Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    Pengaruh Tanaman Refugia Kenikir (Cosmos Caudatus) Kombinasi Jarak Tanam Untuk Menghindari Serangan Penyakit Antraknosa Pada Tanaman Cabai Besar

    Get PDF
    Chili is one type of vegetable that is often cultivated by farmers because of its high economic value and high nutritional value. Anthracnose (Colletotrichum spp.) is the main disease that often attacks large chili plants which can cause yield loss and destroy all cultivated plants. This study aims to determine the effect of the plant refugia kenikir (Cosmos caudatus) combined with plant spacing to avoid anthracnose disease. The method used was a factorial randomized block design (RAKF) with 2 factors, Refugia kenikir (C. caudatus) (R) and Planting Distance (J), there were 6 treatments and 4 groups so that there were 24 experimental units with each unit planted 4 plants, so we got 96 plants. Which was tested by observing the percentage of disease incidence and wet weight of fruit. The results showed that refugia kenikir (C. caudatus) plant spacing combination had no significant effect on the incidence of anthracnose disease, but the spacing treatment did affect the wet weight of fruit observed on days 105 and 120 with the highest average production in treatment J3R1 (60x120 cm). ; 60 kenikir trees) of 63.5 grams and 91.25 grams.Cabai besar adalah salah satu jenis sayuran yang sering dibubidayakan petani karena bernilai ekonomi tinggi serta memiliki nilai gizi cukup tinggi. Antraknosa (Colletotrichum spp) merupakan penyakit utama yang sering menyerang tanaman cabai besar yang dapat menyebabkan kehilangan hasil dan menghancurkan seluruh tanaman budidaya. Adapun penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari tanaman refugia kenikir (Cosmos caudatus) yang dikombinasikan dengan jarak tanam untuk menghindari seranganipenyakit antraknosa. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) 2 faktor yaitu Refugia kenikir (Cosmos caudatus) (R) dan Jarak Tanam (J), terdapat 6 perlakuan dan 4 kelompok sehingga berjumlah 24 unit percobaan dengan setiap unit ditanam 4 tanaman maka didapatkan 96 tanaman yang diujikan dengan variabel pengamatan persentase kejadian penyakit dan berat basah buah. Hasil penelitian menunjukkan tanaman refugia kenikir (Cosmos caudatus) kombinasi jarak tanam tidak berpengaruh nyata terhadap kejadian penyakit antraknosa, namun pemberian perlakuan jarak tanam berpengaruh terhadap berat basah buah pengamatan hari ke-105 dan 120 dengan rata-rata produksi tertinggi pada perlakuan J3R1 (60x120 cm; 60 pohon kenikir) sebesar 63,5 gram dan 91,25 gram

    Uji Ketahanan Beberapa Varietas Cabai (Capsicum sp.) Terhadap Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) yang Berasal Dari Desa Hiyung Kabupaten Tapin

    No full text
    The purpose of this study was to test the resistance of four chili varieties (Capsicum sp.) to anthracnose (Colletotrichum sp.). The research was carried out at the Phytopathology Laboratory and in the Phytopathology Greenhouse Land, Faculty of Agriculture, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru. This study used 4 varieties, namely Taruna variety, Hiyung variety, CF-291 variety and Tanjung variety with 5 replications. The Tanjung variety has the longest incubation period of 10 days, while the CF-291 variety has the fastest incubation period of 7.5 days. The CF-291 variety showed a susceptible variety with a percentage of 41.3% while the Taruna, Hiyung and Tanjung varieties showed a moderate variety with a percentage of 34.1%, 23.1 and 32.7%, respectively.Tujuan dari penelitian ini untuk menguji ketahanan empat varietas cabai (Capsicum sp.) terhadap penyakit antraknosa (Colletotrichum sp.). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi dan di Lahan Rumah Kaca Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan 4 varietas yaitu varietas Taruna, varietas Hiyung, varietas CF-291 dan varietas Tanjung dengan 5 kali ulangan. Varietas Tanjung memiliki masa inkubasi paling lama yaitu 10 hari sedangkan varietas CF-291 memiliki masa inkubasi paling cepat yaitu 7,5 hari. Varietas CF-291 menunjukkan varietas rentan dengan persentase 41,3% sedangkan varietas Taruna, Hiyung dan Tanjung menunjukkan varietas moderat dengan masing-masing persentase 34,1%, 23,1 dan 32,7%

    Pengaruh Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Kompos Kotoran Kelinci terhadap Serangan Antraknosa (Colletothricum sp.) pada Tanaman Tomat

    Get PDF
    Penyakit busuk buah tomat (Colletotrichum sp.) menyebabkan kerusakan dan mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil. Tanda-tanda busuk tersebut diawali dengan adanya lesi kecil, gelap, cekungan yang tampak basah, kemudian diameternya membesar dan menyatu sehingga menyebabkan titik lunak menghilang atau mengering pada bagian cekungan yang melebar dan cekung. Colletotrichum sp. dapat menyebabkan penyakit pada tanaman, seperti cabai, terong, tomat, pepaya, pisang dan tanaman hortikultura lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PGPR dan kompos kotoran kelinci terhadap serangan antraknosa pada tanaman tomat. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dua faktor, yaitu faktor dosis PGPR dan distribusi kompos kotoran kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi PGPR dan kompos kotoran kelinci pada pengamatan 46 hari setelah tanam dengan penambahan PGPR dosis 15 ml dengan kompos kotoran kelinci sebanyak 15 g dan PGPR dalam 30 ml dengan kompos kotoran kelinci sebanyak 30 g, 10,03% dan 11,52% masing-masing dapat menurunkan intensitas serangan antraknosa dibandingkan dengan kontrol yaitu 28,13%. Selanjutnya kompos kotoran kelinci berpengaruh terhadap jumlah buah tomat dengan perlakuan terbaik yaitu pemberian kompos kotoran kelinci sebanyak 22,5 g dan 15 g dengan hasil 3,52 tomat dan 90,10 g. tomat, masing-masing

    Biologi Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda J. E Smith)

    Get PDF
    Research on the life cycle and life balance of Spodoptera frugiperda (J. E Smith) has been conducted from September to November 2021 at the Entomology Laboratory of the Department of Pests and Plant Diseases ULM Banjarbaru. The results showed that S. frugiperda underwent changes from egg, larva, pupa and imago stages. This change is called complete metamorphosis. The average number of eggs produced is 45.14 eggs with an egg stage of 7 days, the larval stage has 6 instars, each time span (days) ranges from 2.4 to 3.4, the pupal stage is 7.5 days and the imago stage with brown wings. The male imago has a distinctive pattern while the female imago does not have a distinctive pattern. Imago male with a vulnerable time of 8 days while the female imago 9 days. From the life table, it is known that the GRR value is 316 individuals/generation, the R˳ value is 115.916 individuals/parent/generation, the T value is 30,197 days, the r value is 0.157 individuals/parent/day and the value is 1,170 individuals/parent/day.Telah dilakukan penelitian tentang siklus hidup dan neraca kehidupan Spodoptera frugiperda (J. E Smith) sejak bulan September hingga bulan November 2021 bertempat di Laboratorium Entomologi Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan ULM Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukkan S. frugiperda mengalami perubahan dari stadia telur, larva, pupa dan imago. Perubahan tersebut dinamakan metamorfosis sempurna. Jumlah telur yang dihasilkan rata-rata 45,14 butir dengan waktu stadia telur 7 hari, stadia larva mempunyai 6 instar masing-masing rentang waktu (hari) berkisar antara 2,4-3,4, stadia pupa 7,5 hari dan stadia  imago dengan sayap berwarna kecoklatan. Pada imago jantan memiliki pola yang khas sedangkan imago betina tidak memiliki pola yang khas. Imago jantan dengan rentan waktu 8 hari sedangkan imago betina 9 hari. Dari neraca kehidupan diketahui nila GRR 316 individu/generasi, nilai R  115,916 individu/induk/generasi, nilai T 30,197 hari,  nilai r 0,157 individu/induk/hari dan nila

    EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TIPE QUIZ TEAM TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROLISIS GARAM

    Get PDF
    Suatu penelitian dilakukan tentang efektivitas model pembelajaran aktif tipe Quiz Team pada materi hidrolisis garam di kelas XI IPA SMA Negeri 10 Banjarmasin untuk mengetahui perbedaan motivasi serta hasil belajar siswa antara kelas yang menerapkan model pembelajaran aktif tipe Quiz Team dan kelas yang menerapkan model pembelajaran Direct Instruction pada materi hidrolisis garam. Penelitian ini menggunakan quasi experiment design dengan rancangan nonequivalent control group design. Data didapatkan dengan menggunakan teknik tes, observasi dan kuesioner. Uji-t untuk menganalisis perbedaan motivasi dan hasil belajar kognitif siswa antara kedua kelas yang diteliti, sedangkan perbedaan hasil belajar afektif dan psikomotor dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran aktif tipe Quiz Team secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dibandingkan model pembelajaran Direct Instruction, (2) pembelajaran aktif tipe Quiz Team secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif siswa dibandingkan model pembelajaran Direct Instruction

    PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING (SCT) UNTUK MENINGATKAN LITERASI SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA

    Get PDF
    Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui validitas, praktikalitas dan efektifitas produk e-modul berbasis model Scientific Critical Thinking (SCT) yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4-D yang termodifikasi menjadi 3-D yaitu: pendefinisian (define), perancangan (design) dan pengembangan (develop). Pada tahap penyebaran (disseminate) dalam penelitian ini tidak dilakukan dikarenakan keterbatasan waktu dan keadaan. E-modul yang dikembangkan di uji cobakan pada 15 orang peserta didik kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 4 Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria: (1) Validitas yang berkategori sangat valid dilihat dari aspek kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan media; (2) Praktikalitas yang berkategori baik pada uji perorangan dan uji kelompok kecil; kategori baik pada data respon peserta didik; kategori sangat baik pada data respon pendidik; kategori baik pada aktivitas pendidik menggunakan e-modul dan kategori sangat baik pada aktivitas pendidik mengelola kelas; (3) efektifitas dengan nilai N-gain literasi sains dan hasil belajar yang berkategori tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul berbasis model Scientific Critical Thinking (SCT) telah memenuhi aspek validitas, praktikalitas dan efektifitas

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERVISI SETS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATERI MINYAK BUMI KELAS XI MIPA

    Get PDF
    Tujuan riset ini adalah agar diketahui perbandingan keterampilan berpikir kritis, hasil belajar dan respon peserta didik sesudah mengimplementasikan model problem based learning bervisi SETS. Materi yang digunakan adalah minyak bumi. Sampel diambil dari mempergunakan teknik purposive sampling dengan metode quasi experiment berdesain equivalent pretest-posttest control grup design. Kelas eksperimen mengaplikasikan model problem based learning bervisi SETS, sementara kelas kontrol mengaplikasikan model ekspositori. Teknik analisis data berupa analisis deskrptif dan inferensial menerapkan uji-t. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non-tes. Hasil riset memperlihatkan bahwa (1) terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol (2) terdapat perbedaan hasil belajar ranah pengetahuan antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol (3) respon peserta didik terhadap model problem based learning bervisi SETS sangat positif

    PENGARUH JARAK ELEKTRODA PADA PROSES ELEKTROKOAGULASI TERHADAP PENURUNAN KADAR FOSFAT, COD DAN TSS LIMBAH CAIR LAUNDRY: THE EFFECT OF ELECTRODE DISTANCE ON THE ELECTROCOAGULATION PROCESS TO REDUCE THE LEVELS OF PHOSPATE, COD, AND TSS LAUNDRY LIQUID WASTE

    Get PDF
    Salah satu usaha laundry yang berada di Kota Banjarbaru tidak memiliki pengolahan limbah, sehingga limbah yang dihasilkan langsung dibuang begitu saja. Selain itu, limbah yang dihasilkan mengandung Fosfat sebesar 2,126 mg/L, COD sebesar 567,4 mg/L dan TSS sebesar 161 mg/L, nilai tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan. Metode yang direkomendasikan untuk mengolah limbah cair laundry yaitu Elektrokoagulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak elektroda 1 cm, 1,5 cm dan 2 cm terhadap konsentrasi Fosfat, COD dan TSS limbah cair laundry di effluent elektrokoagulasi. Penelitian ini menggunakan reaktor berbahan kaca dengan sistem batch berukuran 25 cm x 25 cm x 30 cm, 4 pasang elektroda aluminium berukuran 20 cm x 10 cm x 2 mm, tegangan 24 volt dan waktu kontak selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyisihan Fosfat, COD dan TSS di effluent elektrokoagulasi dengan variasi jarak elektroda memiliki nilai konsentrasi Fosfat terendah sebesar 0,22 mg/L atau sebesar 89,65% pada jarak elektroda 1,5 cm. Nilai konsentrasi COD terendah sebesar 394,4 mg/L atau sebesar 79,71% pada jarak elektroda 1 cm. Nilai konsentrasi TSS terendah sebesar 96,7 mg/L atau sebesar 49,65% pada jarak elektroda 1 cm.One of the laundry businesses in Banjarbaru City does not have waste treatment, so the waste generated is immediately thrown away. In addition, the laundry liquid waste contains Phosphate of 2,126 mg/L, COD of 567,4 mg/L, and TSS of 161 mg/L, these value exceeds the specified quality standards. The recommended method for treating it is electrocoagulation. This study aims to analyze the effect of variations in the electrode distance of 1 cm, 1,5 cm, and 2 cm on the concentration of Phosphate, COD, and TSS of laundry wastewater in electrocoagulation effluent. This study uses a glass reactor with a batch system measuring 25 cm x 25 cm x 30 cm, four pairs of aluminum electrodes measuring 20 cm x 10 cm x 2 mm, a voltage of 24 volts, and a contact time of 60 minutes. The results showed that Phosphate, COD, and TSS removal in the electrocoagulation effluent with various electrode distances had the lowest phosphate concentration value of 0,22 mg/L or 89,65% at an electrode distance of 1,5 cm. The lowest COD concentration value was 394,4 mg/L or 79,71% at an electrode distance of 1 cm. The lowest TSS concentration value is 96,7 mg/L or 49,65% at the electrode distance of 1 cm

    The Use Of Pwim In Teaching Writing Descriptive Text At Smkn 2 Banjarmasin

    Get PDF
    Using Picture Word Inductive Model (PWIM) is chosen as a selection way for one of the English skills in Indonesia nowadays; writing, which is lectured by the tenth learners’ English teacher at SMK Negeri 2 Banjarmasin. The purpose of the research was to investigate the divergence on learners’ writing skills between were applied by Picture Word Inductive Model (PWIM) and conventional model on the text of descriptive. This research implemented a calculable method with a non-randomized design. Hence, the research’s people were tenth-grade learners of SMK Negeri 2 Banjarmasin for taking samples were involved 55 learners of Social Worker X-A and X-C through the recommendation of English teacher. The writing test was aimed at the tool of data collection. As the result, this research findings showed the signify point of pre-test was 57.13 and the post-test was 68.51. Moreover, the output of t-test 5.58 is higher rather than the t value of 1.67. It proved that Picture Word Inductive Model (PWIM) in descriptive text successfully gave a strong effect on English learners’ writing skills. As the solution, it made an impression for the English teacher for applying Picture Word Inductive Model (PWIM) in their teaching writing descriptive text than a conventional model. &nbsp

    PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PEMBELAJARAN DARING BERBASIS PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK DI LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI HIMPUNAN DI KELAS VII SMP/MTs

    Get PDF
    LKPD pembelajaran daring perlu dikembangkan, untuk membangun pemahaman peserta didik yang masih minim. Sehubungan hal itu agar pembelajaran lebih bermakna, hendaknya materi yang akan diberikan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik. Mengingat lingkungan peserta didik dalam pengembangan LKPD pembelajaran daring ini berada di lingkungan lahan basah sehingga pendekatan pendidikan matematika realistik di lingkungan lahan basah dijadikan sebagai titik awal pembelajaran. Pentingnya membangun pemahaman konsep peserta didik dan mengaitkannya dengan lingkungan peserta didik dalam pembelajaran daring maka peneliti tertarik untuk mengembangkan LKPD pembelajaran daring berbasis pendidikan matematika realistik di lingkungan lahan basah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses dan menghasilkan LKPD pembelajaran daring berbasis pendidikan matematika realistik di lingkungan lahan basah pada materi himpunan di kelas VII SMP/MTs. Metode penelitian ini yaitu Research and Development yang dimodifikasi dari model 4-D. Model tersebut terdiri dari define, design, develop, dan disseminate. Namun, pada penelitian ini dibatasi sampai tahap develop yaitu sampai validasi ahli. Hasil uji validitas produk yang dikembangkan yaitu 3,37 yang termasuk dalam kategori valid menurut kriteria kevalidan. Dengan demikian, dihasilkan LKPD pembelajaran daring berbasis pendidikan matematika realistik di lingkungan lahan basah pada materi himpunan yang valid

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇