Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    Pengaruh Persentase Naungan Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Pembibitan Pre Nursery

    Get PDF
    Tanaman kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak nabati yang merupakan salah satu dari sembilan kebutuhan pokok bangsa Indonesia. Tingginya permintaan akan minyak makan di dalam negeri harus diimbangi dengan memaksimalkan produksi yaitu dengan pembibitan. Bibit kelapa sawit di tingkat pre nursery hanya membutuhkan intensitas cahaya matahari sekitar 40%. Oleh karena itu naungan menjadi faktor yang harus diperhatikan dalam pertumbuhan bibit di tingkat pre nursery. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisisi pengaruh berbagai persentase naungan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan pre nursery dan untuk menganalisis persentase naungan terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pembibitan pre nursery. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu persentase naungan yang terdiri atas 5 taraf, yaitu  p0 =  (100%, 50%, 0%) naungan, p1 =  (75%, 75%, 0%) naungan, p2 =  (75%, 50%, 25%) naungan, p3 =  (75%, 25%, 0%) naungan, p4 = (50%, 25%, 0%) naungan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan dan pada setiap satuan percobaan terdapat 9 polybag sehingga terdapat 180 tanaman. Berdasarkan hasil analisis ragam pengaruh persentase naungan berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan diameter batang (mm), jumlah daun (helai), panjang helai (cm). Perlakuan persentase naungan memberikan pengaruh terhadap diameter batang umur 12 MST, jumlah daun umur 9 MST, 10 MST, 11 MST, panjang helai daun umur 8 MST. Persentase naungan kelapa sawit dengan komposisi (75%, 25%, 0%) pada umur 0-1.5 bulan lebih baik daripada kontrol (100%, 50%,0%) khusussnya pada diameter batang dan panjang helai daun.           &nbsp

    Pengaruh Amelioran Terhadap Kemasaman dan Ketersediaan P Tanah Ultisol: The Effect of Ameliorants on Acidity and P Availability of Ultisol Soil

    Get PDF
    Ultisol is soil on acidic dry land which has problems such as low organic matter content, soil pH and availability of nutrients, one of which is P-available. Chicken manure and coal ash can function as ameliorant materials so that they can improve fertility in ultisol soil. This research aims to determine the effect of applying ameliorant (chicken manure and coal ash) on the acidity and P availability of ultisol soil. This research used a single factor Completely Randomized Design method with six treatments repeated four times to produce 24 experimental units including PA0 = control, PA1= 100% coal ash (0,25 t ha-1) + 0% chicken manure (0 t ha-1), PA2= 25% chicken manure (0,5 t ha-1) + 75% coal ash (0,75 t ha-1), PA3= 50% chicken manure (1 t ha-1) + 50% coal ash (0,50 t ha-1), PA4= 75% chicken manure (1,5 t ha-1) + 25% coal ash (0,25 t ha-1), PA5= 100% chicken manure (2 t ha-1) + 0% coal ash (0 t ha-1). Providing ameliorants in the form of chicken manure and coal ash can expand soil pH, available P and Ca-dd, can reduce soil Al-dd but cannot expand soil Mg-dd.Ultisol merupakan tanah pada lahan kering masam yang mempunyai permasalahan antara lain rendahnya kandungan bahan organik, pH tanah dan ketersediaan unsur hara, salah satunya adalah P-tersedia. Pupuk kandang ayam dan abu batubara dapat berfungsi sebagai bahan amelioran sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah ultisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran (pupuk kandang ayam dan abu batubara) terhadap kemasaman dan ketersediaan P tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam perlakuan yang diulang empat kali sehingga menghasilkan 24 satuan percobaan meliputi PA0= kontrol, PA1= 100% abu batubara (0,25 t ha-1) + 0% pupuk kandang ayam (0 t ha-1), PA2= 25% pupuk kandang ayam (0,5 t ha-1) + 75% abu batubara (0,75 t ha-1), PA3= 50% pupuk kandang ayam (1 t ha-1) + 50% abu batubara (0,50 t ha-1), PA4= 75% pupuk kandang ayam (1,5 t ha-1) + 25% abu batubara (0,25 t ha-1), PA5= 100% pupuk kandang ayam (2 t ha-1) + 0% abu batubara (0 t ha-1). Pemberian amelioran berupa pupuk kandang ayam dan abu batubara dapat meningkatkan pH tanah, P-tersedia dan Ca-dd, dapat menurunkan Al-dd tanah tetapi tidak dapat meningkatkan Mg-dd tanah

    Detection of Arbuscular Mycorrhizal Fungi in the Root of Allium fistulosum Grown in the Fumigated Field

    No full text
    Soil fumigation is important pre-plantation practices to maximize land productivity. Not only effectively eliminate soil pests and pathogens, but this practice also affecting the beneficial soil microbial community including arbuscular mycorrhizal (AM) fungi. The AM fungal community in the roots of Allium fistulosum were studied. The roots have been collected from fumigated and non-fumigated field. The DNA has been extracted, then the fungal LSU ribosomal RNA gene has been amplified and sequenced. Two and three AM fungal OTUs have been detected from fumigated and non-fumigated field, respectively. Decomposer and pathogenic fungi were detected coexist with the AM fungi, suggesting the resilience of these fungi upon fumigation treatment

    SMP ALAM MUHAMMADIYAH INDRASARI MARTAPURA

    Get PDF
    We can now easily find natural schools at the elementary level in every district and city in South Kalimantan. Meanwhile, there are still very few natural schools at the next level, including junior high school. It was on this basis that the presence of a natural junior high school was felt to be very necessary, then this was responded to quickly by the administrators of the Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura Elementary School of Akhlak who wanted the establishment of the Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura Middle School. The design of SMP Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura must pay attention to the curriculum structure that has been created by the development preparation team, which wants the best graduates to have strong character and knowledge that is oriented towards good morals. Through the learning media programming method, the design of SMP Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura can be translated into a design strategy. Using the concept of space flexibility can be a problem solver in design. By implementing the concept of space flexibility, the design plan for SMP Alam Muhammadiyah Indrasari can accommodate teaching and learning activities at this natural school. The application of design methods based on learning media with the concept of flexibility can form characters in children who are morally oriented and exemplary to create a generation that cares about the natural and social environment.Sekolah alam tingkat SD saat ini dapat dengan mudah kita jumpai di setiap kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Sedangkan sekolah alam pada jenjang berikutnya masih begitu sedikit, termasuk tingkat SMP. Atas dasar inilah kehadiran SMP alam dirasa sangat diperlukan, kemudian hal ini direspon cepat oleh pengurus Sekolah Akhlak SD Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura yang menginginkan pendirian SMP Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura. Perancangan SMP Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura harus memperhatikan susunan kurikulum yang telah dibuat oleh tim persiapan pembangunan, yang menginginkan lulusan terbaiknya mempunyai karakter yang kuat serta ilmu yang berorientasikan pada akhlak baik. Melalui metode pemrograman media pembelajaran, perancangan SMP Alam Muhammadiyah Indrasari Martapura dapat diterjemahkan ke dalam strategi desain. Penggunaan konsep fleksibilitas ruang dapat menjadi pemecah masalah dalam perancangan. Dengan diterapkannya konsep fleksibilitas ruang, rencana desain SMP Alam Muhammadiyah Indrasari dapat mewadahi aktivitas belajar mengajar di sekolah alam ini. Penerapan Metode desain yang berlandaskan pada media pembelajaran dengan konsep Fleksibilitas tadi dapat membentuk karakter pada anak yang berorientasikan pada akhlak serta keteladanan dalam rangka menciptakan generasi yang peduli terhadap lingkungan alam serta sosial

    PRAPERANCANGAN PABRIK MESITILENA DENGAN KAPASITAS 4.000 TON/TAHUN MENGGUNAKAN METODE ISOMERISASI PSEUDOCUMENE

    Get PDF
    The demand for mesitylene in Indonesia is increasing due to its extensive use in various industrial applications. Mesitylene, also known as 1,3,5-trimethylbenzene, is a valuable aromatic hydrocarbon used as a solvent, in the synthesis of fine chemicals, and as an intermediate in the production of high-performance polymers. A mesitylene plant using pseudocumene as the raw material is designed with a capacity of 4,000 tons per year, operating for 330 days per year. The required raw material amounts to 6364,410846 tons per year. Mesitylene is produced through the isomerization process of pseudocumene, yielding mesitylene as the main product and xylene and hemimellitene as by-products. The process involves isomerization and transalkylation reactions in a Continuous Stirred-Tank Reactor (CSTR) using a ZSM-5 catalyst, at a pressure of 50 bar and a temperature of 340°C. The separation and purification process uses three distillation columns, resulting in mesitylene with 99% purity and an annual production of 4,000 tons. The utility units include the water supply unit, the steam supply unit, the electricity supply unit, and the fuel supply unit. The plant is operated as a Limited Liability Company with 74 employees, divided into two categories: shift and non-shift workers, to ensure continuous production processes. Economic analysis indicates a net profit of Rp20.000.444.483.590, a Rate of Return (RoR) of 23%, a Pay Out Time (POT) of 3,6 years, and a Break-even Point (BEP) of 44.56%. The economic evaluation confirms that a mesitylene plant with a production capacity of 4,000 tons per year is feasible to establish. Keywords:Isomerization, Mesitylene, Pseudocumene

    Pembuatan Perangkap Tikus Semi Otomatis Dengan Sensor Gerak

    Get PDF
    An effort to minimize the negative impact of using chemicals to eradicate rats, it is necessary to look for other control alternatives using traps. Many conventional mouse traps that are less effective in their use can backfire on themselves. Addressing this problem, the author tried to design a semi-automatic mouse trap combined with sensory (motion). The aim of this research is to make semi-automatic mouse traps and various designs to find out which ones are more effective for trapping mice. The method used in this research is trap control carried out in rice fields. The installation of traps was tested for sensory effectiveness. The results of this research show that the motion sensor installed in the trap detected movement visible in the Android application and was successful in trapping mice.Dalam usaha meminimalisir dampak negatif pemakaian bahan kimia untuk memberantas tikus, maka perlu dicari alternatif pengendalian lain dengan menggunakan perangkap. Banyaknya alat perangkap tikus konvensional yang kurang efektif dalam penggunaannya dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri. Menyikapi Permasalahan ini, penulis mencoba merancang perangkap tikus semi otomatis yang digabungkan dengan sensorik (gerak). Tujuan dari penelitian ini adalah Pembuatan perangkap tikus semi otomatis serta berbagai desain untuk mengetahui yang lebih efektif untuk menjebak tikus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pengendalian perangkap yang dilakukan di persawahan. Pemasangan perangkap di uji coba keefektifan sensoriknya. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa sensor gerak yang terpasang pada perangkap mendeteksi adanya pergerakan yang terlihat pada aplikasi android dan berhasil memerangkap tikus

    Efektifitas Larutan Daun Gelinggang (Cassia alata L.) dalam Menghambat Kejadian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) pada Tanaman Cabai Rawit

    Get PDF
    This research uses vegetable pesticides from gelinggang leaf solution which aims to determine the effectiveness of gelinggang leaf solution in inhibiting the incidence of the fungus Colletotrichum sp. on cayenne pepper plants. The research used a completely randomized design (CRD) with one factor consisting of 6 treatments with 4 replications, each treatment unit consisting of 2 plants so that the total number of plants tested was 48 experimental units. The treatments used were without treatment (T0), chemical treatment (TM) 5% gelinggang leaf solution (T1), 10% gelinggang leaf solution (T2), 15% gelinggang leaf solution (T3) and 20% gelinggang leaf solution (T4) . The research results showed that the gelinggang leaf solution was effective in inhibiting the incidence of anthracnose. With the lowest percentage of disease incidence at 31.3%, treatment was T4, followed by treatment T3 at 32.5%, T2 at 36.3%, different from no treatment (control), which was 47.5.Penelitian ini menggunakan pestisida nabati dari larutan daun gelinggang yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas larutan daun gelinggang dalam menghambat kejadian penyakit cendawan Colletotrichum sp. pada tanaman cabai rawit. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan, setiap unit perlakuan terdiri dari 2 tanaman sehingga total tanaman yang diujikan sebanyak 48 unit satuan percobaan. Perlakuan yang digunakan yaitu tanpa perlakuan (T0), perlakuan kimia (TM) larutan daun gelinggang 5% (T1), larutan daun gelinggang  10% (T2), larutan daun gelinggang 15% (T3) dan larutan daun gelinggang 20% (T4). Hasil penelitian menunjukan bahwa larutan daun gelinggang efektif dalam menghambat kejadian penyakit antraknosa. Dengan persentase kejadian penyakit paling rendah sebesar 31,3% perlakuan T4, diikuti perlakuan T3  sebesar 32,5%, T2 sebesar 36,3% berbeda dengan tanpa perlakuan (kontrol) yaitu sebesar 47,5

    PENGGUNAAN SEVIMA EDLINK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE (SEBUAH KAJIAN PUSTAKA)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi Sevima Edlink dalam meningkatkan prestasi dan disiplin belajar peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes prestasi belajar, observasi, dan kuesioner yang diberikan kepada siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Seririt. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan inferensial untuk melihat perubahan nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa. Instrumen penelitian berupa tes prestasi dan kuesioner keaktifan siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Sevima Edlink sebagai wadah pemberian tugas dan diskusi materi dapat meningkatkan prestasi belajar dan disiplin siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa dari 63,91 pada tes awal menjadi 76,33 pada siklus III, serta peningkatan ketuntasan belajar dari 18,75% menjadi 70%. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat kesamaan jawaban siswa menurun dari siklus ke siklus, mengindikasikan peningkatan kemandirian belajar. Fitur-fitur pada Sevima Edlink seperti feedback, deadline pengumpulan tugas, dan forum diskusi sangat mendukung proses pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa aplikasi Sevima Edlink efektif dalam meningkatkan prestasi dan disiplin belajar siswa. Hasil ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa platform e-learning dapat memberikan pengaruh positif dalam proses pembelajaran

    PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN PADA PEMBELAJARAN KIMIA: SEBUAH KAJIAN PUSTAKA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar pengetahuan pada pembelajaran kimia melalui penelitian kualitatif yang menggunakan metode tinjauan literatur yaitu mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan. Teknik pengumpulan data adalah dengan meninjau hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya menggunakan analisis deskriptif dan kemudian menguraikan data menjadi untaian kata. Sumber data berasal dari jurnal Nasional dan Internasional terbitan tahun 2019-2024 yang dipublikasikan pada aplikasi Publish or Perish 8 dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model discovery learning dapat meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar pengetahuan pada pembelajaran kimia

    PERANCANGAN MARKAS PMI KOTA BANJARBARU

    Get PDF
    The PMI Headquarters as an operational forum for martyrdom is a provider of blood transfusion health facilities in the form of a Unit Donor Darah (UDD). The blood service organized by the Indonesian Red Cross strives to provide access to services with an accessible environment for everyone. This is to support one of the Sustainable Development Goals (SDGs) on health and welfare. In the capital region of South Kalimantan, PMI Kota Banjarbaru is one of the organizations of the national association in the field of social humanitarianism that actively operates to help the community. In terms of the availability of operational containers, PMI Kota Banjarbaru does not have a headquarters as a tool for humanitarian facilities and infrastructure. This is certainly a problem for PMI Kota Banjarbaru in its duties. Access to blood services needed by the community is also hampered due to the lack of availability of blood transfusion health facilities. Therefore, this design is intended to encourage the government to build and improve the effectiveness of PMI Headquarters in the future. Through the concept of accessible building with a functional architecture approach that considers local aspects, it is hoped to produce a design for the “Markas PMI Kota Banjarbaru”, that is accessible, inclusive, and efficient, thus supporting the headquarters function in providing services. Markas PMI sebagai wadah operasional kepalangmerahan menjadi penyedia fasilitas kesehatan transfusi darah berupa Unit Donor Darah (UDD). Layanan darah yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia diupayakan dapat memberikan akses pelayanan dengan lingkungan yang aksesibel bagi setiap orang. Hal ini guna mendukung salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) terhadap aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Di Wilayah Ibukota Kalimantan Selatan, PMI Kota Banjarbaru menjadi salah satu organisasi dari perhimpunan nasional di bidang sosial kemanusiaan yang aktif beroperasi membantu masyarakat. Ditinjau dari ketersediaan wadah operasional, PMI Kota Banjarbaru nyatanya belum memiliki markas sebagai perangkat sarana dan prasarana kepalangmerahan. Hal ini tentunya menjadi permasalahan bagi PMI Kota Banjarbaru dalam bertugas. Akses pelayanan darah yang dibutuhkan masyarakat pun menjadi terhambat karena kurangnya ketersediaan fasilitas kesehatan transfusi darah. Maka dari itu, perancangan ini  ditujukan untuk mendorong pemerintah agar dapat membangun dan meningkatkan efektivitas Markas PMI di masa mendatang. Melalui konsep accessible building dengan metode pendekatan arsitektur fungsional yang memperhatikan aspek lokalitas, diharapkan mampu menghasilkan rancangan “Markas PMI Kota Banjarbaru” yang aksesibel, inklusif dan efisien sehingga mampu mendukung fungsi markas dalam menyalurkan pelayanan yang diberikan

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇