Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
Not a member yet
    1492 research outputs found

    PRARANCANGAN PABRIK SIRUP GLUKOSA DARI TEPUNG TAPIOKA MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS DENGAN KAPASITAS 150.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Glukosa merupakan kelompok monosakarida dengan rumus kimia C6H12O6. Sirup glukosa biasanya pada industri makanan digunakan sebegai pembuatan monosodium glutamate, penyedap rasa, jelies, caramels, coffee whitener, pastilles, dessert power, maltodextrins, dan lain-lain. Pabrik Sirup glukosa direncanakan pada tahun 2025 yang beroperasi selama 330 hari dalam setahun bertempat di Lampung Tengah, Lampung dengan kapasitass produksi 150.000 ton/tahun. Proses yang digunakan pabrik sirup glukosaa ini adalah proses hidrolisis enzimatis dengan bahan baku dari tepung tapioka dan didukung oleh enzim α-amilase dan enzim glukoamilase. Secara umum, tahapan dalam produks sirup glukosa adalah likuifikasi dan sakarifikasi. Tahapan likuifikasi beropenasi pada kondisi suhu 95 oC dan tekanan 1 atm dengan menggunakan reaktorr alir tangki berpengaduk (RATB) yang dilengkapi jaket pendingin. Kemudian, tahapan sakarifikasi beroperasi pada kondisi operasi suhu 60 oC dan tekanan 1 atm dengan menggunakan reaktor batch yang dilengkapi jaket pendingin. Hasil dari reaktor batch dipompa ke dalam filter presss untuk menyaring padatan serat pati. Selanjutnya glukosa dari filter pressa akan dipompa ke dalam kation exchanger dan anion exchanger untuk menghilangkan kandungan kation dan anion yang terkandung dalam larutan. Kemudian sirup glukosa dimasukkan ke dalam evaporator untuk menguapkan sebagian besar kandungan air dengan kondisi suhu operasi 102 oC dan 1 atm. Kemudian, produk sirup glukosa disimpan pada tangki penyimpanan. Bentuk pabrik sirup glukosa yaitu perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line dan staf. Sirup glukosa dipasarkan untuk kebutuhan permintaan dalam aegeri serta dipasarkan ke luar negeri. Total dari tenaga kerja ayang dibutuhkan sebanyak 134 orang pekerja dengan sistem shift dan non shift. Menurut hasil adari analisa ekonomi didapatkan hasil investasi amodal total (TCI) sebesar Rp 936.21.755.480,00 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp 2.142.749.955.204. Return of Investment (ROI) sebelum dikenakan pajak adalah sebesar 45% dan Return of Investment (ROI) sesudah dikenakan pajak aadalah sebesar 29%. Pay Out Time (POT) sebelum dikenakan pajak adalah sebesar 1,9 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah dikenakan pajak adalah sebesar 2,7 tahun. Break Event Point (BEP) adalah sebesar 44% dan Shut down point (SDP) adalah sebesar 25%. Sehingga dari hasil aanalisa ekonomi tersebut, disimpulkan abahwa pabrik ssirup glukosa dari ttepung tapioka mmelalui proses enzimatis dengan kapasitas 150.000 ton/tahun ini layak untuk didirikan di Indonesia.  Kata kunci: Sirup glukosa, hidrolisis enzimatis, likuifikasi, sakarifikasi, α-amilase, glukoamilase

    PRARANCANGAN PABRIK TRIBUTIL SITRAT DARI BUTANOL DAN ASAM SITRAT DENGAN PROSES ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS ASAM SULFAT KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Tributil sitrat adalah senyawa organik dengan gugus ester Senyawa ini memiliki rumus molekul C18H32O7. Tributil sitrat mempunyai berat molekul 360.45 g/mol. Senyawa ini memiliki titik didih yang tinggi oleh karena rantai C-H yang panjang. Tributil sitrat merupakan salah satu plastiser ramah lingkungan yang menjadi bahan adiktif pada industri polimer dan plastik. Tributil sitrat banyak digunakan sebagai plastiser yang aman dipakai di industri makanan, farmasi dan kesehatan. Pabrik tributil sitrat dari bahan baku butanol dan asam sitrat dengan kapasitas 25.000 ton/tahun direncanakan didirikan di kecamatan Bungah, kawasan Industri Gresik, Jawa Timur. Proses yang digunakan dalam pembuatan tributil sitrat adalah esterifikasi dengan katalis asam sulfat pada suhu 150oC. Pembuatan tributil sitrat dilakukan dengan mereaksikan campuran butanol dengan katalis asam sulfat dan asam sitrat di dalam reaktor alir tangki berpengaduk (R-210). Produk utama yang terbentuk adalah tributil sitrat dan produk samping berupa garam yaitu kalsium sulfat. Tributil sitrat dengan kemurnian 99,7%  diteruskan dan disimpan di dalam tangki penyimpanan. Produk samping berupa garam kalsium diumpan ke neutralizer 2 (R-380) untuk didaur ulang. Tributil sitrat diutamakan dipasarkan sebagai konsumsi dalam negeri. Bentuk perusahaan berupa Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi line dan staff. Sistem kerja karyawan berdasarkan pembagian menurut jam kerja yang terdiri dari shift dan non-shift dengan tenaga kerja yang dibutuhkan sebanyak 150 orang. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 51,9 % dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 33,7 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak yaitu 1,6 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,3 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 40% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 22%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik tributil sitrat dengan kapasitas 25.000 ton/tahun ini layak untuk dikaji lebih lanjut. Kata kunci : Asam sitrat, Asam sulfat, Butanol, Esterifikasi, Tributil sitra

    PRARANCANGAN PABRIK ASETANILIDA DARI ASAM ASETAT DAN ANILIN DENGAN PROSES ASETILASI KAPASITAS 12.000 TON/TAHUN

    Get PDF
    Asetanilida atau disebut juga N-Phenylacetamide merupakan senyawa berbentuk kristal padat berwarna putih yang merupakan senyawa hasil turunan dari asetil amina aromatis yang digolongkan sebagai amida primer. Asetanilida sering diganakan sebagai bahan baku pembuatan obat – obatan dikarenakan sifat anastesi, antiinflamasi dan antibakteri yang dimilikinya. Selain itu asetanilida juga digunakan sebagai bahan pembantu dalam industri cat dan karet, serta bahan campuran pembuatan senyawa lain seperti asetilklorida dan pencilin. Pra rancangan pabrik asetanilida ini akan didirikan pada tahun 2026 dengan kapasitas produksi 12.000 Ton/Tahun. Asetanilida dibuat dengan mereaksikan anilin dengan asam asetat. Proses pembuatan dengan mengumpankan anilin serta asam asetat ke dalam reaktor batch tangki berpengaduk dengan kondisi operasi suhu 150℃ dan tekanan 2,5 atm dimana terjadi reaksi asetilasi di reaktor tersebut. Hasil dari reaksi tersebut adalah asam asetat, anilin, asetanilida (sebagai produk) dan air.  Selanjutnya produk yang terventuk dipekatkan dengan mengumpankannya kedalam evaporator dengan kondisi operasi suhu 180℃ dan tekanan 2,5 atm. Setelah keluar, dialirkan menuju evaporator produk tersebut diturunkan suhu dan tekanannya menjadi 120℃ dan tekanan 1 atm sebelum diumpankan ke kristalizer. Selanjutnya diumpankan menuju kristalizer untuk merubah fasa produk dari larutan menjadi padatan dengan kondisi operasi suhu 35℃ dan tekanan 1 atm. Hasil keluaran dari kristalizer berupa magma produk kemudian dimurnikan menggunakan centrifuge dengan kondisi operasi suhu 35℃ dan tekanan 1 atm. Selanjutnya dikeringkan menggunakan rotary dryer dengan kondisi operasi suhu 92℃ dan tekanan 1 atm. Produk keluaran dari Rotary Dryer yang berupa debu atau partikel halus akan dikumpulkan oleh cyclone. Produk asetanilida yang terbentuk dari cyclone dan rotary dryer kemudian diturunkan suhunya menggunakan cooling conveyor menjadi 30℃. Selanjutnya produk asetanilida dihaluskan menggunakan ball mill dan dilakukan penyeragaman ukuran produk menjadi 200 mesh menggunakan vibrating screener. Selanjutnya produk asetanilida yang telah seragam dikemas di unit pengemasn dan kemudian disimpan di dalam Gudang sebelum dijual. Hasil Analisa ekonomi didapat modal investasi sebesar Rp. 292.874243.250,00 dan diperoleh hasil penjualan yaitu sebesar Rp. 1.121.056.213.888,00. Selain itu diperoleh juga Return of Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 42,18 % dan Return of Investment (ROI) sesudah pajak sebesar 27%. Pay Out Time (POT) sebelum pajak 1,92 tahun dan Pay Out Time (POT) sesudah pajak sebesar 2,67 tahun. Sehingga diperoleh Break Event Point (BEP) sebesar 45,84% dan Shut down point (SDP) sebesar 30,59%. Berdasarkan pertimbangan hasil evaluasi tersebut, maka pabrik asetanilida dengan kapasitas 12.000 ton/tahun ini layak untuk dikaji ulang untuk didirikan.  Kata kunci: Asetanilida, Asam Asetat, Anili

    MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA E-BOOK PADA MATERI HIDROKARBON KELAS XI

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian terhadap peningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran discovery learning yang didukung sarana e-book­ dengan materi hidrokarbon untuk peserta didik kelas XI MIA. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi langkah-langkah yang tepat untuk memecahkan masalah di kelas. Setelah tindakan diketahui, periksa kesesuaian tindakan, disertai dengan peningkatan motivasi dan hasil belajar. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas 2 siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA SMAN 1 Daha Barat yang berjumlah 31 orang. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket motivasi, dan tes hasil belajar. Data hasil motivasi dikumpulkan menggunakan angket motivasi di setiap akhir siklus dan data hasil belajar dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar di setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi dengan model discovery learning dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Setelah dilakukan tindakan yang benar disertai peningkatan (1) motivasi dari kategori sedang pada siklus I menjadi kategori sangat tinggi pada siklus II, (2) hasil belajar ranah sikap dari kategori kurang baik menjadi sangat baik, (3) ranah keterampilan peserta didik dari kategori kurang terampil menjadi terampil, (4) ranah pengetahuan dari kategori rendah pada siklus I menjadi kategori tinggi pada siklus II

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBENTUK MODUL BERBANTUAN GAMBAR PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL SISWA SMP

    Get PDF
    Pengembangan bahan ajar perlu dilaksanakan oleh guru agar kualitas dan efesiensi pembelajaran meningkat. Terdapat temuan bahwa bahan ajar yang dipakai saat pembelajaran hanya mengandalkan buku paket dari sekolah dan dinilai kurang menarik minat siswa. Diharapkan dengan bahan ajar berbentuk modul berbantuan gambar mampu menarik minat siswa ketika mempelajari dan memahami konsep sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan bahan ajar berbentuk modul berbantuan gambar pada bahasan SPLDV yang valid. Metode yang dipilih peneliti penelitian pengembangan  yang memakai model 4-D. Tahap yang dikerjakan mencakup tahap define, design, develop, dan disseminate. Pengumpulan data dilakukan memakai lembar validasi yang diberikan kepada tiga orang ahli sebagai validator.  Hasil analisis validitas menunjukkan modul memenuhi kriteria valid dengan persentase rata-rata seluruh aspek sebesar 82,29

    PENGEMBANGAN MODUL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILL UNTUK PEMBELAJARAN MATEMATIKA TINGKAT SMP

    Get PDF
    Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memegang kontribusi sangat penting dalam pendidikan. Akan tetapi, pendapat sebagian siswa mata pelajaran matematika masih dianggap mata pelajaran yang sulit. Seiring berjalannya waktu, pembelajaran matematika perlu memenuhi tuntutan abad 21 dan ditunjang dengan keterampilan berpokok Higher Order Thinking Skills (HOTS). Salah satu solusi untuk memecahkan hal tersebut adalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran berpokok HOTS berupa modul pembelajaran berpokok HOTS. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat modul sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) berpokok Keterampilan Berpikir Tingkat Lanjut (HOTS) untuk pembelajaran matematika tingkat SMP yang valid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan 4D dengan tiga tahapan yaitu definisi, desain, dan pengembangan. Pada tahap pengembangan, tiga ahli melakukan uji validasi sebagai validator. Di sini, dua guru berpengalaman STKIP PGRI Banjarmasin dan satu guru berpengalaman SMP Negeri 14 Banjarmasin. Berdasarkan hasil uji validasi lembar validasi, nilai rata-rata (Va) untuk semua aspek evaluasi adalah 3,32, sehingga modul sistem persamaan sistem linear dua variabel berpokok kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) untuk matematika menengah pertama termasuk dalam kategori yang valid

    PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS MASALAH DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL KELAS VIII SMP/MTS

    Get PDF
    Salah satu faktor penyebab kesulitan belajar bagi peserta didik adalah faktor sekolah yaitu keterbatasan guru dalam menangani pembelajaran yang memikat minat dan menyenangkan bagi peserta didik. Dalam pembelajaran SPLDV, sebagian besar guru menulis ulang rumus-rumus yang ada di buku, memberikan contoh soal, dan memberikan penugasan. Guru perlu melakukan inovasi pengajaran dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Salah satu inovasi guru agar peserta didik aktif dalam pembelajaran adalah melalui pengembangan LKPD berbasis masalah. Agar pembelajaran lebih bermakna maka dikaitkan dengan konteks lingkungan lahan basah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan lembar kerja peserta didik berbasis masalah dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi sistem persamaan linear dua variabel kelas VIII SMP/MTs yang valid. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan model pengembangan Thiagarajan, Semmel, dan Semmel (4-D). Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah tahap define, design, dan develop. Kriteria kevalidan produk LKPD dievaluasi berdasarkan validitas ahli oleh tiga orang validator ahli. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil uji validitas LKPD yang dikembangkan sebesar 3,68 dengan kriteria valid. Atas dasar ini, dihasilkan LKPD berbasis masalah dengan konteks lingkungan lahan basah pada materi SPLDV yang valid

    EFIKASI DOSIS EKSTRAK DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI ANTIBAKTERI Edwardsiella tarda DAN TOKSISITASNYA PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus): EFFICACY OF DOSE KETAPANG LEAF (Terminalia catappa) EXTRACT AS Edwardsiella Tarda ANTIBACTERIA AND TOXICITY IN AFRICAN CATFISH (Clarias gariepinus)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan potensi antibakteri ekstrak daun ketapang terhadap Edwardsiella tarda secara in vitro dan menganalisis toksisitas berbagai dosis ekstrak daun ketapang pada lele dumbo (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ekstrak daun ketapang secara in vitro metode difusi cakram dengan pelarut metanol, dilanjutkan uji toksisitas  pada lele dumbo menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan yaitu K: tanpa pemberian ekstrak daun ketapang, perendaman ekstrak daun ketapang 0,05 mg/mL(A), 0,1 mg/mL(B), 0,2 mg/mL(C), 0,4 mg/mL(D), dan 0,8 mg/mL(E). Hasil uji antibakteri ekstrak daun ketapang akuades 7,5 mm, ekstrak daun ketapang metanol 10,47 mm, dan antibiotik (kontrol) 23,3 mm. Nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) adalah pada konsentrasi 0,05 mg/mL Hasil uji toksisitas terhadap kelangsungan hidup ikan lele dumbo didapatkan seluruh perlakuan 100%, hasil uji anova menunjukkan tidak ada perbedaan antar perlakuan yang berarti semua dosis ekstrak daun ketapang yang diberikan tidak toksik terhadap lele dumbo. Disimpulkan ekstrak daun ketapang berefikasi sebagai anti E.tarda dan bersifat tidak toksik terhadap lele dumbo. This study aimed to determine the antibacterial potential of ketapang leaf extract against Edwardsiella tarda in vitro and to analyze the toxicity of various doses of ketapang leaf extract on African catfish (Clarias gariepinus). The method used in this study used ketapang leaf extract in vitro disc diffusion method with methanol solvent, followed by toxicity test on African catfish using a completely randomized design with 6 treatments, namely K: without giving ketapang leaf extract, soaking ketapang leaf extract 0.05 mg/mL(A), 0.1 mg/mL(B), 0.2 mg/mL(C), 0.4 mg/mL(D), and 0.8 mg/mL(E). The results of the antibacterial test of ketapang leaf extract with distilled water were 7.5 mm, methanol leaf extract 10.47 mm, and antibiotics (control) 23.3 mm. Minimum Inhibitory Concentration (MIC) value is at a concentration of 0.05 mg/mL. The results of the toxicity test on the survival of African catfish obtained 100% of all treatments, the results of the ANOVA test showed no differences between treatments, which means that all doses of ketapang leaf extract given were not toxic to African catfish. It was concluded that ketapang leaf extract has efficacy as an anti-E.tarda and is not toxic to African catfish

    PENGARUH PADAT TEBAR DAN PAKAN BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GABUS HARUAN (Channa striata): THE EFFECT OF DIFFERENT STOCKING AND FEED DENSITIES OF GROWTH AND SURVIVAL OF SNAKEHEAD (Channa striata) LARVAE

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi terbaik antara padat tebar dan pakan berbeda dalam pemeliharaan larva terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan gabus haruan (Channa striata). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, padat tebar (A) dan jenis pakan (B) dengan 3 ulangan. Padat tebar yang digunakan dalam perlakuan yaitu 3 ekor/L dan 5 ekor/L dengan pemberian pakan alami berupa Artemia sp. dan Daphnia sp. Parameter penelitian meliputi laju pertumbuhan berat harian, laju pertumbuhan panjang harian, dan kualitas air. Penelitian menunjukkan hasil bahwa faktor A padat tebar berbeda berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan berat harian larva ikan gabus tetapi, Faktor B pakan berbeda dan Faktor AxB interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan berat harian. Padat tebar dan pakan berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan panjang harian. Hasil terbaik diperoleh dari perlakuan A1B1 (padat tebar 3 ekor/L dengan pakan Artemia sp.) mampu menghasilkan laju pertumbuhan berat harian sebesar 9,81%. Parameter kualitas air selama penelitian cukup optimal yaitu suhu air 25,6-25,8 ℃, pH 6,68-7,03, oksigen terlarut 4,02-4,20 mg/l, dan kandungan amoniak 0,5-0,75 mg/l masih dalam batas wajar bagi kelangsungan hidup larva ikan gabus haruan. The purpose of this study was to determine the best interaction between stocking density and feed in rearing different larvae with live growth of snakehead fish (Channa striata). This research was conducted using experimental methods and factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors, stocking density (A) and type of feed (B) with 3 repetitions. The stocking densities used in the treatment were 3 fish/L and 5 fish/L with the provision of natural food in the form of Artemia sp. and Daphnia sp. Research parameters include daily weight growth rate, daily length growth rate, and water quality. The study showed that the different stocking density factor A had a significant effect on the daily weight growth rate of snakehead fish larvae, however, the different feed B factor and the AxB interaction factor had no significant effect on the daily weight growth rate. Stocking density and different feed had no significant effect on the daily length growth rate. The best results from A1B1 treatment (stocking density of 3 fish/L with Artemia sp.) was able to produce a daily weight growth rate of 9.81%. Water quality parameters during the study were quite optimal, namely air temperature 25.6-25.8, pH 6.68-7.03, dissolved oxygen 4.02-4.20 mg/l, and ammonia content 0.5-0.75 mg/l is still within reasonable limits for the life of snakehead fish larva

    ANALISIS DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMAR KEGIATAN KERAMBA JARING APUNG DI DANAU BEKAS GALIAN TAMBANG INTAN PT. GALUH CEMPAKA DI DESA PALAM: ANALYSIS OF LOAD CONTAMINATION FOR FLOOR NETWORK ACTIVITIES IN VOID PT. GALUH CEMPAKA IN PALAM VILLAGE

    Get PDF
    Danau Galuh Cempaka adalah danau buatan yang terbentuk dari kegiatan penambangan intan oleh PT. Galuh Cempaka di Desa Palam. Setelah lama diabaikan, danau ini digunakan oleh masyarakat setempat sebagai lokasi untuk membesarkan ikan nila di keramba jaring apung. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar daya tampung beban pencemar dari kegiatan keramba jaring apung yang bisa ditampung oleh danau, terkhusus pada parameter Total Suspended Solid (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nitrat (NO3-N) , dan Fosfat (PO4-P),  kemudian mengetahui status mutu perairan danau yang digunakan sebagai media dari kegiatan keramba jaring apung terhadap status baku mutu air kelas I dan II PERGUB Nomor 05 Tahun 2007 menggunakan metode STORET. Berdasarkan hasil penelitian DTBPA terhadap parameter Total Suspended Solid (TSS) maksimum sebesar 145.951 Kg/hari dengan tingkat kekritisan 0,18% - 0,50%, Biological Oxygen Demand (BOD) maksimum sebesar 10.179,6788 Kg/hari dengan tingkat keritisan 0,05% - 13,1%, Dissolved Oxygen (DO) minimum sebesar (-) 8.880 Kg/hari dengan tingkat ke kritisan 1,08% - 2,15%, Nitrat (NO3-N) maksimum sebesar 35.236,3 Kg/hari dengan tingkat ke kritisan 0,01% - 0,05%, dan Fosfat (PO4-P) maksimum sebesar 569,5768 Kg/hari dengan tingkat ke kritisan 0,20% - 1,65%. Penentuan status mutu air Danau Galuh Cempaka menggunakan metode STORET baku mutu air kelas I dan II stasiun 1 dengan skor -34 s/d -36 masuk dalam kelas D kondisi perairan buruk kategori cemar berat, stasiun2 dan 3 dengan skor -28 s/d -29 masuk dalam kelas C kondisi perairan sedang kategori cemar sedang.   Lake Galuh Cempaka is a void formed by diamond mining activities by PT. Galuh Cempaka in Palam Village. After being neglected for a long time, the lake was used by the local community as a location for rearing tilapia in floating net cages. This study aims to determine how much the capacity of pollutant load from floating net cage activities that can be accommodated by lakes, specifically on the parameters of Total Suspended Solid (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), Dissolved Oxygen (DO), Nitrate (NO3-N ), and Phosphate (PO4-P), then find out the status of the lake water quality which is used as a medium of floating net cage activities against the water quality standard status of classes I and II PERGUB Number 05 of 2007 uses the STORET method. Based on the results of the DTBPA study on the maximum Total Suspended Solid (TSS) parameter of 145,951 kg / day with a critical level of 0.18% - 0.50%, a maximum Biological Oxygen Demand (BOD) of 10,179,6788 kg / day with a level of 0, 05% - 13.1%, Dissolved Oxygen (DO) minimum of (-) 8,880 Kg / day with a critical level of 1.08% - 2.15%, Nitrate (NO3-N) maximum of 35,236.3 Kg / day with a critical level of 0.01% - 0.05%, and Phosphate (PO4-P) with a maximum of 569.5768 kg / day with a criticality level of 0.20% - 1.65%.  Determination of the water quality status of Lake Galuh Cempaka using the STORET method of water quality class I and II station 1 with a score of -34 s / d -36 included in class D in bad water conditions heavy polluted categories, stations 2 and 3 with a score of -28 s/d - 29 included in class C medium water conditions medium polluted category. &nbsp

    1,406

    full texts

    1,492

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇