Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
1492 research outputs found
Sort by
PRARANCANGAN PABRIK MONOSODIUM GLUTAMAT DARI MOLASE DAN UREA DENGAN PROSES BIOSINTESIS KAPASITAS 80.000 TON/TAHUN
Prarancangan pabrik monosodium glutamat dari molase dan urea dengan proses biosintesis kapasitas 80.000 ton/tahun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan monosodium glutamat di Indonesia pada 2026 mendatang. Monosodium glutamat berfungsi sebagai bahan penyedap pada makanan, juga digunakan sebagai bahan tambahan dalam pemberian nutrisi pada tanaman dan pakan ternak. Proses yang digunakan dalam pembuatan monosodium glutamat adalah dengan memfermentasi molase menggunakan fermentor dengan suhu 30oC, bertekanan 1 atm selama 35 jam dengan reaksi bersifat eksotermis. Produk dari keluaran fermentor dialirkan ke dalam reaktor untuk direaksikan dengan natrium hidroksida pada jenis reaktor CSTR pada suhu 30oC, tekanan 1 atm. Kemudian keluaran dari reaktor masuk ke evaporator untuk proses pemekatan kemudian dialirkan masuk ke dalam crystallizer untuk mengkristalkan produk dan kemudian masuk ke centrifuge untuk dipisahkan antara kristal yang terbentuk dan mother liquor. Kemudian kristal monosodium glutamat masuk ke rotary dryer untuk dikeringkan, setelah dikeringkan lalu masuk ke screen untuk disesuaikan ukurannya sebelum masuk ke dalam gudang penyimpanan produk. Pabrik berlokasi di Kawasan industri Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Pabrikr ni direncanakan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan struktur organisasi line and staff dengan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan 170 orang. Hasil analisa ekonomi terhadap prarancangan pabrik monosodium glutamat diperoleh data Percent Return On Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 18,36%. Pay Out Time (POT) sesudah pajak adalah 3,53 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) sebesar 41,94% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 20,48% kapasitas. Berdasarkan data–data analisa di atas dapat disimpulkan, bahwa pabrik monosodium glutamat dengan kapasitas 80.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan.
Kata Kunci: batch, biosintesis, monosodium glutamat, molas
PENGEMBANGAN TES FORMATIF SEGITIGA DAN SEGIEMPAT BERBASIS HOTS DENGAN KONTEKS MASJID SULTAN SURIANSYAH
Pendidikan abad 21 memberikan tantangan kepada guru, siswa, maupun penyelenggara pendidikan. Pada abad ini penting untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, dimana saat ini Indonesia menggunakan kurikulum 2013. Kurikulum ini juga menuntut dari segi materi pelajaran adanya kebermaknaan, agar dapat menyentuh aspek kehidupan siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru adalah mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa melalui tes dengan konteks budaya setempat. Disisi lain, sebagian siswa kurang mendapati soal yang berkaitan dengan budaya. Salah satu kebudayaan Kalimantan Selatan ialah Masjid Sultan Suriansyah, kebudayaan ini dapat dikaitkan dengan materi matematika yakni materi segitiga dan segiempat, dimana KD dari materi ini merujuk pada KKO HOTS untuk mengarahkan siswa mampu berpikir tingkat tinggi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini menghasilkan tes formatif berbasis HOTS dengan konteks Masjid Sultan Suriansyah pada materi segitiga dan segiempat berbentuk pilihan ganda yang valid. Metode penelitian yang digunakan diadaptasi dari Tessmer yaitu R&D dengan model formative research. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif, diperoleh dari penilaian dan saran dari 3 orang validator. Penelitian ini menghasilkan 22 butir soal berbentuk pilihan ganda, dimana dari segi materi, konstruksi, bahasa, dan aspek tambahan memenuhi kriteria valid dengan kategori sangat valid serta mendapat VR sebesar 3,69
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS DENGAN KONTEKS LAHAN BASAH PADA PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 2 BANJARMASIN
Hasil dari tes berstandar internasional TIMSS dan PISA memaparkan bahwa keahlian peserta didik di Indonesia dalam berpikir masih berada dalam tingkatan yang rendah. Rendahnya tingkat keterampilan berpikir peserta didik ini disebabkan oleh faktor dari soal yang diberikan terbiasa menggunakan kategori keterampilan berpikir rendah. Solusi agar kemampuan berpikir peserta didik meningkat adalah dengan pemberian instrumen penilaian formatif dengan konteks lahan basah seperti pada kehidupan disekitar peserta didik daerah Kalimantan Selatan untuk menguji pemecahan konsep peserta didik sebagai alat ukur dalam pemahaman materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian. formatif berbasis HOTS dengan konteks lahan basah pada persamaan garis lurus yang valid dan praktis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan evaluasi formatif tessmer yang terdiri atas: 1) Preliminary; 2) Self Evaluation; 3) One-to-one; dan 3) small group. Kevalidan produk yang dikembangkan dinilai dari hasil validitas oleh 2 validator ahli (expert reviews). Kepraktisan produk dilihat dari hasil lembar angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) validitas instrumen penelitian formatif berdasarkan pakar memiliki kategori valid dengan skor rata-rata 3,375; 2) kepraktisan instrumen penilaian formatif berdasarkan respon peserta didik memiliki kategori sangat praktis dengan persentase 94,17% dan berdasarkan respon guru memiliki kategori sangat praktis dengan persentase 87,14%
PENGEMBANGAN LKPD MATERI BANGUN DATAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA BATIK TANJUNG BERSINAR KHAS TABALONG
Etnomatematika dalam pendidikan sangat berperan penting dalam pembelajaran dikarenakan banyak peserta didik membutuhkan proses pembelajaran yang menarik. Dalam pembelajaran Segiempat dan Segitiga, sebagian besar pendidik hanya menulis rumus yang terdapat di dalam buku, kemudian memberi contoh dari soal-soal serta penugasan. Pendidik sebaiknya membuat inovasi pada pembelajaran khususnya memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik selama pembelajaran agar lebih aktif. Sebuah inovasi yang bisa dilakukan pendidik adalah melalui LKPD yang berbasis etnomatematika agar sangat bermakna saat proses pengajaran. Tujuan dari penelitian ini ialah hasil berupa lembar kerja peserta didik dengan basis etnomatematika Batik Tanjung Bersinar pada materi bangun datar yaitu segiempat dan segitiga kelas VII SMP/MTs yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan ialah berupa pengembangan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (4-D) dengan tahapan define, design, develop, dan uji coba produk. Produk LKPD yang menjadi evaluasi mempunyai kriteria kevalidan yang didasarkan pada tiga orang ahli atau yang disebut validator. Analisis statistik deskriptif juga digunakan dalam penelitian ini ketika menganalaisis data. Adapun pengujian validitas menghasilkan sebesar 3,23 yang berkriteria valid. Hasil dari pengujian kepraktisan sebesar 82,74% dengan kriteria praktis. Hasil uji keefektifan sebesar 83,33% dengan kriteria efektif. Sehingga atas dasar ini, dihasilkanlah LKPD berbasis etnomatematika Batik Tanjung Bersinar khas Kabupaten Tabalong materi Bangun Datar yaitu Segiempat dan Segitiga yang valid, praktis, dan efektif
PENINGKATAN KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN LARVA IKAN GABUS HARUAN (Channa striata) MELALUI PEMBERIAN PAKAN SISTEM KALENDER: INCREASING SURVIVALITY AND GROWTH OF SNAKEHEAD COCK FISH (Channa striata) LARVA THROUGH CALENDAR SYSTEM FEEDING
Budidaya ikan gabus haruan masih mengalami kendala pada tahap Perpindahan pakan alami dan waktu pemberian pakan yang tidak tepat dapat menyebabkan pertumbuhan larva menjadi lambat, dimana larva membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan pakan yang baru dengan cara sistem kalender. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan sistem kalender terhadap kelulusan hidup dan pertumbuhan larva ikan gabus haruan (Channa striata). Penelitian dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan.Pakan yang digunakan yaitu Artemia sp., Daphnia sp., dan pakan komersil. Parameter penelitian meliputi kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang relatif, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat relatif, pertumbuhan berat mutlak, dan kualitas air Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian pakan sistem kalender tidak berbeda berpengaruh nyata terhadap laju, pertambahan kelangsungan hidup, pertumbuhan panjang relatif, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat relatif, pertumbuhan berat mutlak larva ikan gabus Hasil tertinggi didapat dari perlakuan D H8 – 16 (A) à H17 – 24 (D) à H25 – 33 (PK) mampu menghasilkan kelangsungan hidup 83,33%, pada pertumbuhan panjang relatif, panjang mutlak yang tertinggi pada perlakuan C H8 – 15 (A) à H16 – 23 (D) à H24 – 33 (PK) dan pertumbuhan berat relatif, berat mutlak perlakuan A H8 – 13 (A) à H14 – 21 (D) à H22 – 33 (PK).
Cultivation of snakehead fish is still experiencing problems at the stage of natural feed transfer and inappropriate feeding time can cause larval growth to be slow, because larvae need time to adapt to new feed by means of a calendar system. The purpose of the research to effect of calendar system feeding on survival and growth of snakehead fish (Channa striata) larvae. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) method with 4 treatments and 3 replications. The feed used were Artemia sp., Daphnia sp., and commercial feed. The research parameters included survival, relative length growth, absolute length growth, relative weight growth, absolute weight growth, and water quality. absolute length, relative weight growth, absolute weight growth of snakehead fish larvae. The highest results were obtained from treatment D H8 – 16 (A) H17 – 24 (D) H25 – 33 (PK) was able to produce 83.33% survival, on growth relative length, the highest absolute length in treatment C H8 – 15 (A) H16 – 23 (D) H24 – 33 (PK) and the growth of relative weight, absolute weight of treatment A H8 – 13 (A) H14 – 21 (D) H22 – 33 (PK)
ANALISIS STATUS KUALITAS AIR PADA PERAIRAN SUNGAI DI KELURAHAN SUNGAI PARING KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN: ANALYSIS OF WATER QUALITY STATUS IN RIVER WATERS IN SUNGAI PARING VILLAGE, BANJAR REGENCY, SOUTH KALIMANTAN PROVINCE
Perairan sungai yang berada di Kelurahan Sungai Paring merupakan anak sungai yang berfungsi sebagai badan air yang terletak di selatan kawasan perkotaan martapura. Adanya aktivitas yang ada disekitar perairan sungai baik dari dalam maupun dari luar dapat mempengaruhi kondisi perairan sungai tersebut. Penelitian dilakukan di Kelurahan Sungai Paring bertujuan untuk mengetahui kondisi perairan dengan analisa menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) dan Environment Quality Index (EQI). Berdasarkan pengukuran kualitas air pada variabel suhu, pH, DO, kecerahan dan nitrat termasuk memenuhi baku mutu kelas dua sedangkan pada variabel fosfat dan amoniak telah melampaui baku mutu kelas dua. Berdasarkan hasil perhitungan status kualitas perairan sungai di Kelurahan Sungai Paring menunjukkan kondisi tercemar dengan tingkat pencemaran status mutu perairan ke 3 stasiun pada kawasan akvititas yang berbeda. Kisaran nilai IP yang diperoleh pada stasiun 1 kawasan industri pengolahan tahu (0,83 – 1,22), stasiun 2 kawasan perikanan budidaya (1,36 – 1,69), stasiun 3 kawasan pemukiman (1,32 – 2,00) termasuk dalam kondisi baik hingga tercemar ringan, sedangkan kondisi dan kelayakan kualitas perairan menggunakan metode EQI skor nilai yang didapatkan yaitu 0,11-0,13 pada stasiun 1, 0,15-0,16 pada stasiun 2 dan 0,12 – 0,19 pada stasiun 3 yang artinya sifat kualitas air termasuk dalam kelas I kategori sangat buruk.
River waters located in Sungai Paring Village are tributaries that function as water bodies located in the south of the Martapura urban area. The existence of activities around the river waters both from inside and outside can affect the condition of the river waters. The research was conducted in Sungai Paring Village with the aim of knowing the condition of the waters by analysis using the Pollution Index (IP) and Environment Quality Index (EQI) methods. Based on the measurement of water quality on the variables of temperature, pH, DO, brightness and nitrate, including meeting the second class quality standard, while the phosphate and ammonia variables have exceeded the second class quality standard. Based on the results of the calculation of the quality status of river waters in Sungai Paring Village, it shows a polluted condition with the level of pollution of the water quality status to 3 stations in different activity areas. The range of IP values obtained at station 1 of the tofu processing industrial area (0,83 – 1,22), station 2 of aquaculture area (1,36 – 1,69), station 3 resedential area (1,32 – 2,00) included in good condition to lightly polluted, while the condition and feasibility of water quality using the EQI method the scores obtained are 0,11 – 0,13 at station 1, 0,15 – 0,16 at station 2 and 0,12 – 0,19 at station 3 which means that the water quality is included in class I in the very poor category
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP KUALITAS AIR KOLAM PENDEDERAN BENIH IKAN MAS (Cyprinus carpio, Linnaeus): THE EFFECT OF FERTILIZING CHICKEN DEVELOPMENT WITH DIFFERENT DOSAGES ON WATER QUALITY OF GROWING POOL WATER OF GOLD FISH (Cyprinus carpio, Linnaeus)
Ikan Mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) merupakan salah satu spesies ikan air tawar yang mempunyai peluang pengembangan budidaya untuk meraih potensi pasar yang terus meningkat. Pengukuran kualitas air pada kolam pendederan benih ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) dengan dosis pupuk yang berbeda didapatkan bahwa pengaruh dosis pupuk kandang kotoran ayam terhadap kualitas air kolam pendederan benih ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) telah memenuhi persyaratan pembenihan ikan mas (Cyprinus carpio, Linnaeus) berdasarkan Standar Nasional Indonesia Pembenihan Ikan Mas 01-6137-1999 dan berdasarkan penelitian sebelumnya (menurut para ahli). Dosis pupuk kandang ayam memberikan perbedaan kualitas air pada keadaan suhu, pH, DO dan amoniak.
Goldfish (Cyprinus carpio, Linnaeus) is one of the freshwater fish species that has the opportunity to develop aquaculture to reach the market potential that continues to increase. Measurement of water quality in carp (Cyprinus carpio, Linnaeus) seed nursery ponds with different fertilizer doses, it was found that the effect of chicken manure manure on the water quality of carp (Cyprinus carpio, Linnaeus) nursery ponds met the requirements of carp hatchery (Cyprinus carpio, Linnaeus) based on the Indonesian National Standard for Carp Hatchery 01-6137-1999 and based on previous research (according to experts). The dose of chicken manure gave differences in water quality in conditions of temperature, pH, DO and ammonia
Pengaruh Pemberian Biourin Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea reptans Poir) pada Tanah Ultisol
Ultisols have the potential to be developed as productive agricultural land, but need several efforts by means of organic matter and fertilizer applications. Biourine is a fermented liquid waste from cow urine. One of the commodities developed in Ultisol is spinach (Ipomoea reptans Poir). The study aims to determine the effect of treatments of six biourin concentrations on available nitrogen, soil pH, and growth plants of spinach on Ultisol soil. The single factor of completely randomized design (CRD) used as an experimental design consists of six treatments with four replications (24 experimental units). The results showed that biourine had no effect on increasing soil ammonium-N and had no effect on soil nitrate-N and soil pH. Biourin affects the increase in wet weight and dry weight of spinach plants. There is a relationship between soil NO3- and NH4+ levels with wet weight. Biourin concentration level of 2% is the best concentration to increase ammonium-N, wet weight and dry weight.Ultisols have the potential to be developed as productive agricultural land, but need several efforts by means of organic matter and fertilizer applications. Biourine is a fermented liquid waste from cow urine. One of the commodities developed in Ultisol is spinach (Ipomoea reptans Poir). The study aims to determine the effect of treatments of six biourin concentrations on available nitrogen, soil pH, and growth plants of spinach on Ultisol soil. The single factor of completely randomized design (CRD) used as an experimental design consists of six treatments with four replications (24 experimental units). The results showed that biourine had no effect on increasing soil ammonium-N and had no effect on soil nitrate-N and soil pH. Biourin affects the increase in wet weight and dry weight of spinach plants. There is a relationship between soil NO3- and NH4+ levels with wet weight. Biourin concentration level of 2% is the best concentration to increase ammonium-N, wet weight and dry weight
PEMBELAJARAN SEPAK SILA DALAM PERMAINAN BOLA BESAR MENGGUNAKAN PERMAINAN BOLA DI UDARA DENGAN SISWA KELAS XI IPS 3 SMA NEGERI 2 BARABAI HULU SUNGAI TENGAH: Pembelajaran
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil permainan bola di udara terhadap pembelajaran permainan bola besar sepak sila dengan siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Barabai Hulu Sungai Tengah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimen semu yang dilakukan secara kolaborasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI SMA Negeri 2 Barabai. Sampel dalam penelitian ini Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Barabai Hulu Sungai Tengah yang berjumlah 24 murid terdiri dari 16 laki-laki dan 8 perempuan.
Hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan pembelajaran melalui permainan bola di udara dengan siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Barabai Hulu Sungai Tengah ditandai dengan nilai rata-rata peserta didik. Pada pertemuan pertama (sebelum diberikan perlakuan) siswa mendapatkan nilai rata-rata 73,12 jumlah siswa mencapai KKM 75 berjumlah 14 siswa dengan persentase 58%. Kondisi tersebut mengalami peninkatan pada pertemuan kedua (setelah diberi perlakuan) nilai rata-rata yang didapat 87,92% jumlah siswa yang mencapai KKM 75 berjumlah 24 siswa dengan persentase ketuntasan 100%. hal tersebut menunjukan bahwa penelitian ini dapat memberikan perubahan.
Kata Kunci : sepak sila, melalui permainan bola di udar
ANALISIS KEBUGARAN JASMMANI DARI ASPEK FREKUENSI AKTIVITAS FISIK PADA PESERTA DIDIK SMPN 1 PARINNGIN KABUPATENN BALANNGAN: Kebugaran Jasmani
Penelitian ini untuk mengetahui kategori saran dan prasarana pendidikan dan klasifikasi tingkat kesegaran jasmani peserta didik SMPN 1 Paringin dengan rentan usia 13-15 tahun. klasifikasi tingkat kesegaran jasmani peserta didik dari Baik Sekali (BS), Baik (B). Sedang (S), Kurang (K), Kurang Sekali (KS). Bedasarkan data yang di dapat tingkat kebugaran jasmani peserta didik SMPN 1 Paringin tahun 2021/2022, adalah terdapat 14 peserta didik (17,5%) klasifikasi “kurang sekali”, 39 peserta didik (48,8%) dalam klasifikasi “kurang”, 26 peserta didik (32,5%) dengan klasifikasi “sedang”, 1 peserta didik (1,3%) yaitu klasifikasi “baik”, 0 peserta didik (0,0%) dengan klasifikasi “baik sekali”.