan dapat menarik minat dan perhatian generasi muda serta dapat menjadi ruang aktivitas publik yang sesuai dengan karakteristik generasi milenial maupun para pegiat seni tari Banjarbaru
PUSAT OLEH-OLEH DI OBJEK WISATA PANTAI TAKISUNG
Takisung Beach is one of the most popular tourist destinations in Tanah Laut Regency. To meet the demand of tourists visiting Takisung Beach, The Department of Tourism and Culture of Tanah Laut Regency provides several supporting facilities. One of the supporting facilities provided is in the form of a souvenir market filled with local products. The existing souvenir market has an unfavorable condition, it is influenced by factors of cleanliness, spatial arrangement, and poor humidity for the convenience of visitors. Departing from this problem, a design project in the form of a souvenir center at Takisung beach was initiated which applies the concept of a relationship that functions to accommodate buying and selling activities for tourists. The concept of coastal architecture is applied by adjusting the design to the climate of the coastal environment using the bioclimatic method.Pantai Takisung merupakan salah satu destinasi wisata paling diminati di Kabupaten Tanah Laut. Untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Takisung, maka Dinas Pariwisata Kabupaten Tanah Laut menyediakan beberapa fasilitas pendukung. Salah satu fasilitas pendukung yang disediakan yaitu berupa pasar oleh-oleh yang diisi oleh produk lokal setempat. Pasar oleh-oleh yang ada memiliki kondisi yang kurang baik, hal itu dipengaruhi oleh faktor kebersihan, penataan ruang, serta kelembaban yang kurang baik untuk kenyamanan pengunjung. Berangkat dari permasalahan itu, maka diciptakanlah proyek rancangan berupa pusat oleh-oleh di pantai Takisung yang menerapkan konsep arsitektur pesisir yang berfungsi untuk mewadahi aktivitas jual beli untuk wisatawan. Konsep arsitektur pesisir diaplikasikan dengan cara melakukan penyesuaian rancangan terhadap iklim lingkungan pesisir pantai menggunakan metode bioklimatik
PERANCANGAN FOODCOURT TEPIAN SUNGAI DI DESA SUNGAI TUAK KABUPATEN PASER
This writing aims to design a food court area in Sungai Tuak Village on the banks of the Kandilo River. This design can be done through a neo vernacular architectural approach that raises vernacular aspects in Paser Regency and can make a culinary tourism area that introduces regional local culture with the sadurengas concept taken from the Paser Regency vernacular architectural. This design aims to develop the development of a tourism center that can advance the economy of the paser community. This writing resulted in the following designs: 1) Design of a food court for micro, small and medium enterprises; 2) Provide facilities and infrastructure for open space on the banks of the river; 3) Redesign of Kandilo river pier facilityPenulisan ini bertujuan untuk merancang kawasan food court di Desa Sungai Tuak pada tepian Sungai Kandilo. Perancangan ini ini dapat dilakukan melalui pendekatan arsitektur neo vernakular yang mengangkat aspek-aspek vernakular di Kabupaten Paser dan dapat menjadikan kawasan wisata kuliner yang memperkenalkan budaya lokal daerah dengan konsep sadurengas yang diambil dari arsitektur vernakular Kabupaten Paser. Perancangan ini bertujuan untuk mengembangkan pembangunan pusat pariwisata yang dapat memajukan perekonomian masyarakat Paser. Penulisan ini menghasilkan rancangan : 1) Perancangan food court bagi pelaku usaha mikro kecil menengah; 2) Menyediakan sarana dan prasarana ruang terbuka tepian sungai; 3) Redesain fasilitas dermaga sungai kandilo
PANTI WERDHA DI BANJARBARU
Panti Werdha in Banjarbaru is a community service institution managed by the private sector with the aim of promoting the tranquility of the elderly in their old age. The lack of availability of supporting facilities in Banjarbaru has led to a decrease in peer attention to the elderly in Banjarbaru. The hope is that the design of the Nursing Home in Banjarbaru will be able to improve the quality of life for the elderly in Banjarbaru. The problem that the author raises in the design of social services for the elderly is, How is the design of the elderly housing in Banjarbaru that can facilitate comfortable and safe activities for the elderly? The method that the author applies in solving this problem is the Person Centered Map, using the concept of Behavioral Architecture.
Panti Werdha di Banjarbaru merupakan sebuah lembaga pelayanan masyarakat yang dikelola oleh pihak swasta bertujuan untuk memajukan ketentraman para warga lanjut usia di masa senja mereka. Minimnya ketersediaan penunjang fasilitas di Banjarbaru berujung pada menurunnya perhatian sesama pada warga lanjut usia di Banjarbaru. Harapannya, perancangan Panti Werdha di Banjarbaru sekiranya mampu memajukan kualitas hidup warga lanjut usia di Banjarbaru. Permasalahan yang penulis angkat pada perancangan pelayanan sosial lanjut usia ini adalah, bagaimana rancangan hunian lansia di Banjarbaru yang dapat memfasilitasi aktivitas para lansia yang nyaman dan aman? Metode yang penulis terapkan dalam penyelesaian permasalahan ini adalah person centered map, dengan menggunakan konsep arsitektur perilaku.
 
PRARANCANGAN PABRIK DIKALSIUM FOSFAT DIHIDRAT DARI ASAM FOSFAT DAN KALSIUM HIDROKSIDA DENGAN PROSES NETRALISASI KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN
Kebutuhan Indonesia terhadap Dicalcium Phosphate Dihydrate (CaHPO4.2H2O atau DCPD) cukup tinggi. Perancangan Pabrik Dikalsium Fosfat Dihidrat digunakan untuk mengurangi impor di Indonesia. Kapasitas yang dirancang sebesar 50,000 ton/tahun. Pabrik Dicalcium Phosphate Dihydrate dibuat dari kalsium hidroksida dan asam fosfat dengan menggunakan reactor CSTR. Bahan baku dimasukkan ke dalam Mixer (M-130) dan (M-140) untuk selanjutnya diproses kedalam Reaktor (R-210) bersamaan dengan hasil keluaran dari Evaporator (V-340). Produk keluaran Reaktor (R-210) akan dimasukkan ke dalam Centrifuge (H-310) untuk memisahkan produk DCPD dari H2O dan impurities yang terkandung. Keluaran centrifuge dialirkan ke kristallizer (X-320) untuk proses pembentukan kristal DCPD dan Sebagian di recycle ke Evaporator (V-340). Keluaran kristallizer dimasukkan ke Rotary Vacuum Drum Filter (H-330) untuk pisahkan cake dan filtrat dan Sebagian dialirkan ke Evaporator (V-340). Keluaran Rotary Drum Vacuum Filter (H-330) berupa padatan DCPD dialirkan ke Bin (F-350). Produk DCPD dipacking dan disimpan dalam Gudang (F-370). Pabrik ini memiliki dua alat utama yaitu Reaktor (R-210) dan Evaporator (V-340). Instrumen yang digunakan adalah TIC, LC, LIC, FC dan WIC yang dipasang pada masing-masing alat. Selain itu Pabrik ini dilengkapi dengan alat Safety untuk menjaga keamanan di Pabrik. Pendirian pabrik direncanakan berlokasi di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur dengan luas area sebesar 28.580 m2. Tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 200 orang dan bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staf. Kebutuhan utilitas diambil dari sungai Bengawan Solo sebanyak 3.749,2154 m3/hari. Dimana listrik untuk operasional pabrik dibutuhkan sebesar 299,2136 kW. Berdasarkan hasil analisa ekonomi, didapat nilai Return on Invesment (ROI) sesudah pajak untuk pabrik ini sebesar 47%, Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,86 tahun. Sedangkan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 57% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 34%. Nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini bisa dipertimbangkan pendiriannya dan dapat diteruskan ke tahap perencanaan pabrik. Sedangkan dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.
Kata kunci : dikalsium fosfat dihidrat, asam fosfat, kalsium hidroksida, netralisasi
PRARANCANGAN PABRIK HIGHIFRUCTOSE SYRUP (HFS) DARI KURMA DENGAN PROSES FERMENTASI SELEKTIF KAPASITAS 19.000 TON/TAHUN
Fruktosa merupakan pemanis alami yang 30% lebih manis dibandingkan dengan sukrosa dan 80% lebih manis dibandingkan dengan glukosa. Berdasarkan data impor ekspor fruktosa Indonesia dari tahun 2015-2019 dapat ditentukan peluang kapasitas pabrik fruktosa pada tahun 2026 yaitu sebesar 19000 ton/tahun dengan bahan baku kurma low grade dan berlokasi di Kawasan Industri Gresik. Proses pembuatan fruktosa dengan proses fermentasi dibagi menjadi tiga tahap. Pertama tahap persiapan bahan baku, kurma yang telah dibersihkan dan dikeringkan yang kemudian diekstrak kandungan gulanya, kemudian ektrak gula difilter dan disterilisasi. Hasil sterilisasi direaksikan dalam reaktor fermentor batch pada kondisi suhu 30oC, tekanan 1 atm, pengadukan konstan 120 rpm dan waktu tinggal 98 jam. Hasil yang diperoleh dari proses fermentasi adalah larutan campuran etanol-air dan fruktosa. Selanjutnya larutan campuran etanol-air dan fruktosa dialirkan dengan menggunakan pompa menuju vaporizer untuk memisahkan campuran tersebut. Bahan yang teruapkan berupa etanol-air akan keluar lewat atas sementara fruktosa akan keluar lewat bawah. Etanol kemudian dimurnikan didalam menara distilasi. Kebutuhan utilitas diambil dari sungai Bengawan Solo sebanyak 1843517,1109 kg/jam. Untuk kebutuhan listrik pada operasional pabrik yang digunakan yaitu sebesar 6035,1768 kW/jam disuplai dari Pembangkit Listrik Gresik. Untuk mengantisipasi adanya pemadaman, maka dipersiapkan 4 buah generator dengan power 1500 kW. Nilai Return on Invesment (ROI) pada pabrik ini sesudah pajak yaitu 15,83 %, Nilai Pay Out Time (POT) untuk sesudah pajak yaitu 4,04 tahun, dengan nilai persentase Break Event Point (BEP) sebesar 42,75%, sedangkan Shut Down Point (SDP) sebesar 23,32%. Dengan nilai yang diperoleh dari data diatas layak dikaji ulang dan dipertimbangkan untuk ke tahap perancangan, pendirian dan pembangunan.
Kata Kunci: batch, fermentasi selektif, fruktosa, kurm